Bulan Juli 2017 Sulawesi Selatan Inflasi 0,93 persen
Pada bulan Juli 2017, Sulawesi Selatan mengalami inflasi 0,93 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar
130,40. Dari 5 kota IHK di Sulawesi Selatan, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Makassar sebesar 1,05 persen dengan IHK 131,15 dan terendah terjadi di Palopo masing-masing sebesar 0,05 persen dengan IHK 127,47.
Inflasi yang terjadi di Sulawesi Selatan pada Juli 2017 ini disebabkan oleh naiknya harga pada semua kelompok pengeluaran yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 1,98 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,55 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,08 persen; kelompok
sandang sebesar 0,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,29 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,79 persen.
Dari 11 kota di Pulau Sulawesi, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bau-bau sebesar 2,44 persen dengan
IHK 134,83, sedangkan inflasi terendah terjadi di Palu dan Palopo masing-masing sebesar 0,05 persen dengan IHK 132,16 dan 127,47.
Dari 82 kota IHK Nasional, 59 kota mengalami inflasi dan 23 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bau-bau sebesar 2,44 persen dengan IHK 134,83 dan inflasi terendah terjadi di Meulaboh sebesar 0,01 persen dengan IHK 127,99. Deflasi tertinggi di Merauke sebesar -1,50 persen dengan IHK 133,53 dan deflasi terendah di Probolinggo dan Metro masing-masing sebesar -0,07 persen dengan IHK 126,10 dan 136,49.
Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2017 Sulawesi Selatan sebesar 3,73 persen dan laju inflasi year on year (Juli 2017 terhadap Juli 2016) sebesar 4,38 persen.
Komponen inti di Sulawesi Selatan pada Juli 2017 mengalami inflasi 0,27 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun
kalender sebesar 1,94 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juli 2017 terhadap Juli 2016) sebesar 2,65 persen.
Perubahan IHK untuk kota Makassar terjadi inflasi 1,05 persen dengan IHK sebesar 131,15.
No. 41/08/73/Th. XXI, 1 Agustus 2017
P
ERKEMBANGANI
NDEKSH
ARGAK
ONSUMEN/
I
NFLASIS
ULAWESIS
ELATANB
ULANJ
ULI2017
Penghitungan inflasi Sulawesi Selatan bulan Juli 2017 didasarkan pada hasil Survei Harga Konsumen yang dilakukan oleh BPS Provinsi Sulawesi Selatan pada pasar tradisional dan pasar modern/swalayan di 5 kota IHK nasional yaitu : Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare dan Palopo terjadi inflasi di Sulawesi Selatan sebesar
0,93 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,20 pada Juni 2017 menjadi 130,40 pada Juli 2017. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2017 sebesar 3,73 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2017 terhadap Juli 2016) sebesar 4,38 persen.
Terjadinya inflasi di Sulawesi Selatan pada Juli 2017 disebabkan oleh naiknya harga pada semua kelompok pengeluaran yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 1,98 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,55 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,08 persen; kelompok sandang sebesar 0,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,29 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,79 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juli 2017 antara lain: angkutan udara, tomat buah, tomat sayur, ikan bandeng, bawang merah, daging ayam ras, kangkung, ikan cakalang, ikan layang dan cabai rawit.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: bawang putih, telur ayam ras, emas perhiasan, cabai merah, wortel, daging sapi, beras, ikan teri basah, kentang dan ikan selar.
Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Juli 2017, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,4836 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,0878 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,0190 persen; kelompok sandang 0,0014 persen; kelompok kesehatan 0,0116 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,0042 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,3194 persen.
