Pada Januari 2014 terjadi inflasi sebesar 0,42 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,04. Dari dua kota IHK Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang terjadi inflasi sebesar 0,50 persen dengan IHK 111,39 sedangkan Kota Maumere terjadi deflasi sebesar 0.08 persen dengan IHK 108,76 persen.
Dari 82 kota sampel IHK Nasional, tercatat 78 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang 3,79 persen dengan IHK 114,92 dan terendah terjadi di kota Pontianak 0,04 persen dengan IHK 111,78. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong 0,17 persen dengan IHK 108,43 dan terendah terjadi di Kota Manokwari 0,07 persen dengan IHK 106,44.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran kecuali kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan. Kelompok bahan makanan naik 1,19 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik 0,06 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik 0,67 persen; kelompok sandang naik 0,30 persen; kelompok kesehatan naik 0,03 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga naik 0,09 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,45 persen.
Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2014 sebesar 042 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2014 terhadap Januari 2013) sebesar 7,30 persen. Untuk Kota Kupang, inflasi tahun kalender 2014 sebesar 0,50 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 7,70 persen, sedangkan Kota Maumere tingkat inflasi tahun kalender 2014 sebesar -0.08 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 4,70 persen.
No. 01/02/53/Th. XVII, 3 Februari 2014
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
K
ONSUMEN
/I
NFLASI
JANUARI 2014 NUSA TENGGARA TIMUR INFLASI 0,42 PERSEN
Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga.
Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.
SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.
Paket komoditas hasil SBH 2012 di Kota Kupang sebanyak 390 komoditas dan Kota Maumere sebanyak 317 komoditas.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 2 kota sampel IHK Nusa Tenggara Timur, pada Januari 2014 Nusa Tenggara Timur terjadi inflasi 0,42 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,58 pada Desember 2013 menjadi 111,04 pada Januari 2014. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari 2014) sebesar 0.42 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2014 terhadap Januari 2013) sebesar 7,30 persen. Kota Kupang Januari 2014 mengalami inflasi sebsar 0,50 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 110,84 pada Desember 2013 menjadi 111,39 pada Januari 2014 dengan tingkat inflasi tahun kalender (Januari 2014) sebesar 0,50 persen dan tingkat inflasi tahun kalender (Januari 2014 terhadap Januari 2013) sebesar 7,70 persen. Kota Maumere Januari 2014 mengalami deflasi sebesar 0,08 persen atau terjadi penurunan IHK dari 108,85 pada Desember 2013 menjadi 108,76 pada Januari 2014 dengan tingkat inflasi tahun kalender (Januari 2014) sebesar -0,08 persen dan tingkat inflasi tahun kalender (Januari 2014 terhadap Januari 2013) sebesar 4,70 persen.
A. Perkembangan Harga Barang dan Jasa di Provinsi Nusa Tenggara Timur Januari 2014
Inflasi sebesar 0,42 persen di Nusa Tenggara Timur pada Januari 2014 dipicu oleh naiknya indeks harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran bahan makanan mengalami kenaikan indeks terbesar, yakni sebesar 1,19 persen, diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang naik 0,67 persen dan kelompok sandang yang naik 0,30 persen.
Kelompok yang mengalami penurunan indeks terjadi pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang turun sebesar 0,45 persen.
Tabel 1.
Indeks Harga Konsumen dan Laju Inflasi Provinsi Nusa Tenggara Timur Januari 2014, Tahun Kalender 2014 danYear on Year
menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)
Kelompok Pengeluaran IHK Inflasi Januari 2014 *) Laju Inflasi tahun Kalender **) Laju inflasi YOY ***) Desember 2013 Januari 2013 Januari 2014 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 110,58 103,49 111,04 0,42 0,42 7,30 1 Bahan Makanan 106,12 104,74 107,38 1,19 1,19 2,52
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 115,54 105,27 115,61 0,06 0,06 9,82 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 111,26 103,52 112,00 0,67 0,67 8,20
4 Sandang 108,62 103,48 108,95 0,30 0,30 5,29
5 Kesehatan 103,97 101,74 104,01 0,03 0,03 2,23
6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 110,19 103,46 110,29 0,09 0,09 6,60
7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 115,55 100,89 115,03 -0,45 -0,45 14,01
*) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2014 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2014 terhadap IHK bulan Desember 2013 ***) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2014 terhadap IHK bulan Januari 2013
Gambar 1.
Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Nusa Tenggara Timur Januari 2014
Pada Januari 2013 yang lalu Nusa Tenggara Timur mengalami inflasi sebesar 1,38 pesen, lebih tinggi jika dibandingkan dengan inflasi bulan Januari 2014 sekarang ini yang hanya sebesar 0,42 persen.
1,19 0,06 0,67 0,30 0,03 0,09 -0,45 0,42 -0,60 -0,40 -0,20 0,00 0,20 0,40 0,60 0,80 1,00 1,20 1,40 Bhn Makanan Makanan Jadi
Gambar 2.
Perkembangan Inflasi Nusa Tenggara Timur Januari 2013 – Januari 2014
Menurut kelompok pengeluaran, pemberi andil terbesar dalam pembentukan inflasi di Nusa Tenggara Timur bulan Januari 2014 adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,28 persen, diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dengan andil sebesar 0,17 persen. Sedangkan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan memberikan andil deflasi sebesar 0,07 persen.
Tabel 2.
Indeks Harga Konsumen, Inflasi dan Andil Inflasi Nusa Tenggara Timur Januari 2014
Kelompok Pengeluaran IHK Perubahan (%) Andil (%)
(1) (2) (3) (4)
Umum 111,04 0,42
Bahan Makanan 107,38 1,19 0,28
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 115,61 0,06 0,01
Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 112,00 0,67 0,17
Sandang 108,95 0,30 0,01
Kesehatan 104,01 0,03 0,00
Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 110,29 0,09 0,01
Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan 115,03 -0,45 -0,07
1,38 0,31 1,03 -0,87 -0,59 1,37 4,63 0,48 -1,03 -0,59 0,75 1,36 0,42 -2,00 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
Jan'13 Feb'13 Mar'13 Apr'13 Mei'13 Jun'13 Jul'13 Agt'13 Sep'13 Okt'13 Nov'13 Des'13 Jan'14 %
B. Perkembangan Harga Barang dan Jasa di Kota Kupang Januari 2014
Berdasarkan hasil penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), pada bulan Januari 2014, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,50 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 110,84 pada bulan Desember 2013 menjadi 111,39 pada Januari 2014.
Laju inflasi tahun kalender (Januari 2014) sebesar 0.50 persen dan inflasi “year on year” (Januari 2014 terhadap Januari 2013) sebesar 7,70 persen.
Tabel 3
Indeks Harga Konsumen dan Laju Inflasi Kota Kupang Januari 2014, Tahun Kalender 2014 danYear on Year
menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)
Kelompok Pengeluaran IHK Inflasi Januari 2014 *) Laju Inflasi tahun Kalender **) Laju inflasi YOY ***) Desember 2013 Januari 2013 Januari 2014 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 110,84 103,43 111,39 0,50 0,50 7,70 1 Bahan Makanan 106,53 105,05 107,99 1,37 1,37 2,80
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 115,24 105,38 115,26 0,02 0,02 9,38 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 111,65 103,45 112,47 0,73 0,73 8,72
4 Sandang 108,95 103,55 109,42 0,43 0,43 5,67
5 Kesehatan 103,67 101,61 103,78 0,11 0,11 2,14
6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 108,73 101,76 108,76 0,03 0,03 6,88
7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 116,43 100,93 116,07 -0,31 -0,31 15,00
*) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2014 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2014 terhadap IHK bulan Desember 2013 ***) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2014 terhadap IHK bulan Januari 2013
Selama bulan Januari 2014, sebanyak hampir semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks harga yang mengakibatkan inflasi di Kota Kupang kecuali kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami penurunan indeks harga. Kelompok bahan makanan mengalami kenaikan indeks terbesar, yakni sebesar 1,37 persen, diikuti kelompok sandang yang naik sebesar 0,73 persen.
Kelompok pengeluaran transport, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,31 persen.
Gambar 3.
Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Kupang Januari 2014
Gambar 4.
Perkembangan Inflasi Kota Kupang Januari 2013 – Januari 2014 1,37 0,02 0,73 0,43 0,11 0,03 -0,31 0,50 -0,40 -0,20 0,00 0,20 0,40 0,60 0,80 1,00 1,20 1,40 1,60 Bhn Makanan Makanan Jadi
Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Umum
1,27 0,56 1,17 -0,80 -0,86 1,55 4,98 0,19 -0,92 -0,67 0,60 1,59 0,50 -2,00 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00
Jan'13 Feb'13 Mar'13 Apr'13 Mei'13 Jun'13 Jul'13 Agt'13 Sep'13 Okt'13 Nov'13 Des'13 Jan'14 %
Tabel 4.
