• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

6 2.1. Konsep Dasar Sistem

A. Percetakan Online Berbasis Web 1. Definisi Percetakan

Menurut (Sunarwinadi, 2017) menyatakan bahwa, “Percetakan adalah sebuah proses industri untuk memproduksikan massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak”.

2. Sejarah Percetakan

Menurut Sihombing dalam (Saputra, 2017) menyatakan bahwa, “Pertumbuhan Indonesia di industri kertas, pulp dan percetakan sangat berprospek tinggi, hal ini disampaikan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia”. Selain itu, Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) meyakini industri pulp, kertas beserta percetakan mampu tumbuh 12% di tahun 2015 ini.

Sebelum berkembangnya usaha percetakan digial seperti saat ini berkembang usaha cetak sablon. Menurut (Fiza, 2016) menyatakan bahwa, “ Cetak sablon merupakan proses stensil untuk memindahkan suatu citra ke atas berbagai jenis media atau bahan cetak seperti : kertas, kayu, metal, kaca, kain, plastik, kulit, dan lain-lain”. Menurut (Sunarwinadi, 2017) menyatakan bahwa : “Percetakan yang kitaketahui sekarang tidak ditemukan hingga lebih dari sekitar 500 tahun yang lalu”. Pada akhir tahun 1900-an, kemajuan teknologi dan barang elektronik terus mengubah industri percetakan. Letterpress menjadi kurang penting. Ia dipakai hanya untuk

(2)

beberapa surat kabar yang besar dan beberapa label dan percetakan bahan pengepak, formulir bisnis, dan percetakan tugas.

Flexography akhirnya menggantikan letterpress dalam percetakan surat kabar.

Metode ini akan terus bertumbuh dalam paket komersial dan pemublikasian buku.

Reprography menjadi lebih tersedia dan penggunaan luas prosesor kata dan penyaring

gambar (scanner) elektronik mengurangi biaya produksi percetakan.

Menurut (Mustopa dan Prasetia, 2015) mengemukakan bahwa, “Percetakan Negara Republik Indonesia telah berdiri sejak zaman pemerintahan Belanda pada tahun1809 dengan nama "Lands Drukkerij"”. Saat ini, percetakan besar di Indonesia sudah mulai mengadopsi teknologi computer to press berupa direct imaging (memakai master) dan computer to print (tanpa master) yang banyak menggunakan teknologi mesin digital printing. Salah satu mesin cetak yang terkenal di kelas ini adalah HP Indigo. Bahkan, percetakan-percetakan kini sudah melengkapi peralatannya tidakhanya untuk urusan pre-press, tapi juga post press (proses finishing seperti

cutting, binding, folding, stiching, embossing, danlain-lain), sehingga percetakan

menjadi bisnis one-stop service yang makin berkembang. 3. Kelebihan percetakan online berbasis web

Berikut merupakan kelebihan Percetakan online berbasis web menurut (Munawar, 2018) :

a. Menghemat waktu dan biaya, konsumen tidak perlu lama-lama antri untuk mendapatkan suatu barang maupun jasa yang di inginkan.

b. Dapat memperoleh harga terkini dan harga barang atau jasa yang ditawarkan melalui web.

c. Percetakan online berbasis web dapat lebih murah dibandingkan dengan harga lewat perantara baik agen maupun toko.

(3)

d. Percetakan online berbasis web dapat menarik minat user yang juga bertindak sebagai konsumen untuk bisa mempergunakan dan mengakses web tersebut. 4. Fungsi percetakan online berbasis web.

Menurut (Narindro dkk., 2017) ada beberapa fungsi percetakan online berbasis web, diantaranya :

a. Sebagai sarana promosi dan penjualan cukup menjanjikan. b. Dapat menawarkan kemudahan bagi pelanggan.

c. Dapat melakukan transaksi pemesanan melalui media portal web. d. Sebagai media promosi produk yang ditawarkan perusahaan. 5. Teknik Pada Percetakan

Berikut beberapa teknik dalan percetakan menurut (Renuat, 2017) :

a. Digital Printing : Cetak menggunakan printer seperti layaknya mencetak kertas, namun dapat mencetak di berbagai media lainnya, seperti spanduk dan banner. b. Offset : Cetak kertas dengan skala besar.

c. Sablon : Cetak tinta di atas bahan kaus, plastik, kaca, kertas,kayu, dsb.

B. Sistem

1. Pengertian Sistem

Menurut (Kristanto, 2018) mengemukakan bahwa, “Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama untuk melakukan suatu kegatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu”.

