Pada September 2016, Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,09 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 129,78. Sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,23 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 125,41. Dari 82 kota IHK, 58 kota mengalami inflasi, dan sisanya mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,85 persen, Kota Lhokseumawe sebesar 1,44 persen, dan Medan sebesar 1,32 persen Inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 1,53 persen dan inflasi year on year Kota Ternate
sebesar 4,05 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar 1,97 persen dan 3,08 persen.
Empat kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dan tiga lainnya deflasi. Adapun andil masing-masing kelompok pengeluaran tersebut terhadap inflasi adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan -0,12 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,17 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,01 persen; kelompok sandang -0,02 persen; kelompok kesehatan 0,03 persen; kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga 0,04 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,01 persen
No. 54/10/82/Th XV, 03 Oktober 2016
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
SEPTEMBER 2016, KOTA TERNATE INFLASI SEBESAR 0,09 PERSEN
Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Maluku Utara,pada pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Kota Ternate,bulan September 2016 terjadi inflasi 0,09 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,66 pada Agustus 2016, menjadi 129,78 pada September 2016. Tingkat inflasi tahun kalender dan tingkat inflasi year on year yaitumasing-masing sebesar 1,53 persen dan 4,05 persen.
Pada September 2016, empat kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dan dua lainnya deflasi. Adapun andil masing-masing kelompok pengeluaran tersebut terhadap inflasi adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan -0,12 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,17 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,01 persen; kelompok sandang -0,02
persen; kelompok kesehatan 0,03 persen; kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga 0,04 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,01 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada September 2016 antara lain: ikan sorihi, rokok kretek filter, kangkung, lemon, gula, biaya taman kanak-kanak, biaya perguruan tinggi, dan seragam sekolah dan tarif provider ponsel. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain Ikan teri, cakalang, cakalang asap, ikan tuna, baju muslim, sepatu anak dan blus wanita.
Gambar 1.
Inflasi Kota Ternate Menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100), Agustus – September 2016 -0.10 0.06 0.34 -0.04 0.75 0.01 0.00 -1.30 0.09 -0.57 1.2 -0.02 -0.32 0.83 0.81 0.04 -1.50 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 Umum Bahan Makanan
Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Agustus September
Tabel 1.
IHK dan Inflasi Kota Ternate Bulan September 2016, Inflasi Tahun Kalender, dan Inflasi Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100)
Kelompok Pengeluaran IHK
Juli 2016 IHK Agustus 2016 IHK September 2016 Inflasi September 2016 1) Inflasi Tahun Kalende r 2) Inflasi Year on Year 3) UMUM 129,79 129,66 129,78 0,09 1,53 4,05 1 Bahan Makanan 124,58 124,66 123,95 -0,57 -5,13 4,38
2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau
131,14 131,59 133,17 1,20 7,20 8,25
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar
129,56 129,51 129,48 -0,02 3,73 4,39
4 Sandang 147,28 148,39 147,92 -0,32 3,12 3,85
5 Kesehatan 127,19 127,20 128,26 0,83 2,26 2,26
6 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 127,74 127,74 128,78 0,81 3,59 3,55 7 Transpor, Komunikasi & Jasa
Keuangan
132,05 130,33 130,38 0,04 -0,31 -0,36
1) Persentase perubahan IHK bulan September 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya. 2) Persentase perubahan IHK bulan September 2016 terhadap IHK bulan Desember 2015 3) Persentase perubahan IHK bulan September 2016 terhadap IHK bulan September 2015
Tabel 2.
Sumbangan/Andil Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Ternate, Bulan September 2016
(2012 = 100)
0,09
1 Bahan Makanan -0,12
2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,17 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar -0,01
4 Sandang -0,02
5 Kesehatan 0,03
6 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,04
7 Transportasi, Komunikasi & Jasa Keuangan 0,01 UMUM
Pada September 2016, kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi masing-masing sebagai berikut: kelompok bahan makanan -0,12 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,17 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,01 persen; kelompok sandang -0,02 persen; kelompok kesehatan 0,03 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,04 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,01 persen.
