LAPORAN
PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN
ENZIM I
UJI KONSENTRASI ENZIM
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Praktikum Biokimia Pangan
Oleh :
Nama : Annisa Nidya Nathania NRP : 123020160
Kel/Meja : F/7
Asisten : Erla Widianty Tgl. Percobaan : Sabtu, 26 April 2014
LABORATORIUM BIOKIMIA PANGAN
JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
I PENDAHULUAN
oleh sumner pada tahun 1926 yang telah berhasil mengisolasi urease dari ‘kata pedang’ (jack bean). Urease adalah enzim yang dapat menguraikan urea menjadi CO2 dan NH3.Beberapa tahun kemudian Northrop dan Kunitz dapat mengisolasi pepsin, tripsin, dan kemotripsin. Selanjutnya makin banyak enzim yang telah dapat diisolasi dan telah dibuktikan bahwa enzim tersebut ialah suatu protein.
(Poedjiadi, 2005, hal 141)
Sejak tahun 1926 pengetahuan tentang enzim atau enzimologi berkembang dengan cepat. Dari hasil penelitian para ahli biokimia ternyata bahwa banyak enzim mempunyai gugus bukan protein, jadi termasuk golongan protein majemuk. Enzim semacam ini (holoenzim) terdiri atas protein (apoenzim) dan suatu gugus bukan protein. Sebagai contoh enzim katalase terdiri atas protein dan ferriprotorfirin. Ada juga enzim yang terdiri atas protein dan logam. Misalnya askorbat oksidase adalah protein yang mengikat tembaga.
(Poedjiadi, 2005, hal 141) yang mudah dipisahkan secara dialisis disebut koenzim. Baik gugus prostetik maupun koenzim merupakan bagian enzim yang memungkinkan enzim bekerja terhadap substrat, yaitu zat-zat yang diubah atau direaksikan oleh enzim.
1.2. Tujuan Percobaan
Uji mengetahui pengaruh konsentrasi enzim terhadap aktivitas enzim.
1.3. Prinsip Percobaan
Berdasarkan konsentrasi enzim yang dapat mempengaruhi kecepatan reaksi.
1.4. Reaksi Percobaan
Enzim + Substrat Kompleks Enzim Substrat Kompleks Enzim Substrat Enzim + Produk
II METODE PERCOBAAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Bahan yang Digunakan, (2) Pereaksi yang Digunakan, (3) Alat yang Digunakan, dan (4) Metode Percobaan.
2.1. Bahan yang Digunakan
Bahan yang digunakan dalam uji konsentrasi enzim adalah ekstrak apel, koro dan pear.
2.2. Pereaksi yang Digunakan
Pereaksi yang digunakan dalam uji konsentrasi enzim adalah substrat katekol, substrat urea, aquadest, dan indikator PP.
2.3. Alat yang Digunakan
Alat-alat yang digunakan pada uji konsentrasi enzim adalah tabung reaksi, rak tabung reaksi, pipet tetes, dan gelas kimia.
2.4. Metode Percobaan
III HASIL PENGAMATAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Hasil Pengamatan dan, (2) Pembahasan.
3.1. Hasil Pengamatan
Tabel 1. Hasil Pengamatan Uji Konsentrasi Enzim
Konsentras
i Enzim Ekstra
k Ekstrak Aquadest Substrat Warna Hasil
15 tts - Coklat
Tua +++ Apel 5 tts 10 tts Katekol Coklat
Muda ++
Pear 5 tts 10 tts Katekol Keruh ++ 1 tts 14 tts Keruh + ( Sumber : Annisa dan Reza, Kelompok F, Meja 7,2014)
(+++) Aktif bekerja
3.2. Pembahasan
Dari hasil percobaan dengan menggunakan uji konsentrasi enim dapat diketahui bahwa ekstrak apel dengan substrat katekol 15 tetes aktif bekerja, dengan substrat katekol 5 tetes kurang aktif bekerja, dan dengan substrat katekol 1 tetes tidak aktif bekerja. Ekstrak Koro dengan substrat urea 15 tetes aktif bekerja, dengan substrat urea 5 tetes kurang aktif bekerja, dan dengan substrat urea 1 tetes tidak aktif bekerja. Ekstrak pear dengan substrat katekol 15 tetes aktif bekerja, dengan substrat katekol 5 tetes kurang aktif bekerja, dan dengan substrat katekol 1 tetes tidak aktif bekerja.
Kecepatan suatu reaksi yang menggunakan enzim tergantung pada konsentrasi enzim tersebut. Pada suatu substrat tertentu, kecepatan reaksi bertambah dengan bertambahnya konsentrasi enzim. (Poedjiadi, 2005, hal 158) Pengaruh konsentrasi enzim terhadap laju aktivitas enzim dengan enzim yang derajat kemurniannya tinggi. Di dalam batas-batas tertentu terdapat suatu hubungan linier antara jumlah enzim dan taraf aktivitasnya. Aktivitas enzim merupakan ukuran lenyapnya reaktan atau munculnya produk dari reaksi yang dikatalisir. (Pelczar, 1986)
Semakin tinggi konsentrasi enzim, maka kerja waktu yang dibutuhkan untuk suatu reaksi semakin cepat, sedangkan kecepatan reaksi dalam keadaan konstan.