2. Pengertian Informasi

Menurut (Kristanto, 2018) mengemukakan bahwa, “Informasi adalah kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima”. Tanpa suatu informasi, suatu sistem tidak akan berjalan dengan lancar dan

(4)

akhirnya bisa mati, demikian pula dengan organisasi, tanpa adanya suatu informasi maka organisasi tersebut tidak bisa berjalan dan tidak bisa beroperasi.

3. Pengertian Sistem Informasi

Menurut (Kristanto, 2018) mengemukakan bahwa, “Sistem informasi merupakan kumpulan dari perangkat keras dan perangkat lunak komputer serta manusia yang mengelola data dan penggunakan perangkat tersebut”.

4. Pengertian Object Oriented Program (OOP)

Menurut Sukamto daln Salahudin dalam (Astuti dan Triyono, 2019) menyatakan bahwa : “Object Oriented Program (OOP) atau program berorientasi objek adalah suatu strategi pembangunan perangkat lunak yang mengorganisasikan perangkat lunak sebagai kumpulan obyek yang berisi data dan operasi yang diberlakukan kepadanya”.

C. Website

1. Website

Website adalah sekumpulan halaman web yang saling berhubungan yang

umumnya berada pada peladen yang sama berisikan kumpulan informasi yang disediakan secara perorangan, kelompok, atau organisasi.

2. Internet

Menurut (Jayanti dkk., 2019) menyatakan bahwa : “Internet adalah jaringan global yang menghubungkan komputer-komputer diseluruh dunia”. Dengan internet, sebuah komputer bisa mengakses data yang terdapat pada komputer lain dibenua lain.Selain itu, internet adalah jaringan komputer yang menghubungkan antar jaringan secara global.

(5)

3. Web browser

Web browser adalah perangkat lunak atau software yang digunakan untuk

mencari, mengakses dan menampilkan halaman web, terutama situs-situs website dan konten lain di internet.

4. Web server

Web server adalah sebuah software yang memberikan layanan berbasis data

dan berfungsi menerima permintaan dari HTTP atau HTTPS pada clien yang dikenal dan biasanya kita kenal dengan nama web browser (Mozilla Firefox, Google Chrome) dan untuk mengirimkan kembali yang hasilnya dalam bentuk beberapa halaman web dan pada umumnya akan berbentuk dokumen HTML.

D. Basis Data

1. Definisi basis data

Menurut (R. A. Sukamto dan Shalahuddin, 2018) mengemukakan bawa, “Sistem basis data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan”. DBMS (Database Management System) atau Sistem Managemen Basis Data berkembang sejak tahun 1960an. Pentingnya data bagi organisasi/perusahaan, maka sebagian besar perusahaan memanfaatkan DBMS dalam mengelola data yang dimiliki.

Basis Data Menurut Yanto dalam(Aziz dkk., 2018) menyatakan bahwa, “Basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi), untuk memenuhi berbagai kebutuhan”.

(6)

2. Aplikasi basis data yang digunakan pada perancangan sistem

Pada perancangan sistem penulis menggunakan XAMPP sebagai aplikasi basis data. XAMPP adalah perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program. Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri, yang terdiri atas program Apache HTTP Server, MySQL database, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP

E. Model Pengembangan Perangkat Lunak 1. Model Pengembangan Perangkat Lunak

Menurut (R. A. Sukamto dan Shalahuddin, 2018), mengemukakan bahwa : “SDLC (Software Development Life Cycle) adalah proses pengembangan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan model dan metodologi yang digunakan orang untuk mengambangkan sistem perangkat lunak sebelumnya”.

2. Tahap-tahap yang ada dalam metode waterfall: a. Analisis kebutuhan perangkat lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk mespesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user.

b. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, reprsentasi antarmuka, dan prosedur pengkodean.

(7)

c. Pembuatan kode program

Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program computer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

d. Pengujian

Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji.

e. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance)

Tahap pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance) merupakan tahap untuk mengembangkan perangkat lunak yang sudah ada.

2.2. Teori Pendukung

A. Entity Relationship Diagram(ERD)

1. Definsi ERD (Entity Relationship Diagram)

Menurut (R. A. Sukamto dan Shalahuddin, 2018) mengemukakan bahwa, “Entity Relationship Diagram(ERD) adalah bentuk paling awal dalam melakukan perancangan basis data rasional”. ERD dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika.