Gambar 2.
Perkembangan Inflasi Kota Ternate dan Nasional September 2015 – September 2016
IHK DAN INFLASI MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1. Bahan Makanan
Kelompok bahan makanan pada September 2016 mengalami deflasi 0,57 persen atau terjadi penurunan indeks dari 124,66 pada Agustus 2016, menjadi 123,95 pada September 2016. Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,12 pada September 2016.
Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, lima subkelompok mengalami deflasi, serta sisanya mengalami inflasi. Subkelompok yang mengalami deflasi tertinggi adalah subkelompok Ikan Diawetkan sebesar 7,86 persen. Sedangkan deflasi terendah terjadi pada subkelompok Buah-buahan sebesar 0,03. Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi pada kelompok ini adalah subkelompok Bahan makanan lainnya sebesar 3,35.
Sep-15 Okt-15 Nop-15 Des-15 Jan-16 Feb-16 Mar-16 Apr-16 Mei-16 Jun-16 Jul-16 Aug-16 Sep-16 Ternate -1.58 0.91 0.02 1.53 0.52 -0.95 0.28 0.05 0.29 0.30 1.04 -0.10 0.01 Nasional -0.05 -0.08 0.21 0.96 0.51 -0.09 0.19 -0.45 0.24 0.66 0.69 -0.02 0.23 -2.00 -1.50 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00
Komoditas yang dominan mempengaruhi terjadinya deflasi pada kelompok ini adalah : Ikan teri, cakalang asap, dan. Sedangkan komoditas yang dominan mempengaruhi inflasi pada kelompok ini adalah : susu bubuk dan minyak goreng.
Tabel 3.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Bahan Makanan, September 2016 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%)
(%) (%)
Umum 129,78 0,09 1,53 4,05
I. Bahan Makanan 123,95 -0,57 -5,13 4,38
a. Padi-padian, umbi- umbian, dan Hasilnya 119,54 -0,04 -1,21 -0,94
b. Daging dan hasil-hasilnya 140,93 2,21 3,38 -2,85
c. Ikan Segar 128,24 -2,76 -12,99 6,37
d. Ikan Diawetkan 120,93 -7,86 -14,65 -1,30
e. Telur, Susu, dan hasil-hasilnya 131,64 0,42 0,91 2,15
f. Sayur-sayuran 102,43 0,35 -10,81 14,24
g. Kacang-kacangan 117,51 -0,82 -8,90 -8,32
h. Buah-buahan 154,03 -0,03 -11,33 -7,54
i. Bumbu-bumbuan 129,84 1,81 15,75 27,22
j. Lemak dan Minyak 103,47 2,11 0,14 1,04
k. Bahan Makanan lainnya 131,75 3,25 3,94 6,76
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau
Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada September 2016 mengalami inflasi 1,20 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 131,59 pada Agustus 2016, menjadi 133,17 pada September 2016.
Kelompok ini pada September 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,17 persen. Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok makanan jadi 1,52 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol 1,64 persen; serta subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,70 persen. Komoditas yang dominan mempengaruhi inflasi pada kelompok ini adalah rokok kretek filter.
Tabel 4.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau,
September 2016 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%)
(%) (%)
Umum 129,78 0,09 1,53 4,05
II. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 133,17 1,20 7,20 8,25
a. Makanan Jadi 126,98 1,52 2,11 3,60
b. Minuman yang Tidak Beralkohol 119,69 1,64 8,95 11,21
c. Tembakau dan Minuman Beralkohol, 147,14 0,70 12,23 12,23
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar
Tabel 5.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar,
September 2016 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%)
(%) (%)
Umum 129,78 0,09 1,53 4,05
III. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 129,48 -0,02 3,73 4,39
a. Biaya Tempat Tinggal 130,30 -0,06 4,49 5,10
b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 121,52 -0,10 -0,25 0,70
c. Perlengkapan Rumah Tangga 134,11 0,12 0,61 1,71
d. Penyelenggaran Rumah Tangga 131,75 0,58 5,15 5,39
Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada September 2016 mengalami deflasi 0,02 persen atau terjadi penurunan indeks dari 129,51 pada Agustus 2016,menjadi 129,48 pada September 2016. Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi 0,01 pada inflasi keseluruhan.
