• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE SURAT KETERANGAN. Nomor: 536/PERPUS/UG/2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE SURAT KETERANGAN. Nomor: 536/PERPUS/UG/2021"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE

BUKTI UNGGAH DOKUMEN PENELITIAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA

Nomor Pengunggahan

SURAT KETERANGAN

Nomor: 536/PERPUS/UG/2021

Surat ini menerangkan bahwa:

Nama Penulis : AZIZAH ALFI

Nomor Penulis : 11216269

Email Penulis : [email protected]

Alamat Penulis : DUSUN II

dengan penulis lainnya sebagai berikut:

Penulis ke-2/Nomor/Email : Rofi'ah / 950539 / [email protected]

Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut :

Nomor Induk : FEUG/EA/PENELITIAN/536/2021

Judul Penelitian : ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE RISK PROFILE, GOOD CORPORATE GOVERNANCE, EARNINGS DAN CAPITAL (RGEC) PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), TBK PERIODE 2015-2019

Tanggal Penyerahan : 19 / 07 / 2021

Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III.

Dicetak pada: 19/07/2021 11:33:31 AM, IP:116.206.8.16 Halaman 1/1

(2)

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN

MENGGUNAKAN METODE RISK PROFILE, GOOD CORPORATE GOVERNANCE, EARNINGS DAN CAPITAL (RGEC) PADA PT. BANK

TABUNGAN NEGARA (PERSERO), TBK PERIODE 2015-2019 Azizah Alfi 11216269 1,

Rofi’ah, SE., MM. 2

Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2020 Email : [email protected]

ABSTRAK

Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui tingkat kesehatan bank menggunakan metode RGEC pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk periode 2015-2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian ini mengekplorasi 5 indikator: NPL, LDR, GCG, ROA, dan CAR.

Pengambilan data Laporan Keuangan diperoleh dari website www.btn.co.id. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk untuk NPL, LDR, GCG, ROA, dan CAR periode 2015-2018 mendapatkan peringkat komposit 2 (sehat). Sedangkan periode 2019 PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk mendapat peringkat komposit 4 (kurang sehat).

Kata Kunci : NPL, LDR, GCG, ROA, CAR.

ABSTRACT

The purpose of this study was to analyze and determine the soundness of the bank using the RGEC method at PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk during the period of 2015-2019. This study uses a descriptive quantitative approach, this study explores 5 indicators: NPL, LDR, GCG, ROA, and CAR. Data collection on Financial Statements was obtained from the website www.btn.co.id. The results of the analysis show that PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk in the NPL, LDR, GCG, ROA, and CAR during the period 2015-2018 received a composite rating of 2 (healthy), While for the 2019 period PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk received composite rating 4 (less healthy).

Keywords: NPL, LDR, GCG, ROA, CAR.

(3)

PENDAHULUAN Latar Belakang

Bank merupakan lembaga keuangan yang paling penting dalam ekonomi dan juga memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian suatu Negara.

Kondisi perbankan nasional saat ini telah banyak mengalami perubahan dan perkembangan yang menyebabkan daya saing di industri perbankan semakin tinggi. Persaingan antar bank tumbuh seiring dengan banyaknya bank yang terus memberikan jasa dan pelayanan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan masyarakat pada umumnya.

Kesehatan suatu bank merupakan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku (Totok dan Nuritomo, 2014:73). Tingkat kesehatan bank yang sehat akan memberikan manfaat besar bagi bank untuk dapat memperoleh kepercayaan nasabah. Selain bermanfaat besar untuk memperoleh kepercayaan nasabah, tingkat.

Kinerja keuangan adalah suatu gambaran mengenai pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi yang tertuang

dalam perencanaan strategi suatu perusahaan. Penilaian tingkat kesehatan bank telah diatur oleh Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia.