Indeks Harga Konsumen, Inflasi dan Andil Inflasi Kota Kupang Januari 2014
Kelompok Pengeluaran IHK Perubahan (%) Andil (%)
(1) (2) (3) (4)
Umum 111,39 0,50
Bahan Makanan 107,99 1,37 0,33
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 115,26 0,02 0,00
Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 112,47 0,73 0,19
Sandang 109,42 0,43 0,02
Kesehatan 103,78 0,11 0,01
Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 108,76 0,03 0,00
Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan 116,07 -0,31 -0,06
Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar dalam pembentukan inflasi Kota Kupang bulan Januari 2014 adalah kelompok bahan makanan dengan andil sebesar 0,33 persen.
Beberapa komoditas utama yang menyumbang andil inflasi terbesar di Kota Kupang antara lain ikan tongkol, kentang, sawi putih, ikan keor kuning, beras, pasir, besi beton, semen, sewa rumah, dan minyak goreng.
Sedangkan komoditas utama yang menghambat laju inflasi di Kota Kupang antara lain tarif angkutan udara, cabe rawit, cabe merah, daging babi, gula pasir, ayam hidup, daun singkong, labu siam/jipang, ikan tembang dan sepatu.
C. Perkembangan Harga Barang dan Jasa di Kota Maumere Januari 2014
Berdasarkan hasil penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), pada bulan Januari 2014 Kota Maumere mengalami deflasi sebesar 0,08 persen, atau terjadi penurunan IHK dari 108,85 pada bulan Desember 2013 menjadi 108,76 pada bulan Januari 2014.
Laju inflasi tahun kalender (Januari 2014) sebesar -0,08 persen dan inflasi “year on year” (Januari 2014 terhadap Januari 2013) sebesar 4,70 persen. (lihat Tabel 5).
Tabel 5.
Indeks Harga Konsumen dan Laju Inflasi Kota Maumere Januari 2014, Tahun Kalender 2014 danYear on Year
menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)
Kelompok Pengeluaran IHK Inflasi Januari 2014 *) Laju Inflasi tahun Kalender **) Laju inflasi YOY ***) Desember 2013 Januari 2013 Januari 2014 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 108,85 103,88 108,76 -0,08 -0,08 4,70 1 Bahan Makanan 103,40 102,68 103,37 -0,03 -0,03 0,67
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 117,52 104,56 117,93 0,35 0,35 12,79 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 108,67 103,98 108,95 0,26 0,26 4,78
4 Sandang 106,47 103,01 105,86 -0,57 -0,57 2,77
5 Kesehatan 105,96 102,60 105,48 -0,45 -0,45 2,81
6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 119,78 114,60 120,31 0,44 0,44 4,98
7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 109,79 100,64 108,22 -1,43 -1,43 7,53
*) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2014 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2014 terhadap IHK bulan Desember 2013 ***) Persentase perubahan IHK bulan Januari 2014 terhadap IHK bulan Januari 2013
Pemicu deflasi bulan Januari 2014 di Kota Maumere adalah karena turunya indeks harga pada empat dari tujuh kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan turun sebesar 0,03 persen, kelompok sandang turun 0,57 persen, kelompok kesehatan turun 0,45 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan yang juga turun sebesar 1,43 persen.
Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,35 persen, kelompok perumahan, air,listrik, gas dan bahan bakar naik 026 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga yang naik sebesar 0,44 persen.
Gambar 5.
Inflasi/Deflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Maumere Januari 2014
-0,03 0,35 0,26 -0,57 -0,45 0,44 -1,43 -0,08 -2,00 -1,50 -1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 Bhn Makanan Makanan Jadi
Tabel 6.
