Askep
Askep Sirosis Sirosis Hepatis Hepatis aplikasi aplikasi Nanda Nanda NIC NIC NOC NOC merupmerupakan akan konskonsep ep asuhasuhanan keperawatan secara teoritis yang diberikan kepada pasien dengan masalah sirosis keperawatan secara teoritis yang diberikan kepada pasien dengan masalah sirosis hepatis. Pada konsep askep sirosis hepatis pada artikel ini menggunakan konsep hepatis. Pada konsep askep sirosis hepatis pada artikel ini menggunakan konsep Na
Nandnda a NINIC C NONOC C mulamulai i dadari ri pepengngkakajijianan, , didiagagnonose se kekepapararawawatatan, n, inintetervrvenensisi keperawatan menggunakan ilmu keperawatan Nanda NIC NOC.
keperawatan menggunakan ilmu keperawatan Nanda NIC NOC.
Sebelum kita bahas tentang skep sirosis hepatis secara lengkap, marilah kita pelajari dulu
Sebelum kita bahas tentang skep sirosis hepatis secara lengkap, marilah kita pelajari dulu
l
laappoorraan n ppeennddaahhuulluuaan n ssiirroossiis s hheeppaattiis s aaggaar r kkiitta a ttaahhu u aappa a iittu u ssiirroossiis s hheeppaattiiss..
DEFINISI SIROSIS HEPATIS DEFINISI SIROSIS HEPATIS
Sirosis !epatis "Sirosis !ati# adalah penyakit hati menahun yang di$us, ditandai Sirosis !epatis "Sirosis !ati# adalah penyakit hati menahun yang di$us, ditandai den
dengan gan adaadanynya a pempembenbentuktukan an jarijaringangan n disertdisertai ai nonoduldul. . %im%imulai ulai dendengan gan proprosesses per
peradadangangan, an, nenekrokrosis sis sel sel hahati ti yayang ng lualuas, s, pempembenbentuktukan an jarjaringingan an ikaikat t dan dan ususahaaha regenerasi nodul.
regenerasi nodul. Sir
Sirosiosis s !ep!epatiatis s "Sir"Sirosiosis s !at!ati# i# adadalaalah h penyapenyakit kit hathati i menmenahuahun n yanyang g di$di$us us ditditandandaiai dengan adanya pembentukan jaringan ikat disertai nodul. &iasanya dimulai dengan dengan adanya pembentukan jaringan ikat disertai nodul. &iasanya dimulai dengan adanya proses peradangan nekrosis sel hati yang luas, pembentukan jaringan ikat adanya proses peradangan nekrosis sel hati yang luas, pembentukan jaringan ikat dan usaha regenerasi nodul. %istorsi arsitektur hati akan menimbulkan perubahan dan usaha regenerasi nodul. %istorsi arsitektur hati akan menimbulkan perubahan sirkulasi mikro dan makro menjadi tidak teratur akibat penambahan jaringan ikat dan sirkulasi mikro dan makro menjadi tidak teratur akibat penambahan jaringan ikat dan nodul tersebut.
nodul tersebut. Sir
Sirosiosis s !ep!epatiatis s "Si"Sirosrosis is !at!ati# i# adaadalah lah penpenyayakit kit hathati i krokronis nis yayang ng tidtidak ak dikdiketaetahuhuii penyebabnya dengan pasti. 'elah diketahui bahwa penyakit ini merupakan stadium penyebabnya dengan pasti. 'elah diketahui bahwa penyakit ini merupakan stadium terakhir dari penyakit hati kronis dan
terakhir dari penyakit hati kronis dan terjadinya pengerasan dari hati.terjadinya pengerasan dari hati. KLASIFIKASI SIROSIS HEPATIS
KLASIFIKASI SIROSIS HEPATIS Secara klinis sirosis hepatis
Secara klinis sirosis hepatis dapat diklasi$ikasikan sebagai berikut(dapat diklasi$ikasikan sebagai berikut(
•
• Chirrosis hati kompensata, yang berarti belum adanya gejala klinis yang nChirrosis hati kompensata, yang berarti belum adanya gejala klinis yang nyatayata
•
• Chirrosis hati dekompensata yang ditandai gejala)gejala dan tanda Chirrosis hati dekompensata yang ditandai gejala)gejala dan tanda klinik yangklinik yang
jelas. jelas.
•
• Chirrosis hati kompensata merupakan kelanjutan dari proses hepatitis kronikChirrosis hati kompensata merupakan kelanjutan dari proses hepatitis kronik
da
dan n papada da sasatu tu tintingkat gkat tidtidak ak teterlirlihahat t perbperbededaaaanynya a sesecacara ra klklininisis, , hahanynya a dadapapatt dibedakan melalui biopsi hati.
dibedakan melalui biopsi hati.
