• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Akper Buntet Jurnal Ilmiah Akper Buntet Pesantren Cirebon ISSN: Vol. 2 No

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Jurnal Akper Buntet Jurnal Ilmiah Akper Buntet Pesantren Cirebon ISSN: Vol. 2 No"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. S DENGAN GIZI KURANG PADA AN. M DI DESA SIDAMULYA RT.06 RW.03 KECAMATAN ASTANAJAPURA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDAMULYA

KABUPATEN CIREBON Lilis Yuliarsih dan Maftuhatul Mauliah Akademi Keperawatan Buntet Pesantren Cirebon

Email: [email protected] Abstract

Based on data from puskesmas sidamulya cirebon district the incidence of malnutrition during the last 6 months of 2016-2017 the most incidence occurred in munjul village with the number of 73 people, so the author is interested in doing nursing care in families with malnutrition. The writing of this scientific paper aims to enable families to carry out nursing care directly and comprehensively with malnutrition problems in children covering bio-psycho-social and spiritual aspects with the approach of the nursing process. Malnutrition is a health disorder due to lack or imbalance of nutrients necessary for growth, thinking activities and all things related to life. The authors obtained data from Mr.S.'s family by descriptive methods such as interviews, observations, documentation studies, and physical examinations. The nursing diagnosis that arises in this case is a disorder of nutritional fulfillment less than the need related to the family's inability to care for a sick family member. Implementation is done by providing health education about malnutrition, namely understanding, causes, signs and symptoms, prevention and consequences. The evaluation results obtained by the problem are partially resolved. The author followed up with the exit and puskesmas to be able to continue the nursing care of Mr. S's family with malnutrition in hopes of improving the health status of Mr. S's family.

Keywords: nursing care; family; malnutrition.

Abstrak

Berdasarkan data dari puskesmas sidamulya kabupaten cirebon angka kejadian gizi kurang selama 6 bulan terakhir tahun 2016-2017 kejadian terbanyak terjadi di desa munjul dengan jumlah 73 orang, sehingga penulis tertarik untuk melakukan asuhan keperawatan pada keluarga dengan gizi kurang. Penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan agar keluarga mampu melaksanakan asuhan keperawatan secara langsung dan komprehensif dengan masalah gizi kurang pada anak meliputi aspek bio-psiko- sosial dan spiritual dengan pendekatan proses keperawatan. Gizi kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurangan atau ketidak seimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, aktifitas berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. Penulis memperoleh data dari keluarga Tn.S dengan cara metode deskriptif yaitu wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan pemeriksaan fisik. Diagnosa keperawatan yang muncul pada kasus ini adalah gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit. Implementasi yang dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang gizi kurang yaitu pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pencegahan dan akibat. Hasil evaluasi yang

(2)

didapat masalah teratasi sebagian. Penulis menindak lanjuti kepada pihak keluaraga serta puskesmas untuk dapat melanjutkan asuhan keperawatan keluarga Tn.S dengan gizi kurang dengan harapan dapat meningkatkan status kesehatan keluarga Tn. S.

Kata Kunci: asuhan keperawatan; keluarga; gizi kurang Pendahuluan

Menurut (Asmadi, 2008), sehat diartikan sebagai kondisi yang normal dan alami.

Karenanya, segala sesuatu yang tidak normal dan bertentangan dengan alam dianggap sebagai kondisi tidak sehat yang harus dicegah. Sehat sendiri bersifat dinamis yang statusnya terus menerus berubah. Kesehatan mempengaruhi tingkat fungsi seseorang, baik dari segi fisiologis, psikologis dan dimensi sosiokultural, untuk meningkatkan derajat kesehatan yang dapat dicapai dengan memberikan pelayanan keperawatan.

Menurut (Padila, 2012). Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatn, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan,berbentuk pelayanan bio-psiko-sosial-spiritual yang komperhensif, ditujukan pada individu, keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.

Menurut departemen kesehatan (2003), (Komang Ayu, 2012 : 2), keperawatan kesehatan masyarakat pada dasarnya adalah pelayanan keperawatan profesional yang merupakan perpaduan antara konsep kesehatan masyarakat dan konsep keperawatan yang ditujukan untuk seluruh masyarakat dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi yang berpusat pada keluarga.

Menurut http://kumpulanaskep-nhono.blogspot.co.id/2012/04/keperawatan- keluarga.html.

