• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1.1 Pengertian Judul

Judul proyek karya desain tugas akhir ini adalah Perancangan Interior Anime and Manga Community Center di Surabaya. Pengertian dari judul tersebut adalah sebagai berikut :

a. Perancangan

• Adalah suatu sistem yang berlaku untuk semua jenis perancangan dimana titik beratnya adalah melihat sesuatu persoalan tidak secara terpisah atau tersendiri, melainkan sebagai suatu kesatuan dimana satu masalah dengan lainnya saling kait-mengait.(Suptandar, 10)

• Proses pengembangan dari konsep penyelesaian, prabot dan perlengkapan dalam interior sebuah bangunan dan ruangan (Hunt, 287)

• Tahap yang berawal dari proses pengenalan suatu masalah, merumuskan suatu masalah serta mengumpulkan data dan menganalisanya serta berakhir dengan pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah.

(Ching, 20)

• Pengembangan dari ide dengan beberapa penambahan yang dilanjutkan dengan kegiatan sistematik desain.(Pile, 525)

b. Interior

• Karya arsitek atau desainer yang menyangkut bagian dalam suatu bangunan, bentuknya sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang dalam proses perancangan selalu dipengaruhi unsur geografis setempat dan kebiasaan-kebiasaan sosial yang diwujudkan dalam gaya kontemporer. (Suptandar, 11).

• Merencanakan, menata dan merancang ruang-ruang dalam bangunan.

(Ching, 46)

• Bagian dalam dari gedung dengan mempertimbangkan semuanya dari sudut pandang desain yang artistik atau efek umum, menyenangkan dan lain-lain.( Stein, 741)

• Bagian dalam dari suatu gedung atau ruang yang dipisahkan dan dibatasi oleh lantai, dinding, dan plafon. (Departemen Pendidikan Nasional,2001)

(2)

• Bidang yang dibatasi oleh lantai, dinding, dan plafon. (Ashihara, 1970) c. Anime

• Adalah sebutan untuk film animasi baik kartun 2 dimensi maupun 3 dimensi khas dari negara Jepang yang dapat dilihat lewat televisi, video, maupun bioskop. (Taschen, 570)

• Anime (baca: a-ni-me, bukan a-nim) adalah animasi khas Jepang, yang biasanya dicirikan melalui gambar-gambar berwarna-warni yang menampilkan tokoh-tokoh dalam berbagai macam lokasi dan cerita, yang ditujukan pada beragam jenis penonton. Anime dipengaruhi gaya gambar manga, komik khas Jepang. Kata anime tampil dalam bentuk tulisan dalam tiga karakter katakana a, ni, me yang merupakan bahasa serapan dari bahasa Inggris "Animation" dan diucapkan sebagai "Anime-shon".

(http://id.wikipedia.org/wiki/Anime) d. Manga

• Adalah cerita yang disampaikan melalui serangkaian frame yang berisi gambar dan teks dialog. (Taschen, 570)

• Manga (baca: man-ga, atau ma-ng-ga) merupakan kata komik dalam bahasa Jepang; di luar Jepang, kata tersebut digunakan khusus untuk membicarakan tentang komik Jepang. Mangaka (baca: man-ga-ka, atau ma-ng-ga-ka) adalah orang yang menggambar manga.Perbedaan mendasar antara sebutan manga dan komik adalah pembedaan pengelompokan, di mana manga lebih terfokus kepada komik-komik Jepang (kadang juga termasuk Asia), dan komik lebih kepada komik komik buatan Eropa/Barat.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Manga) e. Community

• Adalah masyarakat, komunitas, himpunan. (Echols. John M and Shadily Hassan., 131)

• Suatu perkumpulan dari beberapa orang.

f. Center

• Merupakan tempat pemusatan kegiatan

• Adalah Pusat. (Echols. John M and Shadily Hassan., 104)

(3)

g. Di

• Kata depan untuk menandai tempat, kata depan untuk menandai waktu, akan, kepada. (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga,1993)

h. Surabaya

• Adalah nama kota yang merupakan ibukota provinsi Jawa Timur

Jadi, Perancangan Interior Anime and Manga Community Center di Surabaya dapat diartikan sebagai proses perancangan ruang dalam suatu tempat dimana terjadi pemusatan kegiatan suatu komunitas atau himpunan orang-orang pencinta film animasi dan komik dari negara Jepang di kota Surabaya.

1.2 Latar Belakang Masalah

Komunitas adalah suatu hal yang penting dalam hidup manusia sebagai anggota masyarakat. Dalam bermasyarakat manusia memiliki kelompok atau komunitas tertentu yang dapat membuat perasaan nyaman berada di dalamnya.