PENYEBAB SIROSIS HEPATIS PENYEBAB SIROSIS HEPATIS
Penyebab sirosis hepatis tidak dapat dipastikan dengan secara pasti. kan tetapi Penyebab sirosis hepatis tidak dapat dipastikan dengan secara pasti. kan tetapi menurut para ahli ada tiga penyebab yang dianggap paling sering menyebabkan menurut para ahli ada tiga penyebab yang dianggap paling sering menyebabkan Chirrosis hepatis.
Chirrosis hepatis. Hepatitis virus Hepatitis virus
!epatitis virus terutama tipe & sering disebut sebagai salah satu penyebab chirrosis !epatitis virus terutama tipe & sering disebut sebagai salah satu penyebab chirrosis hati, apalagi setelah penemuan ustralian ntigen oleh &lumberg pada tahun hati, apalagi setelah penemuan ustralian ntigen oleh &lumberg pada tahun *+-dal
dalam am dardarah ah penpenderderita ita dendengan gan penpenyayakit kit hathati i krokronis nis , , makmaka a diddiduga uga memmempunpunyayaii peranan yang besar untuk terjadinya nekrosa sel hati sehingga terjadi chirrosisi.
peranan yang besar untuk terjadinya nekrosa sel hati sehingga terjadi chirrosisi. Se
Secacara ra klklininik ik tetelalah h didikekenanal l babahwhwa a hehepapatititis tis vivirurus s & & lelebih bih babanynyak ak memempmpununyayaii kecenderungan untuk lebih menetap dan memberi gejala sisa serta menunjukan kecenderungan untuk lebih menetap dan memberi gejala sisa serta menunjukan perjalanan yang kronis, bila
perjalanan yang kronis, bila dibandingkan dengan hepatitis virus dibandingkan dengan hepatitis virus Zat hepatotoksik atau Alkoholise
Zat hepatotoksik atau Alkoholise
&eberapa obat)obatan dan bahan kimia dapat menyebabkan terjadinya kerusakan &eberapa obat)obatan dan bahan kimia dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada sel hati secara akut dan kronis. erusakan hati akut akan berakibat nekrosis pada sel hati secara akut dan kronis. erusakan hati akut akan berakibat nekrosis atau degenerasi lemak, sedangkan kerusakan kronis akan berupa
atau degenerasi lemak, sedangkan kerusakan kronis akan berupa sirosis hati.sirosis hati.
/at hepatotoksik yang sering disebut)sebut ialah alcohol. Sirosis hepatis oleh karena /at hepatotoksik yang sering disebut)sebut ialah alcohol. Sirosis hepatis oleh karena alko
alkoholisholisme sangat jarang, namun peminum yang me sangat jarang, namun peminum yang bertabertahun)hun)tahun mungktahun mungkin dapatin dapat mengarah pada kerusakan parenkim hati.
mengarah pada kerusakan parenkim hati. Heokroatosis
Heokroatosis
&entuk chirrosis yang terjadi biasanya tipe portal. da dua kemungkinan timbulnya &entuk chirrosis yang terjadi biasanya tipe portal. da dua kemungkinan timbulnya hemokromatosis, yaitu(
hemokromatosis, yaitu(
•
• Sejak dilahirkan si penderita menghalami kenaikan absorpsi dari 0e.Sejak dilahirkan si penderita menghalami kenaikan absorpsi dari 0e.
•
• ememungungkinkinan an diddidapaapat t setsetelaelah h lahlahir ir "ac"ac1ui1uisitsita#, a#, mismisalnalnya ya dijdijumpumpai ai padpadaa
pe
pendndereritita a dedengngan an pepenynyakakit it hahati ti alalkokohoholilik. k. &e&ertrtamambabahnyhnya a absoabsorprpsi si dadari ri 0e0e,, kemungkinan menyebabkan timbulnya sirosis hati.
kemungkinan menyebabkan timbulnya sirosis hati.
PA
PATH!ATH!AY SIRY SIROSIOSIS S HEPATHEPATISIS TA
"e$ala Kli%is
2ejala chirrosis hati mirip dengan hepatitis, karena terjadi sama)sama di liver yang mulai rusak $ungsinya, yaitu( kelelahan, hilang na$su makan, mual)mual, badan lemah, kehilangan berat badan, nyeri lambung dan munculnya jaringan darah mirip laba)laba di kulit "spider angiomas#. Pada chirrosis terjadi kerusakan hati yang terus menerus dan terjadi regenerasi noduler serta plori$erasi jaringan ikat yang di$us. Ta%&a'Ta%&a Kli%is
'anda)tanda klinik yang dapat terjadi pada sirosis hepatis yaitu( Adanya ikterus (penguningan)
'imbulnya ikterus "penguningan # pada seseorang merupakan tanda bahwa ia sedang menderita penyakit hati. Penguningan pada kulit dan mata terjadi ketika liver sakit dan tidak bisa menyerap bilirubin. Ikterus dapat menjadi penunjuk beratnya kerusakan sel hati. Ikterus terjadi sedikitnya pada 3 4 penderita selama perjalanan penyakit
Timbulnya asites dan perut membesar
etika liver kehilangan kemampuannya membuat protein albumin, air menumpuk pada kaki "edema# dan abdomen "ascites#. 0aktor utama asites adalah peningkatan tekanan hidrostatik pada kapiler usus . 5dema umumnya timbul setelah timbulnya asites sebagai akibat dari hipoalbuminemia dan resistensi garam dan air.
