1.1. Latar Belakang Masalah
Aromatherapy sesuai dengan istilahnya berarti terapi atau pengobatan menggunakan aroma dan keharuman. Sumber keharuman yang digunakan kebanyakan berasal dari alam yaitu segala saripati tumbuhan yang lebih dikenal dengan nama Essential Oils (EOs). Dengan segala macam bau–bauan yang dimiliki tumbuh-tumbuhan diyakini dapat menjaga, melindungi, dan memelihara dari berbagai macam gangguan dan kerusakan serta dapat memberikan keutungan dari segi jiwa dan raga.
Pada tahun 2650 – 2575 sebelum masehi di mesir, Aromatherapy telah dikenal , orang mesir menggunakan minyak wangi dari sari tumbuh-tumbuhan untuk membalsami jasad (antara lain dengan Cedarwood, Juniper Berry, Cinnamon,dll). Orang-orang mesir suka memakai wewangian dalam kehidupan sehari-hari mereka atau dalam acara-acara tertentu. Pada perayaan festival wanita- wanita memakai batangan parfum yang akan meleleh bila terkena panas,dan akan dapat menghasilkan bau wangi. Sesudah mandi mereka akan menggosokkan minyak pada tubuh mereka dengan tujuan melindungi kulit mereka dari panas matahari serta dapat mengawetkan kulit mereka. Selama periode 1539 – 657 sebelum masehi, orang Mesir menyempurnakan pemakaian aromatherapy melalui dupa, obat-obatan, kosmetik, dan akhirnya parfum. Pada tahun 1200 sebelum Masehi seorang dokter bernama Asclepius menggunakan tumbuh-tumbuhan dalam proses operasi.
Penggunaan kata “Aromatherapie” mulai dipopulerkan oleh René- Maurice Gattefossé , ahli kimia Perancis (1881 – 1950) yang mempelajari pengobatan melalui Essential Oil dan juga bekerja di bisnis parfum keluarganya.
Dia mendapatkan kesempatan untuk membuktikan teorinya yang inovatif melalui sebuah test terhadap dirinya sendiri ketika sebuah ledakan terjadi di laboratoriumnya dan menyebabkan beberapa luka bakar di tangannya. Dia memasukkan tangannya kedalam sebuah tong berisi minyak lavender, yang
seketika mengurangi pembengkakan dan mempercepat proses penyembuhan.
Yang menarik adalah setelah sembuh tidak terdapat bekas luka di tangannya tersebut. Ketertarikannya terhadap penelitian Essential Oil menyebabkan dia mempublikasikan sebuah buku tentang aromaterapi di tahun 1937 yang berjudul
“Aromathérapie : Les Huiles Essentielles Hormones Vegetales”.
Essential Oils merupakan dasar dari aromaterapi. Akar, kulit pohon, bunga, buah, biji, dan benih merupakan bahan-bahan dalam proses penyaringan minyak. Setiap Essential Oils merupakan sari dari hasil penyaringan satu jenis tumbuhan. Sebuah Essential Oil dapat digunakan bersamaan dengan Essential Oil yang lain dan campuran ini dinamakan Synergy. Synergy lebih efektif daripada satu jenis Essential Oil. Essential Oils dapat menyebabkan berbagai macam efek terhadap tubuh, pikiran, dan jiwa seseorang. Essential Oils dapat mengurangi rasa sakit, memacu semangat, sebagai obat analgesic, mengatasi kejang otot (Antispasmodic), dan sebagai antibakteri. Essential Oils masuk melalui syaraf oltafactory dan mempengaruhi system syaraf, yang meningkatkan mood dan membuat kita relax atau membuat kita semangat. Hal ini dapat membantu meringankan stress dan mempercepat proses penyembuhan.
Sebelum kita melangkah lebih jauh, kita terlebih dahulu perlu memperbaiki persepsi tentang aromaterapi sebagai “Stress-Reliever” atau
“Soothing-Effect” saja. Persepsi ini dikarenakan pada kenyataannya beberapa jenis bau-bauan (aroma) tertentu yang nyaman untuk indera penciuman manusia, memang dapat menenangkan pikiran yang tegang, bahkan beberapa aroma tumbuhan atau buah-buahan dapat mengurangi stress dan bahkan meredakan nyeri kepala. Hali inilah yang menyebabkan persepsi tentang aromaterapi menjadi semakin menyimpang dan mengalami penyempitan makna.
