• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM AKUNTANSI PENGELOLAAN KAS DAN PIUTANG TERINTEGRASI DENGAN PERSEDIAAN METODE LIFO BERBASIS WEB PADA CV SERASI BANJARMASIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROGRAM AKUNTANSI PENGELOLAAN KAS DAN PIUTANG TERINTEGRASI DENGAN PERSEDIAAN METODE LIFO BERBASIS WEB PADA CV SERASI BANJARMASIN"

Copied!
120
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM AKUNTANSI PENGELOLAAN KAS DAN

PIUTANG TERINTEGRASI DENGAN PERSEDIAAN

METODE LIFO BERBASIS WEB PADA CV SERASI

BANJARMASIN

TUGAS AKHIR:

Diajukan sebagai Salah Satu Persyaratan untuk Memperolaeh Gelar

Ahli Madya pada Program Studi Komputerisasi Akuntansi

Oleh :

NONI AULIA

D020316018

PROGRAM STUDI KOMPUTERISASI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI

POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN 2019

(2)
(3)
(4)
(5)

iv

PERNYATAAN KEASLIAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Tugas Akhir ini merupakan hasil penelitian yang telah saya lakukan. Segala kutipan dan bantuan dari berbagai sumber telah diungkapkan sebagaimana mestinya. Tugas Akhir ini belum pernah dipublikasikan untuk keperluan lain oleh siapapun juga.

Apabila dikemudian hari ternyata pernyataan saya ini tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi hukum dari ketidakbenaran pernyataan tersebut. Saya memberikan hak sepenuhnya bagi Jurusan Politeknik Negeri Banjarmasin untuk minimal membatalkan Tugas Akhir saya.

Banjarmasin, Juli 2019 Yang Membuat Pernyataan

Noni Aulia NIM D020316018

(6)

v

MOTTO /

“Badai mungkin telah berlalu.

Tapi bekas dan ingatannya akan tetap melekat. Ini bukan badai pertamaku, bukan pula yang terakhir.

Tapi ku bangga pada diriku, pada teman-temanku, pada keluargaku, dan para pengajarku, karna bersama mereka ku membangun tembok pertahananku. Aku percaya orang-orang yang bersamaku saat ini adalah orang-orang hebat yang

siap menerima badai selanjutnya.

Dan siap menerima pelangi terindah dikehidupannya

Hadapilah badaimu, jalanilah, mungkin menyakitkan untukmu, tapi yakinlah akan ada jalan indah setelahnya.”

(7)

vi

ABSTRAK

NONI AULIA / D020316018 / 2019 / PROGRAM AKUNTANSI PENGELOLAAN KAS DAN PIUTANG TERINTEGERASI DENGAN PERSEDIAAN METODE LIFO BERBASIS WEB PADA CV SERASI BANJARMASIN / Program Akuntansi /Pengelolaan Kas / dan Piutang/ CV SERASI Banjarmasin.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Akuntansi pengelolaan kas dari penjualan tunai dan kredit yang tepat pada CV SERASI Banjarmasin sesuai dengan standar yang berlaku, serta merancang dan membangunprogram aplikasi akuntansi pengelolaan kas dan piutang.

Kerangka teoritis adalah menganalisis Sistem Akuntansi yang berjalan pada perusahaan, yaitu dengan menganalisis informasi yang diperlukan manajemen, fungsi yang terkait, jaringan prosedur, dokumen dan catatan akuntansi yang digunakan, bagan alir dokumen (flowchart), dan sistem pengendalian intern yang berjalan. Aplikasi program yang dikembangkan langkah pertama yang dilakukan dengan relasi antar tabel, mendesain interface, mendesain keluaran.

Hasil dari penelitian ini adalah bahwa perusahaan sudah menggunakan nota penjualan namun nota penjualan belum memuat no urut tercetak. Penulis menyarankan untuk menggunakan program aplikasi Pengelolaan Kas dan Piutang berbasis WEB agar dapat membantu perusahaan untuk mencatat transaksi pengelolaan kas dan piutang secara efisien danefektif.

Kata Kunci : Sistem Akuntansi, Sistem Akuntansi Pengelolaan Kas dan Piutang, Program Aplikasi Pengelolaan Kas dan Piutang Berbasis WEB

(8)

vii

ABSTARCK

NONI AULIA / D020316018 / 2019 / ACCOUNTING PROGRAM FOR CASH MANAGEMENT AND INTEGRATED RECEIVABLES WITH WEB-BASED LIFO METHODS IN CV SERASI BANJARMASIN/ SERASI Accounting / Cash Care and Receivables / CV Program Banjarmasin.

The purpose of this study was to study the accounting for cash management and the right sales in the CV SERASI Banjarmasin in accordance with applicable standards, and to complete and create an accounting application program for cash and receivables management.

The thinking framework is analyzing the accounting system that runs on the company, namely by analyzing information needed by management, related functions, network procedures, accounting documents and records used, flowchart, and internal connection systems that are running. The application program that was developed in the first step was done with relations between tables, designing interfaces, designing outputs.

The results of this study are companies that have used it the sales note has not been printed yet. Author It is questionable to use the WEB-based Cash and Receivables Management application program in order to help companies to record cash and receivable management transactions efficiently and effectively. Keywords: Accounting System, Cash Management and Accounts Receivable

Accounting System, WEB-based Cash and Receivables Management Application Program

(9)

viii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “Program Akuntansi Pengelolaan Kas dan Piutang

Terintegrasi dengan Persediaan Barang Dagangan Metode LIFO Berbasis WEB Pada CV Serasi Banjarmasin”. Penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir

ini berkat bimbingan dan bantuan dari segala pihak, baik materil maupun non materil. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Orang tua serta keluarga yang telah mendidik, memberikan bimbingan dan dukungan serta selalu mendoakan yang terbaik untuk penulis terhadap penulisan tugas akhir ini.