Hati yang membesar (hepatomegaly)
Pembesaran hati dapat ke atas mendesak dia$ragma dan ke bawah. !ati membesar sekitar 6)7 cm, dengan konsistensi lembek dan menimbulkan rasa nyeri bila ditekan. Hipertensi portal
!ipertensi portal adalah peningkatan tekanan darah vena portal yang memetap di atas nilai normal. Penyebab hipertensi portal adalah peningkatan resistensi terhadap aliran darah melalui hati.
KO(PLIKASI SIROSIS HEPATIS
omplikasi yang dapat terjadi pada pasien sirosis hepatis antara lain( Perdarahan
Penyebab perdarahan saluran cerna yang paling sering dan berbahaya pada chirrosis hati adalah perdarahan akibat pecahnya varises eso$agus. Si$at perdarahan yang ditimbulkan ialah muntah darah atau hematemesis, biasanya mendadak tanpa didahului rasa nyeri. %arah yang keluar berwarna kehitam)hitaman dan tidak akan membeku karena sudah bercampur dengan asam lambung. Penyebab lain adalah tukak lambung dan tukak duodeni.
Koma hepatikum
'imbulnya koma hepatikum akibat dari $aal hati yang sudah sangat rusak, sehingga hati tidak dapat melakukan $ungsinya sama sekali. oma hepatikum mempunyai gejala karakteristik yaitu hilangnya kesadaran penderita.
oma hepatikum dibagi menjadi dua, yaitu( Pertama koma hepatikum primer, yaitu disebabkan oleh nekrosis hati yang meluas dan $ungsi vital terganggu seluruhnya, maka metabolism tidak dapat berjalan dengan sempurna. edua koma hepatikum sekunder, yaitu koma hepatikum yang timbul bukan karena kerusakan hati secara langsung, tetapi oleh sebab lain, antara lain karena perdarahan, akibat terapi terhadap asites, karena obat)obatan dan pengaruh substansia nitrogen.
lkus Peptikum
'imbulnya ulkus peptikum pada penderita Sirosis !epatis lebih besar bila dibandingkan dengan penderita normal. &eberapa kemungkinan disebutkan diantaranya ialah timbulnya hiperemi pada mukosa gaster dan duodenum, resistensi yang menurun pada mukosa, dan kemungkinan lain ialah timbulnya de$isiensi makanan
emungkinan timbulnya karsinoma pada Sirosis !epatis terutama pada bentuk postnekrotik ialah karena adanya hiperplasi noduler yang akan berubah menjadi adenomata multiple kemudian berubah menjadi karsinoma yang multiple
In!eksi
Setiap penurunan kondisi badan akan mudah kena in$eksi, termasuk juga penderita sirosis, kondisi badannya menurun. In$eksi yang sering timbul pada penderita sirosis, diantaranya adalah ( peritonitis, bronchopneumonia, pneumonia, tbc paru)paru, glomelurone$ritis kronik, pielone$ritis, sistitis, perikarditis, endokarditis, erysipelas maupun septikemi.
PE(ERIKSAAN PEN)N#AN" SIROSIS HEPATIS
Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa sirosis hepatis adalah sebagai berikut(
La*oratoriu rine
%alam urine terdapat urobilnogen juga terdapat bilirubin bila penderita ada ikterus. Pada penderita dengan asites , maka ekskresi Na dalam urine berkurang " urine kurang dari 8 me19l# menunjukkan kemungkinan telah terjadi syndrome hepatorenal. Tin"a#!eses
'erdapat kenaikan kadar sterkobilinogen. Pada penderita dengan ikterus, ekskresi pigmen empedu rendah. Sterkobilinogen yang tidak terserap oleh darah, di dalam usus akan diubah menjadi sterkobilin yaitu suatu pigmen yang menyebabkan tinja berwarna cokelat atau kehitaman.
$arah
&iasanya dijumpai normostik normokronik anemia yang ringan, kadang :kadang dalam bentuk makrositer yang disebabkan kekurangan asam $olik dan vitamin &*6 atau karena splenomegali. &ilamana penderita pernah mengalami perdarahan gastrointestinal maka baru akan terjadi hipokromik anemi. ;uga dijumpai likopeni bersamaan dengan adanya trombositopeni.
Penderita sirosis banyak mengalami gangguan tes $aal hati, lebih lagi penderita yang sudah disertai tanda)tanda hipertensi portal. Pada sirosis globulin menaik, sedangkan albumin menurun. Pada orang normal tiap hari akan diproduksi *3)* gr albumin, pada orang dengan sirosis hanya dapat disintesa antara 7,-)-,+ gr per hari.+ adar normal albumin dalam darah 7,-)-,3 g9d<7=. ;umlah albumin dan globulin yang masing)masing diukur melalui proses yang disebut elektro$oresis protein serum. Perbandingan normal albumin ( globulin adalah 6(* atau lebih. 7+ Selain itu, kadar asam empedu juga termasuk salah satu tes $aal hati yang peka untuk mendeteksi kelainan hati secara dini.
