• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

PROFIL KEMISKINAN

PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

MARET 2016

PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

(2)

• Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kebutuhan dasar (basic

needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai

ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan

dan bukan makanan, yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan & bukan

makanan).

• Garis Kemiskinan Makanan adalah nilai pengeluaran kebutuhan minimum

makanan (setara 2100 kkalori per kapita per hari); sedangkan Garis Kemiskinan

Bukan Makanan adalah nilai minimum pengeluaran untuk perumahan, sandang,

pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok non makanan lainnya.

• Metode ini dipakai BPS sejak tahun 1998 supaya hasil penghitungan konsisten dan

terbanding dari waktu ke waktu (apple to apple).

• Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per

(3)

• Maret 2015 = 147.700 orang (5,94 persen)

• Maret 2016 = 143.485 orang (5,66 persen)

• Berarti jumlah penduduk miskin berkurang

sejumlah 4.215 orang (0,28 persen)

Jumlah penduduk miskin

(penduduk yang berada dibawah

Garis Kemiskinan)

(4)

Tahun

Jumlah Penduduk Miskin

Persentase Penduduk Miskin (%)

Kota

Desa

K+D

Kota

Desa

K+D

Maret 2015

41.323

106.377

147.700

4,86

6,50

5,94

Maret 2016

41.069

102.416

143.485

4,60

6,23

5,66

(5)

Perkembangan Kemiskinan di Provinsi Kalimantan

Tengah, 2011–2016

148.228 151.989 150.752 145.082

140.596

149.384 146.324 148.825 147.700 148.129

143.485

6.55

6.64

6.51

6.19

5.93

6.23

6.03

6.07

5.94

5.91

5.66

Mar 11 Sept 11 Mar 12 Sept 12 Mar 13 Sept 13 Mar 14 Sept 14 Mar 15 Sept 15 Mar 16

(6)

Garis Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah

Maret 2015 – Maret 2016

Selama Maret 2015 – Maret 2016, Garis

Kemiskinan naik sebesar 6,79 persen, yaitu

dari Rp 349.727,- per kapita per bulan pada

Maret 2015 menjadi Rp 373.484,- per kapita

per bulan pada Maret 2016.

Pada Maret 2016 peranan komoditi makanan

terhadap Garis Kemiskinan sebesar 80,19

persen, jauh lebih besar dibandingkan

peranan

komoditi

bukan

makanan

(perumahan,

sandang,

pendidikan, dan

kesehatan) yang hanya sebesar 19,81 persen.

(7)

Garis Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah,

Maret 2015 – Maret 2016

Tahun

Kota

Desa

Kota + Desa

GKM

GKBM

GK

GKM

GKBM

GK

GKM

GKBM

GK

Maret 2015 251.976 76.698 328.674 296.856 63.814 360.670 281.506 68.220 349.727

Maret 2016 264.149 84.105 348.254 316.546 70.656 387.202 299.485 73.999 373.484 Perubahan

(8)

Garis Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah,

Maret 2015 – Maret 2016

251,976 264,149 76,698 84,105

Maret 2015

Maret 2016

296,856 316,546 63,814 70,656

Maret 2015

Maret 2016

GKM

GKBM

281,506 299,485 68,220 73,999

Maret 2015

Maret 2016

KOTA

DESA

KOTA + DESA

328.674 348.254

(9)

Komoditi Makanan yang Memberi Pengaruh Besar

pada Kenaikan Garis Kemiskinan, Maret 2016 (%)

Perkotaan

Perdesaan

Komoditi

%

Komoditi

%

Beras

23,68 Beras

31,17

Rokok kretek filter

11,14

Rokok kretek filter

10,40

Telur ayam ras

4,52

Gula pasir

4,38

Daging ayam ras

4,47

Daging ayam ras

3,84

Gula pasir

3,03

Telur ayam ras

3,69

Mie instan

3,00

Mie instan

3,12

Kue basah

2,80

Kue basah

2,61

Bawang merah

2,21 Bawang merah

2,43

Kopi bubuk & kopi instan (sachet)