Tabel 1
IHK dan Tingkat Inflasi Provinsi Sulawesi Selatan Juli 2017, Tahun Kalender 2017, dan Tahun Ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100)
Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2016 IHK Juni 2017 IHK Juli 2017 Inflasi Juli 20171) Laju Inflasi Tahun Kalender 20172) Inflasi Tahun ke Tahun 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m (Headline) 125.71 129.20 130.40 0.93 3.73 4.38 1. Bahan Makanan 144.66 147.41 150.34 1.98 3.92 4.32
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 124.73 127.67 128.38 0.55 2.93 3.93 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 122.94 128.53 128.64 0.08 4.64 5.76
4. Sandang 120.97 123.45 123.48 0.02 2.07 1.37
5. Kesehatan 117.78 119.49 119.84 0.29 1.75 2.67
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 109.05 109.27 109.35 0.07 0.27 0.68
7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 119.24 123.52 125.74 1.79 5.44 6.17 1) Persentase Perubahan IHK Juli 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya
2) Persentase Perubahan IHK Juli 2017 terhadap IHK Desember 2016 3) Persentase Perubahan IHK Juli 2017 terhadap IHK Juli 2016
N o . Kel o mp o k/ Sub Kel o mp o k I nf l asi Sumb ang an
B A HA N M A KA N A N 1. 9 8 0 . 4 8 3 6
1 Padi-2an, umbi-2an & hsl-nya -0.05 -0.0125 2 Daging & hasilnya 1.54 0.0312
3 Ikan Segar 2.33 0.1444
4 Ikan Diawet kan 2.57 0.0069 5 Telur, Susu dan hsl-nya -0.66 -0.0132
6 Sayur-2an 6.43 0.1674
7 Kacang-2an -0.12 -0.0006
8 Buah-2an 5.14 0.1065
9 Bumbu-2an 2.39 0.0484
10 Lemak dan M inyak 0.47 0.0049 11 Bahan makanan lainnya 0.22 0.0002
I nf l asi d an Sumb ang an Kel o mp o k B ahan M akanan Jul i 2 0 17 ( %)
T ab el 3 Tabel 2
Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Provinsi Sulawesi Selatan (2012=100) Juli 2017 (persen)
Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi
(%)
(1) (2)
U M U M 0.9271
1. Bahan Makanan 0.4836
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok,dan Tembakau 0.0878 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas,dan Bahan Bakar 0.0190
4. Sandang 0.0014
5. Kesehatan 0.0116
6. Pendidikan, Rekreasi,dan Olahraga 0.0042
7. Transpor, Komunikasi,dan Jasa Keuangan 0.3194
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1. Bahan MakananKelompok ini pada bulan Juli 2017 mengalami inflasi 1,98 persen. Dari 11 sub kelompok dalam kelompok ini, 8 sub kelompok mengalami inflasi, 3 sub kelompok mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok sayur-sayuran sebesar 6,43 persen dan inflasi terendah terjadi pada sub kelompok bahan makanan lainnya sebesar 0,22 persen.
Kelompok ini di bulan Juli 2107 memberi sumbangan positif 0,4836 persen. Sumbangan positif terbesar diberikan sub kelompok sayur-sayuran sebesar 0,1674 persen dan sumbangan positif terkecil oleh sub
kelompok bahan makanan lainnya sebesar 0,0002 persen.
N o . Kelo mp o k/ Sub Kelo mp o k Inf lasi Sumb ang an
M akanan Jad i, M inuman,
R o ko k d an T emb akau 0 .55 0 .0 8 78
1 M akanan Jadi 0.53 0.0474
2 M inuman yang tdk beralkohol 0.41 0.0126
3 Tembakau dan M in. beralkohol 0.79 0.0278 T ab el 4 .
Inf lasi d an Sumb ang an Kelo mp o k M akanan Jad i, M inuman, R o ko k d an T emb akau Juli 2 0 17 ( %)
N o . Kelo mp o k/ Sub Kelo mp o k Inf lasi Sumb ang an
Sand ang 0 .0 2 0 .0 0 14
1 Sandang laki-laki 0.30 0.0063 2 Sandang wanita 0.42 0.0082 3 Sandang anak-anak 0.07 0.0010 4 Barang pribadi dan sandang
lainnya
-0.65 -0.0141
T ab el 6 .
Inf lasi d an Sumb ang an Kelo mp o k Sand ang Juli 2 0 17 ( %)
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Kelompok ini pada bulan Juli 2017 mengalami inflasi sebesar 0,55 persen. Dari 3 sub kelompok dalam kelompok ini, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 0,79 persen dan inflasi terendah terjadi pada sub kelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,41 persen.
Kelompok pengeluaran ini pada bulan Juli 2017 menyumbang inflasi sebesar 0,0878 persen. Sumbangan inflasi tertinggi diberikan oleh sub kelompok makanan jadi sebesar 0,0474 persen.
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar Kelompok ini pada bulan Juli 2017 mengalami inflasi sebesar 0,08 persen. Dari 4 sub kelompok dalam
kelompok ini, 3 subkelompok mengalami inflasi dan 1 sub kelompok lainnya mengalami deflasi. Inflasi
tertinggi terjadi pada sub kelompok penyelenggaraan rumahtangga sebesar 0,34 persen, sedangkan deflasi terjadi pada sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar -0,03 persen.