Penilaian tingkat kesehatan bank dengan menganalisis laporan keuangan setiap periode sehingga dapat diketahui kondisi kesehatannya oleh publik. Penilaian kinerja keuangan bank selama ini menggunakan metode CAMELS (Capital, Asset, Management, Earning, Liquidity dan Sensitivity to Market Risk), adanya perkembangan usaha dan kompleksitas usaha bank membuat penggunaan metode CAMELS kurang efektif dalam menilai kinerja bank karena metode CAMELS tidak memberikan suatu kesimpulan yang mengarahkan ke satu penilaian, antar faktor memberikan penilaian yang sifatnya berbeda (Permana, 2012).

Pada Januari 2012, Bank Indonesia melakukan langkah strategis dalam mendorong penerapan manajemen risiko bank yang tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia No. 13/1/PBI/2011 tentang ”Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum’ dengan pendekatan risiko yang mencakup penilaian terhadap empat faktor yaitu, Risk profile (Profil risiko), Good Corporate Governance (GCG), Earnings (Rentabilitas), dan

(4)

Capital (Modal) yang disebut

dengan metode RGEC

(www.bi.go.id)

Dalam penelitian ini peneliti mengambil objek pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk, dengan alasan karena PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang perbankan dan merupakan bank yang ditunjuk Pemerintah sebagai satu-satunya institusi yang menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi golongan masyarakat menengah ke bawah, sejalan dengan program Pemerintah yang tengah menggalakkan program perumahan untuk rakyat.

(www.btn.co.id)

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai analisis tingkat kesehatan bank dengan menggunakan laporan keuangan pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk dengan judul

“Analisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Metode Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings Dan Capital (RGEC) Pada PT.

Bank Tabungan Negara

(Persero), Tbk Periode 2015- 2019”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan tersebut, maka dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana analisis tingkat kesehatan bank dengan menggunakan metode RGEC pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk periode 2015- 2019 ?

LANDASAN TEORI Bank

Menurut UU RI No. 21 Tahun 2011 tentang Perbankan, Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional dan syariah sebagaimana dimaksud dalam undang-undang mengenai perbankan dan undang-undang mengenai perbankan syariah.

Menurut Pramana dan Artini (2016), Bank yaitu lembaga yang mempunyai

(5)

peranan sebagai perantara atau intermediasi diantara pihak yang memiliki dana berlebih dengan pihak yang memiliki dana kurang maka secara tidak langsung dapat membantu siklus uang dalam masyarakat.

Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah bentuk informasi yang disajikan pihak Akuntansi sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen terhadap pihak-pihak yang berkepentingan dengan kinerja Bank yang dicapai selama periode tertentu (Taswan, 2013:39).

Pengertian Tingkat Kesehatan Bank

Berdasarkan pernyataan menurut “Bank International Settlement” pengertian kesehatan bank adalah : “Bank toald healthy if the bank can do management control to capital, assets, earning, management, liquidity, and sensitivity to market risk”.

Yang dapat diartikan sebagai berikut : “Suatu bank dapat dikatakan sehat apabila bank tersebut melakukan kontrol terhadap aspek modal, aktiva, rentabilitas, manajemen, likuiditas serta sensitivitas terhadap resiko pasar”. Tingkat kesehatan bank merupakan kemampuan bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu memenuhi semua kewajiban dengan baik dan sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku.

Metode RGEC

Penilaian kinerja keuangan bank dengan menggunakan pendekatan berdasarkan risiko (Risk Based Bank Rating) merupakan penilaian yang komprehensif dan terstruktur terhadap hasil integrasi antara profil risiko dan kinerja yang meliputi penerapan tata kelola yang baik, rentabilitas, dan permodalan.