1,72

Kopi bubuk & kopi instan (sachet)

1,91

(10)

Komoditi Makanan yang Memberi Pengaruh Besar

pada Kenaikan Garis Kemiskinan, Maret 2016 (%)

23.68 11.14 4.52 4.47 3.03 3.00 2.80 2.21 1.72 1.48 1.31 1.28 1.20 1.13 1.12 1.00 0.97 0.92 0.83 0.83 31.17 10.40 3.69 3.84 4.38 3.12 2.61 2.43 1.91 1.16 0.74 1.12 1.29 0.92 1.06 1.02 0.80 1.05 0.25 0.88

30

20

10

0

10

20

30

40

Beras Rokok kretek filter Telur ayam ras Daging ayam ras Gula pasir Mie instan Kue basah Bawang merah Kopi bubuk & kopi instan (sachet) Roti Susu kental manis Tahu Cabe rawit Tongkol/tuna/cakalang Tempe Kue kering/biskuit Kembung Teh bubuk & teh celup (sachet) Susu bubuk Pisang

Perdesaan

Perkotaan

(11)

Komoditi Bukan Makanan yang Memberi Pengaruh Besar

pada Kenaikan Garis Kemiskinan, Maret 2016 (%)

Perkotaan

Perdesaan

Komoditi

%

Komoditi

%

Perumahan

9,32

Perumahan

7,60

Bensin

2,86

Bensin

2,08

Listrik

2,34

Listrik

1,05

Pendidikan

1,42

Perlengkapan mandi

1,02

Perlengkapan mandi

1,26

Pendidikan

0,86

(12)

Komoditi Bukan Makanan yang Memberi Pengaruh

Besar pada Kenaikan Garis Kemiskinan, Maret 2016 (%)

9.32 2.86 2.34 1.42 1.26 0.73 0.64 0.53 0.49 0.44 0.44 0.43 0.41 0.39 0.37 0.33 0.26 0.26 0.20 0.19 7.60 2.08 1.05 0.86 1.02 0.21 0.54 0.34 0.38 0.42 0.42 0.36 0.63 0.08 0.41 0.19 0.11 0.24 0.12 0.56

12

10

8

6

4

2

0

2

4

6

8

10

Perumahan Bensin Listrik Pendidikan Perlengkapan mandi Minyak tanah Barang kecantikan Pajak kendaraan bermotor Pakaian jadi anak-anak Pakaian jadi perempuan dewasa Pakaian jadi laki-laki dewasa Kesehatan Sabun cuci Air Obat nyamuk, korek api, baterai, aki, dsb Perawatan kulit, muka, kuku, tambut Angkutan Alas kaki Bahan pemeliharaan pakaian Kayu bakar

Perdesaan

Perkotaan

(13)

Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan

Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah, Maret 2015 –

Maret 2016

Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan

persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan

adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P

1

) turun dari 0,886 pada Maret

2015 menjadi 0,859 pada Maret 2016. Indeks Keparahan Kemiskinan

(P

2

) turun dari 0,214 menjadi 0,196 pada periode yang sama.

Perubahan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa rata-rata

pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati Garis

Kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga

semakin menyempit.

(14)

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P

1

) dan Indeks Keparahan

Kemiskinan (P

2

) di Provinsi Kalimantan Tengah, Maret 2015 –

Maret 2016

Tahun

Kota

Desa

Kota + Desa

P

1

Maret 2015

0,729

0,968

0,886

Maret 2016

0,539

1,034

0,859

P

2

Maret 2015

0,173

0,235

0,214

Maret 2016

0,103

0,247

0,196

(15)

Perkembangan Indeks Kedalaman dan Indeks Keparahan

Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah, 2011 – 2016

0.988 1.094 1.047 1.078 0.864 1.016 0.748 0.968 0.886 1.018 0.859 0.242 0.285 0.257 0.266 0.191 0.305 0.165 0.248 0.214 0.235 0.196 0.000 0.400 0.800 1.200

Mar 11 Sept 11 Mar 12 Sept 12 Mar 13 Sept 13 Mar 14 Sept 14 Mar 15 Sept 15 Mar 16

(16)

Tingkat Kemiskinan Menurut Provinsi di Pulau

Kalimantan, Maret 2016

Jika dibandingkan antar provinsi yang ada di

Pulau Kalimantan pada Maret 2016 angka

kemiskinan tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat

sebesar 7,87 persen, sedangkan terendah di

Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 4,85 persen.