Sara%a Pe%u%$a%+ Dia+%ostik &adiologi
Pemeriksaan radiologi yang sering diman$aatkan ialah,( pemeriksaan $ototoraks, splenoportogra$i, Percutaneus 'ranshepatic Porthography "P'P#
ltrasonogra!i
>ltrasonogra$i ">S2# banyak diman$aatkan untuk mendeteksi kelaianan di hati, termasuk sirosi hati. 2ambaran >S2 tergantung pada tingkat berat ringannya penyakit. Pada tingkat permulaan sirosis akan tampak hati membesar, permulaan irregular, tepi hati tumpul, . Pada $ase lanjut terlihat perubahan gambar >S2, yaitu tampak penebalan permukaan hati yang irregular. Sebagian hati tampak membesar dan sebagian lagi dalam batas nomal.
Peritoneoskopi (laparoskopi)
Secara laparoskopi akan tampak jelas kelainan hati. Pada sirosis hati akan jelas kelihatan permukaan yang berbenjol)benjol berbentuk nodul yang besar atau kecil dan terdapatnya gambaran $ibrosis hati, tepi biasanya tumpul. Seringkali didapatkan pembesaran limpa.
PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan medis pada penderita sirosis hepatis adalah sebagai berikut(
• Istirahat di tempat tidur sampai terdapat perbaikan ikterus, asites, dan
demam.
• %iet rendah protein "diet hati III protein *gr9kg &&, -- gr protein, 6.333 kalori#.
&ila ada asites diberikan diet rendah garam II "33)=33 mg# atau III "*.333)6333 mg#. &ila proses tidak akti$ diperlukan diet tinggi kalori "6.333)7333 kalori# dan tinggi protein "=3)*6- gr9hari#. &ila ada tanda)tanda prekoma atau koma hepatikum, jumlah protein dalam makanan dihentikan "diet hati II# untuk kemudian diberikan kembali
sedikit demi sedikit sesuai toleransi dan kebutuhan tubuh. Pemberian protein yang melebihi kemampuan pasien atau meningginya hasil metabolisme protein, dalam darah viseral dapat mengakibatkan timbulnya koma hepatikum. %iet yang baik dengan protein yang cukup perlu diperhatikan.
• ?engatasi in$eksi dengan antibiotik diusahakan memakai obat)obatan yang
jelas tidak hepatotoksik.
• ?empebaiki keadaan gi@i bila perlu dengan pemberian asam amino esensial
berantai cabang dengan glukosa.
• Aoboransia. Bitamin & compleks. %ilarang makan dan minum bahan yang
mengandung alkohol.
ASKEP SIROSIS HEPATIS APLIKASI NANDA NIC NOC
>ntuk selanjutnya langsung saja saya paparkan bagaimana konsep Asuhan Keperawatan Sirosis Hepatis Menggunakan Aplikasi Nanda NIC NOC yang saya dapat dari literature)literatur.
I&e%titas Klie%
Silahkan masukkan identitas klien mulai dari nama, usia, jenis kelamin, pekerjaan, tempat tiinggal, dan lain)lain. Identitas klien disini dapat menjadi penunjang in$ormasi dalam memberikan asuhan keperawatan.
Keluha% )taa
keluhan utama pasien sirosis hepatis biasanya nyeri perut dan perut membesar. Ri,a-at pe%-akit asa lalu
Penyakit masa lalu seperti hepatitis, pericarditis, dan lain)lain. DATA FOK)S PEN"KA#IAN ASKEP
Akti'itas dan istirahat
kelemahan, kelelahan, terlalu lelah, letargi, penurunan massa otot9tonus. Sirkulasi
Aiwayat 2agal jantung koroner kronis, perikarditis, penyakit jantung, reumatik, kanker "mal$ungsi hati menimbulkan gagal hati#, %istrimia, bunyi jantung ekstra "S7, S8#.
liminasi
0latus, %istensi abdomen "hepatomegali, splenomegali, asites#, penurunan atau tidak ada bising usus, 0eces warna tanah liat, melena, urin gelap, pekat.
Nutrisi
noreksia, tidak toleran terhadap makanan9tidak dapat menerima, ?ual, muntah, Penurunan berat badan atau peningkatan cairan penggunaan jaringan, 5dema umum pada jaringan, ulit kering,'urgor buruk, Ikterik, angioma spider, Na$as berbau9$etor hepatikus, perdarahan gusi.
Neurosensori
Orang terdekat dapat melaporkan perubahan keperibadian, penurunan mental, perubahan mental, bingung halusinasi, koma bicara lambat9tak jelas.