Berdasarkan subkelompoknya, dua subkelompok mengalami deflasi yaitu biaya tempat tinggal sebesar 0,06 persen dan subkelompok bahan bakar, penerangan dan air 0,10 persen. Sedangkan subkelompok lainnya mengalami inflasi yaitu perlengkapan rumah tangga 0,12 persen dan subkelompok penyelenggaraan rumah tangga 0,58 persen.
Komoditas yang dominan memberikan pengaruh deflasi pada subkelompok ini adalah Bahan bakar rumah tangga.
4. S a n d a n g
Kelompok sandang pada September 2016 mengalami deflasi 0,32 persen atau terjadi penurunan indeks dari 148,39 pada Agustus 2016 menjadi 147,92 pada September 2016.
Berdasarkan subkelompoknya, dua subkelompok mengalami deflasi yaitu subkelompok sandang laki-laki 0,88 persen dan subkelompok sandang wanita 1,34 persen. Sedangkan dua subkelompok lainnya mengalami inflasi yaitu subkelompok sandang anak-anak 1,06 persen; serta subkelompok barang pribadi dan sandang lain 0,16 persen.
Tabel 6.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Sandang, September 2016 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 129,78 0,09 1,53 4,05 IV. Sandang 147,92 -0,32 3,12 3,85 a. Sandang Laki-laki 148,37 -0,88 5,20 8,05 b. Sandang Wanita 153,55 -1,34 0,62 2,88 c. Sandang Anak-anak 153,43 1,06 1,71 1,71
d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 127,96 0,16 5,99 0,23
Kelompok ini pada September 2016 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,02 persen. Komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu baju muslim, sepatu anak dan blus wanita. Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah seragam sekolah pria.
4. K e s e h a t a n
Kelompok kesehatan pada September 2016 mengalami inflasi 0,83 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 127,20 pada Agustus 2016, ke 129,78 pada September 2016.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok jasa kesehatan 0,00 persen; subkelompok obat-obatan 1,29 persen; subkelompok jasa perawatan jasmani 0,00 persen; serta subkelompok perawatan jasmani dan kosmetik 1,21 persen.
Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,03 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain Obat dengan resep dokter, hand body lotion dan pasta gigi
Tabel 7.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Kesehatan, September 2016 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 129,78 0,09 1,53 4,05 V. Kesehatan 128,26 0,83 2,26 2,26 a. Jasa Kesehatan 109,86 0,00 5,11 5,11 b. Obat-obatan 126,09 1,29 4,53 4,53
c. Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00 0,00 0,00
d. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 129,19 1,21 0,76 0,76
5. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga
Tabel 8.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga,
September 2016 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%)
(%) (%)
Umum 129,78 0,09 1,53 4,05
VI. Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga 128,78 0,81 3,59 3,55
a. Jasa Pendidikan 134,75 1,29 5,69 5,69
b. Kursus-kursus / Pelatihan 112,85 0,00 0,98 0,98
c. Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 102,29 0,00 1,48 1,09
d. Rekreasi 126,67 0,17 0,48 0,48
Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada September 2016 mengalami inflasi sebesar 0,81 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 127,74 pada Agustus 2016 ke 128,78 pada September 2016.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok jasa pendidikan 1,29 persen; subkelompok kursus-kursus/pelatihan 0,00 persen; subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan 0,00 persen; serta subkelompok rekreasi 0,07 persen; dan olahraga 0,63 persen
Kelompok ini menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain biaya taman kanak-kanak, biaya perguruan tinggi, harga tabloid dan pakaian olahraga pria.
7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan
Tabel 9.
IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan,
September 2016 (2012 = 100)
Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi
Tahun
Kalender Year on Year (%)
(%) (%)
Umum 129,78 0,09 1,53 4,05
VII. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 130,38 0,04 -0,31 -0,36
a. Transpor 148,73 -0,39 -1,29 -1,35
b. Komunikasi dan Pengiriman 94,04 1,38 1,42 1,42
c. Sarana dan Penunjang Transpor 133,31 0,14 8,46 8,46
d. Jasa Keuangan 123,85 0,00 0,89 0,89
Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada September 2016 mengalami inflasi sebesar 0,04 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 130,33 pada Agustus 2016, menjadi 130,38 pada September 2016.
Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok transpor -1,39 persen; subkelompok komunikasi dan pengiriman 1,38 persen; subkelompok sarana dan penunjang transpor 0,14 persen; serta subkelompok jasa keuangan 0,00 persen.
Kelompok ini pada September 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditi yang mengalami kenaikan harga yaitu tarif pulsa ponsel dan harga ban luar.
PERBANDINGAN ANTARKOTA DI INDONESIA
Pada September 2016, Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,09 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 129,78. Sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,23 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 125,41 Dari 82 kota IHK, 58 kota mengalami inflasi dan sisanya mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,85 persen, Kota Lhokseumawe sebesar 1,44 persen, dan Kota Medan sebesar 1,32 persen.
Inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 1,53 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 4,05 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar 1,97 persen dan 3,08 persen.
Menurut inflasi tahun kalender, 79 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 5,49 persen, Kota Sibolga 4,64 persen, Kota Medan 4,48 persen. Sedangkan 3 kota yang mengalami deflasi yaitu, Kota Manado 0,94 persen, Kota Kupang 0,59 persen, dan Kota Merauke 0,21 persen.
Menurut inflasi year on year, semua kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga 7,47 persen, Kota Manokwari 6,28, dan Kota Merauke 6,14. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Bulukumba 0,84, Kota Kediri 1,35 persen, dan Kota Probolinggo 1,38 persen.
Perbandingan Antar Kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua
Kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua yang berjumlah 18 kota, pada September 2016 tercatat 10 kota diantaranya mengalami inflasi dan 8 sisanya mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Bulukumba 0,6 persen, Kota Palu 0,59 persen, dan Kota Jayapura 0,55 persen. Sedangkan kota yang mengalami deflasi tertinggi yaitu Kota Tual 0,71 persen, Kota Manado 0,68 persen, dan Kota Manokwari 0,67 persen.
Tabel 10.
Perbandingan IHK dan Inflasi September 2016
Kota-Kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua dengan Nasional (2012 = 100)
KOTA Bulan September 2016 Tahun Kalender Year on Year KOTA Bulan September 2016 Tahun Kalender Year on Year IHK Inflasi (%) (%) (%) IHK Inflasi (%) (%) (%) 1 MANADO 124,02 -0,68 -0,94 2,28 11 MAMUJU 123,94 0,32 0,94 3,42 2 PALU 126,24 0,59 0,81 4,08 12 AMBON 123,93 -0,11 1,71 2,92 3 BULUKUMBA 129,02 0,60 0,53 0,84 13 TUAL 137,15 -0,71 0,78 2,63 4 WATAMPONE 120,08 0,30 1,34 2,02 14 TERNATE 129,78 0,09 1,53 4,05 5 MAKASSAR 125,50 0,41 2,42 3,36 15 MANOKWARI 120,79 -0,67 4,40 6,28 6 PARE-PARE 120,52 -0,50 0,79 1,56 16 SORONG 127,35 -0,02 3,37 3,28 7 PALOPO 123,02 0,05 2,11 3,07 17 MERAUKE 130,76 0,27 -0,21 6,14 8 KENDARI 121,65 -0,01 3,04 3,09 18 JAYAPURA 126,84 0,55 2,66 4,21 9 BAU-BAU 129,58 0,27 2,27 3,77 NASIONAL 125,41 0,23 1,97 3,08 10 GORONTALO 120,98 -0,40 0,63 2,77
Tabel 11.