(6)

1. Risk Profile

Pada penelitian ini, peneliti fokus pada dua resiko yang paling banyak dihadapi bank yaitu resiko kredit dengan menggunakan rumus NPL, dan risiko likuiditas dengan menggunakan rumus dari LDR.

a. Risiko Kredit NPL= kredit bermasalah

total kredit x100%

b. Risiko Likuiditas LDR = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐾𝑟𝑒𝑑𝑖𝑡

𝐷𝑎𝑛𝑎 𝑃𝑖ℎ𝑎𝑘 𝐾𝑒𝑡𝑖𝑔𝑎 × 100%

Tabel 1 Matriks Kriteria Peringkat Komponen

Risiko Kredit

(Sumber : Bahan Analisis Laporan Penilaian Kesehatan Bank)

Tabel 2 Matriks Kriteria Penetapan Peringkat

Komponen risiko Likuiditas

(Sumber : Bahan Analisis Laporan Penilaian Kesehatan Bank)

2. Good Corporate Governance (GCG)

Penilaian terhadap faktor GCG merupakan penilaian terhadap manajemen bank atas pelaksanaan prinsip-prinsip GCG sebagaimana diatur dalam PBI GCG.

Peringkat Keterangan Kriteria 1 Sangat sehat < 2%

2 Sehat 2% ≤ 3,5%

3 Cukup sehat 3,5% ≤ 5%

4 Kurang sehat 5% ≤ 8%

5 Tidak sehat > 8%

Peringkat Keterangan Kriteria

1 Sangat

Sehat

>50%≤ 75%

2 Sehat 75%≤80%

3 Cukup

Sehat

85%≤100%

4 Kurang

Sehat

100%≤120%

5 Tidak Sehat >120%

(7)

Tabel 3 Penilaian tingkat GCG

(Sumber: SK BI No. 9/12/DPNP) 3. Earnings

Rasio yang dipakai pada penelitian ini adalah Return On Asset (ROA).

Return On Assets (ROA) : 𝑅𝑂𝐴 =𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑒𝑡 × 100%

Tabel 4Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Komponen Rentabilitas (ROA)

(Sumber : Surat Edaran Bank Indonesia)

4. Capital

Capital atau permodalan yaitu metode penilaian bank berdasarkan permodalan yang dimiliki bank dengan menggunakan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR).

𝐶𝐴𝑅 =𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙

𝐴𝑇𝑀𝑅 × 100%

Tabel 5 Matrik Kriteria Penetapan Peringkat

Faktor Permodalan

(Sumber : Surat Edaran Bank Indonesia)

Nilai komposit untuk rasio keuangan masing-masing komponen yang menempati peringkat komposit akan bernilai sebagai berikut :

1. Peringkat 1 = setiap kali ceklist dikalikan dengan 5 Kriteria Nilai

< 1,5 Sangat baik

1,5 ≤ 2,5 Baik

2,5 ≤3,5 Cukup baik 3,5 ≤4,5 Kurang baik

> 4,5 Tidak baik

Peringkat Keterangan Kriteria 1 Sangat Sehat > 2%

2 Sehat 1,26% ≤ 2%

3 Cukup Sehat 0,51% ≤ 1,25%

4 Kurang Sehat 0% ≤ 0,5%

5 Tidak Sehat (hasilnya negatif)

Peringkat Keterangan Kriteria 1 Sangat Sehat > 15%

2 Sehat 9% ≤ 15%

3 Cukup Sehat 8% ≤ 9%

4 Kurang Sehat ≤ 8%

5 Tidak Sehat < 8%

(8)

2. Peringkat 2 = setiap kali ceklist dikalikan dengan 4

3. Peringkat 3 = setiap kali ceklist dikalikan dengan 3

4. Peringkat 4 = setiap kali ceklist dikalikan dengan 2

5. Peringkat 5 = setiap kali ceklist dikalikan dengan 1

Tabel 6 Peringkat Komposit Tingkat Kesehatan Bank dengan Menggunakan Metode

RGEC

METODE PENELITIAN 1. Objek Penelitian

Dalam penulisan ini, penulis mengambil obJek pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk yang beralamat

di Jakarta dan kantor pusat Bank berlokasi di Jalan Gajah Mada No. 1, Jakarta Pusat.