Perawatan kesehatan keluarga (family Health Nursing) adalah perawatan kesehatan masyarakat yang ditujukan atau dipusatkan kepada keluarga sebagai unit kesatuan dengan sehat sebagai tujuan dan melalui perawatan sebagai sasarannya (Salvino, 2005), Perawatan kesehatan keluarga di lakukan secara menyeluruh, meliputi beberapa masalah kesehatan salah satunya adalah tentang gizi kurang.

Menurut (Maryunani, 2010), kurang gizi pada anak bisa terjadi diusia balita (bawah lima tahun) pedoman untuk mengetahui anak kurang gizi adalah dengan melihat berat badan yang kurang dari normal. Gizi merupakan unsur yang sangat penting didalam tubuh. Gizi yang baik tubuh akan segar dan kita dapat melakukan aktifitas dengan baik. Gizi harus dipenuhi justru sejak masih anak-anak, karena gizi selain penting untuk pertumbuhan badan, juga penting untuk perkembangan otak.

Orang tua harus mengerti dengan baik kebutuhan gizi anak agar anak tidak mengalami gizi kurang. Orang tua juga harus mengetahui apa dan bagaimana kurang gizi itu.

Menurut http://www.depkes.go.id/index.php?vwxny=2&co.id. Departemen kesehatan RI, telah membuat berbagai program guna mengatasi masalah gizi buruk dan kurang serta menargetkan menurunkan kasus gizi buruk menjadi 5% dan gizi kurang

(3)

menjadi berturut-turut 20% pada tahun 2009. Sedangkan, di tahun 2010 jumlah balita yang mengalami kurang gizi turun menjadi 0,93%, ada beberapa daerah di jawa barat yang rawan kasus balita kurang gizi yaitu: karawang, sukabumi, cianjur, garut, sumedang, majalengka, kuningan, dan cirebon. Dinkes jawa barat sendiri, menargetkan pada 2016 angka masalah kurang gizi di jawa barat bisa ditekan menjadi 15% dan kondisi saat ini sekitar 23,3%.

Berdasarkan data yang di peroleh dari puskesmas sidamulya jumlah kasus gizi kurang selama enam bulan terakhir dari bulan September 2016-Februari 2017 adalah sebagai berikut:

Tabel 1 Data dari puskesmas sidamulya kec. Astanajapura Kab. Cirebon penderita kurang gizi pada balita bulan September 2016 – Februari 2017

Bulan Jumlah

September 33

Oktober 40

November 35

Desember 35

Januari 35

Februari 31

Total 209

Sumber : UPTD puskesmas sidamulya

Berdasarkan tabel 1, jumlah klien penderita gizi kurang di wilayah kerja Uptd puskesmas sidamulya selama 6 bulan terakhir, kejadian terbanyak terjadi di desa munjul dengan 73 balita.

Melihat jumlah kejadian dari gizi kurang yang dapat berdampak pada fisik dan psikologis, maka penulis merasa tertarik untuk melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan gizi kurang yang telah penulis laksanakan kemudian penulis menuangkan dalam bentuk laporan study kasus dengan judul: “asuhan keperawatan pada keluarga Tn.S dengan gizi kurang pada An.M di desa sidamulya wilayah kerja puskesmas sidamulya kecamatan astanajapura kabupaten cirebon”.

Metode Penelitian

Penyusunan karya tulis ilmiah ini, penulis menggunakan metode deskriptif yang berbentuk studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan menurut (Ali, 2009) adalah sebagai berikut:

1. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk mengetahui data subyektif dalam aspek fisik, mental, sosial budaya, ekonomi, kebiasaan, adat istiadat, agama, lingkungan dan sebagainya.

2. Observasi

Pengamatan atau observasi dilakukan untuk mengetahui hal yang secara langsung bersifat fisik (fentilasi, kebersihan, Penerangan. dll).

(4)

3. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan pada anggota keluarga yang mempunyai masalah kesehatan dan keperawatan yang berkaitan dengan keadaan fisik, misalnya kehamilan, telinga, mata, tenggorokan, dll.

4. Studi Dokumentasi

Studi ini dilakukan dengan jalan menelusuri dokumen yang ada, misalnya catatan kesehatan, kartu keluarga, kartu menuju sehat, literatur, catatan pasien, dll.

Hasil dan Pembahasan A. Hasil Penelitian

1. Pengkajian

Tabel 1 Pengkajian

No. Data Penyebab

Masalah Masalah keperawatan

Masalah kesehatan

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Ds :

a. Ny. M mengatakan An.

M susah makan dan mau makan apabila makanan itu berasa dan menurutnya enak.

b. Ny. M mengatakan An.