Inflasi September 2016, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah (2012 = 100) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)
1 SIBOLGA 1,85 29 BEKASI 0,26 57 PURWOKERTO 0,02
2 LHOKSEUMAWE 1,44 30 DENPASAR 0,26 58 BANYUWANGI 0,02
3 MEDAN 1,32 31 PALEMBANG 0,24 59 KENDARI -0,01
4 MAUMERE 1,2 32 JEMBER 0,22 60 SORONG -0,02
5 BUKITTINGGI 1,11 33 KEDIRI 0,21 61 BUNGO -0,06
6 PEKANBARU 0,94 34 BALIKPAPAN 0,21 62 AMBON -0,11
7 MEULABOH 0,83 35 DKI JAKARTA 0,18 63 CILEGON -0,12
8 PADANGSIDIMPUAN 0,83 36 SURABAYA 0,18 64 PROBOLINGGO -0,14
9 LUBUKLINGGAU 0,79 37 MALANG 0,17 65 YOGYAKARTA -0,16
10 BANDA ACEH 0,78 38 MADIUN 0,16 66 JAMBI -0,17
11 DUMAI 0,64 39 METRO 0,15 67 SAMARINDA -0,2
12 PANGKAL PINANG 0,64 40 BANDUNG 0,14 68 TEMBILAHAN -0,22
13 BULUKUMBA 0,6 41 TANJUNG
PINANG 0,13 69 KUPANG -0,37
14 PALU 0,59 42 SEMARANG 0,13 70 GORONTALO -0,4
15 PADANG 0,58 43 TASIKMALAYA 0,12 71 TARAKAN -0,44
16 JAYAPURA 0,55 44 PALANGKARAYA 0,11 72 BIMA -0,45
17 SERANG 0,51 45 BANJARMASIN 0,11 73 TANJUNG -0,45
18 MAKASSAR 0,41 46 SUKABUMI 0,1 74 SAMPIT -0,46
19 TANGERANG 0,4 47 BOGOR 0,09 75 PARE-PARE -0,5
20 DEPOK 0,37 48 TERNATE 0,09 76 MATARAM -0,66
21 BATAM 0,35 49 BENGKULU 0,07 77 MANOKWARI -0,67
22 MAMUJU 0,32 50 TEGAL 0,07 78 TANJUNG
PANDAN -0,68
23 BANDAR LAMPUNG 0,3 51 SINGARAJA 0,07 79 MANADO -0,68
24 WATAMPONE 0,3 52 SURAKARTA 0,06 80 TUAL -0,71
25 PEMATANG SIANTAR 0,29 53 CILACAP 0,05 81 SINGKAWANG -0,75
26 CIREBON 0,28 54 PALOPO 0,05 82 PONTIANAK -1,06
27 BAU-BAU 0,27 55 KUDUS 0,04
28 MERAUKE 0,27 56 SUMENEP 0,04
Inflasi Tahun Kalender, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah (2012 = 100) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)
1 PANGKAL PINANG 5,49 29 BATAM 2,28 57 BANYUWANGI 1,36
2 SIBOLGA 4,64 30 BAU-BAU 2,27 58 WATAMPONE 1,34
3 MEDAN 4,48 31 BANDA ACEH 2,27 59 MADIUN 1,34
4 MANOKWARI 4,40 32 TANJUNG
PINANG 2,27 60 TANGERANG 1,34
5 BENGKULU 4,24 33 TEGAL 2,22 61 SURAKARTA 1,34
6 SINGARAJA 3,44 34 BOGOR 2,20 62 PURWOKERTO 1,24
7 SORONG 3,37 35 DENPASAR 2,15 63 SUMENEP 1,17
8 PONTIANAK 3,22 36 METRO 2,13 64 KUDUS 1,15
9 PADANG 3,19 37 PALOPO 2,11 65 SAMPIT 1,11
10 TARAKAN 3,16 38 SINGKAWANG 2,10 66 MATARAM 1,11
11 BIMA 3,11 39 CILACAP 2,08 67 BANDAR
LAMPUNG 1,02