2. Bapak Joni Riadi, SST, MT M,Sc selaku Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin.

3. Ibu Andriani, SE, MM, M.Sc, selaku Ketua Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Banjarmasin.

4. Bapak Hendra Sunarya M.Sc selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis sampai selesainya Tugas Akhir ini.

5. Ibu Monika Handayani, SE, Ak, MM, CA CSRs selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis sampai selesainya Tugas Akhir ini.

6. Seluruh Dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Banjarmasin yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada penulis selama masa perkuliahan di Politeknik Negeri Banjarmasin.

7. Bapak H. Muhammad Zainal Abidin selaku Pimpinan CV SERASI Banjarmasin yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian di CV SERASI Banjarmasin.

(10)

ix

8. Teman – teman penulis Dea Safitri, Khairunnisa, Heldatun Ni’mah, Dinah Aulia Putri yang telah memberikan motivasi, saran dan rasa persahabatan yang besar kepada penulis selama penyelesaian Tugas Akhir ini.

9. Seluruh teman – teman penulis khususnya kelas A Kompak angkatan 2016 komputerisasi akuntansi, terima kasih atas semua persahabatan yang telah kita jalani selama ini, semoga persahabatan kita semua akan terus terjalin selamanya.

10. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terimakasih untuk semuanya

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tugas akhir ini masih banyak terdapat kekurangan. Untuk itu segala kritik dan saran yang sifatnya

membangun akan penulis terima dengan senang hati. Harapan penulis semoga tugas akhir ini bermanfaat dan berguna bagi pihak yang membutuhkannya.

Banjarmasin Juli 2019

(11)

x

DAFTAR ISI

Halaman Sampul ... i

Halaman Judul ... ii

Halaman Persetujuan ... iii

Halaman Pengesahan ... iv

Halaman Pernyataan Keaslian ... v

Halaman Motto ... vi

Halaman Persembahan ... vii

Abstrak ... viii

Abstract ... ix

Kata Pengantar ... x

Daftar Isi ... xi

Daftar Tabel ... xiii

Daftar Gambar ... xiv

Daftar Lampiran ... xvi

BAB I : PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Permasalahan ... 3 C. Rumusan Masalah ... 3 D. Tujuan Penelitian ... 3 E. Manfaat Penelitian ... 4

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA ... 5

A. Landasan Teori ... 5

1. Akuntansi Kas dan Piutang ... 5

2. Akuntansi Pengelolaan Kas dan Piutang ... 6

3. Bagan Alir Dokumen ... 18

4. Aplikasi Berbasis WEB ... 21

5. Entity Relation Diagram ... 22

6. Pemrograman PHP ... 22

7. HTML ... 23

8. CSS ... 23

B. Hasil Penelitian Terdahulu ... 24

BAB III : METODE PENELITIAN ... 28

A. Jenis Penelitian ... 28

B. Variabel Penelitian ... 28

(12)

xi

2. Pengelolaan Piutang ... 30

3. Sistem Akuntansi Kas dan Piutang ... 30

4. Membangun SIA Kas dan Piutang ... 31

C. Jenis dan Sumber Data ... 31

1. Jenis Data... 31

2. Sumber Data yang Digunakan ... 32

D. Metode Pengumpulan Data ... 33

1. Wawancara ... 33

2. Dokumentasi ... 33

E. Teknik Analisis Data ... 33

3. Analisis Sistem yang Berjalan ... 34

4. Desain yang disarankan ... 34

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 38

A. Hasil Penelitian ... 38

1. Gambaran Umum Perusahaan ... 38

2. Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai ... 41

B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 38

1. Analisis Permasalahan ... 38

2. Alternatif Pemeahan Masalah... 60

BAB V : SIMPULAN DAN SARAN ... 88

A. Simpulan ... 88

B. Saran ... 90

DAFTAR PUSTAKA ... 94

(13)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Simbol Bagan Alir ... 19

Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu ... 25

Tabel 4.1 Fungsi Yang Terkait ... 47

(14)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Siklus Penerimaan Kas ... 8

Gambar 2.2 ERP Untuk Mendukung Siklus Pengeluaran ... 11

Gambar 2.3 Tampilan Info PHP ... 23

Gambar2.4 Tmpilan MySQL Server melalui PHP MyAdmin ... 24

Gambar 4.1 Nota Penjualan ... 44

Gambar 4.2 Laporan Kas Harian ... 45

Gambar 4.3 Laporan Penjualan Tunai ( yang disarankan) ... 63

Gambar 4.4 Laporan Penjualan Pertanggal (yang Disarankan) ... 63

Gambar 4.5 Laporan Penerimaan Kas (yang disarankan) ... 64

Gambar 4.6 Laporan Rekap Penjualan Harian (yang disarankan) ... 65

Gambar 4.7 Laporan Penjualan Kredit (yang disarankan) ... 68

Gambar 4.8 Laporan Pengeluaran kas ... 69

Gambar 4.9 Kartu Analisa Umur Piutang ... 69

Gambar 4.10 Daftar Tabel Database ... 74

Gambar 4.11 Form Login ... 80

Gambar 4.12 Master Data Daftar barang ... 80

Gambar 4.13 Master Data Edit, detai Hapus, Barang ... 81

Gambar 4.14 Form Penjualan Barang ... 81

(15)