Aromaterapi dalam arti sebenarnya adalah aplikasi klinis dari cabang ilmu Aromatologi. Aromatologi adalah cabang ilmu yang mempelajari manfaat senyawa “Aromatik”, sifat-sifat kimianya, dan interaksi secara biokimia pada makhluk hidup, termasuk dalam hal ini farmakologi dan farmakokinetik zat aromatic tersebut dalam tubuh. Singkatnya Aromaterapi adalah metode penggunaan zat (senyawa) aromatik dalam tubuh (dalam hal ini manusia).
Berbagai jenis tumbuhan di muka bumi ini sangat kaya akan senyawa aromatik. Diantaranya ada yang beracun, namun ada juga yang dapat dikonsumsi oleh tubuh kita asalkan dalam jumlah yang kecil, misalnya peppermint, jeruk, cengkeh, dll.
Aromaterapi pada dasarnya mempelajari efek dari berbagai zat aromatik tumbuhan pada tumbuhan manusia. Setiap senyawa aromatik memiliki khasiat tersendiri alam dosis yang bervariasi. Sedikit banyak memang seperti peresepan obat-obatan konvensional. Karena itulah penggunaan aromaterapi apalagi yang digunakan dalam bentuk larutan yang diminum harus melalui konsultasi dokter yang sudah mendalami ilmu aromatologi.
Menurut Rachmi Primadiati, spesialis kecantikan dan medical Aromatherapyst, tidak semudah itu menganggap semua harum-haruman sebagai aromaterapi. “Aromaterapi itu satu teknik terapi menggunakan minyak essensial tumbuhan. Ada yang dihirup, diminum, dioleskan, atau dipijatkan.”
Berbeda dengan obat kimiawi sintetis, pemakaian minyak esensial tumbuhan tidak dianggap benda asing di dalam tubuh, sehingga tidak memperberat kerja organ-organ tubuh. Menurut Dietrich Gumbel, penulis buku Principles of Holistic Skin Therapy with Herbal Essence, tumbuhan memiliki komposisi yang sama persis dengan manusia. Menurut Gumbel, minyak esensial akan masuk ke sirkulasi tubuh. Minyak esensial yang dioles di kulit akan terserap masuk ke lapisan kulit dalam, mencapai sirkulasi darah dan menuju organ sasaran untuk berefek.
Sejauh ini, semua penyakit bisa disembuhkan dengan metode aromaterapi medis, baik secara langsung maupun diintegrasikan dengan cabang ilmu kedokteran lain, khususnya antar-cabang kedokteran Naturopati. Untuk pengidap jantung koroner, misalnya, pasien akan dibantu aromaterapi yang dikombinasikan dengan hidroterapi (terapi dengan air, misalnya spa) untuk mengurangi sumbatan. Sedangkan pada pasien stroke, fungsi pengobatan aromaterapinya adalah membantu memperlancar sirkulasi darah, getah bening, memperkuat fungsi saraf, dan menambah kekuatan otot.
Di Amerika dan Eropa, terapi aroma sudah diakui sebagai cabang ilmu kedokteran dan masuk ke dalam bidang ilmu naturopati. “Bahkan di negara- negara Eropa dan Amerika, pengobatan dengan cara alami sudah dapat dicover oleh asuransi” cetus Rachmi yang lama tinggal di Amerika dan Eropa ini.
Meskipun secara mendasar pengobatan aromaterapi berbeda dengan cara pengobatan konvensional, namun dalam proses pemeriksaannya sama saja. “Jika diperlukan, tetap dilakukan pemeriksaan laboratorium, MRI, atau rontgen.”
Berobat ke dokter ahli aromaterapi pun berbeda dengan berobat ke dokter biasa.
Butuh setidaknya 45 menit untuk wawancara karena dokter harus tahu sifat dasar si pasien. Minyak esensial dari tumbuhan tertentu hanya cocok untuk orang dengan karakter tertentu pula. Diagnosa baru bisa diambil setelah dokter mengorek segala sesuatu tentang diri si pasien, termasuk karakter, pola hidup, pola makan, dan cara menyelesaikan persoalan hidup. Sebagai contoh :
• Untuk orang yang memiliki sifat agresif, pemarah, tak sabar, aktif, mudah stres, maka jenis minyak yang digunakan adalah relaxing atau calming seperti camomile, jasmin, atau rose.