M makan hanya sedikit

½ porsi 3x/hari kadang hanya 3-4 suap.

c. Ny. M mengatakan An.

M tidak

diberikan susu formula hanya ASI saja tapi sedikit.

d. Ibu klien mengatakan

anaknya rewel.

e. Ny. M sudah mengetahui bahwa An. M mengalami gizi kurang, tapi ibu klien belum paham tentang gizi kurang dan cara merawat anak dengan gizi kurang.

f. Ny. M mengatakan berat badan An. M saat lahir 1900 gram.

Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan masalah gizi kurang.

Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan

Gizi kuran g

(5)

g. Ibu klien mengatakan berat badan anaknya kurang sejak lahir.

DO :

a. Anak tampak rewel b. anak terlihat kurus dan

lemah

c. BB : 6 kg idealnya 9 kg d. PB : 60 cm

e. Lingkar kepala : 38 cm.

f. LILA : 10 cm

g. Ventilasi dan pencahayaan kurang

h. Jendela jarang dibuka

2. Diagnosa Keperawatan

Gangguan Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dengan merawat anggota keluarga yang sakit dengan gizi kurang, ditandai dengan: Ny. M belum memahami tentang Gizi kurang, anak tidak mau makan, anak tampak kurus, BB 6 kg.

3. Perencanaan

Nama : An. M Umur : 9 Bulan Diagnosa : Gizi Kurang Alamat : Sidamulya

Tabel 3 Perencanaan

No. Diagnosa Keperawatan

Perencanaan

Tujuan Evaluasi

Intervensi

Umum Khusus Kriteria Standar

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga dengan merawat Anggota keluarga yang menderita gizi kurang.

Selama 6 x kunjungan rumah, Gg.

Pemenuhan nutrisi dapat teratasi.

TUK 1 Selama 1 x 30 menit kunjungan keluarga mampu mengenal masalah Gizi Kurang.

a. Menyebutk an pengertian Gizi Kurang.

b. Menyebutk an penyebab gizi kurang c. Menyebutk

an tanda dan gejala

Respon Verbal

Keluarga dapat menyebutkan Pengertian dari Gizi kurang. Giizi kurang adalah : Kurangnya BB karena asupan nutrisi yang kurang sehingga BB tidak sesuai dengan kebutuhan usia.

Keluarga dapat Menyebutkan 2 penyebab dari gizi kurang.

1. Penyebab

langsung Penyakit infeksi, seperti :

a. Diare b. Campak

1. Diskusikan bersama keluarga tentang pengertian Gizi Kurang dengan

menggunakan lembar balik.

2. Tanyakan kembali pada keluarga tentang pengertian Gizi Kurang.

3. Berikan pujian atas jawaban yang tepat.

(6)

Gizi Kurang.

d. Menyebutk an pencegaha n Gizi Kurang e. Menyebutk

an akibat dari Gizi kurang

c. Pilek d. Cacingan 2. Penyebab tidak

langsung a. Kemiskinan

keluarga b. Tingkat

pendidikan dan pengetahuan c. Sanitasi

lingkungan yang buruk

d. Pelayanan kesehatan yang kurang memadai e. Keluarga dapat

menyebutkan 2 dari 5 tanda dan gejala penyakit gizi kurang adalah :

• Anak tampak sangat kurus

• Rambut tipis kemerahan

• Anak rewel

• Wajah seperti orang tua

• Lemah dan pucat Keluarga dapat menyebutkan pencegahan gizi kurang

a. Banyak mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam dan bergizi seperti makanan yang tinggi protein dan karbohidrat.

b. Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat (sayur dan buaha- buahan) c. Banyak minum air putih (8-10 gelas/hari) d. Memelihara

berat badan tetap dalam batas

(7)

normal dan timbang Berat badan selalu Keluarga dapat menyebutkan akibat dari gizi kurang 1. Gangguan

pertumbuhan 2. Mudah terkena

penyakit 3. Berkurangnya

daya fikir (kecedasan kurang)

2 TUK 3

Setelah 1 x 30 menit kunjungan keluarga Mampu merawat Anggota keluarga dengan penyakit Gizi Kurang , dengan cara : keluarga mampu menyebutkan cara perawatan Gizi Kurang, dan mengajarkan cara pemberian nutrisi

Respon Verbal

Keluarga dapat merawat anggota keluarga dengan penyakit gizi kurang dengan cara : 1. Berikan makanan

yangBergizi dan seimbang : a. Zat tenaga

(karbohidrat):

nasi, roti, singkong, jagung, ubi, dll.

b. Zat pengatur (vitamin &

mineral) : sayur dan buah- buahan

c. Zat pembangun (protein nabati

& hewani) daging, susu, ikan, telur, tempe, tahu, dll.