xiv

Gambar 4.16 Daftar Piutang ... 83

Gambar 4.17 Form Pembayaran Piutang ... 83

Gambar 4.18 Form Pengeluaran Kas ... 84

Gambar 4.19 Daftar Transaksi Penjualan ... 85

Gambar 4.20 Contoh Laporan Penjualan barang ... 85

Gambar 4.21 Form Pilih Tanggal Laporan ... 86

Gambar 4.22 Contoh Cetak Laporan ... 86

Gambar 4.23 Daftar Pegawai ... 87

Gambar 4.24 Form Tambah Pegawai ... 87

(16)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

1. Surat Balasan Ijin Penelitian Perusahaan Terkait

2. Surat Keterangan Tempat Usaha

3. Lembar Bimbingan Tugas Akhir (Pembimbing 1)

4. Lembar Bimbingan Tugas Akhir (Pembimbing 2)

5. Lembar Saran Anggota Penguji 1 Tugas Akhir

6. Lembar Saran Anggota Penguji 2 Tugas Akhir

7. Denah Perusahaan

8. Surat Pernyataan Penyerahan Karya Tugas Akhir ke Objek Penelitian

9. Surat Validasi Draft Jurnal Tugas Akhir

(17)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan teknologi saat ini sangat diperlukan untuk menunjang berbagai kebutuhan ekonomi, adanya teknologi dalam proses perekonomian mampu membantu sebuah usaha maupun instansi dapat bersaing dan bertahan dalam perkembangan ekonomi masyarakat.

Salah satu teknologi yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha maupun instansi adalah dalam bentuk program aplikasi akuntansi. Program aplikasi akuntansi dapat mempermudah kegiatan keuangan pada sebuah perusahaan. Program aplikasi akuntansi yang paling mendasar dan sangat diperlukan adalah program aplikasi pengelolaan kas dan piutang yang terintegrasi persediaan barang dagang. program aplikasi ini dapat membantu menghasilkan suatu informasi mengenai penerimaan kas yang berasal dari penjualan tunai serta piutang yang terjadi dalam satu periode, dan besarnya pengeluaran kas untuk pembelian barang dagang yang mempengaruhi pergerakan stok dan harga pokok persediaan barang dagang, serta transaksi pengurangan piutang untuk berbagai kegiatan yang terjadi dalam suatu periode tertentu. Aplikasi ini berfungsi sebagai alat bantu dalam koordinasi dan evaluasi kegiatan pengelolaan kas dan piutang yang dapat berpengaruh pada kegiatan usaha serta laba yang diperoleh perusahaan baik itu perusahaan dagang, jasa, maupun perusahaan industri. Berbagai kegiatan usaha yang memerlukan adanya program aplikasi akuntansi untuk mempermudah proses pelaporan data keuangan perusahaan yang akurat sangat beragam dan luas, salah satunya adalah toko bangunan CV SERASI.

CV SERASI adalah salah satu toko bangunan yang bergerak dalam bidang penjualan dan pemasok untuk berbagai toko bangunan lainnya yang

(18)

ada di Banjarmasin. CV SERASI menjual berbagai alat dan bahan bangunan

dengan harga dan kualitas yang bervariasi seusai dengan kebutuhan masyarakat. CV SERASI sendiri merupakan salah satu usaha yang memerlukan adanya inovasi teknologi dalam penanganan keuangan dan akuntansinya. Teknologi ini diperlukan karena CV SERASI masih melakukan pencatatan dan pelaporan dengan menggunakan pencatatan buku. Perlunya inovasi teknologi pada CV SERASI untuk menghindari terjadinya kekeliruan dalam informasi yang diinputkan dan dihasilkan, untuk mengurangi adanya kesalahan informasi dan manipulasi data yang terjadi karena adanya isu atau masalah pada akurasi informasi.

Penanganan akuntansi dalam bidang pengelolaan kas dan piutang pada CV SERASI sendiri tidak menggunakan program aplikasi khusus, dan menggunakan pencatatan semi-manual, dimana memungkinkan terjadinya kesalahan penginputan dan kurang akuratnya data yang dihasilkan, selain itu dalam pencatatan buku memerlukan adanya penginputan kembali untuk menghasilkan laporan mengenai pengelolaan kas dan piutang, yang mengurangi efektivitas waktu yang dipakai.

Penggunaan komputer dan program aplikasi khusus dalam mengolah data akan lebih membantu kegiatan karena sifatnya yang otomatis akan mempermudah dan menghemat waktu serta membuat data lebih akurat. Beda halnya jika pencatatan dilakukan secara semi-manual. Pencatatan secara semi-manual memiliki kelemahan dalam pelaksanaan, yaitu memerlukan tenaga dan waktu yang lebih banyak. Berdasarkan permasalahan di atas maka sangat dibutuhkan sebuah program aplikasi yang dapat menghasilkan sebuah laporan keuangan yang memudahkan pengelola keuangan untuk memberikan informasi mengenai pengendalian keuangan. Ada banyak sekali alternatif pemrograman yang bisa dirancang dan digunakan untuk membantu mempermudah kegiatan, salah satunya adalah Pemrograman PHP.

(19)

Kelebihan dari Pemrograman PHP antara lain bahasa pemrograman yang digunakan sederhana, pemrograman PHP sangat popular sehingga banyak sumber-sumber yang dapat digunakan sebagai sarana belajar, dan perintah-perintah dalam bahasa pemrograman PHP sangat komplit sehingga bisa dengan mudah membuat sebuah program. Selain itu pemrograman PHP bersifat web, dimana penyimpanan yang dilakukan di web, dan menguragi terjadinya kehilangan data akibat kerusakan komputer.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik mengangkat judul “Program Aplikasi Pengelolaan Kas dan Piutang Terintegrasi dengan Persediaan Barang Dagang Berbasis Web Pada CV SERASI Banjarmasin”.

B. Permasalahan

Permasalahan yang dihadapai oleh CV SERASI adalah no nota yang tidak tertulis secara otomati, sehingga memungkinkan terjadinya penomoran ganda atau penomoran terlewat, selain itu pelaporan kas dan piutang yang dilakukan oleh CV SERASI masih terbilang minim dan pelaporan piutang yang kurang terperinci.