Telp (021) 6336789, Fax (021) 6336719, alamat website www.btn.co.id dengan bidang usaha utamanya adalah jasa perbankan.

2. Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian merupakan data kuantitatif, yaitu data yang disajikan dalam bentuk angka.

3. Sumber Data

Data sekunder yaitu data yang didapat tidak secara langsung, melainkan didapat dari berbagai sumber yang mempunyai hubungan dengan penelitian ini yang telah diolah dan dipublikasikan.

4. Teknik Analisis

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode RGEC. Cakupan penilaian metode RGEC meliputi faktor- faktor sebagai berikut: Risk Profile Bobot Keterangan Kriteria

86-100 PK 1 Sangat Sehat

71-85 PK 2 Sehat

61-70 PK 3 Cukup Sehat 41-60 PK 4 Kurang sehat

<40 PK 5 Tidak Sehat

(9)

(Profil Risiko), GCG (Good Corporate Governance), Earnings (Rentabilitas), dan Capital (Permodalan).

HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Risk Profile

Dalam penelitian ini mengukur faktor risk profil dengan menggunakan 2 rasio yaitu risiko kredit dengan menggunakan rumus NPL dan risiko likuiditas dengan menggunakan rumus LDR.

a. Kesehatan bank berdasarkan rasio NPL (Non Performing Loan)

(Sumber: Data diolah)

(Sumber: data diolah)

Berdasarkan perhitungan nilai rasio NPL PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Periode 2015-2019 mengalami peningkatan.

Peningkatan nilai NPL terjadi pada periode 2019 dimana peringkat komposit dari peringkat 2 menjadi peringkat 3. Hal ini dikarenakan rasio NPL PT.

Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk meningkat menjadi 4,78% pada tahun 2019, penurunan kualitas kredit disebabkan oleh upaya

Perseroan untuk

menurunkan kredit berkualitas rendah (loan at risk), terutama pada segmen komersial high rise Periode NPL Peringkat Keterangan

2015 3,42% 2 Sehat

2016 2,84% 2 Sehat

2017 2,66% 2 Sehat

2018 2,82% 2 Sehat

2019 4,78% 3 Cukup sehat

0 1 2 3 4 5 6

2015 2016 2017 2018 2019

N…

(10)

(Apartemen) dikarenakan penurunan permintaan property pada segmen menengah – atas dan apartemen yang berdampak pada penurunan penjualan dan kemampuan debitur.

b. Kesehatan bank berdasarkan rasio LDR (Perhitungan Loan to Deposit Ratio)

(Sumber : Data diolah)

(Sumber : Data diolah)

Berdasarkan perhitungan LDR PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Periode 2015-2019 bank mengalami peningkatan nilai LDR yaitu dari periode 2018-2019.

Peringkat komposit mengalami peningkatan dari peringkat 4 menjadi 5. Hal ini dikarenakan perbandingan antara jumlah kredit yang diberikan kepada pihak ketiga terhadap dana pihak ketiga (simpanan nasabah) ditahun 2019 meningkat. LDR PT.

Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk tahun 2019 yaitu sebesar 123,64%, meningkat dibandingkan tahun 2018 yaitu sebesar 112,66%.

2. Good Corporate Governance (GCG)

Penilaian terhadap faktor GCG merupakan penilaian terhadap manajemen bank atas pelaksanaan prinsip- Periode LDR Pering

kat Keterangan 2015 108,80% 4 Kurang sehat 2016 102,78% 4 Kurang sehat 2017 112,36% 4 Kurang sehat 2018 112,66% 4 Kurang sehat 2019 123,64% 5 Tidak sehat

0 20 40 60 80 100 120 140

2015 2016 2017 2018 2019

LDR

(11)

prinsip GCG sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank Indonesia GCG didasarkan pada 3 aspek utama yaitu Governance Structure, Governance Process, dan Governance Outcomes.