Kelompok ini pada Bulan Juli 2017 menyumbang inflasi sebesar 0,0190 persen. Penyumbang inflasi tertinggi adalah sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,0082 persen.
4. S a n d a n g
Kelompok ini bulan Juli 2017 mengalami inflasi 0,02 persen. Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini , 3 sub kelompok inflasi dan 1 sub kelompok lainnya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok sandang wanita sebesar 0,42 persen, sedangkan deflasi terjadi pada sub kelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesar -0,65 persen.
Kelompok ini menyumbang inflasi 0,0014 persen. Inflasi tertinggi disumbangkan oleh sub kelompok sandang wanita sebesar 0,0082 persen.
No. Kelompok/ Sub Kelompok Inflasi Sumbangan Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan
Bakar 0 .0 8 0 .0 19 0
1 Biaya tempat tinggal 0.08 0.0082 2 Bahan bakar, penerangan dan air -0.03 -0.0019 3 Perlengkapan rumahtangga 0.13 0.0061 4 Penyelenggaraan rumahtangga 0.34 0.0066
Tabel 5.
Inflasi dan Sumbangan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Juli 2 0 17 (%)
5. Kelompok Kesehatan
Kelompok kesehatan pada bulan Juli ini mengalami inflasi sebesar 0,29 persen. Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok jasa perawatan jasmani sebesar 0,53 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi pada sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,14 persen.
Kelompok ini pada bulan Juli 2017 menyumbang inflasi 0,0116 persen. Kontribusi inflasi terbesar diberikan oleh sub kelompok jasa kesehatan sebesar 0,0057 persen.
6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga Kelompok ini pada bulan Juli 2017 mengalami
inflasi 0,07 persen. Dari 5 sub kelompok yang ada, 2 sub kelompok mengalami inflasi, 1 sub kelompok
mengalami deflasi dan 2 sub kelompok lainnya stabil. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok kursus-kursus/pelatihan sebesar 1,22 persen.
Kelompok ini di bulan Juli 2017 menyumbang inflasi 0,0042 persen. Sumbangan inflasi tertinggi diberikan oleh sub kelompok kursus-kursus/pelatihan sebesar 0,0046 persen.
7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan
Kelompok transpor, komunikasi dan jasa
keuangan pada bulan Juli 2017 mengalami inflasi 1,79 persen. Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini,
2 sub kelompok inflasi dan 2 sub kelompok lainnya stabil. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok transpor sebesar 2,73 persen.
Kelompok ini di bulan Juli 2017 memberi kontribusi positif 0,3194 persen. Sub kelompok yang memberikan kontribusi positif tertinggi adalah sub kelompok transpor sebesar 0,3165 persen.
N o . Kelo mp o k/ Sub Kelo mp o k Inf lasi Sumb ang an
Kesehatan 0 .2 9 0 .0 116
1 Jasa Kesehatan 0.42 0.0057
2 Obat-obatan 0.21 0.0012
3 Jasa Perawatan jasmani 0.53 0.0024
4 Perawatan jasmani dan kosmetika 0.14 0.0023
T ab el 7.
Inf lasi d an Sumb ang an Kelo mp o k Kesehat an Juli 2 0 17 ( %)
N o . Kelo mp o k/ Sub Kelo mp o k Inf lasi Sumb ang an
Pend id ikan, R ekreasi & Olah
R ag a 0 .0 7 0 .0 0 4 2 1 Jasa Pendidikan 0.00 0.0000 2 Kursus2 / Pelatihan 1.22 0.0046 3 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 0.11 0.0014 4 Rekreasi -0.10 -0.0018 5 Olah raga 0.00 0.0000 T ab el 8 .
Inf lasi d an Sumb ang an Kelo mp o k Pend id ikan R ekreasi & Olah R ag a Juli 2 0 17 ( %)
N o. Kelompok/ Sub Kelompok
Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan
1 Transpor
2 Komunikasi Dan Pengiriman 3 Sarana dan Penunjang Transpor
4 Jasa Keuangan 2.73 0.00 0.20 0.00 0.3194 0.3165 0.0002 0.0028 0.0000 Tabel 9 .
Inf lasi dan Sumbangan Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan Juli 2 0 17 ( %)
Inf lasi Sumbangan
PERBANDINGAN INFLASI PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2015 – 2017
Pada bulan Juli 2017 Sulawesi Selatan mengalami inflasi 0,93 persen, inflasi bulan ini lebih rendah dibandingkan bulan yang sama tahun 2015 sebesar 1,19 persen dan tahun 2016 sebesar 1,04 persen.
Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2017 sebesar 3,73 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2017 terhadap Juli 2016) sebesar 4,38 persen. Sedangkan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2016 dan 2015 masing-masing sebesar 2,30 persen dan 2,64 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun untuk Juli tahun 2016 dan Juli tahun 2015 masing-masing sebesar 4,14 persen dan 8,08 persen.
Tabel 10
Tingkat Inflasi Bulanan, Tahun Kalender dan Tahun ke Tahun, 2015 – 2017 (Persen)
Tingkat Inflasi (2012 = 100) 2015 (2012 = 100) 2016 (2012 = 100) 2017
(1) (4) (5) (6)
1. Juli 1,19 1,04 0,93
2. Tahun kalender (Januari-Juli) 2,64 2,30 3,73
JULI 2017 KOTA MAKASSAR INFLASI 1,05 PERSEN
Kota Makassar pada Juli 2017 ini mengalami inflasi 1,05 persen, atau terjadi perubahan indeks dari 129,79 pada bulan Juni 2017 naik menjadi 131,15 pada bulan Juli 2017. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2017
sebesar 3,73 persen, dan laju inflasi tahun ke tahun (Juli 2017 terhadap Juli 2016) sebesar 4,45 persen.
Inflasi dipicu oleh naiknya harga-harga komoditi yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 2,16 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,59 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,07 persen; kelompok sandang 0,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,22 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,05 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2,23 persen.
Tabel 11
IHK dan Tingkat Inflasi Kota Makassar Juli 2017, Tahun kalender 2017, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)
Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2016 IHK Juni 2017 IHK Juli 2017 Inflasi Juli 20171) Laju Inflasi Tahun Kalender 2017 2) Inflasi Tahun ke Tahun 3) Andil (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) U M U M 126.44 129.79 131.15 1.05 3.73 4.45 1. Bahan Makanan 147.61 149.72 152.96 2.16 3.62 4.30 0.5243
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan
Tembakau 123.81 127.04 127.79 0.59 3.21 4.26 0.0947
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 123.85 129.02 129.11 0.07 4.25 5.46 0.0157
4. Sandang 123.50 126.16 126.18 0.02 2.17 1.40 0.0014
5. Kesehatan 118.91 120.51 120.78 0.22 1.57 2.55 0.0089
6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 108.62 108.78 108.83 0.05 0.19 0.45 0.0029 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 119.11 123.73 126.49 2.23 6.20 6.88 0.3984
1) Persentase perubahan IHK Juli 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya
2) Persentase perubahan IHK Juli 2017 terhadap IHK Desember 2016
PERBANDINGAN ANTAR KOTA IHK DI PULAU SULAWESI
Kota-kota IHK di wilayah pulau Sulawesi yang berjumlah 11 kota, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bau-bau sebesar 2,44 persen dengan IHK 134,83, sedangkan inflasi terendah terjadi di Palu dan Palopo masing-masing sebesar 0,05 persen dengan IHK 132,16 dan 127,47. (lihat tabel 12 kolom 6).
Laju inflasi tertinggi berdasarkan tahun kalender terjadi di Kendari sebesar 5,82 persen, diikuti berturut-turut Watampone sebesar 5,20 persen; Gorontalo sebesar 4,65 persen; Bau-bau sebesar 4,62 persen; Bulukumba sebesar 4,32 persen; Palu sebesar 3,99 persen; Makassar sebesar 3,73 persen; Manado sebesar 3,37 persen; Palopo sebesar 2,98 persen; Parepare sebesar 2,99 persen dan Mamuju sebesar 2,77 persen.