• Sedangkan untuk orang yang memiliki sifat tenang, depresif, introvert, maka jenis minyak yang digunakan adalah uplifting atau stimulating seperti basil, lemon, violet.
Bagaimanakah aromaterapi bekerja? Ketika dioleskan ke tubuh, Essential Oils memberikan penetrasi ke kulit melalui bulu dan pori-pori pada kulit, dimana hal ini tidak hanya membunuh bakteri dan virus tetapi dapat juga menstimulisasi sistem kekebalan tubuh. Beberapa Essential Oils dapat meningkatkan sirkulasi dan membantu dalam melenyapkan racun, membantu pertumbuhan sel-sel tubuh yang baru, dan membangkitkan kemampuan alami tubuh dalam menyembuhkan dirinya sendiri. Penyerapan melalui metode ini lebih effisien jika dihirup melalui tissue, mencampurkan kedalam alat penguapan, atau dicampurkan kedalam air mandi. Aroma memberikan signal langsung ke sistem syaraf di otak yang merupakan pusat dari emosi, memori, dan dorongan seksual.
Massage merupakan salah satu cara terbaik untuk menikmati aromaterapi, hal ini dikarenakan kita tidak hanya menerima khasiat dari Essential Oils, tetapi kita juga mendapat khasiat dari massage itu sendiri. Khasiat Essential Oils dipadukan dengan efek dari massage menstimulasi seluruh organ didalam tubuh, ditambah kulit, otot, syaraf, dan pori-pori. Peningkatan sirkulasi darah mendukung pembersihan racun dari dalam tubuh. Dikarenakan Essential Oils dapat mempengaruhi emosi kita, aromaterapi dapat mengatasi depresi, insomnia, dan stress. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa emosi dapat mengakibatkan efek yang positif dan negative terhadap sistem kekebalan tubuh. Sebagai contoh, pada beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa stress berkepanjangan dapat menyebabkan tubuh untuk memproduksi hormone cortisol dan adrenalin secara berlebihan. Hal ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh kita.
Ada berbagai macam cara dalam penggunaan Essential Oils, yaitu :
• Massage
Metode ini merupakan yang tertua dan terbaik untuk menikmati aromaterapi. Massage juga merupakan metode yang paling efisien hal ini dikarenakan kulit menyelimuti seluruh bagian tubuh dandapat menyerap minyak (EOs) ke dalam saluran darah.
• Baths
Untuk mendapatkan sensasi relaksasi sesudah seharian bekerja, cukup tambahkan 4-6 tetes Essential Oil di air hangat dan berendamlah selama 15 menit.
Sebagai alternatif minyak dapat digunakan pada pagi hari untuk memberikan semangat. Metode ini lebih baik dikombinasikan dengan metode massage, tetapi awali dengan mandi terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan massage.
Untuk orang tua, merendam kaki merupakan salah satu alternatif dalam menggunakan metode ini.
• Compress
Metode ini merupakan yang paling efektif dalam mengatasi rasa sakit dan sebagai pertolongan pertama. Kompres yang panas ditujukan untuk mengatasi
rasa sakit yang kronis, kram,dll. Sedangkan kompres yang dingin ditujukan untuk mengurangi pembengkakan, salah urat, dan sakit kepala.
• Steam Inhalation
Metode ini kebanyakan digunakan untuk mengobati permasalahan yg sering terjadi di saluran pernapasan atas, yang biasa disebut pilek, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Metode ini sangat efektif untuk memasukkan Essential Oils kedalam sistem syaraf kita.
• Instant Relief
Metode ini cocok digunakan untuk mengatasi flu, serangan asma, dan demam.
• Vaporiser
Metode ini cocok digunakan untuk menciptakan suasana yang tenang untuk relaksasi dan meditasi. Dapat juga digunakan untuk membunuh kuman- kuman penyakit dan penyebaran infeksi.