2. Jika anak tidak mau makan berikan makanan yang disuka dengan porsi sedikit tapi sering

3. Menganjurkan keluarga untuk memberikan makanan tim yang bervariasi

4. Menganjurkan ibu untuk

meningkatkan produksi ASI dengan memakan- makanan yang bergizi

1. Diskusikan dengan keluarga tentang cara perawatan Gizi Kurang.

2. Menganjurkan untuk memberi maknan yang bergizi dan seimbang.

3. Menganjurkan ibu untuk

meningkatkan ASI 4. Menganjurkan

pada keluarga untuk mencoba memberikan makanan tim yang bervariasi

5. Beri pujian atas yang dilakukan untuk memberi makanan tim yang bervariasi.

3 TUK 4

Setelah 1 x 30

Respon Verbal

a. Menyebutkan cara memodifikasi

Tindakan yang diajarkan.

(8)

menit kunjungan, keluarga mampu memodifikasi lingkungan yang dapat mencegah penyakit Gizi Kurang.

lingkungan untuk mencegah Gizi Kurang yaitu : 1. Keadaan

rumah harus bersih

2. Ventilasi dan pencahayaan harus baik 3. Keadaan WC

harus bersih 4. Menggunakan

alat makan yang menarik 5. Makan sambil

cerita

1. Jelaskan

lingkungan yang sehat

2. Diskusikan dengan keluarga cara-cara untuk menata lingkungan agar lebih

menyenangkan.

2. Menganjurkan agar tidak membuang sampah di sungai 3. Berikan pujian ketika jawaban yang di utarakan tepat/benar.

4. Implementasi

Nama : An. M Umur : 9 Bulan Diagnosa : Gizi Kurang Alamat : Sidamulya

Tabel 4 Implementasi

No Tanggal Dx keperawatan Implementasi Paraf

(1) (2) (3) (4) (5)

1. 08-03-2017 Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan sehubungan dengan ketidak mampuan

keluarga dengan merawat anggota keluarga yang menderita gizi kurang.

TUK 1

Jam 10.00 WIB

a. Mengucapkan salam b. Memvalidasi keadaan

keluarga

c. Mengingatkan kontrak d. Mrnjelaskan tujuan T1 : Mengkaji tingkat

pengetahuan keluarga tentang gizi kurang.

R1 : Keluarga mengatakan belum memahami tentang gizi kurang.

T2 : Mendiskusikan dengan keluarga tentang pengertian gizi kurang.

R2 : keluarga mengatakan sudah sedikit paham bahwa gizi kurang adalah Kurangnya BB karena asupan nutrisi yang kurang sehingga

Maftuha

(9)

BB tidak sesuai dengan kebutuhan usia

Jam 10.20 WIB

T3: menjelaskan tentang penyebab gizi kurang R3: keluarga mampu

menyebutkan bahwa penyebab gizi kurang adalah karena

penyakit dan

kurangnya

pengetahuan keluarga T4: Mendiskusikan

dengan keluarga tentang tanda dan gejala gizi kurang.

R4: Keluarga mengerti tanda dan gejala kurang gizi.

Jam 10.30 WIB

T5 : Menjelaskan tentang cara pencegahan gizi kurang.

R5 : keluarga belum paham tentang cara pencegahan gizi kurang.

Jam : 10.50 WIB

T6 : menjelaskan kepada keluarga akibat dari gizi kurang

R6 : keluarga memahami akibat dari gizi kurang adalah Gangguan pertumbuhan, Mudah terkena penyakit, Berkurangnya daya fikir (kecedasan kurang)

T7 : berikan pujian atas jawaban dari pertanyaan yang diberikan

R7 : keluarga tamapak senang

2. 08-03-2017 TUK 3

Jam 11.00 WIB

Maftuha

(10)

T1 : Menjelaskan tentang cara perawatan gizi kurang.

R1 : Keluarga tidak mengerti cara perawatan gizi kurang.

Jam 11.10 WIB

T2 : Menganjurkan untuk memberi makanan yang Bergizi dan seimbang seperti makanan tinggi kalori, energi, protein R2 : Ny. M mengatakan

akan memberikan anaknya makanan yang bergizi.