Batasan masalah dalam penulisan ini adalah terbatas pada pembahasan pengelolaan kas dan piutang dari penjualan tunai dan kredit yang dilakukan oleh CV SERASI, untuk menghasilkan laporan keuangan berupa laporan penambahan dan laporan pengurangan kas serta pengelolaan terhadap piutang. Berdasarkan data transaksi pengelolaan kas dan piutang dari penjualan dan pembelian tunai maupun kredit yang terjadi pada CV SERASI.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan penelitian ini sebagai berikut :

1. Bagaimana akuntansi pengelolaan kas dan piutang pada CV SERASI ? 2. Bagaimana membangun program aplikasi pengelolaan kas dan piutang terintegrasi persediaan barang dagang berbasis web pada CV SERASI?

(20)

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui bagaiman akuntansi pengelolaan kas dan piutang pada CV SERASI.

2. Untuk mengetahui bagaimana program aplikasi pengelolaan kas terintegrasi persediaan barang dagang berbasis WEB pada CV SERASI Banjarmasin ?

E. Kegunaan Penelitian

Sejalan dengan penelitian di atas, kegunaan penelitian ini adalah :

1. Bagi penulis

Penelitian ini sebagai syarat untuk memperoleh gelar Amd, juga dapat menambah pengalaman, wawasan, dan pengetahuan bagi penulis, khususnya mengenai komputerisasi akuntansi dengan merancang sebuah program aplikasi pengelolaan kas dan piutang berbasis komputer. Penulis juga dapat lebih memahami pengelolaan kas dan piutang yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi di lapangan.

2. Bagi CV SERASI

Program aplikasi yang disarankan penulis dapat memudahkan karyawan dan pencatatan transaksi, pengolahan data, dan pembuatan laporan pengeluaran dan pemasukan kas serta piutang, dan bagi pemilik dapat sebagai informasi untuk mengetahui jumlah kas yang dimiliki dan piutangnya.

3. Bagi Politeknik Negeri Banjarmasin

Dapat menjadi referensi dan memberikan informasi bagi para pembaca untuk memahami tentang rancang bangun sistem pengelolaan kas dan piutang berbasis komputer.

(21)

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Akuntansi Kas dan Piutang a. Pengertian Kas

Menurut Martani dkk (2012:180) Kas merupakan aset sebuah perusahaan yang dapat dipergunakan untuk kegiatan operasional yang ada pada perusahaan. Kas merupakan aset yang paling likuid karena dapat digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan. Tidak ada standar akuntansi khusus terkait dengan kas namun secara umum dibahas dalam standar tentang instrumen keuangan

b. Pengertian Piutang

Piutang merupakan salah satu dari aset lancar yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Secara umum piutang dapat diartikan sebagi sebuah kewajiban yang ditanggung oleh pihak ketiga atau sebagai pihak yang memiliki hutang yang memiliki kewajiban membayar kepada pemberi hutang.

Sedangkan Sari (2015) menjelaskan pengertian sistem akuntansi penerimaan kas sebagai suatu jaringan prosedur yang tersusun yang terjadi atas adanya transaksi penerimaan kas dari piutang dan menghasilkan informasi sebagai pertimbangan pengambilan keputusan.

Pada umumnya piutang terjadi karena adanya transaksi penjualan barang atupun jasa oleh perusahaan, dimana pembayaran dilakukan setelah tanggal transaksi jual beli.

Jenis Piutang

(22)

6

Piutang usaha adalah suatu jumlah pembelian kredit dari pelanggan. Piutang timbul sebagai akibat dari penjualan barang atau jasa. Piutang ini biasanya diperkirakan akan tertagih dalam waktu 30-60 hari. Secara umum, jenis piutang ini merupakan piutang terbesar yang dimiliki perusahaan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan piutang usaha sebagai pembahasan, karena tempat usaha penelitian hanya menerima jenis piutang usaha dan tidak dengan yang lainnya.

b) Wesel Tagih

Wesel Tagih adalah surat formal yang dikeluarkan sebagai penagihan utang yang dikeluarkan antara 60-90 atau lebih laman setelah tanggal pembelian yang mewajibkan debitor membayar utang beserta bunga.

c) Piutang Lain-Lain

Piutang lain-lain mencakup selain piutang dagang. Contohnya piutang bunga, piutang gaji, uang muka karyawan, dan restitusi pajak. Secara umum bukan berasal dari kegiatan operasional perusahaan. Oleh karena itu, piutang jenis ini diklasifikasikan dan dilaporkan pada bagian yang secara terpisah di neraca.

2. Akuntansi Pengelolaan Kas dan Piutang

Akuntansi pengelolaan kas dan piutang terdiri dari penerimaan dan pengeluaran kas serta pengelolaan piutang usaha, yang menangani suatu peristiwa atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya penambahan dan pengurangan uang dalam kas yang berasal dari penjualan tunai maupan kredit yang melibatkan bagian-bagian yang saling berkaitan satu sama yang lain. Berikut ini diuraikan lebih lanjut mengenai sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas yang berasal dari penjualan tunai dan kredit.

(23)

a. Sistem Akuntansi Penerimaan Kas

Penerimaan kas adalah kas yang diterima perusahaan baik yang berupa uang tunai maupun surat-surat berharga yang mempunyai sifat dapat segara digunakan, yang berasal dari transaksi perusahaan maupun penjualan tunai, pelunasan piutang, atau transaksi lainnya yang dapat menambah kas perusahaan. Menurut Mulyadi (2016) penerimaan kas terbesar didapatkan dari penjualan tunai

Perputaran kas yang masuk diperusahaan berasal dari berbagai sumber, salah satunya adalah penjualan yang dilakukan secara kredit atau tunai. Semua transaksi peneriman kas yang terjadi diperusahaan harus dibuat bukti secara resmi dan ditanda tangani oleh pihak yang berwenang. Hal ini diperlukan untuk menghindari adanya kecurangan dalam penerimaan kas yang terjadi pada perusahaan.