Dilihat dari jumlah penduduk, sebagian besar

penduduk miskin berada di Provinsi Kalimantan

Barat mencapai 381.351 orang, sementara jumlah

penduduk miskin terkecil berada di Provinsi

Kalimantan Utara berjumlah 41.123 orang.

(17)

Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut

Provinsi di Pulau Kalimantan, Maret 2016

Provinsi

Jumlah Penduduk Miskin

Persentase Penduduk

Miskin

Kota

Desa

Kota +

Desa

Kota

Desa

Kota +

Desa

Kalbar

78.291

303.061

381.351

5,16

9,11

7,87

Kalteng

41.069

102.416

143.485

4,60

6,23

5,66

Kalsel

60.826

134.875

195.700

3,48

5,89

4,85

Kaltim

88.044

124.876

212.920

3,93

10,05

6,11

Kaltara

14.213

26.909

41.123

3,78

9,47

6,23

(18)

3.75 4.25 4.85 5.22 5.42 5.66 5.98 6.11 6.23 6.33 7.09 7.87 7.98 8.34 8.41 8.95 9.40 10.35 10.86 11.74 12.05 12.88 13.27 13.34 13.54 14.29 14.45 16.48 16.73 17.32 17.72 19.18 22.19 25.43 28.54 0 5 10 15 20 25 30 DK I B al i Ka ls el B ab el B an ten Ka lt eng Kep ri Ka lt im Ka lt ar a Mal ut Sumb ar Ka lb ar Ri au Sul ut Ja mbi Ja ba r Sul sel Sumu t Ind one si a Sul ba r Ja ti m Sul tr a Ja te ng DIY Sums el Lamp ung Sul teng NTB Ace h B engkul u G or o nt al o Mal uku NTT Pap ba r Pap ua

KALTENG (6)

5,66%

INDONESIA

10,86%

Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi,

Maret 2016

(19)

http://kalteng.bps.go.id

Jl. Kapten Piere Tendean No.6 Palangka Raya

(0536) 3228105

[email protected]

(0536) 3221380

PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Referensi

Dokumen terkait

Komoditi makanan yang mempunyai andil terbesar dalam pembentuk garis kemiskinan makanan di Kalimantan Utara pada bulan September 2016 antara daerah perkotaan dan

Sedangkan persentase penduduk miskin di daerah perdesaan mengalami kenaikan, yaitu 8,85 persen pada September 2014 dari 8,56 persen pada Maret 2014.. Kenaikan garis kemiskinan

 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Maret 2013 (6,35 persen) mengalami kenaikan dari kondisi September 2012 (5,71 persen) yang mengindikasikan rata-rata pengeluaran penduduk

 Tingkat kemiskinan yaitu persentase penduduk miskin dari seluruh penduduk di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Maret 2015 sebesar 14,91 persen.. Apabila dibandingkan

Dengan memerhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), terlihat bahwa

Kenaikan ini disebabkan karena semua kelompok mengalami kenaikan yaitu kelompok Bahan Makanan naik 1,53 persen, kelompok Makanan Jadi naik 0,27 persen , kelompok

Selama periode Maret – September 2015, Garis Kemiskinan Maluku Utara naik sebesar 5,31 persen atau sekitar delapan belas ribu rupiah, yaitu dari Rp... Garis kemiskinan

Tingkat kemiskinan Pulau Kalimantan keadaan Maret 2015 adalah yang terendah yaitu