Namun jika suatu komunitas sudah terlalu mementingkan dirinya sendiri maka hal ini akan menimbulkan perpecahan dalam kehidupan bermasyarakat. Maka dari itu sudah seharusnya suatu komunitas yang memiliki kegemaran atau ketertarikan pada sesuatu yang sama memiliki wadah yang dapat mengumpulkan dan mempererat hubungan mereka semua atau bahkan dapat mengembangkannya menjadi sesuatu yang lebih baik lagi.

Seperti yang sudah dikatakan di atas bahwa banyak sekali komunitas yang terdapat dalam masyarakat ini, salah satunya adalah komunitas anime dan manga. Komunitas ini banyak sekali terdapat di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan lain-lain. Namun sayangnya sampai saat ini orang-orang dewasa yang menyukai anime dan manga masih dianggap masyarakat umum sebagai orang yang sedikit ”aneh”, sebab image manga dan anime di Indonesia adalah konsumsi untuk anak kecil. Sebenarnya jika dikaji lebih dalam lagi, anime dan manga tidak hanya untuk konsumsi anak-anak saja, anime dan manga juga ada yang khusus orang dewasa umumnya anime dan manga yang seperti ini betemakan kekerasan atau juga memiliki alur cerita yang cukup rumit untuk dipahami oleh anak kecil. Tidak hanya pencinta anime dan

(4)

manga yang dianggap sedikit aneh, para pencinta cosplay (costum player = orang- orang yang senang memakai kostum-kostum yang mirip dengan idola mereka dalam anime atau manga) juga dianggap sama anehnya dengan para pencinta manga dan anime. Sebagian masyarakat menganggap para cosplayer dan pencinta anime dan manga adalah orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan atau orang- orang yang bersifat kekanak-kanakan. Mayoritas masyarakat masih belum bisa mengerti dengan apa yang dilakukan oleh para komunitas ini yang sebenarnya adalah bentuk pengekspresian diri mereka atas kecintaan mereka terhadap tokoh anime ataupun manga.

Di Surabaya komunitas-komunitas ini masih belum memiliki tempat untuk berkumpul. Komunitas tersebut hanya memiliki tempat kecil untuk bertemu dan saling berbagi dan biasanya tempat tersebut adalah rumah dari salah satu anggota komunitas itu sendiri. Untuk bertemu dengan komunitas yang memiliki hoby yang sama biasanya mereka hanya bertemu pada even-even tertentu yang jarang diadakan. Sedangkan untuk mendapatkan barang-barang yang diinginkan, pencinta anime dan manga juga masih belum memiliki tempat yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Biasanya para pencinta anime dan manga harus membeli komik ataupun anime di tempat yang terpisah, kalau pun ada tempat yang menjual kedua hal tersebut secara bersamaan itupun hanya tempat-tempat tertentu dan toko-toko yang kecil. Selain itu para cosplayer-pun cukup sulit untuk menemukan toko-toko yang menjual pakaian atau aksesoris yang mereka perlukan.

Memperhatikan permasalahan-permasalahan tersebut diatas, perancang ingin membuat suatu one stop shop and entertaiment atau wadah yang dapat memenuhi semua kebutuhan para komunitas tersebut seperti fasilitas penjualan yang lengkap dan fasilitas untuk berkumpulnya para pencinta anime dan manga sekaligus tempat yang dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat umum bahwa kegiatan dalam komunitas ini tidaklah seaneh dan tidak berguna seperti yang selama ini mereka ketahui melainkan merupakan kegiatan yang positif dan bentuk pengekpresian diri dari para pencinta anime dan manga.

Interior yang akan dirancang haruslah menggambarkan anime dan manga yaitu interior yang mampu menampilkan sifat abstrak namun tetap ada batasan

(5)

dari impian, khayalan, dan imajinasi yang mendasari pembuatan anime dan manga namun tetap menyenangkan atau ”fun” untuk dinikmati bagi orang yang awam yang tidak seberapa mengenal anime dan manga.

1.3 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dibutuhkan solusi yang bersifat universal dalam konteks pembentukan suatu wadah untuk berkumpulnya para pencinta anime dan manga pada umumnya dan Surabaya pada khususnya.

Perancangan Interior Anime and Manga Community Center di Surabaya secara khusus mempunyai visi untuk memberikan pelayanan dan wadah berkumpul bagi para pencinta anime dan manga di Surabaya serta mampu menambah wawasan masyarakat Surabaya tentang anime dan manga.