Romney (2014:414) menjelaskan bahwa penerimaan kas pada perusahaan memiliki empat tahap utama yaitu:

1) Entri Pesanan Penjualan 2) Pengiriman

3) Penagihan 4) Penerimaan Kas

(24)

Gambar 2.1. Siklus Penerimaan Kas

Sumber : Marshal B. Romney, Sistem Informasi Akuntansi, 2014

a) Unsur Pengendalian Intern

Unsur pengendalian intern yang seharusnya ada dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai antara lain menurut Mulyadi (2016 : 393 )

(1) Organisasi

Dalam merancang organisasi yang berkaitan dengan sistem penerimaan kas dari penjualan tunai, unsur pokok pengendalian intern dijabarkan sebagai berikut :

(a) Fungsi penjualan harus terpisah dengan fungi kas. Pemisahan ini mengakibatkan setiap penerimaan kas dari penjualan tunai dilaksanakan oleh dua fungsi yang saling mengecek. Penerimaan kas dilakukan oleh bagian kasa akan dicek kebenarannya oleh bagian order penjualan.

(25)

(b) Fungsi kas harus terpisah dengan fungsi akuntansi. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kekayaan perusahaan dan menjamin ketelitian dan keandalan data akuntansi. dengan kata lain, suatu sistem yang menggabungkan fungsi akuntansi dengan kedua fungsi pokok yang lain (c) Transaksi penjualan tunai dilaksanakan oleh fungsi

penjualan, fungsi kas, fungsi pengiriman dan fungsi akuntansi. Tidak ada transaksi penjualan tunai yang dilaksanakan secara lengkap hanya oleh satu fungsi tersebut. Dengan dilaksanakannya pengecekan intern pekerjaan setiap fungsi tersebut oleh fungsi yang lain.

(2) Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan

(a) Menerima order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan dengan menggunakan formulir faktur penjualan tunai. Faktur penjualan tunai harus diotorisasi oleh fungsi penjualan agar menjadi dokumen yang sahih, yang dapat digunakan sebagai dasar bagi fungsi pengiriman untuk menyerahkan barang kepada pembeli setelah harga barang dibayar oleh pembeli tersebut, serta sebagai dokumen sumber untuk pencatatan dalam catatan akuntansi.

(b) Penerimaan kas diotorisasi oleh fungsi penerimaan kas dengan cara membubuhakan cap “Lunas” pada faktur penjualan tunai dan penempelan pita register kas pada faktur tersebut.

(c) Penjualan dengan kartu kredit bank didahului dengan otorisasi dari bank penerbit kartu kredit. Masalah yang dihadapi oleh merchant dalam penjualan dengan kartu kredit dari Bank adalah penurunan bonafiditas pemegang kartu kredit dalam sistem yang online.

(26)

(d) Penyerahan barang diotorisasi oleh fungsi pengiriman dengan cara membubuhkan cap “sudah diserahkan” pada faktur penjualan tunai.

(e) Pencatatan ke dalam catatan akuntansi harus didasarkan atas dokumen sumber yang dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap.

Catatan informasi yang berasal dari dokumen sumber yang sahih. Kesahihan dokumen sumber dibuktikan dengan dilampirkannya dokumen pendukung yang lengkap, yang telah diotorisasi oleh pejabat yang berwenang.

(f) Pencatatan ke dalam catatan akuntansi harus dilakukan oleh karyawan yang diberi wewenang untuk itu.

(3) Praktik yang Sehat

(a) Faktur penjualan tunai bernomor urut cetak dan pemakaiannya dipertaggungjawabkan oleh fungsi penjualan. (b) Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai disetorkan

seluruhnya ke bank pada hari yang sama dengan transaksi penjualan tunai atau hari kerja berikutnya.

(c) Perhitungan saldo kas yang ada di tangan fungsi kas secara periodik dan secara mendadak oleh fungsi pemeriksaan intern.

b. Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas

Esteria dkk (2016) menjelaskan sistem akuntansi penerimaan kas sebagai sebuah kesatuan yang melibatkan berbagai bagian, formulir, catatan, prosedure, dan alat- alat yang saling berkaitan yang digunakan perusahaan unutuk menangani pengeluaran kas.

Menurut Romney (2014:465) Sistem informasi pengeluaran kas untuk pembelian barang di bagi menjadi 4 bagian utama yaitu :

1. Memesan bahan baku,perlengkapan, dan jasa. 2. Menerima bahan baku, perlengkapan dan jasa

(27)

3. Menyetujui faktur pemasok. 4. Pengeluaran Kas

Gambar 2.2. ERP untuk mendukung Siklus Pengeluaran

Sumber : Marshal B. Romney, Sistem Informasi Akuntansi, 2014

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem akuntansi pengeluaran kas adalah pencatatan dan laporan yang telah terorganisir dalam bentuk formulir, untuk mempermudah proses kegiatan pengeluaran kas oleh perusahaan.

a) Sistem Pengendalian Internal (1) Organisasi

(a) Fungsi penyimpanan kas harus terpisah dari fungsi akuntansi.