Dalam memahami kebutuhan ruang fasilitas ini, sebaiknya diketahui terlebih dahulu fasilitas ini meliputi kegiatan apa saja. Kegiatan aromaterapi meliputi :
• Warming Up (Pemanasan)
Tahap ini membutuhkan ruangan untuk memanaskan tubuh dengan bantuan alat pemanas.
• Terapi Inti
Mandi, Essential Oil yang digunakan 4 – 6 tetes dan air yng digunakan adalah air hangat. Ada berbagai macam aroma yang sesuai untuk digunakan dengan metode ini, seperti : Chamomile Roman, Clary Sage, Lavender, Marjoram Sweet or Sandalwood. Metode ini terdiri dari : mandi berendam (dimana seluruh tubuh terendam dalam air), mandi sebagian (mandi ini dilakukan pada satu atau beberapa anggota tubuh yang memiliki masalah).
Pijat, pada metode ini dapat digunakan sampai 4 tetes Essential Oil, untuk kulit yang sensitive dapat digunakan sampai 3 tetes saja. Metode ini sangat cocok apabila dilakukan setelah menjalani metode mandi.
Aromatic Steam Capsule Aroma Spa, penyerapan uap hangat yang mendalam dari aromatic spa, dengan menggunakan steam capsule akan memberikan keuntungan tersendiri bagi pengguna / pasien, seperti : nyeri dan pegal pada otot, melancarkan sirkulasi darah dan metabolisme dalam tubuh, mengobati kelainan saluran pernapasan seperti pilek dan flu, sinusitis, bronchitis, alergi, dan asma.
Kompres, Essential Oils diteteskan pada sebuah kain yang tidak sepenuhnya basah, lalu di balutkan pada daerah yang bermasalah. Cocok untuk mengobati memar, sakit kepala.
Inhalation, teteskan 3 – 4 Essential Oil kedalam mangkuk berisi air panas. Pasien mengarahkan muka ke atas mangkuk tersebut dan bernapas pelan dan dalam untuk beberapa menit. Untuk lebih efektif taruhlah handuk di atas kepala.
• Cooling Down (Pendinginan)
Pada tahap ini kebanyakan pasien memilih untuk berbaring atau tidur sejenak setelah menjalani berbagai macam terapi.
1.2.Rumusan Masalah Desain
Lokasi tapak proyek ini didirikan di dalam kawasan perumahan dengan konsep Villa dan suasana pegunungan maka permasalahan desain yang muncul adalah : Bagaimana mendesain sebuah fasilitas aromaterapi yang dapat mengajak pengunjung untuk menjalani terapi yang bersifat rekreatif dan comfort sehingga pengunjung tidak merasa tertekan, tetapi dapat merasa menjadi bagian dari proses itu sendiri.
1.3. Tujuan
Proyek fasilitas aromaterapi ini merupakan sebuah fasilitas yang bertujuan untuk :
• Menyediakan fasilitas relaksasi dengan media aroma (Essential Oils) di kota Malang.
• Membantu orang-orang sakit yang telah menyerah terhadap metode pengobatan konvensional, dengan cara menawarkan metode pengobatan alternative melalui aromaterapi.
• Menjadi salah satu alternatif tempat wisata alam yang jaraknya tidak jauh dari pusat kota, mengingat seiring dengan perkembangan jaman, efisiensi waktu merupakan faktor yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih lokasi tempat wisata.
1.4. Manfaat
Proyek fasilitas aromaterapi ini memiliki beberapa manfaat untuk penderita sakit tertentu, orang yang membutuhkan relaksasi, pemerintah, dan masyarakat disekitarnya.
1.4.1. Bagi penderita sakit tertentu
• Mendapatkan sebuah fasilitas penyembuhan alternatif yang memanfaatkan Essential Oils yang berasal dari tumbuh-tumbuhan alami yang diyakini dapat membunuh bakteri dan virus tetapi dapat juga menstimulisasi sistem kekebalan tubuh. Beberapa Essential Oils dapat meningkatkan sirkulasi dan membantu dalam melenyapkan racun, membantu pertumbuhan sel-sel tubuh yang baru, dan membangkitkan kemampuan alami tubuh dalam menyembuhkan dirinya sendiri.
• Mendapatkan pelayanan kesehatan dengan lingkungan yang alami dan tenang sehingga dapat membantu dalam proses penyembuhan pasien.