Rumusan masalah yang ingin dipecahkan pada Perancangan Anime and Manga Community Center di Surabaya adalah:

1. Bagaimana menciptakan interior suatu community center yang mampu mewadahi semua masyarakat pencinta anime dan manga di Surabaya dengan fasilitas-fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka?

2. Bagaimana merancang sebuah interior ruangan dengan gaya postmodern yang

”Fun”?

1.4 Tujuan Perancangan

Tujuan Perancangan Anime and Manga Community Center di Surabaya ini adalah:

1. Menciptakan interior suatu community center yang mampu mewadahi semua masyarakat pencinta anime dan manga di Surabaya dengan fasilitas-fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

2. Merancang sebuah interior ruangan dengan gaya postmodern yang ”fun”.

(6)

1.5 Manfaat Perancangan 1.5.1. Manfaat bagi perancang

1. Mampu merancang interior suatu community center yang lengkap dan sebelumnya belum pernah ada di Surabaya serta mengetahui kebutuhan apa saja yang diperlukan community center tersebut untuk mewadahi para pencinta anime dan manga di Surabaya

2. Memperoleh pengetahuan lebih dalam tentang anime dan manga serta aspek sosial yang terdapat dalam komunitas anime dan manga di Surabaya.

3. Berkesempatan untuk mengetahui mengenai hal-hal detil yang berkaitan dengan suatu community center.

1.5.2. Manfaat bagi pengguna

1. Memperoleh wadah untuk berkumpul antar sesama pencinta anime dan manga di Surabaya.

2. Memperoleh suatu wadah yang lengkap dan merupakan ”one stop shop and entertainment” bagi pencinta anime dan manga.

3. Memperoleh sarana untuk memperkenalkan lebih baik tentang anime dan manga kepada masyarakat Surabaya.

1.5.3. Manfaat bagi masyarakat

1. Menambah wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman mengenai anime dan manga.

2. Merubah pandangan buruk yang selama ini ada di masyarakat terhadap para pencinta anime dan manga.

3. Sebagai salah satu objek hiburan terbaru di Surabaya.

4. Memperoleh suatu tempat yang lengkap mengenai segala hal tentang anime dan manga.

1.5.4. Manfaat bagi pengembangan ilmu desain interior kedepan

1. bertambahnya wawasan dan pengetahuan tentang anime dan manga serta perancangan interior bernuansa Jepang modern berikut persyaratan- persyaratan yang diperlukan.

(7)

1.6 Ruang Lingkup Perancangan

Perancangan interior ini ditujukan untuk semua masyarakat umum terutama para pencinta anime dan manga. Denah perancangan diambil dari hasil karya perancangan arsitektur karya Natalyn Fransisca berupa bangunan fiktif berjudul “Pusat Hiburan di Surabaya Pusat” dengan nomor Tugas Akhir 1663/ARS/13/1999.

Lingkup perancangan interior Anime dan Manga ini adalah pelayanan pengenalan tentang anime dan manga, penjualan makanan, minuman dan merchandise serta segala hal yang berhubungan dengan anime dan manga.

Fasilitas yang akan dirancang adalah area publik yang akan digunakan oleh pengunjung.

• Luasan proyek yang dirancang adalah ±1300m².

• Perancangan interior fasilitas umum ” Anime and Manga Community Center di Surabaya”.

• Site perancangan terletak diantara Jl. Kusma Bangsa dan Jl. Gubeng Pojok

• Obyek perancangan berupa :

1. Area retail, sebagai tempat penjualan berbagai macam barang yang berhubungan dengan anime dan manga:

• area manga (buku)

• area anime dan soundtrack (CD dan kaset)

• area merchandise (pernak-pernik aksesoris yang berhubungan dengan anime dan manga)

• area cosplay (fashion dan aksesoris)

2. Area cafe, sebagai tempat bersantai dan berkumpul disertai dengan sajian makanan dan minuman:

• counter makanan

• area makan

3. Area foto studio, sebagai tempat yang menyediakan peminjaman bebagai kostum cosplay bagi masyarakat umum yang mau mencoba untuk ber-cosplay.

(8)

4. Area workshop manga, sebagai tempat untuk pengenalan dan menyalurkan hobi menggambar manga bagi pelanggan.

• Perancangan adalah berdasarkan pengamatan dan penelitian dari perancang dan narasumbber yang ada.

• Area servis yang berupa toilet pria dan wanita, ruang panel dan shaft, ruang AHU dan tangga darurat kebakaran tidak termasuk dalam lingkup perancangan.