(b) Transaksi penerimaan dan pengeluaran kas tidak boleh dilaksanakan sendiri oleh bagian kas sejak awal sampai akhir, tanpa campur tangan dari fungsi yang lain. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan

(28)

(c) Pengeluaran kas harus mendapat otorisasi dari pejabat yang berwewenang

(d) Pembukaan dan penutupan rekening bank harus mendapatkan persetujuan dari pejabat yang berwewenang. (e) Pencatatan dalam jurnal pengeluaran kas (atau dalam

metode pencatatan tertentu dalam register cek) harus didasarkan bukti kas keluar yang telah mendapat otorisasi dari pejabat yang berwewenang dan yang dilampiri dengan dokumen mendukung yang lengkap.

(2) Praktek yang Sehat

(a) Saldo kas yang ada di tangan harus dilindungi dari kemungkinan pencurian atau penggunaan yang tidak semestinya.

(b) Dokumen dasar dan dokumen pendukung transaksi pengeluaran kas harus dibubuhi cap “lunas” oleh Bagian Kas setelah transaksi pengeluaran kas dilakukan.

(c) Penggunaan rekening koran bank yang merupakan informasi dari pihak ketiga, untuk mengecek ketelitian catatan kas oleh fungsi pemeriksa intern yang merupakan fungsi yang tidak terlibat dalam pencatatan dan penyimpanan kas.

(d) Semua pengeluaran kas harus dilakukan dengan cek atas nama perusahaan penerima pembayaran atau dengan pemindah bukuan.

(e) Jika pengeluaran kas hanya menyangkut jumlah yang kecil, pengeluaran ini dilakukan sistem akuntansi pengeluaran kas melalui dana kas kecil, yang akuntansinya diselenggarakan dengan imprest sistem. (f) Secara periodik diadakan pencocokan jumlah fisik kas

yang ada di tangan dengan jumlah kas menurut catatan akuntansi.

(29)

(g) Kas yang ada di tangan dan kas yang ada di perjalanan di asuransikan dari kerugian.

(h) Kasir diasuransikan

(i) Kasir dilengkapi dengan alat-alat yang mencegah terjadinya pencurian terhadap kas yang ada di tangan (misalnya mesin register kas, almari besi, dan strong

room).

(j) Semua nomor cek harus dipertanggungjawabkan oleh Bagian Kas. (Mulyadi, 1993 : 519-520)

c. Sistem Akuntansi Pengelolaan Piutang

1) Prosedur Piutang

Menurut Baridwan (2009:145) menjelaskan bahwa prosedure piutang dimulai dengan diterimanya tembusan faktur penjualan dan diakhiri dengan dibuatnya surat pernyataan piutang dan daftar analisa piutang.

Informasi mengenai piutang yang dilaporkan kepada manajemen adalah:

a) Saldo piutang pada saat tertentu kepada setiap debitur.

b) Riwayat pelunasaan piutang yang dilakukan oleh setiap debitur c) Umur piutang kepada setiap debitur pada saat tertentu

Dalam akuntansi piutang, secara periodik dihasilkan pernyataan piutang yang dikirimkan kepada setiap debitur. Pernyataan piutang ini merupakan unsur pengendalian intern yang baik dalam pencatatan piutang, dengan mengirimkan secara periodik pernyataan piutang kepada setiap debitur. Untuk mengetahui status piutang dan kemungkinan tertagih dan tidaknya piutang, secara periodik fungsi pencatatan piutang menyajikan informasi umur piutang setiap debitur kepada manajer keungan. Daftar umur piutang ini merupakan laporan yang dihasilkan dari kartu piutang.

(30)

2) Dokumen yang digunakan

Menurut Baridwan (2009:146) dokumen pokok yang digunakan sebagai dasar pencatatan kedalam kartu piutang adalah:

a) Faktur Penjualan, digunakan sebagai media untuk posting buku pembantu piutang di sebelah debit.

b) Memo Kredit, digunakan sebagai media untuk posting ke buku pembantu piutang di sebelah kredit yang timbul karena adanya barang-barang yang dikembalikan oleh pembeli.

c) Bukti Kas Masuk, untuk mengkredit piutang yang berasal dari pelunasan oleh langganan.

3) Catatan Akuntansi

Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi yang menyangkut piutang menurut Mulyadi (2016:209) dan dilaksanakan oleh CV SERASI adalah:

a) Jurnal Penjualan

Catatan ini digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang dari transaksi penjualan kredit.

b) Jurnal Penerimaan Kas

Catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang dari transaksi penerimaan kas dari debitur.

4) Pengukuran/ Penilaian Piutang Usaha

Piutang usaha dilaporkan sebagai nilai realisasi bersih (net

realisable value) yaitu nilai kas yang diharapkan akan diterima

seperti yang diungkapkan oleh Baridwan (2004:125), penilaian piutang sebagai berikut :

“Piutang termasuk dalam komponen aktiva lancar. dalam hubungannya dalam penyajian piutang didalam neraca digunakan dasar pengakuan nilai realisasi atau penyelesauan. Dasar pengukuran ini mengatur bahwa piutang dinyatakan sesuai bruto tagihan dikurangi taksiran jumlah yang tidak dapat diterima”.

(31)

a) Piutang Usaha Tak Ter Tagih

Penjualan atas dasar selain penjualan tunai beresiko menimbulkan kegagalan untuk menagih piutang. Kerugian pendapatan dan penurunan laba diakui dengan mencatat beban piutang ragu-ragu (beban piutang tak tertagih).

Ada 3 cara untuk menaksirkan besarnya cadangan penghapusan piutang :

(1) Menggunakan analisis umur piutang

(2) Taksiran dari saldo akhir piutang dalam neraca (3) Taksiran dalam jumlah selama satu periode

Dalam penelitian ini, tempat objek penelitian tidak menggunakan satupun metode perhitungan piutang tak tertagih seperti diatas, namun dalam pengembangannya penulis akan menggunakan analisis umur piutang, untuk mempermudah pengawasan dan pengecekan secara real time tanpa menunggu laporan neraca dan jumlah taksiran selama satu periode.

