• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KUNJUNGAN KERJA SPESIFIK KOMISI VIII DPR RI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KUNJUNGAN KERJA SPESIFIK KOMISI VIII DPR RI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

KUNJUNGAN KERJA SPESIFIK KOMISI VIII DPR RI

MENGENAI PENINGKATAN PENCEGAHAN DAN KESIAPSIAGAAN PENANGGULANGAN BENCANA DI PROVINSI SUMATERA UTARA

MASA SIDANG II TAHUN SIDANG 2021 – 2022 MEDAN, 9 – 11 NOPEMBER 2021

JAKARTA TAHUN 2021

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR NAMA TIM KUNJUNGAN KERJA KOMISI VIII DPR RI BAB I PENDAHULUAN

BAB II HASIL KUNJUNGAN KERJA

BAB III TEMUAN DAN REKOMENDASI

BAB IV PENUTUP

(3)

DAFTAR NAMA

TIM KUNJUNGAN KERJA SPESIFIK KOMISI VIII DPR RI

MENGENAI PENINGKATAN PENCEGAHAN DAN KESIAPSIAGAAN PENANGGULANGAN BENCANA DI PROVINSI SUMATERA UTARA

TANGGAL, 9 – 11 NOPEMBER 2021

NOMOR N A M A JABATAN FRAKSI DAPIL

URUT ANGG

1. A-289 Dr.H.TB ACE HASAN SYADZILY,M.Si

WAKIL KETUA/

KETUA TIM

GOLKAR JABAR II

2. A-225 M. HASBI ASYIDIKI JAYABAYA ANGGOTA PDI-P BANTEN I 3. A-272 H. JOHN KENEDY AZIS, S.H. ANGGOTA GOLKAR SUMBAR

II 4. A-304 Hj. ENDANG MARIA ASTUTI, S.Ag.,

S.H., M.H. ANGGOTA GOLKAR

JATENG IV

5. A-62 M. HUSNI, S.E ANGGOTA GERINDRA SUMUT I

6. A-351 Dra. DELMERIA ANGGOTA NASDEM SUMUT II

7. A-529 DR. H. ACHMAD, M.Si. ANGGOTA DEMOKRAT RIAU I 8. A-564 Ir. H. NANANG SAMODRA, KA., M.Sc. ANGGOTA DEMOKRAT NTB II

9. - RENO BULAN SEKRETARIAT KOMISI VIII

10. - JODY PRATAMA PUTRA SEKRETARIAT KOMISI VIII

11. - INAH ROFIKHOH SEKRETARIAT KOMISI VIII

12. - EDI HAYAT, S.AG, MA TENAGA AHLI KOMISI VIII 13. - DR. AGUS SUSANTO, MA TENAGA AHLI KOMISI VIII 14. - MOCH. ANDRI NURDIANSYAH PEMBERITAAN/ PPNPN BAG. MEDIA

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Umum

Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi DPR RI, sesuai ketentuan Peraturan Tata Tertib DPR RI, maka Komisi VIII DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik, pasa Masa Persidangan II Tahun Sidang 2021-2022 tanggal 9-11 November 2021 ke Provinsi Sumatera Utara.

B. Dasar Hukum

1. Pasal 20A ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan;

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 yang diubah dengan Undang- Undang No. 42 Tahun 2014 dan Undang-Undang No. 2 Tahun 2018 serta diubah kembali dengan Udan-Undang No 13 Tahun 2019 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Dewan Perwakilan Daerah.

3. Peraturan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia No 01/DPR RI/ 2021 ;

a. Pasal 6 dan 7 tentang Wewenang dan Tugas DPR RI;

b. Pasal 59 Ayat (4) tentang Tugas Komisi di bidang Pengawasan;

4. Hasil Rapat Internal Komisi VIII DPR RI.

C. Maksud dan Tujuan 1. Maksud

Adapun maksud Komisi VIII DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Sumatera Utara adalah:

a. Melakukan komunikasi intensif antara DPR RI khususnya Komisi VIII DPR RI dengan Pemerintah Daerah di Sumatera Utara.

b. Melaksanakan fungsi Pengawasan atas Pelaksanaan Undang-undang termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

c. Menggali dan menyerap aspirasi dari Pemerintah Daerah di Sumatera Utara.

2. Tujuan

a. Untuk mengetahui kesiapan jajaran Pemerintah Daerah di Provinsi Sumatera Utara terkait pencegahan, mitigasi dan penanggulangan bencana serta penanganan dampak sosial yang ditimbulkannya khususnya dalam menghadapi ancaman Badai LANINA dan ancaman Covid-19 gelombang ketiga.

(5)

b. Untuk mengetahui penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat terdampak Pandemi Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara.

c. Untuk menyerap berbagai masukan, aspirasi dan kedala yang dihadapi dalam pelaksanaan program kebencanaan dan sosial di Provinsi Sumatera Utara.

D. Lokasi dan Bentuk Kegiatan

Lokasi pertemuan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI adalah Aula Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Utara.