Indeks Harga Konsumen, Inflasi dan Andil Inflasi Kota Maumere Januari 2014
Kelompok Pengeluaran IHK Perubahan (%) Andil (%)
(1) (2) (3) (4)
Umum 108,76 -0,08
Bahan Makanan 103,37 -0,03 -0,01
Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 117,93 0,35 0,05
Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 108,95 0,26 0,06
Sandang 105,86 -0,57 -0,03
Kesehatan 105,48 -0,45 -0,02
Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 120,31 0,44 0,04
Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan 108,22 -1,43 -0,17
Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap pembentukan deflasi di Kota Maumere adalah kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,17 persen. Sedangkan kelompok yang memberikan andil inflasi terbesar adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,06 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap deflasi Kota Maumere antara lain komoditas ayam hidup, tarif angkutan udara, daun singkong, bayam, cabe rawit, ikan layang, cabe merah, nangka muda, pare dan daging ayam ras.
Sedangkan komoditas dominan yang mengalami inflasi di Kota Maumere antara lain pisang, ikan selar, ikan kembung, tomat sayur, telur ayam ras, ikan tuna, wortel, pepaya, bimbingan belajar, dan ikan kerapu.
Gambar 6.
Perkembangan Inflasi Kota Maumere Januari 2013 – Januari 2014
1,95 -0,92 0,31 -1,20 0,82 0,43 2,83 2,01 -1,57 -0,17 1,54 0,15 -0,08 -2,00 -1,50 -1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00 3,50
Jan'13 Feb'13 Mar'13 Apr'13 Mei'13 Jun'13 Jul'13 Agt'13 Sep'13 Okt'13 Nov'13 Des'13 Jan'14 %
Berbeda dengan tahun sebelumnya, Januari 2013 Kota Maumere mengalami inflasi sebesar1,95 persen, sedangkan Januari 2014 ini Kota Maumere justru mengalami deflasi sebesar 0,08 persen.
D. Perbandingan Inflasi Bulanan, Inflasi Tahun Kalender, dan Inflasi Year on Year
Pada bulan Januari 2014 ini Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,50 persen dan Kota Maumere mengalami deflasi sebesar sebesar 0,08 persen. Sedangkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (gabungan dua kota IHK) mengalami inflasi sebesar 0,42 persen (lihat Tabel 7).
Tabel 7.
Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, Year on year
Di Maumere, Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur Januari 2014 (2012=100)
Inflasi Maumere Kupang Nusa Tenggara Timur
(1) (2) (3) (4)
1. Januari 2014 -0,08 0,50 0,42
2. Tahun Kalender -0,08 0,50 0,42
E. Inflasi Beberapa Kota di Kawasan Timur Indonesia (KTI)
Dari 23 kota sampel IHK Nasional di Kawasan Timur Indonesia pada bulan Januari 2014 ini, terdapat 19 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi terjadi di Kota Bau Bau sebesar 2,18 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Kendari sebesar 0,31 persen. Kota yang mengalami deflasi terbesar terjadi di Kota Sorong sebesar 0,17 persen dan terendah terjadi di Kota Manokwari sebesar 0,07 persen.
Tabel 8.
Indeks Haga Konsumen (IHK) Dan Inflasi Kota di Kawasan Timur Indonesia Januari 2014 (2012=100)
Kota IHK (%) Inflasi Tahun Kalender Inflasi 2013 (%) 1 2 3 4 BAU-BAU 111,84 2,18 2,18 MERAUKE 112,70 2,16 2,16 PALOPO 108,86 1,77 1,77 JAYAPURA 113,21 1,70 1,70 MATARAM 111,22 1,48 1,48 BIMA 113,44 1,27 1,27 DENPASAR 109,14 1,26 1,26 MAKASSAR 108,65 1,20 1,20 BULUKUMBA 116,06 1,13 1,13 TUAL 113,67 1,10 1,10 MANADO 109,30 1,06 1,06 PALU 111,58 1,03 1,03 AMBON 108,58 0,81 0,81 PARE-PARE 108,21 0,55 0,55 KUPANG 111,39 0,50 0,50 TERNATE 112,35 0,45 0,45 MAMUJU 108,75 0,41 0,41 GORONTALO 108,98 0,36 0,36 KENDARI 108,50 0,31 0,31 MANOKWARI 106,44 -0,07 -0,07 MAUMERE 108,76 -0,08 -0,08 WATAMPONE 108,28 -0,15 -0,15 SORONG 108,43 -0,17 -0,17
F. Inflasi Kota-kota Sampel IHK Nasional
Dari 82 kota sampel IHK Nasional, sebanyak 78 kota mengalami inflasi dan sisanya, 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 3,79 persen dan terendah terjadi di Kota Pontianak sebesar 0,04 persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Sorong, sebesar 0,17 persen dan terendah terjadi di Kota Manokwari sebesar 0,07 persen
Tabel 9.
Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi di 66 Kota Januari 2014 (2012=100)
Kota IHK Inflasi 2013 Kota IHK Inflasi 2013
PANGKAL PINANG 114,92 3,79 3,79 BANDUNG 109,87 1,09 1,09
TANJUNG PANDAN 116,12 3,60 3,60 PALEMBANG 109,07 1,07 1,07
SIBOLGA 113,76 3,24 3,24 SUKABUMI 111,29 1,07 1,07
METRO 122,47 2,79 2,79 MANADO 109,30 1,06 1,06
MEULABOH 114,40 2,67 2,67 DKI JAKARTA 110,75 1,05 1,05
TEMBILAHAN 115,63 2,58 2,58 YOGYAKARTA 110,77 1,05 1,05 LHOKSEUMAWE 108,99 2,42 2,42 BENGKULU 113,52 1,03 1,03 TANJUNG 110,00 2,35 2,35 PALU 111,58 1,03 1,03 BAU-BAU 111,84 2,18 2,18 MEDAN 112,62 1,00 1,00 MERAUKE 112,70 2,16 2,16 PROBOLINGGO 112,23 0,95 0,95 BUKITTINGGI 110,33 1,95 1,95 TASIKMALAYA 109,20 0,91 0,91 PADANG 114,76 1,89 1,89 SEMARANG 110,39 0,90 0,90
BANDA ACEH 108,47 1,85 1,85 MADIUN 109,71 0,85 0,85
PALOPO 108,86 1,77 1,77 SINGARAJA 114,67 0,83 0,83 SINGKAWANG 109,14 1,71 1,71 PURWOKERTO 110,49 0,82 0,82 JAYAPURA 113,21 1,70 1,70 AMBON 108,58 0,81 0,81 KUDUS 116,25 1,67 1,67 CILACAP 112,90 0,79 0,79 JAMBI 112,13 1,56 1,56 SUMENEP 109,42 0,78 0,78 MATARAM 111,22 1,48 1,48 DEPOK 111,53 0,77 0,77 SAMARINDA 114,14 1,37 1,37 MALANG 111,03 0,76 0,76 LUBUKLINGGAU 107,97 1,36 1,36 TEGAL 107,62 0,75 0,75
PADANGSIDIMPUAN 111,61 1,34 1,34 BANDAR LAMPUNG 110,08 0,74 0,74
CILEGON 111,46 1,33 1,33 BOGOR 111,73 0,74 0,74
BALIKPAPAN 112,16 1,32 1,32 BATAM 109,53 0,73 0,73
KEDIRI 112,09 1,28 1,28 PEKANBARU 110,92 0,69 0,69
BIMA 113,44 1,27 1,27 CIREBON 110,11 0,68 0,68
TANJUNG PINANG 112,41 1,26 1,26 BANJARMASIN 108,91 0,64 0,64
DENPASAR 109,14 1,26 1,26 BANYUWANGI 111,04 0,59 0,59 SERANG 111,98 1,25 1,25 PARE-PARE 108,21 0,55 0,55 JEMBER 110,65 1,24 1,24 KUPANG 111,39 0,50 0,50 SURAKARTA 109,50 1,22 1,22 TERNATE 112,35 0,45 0,45 TANGERANG 114,82 1,22 1,22 DUMAI 110,67 0,43 0,43 PALANGKARAYA 110,26 1,21 1,21 TARAKAN 113,64 0,43 0,43 MAKASSAR 108,65 1,20 1,20 MAMUJU 108,75 0,41 0,41 SAMPIT 109,94 1,19 1,19 GORONTALO 108,98 0,36 0,36 SURABAYA 110,47 1,18 1,18 KENDARI 108,50 0,31 0,31 BEKASI 110,36 1,15 1,15 PONTIANAK 111,78 0,04 0,04 BULUKUMBA 116,06 1,13 1,13 MANOKWARI 106,44 -0,07 -0,07
PEMATANG SIANTAR 114,27 1,12 1,12 MAUMERE 108,76 -0,08 -0,08
BUNGO 110,45 1,11 1,11 WATAMPONE 108,28 -0,15 -0,15
BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Informasi lebih lanjut hubungi:
Drs. Anggoro Dwitjahyono, M.Si
Kepala BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur
Telp (0380) 826289,821755, e-mail : [email protected] [email protected]