12 KENDARI 3,04 40 DEPOK 2,01 68 MAMUJU 0,94
13 BUKITTINGGI 3,03 41 BUNGO 2,01 69 JEMBER 0,94
14 BANJARMASIN 2,99 42 TASIKMALAYA 1,93 70 PROBOLINGGO 0,89
15 MEULABOH 2,96 43 TEMBILAHAN 1,90 71 PALU 0,81
16 TANJUNG PANDAN 2,94 44 PEKANBARU 1,89 72 PARE-PARE 0,79
17 PADANGSIDIMPUAN 2,94 45 LUBUKLINGGAU 1,83 73 TUAL 0,78
18 BALIKPAPAN 2,79 46 MALANG 1,78 74 PALANGKARAYA 0,78
19 PEMATANG
SIANTAR 2,73 47 SAMARINDA 1,76 75 MAUMERE 0,69
20 LHOKSEUMAWE 2,71 48 AMBON 1,71 76 GORONTALO 0,63
21 CILEGON 2,68 49 SUKABUMI 1,66 77 BULUKUMBA 0,53
22 JAYAPURA 2,66 50 BANDUNG 1,61 78 KEDIRI 0,49
23 SERANG 2,63 51 DKI JAKARTA 1,60 79 TANJUNG 0,39
24 DUMAI 2,57 52 YOGYAKARTA 1,56 80 MERAUKE -0,21
25 PALEMBANG 2,49 53 TERNATE 1,53 81 KUPANG -0,59
26 SURABAYA 2,49 54 SEMARANG 1,50 82 MANADO -0,94
27 JAMBI 2,43 55 BEKASI 1,47
Inflasi Year on Year, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah
(2012 = 100)
Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)
SIBOLGA 7,47 29 SAMARINDA 3,53 57 TUAL 2,63
MANOKWARI 6,28 30 MAMUJU 3,42 58 SEMARANG 2,61
MERAUKE 6,14 31 PEKANBARU 3,37 59 TEMBILAHAN 2,58
MEDAN 6,13 32 MAKASSAR 3,36 60 BANDUNG 2,54
PANGKAL PINANG 5,82 33 SAMPIT 3,34 61 BOGOR 2,53
BIMA 5,66 34 SORONG 3,28 62 SUKABUMI 2,52
BUKITTINGGI 5,33 35 BUNGO 3,20 63 SUMENEP 2,41
PEMATANG
SIANTAR 5,29 36 KUPANG 3,18 64
BANDAR
LAMPUNG 2,41
PADANG 5,07 37 BANDA ACEH 3,17 65 DKI JAKARTA 2,40
BANJARMASIN 4,89 38 BATAM 3,14 66 PURWOKERTO 2,36
PADANGSIDIMPUAN 4,83 39 PALANGKARAYA 3,09 67 TANJUNG PINANG 2,29
LHOKSEUMAWE 4,79 40 KENDARI 3,09 68 MAUMERE 2,28
BENGKULU 4,62 41 SURABAYA 3,09 69 MANADO 2,28
TARAKAN 4,56 42 PALOPO 3,07 70 MADIUN 2,25
PALEMBANG 4,54 43 DUMAI 3,07 71 MATARAM 2,24
SERANG 4,30 44 DENPASAR 2,95 72 KUDUS 2,18
SINGARAJA 4,25 45 SINGKAWANG 2,95 73 BEKASI 2,09
JAYAPURA 4,21 46 SURAKARTA 2,93 74 WATAMPONE 2,02
PALU 4,08 47 LUBUKLINGGAU 2,93 75 BANYUWANGI 2,00
TERNATE 4,05 48 AMBON 2,92 76 CIREBON 1,95
PONTIANAK 4,00 49 DEPOK 2,90 77 PARE-PARE 1,56
JAMBI 3,93 50 MALANG 2,89 78 JEMBER 1,55
BALIKPAPAN 3,90 51 CILACAP 2,87 79 TANJUNG
PANDAN 1,53
MEULABOH 3,81 52 METRO 2,79 80 PROBOLINGGO 1,38
BAU-BAU 3,77 53 GORONTALO 2,77 81 KEDIRI 1,35
TEGAL 3,73 54 TANJUNG 2,71 82 BULUKUMBA 0,84
TASIKMALAYA 3,62 55 YOGYAKARTA 2,68