Prosedur pencatatan piutang tak tertagih ada 2 cara yaitu : (1) Metode penghapusan langsung

Metode penghapusan langsung mencatat piutang tak tertagih ketika debitur sudah tidak mungkin lagi membayar utangnya.

(2) Metode penyisihan

Suatu estimasi dibuat menyangkut perkiraan piutang tak tertagih dari semua penjualan kredit atau dari total piutang yang beredar.

5) Sistem Pengendalian Internal

Pada prinsipnya sistem pengendalian harus

meminimalkan dan mendeteksi serta memperbaiki kesalahan ketika terjadi. Pelaksanaan sistem pengendalian intern untuk piutang harus menghasilkan suatu kepastian bahwa semua

(32)

transaksi piutang telah dibukukan dan dapat dipertanggung jawabkan.

Pengendalian intern terhadap piutang dimulai dari penerimaan order penjualan terus ke persetujuan atas order, persetujuan pemberian kredit, pengiriman barang, pembuatan faktur, verifikasi faktur, pembukuan piutang, penagihan piutang, yang akhirnya akan mempengaruhi saldo kas atau bank. Dalam hal ini harus diperhatikan pula retur penjualan secara periodik harus dibuat perincian piutang menurut golongan usianya untuk menentukan tindakan apa yang perlu dilakukan dan menilai apakah bagian kredit dan bagian inkaso telah bekerja dengan efisien.

Adapun sistem pengendalian intern atas piutang secara keseluruhan antara lain sebagai berikut :

 Memisahkan fungsi pegawai atau bagian yang menangani

transaksi penjualan (operasi) dari “ Fungsi Akuntansi Untuk Piutang “

 Pegawai yang menangani akuntansi piutang, harus

dipisahkan dari fungsi penerimaan hasil tagihan piutang

 Semua transaksi pemberian kredit, pemberian potongan

dan penghapusan piutang, harus mendapatkan persetujuan dari pejabat yang berwenang.

 Piutang harus dicatat dalam buku-buku tambahan piutang .

 Perusahaan harus membuat daftar piutang berdasarkan

umurnya.

d. Persediaan Barang Dagang

Karongkong dkk (2018:48) menyatakan dalam jurnal penelitiannya. Persediaan merupakan barang yang disimpan untuk digunakan nanti atau dijual pada masa tertentu tergantung pada permintaan yang ada atau akan dijual pada periode yang akan

(33)

datang. Persediaan terdiri dari persediaan barang baku, persediaan barang setengah proses produksi, sedangkan persediaan jadi atau barang dagangan disimpan sebelum dijualatau dipasarkan.

1) Sistem Pencatatan Persediaan

Dalam pelaporan, masalah akuntansi persediaan dapat diselenggarakan dengan menggunakan metode pencatatan dan metode penilaian. Metode pencatatan berkaitan dengan prosedur perekaman kuantitas dan mutasi masuk dan keluar, serta saldo persediaan. Sementara metode penilaian berkaitan dengan prosedur alokasi harga perolehan persediaan sebagai nilai persediaan akhir dan pembebanannya sebagai harga pokok penjualan. Dua metode pencatatan persediaan yang lazim digunakan adalah (a) metode fisik, dan (b) metodeperpetual. 2) Metode Penilaian Persediaan

Ada beberapa macam metode penilaian persediaan yang umum digunakan, yaitu : Alokasi harga pokok, masuk pertama keluar pertama (FIFO), masuk terakhir keluar pertama (LIFO), dan

a) Metode rata-rata (Average).

Alokasi Harga. Pada metode ini, biaya dapat dialokasikan pada barang yang terjual selama periode berjalan dan ke barang yang ada di tanggal pada akhir periode berdasarkan biaya aktual dari unit tersebut. Metode ini diperlukan untuk mengidentifikasi biaya historis dari unit persediaan. Dengan mengidentifikasi khusus, arus biaya yang di catat disesuaikan dengan arus fisikbarang. b) Metode Masuk Pertama Keluar Pertama Metode masuk

pertama keluar pertama (FIFO).

Dibuat dengan asumsi bahwa barang yang pertama dibeli, barang itu pula yang terlebih dahulu dikeluarkan jika terjadi penjualan. Tetapi dalam akuntansi persediaan, yang

(34)

diperhitungakan sebagai unsur masuk dan keluar tersebut buka fisik tetapi nilai perolehan persediaannya. Untuk menilai barang yang paling terdahulu pembeliannya, dari sekian banyak yang masih ada digudang. Nilai persediaan barang yang masih ada digudang diambil dari harga beli barang yangterakhir dibeli. Metode Masuk Terakhir Keluar c) PertamaMetode Masuk Terakhir Keluar Pertama (LIFO)

Metode ini merupakan kebalikan dari metode FIFO. Dalam metode ini nilai persediaan akhir diambil dari harga barang yang lebih dahulu dibeli. Nilai harga pokok penjualan diambil dari hasil perhitungan atau akumulasi harga beli barang yang terakhir dibeli. Seperti halnya metode FIFO, metode ini juga dapat dibuat dalam metode fisik dan metode perpetual. Dalam penelitian ini metode lifo adalah metode yang akan digunakan dalam pengembangan, hal ini dilakukan untuk menyesuaikan keperluan objek penelitian

3. Bagan Alir Dokumen

Menurut Yakub (2012:162), “Bagan alir (flowchart) adalah bagan yang menggambarkan urutan instruksi proses dan hubungan satu proses dengan proses lainnya menggunakan simbol-simbol tertentu. Bagan alir digunakan sebagai alat bantu komunikasi dan dokumentasi.” Sistem akuntansi dapat dijelaskan dengan menggunakan bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut dengan bagan alir formulir (form

flowchart) atau paperwork. Bagan alir dokumen ini menggunakan

simbol-simbol yang sama dengan yang digunakan didalam bagan alir sistem. Adapun simbol-simbol yang digunakan dalam bagan alir dokumen sebagai berikut :

(35)

Tabel 2.1 Simbol Bagan Alir 1

Dokumen

simbol ini menunjukan semua jenis dokumen yang merupakan formulir untuk menyimpan data terjadinya suatu transaksi. Dalam memberikan nama dokumen maka dicantumkan di tengah simbol.