Jam 11.10 WIB

T3: Menganjurkan keluarga untuk memberikan makanan tim yang bervariasi

R3 : Keluarga

mendengarkan anjuran untuk memberikan makanan tim yang bervariasi.

Jam 11.20 WIB

T4 : Memberikan pujian pada keluarga.

R4 : keluarga tampak senag diberikan pujian.

3. 08-03-2017 TUK 4

Jam 11.30 WIB T1 : Menjelaskan

lingkungan yang sehat

R1 : Keluarga mampu menyebutkan bahwa lingkungan yang

sehat adalah

lingkungan yang bersih, ventilasi dan pencahayaannya baik.

T2 : Diskusikan dengan

Maftuha

(11)

keluarga cara-cara

untuk menata

lingkungan agar lebih menyenangkan.

R2 : keluarga tidak tahu

cara menata

lingkungan yang menyenangkan.

T3 : Menganjurkan agar tidak membuang sampah di sungai R3 : Keluarga

mendengarkan anjuran untuk tidak membuang sampah disungai

T4 : Berikan pujian ketika jawaban yang di utarakan tepat/benar R4: keluarga tampak

senang.

5. Evaluasi

Nama : An.M Umur : 9 bulan Diagnosa : Gizi Kurang Alamat : Sidamulya

Tabel 5 Evaluasi No. Tanggal Dx

Keperawatan Evaluasi Paraf

(1) (2) (3) (4) (5)

1. 08-03-2017 Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan sehubungan dengan ketidak mampuan

keluarga dengan merawat anggota keluarga yang menderita gizi kurang.

TUK 1

Jam 10.00 WIB S :

- Keluarga menjawab salam

- Keluarga mengatakan sedikit paham tentang definisi gizi kurang.

- Keluarga mampu menyebutkan kembali sebagian tentang definisi gizi kurang.

O :

- Anak tampak rewel

- Anak terlihat kurus dan lemah - BB : 6 kg yang idealnya 9 kg.

- PB : 60 cm

- Lingkar kepala : 38 cm

Maftuha

(12)

- LILA : 10 cm

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan

2. 08-03-2017 TUK 3

Jam 11.00 WIB S :

- Keluarga tidak mengerti cara perawatan gizi kurang.

- Ny. M mengatakan anaknya makan 3x/hari dengan ½ porsi, kadang hanya 3-4 suap saja - Ny. M mengatakan anaknya

tidak diberikan susu formula hanya ASI saja tapi sedikit O :

- Anak tampak rewel

- Anak terlihat kurus dan lemah - BB : 6 kg yang idealnya 9 kg - PB : 60 cm

- Lingkar kepala : 38 cm - LILA : 10 cm

A: Masalah belum teratasi.

P : Intervensi dilanjutkan

Maftuha

3. 08-03-2017 TUK 4

Jam 11.30 WIB

S : Keluarga mengatakan belum paham tentang lingkungan yang sehat.

O :

- Keluarga terlihat menyimak penjelasan tentang

lingkungan yang sehat.

- Ventilasi dan pencahayaan kurang

- Jendela jarang dibuka - Lantai sedikit kotor A : Masalah belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan

Maftuha

B. Pembahasan

Setelah melakukan asuhan keperawatan pada keluarga Tn.S dengan gizi kurang pada An.M di desa sidamulya kecamatan astanajapura di wilayah kerja puskesmas sidamulya kabupaten cirebon, pada tanggal 06 maret sampai 11 maret 2017. Pada kesempatan ini penulis akan menguraikan pembahasan tentang asuhan keperawatan keluarga dengan gizi kurang.

(13)

Pada bagian pembahasan ini akan dibahas kesenjangan antara tinjauan teoritis dan tinjauan kasus secara sistematis sesuai dengan tahap-tahap proses keperawatan yaitu pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi.

1. Pengkajian

Pada tahap pengkajian penulis mengumpulkan data dengan menggunakan metode wawancara, observasi, pemeriksakan fisik kepada anggota keluarga serta data sekunder lainya. Unsur yang dikaji oleh penulis, yaitu mulai stuktur, sifat keluarga, tahap perkembangan keluarga, fungsi keluarga, serta harapan keluarga sampai dengan riwayat kesehatan keluarga.

Pengkajian adalah suatu tahapan dimana seorang perawat mengambil informasi secara terus – menerus terhadap anggota keluarga yang dibinanya.