Laju inflasi tertinggi berdasarkan ”tahun ke tahun” (Juli 2017 terhadap Juli 2016) terjadi di Bulukumba sebesar
5,88 persen, diikuti berturut-turut Kendari sebesar 5,84 persen; Watampone sebesar 5,61 persen; Palu sebesar 4,87 persen; Gorontalo sebesar 4,70 persen; Makassar sebesar 4,45 persen; Manado sebesar 3,61 persen; Mamuju
sebesar 3,59 persen; Bau-bau sebesar 3,58 persen; Palopo sebesar 3,23 persen dan Parepare sebesar 2,97 persen. Tabel 12
Perbandingan Indeks dan Inflasi Juli 2017 Antar Kota di Pulau Sulawesi (2012=100)
No. K o t a Desember IHK
2016 IHK Juni 2017 IHK Juli 2017 Inflasi Juli 2017 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2017 2) Inflasi Tahun ke Tahun 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 01. BAU-BAU 128.87 131.62 134.83 2.44 4.62 3.58 02. MAKASSAR 126.44 129.79 131.15 1.05 3.73 4.45 03. GORONTALO 121.78 126.14 127.44 1.03 4.65 4.70 04. PAREPARE 122.09 124.60 125.74 0.91 2.99 2.97 05. MANADO 125.64 128.77 129.88 0.86 3.37 3.61 06. BULUKUMBA 130.24 134.85 135.86 0.75 4.32 5.88 07. KENDARI 121.68 128.17 128.76 0.46 5.82 5.84 08. WATAMPONE 120.27 126.06 126.53 0.37 5.20 5.61 09. MAMUJU 125.52 128.92 129.00 0.06 2.77 3.59 10. PALOPO 123.78 127.41 127.47 0.05 2.98 3.23 11. PALU 127.09 132.10 132.16 0.05 3.99 4.87
1) Persentase perubahan IHK Juli 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya 2) Persentase perubahan IHK Juli 2017 terhadap IHK Desember 2016 3) Persentase perubahan IHK Juli 2017 terhadap IHK Juli 2016
INFLASI MENURUT KOMPONEN JULI 2017
Komponen inti Sulawesi Selatan pada bulan Juli 2017 inflasi 0,27 persen, komponen diatur pemerintah inflasi 2,02 persen; dan komponen bergejolak inflasi 1,97 persen. Sementara itu komponen inti untuk kota Makassar pada Juli 2017 mengalami inflasi 0,25 persen; komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi 2,54 persen, dan komponen bergejolak inflasi 2,17 persen. Kota Watampone komponen inti inflasi sebesar 0,94 persen; harga diatur pemerintah deflasi 0,01 persen; dan komponen bergejolak deflasi 0,72 persen. Kota Parepare komponen inti inflasi 0,08 persen; harga diatur pemerintah inflasi 0,03 persen; dan komponen bergejolak inflasi 3,95 persen. Kota Palopo
komponen inti inflasi 0,07 persen; harga diatur pemerintah inflasi 0,57 persen; dan komponen bergejolak deflasi 0,40 persen. Kota Bulukumba komponen inti inflasi 0,29 persen; harga diatur pemerintah tetap; dan komponen
bergejolak inflasi 2,35 persen.
Tabel 13
Laju Inflasi Juli 2017, Inflasi Tahun Kalender 2017 dan Inflasi Year on Year Menurut Komponen
Di Provinsi Sulawesi Selatan
Komponen
Kota Makassar Kota Watampone Kota Parepare
IHK Juli 2017 Perubahan IHK (%) IHK Juli 2017 Perubahan IHK (%) IHK Juli 2017 Perubahan IHK (%) Juli 2017 Tahun Kalender 2017 Year on Year Juli 2017 Tahun Kalender 2017 Year on Year Juli 2017 Tahun Kalender 2017 Year on Year (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) U M U M 131.15 1.05 3.73 4.45 126.53 0.37 5.20 5.61 125.74 0.91 2.99 2.97 Inti 121.64 0.25 1.96 2.71 116.36 0.94 3.21 4.20 115.67 0.08 0.90 1.66 Diatur Pemerintah 143.15 2.54 11.19 11.84 143.49 -0.01 11.87 13.04 148.67 0.03 5.96 7.69 Bergejolak 155.47 2.17 3.27 3.98 145.37 -0.72 5.69 4.13 139.30 3.95 6.21 2.67 Komponen
Kota Palopo Kota Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan
IHK Juli 2017 Perubahan IHK (%) IHK Juli 2017 Perubahan IHK (%) IHK Juli 2017 Perubahan IHK (%) Juli 2017 Tahun Kalender 2017 Year on Year Juli 2017 Tahun Kalender 2017 Year on Year Juli 2017 Tahun Kalender 2017 Year on Year (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) U M U M 127.47 0.05 2.98 3.23 135.86 0.75 4.32 5.88 130.40 0.93 3.73 4.38 Inti 117.98 0.07 1.70 1.46 128.84 0.29 1.76 3.04 120.88 0.27 1.94 2.65 Diatur Pemerintah 147.20 0.57 7.52 8.28 161.93 0.00 13.21 14.13 144.33 2.02 10.68 11.45 Bergejolak 140.34 -0.40 2.79 3.94 136.97 2.35 4.37 7.01 152.28 1.97 3.61 3.98