(Safitri, 2010)
Seperti pada katalis lain, kecepatan suatu reaksi yang menggunakan enzim tergantung pada konsentrasi enzim tersebut. Pada suatu konsentrasi substrat tertentu, kecepatan reaksi bertambah dengan bertambahnya konsentrasi enzim. Grafik berikut menunjukkan pengaruh konsentrasi enzim terhadap kecepatan reaksi atau aktivitas enzim.
Grafik 1. Pengaruh Konsentrasi Enzim Terhadap Kecepatan Reaksi
Semakin banyak enzim yang berikatan dengan substrat, kecepatan reaksi semakin meningkat dan semakin banyak kompleks enzim-substrat yang terbentuk. Maka produk yang terbentuk pun semakin banyak. (Fauziah, 2011)
Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim yaitu, konsentrasi enzim, konsentrasi substrat, suhu, pengaruh pH, dan pengaruh inhibitor. (Poedjiadi, 2005, hal 158-163)
Inhibitor adalah suatu molekul atau ion yang dapat menghambat kerja reaksi. Hambatan terhadap aktifitas enzim dalam suatu reaksi kimia ini mempunyai arti yang penting, karena hambatan tersebut juga merupakan mekanisme pengaturan reaksi-reaksi yang terjadi dalam tubuh kita. Di samping itu hambatan ini dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang mekanisme kerja enzim.
(Poedjiadi, 2005, hal 163)
Pada umumnya terdapat 2 mekanisme kerja enzim dalam mempengaruhi reaksi katalis, yaitu:
1. Enzim meningkatkan kemungkinan molekul-molekul yang bereaksi saling bertemu dengan permukaan yang saling berorientasi. Hal ini terjadi sebab: enzim mempunyai suatu afinitas yang tinggi terhadap substrat dan mempunyai kemampuan mengikat substrat walaupun bersifat sementara. Penyatuan antara substrat enzim tidak seenaknya, melainkan substrat terorientasi secara tepat untuk terjadi reaksi.
2. Pembentukkan ikatan yang sementara (biasanya ikatan non kovalen) antara substrat dengan enzim menimbulkan penyebaran elektron dalam molekul substrat dan penyebaran ini menyebabkan suatu regangan pada ikatan kovalen tersebut menjadi mudah terpecah. Para ahli biokimia menamakan keadaan dimana terjadi regangan ikatan molekul substrat setelah berinteraksi dengan enzim disebut pengaktifan substrat. Dapat disimpulkan bahwa enzim mempercepat laju reaksi agar keseimbangan reaksi (equilibrium) tercapai, tetapi tidak mempengaruhi konstanta keseimbangan (Yuniastuti, 2006, hal 38-39).
- Enzim yang terdapat didalam inti pada umumnya terlibat hidroksilasi, termasuk biosintesis hormone esteroid, metabolisme obat atau proses yang menjadikan obat tidak aktif.
- Enzim yang berkaitan dengan badan golgi penting untuk sekresi protein
- Enzim yang terdapat didalam lisosom berfungsi memecah dan menghidrolisis suatu substansi sehingga dapat dicerna oleh sel (Yuniastuti, 2006, hal 39).
Gambar 4. Cara Kerja Enzim Teori Kunci Gembok dan Teori Kecocokan Induksi
Model “anak kunci dan kunci” menerangkan adanya kespesifikan suatu enzim, karena senyawa yang tidak cocok bentuknya dengan tempat aktif, baik karena terlalu besar maupun karena terlalu kecil tidak dapat terikat pada tempat aktif (yuniastuti, 2006, hal 48).
Waktu yang diberikan setelah pencampuran yaitu sebesar 5 menit, ini dibagi menjadi dua macam yaitu, 5 menit pertama yang berfungsi agar substrat beradaptasi dengan lingkungan, dan 5 menit kedua yang berfungsi agar substrat bereaksi secara sempurna. (Novianti, 2011)
Dalam percobaan ini tidak dilakukan pemanasan karena substrat yang dipakai cepat bereaksi dengan ekstrak, sehingga tidak diperlukan pemanasan untuk mempercepat reaksinya.
IV KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan dan (2) Saran
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan dengan menggunakan uji konsentrasi enim dapat diketahui bahwa ekstrak apel dengan substrat katekol 15 tetes aktif bekerja, dengan substrat katekol 5 tetes kurang aktif bekerja, dan dengan substrat katekol 1 tetes tidak aktif bekerja. Ekstrak Koro dengan substrat urea 15 tetes aktif bekerja, dengan substrat urea 5 tetes kurang aktif bekerja, dan dengan substrat urea 1 tetes tidak aktif bekerja. Ekstrak pear dengan substrat katekol 15 tetes aktif bekerja, dengan substrat katekol 5 tetes kurang aktif bekerja, dan dengan substrat katekol 1 tetes tidak aktif bekerja.
4.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Cheeva, 2011. Laporan Praktikum Pengaruh Asam Alkali
http://ceeva.wordpress.com/2010/01/18/laporan- praktikum-pengaruh-asam-alkalii/
Eko. 2010. Uji Kualitatif untuk Identifikasi Karbohidrat. kualitatif-untuk-identifikasi-karbohidrat Diakses : 18 Maret 2013
Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-dasarBiokimia. Universitas Indonesia : Jakarta
LAMPIRAN INTERNET