Tahap pengkajian ini harus mencangkup semua anggota keluarga, sumber – sumber informasi atau data yang dibutuhkan dalam memberikan asuhan keperawatan ini diperoleh dengan menggunakan metode wawancara keluarga, observasi, pemeriksaan fisik anggota keluarga secara head to toe serta data sekunder baik dari kartu keluarga, kartu kesehatan/kartu berobat dan lain sebagainya.

Pengkajian pada keluarga Tn.S ditemukan satu masalah kesehatan pada salah satu anggota keluarga, yaitu An.M dengan gizi kurang, saat dikaji Ny.M mengatakan mengatakan An.M susah makan dan rewel, makan hanya sedikit ½ porsi 3x/hari kadang hanya 3-4 suap, An.M tidak diberikan susu formula karna masih diberikan ASI tapi ASI sedikit, BB An.M 6 kg, idealnya 9 kg, An.M tampak rewel, lemah, kurus, rambut tipis, ibu klien sudah mengetahui bahwa anaknya mengalami gizi kurang tpi ibu klien belum paham tentang pengertian dan cara merawat anak dengan gizi kurang. Sedangkan data pengkajian menurut teori: pertumbuhan anak menjadi terganggu, anak tidak tenang, rewel, apatis, pertumbuhan kulit dan rambut kepala tampak kusam, jarang dan berubah warna, adanya pembesaran hati, anemia, kelainan kimia darah.

Dari data diatas terdapat kesenjangan antara teori dan kasus yaitu: An.M tidak mengalami pembesaran hati, anemia, kelainan kimia darah hal itu disebabkan karena An.M merupakan mahluk yang unik yang memiliki kompensasi tubuh yang berbeda terhadap setiap penyakit, serta An.M telah mendapatkan pengobatan sehingga tanda dan gejala tersebut tidak dialami oleh An.M.

2. Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan yang muncul pada kasus keluarga Tn.S yaitu:

Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.

(14)

Diagnosa keperawatan merupakan kumpulan pernyataan, uraian dari hasil pengkajian dengan menunjukkan status kesehatan mulai dari potensial, resiko tinggi, sampai masalah aktual.

Diagnosa keperawatan berdasarkan teori yaitu:

a. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan

b. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan dalam melakukan tindakan yang tepat.

c. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit d. Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan

e. Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada.

Berdasarkan data diatas terdapat kesenjangan antara diagnosa di kasus dengan teori yaitu:ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan dalam melakukan tindakan yang tepat dan ketidakmampuan menggunakan sumber daya di masyarakat untuk memelihara kesehatan.

Diagnosa tersebut tidak muncul di kasus karena keluarga telah mengambil keputusan pada An.M untuk dibawa ke pelayanan kesehatan serta telah memanfaatkan pelayanan kesehatan yaitu puskesmas terdekat.

3. Perencanaan

Perencanaan keperawatan pada keluarga Tn.S dengan gizi kurang dengan diagnosa keperawatan gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan sehubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarganya, penulis merencanakan penyuluhan terdiri dari pengertian, penyebab, tanda &

gejala, pencegahan dan akibat gizi kurang, untuk melaksanakan tindakan keperawatan yang telah direncanakan banyak yang harus diperhatiakan mulai dari sumber daya, materi keluarga, sumber daya manusia, dan sarana prasarana yang ada dikeluarga.

Perencanaan merupakan kesimpulan tindakan yang ditentukan oleh perawat untuk dilaksanakan dalam menyelesaikan masalah kesehatan dan masalah/diagnosis keperawatan yang telah ditetapkan.

Pada tahap ini, penulis tidak menemui hambatan karena keluarga Tn.S bersedia dan mampu bekerjasama dalam memecahkan masalah kesehatan keluarganya, oleh karena itu penulis mampu menyusun rencana asuhan keperawatan sesuai dengan keperawatan keluarga Tn.S walaupun masih terdapat kesenjangan antara teori dan praktek. Perencanaan disusun dengan mempertimbangkan sumber daya manusia dan keluarga, sumberdaya materi, sarana dan prasarana, dan dukungan keluarga dari keterbatasan waktu yang disediakan.

4. Implementasi

Implementasi dilakukan dengan melibatkan keluarga Tn.S, Kegiatan diawali dengan kontrak waktu, penyampaian materi, tanya jawab dan evaluasi sesuai dari perencanaan yang sudah disepakati. Implementasi merupakan

(15)

perwujudan dari rencana keperawatan yang telah disusun pada tahap perencanaan.

Implementasi keperawatan keluarga adalah suatu proses aktualisasi rencana intervensi yang memanfaatkan berbagai sumber didalam keluarga dan mendirikan keluarga dalam bidang kesehatan.