(Sumber : Tata Kelola PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk )

(Sumber: data diolah)

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.

8/14/PBI/2006 dan Surat Edaran Bank Indonesia No.15/15/DPNP/

tanggal 29 April 2013 perihal

Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum, Perseroan telah melakukan penilaian sendiri (self assessment) atas pelaksanaan GCG. Pada tahun 2015-2019, PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk memperoleh nilai komposit assessment pelaksanaan GCG (Good Corporate Governance) sebesar 2 atau dalam kategori Baik, periode 2015-2019 telah terlaksana dengan baik.

3. Earnings

Rasio yang digunakan dalam menghitung earnings ini adalah Return On Asset (ROA) merupakan rasio profitabilitas yang mampu menunjukkan keberhasilan suatu bank dalam menghasilkan keuntungan laba dengan mengoptimalkan aset yang dimiliki.

Periode Peringkat Komponen

2015 2 Baik

2016 2 Baik

2017 2 Baik

2018 2 Baik

2019 2 Baik

0 0,5 1 1,5 2 2,5

2015 2016 2017 2018 2019 GCG

(12)

( Sumber : Data diolah)

(Sumber : Data diolah)

Berdasarkan perhitungan ROA PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk mengalami penurunan. Penurunan ini terjadi pada tahun 2017-2019 yaitu dari peringkat komposit 2 menjadi 3 dan 4. Hal ini dikarenakan jumlah laba sebelum pajak ditahun 2018- 2019 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

4. Capital

Penilaian terhadap faktor permodalan (Capital) meliputi penilaian terhadap tingkat kecukupan permodalan dan pengelolaan permodalan. Rasio keuangan yang digunakan dalam menilai tingkat kesehatan bank ditinjau dari aspek capital pada penelitian ini adalah Capital Adequacy Ratio (CAR).

(Sumber : Data diolah)

(Sumber : Data diolah) Periode ROA Peringkat Keterangan

2015 1,50% 2 Sehat

2016 1,55% 2 Sehat

2017 1,47% 2 Sehat

2018 1,20% 3 Cukup Sehat

2019 0,13% 4 Kurang Sehat

Periode CAR Peringk

at Keterangan 2015 16,97% 1 Sangat Sehat 2016 20,34% 1 Sangat Sehat 2017 18,87% 1 Sangat Sehat 2018 18,21% 1 Sangat Sehat 2019 17,32% 1 Sangat Sehat

15 16 17 18 19 20 21

2015 2016 2017CAR 2018 2019 0

0,5 1 1,5 2

2015 2016 2017 2018 2019

ROA

(13)

Berdasarkan perhitungan CAR PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Periode 2015-2019 berada dalam kondisi sangat sehat, hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata CAR pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk selama 5 tahun berturut- turut dalam kondisi sangat sehat.

Tabel Komposit Tingkat Kesehatan PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Periode 2015-2019

(Sumber : Data diolah)

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa Penilaian Tingkat Kesehatan Bank pada PT.

Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk dengan menggunakan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings dan Capital ) sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia, maka dapat dikatakan bahwa untuk periode 2015-2018 PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk mendapat peringkat komposit 2 (PK-2), yang mencerminkan bahwa kondisi bank yang secara umum selama 4 tahun berturut-turut dalam keadaan

“Sehat”, sehingga dapat

(14)

dinilai bahwa bank mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya.

Sedangkan untuk periode 2019 PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk mendapat peringkat komposit 4 (PK-4), dimana mencerminkan bahwa kondisi bank yang secara umum untuk tahun tersebut dalam kondisi “Kurang Sehat”, sehingga dapat dinilai bahwa bank kurang mampu dalam menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya.