Nyeri
Nyeri tekan abdomen9nyeri kuadran atas, Pruritus, Neuritis Peri$er, Perilaku berhati) hati9distraksi, 0okus pada diri sendiri.
&espirasi
%ispnea 'akipnea, pernapasan dangkal, bunyi napas tambahan, 5kspansi paru terbatas "asites#, !ipoksia
Keamanan
Pruritus, %emam "lebih umum pada sirosis alkoholik#, Ikterik, ekimosis, petekia. ngioma spider9teleangiektasis, eritema palmar.
Seksualitas
2angguan menstruasi9impoten, tro$i testis, ginekomastia, kehilangan rambut "dada, bawah lengan, pubis#.
PE(ERIKSAAN PEN)N#AN" YAN" DAPAT DI LAK)KAN )NT)K (EN)N#AN" DIA"NOSA SIROSIS HEPATIS
Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa sirosis hepatis adalah sebagai berikut(
La*oratoriu rine
%alam urine terdapat urobilnogen juga terdapat bilirubin bila penderita ada ikterus. Pada penderita dengan asites , maka ekskresi Na dalam urine berkurang " urine kurang dari 8 me19l# menunjukkan kemungkinan telah terjadi syndrome hepatorenal. Tin"a#!eses
'erdapat kenaikan kadar sterkobilinogen. Pada penderita dengan ikterus, ekskresi pigmen empedu rendah. Sterkobilinogen yang tidak terserap oleh darah, di dalam usus akan diubah menjadi sterkobilin yaitu suatu pigmen yang menyebabkan tinja berwarna cokelat atau kehitaman.
$arah
&iasanya dijumpai normostik normokronik anemia yang ringan, kadang :kadang dalam bentuk makrositer yang disebabkan kekurangan asam $olik dan vitamin &*6 atau karena splenomegali. &ilamana penderita pernah mengalami perdarahan gastrointestinal maka baru akan terjadi hipokromik anemi. ;uga dijumpai likopeni bersamaan dengan adanya trombositopeni.
Tes %ungsi Hati
Penderita sirosis banyak mengalami gangguan tes $aal hati, lebih lagi penderita yang sudah disertai tanda)tanda hipertensi portal. Pada sirosis globulin menaik, sedangkan albumin menurun. Pada orang normal tiap hari akan diproduksi *3)* gr albumin, pada orang dengan sirosis hanya dapat disintesa antara 7,-)-,+ gr per hari.+ adar normal albumin dalam darah 7,-)-,3 g9d<7=. ;umlah albumin dan globulin yang masing)masing diukur melalui proses yang disebut elektro$oresis protein serum. Perbandingan normal albumin ( globulin adalah 6(* atau lebih. 7+ Selain itu, kadar asam empedu juga termasuk salah satu tes $aal hati yang peka untuk mendeteksi kelainan hati secara dini.
Sara%a Pe%u%$a%+ Dia+%ostik &adiologi
Pemeriksaan radiologi yang sering diman$aatkan ialah,( pemeriksaan $ototoraks, splenoportogra$i, Percutaneus 'ranshepatic Porthography "P'P#
ltrasonogra!i
>ltrasonogra$i ">S2# banyak diman$aatkan untuk mendeteksi kelaianan di hati, termasuk sirosi hati. 2ambaran >S2 tergantung pada tingkat berat ringannya penyakit. Pada tingkat permulaan sirosis akan tampak hati membesar, permulaan irregular, tepi hati tumpul, . Pada $ase lanjut terlihat perubahan gambar >S2, yaitu tampak penebalan permukaan hati yang irregular. Sebagian hati tampak membesar dan sebagian lagi dalam batas nomal.
Peritoneoskopi (laparoskopi)
Secara laparoskopi akan tampak jelas kelainan hati. Pada sirosis hati akan jelas kelihatan permukaan yang berbenjol)benjol berbentuk nodul yang besar atau kecil dan terdapatnya gambaran $ibrosis hati, tepi biasanya tumpul. Seringkali didapatkan pembesaran limpa.
DIA"NOSE KEPERA!ATAN YAN" ()N"KIN DAPAT ()N.)L PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS
1. Nyeri kronis berhubungan dengan agen injuri biologi "hati yang membesar serta nyeri tekan dan asites#
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan dan penurunan berat badan
3. !ipertermia berhubungan dengan proses in$lamasi pada sirosis
4. etidakseimbangan nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia dan gangguan gastrointestinal.
5. Pola napas yang tidak e$ekti$ berhubungan dengan asites dan restriksi pengembangan toraks akibat aistes, distensi abdomen serta adanya cairan dalam rongga toraks
6. Aesiko cedera berhubungan dengan hipertensi portal, perubahan mekanisme pembekuan dan gangguan dalam proses detoksi$ikasi obat.