Implementasi dilakukan dengan melibatkan keluarga pada tahap implementasi penulis melakukan tindakan keperawatan yaitu menjelaskan tentang gizi kurang yang dimulai dari pengertian, penyebab, tanda dan gejala, sampai dengan cara merawat anak dengan gizi kurang.

5. Evaluasi

Tahap evaluasi dilakukan pada akhir kegiatan pembelajaran atau penyuluhan bersama keluarga Tn.S yaitu secara subjektif dan objektif dengan mengajukan pertanyaan secara lisan diakhir penyuluhan serta memberikan reinforcement positif pada keluarga.

Pada tahap ini penulis mengacu pada evaluasi, yaitu 2 macam evaluasi, antara lain: evaluasi tindakan yang dilakukan setiap kali tindakan evalusai, catatan perkembangan, dalam pelaksanaan tindakan dapat tertasi dalam waktu singkat yaitu 6 kali karena ada beberapa faktor yang kurang mendukung sumberdaya manusia, sumberdaya keluarga, sumber dana dan rasarana, pengetahuan keluarga dan batasan waktu.

Evaluasi adalah proses untuk menilai keberhasilan keluarga dalam melaksanakan tugas kesehatan sehingga memiliki produktivitas yang tinggi dalam mengembangkan setiap anggota keluarga. Evaluasi dibagi menjadi evaluasi sumatif dan formatif. Evaluasi sumatif untuk menilai perubahan prilaku keluarga/evaluasi akhir, sedangkan evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan selama proses asuhan keperawatan.

Pada tahap ini penulis memfokuskan pada An.M yaitu dengan gizi kurang, tetapi penulis tetap melakukan evaluasi keperawatan untuk masalah gizi kurang pada keluarga karena merupakan asuhan keperawatan yang mencakup kesehatan seluruh anggota keluarga. Masalah kesehatan maupun masalah keperawatan belum teratasi secara maksimal dan penulis menindaklanjuti kepada pihak keluarga serta puskesmas untuk melanjutkan asuhan keperawatan kepada keluarga Tn.S dengan gizi kurang dengan harapan dapat meningkatkan status kesehatan keluarga Tn.S.

Kesimpulan

Angka kejadian gizi kurang di wilayah kerja Uptd puskesmas sidamulya kabupaten cirebon periode bulan september 2016 sampai februari 2017 yang berjumlah 209 jiwa. Penulis dapat memberikan dan menyelesaikan asuhan keperawatan pada salah satu keluarga Tn.S dengan gizi kurang pada An.M yang dilaksanakan pada tanggal 06- 11 maret 2017. Asuhan keperawatan ini bertujuan untuk membantu keluarga dalam memahami dan mengatasi masalah gizi kurang, perawatan atau pencegahan pada gizi

(16)

kurang serta meningkatkan derajat kesehatan yang optimal pada keluarga Tn.S khususnya.

Gizi kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurangan atau ketidakseimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, aktivitas berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan.

Asuhan keperawatan keluarga yang diberikan pada keluarga Tn.S di desa sidamulya pada single diagnosa yaitu gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah, merawat anggota yang sakit dengan gizi kurang, dan memodifikasi lingkungan yang sehat.

Asuhan keperawatana diberikan melalui proses keperawatan yan dimulai dari pengkajian sampai evaluasi.

Pada tahap pengkajian ini penulis menemukan satu masalah kesehatan pada salah satu anggota keluarga Tn.S yaitu An.M dengan gizi kurang, saat dikaji keadaan An.M berat badannya 6 kg yang idealya 9 kg. Ny.M mengatakan anaknya susah makan, dan rewel. An.M makan hanya ½ porsi 3x/hari, kadang An.M makan hanya 3-4 suap saja.

An.M tidak diberikan susu formula karna masih diberi ASI. Ibu klien sudah mengetahui bahwa An.M mengalami gizi kurang tapi ibu klien belum paham tentang pengertian dan cara merawat anak dengan gizi kurang, serta cara memodifikasi lingkungan yang sehat.

Tahap perencanaan meliputi beberapa hal diantaranya adalah menentukan sasaran dari rencana tindakan yang akan dilakukan, dalam hal ini intervensi keperawatan ditujukan kepada keluarga Tn.S secara keseluruhan terutama pada An.M dan keluarga yang tinggal serumah, bersama keluarga dalam memberikan perencanaan pada An.M dengan memperhatikan sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sarana dan prasarana dari keluarga.