Adapun kegiatan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI berupa pertemuan dan dialog dengan Gubernur Sumatera Utara diwakili Sekda Provinsi Sumatera Utara, Kepala BPBD Sumatera Utara, Kepala Dinas Sosial Prov.

Sumatera Utara, Kepala BPBD Medan, Kepala Dinas Sosial Medan, Basarnas Sumut dan BMKG Sumut di dampingi Dirjen Limjamsos Kemensos RI dan Direktur Pencegahan Bencana BNPB dan jajaran terkait lainnya.

(6)

BAB II

HASIL KUNJUNGAN KERJA

A. Pertemuan di Aula Kantor Gubernur Sumut

Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Dr. H. Ace Hasan Sadzily, M.Si melaksanakan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Lampung diwakili Sekretaris Daerah, H. Afifi Lubis, Kepala BPBD Sumatera Utara Ir. H. Haris Lubis, Kepala Dinas Sosial Dra. Hj. Manna Wasalwa Lubis, M.AP, Kepala BPBD Kota Medan M.

Husni, Kepala Dinas Sosial Medan Fakhruddin, SH di dampingi Dirjen Limjamsos Kemensos RI , Pepen Nazaruddin dan Direktur Peringatan Dini BNPB, Ir. Afrial Rosya, M.A,M.Si dan jajaran terkait lainnya.

Ketua Tim, DR. H. Ace Hasan Sadzily, M.Si sedang mendengarkan penjelasan dan menyerap aspirasi terkait kesiapan pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam

Penanggulangan Bencana

Dalam kesempatan itu, Ketua Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI, H. Ace Hasan Sadzily menyampaikan terima kasih atas sambutan dan penerimaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara beserta jajarannya dan berharap Komisi VIII DPR RI dapat memperoleh berbagai informasi, data dan masukan terkait kesiapan penanggulangan bencana diberbagai daerah di Sumatera Utara khususnya permasalahan bencana banjir dan longsor yang biasanya datang diakhir tahun, ancaman cuaca ekstrem Badai Lanina serta program kegiatan bantuan sosial masa Pandemi covid-19 termasuk hambatan dan kendala yang dihadapi.

Disamping itu, rendahnya pemahaman masyarakat tentang ancaman bencana perlu terus dilakukan sosialisasi yang baik, termasuk peningkatan tata kelola penyelenggaraan dan penanggulangan bencana dan juga masalah koordinasi dan sinergi antar kementerian dan lembaga, pusat dan daerah menjadi persoalan mendasar untuk pembenahan kedepan.

(7)

B. Penyerapan Informasi dan Aspirasi

Acara penyerapan aspirasi pada pertemuan dan dialog tersebut dimulai pada sekitar pukul 14.00 di Aula Kantor Gubernur Sumatera Utara dipimpin Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI, H. Ace Hasan Sadzily yang dalam kesempatan tersebut mendengarkan paparan dan penjelasan dari Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara dan Kepala BPBD Sumatera Utara terkait kesiapan penanggulangan bencana.

Adapun poin penting paparan dan penjelasan pada pertemuan tersebut telah dicatat sebagai berikut:

1. Provinsi Sumatera Utara berada di bagian barat Indonesia, terletak pada garis 10 - 40 Lintang Utara dan 980 - 1000 Bujur Timur, Provinsi ini berbatasan dengan daerah perairan dan laut serta dua provinsi lain: di sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Aceh, di sebelah Timur dengan Negara Malaysia di Selat Malaka, di sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Riau dan Sumatera Barat, dan di sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Hindia,

2. Berdasarkan Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), selama 10 tahun terakhir bencana yang paling banyak terjadi di Provinsi Sumut adalah bencana banjir, puting beliung, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan.

3. Hasil pengukuran Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2020, Sumut juga memiliki kelas risiko tinggi dengan nilai 145.18 (tinggi) dengan menempati urutan ke 16 se-Indonesia.

4. Perlu dukungan BNPB untuk kebutuhan berbagai peralatan bencana seperti Ambulance yang mampu menjangkau medan yang berat, alat pemadam kebakaran, baju anti api dan alat berat lainnya;

Back Hoe, Boldozer, Scope Laoder

5. Disamping itu, dukungan anggaran juga diperlukan untuk membangun sistem peringatan dini yang bersifat real-time guna mengantisipasi dampak bencana maupun penyiapan sumber daya kelokasi bencana agar lebih cepat serta pembangunan lokasi pengungsian/penampungan

C. Penyerahan Berbagai Bantuan

Dalam kesempatan pertemuan tersebut Dr. H. Ace Hasan Sadzily Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI menyerahkan berbagai bantuan sosial, baik dari BNPB maupun bantuan program Asistensi Rehabiltasi Sosial (ATENSI) Kementerian Sosial RI.

1. Bantuan BNPB berupa : 10.000 masker, 10.000 handsinitizer dan 10.000 sabun cuci tangan yang diserahkan ke BPBD Sumatera Utara.