(8)

Sumber : (Apriyani dkk., 2018)

Gambar II. 1 Contoh ERD

2. Komponen ERD

Berikut komponen-komponen dalam ERD menurut (R. A. Sukamto dan Shalahuddin, 2018), yaitu :

a. Entitas (entity)

Entitas merupakan inti yang akan disimpan, bakal tabel pada basis data, benda yang memiliki data dan harus disimpan datanya agar dapat diakses oleh aplikasi

(9)

komputer, penamaan entitas biasanya lebih ke kata benda dan belum merupakan nama tabel.

b. Atribut

Atribut merupakan field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas. c. Atribut kunci primer

Atribut kunci primer merupakan field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan.

d. Atribut multinilai (multivalue)

Atribut multinilai merupakan field atau kolom data yang memiliki nilai lebih dari satu.

e. Relasi

Relasi merupakan penghubung antar entitas, biasanya diawali dengan kata kerja. f. Asosiasi (association)

Asosiasi merupakan penghubung antar relasi dan entitas dimana di kesua ujungnya mrmiliki multiplicity krmungkinan jumlah pemakai.

(10)

3. LRS (Logical Record Structure )

Menurut Sukamto dan Salahudin dalam (Nuraeni dan Astuti, 2019) mengemukakan bahwa, “LRS adalah representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas”.

Sumber : (Apriyani dkk., 2018)

(11)

B. Unified Modelling Language(UML)

Menurut (R. A. Sukamto dan Shalahuddin, 2018) menyatakan bahwa, “UML (Unified Modelling Language) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan requiment, membuat analisis dan deasin, serta menggambarkan arsitekture dalam pemrograman”. Berikut diagram-diagram pada UML :

1. Activity diagram

Menurut (R. A. Sukamto dan Shalahuddin, 2018) menyatakan bahwa, “Activity

diagram merupakan diagram yang menggambarkan workflow (aliran kerja) atau

aktivitas dari sebuah sistem”.

Sumber : (Prayudi dan Suharyanto, 2017)

(12)

2. Use case diagram

Menurut (R. A. Sukamto dan Shalahuddin, 2018) menyatak bahwa, “Use case

diagram merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan

dibuat”. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan siste informasi yang akan dibuat.

Sumber : (Prayudi dan Suharyanto, 2017)

Gambar II. 4. Contoh Use case Diagram

3. Class diagram

Menurut (R. A. Sukamto dan Shalahuddin, 2018) mengemukakan bahwa, “Class diagram merupakan diagram yang menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem”.

(13)

Sumber : (Prayudi dan Suharyanto, 2017)

Gambar II. 5. Contoh Class diagram

4. Sequence diagram

Menurut (R. A. Sukamto dan Shalahuddin, 2018) mengemukakan bahwa, “Sequence diagram merupakan diagram yang menggambarkan objek pada use

casedengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirim dan

diterima antar objek”. Membuat squence diagram dibutuhkan untuk melihat skenario yang ada pada use case. Banyaknya diagram squence yang harus digambar adalah minimal sebanyak pendefinisian use case yang memiliki proses sendiri atau yang pneting semua use case yang telah didefinisikan interaksi jalannya pesan sudah dicakup dalm diagram squence.

(14)

Sumber : (Prayudi dan Suharyanto, 2017)

Gambar

Gambar II. 1 Contoh ERD
Gambar II. 2. Contoh LRS
Gambar II. 3. Contoh Activity Diagram
Gambar II. 4. Contoh Use case Diagram
+3

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Kendall (2010:11) System Developement Life Cycle(SDLC) adalah pendekatan melalui beberapa tahap untuk menganalisis dan merancang sistem yang dimana

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2013:70) berpendapat bahwa “Data Flow Diagram (DFD) atau dalam bahasa Indonesia menjadi Diagram Alir Data (DAD) adalah representasi

Menurut Rosa dan Shalahuddin dalam Jurnal Khatulistiwa Informatika (Fridayanthie & Mahdiati, 2016) mengemukakan bahwa “Use case atau diagram use case merupakan pemodelan

SDLC atau Software Development Life Cycle atau sering disebut juga System Development Life Cycle adalah proses pengembangan atau mengubah suatu sistem perangkat

Menurut Sukamto & Shalahuddin (2016:161-163) Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem

Metode pengerjaan aplikasi ini adalah menggunakan SDLC (Software Development Life Cycle) adalah proses pengembangan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan

Diagram (ERD) adalah gambar atau diagram yang menunjukan informasi dibuat, disimpan, dan digunakan dalam sistem bisnis”. Sedangkan menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2015)

SDLC adalah pengembangan atau rekayasa sistem informasi (system development) dan atau perangkat lunak (software engineering) dapat berarti menyusun sistem