SARAN

Berdasarkan kesimpulan penulisan diatas, saran yang dapat diberikan terutama yang berkaitan dengan kesehatan bank adalah sebagai berikut:

a. Sebagai bank milik BUMN sebaiknya PT. Bank Tabungan Negara (Persro),

Tbk mampu

mempertahankan

kesehatan bank pada tahun- tahun berikutnya.

Kesehatan bank yang sangat sehat akan meningkatkan kepercayaan masyarakat, nasabah, karyawan pemegang saham, dan juga pihak lainnya.

b. Mempertahankan

kesehatan bank untuk tahun-tahun berikutnya tidak hanya berfokus pada laporan keuangan, tetapi PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk perlu juga untuk mengembangkan usaha dengan pelayanan yang diberikan lebih aman, mudah, dan juga cepat.

Selain itu, pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bank bisnis dan faktor eksternal

(15)

lainnya hendaknya menjadi tolak ukur dalam menyusun anggaran tahun berikutnya.

c. Banyaknya faktor eksternal perusahaan yang berpengaruh terhadap kinerja keuangan seperti faktor pemerintahan sebaiknya juga lebih diperhatikan untuk meningkatkan kinerja keuangan.

DAFTAR PUSTAKA Desi, M.S. 2017. Penilaian Tingkat

Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital) Pada PT. Bank Negara Indonesia Syariah, Tbk Tahun 2014-2015. Jurnal Pendidikan dan Ekonomi, 6(4): 327-338.

Familianus Dundang. 2018. Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Metode RGEC (Studi Kasus Bank Maybank Indonesia Dan Bank Mega periode 2015- 2016). eJournal Administrasi Bisnis, 6(1): 77-89.

Fina, P.K, F.A.O. Pelleng dan W.S.

Manoppo. 2019. Analisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Metode Rgec Pada PT. Bank Tabungan Negara, Tbk. Periode 2015- 2017. Jurnal Administrasi Bisnis, 8(1): 7-14.

Heidy, A.L., Z. Arifin, dan N.F.

Nuzula. 2014. Analisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Pendekatan RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital) (Studi Pada PT Bank Rakyat Indonesia,Tbk Periode 2011-2013). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 13(2): 1-10.

Hery, S., M. Dzulkirom AR, dan Zahroh Z.A. 2016. Analisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Capital) (Studi Pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang Terdaftar di BEI Tahun 2010-2014). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 35(2): 60-67.

Ida, A.S.K.D dan M.R. Candradewi.

2018. Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Metode RGEC Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), TBK. Periode 2014-2016. E-Jurnal Manajemen Unud, 7(3): 1595- 1622.

(16)

Jayanti, Mandasari. 2015. Analisis Kinerja Keuangan Dengan Pendekatan Metode RGEC Pada Bank Bumn Periode 2012- 2013. eJournal Administrasi Bisnis, 3(2): 3849-3878.

Jumriaty, J. 2019. Analisis Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah Berdasarkan Metode RGEC Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, And Capital Pada PT. Bank Muamalat Indonesia. JIEB, 5(1): 37-51.

Juni Darwin. 2016. Analisa Tingkat Kesehatan PT. Bank Mandiri (PERSERO),Tbk Dengan Metode RGEC. Jurnal Media Wahana Ekonomika, 13(3): 38- 54.

Kasmir. 2014 . Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Khayatun, N., F. Triyanto, dan A.

Muchtar. 2019. Analisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Metode RGEC (Studi Kasus PT.Bank BNI (Persero) Tbk ). Jurnal Sekuritas, 3(1):

76-96.

Komang, M.P dan L.G.S. Artini. 2016.

Analisis Tingkat Kesehatan Bank (Pendekatan RGEC) Pada PT. Bank Danamon Indonesia TBK. E-Jurnal Manajemen Unud, 5(6): 3849-3878.

Meutia Dewi. 2018. Analisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Pendekatan RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital) (Studi pada PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk Periode 2013-2017). Jurnal Ihtiyath, 2(2): 190-216.