(8)

2. Dana Bantuan kepada Korban Bencana di Sumatera Utara dari Kementerian Sosial RI senilai Rp. 706.719.500.

3. Bantuan Kementerian Sosial RI melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) untuk Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang dengan total Rp. 1.233.700.000 (Satu Milyar Dua Ratus Tiga Puluh Tiga Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah), terdiri dari:

a. Atensi Anak Yatim, Piatu dan Yatim Piatu sebanyak 319 orang senilai Rp. 75.700.000,-

b. Bantuan Kewirausahaan 1 orang senilai Rp. 10.000.000,-

c. Bantuan Aksesibilitas (Kursi Roda dan Tongkat Adaptif) 56 orang sebesar Rp. 197.000.000,-

d. Bantuan Kebutuhan untuk 327 orang sebesar Rp. 981.000.000,-

(9)

BAB III

TEMUAN DAN REKOMENDASI A. Temuan

Berdasarkan hasil Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI mengenai Peningkatan Pencegahan dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Provinsi Sumatera Utara diperoleh beberapa temuan sebagai berikut:

1. Adanya Tim Terpadu Penanganan Bencana dikoordiniasikan oleh BPBD Sumatera Utara yang dibentuk melalui Keptusan Gubernur Sumatera Utara Nomor:188.44/533/KPTS/2021 Tentang Tim Terpadu Penanganan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Utara Tanggal 13 September 2021 yang melibatkan berbagai satker dan instansi terkait lainya termasuk, BMKG, Basarnas, TNI dan Polri.

2. Belum terkordinasi dan terintegrasinya berbagai daerah kabupaten/kota di Sumatera Utara dalam penanggulangan bencana sehingga penanganan bencana masih pada aspek dauratnya saja sehingga tidak efektif dalam menangani resiko bencana bagi masyarakat.

3. Belum tersedianya peralatan bencana yang memadai pada BPBD Sumatera Utara sehingga penanganan Bencana masih sering belum maksimal dalam menangani daerah terdampak bencana.

B. Rekomendasi

Berdasarkan hasil temuan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI mengenai Peningkatan Pencegahan dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Provinsi Sumatera Utara maka di rekomendasikan hal-hal berikut:

1. Komisi VIII DPR RI meminta BNPB untuk melaksanakan konsep Tatakelola Penanggulangan Bencana yang sinergis dan terpadu melibatkan berbagai kementerian/lembaga terkait termasuk BMKG, BASARNAS, TNI, POLRI disetiap daerah dapat ditingkatkan sehingga pencegahan, kesiapsiagaan dan penanganan bencana dapat lebih maksimal.

2. Komisi VIII DPR RI meminta BNPB untuk mengevalusi dan memetakan ketersediaan alat-alat berat dalam penanggulangan bencana khususnya di daerah-daerah rawan bencana.

(10)

BAB IV PENUTUP

Demikian Laporan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI mengenai Peningkatan Pencegahan dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Provinsi Sumatera Utara semoga dapat menjadi bahan masukan penting guna perbaikan dan peningkatan kesiapsiagaan penanggulangan bencana dimasa mendatang.

Wallohulmuwaffiq Ilaa Aqwamit Thoriq, Wabillahi Taufik Walhidayah,

Wassalamu”alaikum Wr.Wb.

TIM KUNJUNGAN KERJA SPESIFIK KOMISI VIII DPR RI KETUA TIM/ WAKIL KETUA

DR. H. ACE HASAN SADZILY, M.Si

(11)

DOKUMENTASI KEGIATAN

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI Dr. H. Ace Hasan Sadzily menyaksikan dan menyerahkan berbagai bantuan dari Kemensos RI

(12)

Referensi

Dokumen terkait

Komisi VIII DPR RI mendesak BNPB segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait dengan perencanaan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempabumi di Provinsi

Pertemuan Panja Komisi VIII DPR RI mengenai BSM dengan MTSN Model Padusunan selain dihadiri kepala sekolah, guru, dan staf MTSN Padusunan, juga dihadiri Kepala

Berdasarkan hasil Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja Komisi VIII DPR RI mengenai RUU tentang Penanggulangan Bencana di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, maka dapat

Bupati Aceh Besar Provinsi Aceh mengapresiasi kedatang tim kunsfik Komisi VIII DPR-RI dalam rangka meningkatkan sinergitas dan koordinasi yang terkait dengan penangan

Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi DPR RI, sesuai ketentuan Peraturan Tata Tertib DPR RI, maka Komisi VIII DPR RI dalam Reses Masa Persidangan I Tahun

Demikian Laporan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI mengenai Sosialisasi Perpres Nomor 82 Tahun 2021 Tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren Dan

Sesuai dengan agenda kunjungan kerja, Komisi VIII DPR RI melakukan peninjauan ke lokasi pengungsi korban banana erupsi Gunung Merapi dengan didampingi oleh

Pertemuan dalam rangka Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI kali ini dilakukan dengan Satuan Tugas Penanganan Bencana (Satgas PB) Asap dan Wakil Gubernur Provinsi