INTER/ENSI KEPERA!ATAN PADA PASIEN
N-eri kro%is *erhu*u%+a% &e%+a% a+e% i%$uri *iolo+i 0hati -a%+ e*esar serta %-eri teka% &a% asites1
Setelah diberikan perawatan pasien akan(
?emperlihatkan pengendaian nyeri, yang dibuktikan oleh indicator sebagai berikut( * tidak pernah 6 jarang 7 kadang)kadang 8 sering - selalu Indicator * 6 7 8
-?engenali awitan nyeri
?enggunakan tindakan pencegahan ?elaporkan nyeri dapat dikendaikan
?enunjukan tingkat nyeri, yang dibuktikan oleh indicator sebagai berikut( * sangat berat 6 berat 7 sedang 8 ringan - tidak ada Indicator * 6 7 8
-5kspresi nyeri pada wajah 2elisah atau ketegangan otot %urasi episode nyeri
?erintih dan menangis gelisah
• memperlihatkan teknik relaksasi secara individual yang e$ekti$ untuk
mencapai kenyamanan
• mempertahankan nyeri pada .atau kurang "dengan skala 3)*3# • melaporkan kesejahteraan $isik dan psikologis
• mengenali $actor penyebab dan menggunakan tindakan untuk memodi$ikasi
$actor tersebut
• melaporkan nyeri kepada pelayan kesehatan • melaporkan pola tidur yang baik
Inter'ensi keperaatan (NIC) Pengkajian
• 2unakan laporan dari pasien sendiri sebagai pilihan pertama untuk
• ?inta pasien untuk menilai nyeri dengan skala 3)*3.
• 2unakan bagan alir nyeri untuk mementau peredaan nyeri oleh analgesic dan
kemungkinan e$ek sampingnya
• aji dampak agama, budaya dan kepercayaan, dan lingkungan terhadap
nyeri dan respon pasien
• %alam mengkaji nyeri pasien, gunakan kata)kata yang sesuai usia dan tingkat
perkembangan pasien Manajemen nyeri:
• <akukan pengkajian nyeri secara komprehensi$ meliputi lokasi, karakteristik,
awitan dan durasi, $rekuensi, kualitas, intensitas atau keparahan nyeri dan $actor presipitasinya
• Observasi isyarat nonverbal ketidaknyamanan, khususnya pada mereka yang
tidak mampu berkomunikasi e$ekti$
Penyuluhan untuk pasien9keluarga
• Sertakan dalam instruksi pemulangan pasien obat khusus yang harus
diminum, $rekuensi, $rekuensi pemberian, kemungkinan e$ek samping, kemungkinan interaksi obat, kewaspadaan khusus saat mengkonsumsi obat tersebut dan nama orang yang harus dihubungi bila mengalami nyeri membandel.
• Instruksikan pasien untuk mengin$ormasikan pada perawat jika peredaan
nyeri tidak dapat dicapai
• In$ormasikan kepada pasien tentang prosedur yang dapat meningkatkan nyeri
dan tawarkan strategi koping yang ditawarkan
• Perbaiki kesalahan persepsi tentang analgesic narkotik atau oploid "resiko
ketergantungan atau overdosis# Manajemen nyeri:
• &erikan in$ormasi tentang nyeri, seperti penyebab nyeri, berapa lama akan
berlangsung, dan antisipasi ketidaknyamanan akibat prosedur
• jarkan penggunaan teknik non$armakologi "relaksasi, distraksi, terapi#
ktivitas kolaborati$
• elola nyeri pasca bedah awal dengan pemberian opiate yang terjadwal
"missal, setiap 8 jam selama 7 jam# atau PC Manajemen nyeri:
• 2unakan tindakan pengendalian nyeri sebelum nyeri menjadi lebih berat
• <aporkan kepada dokter jika tindakan tidak berhasil atau jika keluhan saat ini
merupakan perubahan yang bermakna dari pengalaman nyeri pasien dimasa lalu
Perawatan dirumah
• jarkan klien dan keluarga untuk meman$aatkan teknologi yang diperlukan
dalam pemberian obat
I%tolera%si aktivitas *erhu*u%+a% &e%+a% kelelaha% &a% pe%uru%a% *erat *a&a%
Tu"uan dan kriteria hasil (NOC)
Setelah diberikan perawatan pasien akan menunjukkan(
?entoleransi aktivitas yang bisasa dilakukan, yang dibuktikan oleh toleransi aktivitas, ketahanan, penghematan energy, kebugaran $isik, energy psikomotorik, dan perawatan diri, %<.