Implementasi dilakukan dengan melibatkan keluarga. Kegiatan diawali dengan kontrak waktu, penyampaian materi, tanya jawab dan evaluasi sesuai dari perencanaan yang sudah disepakati. Implementasi dilakukan dalam bentuk penyuluhan, diskusi dan mengajukan pertanyaan melalui pendidikan kesehatan tentang gizi kurang yang terdiri dari pengertian, penyebab, tanda dan gejala, akibat serta cara pencegahan gizi kurang.

Tahap evaluasi meliputi mengkaji kemajuan status kesehatan keluarga, membandingkan respon keluarga dengan kriteria hasil dan menyimpulkan hasil kemajuan masalah dan kemajuan pencapaian tujuan dari perencanaan. Pada tahap evaluasi ini tidak semua dapat teratasi, karena keterbatasan waktu, hasil perkembangan yang dilakukan selama 5 hari ini Ny.M masih mengeluh An.M masih rewel, tapi An.M sudah mau makan sedikit demi sedikit, sehingga pemberian asuhan keperawatan ini akan di tindak lanjuti oleh pihak puskesmas sidamulya kabupaten cirebon.

(17)

Daftar Pustaka

Ali, Zaidin. (2009). Dasar-dasar dokumentasi keperawatan. Jakarta. EGC.

Asmadi, N. S. (2008). Konsep dasar keperawatan. EGC.

Ayu Komang. ( 2012). Teori dan Praktik Asuhan Keperawatan Komunitas, Jakarta:

EGC

Dion Yohanes dan Betan Yasinta. (2013). Asuhan Keperawatan Keluarga Konsep dan Praktik, Yogyakarta: Nuha Medika

Gibney J Michael, dkk. (2009). Gizi Kesehatan Masyaraka, Jakarta: EGC http://asuhankeperawatankesehatan.blogspot.com/2012/10/gizi-kurang.html http://biofarmasiumi.wordpress.com

http://ferryngongo.blogspot.co.id/2012/makalah-perbedaan-gizi-kurang-dan- gizi.html

http://healthreference-ilham.blogspot.com/2009/03/gizi-kurang.html http://khoirilumam.blogspot.com

http://kumpulanaskep-nhono.blogspot.co.id/2012/04/keperawatan-keluarga.html http://poetra1988.blogspot.com/2012/05/gizikurang.html

http://www.depkes.go.id/index.php?vwxny=2&co.id

Maryunani, Anik. (2010). Ilmu kesehatan anak dalam kebidanan. Jakarta: Trans Info Media.

Padila, P. (2012). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta: Nuha Medika.

Proverawati Atikah, Kusumawti Erna. (2010). Ilmu Gizi Untuk Keperawatan dan Gizi Kesehatan, Yogyakarta: Nuha medika

Salvino, Carmen. (2005, July 14). Polymer composition and method of rapid preparation in situ. Google Patents.

Setiawati Santun dan Deramawan Citra Agus. (2008). Penuntun Praktis Asuhan Keperawatan Keluarga, Jakarta: Trans Info Media

Sudiharto. ( 2007). Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Pendekatan Keperawatan Transkurtural, Jakarta: EGC

(18)

Syaifuddin. (2013). Anatomi Fisiologi, Jakarta: EGC

Wiarto Giri. ( 2014). Mengenal Fungsi Tubuh Manusia, Yogyakarta: Gosyen Publishing

Referensi

Dokumen terkait

Hasil : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari diagnosa yang muncul 3 yaitu : Hipertermi berhubungan dengan Proses penyakit, gangguan kebutuhan nutrisi:

Diagnosa Keperawatan 1; Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia (mual muntah).. Diagnosa Keperawatan 2; Konstipasi b/d imobilisi.

Diagnosa keperawatan yang muncul pada Ny.N yaitu perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yan tidak adekuat, gangguan volume cairan kurang

ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 berfokus pada mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi

Cirebon diprioritaskan kepada single diagnosa yaitu gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan sehubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga

Setelah dilakukan analisa data penulis mendapatkan prioritas masalah keperawatan dengan diagnosa keperawatan gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

38 BAB 3 TINJAUAN KASUS Untuk mendapatkan gambaran nyata tentang pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga pada pasien cva hemoragik dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas

Pengkajian pada Risiko Jatuh 2.4 Konsep Asuhan Keperawatan Asuhan keperawatan keluarga adalah suatu rangkaian kegiatan yang diberikan melalui praktik keperawatan kepada keluarga,