1.4.2. Bagi Pemerintah
• Meningkatkan hasil pendapatan daerah dengan pemanfaatan potensi alam daerah itu.
• Meningkatkan kehidupan sosial dan budaya masyarakat sekitar.
• Menaikkan citra/ nama daerah itu, karena akan ada banyak orang yang berkunjung ke daerah tersebut.
• Menunjang program pariwisata dan promosi kota beserta kawasan terkait karena adanya daya tarik proyek.
1.4.3. Bagi Masyarakat Umum
• Tersedianya lapangan pekerjaan didalam fasilitas aromaterapi tersebut.
• Terbukanya peluang bisnis di sekitar lokasi proyek aromaterapi sehingga dapat memajukan kondisi ekonomi masyarakat sekitar.
• Kehidupan sosial dan budaya mayarakat sekitar menjadi maju.
1.5. Sasaran dan Lingkup Pelayanan
Fasilitas aromaterapi ini didirikan bagi orang-orang yang ingin melakukan perawatan untuk memulihkan kesehatan akibat dari suatu penyakit ataupun akibat dari stress. Pada khususnya, fasilitas pelayanan ini diprioritaskan untuk masyarakat kota Malng, namun tidak menutup kesempatan bagi pengunjung atau pasien yang berasal dari luar kota Malang. Juga keluarga penderita maupun pengunjung yang hanya membutuhkan relaksasi, informasi mengenai aromaterapi.
Sasaran proyek ini ditujukan bagi seluruh lapisan masyarakat (balita, anak-anak, remaja, orang tua ataupun lanjut usia) tetapi khususnya ditujukan bagi masyarakat golongan menengah ke atas.
1.6. Metode Perancangan 1.6.1. Skema Berpikir
Gambar 1.1. Skema Berpikir Fasilitas Aromaterapi di Villa
Puncak Tidar, Malang
LATAR BELAKANG
MASALAH UMUM
mendesain suatu tempat/wadah fasilitas yang tidak hanya menyediakan sarana terapi tetapi juga dapat menjadi tempat rekreasi di tengah kawasan perumahan Villa Puncak Tidar. Mengembangkan potensi-potensi yang ada.
LATAR BELAKANG
MASALAH DESAIN
Mendesain sebuah fasilitas Aromaterapi yang dapat mengajak pengunjung untuk menjalani terapi yang bersifat rekreatif dan comfort sehingga pengunjng tidak merasa tertekan, tetapi dapat merasa menjadi bagian dari proses itu sendiri
GAGASAN
Menggabungkan konsep Cottage (Rekreatif) dengan bidang Medis dalam hal ini Aromaterapi.
PENGUMPULAN DATA Master plan lokasi tapak.
Persyaratan tata ruang kecamatan Dau Lokasi eksisting.
Peraturan pembangunan di lokasi.
Teori dasar Arsitektur dan desain.
Studi literatur
PENDEKATAN Kontekstual
Pendekatan desain dengan menggunakan potensi dari site, fungsi serta aktivitas yang terjadi di dalam bangunan itu sendri, dalam memecahkan permasalahan yang ditimbulkan, sehingga keberadaannya mampu berintegrasi dengan Cottage dan saling mendukung satu sama lain.
GUIDE LINE
PENDALAMAN Lansekap
Karena keberadaan Cottage dan fasilitas Terapi erat kaitannya dengan lingkungan eksterior
DESAIN IDE
DESAIN PENATAAN MASSA
1.6.2. Pendekatan Perancangan
Pendekatan perancangan merupakan sudut pandang seseorang dalam memecahkan suatu masalah dalam desain. Dengan kata lain dapat diartikan sebagai metode atau cara untuk mendesain suatu proyek.
Pada proyek ”Fasilitas Aromaterapi di Villa Puncak Tidar, Malang” ini menggunakan pendekatan kontekstual sehingga desain yang dihasilkan dapat mewadahi seluruh aktivitas dari metode-metode penanganan yang sesuai.
1.6.3. Pendalaman Perancangan
Untuk Proyek Fasilitas Aromaterapi di Villa Puncak Tidar, Malang ini pendalaman yang dipilih adalah pendalaman Landscape.