?enunjukkan toleransi aktivitas, yang dibuktikan oleh indicator sebagai berikut( * gangguan eksterm
6 berat 7 sedang 8 ringan
- tidak ada gangguan
Indikator * 6 7 8
-Saturasi oksigen saat beraktivitas
0rekuensi pernapasan saat beraktivitas
emampuan untuk
berbicara saat beraktivitas $isik
?endemonstrasikan penghematan energy, yang dibuktikan oleh indicator sebagai berikut( * tidak pernah 6 jarang 7 kadang)kadang 8 sering - selalu Indikator * 6 7 8
-?enyadari keterbatasan energy ?enyeimbangkan aktivitas dan
istirahat
?engatur jadwal aktivitas untuk menghemat energy
Inter'ensi keperaatan (NIC) Pengkajian
• aji tingkat kemampuan pasien untuk berpindah dari tempat tidur, berdiri,
ambulasi, dan melakukan %<
• aji respon emosi, sosial dan spiritual terhadap aktivitas
• 5valuasi motivasi dan keinginan pasien untuk meningkatkan aktivitas
Manajemen energy (NIC):
• 'entukan penyebab keletihan
• Pantau respon kardiorespiratori terhadap aktivitas • Pantau respon oksigen pasien terhadap aktivitas
• Pantau respon nutrisi untuk memastikan sumber)sumber energy yang
adekuat
• Pantau dan dokumentasikan pola tidur pasien dan lamanya waktu tidur dalam
jam
Penyuluhan untuk pasien dan keluarga
• Instruksikan pada pasien dan keluarga untuk(
• Penggunaan teknik napas terkontrol selama aktivitas, jika perlu
• ?engenali tanda dan gejala intoleransi aktivitas, termasuk kondisi yang perlu
dilaporkan ke dokter
• Pentingnya nutrisi yang baik
• Penggunaan peralatan seperti oksigen saat aktivitas • Penggunaan tehnik relaksasi selama aktivitas
• %ampak intoleransi aktivitas terhadap tanggung jawab peran dalam keluarga • 'indakan untuk menghemat energy
Manajemen energy (NIC):
• jarkan pada pasien dan orang terdekat tentang teknik perawatan diri yang
akan meminimakan konsumsi oksigen
• jarkan tentang pengaturan aktivitas dan teknik manajemen waktu untuk
mencegah kelelahan ktivitas kolaborati$
• &erikan pengobatan nyeri sebelum aktivitas, apabila nyeri merupakan salah
satu penyebab
• olaborasikan dengan ahli terapi okupasi, $isik atau rekreasi untuk
merencanakan dan memantau program aktivitas, jika perlu.
• >ntuk pasien yang mengalami sakit jiwa, rujuk kelayanan kesehatan jiwa
dirumah
• Aujuk pasien kepelayanan kesehatan rumah untuk mendapatkan pelayanan
bantuan perawtan rumah, jika perlu
• Aujuk pasien keahli gi@i untuk perencanaan diet
• Aujuk pasien kepusat rehabilitasi jantung jika keletihan berhubungan dengan
penyakit jantung ktivitas lain
• !indari menjadwalkan pelaksanaan aktivitas perawatan selama periode
istirahat
• &antu pasien untuk mengubah posisi secara berkala, jika perlu • Pantau tanda)tanda vital sebelum, selama dan sesudah aktivitas
• Aencanakan aktivitas bersama pasien secara terjadwal antar istirahat dan
latihan
Manajemen energy (NIC);
• &antu pasien untuk mengidenti$ikasi pilihan aktivitas
• Aencanakan aktivitas pada periode saat pasien memiliki energy paling
banyak
• &antu pasien untuk aktivitas $isik teratur
• &antu rangsangan lingkungan untuk relaksasi
• &antu pasien untuk melakukan pemantauan mandiri dengan membuat dan
menggunakan dokumentasi tertulis untuk mencatat asupan kalori dan energy Perawatan dirumah
• 5valuasi kondisi rumah yang dapat menyebabkan intoleransi aktivitas • aji kebutuhan terhadap alat bantu, oksigen dan lain sebagainga dirumah
Hiperteria *erhu*u%+a% &e%+a% proses i%2laasi pa&a sirosis Tu"uan dan kriteria hasil (NOC)
Setelah diberikan perawatan pasien akan menunjukkan termoregulasi yang dibuktikan oleh indicator sebagai berikut(
* ganguan eksterm 6 berat
7 sedang 8 ringan
- tidak ada gangguan
Indicator * 6 7 8
-Peningkatan suhu kulit !ipertermia
%ehidrasi ?engantuk
&erkeringat saat panas %enyut nadi radialis 0rekuensi pernapasan
Inter'ensi Keperaatan (NIC)
&aca juga aktivitas keperawatan untuk Dresiko ketidakseimbangan suhu tubuhE Pengkajian
• Pantau aktivitas kejang
• Pantau hidrasi "turgor kulit, kelembaban membrane mukosa# • Pantau td, nadi dan pernapasan
• aji ketepatan jenis pakaian yang digunakan sesuai dengan suhu lingkungan
Untuk pasien bedah:
• %apatkan riwayat hipertermi maligma, kematian akibat anastesi, atau demam
pasca bedah pada indivudu atau keluarga
• Pantau tanda hipertermi maligna
Regulasi suhu:
• Pantau suhu minima setiap dua jam sesuai dengan kebutuhan • Pasang alat pantau suhu inti tubuh kontinuou, jika perlu
Penyuluhan untuk pasien dan keluarga
• jarkan pasien dan keluarga dalam mengukur suhu untuk mencegah dan
mengenali secara dini hipertermi
• Aegulasi suhu "nic#F ajarkan indikasi keletihan akibat panas dan tindakan
kedaruratan yang diperlukan , jika perlu Aktivitas klabrati! regulasi suhu:
• &erikan obat antipiretik, jika perlu • 2unakan matras dingin dan mandi air
• !angat untuk mengatasi gangguan suhu tubuh jika perlu
ktivitas lain
• <epaskan pakaian yang berlebihan dan tutupi pasien dengan selimut saja • 2unakan waslap dingin di aksila, kening, tengkuk dan lipat paha
• njurkan asupan cairan oral, sedikitnya 6 liter sehari dengan tambahan cairan
selama aktivitas berlebihan atau aktivitas dalam cuaca panas
• 2unakan kipas yang berputar diruangan pasien • 2unakan selimut pendingin
Untuk hipertermi maligna:
• <akukan perawatan kedaruratan sesuai dengan protocol
• Sediakan peralatan kedaruratan diarea operasi sesuai dengan protocol
Perawatan dirumah
• &anyak intervensi diatas sesuai diterapkan untuk perawatan dirumah • jarkan pasien dan keluarga cara menggunakan thermometer
• aji suhu lingkungan rumah, bantu untuk mendapatkan kipas angina tau ac
jika perlu
Keti&aksei*a%+a% %utrisi3 kura%+ &ari ke*utuha% tu*uh *erhu*u%+a% &e%+a% a%oreksia &a% +a%++ua% +astroi%testi%al4
Setelah diberikan perawatan pasien akan menunjukkan(
?emperlihatkan status gi@i( asupan makanan dan cairan, yang dibuktikan oleh indicator sebagai berikut(
*. 'idak adekua 6. Sedikit adekuat 7. Cukup adekuat 8. dekuat -. Sangat adekuat Indicator * 6 7 8
-?akanan oral, pemberian makanan lewat selang, atau nutrisi parenteral total
supan cairan oral atau IB
• ?empertahankan berat badan. g ata bertambahkg pada.."tglnya# • ?enjelaskan komponen gi@i adekuat
• ?engungkapkan tekad untuk mematuhi diet • ?enoleransi diet yang dianjurkan
• ?empertahankan masa tubuh dan berat badan dalam batas normal • ?emiliki nilai laboratorium dalam batas normal
• ?elaporkan tingkat energy yang adekuat
Inter'ensi keperaatan (NIC)
I%terve%si u%tuk seua keti&aksei*a%+a% %utrisi5 Pengkajian
• 'entukan motivasi pasien untuk mengubah kebiasaan makan
• Pantau nilai laboratotium, khususnya trans$erin, albumin, dan elektrolit
Manajemen nutrisi:
• etahui makanan kesukaan pasien
• 'entukan kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi • Pantau kandungan nutrisi dan kalori pada catatan asupan
Penyuluhan untuk pasien9keluarga
• jarkan metode untuk perencanaan makan
• jarkan pasien dan keluarga tentang makanan yang beri@i dan tidak mahal • ?anajemen nutrisi( berikan in$ormasi yang tepat tentang kebutuhan nutrisi
dan bagaimana memenuhinya ktivitas kolaborati$
• %iskusikan dengan ahli gi@i dalam menentukan kebutuhan protein pasien
yang mengalami ketidakadekuatak asupan protein
• %iskusikan dengan dokter kebutuhan stimulasi na$su makan, makanan
lengkap, pemberian makanan melaui selang, atau nutrisi parenteral total agar asupan kalori yang adekuat dapat dipertahankan
• Aujuk kedokter untuk menentukan penyebab gangguan nutrisi
• Aujuk ke program gi@i dikomunitas yang tepat jika pasien tidak dapat
memenuhi asupan nutrisiyang adekuat
• ?anajemen nutrisiF tentukan dengan melakukan kolaborasi dengan ahli gi@i
jika diperlukan jumlah kalori, dan jenis @at gi@i yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
ktivitas lain
• &uat perencanaan makan sesuai dengan selera pasien
• %ukung anggota keluarga untuk membawa makanan kesukaan pasienG • Suapi pasien jika perlu
• ?anajemen nutrisi( berikan pasien minuman dan kudapan bergi@i tinggi
protein, tinggi kaori yang siap dikonsumsi dan ajarkan pasien tentang cara membuat jadwal makan jika perlu
Itulah Askep Sirosis Hepatis Aplikasi Nanda NIC NOC mudah)mudahan dapat berman$aat bagi anda.
Su*er5
Sumber( ;udith ?. Hilkinson dan Nancy A. hern. Buku Saku DIAGNOSIS KEPERAWATAN Diagnosis NANDA, Intervensi NIC, Kriteria hasil NOC Eisi !. lih &ahasa Ns. 5sti Hahuningsih, S.ep dan Ns. %wi Hidiarti, S,ep. 52C.
;akarta.
https(99banyumasperawat.wordpress.com9633+939669$orm)pengkajian)*7)domain) nanda9 di edit oleh admin portalperawat.com