1.7 Metode Perancangan 1.7.1. Data Yang Diperlukan

a. Melalui studi lapangan

Data yang diperoleh melalui studi lapangan dapat dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan bagian yang bersangkutan, observasi terhadap interiornya, dan pengambilan gambar ruang. Data-data yang dibutuhkan antara lain:

• Struktur organisasi

• Pola aktivitas pemakai

• Fasilitas yang disediakan

• Sistem penataan interior

• Dan data-data lain yang mendukung b. Melalui studi literatur

Data-data yang diperlukan melalui studi literatur dapat dilakukan dengan mencari buku-buku di perpustakaan, toko buku, browsing internet, dan sumber-sumber lain yang bermanfaat untuk perancangan. (Surakhmad, 1980)

1.7.2. Metode Pengumpulan Data

Cara pengumpulan data yang dapat dilakukan antara lain:

a. Studi kepustakaan

Teori dibutuhkan sebagai pegangan pokok secara umum dan sejumlah data dapat digunakan sebagai pertimbangan suatu kesimpulan. Pengumpulan data melalui studi kepustakaan akan bermanfaat bagi penelitian sebagai tolak

(9)

ukur dan bahan perbandingan terhadap fakta yang terdapat pada objek penelitian.

b. Wawancara

Wawancara merupakan suatu teknik komunikasi langsung dengan subjek yang bersangkutan dan komunikasi tersebut terjalin untuk memperoleh data-data yang dapat menunjang penelitian. Survey dan wawancara masih dilakukan di salah satu tempat, yaitu cafe “tabe oishii” milik Komunitas Jepang Surabaya (Ko-J-Tsu) yang berada di jalan Penjaringan Sari 1/J no.4 c. Observasi langsung

Observasi langsung adalah pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti, baik pengamatan itu dilakukan di dalam situasi buatan yang khusus diadakan. Pada penelitian, teknis observasi berguna untuk mengetahui keadaan yang ada pada objek penelitian, dimana peneliti mengamati objek yang diteliti dan melakukan pengambilan gambar.

1.7.3. Metode Pengolahan Data

Semua data yang telah diperoleh diolah sedemikian rupa dengan cara disortir terlebih dahulu, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dalam perancangan. Sesudah melalui proses penyortiran, data-data yang diperlukan dianalisis kembali dan dikumpulkan jadi satu, sedangkan data-data yang tidak terpakai dipisahkan saja agar memudahkan dalam proses perancangan.

1.7.4. Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan adalah:

a. Metode deskriptif

Metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan dalam meneliti status, sekelompok manusia, suatu obyek, suatu set kondisi, dan sistem pemikiran.

b. Metode komparatif

Metode komparatif adalah suatu metode yang dilakukan dengan membandingkan data-data yang telah diperoleh untuk dicari kelebihan dan kekurangannya kemudian dianalisis lebih lanjut sebagai dasar desain yang

(10)

akan diterapkan dalam Perancangan Interior Anime and Manga Community Center.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian pada latar belakang ini, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana cara untuk meningkatkan penjualan produk-produk tertentu

Hal ini memperlihatkan bahwa jasa layanan KKP harus dapat meyakinkan masyarakat (wajib pajak) untuk dapat memilih KKP sesuai dengan kebutuhan mereka, yaitu sebuah

Iklan Layanan Masyarakat (ILM) adalah suatu komunikasi yang berbentuk iklan non komersial yang menawarkan kepada masyarakat suatu jalan keluar dari suatu permasalahan agar

Berdasarkan hasil pre-survey diatas, dapat dilihat bahwa 74% responden memiliki kesan terhadap brand Victoria’s Secret yang paling dominan adalah harga yang mahal,

Lokasi tapak proyek ini didirikan di dalam kawasan perumahan dengan konsep Villa dan suasana pegunungan maka permasalahan desain yang muncul adalah : Bagaimana

Penderita hipertiroid beresiko tinggi meninggal apabila kondisi kesehatannya memburuk (Selmer et al., 2014). Berdasarkan dari permasalahan yang dihadapi pejuang hipertiroid,

besarnya angka kebutuhan jagung namun masih belum terpenuhi dengan hasil produksi yang mencukupi ini menjadikan benih jagung hibrida serta dukungan

Dengan berbagai keunggulan Kedai Amarta yang sesuai kebutuhan masyarakat Semarang, yaitu tempat makan yang nyaman dan berkualitas, dengan harga yang terjangkau dan fasilitas