Hal ini disebabkan karena dalam proyek ini melakukan pendekatan kontekstual, sehingga pengolahan landscape memerlukan perhatian khusus agar berbagai macam fungsi bangunan tersebut dapat menyatu menjadi suatu Fasilitas Aromaterapi. Selain itu penerapan suasana pada interior bangunan juga menjadi bagian yang sama pentingnya, sehingga pengunjung yang datang pada bangunan ini nantinya diharapkan dapat menikmati suasana rekreatif secara utuh, tidak hanya pada ruang luar bangunan namun juga pada ruang dalamnya.
1.6.4. Parameter Desain
Ada 4 (empat) karakteristik Cottage sehingga dapat dibedakan dengan bangunan hunian yang lain, yaitu :
• Lokasi
Umumnya berlokasi di tempat-tempat berpemandangan indah, pegunungan, tepi pantai dan sebagainya, yang tidak dirusak oleh keramaian kota, lalu lintas yang padat dan bising, “Hutan Beton” dan polusi perkotaan. Pada Hotel Resort, kedekatan dengan atraksi utama dan berhubungan dengan kegiatan rekreasi merupakan tuntutan utama pasar dan akan berpengaruh pada harganya.
• Fasilitas
Motivasi pengunjung untuk bersenang-senang dengan mengisi waktu luang menuntut ketersedianya fasilitas pokok serta fasilitas rekreatif indoor dan
outdoor. Fasilitas pokok adalah ruang tidur sebagai area privasi. Fasilitas rekreasi outdoor meliputi kolam renang, lapangan tennis dan penataan landscape.
• Arsitektur dan Suasana
Wisatawan yang berkunjung ke sebuah Cottage cenderung mencari akomodasi dengan arsitektur dan suasana yang khusus dan berbeda dengan jenis hotel lainnya. Wisatawan pengguna Cottage cenderung memilih suasana yang nyaman dengan arsitektur yang mendukung tingkat kenyamanan dengan tidak meninggalkan citra yang bernuansa etnik.
• Segmen Pasar
Sasaran yang ingin dijangkau adalah wisatawan / pengunjung yang ingin berlibur, bersenang-senang, menikmati pemandangan alam, pantai, gunung dan tempat-tempat lainnya yang memiliki panorama yang indah.
Penekanan perencanaan hunian yang diklasifikasikan sebagai Cottage dengan tujuan pleasure dan rekreasi adalah adanya kesatuan antara bangunan dengan lingkungan sekitarnya, sehingga dapat diciptakan harmonisasi yang selaras. Disamping itu perlu diperhatikan pula bahwa suatu tempat yang sifatnya rekreatif akan banyak dikunjungi wisatawan pada waktu-waktu tertentu, yaitu pada hari libur.
Oleh karena itu untuk mempertahankan occupancy rate tetap tinggi, maka sangat perlu disediakan pula fasilitas yang dapat dipergunakan untuk fungsi nonrekreatif seperti, function room dan banguet. Setiap lokasi yang akan dikembangkan sebagai suatu tempat wisata memiliki karakter yang berbeda, yang memerlukan pemecahan yang khusus.
1.6.5. Teknik Pengumpulan Data
Terdapat bermacam cara dalam pengumpulan data penelitian ini, antara lain sebagai berikut :
1.6.5.1. Studi internet
Adalah pengumpulan data dengan cara browsing, download atau search melalui internet.
1.6.5.2. Studi literatur
Adalah pengumpulan data yang diperoleh dengan cara membaca buku, antara lain : Secrets of The Home Spa (Painel; Malik, 2003).
1.6.5.3. Studi lapangan
Adalah pengumpulan data melalui pengamatan secara langsung terhadap obyek yang diteliti serta lingkungan pendukung di sekitarnya agar dapat diperoleh hasil yang optimal dan menyeluruh mengenai permasalahan-permasalahan yang ada.
1.6.6. Metode Analisis
1.6.6.1. Pembuatan program dasar, meliputi :
• Perumusan batasan pelayanan proyek, meliputi : pendanaan, orientasi, sistem (program pelayanan, jadwal harian terapi), dan kapasitas pelayanannya, berdasarkan : data tinjauan khusus terhadap kelumpuhan, dan standarisasi fasilitas aromaterapi.
• Pembuatan struktur organisasi proyek, berdasarkan : sistem pelayanan proyek, data tinjauan khusus terhadap kelumpuhan dan standarisasi fasilitas penanganan penderita kelumpuhan.