Mirzavira, E.A.F dan S. Worokinasih.

2018. Analisis Kesehatan Bank Menggunakan Pendekatan Faktor Risk Profile, Earnings dan Capital (Studi Komparatif pada Bank BUMN dan Bank Asing Periode 2013-2016).

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 61(1): 90-99.

Nita, D.O. 2016. Analisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital) Pada Bank Bumn Dan Bank Bums Periode 2014-2016. 1-25.

Santi, O dan N. Saraswati. 2018.

Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Dengan Metode Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital. Jurnal Akuntansi, 5(2): 138-146.

Sofyan, Syafri Harahap. 2009. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan.

Jakarta: Raja Grafindo Persada Zeze, Z.H dan D. Anggraini. 2019.

Analisis Tingkat Kesehatan Bank Pada PT. Bank Muamalat

(17)

Indonesia, Tbk Dengan Menggunakan Metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning &

Capital) Periode 2013 – 2017.

Jurnal Economicus, 10(1): 46- 56.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Perbankan.

Peraturan Bank Indonesia. 2011 . Peraturan Bank Indonesia Nomor :13/1/PB/2011 Tentang Tata Cara Penilaian tingkat Kesehatan Bank Umum

Surat Edaran Bank Indonesia No.

6/23/DPNP Perihal : Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Jakarta : Bank Indonesia.

Surat Edara Bank Indonesia. 2011.

Surat Edaran Bank Indonesia No.13/24/DPNP tanggal 25 Oktober 2011, Tentang Matriks Perhitungan Analisis Komponen Faktor Analisis RGEC untuk Bank Umum.

https://www.btn.co.id/hubungan- investor/laporan-tahunan.

(5 Juni 2020)

https://www.btn.co.id/hubungan- investor/laporan-gcg.

(8 Juni 2020) https://www.bi.go.id/.

(8 Juni 2020)

Gambar

Tabel 1 Matriks Kriteria    Peringkat Komponen
Tabel 3 Penilaian tingkat GCG
Tabel 6 Peringkat Komposit  Tingkat Kesehatan Bank  dengan Menggunakan Metode
Tabel Komposit Tingkat Kesehatan  PT. Bank Tabungan Negara  (Persero), Tbk Periode 2015-2019

Referensi

Dokumen terkait

Hal yang dapat dipahami dari teori Rene Descrates yaitu bahwa kesadaran dalam menjalani hidup, dan mencintai kebenaran yang selalu dicari oleh Rene Descrates. Pemikiran ini

Sumber-sumber penerimaan daerah menurut sabil (2017) menyebutkan sumber pendapatan meliputi tidak saja pendapatan asli daerah (PAD), akan tetapi termasuk pula sumber

Hasil uji sistem dapat mendeteksi pemakaian masker atau tidak dan juga menjaga jarak sosial atau tidak sebagai upaya bersama pemerintah mencegah penyebaran dan penularan virus

Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya keluhan MSDs pada pekerja diakibatkan karena posisi kerja yang tidak ergonomis, tidak nyaman, sering melakukan Gerakan berulang

File xml ini berupa tempat yang digunakan untuk tampilan barber_d pada program yang akan menampilkan informasi dan map dari Rawhead Barbershop. Pada xml ini menggunakan

Pada tahap ini dilakukan perancangan terhadap tampilan halaman aplikasi yaitu tampilan halaman menu login, tampilan halaman daftar, tampilan halaman menu admin, tampilan halaman

Kalimat di atas yang terdiri dari nama diri nina, kopula adalah, kata ganti saya, dan nomina profesi guru yang membentuk sebuah kalimat seperti contoh 1.a dan 1b, memungkinkan

Pada penulisan ini akan dilakukan analisa sistem administrasi yang sedang berjalan di Rumah Bersalin Amalia serta merancang sistem administrasi yang baru untuk beralih dari