• Perumusan tugas dan tanggung jawab pelaku kegiatan, berdasarkan : struktur organisasi proyek.
• Penentuan jumlah pelaku kegiatan, berdasarkan : struktur organisasi proyek, data tinjauan khusus terhadap kelumpuhan dan standarisasi fasilitas aromaterapi.
• Pembuatan pola aktivitas pelaku kegiatan, meliputi jenis dan waktu aktivitas pelaku kegiatan, berdasarkan : sistem pelayanan proyek, tugas, wewenang dan jumlah pelaku kegiatan.
• Pembuatan pola sirkulasi pelaku kegiatan, berdasarkan : pola aktivitas pelaku kegiatan, sistem pelayanan proyek.
1.6.6.2. Pembuatan Program Perencanaan, meliputi :
• Penentuan kebutuhan fasilitas, berdasarkan : sistem pelayanan proyek, data tinjauan khusus aromaterapi, dan standarisasi fasilitas aromaterapi.
• Pembuatan program kebutuhan ruang, berdasarkan : sistem pelayanan proyek, kebutuhan fasilitas, karakter ruang, dan standarisasi desain arsitektural.
• Perumusan karakter ruang, berdasarkan : analisis karakter pelaku kegiatan, berdasarkan : data tinjauan khusus aromaterapi, dan analisis sifat aktivitas pelaku kegiatan, berdasarkan : pola aktivitas pelaku kegiatan.
• Penentuan persyaratan ruang, berdasarkan : analisis hubungan antar ruang, berdasarkan : pola sirkulasi pelaku kegiatan, karakter ruang, program kebutuhan ruang, dan analisis kebutuhan ruang, meliputi : sistem pelayanan proyek, pencahayaan, penghawaan, akustik, dan view, berdasarkan : karakter ruang,dan program kebutuhan ruang.
1.6.6.3. Analisis Pemilihan Lokasi Proyek, dengan melakukan:
• Penentuan wilayah lokasi, berdasarkan : peraturan pemerintah kotamadya Malang, mengenai tata guna lahan, serta data tinjauan khusus terhadap kelumpuhan.
• Penentuan kriteria pemilihan tapak, berdasarkan : karakter, aktivitas dan kebutuhan penderita dan pengunjung.
• Penentuan beberapa alternatif lokasi di Malang dan memilih lokasi yang paling memenuhi kriteria.
1.6.6.4. Analisis Tapak
Data-data mengenai tapak, yang diperoleh melalui survei lapangan, dianalisis dengan mencari potensi-potensi yang dapat dimanfaatkan dan juga permasalahan yang harus dipecahkan melalui perancangan bangunan.
1.6.6.5. Perancangan Tapak, berdasarkan :
• Analisis pola penataan ruang luar / zoning, meliputi : area publik, semi publik, semi privat, dan privat; berdasarkan : konsep dasar filosofis, teori dasar desain arsitektural, standarisasi fasilitas terapi, data eksisting lokasi dan analisis site.
• Analisis pencapaian dan peletakkan entrance, berdasarkan : konsep dasar filosofis, analisis pola penataan ruang luar, dan analisis tapak.
• Analisis sistem perparkiran dalam tapak, berdasarkan : konsep dasar filosofis, analisis pola penataan ruang luar, peraturan pemerintah kotamadya Malang, dan data standarisasi desain arsitektural mengenai perparkiran.
1.6.6.6. Analisis Pola Penataan Massa
• Analisis pola organisasi massa, dengan : bubble diagram, dengan teori dasar mengenai pola organisasi massa (terpusat, linier, radial, cluster, grid), berdasarkan : konsep dasar filosofis, teori dasar desain arsitektural, persyaratan ruang, standarisasi fasilitas terapi orang lumpuh, data standarisasi desain arsitektural, analisis pola penataan ruang luar, teori dasar desain arsitektural, dan analisis tapak.
• Analisis jalur sirkulasi antar massa dengan teori dasar mengenai konfigurasi jalur (linier, radial, spiral, grid, jaringan, gabungan), berdasarkan : konsep dasar filosofis, teori dasar desain arsitektural, data standarisasi desain arsitektural, dan organisasi massa.