2

Dokumen Dan Tembusannya

menunjukkan gambaran suatu

dokumen asli beserta tembusannya. Dan dalam dalam mencantumkan

nomor lembar pada dokumen

diletakan di sisi kanan atas.

3

Berbagai Dokumen

digunakan untuk semua jenis dokumen yang akan digabungkan. Dalam setiap simbol dicantumkan

nama dokumen, dan dalam

mencantumkan nomor lembar

dokumen posisinya di sudut kanan atas.

4

On-Page Connector

Simbol ini digunakan untuk

menghubungkan bagan alir yang terpisah karena keterbatasan ruang, namun masih dalam halaman yang sama.

(36)

5

Different Page Connector

Simbol ini digunakan untuk

menghubungkan bagan alir yang terpisah karena keterbatasan ruang, namun masih dalam halaman yang berbeda.

6

Kegiatan Manual

Simbol diatas berfungsi untuk menunjukkan suatu kegiatan manual. Contoh kegiatan manual yaitu:

1. Menerima order dari konsumen

2. Mengisi formulir

7

Arsip Sementara

Simbol ini memiliki fungsi dalam menunjukan lokasi penyimpanan dokumen, misalnya seperti lemari arsip dan kotak arsip. dimana dokumen tersebut dakan digunakan untuk pengolahan lebih lanjut mengenai data dokumen di masa depan. Agar mengurutkan arsip dokumen diperlukan simbol yaitu sebagai berikut:

A=Menurut abjad B=Menurut nomer urut

T=Kronologis menurut tanggal 8

Arsip Permanen

Simbol ini memiliki fungsi dalam menggambarkan arsip permanen. Arsip permanen adalah lokasi dimana suatu dokumen tersimpan

(37)

dan sistem tidak memprosesnya lagi.

9

Teminal

Simbol diatas berguna dalam penggambaran suatu sistem dari awal sampai akhir.

10

Keputusan

Simbol ini berguna dalam

menggambarkan suatu keputusan yang wajib dibuat atas proses

pengolahan data yang telah

dilakukan. Keputusan tersebut ditulis dalam sebuah simbol.

11

Keterangan dan komentar

Simbol diatas merupakan simbol yang menggambarkan keterangan atau suatu pesan atau komentar yang disampaikan oleh ahli sistem dalam bagan alir.

12

Garis alir

Simbol diatas menunjukan arah proses pengolahan data. Anak panah akan dicantumkan apabila arus dokumen mengalir ke atas atau ke kiri.

4. Aplikasi berbasis web

Aplikasi berbasis web sebuah aplikasi yang dapat diakses melalui internet dan pada sekarang ini ternyata lebih banyak dan lebih luas pemakaiannya. Banyak dari perusahaan-perusahaan berkembang yang menggunakan aplikasi berbasis web dalam merencanakan sumber daya mereka dan untuk mengelola perusahaan mereka.

(38)

Aplikasi berbasis web dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan yang berbeda. Sebagai contoh, aplikasi berbasis web dapat digunakan untuk pelaporan akuntansi perusahaan dengan sistem penyimpanan data pada database, dan juga membantu mengatur mengawasi persediaan barang dagangan sebuah perusahaan.

Selain itu aplikasi berbasis web sangat ringan dan dapat diakses dengan cepat dengan adanya koneksi internet, sehingga tidak membatasi pengguna untuk menggunakan berbagai perangkat seperti smartphone, tablet dan PC untuk dapat mengakses data, dan tanpa perlu adanya proses penginstalan.

5. Entity Relationship Diagram (ERD)

Salah satu tools diagram yang digunakan untuk memodelkan konseptual (abstraksi) data adalah Entity Relationship Diagram (ERD). Diagram ini sangat populer dan banyak digunakan oleh para pengembang sistem dalam memodelkan data. ERD merupakan tools yang digunakan untuk memodelkan struktur data dengan menggambarkan entitas dan hubungan antara entitas (relationship) secara abstrak (konseptual).

fungsi utama ERD yaitu :

1. Sebagai alat untuk memodelkan hasil dari analisis data. 2. Sebagai alat untuk memodelkan data konseptual.

3. Sebagai alat untuk memodelkan objek-objek dalam suatu sistem (dasar dari objek diagram/class diagram) Sri Mulyani (2016:100)

6. Pemrograman PHP

Sidik (2012:4) memberikan pendapat bahwa PHP merupakan bahasa pemrograman script yang membuat dokumen HTML yang dibuat dengan menggunakan editor teks, atau editor HTML. Berikut tampilan laman info PHP.

(39)

Gambar 2. 3 Tampilan Info PHP Sumber : PHP Website, 2019

7. HTML

Ariona (2013:10) menjelaskan HTML sebagai singakatan dari

Hypertext Markup Languange yang artinya bahasa markup atau penanda

yang berbasis text.

Adapun hal yang bisa dilakukan dengan HTML, yaitu: a) Mengatur tampilan dari halaman web dan isinya.

1. Membuat tabel dalam halaman web.

2. Mempublikasikan halaman web secara online.

3. Membuat form yang bisa digunakan untuk menangani registrasi dan transaksi via web.

4. Menambahkan objek-objek seperti audio, video, animasi, java applet dalam halaman web.

5. Menampilkan area gambar (canvas) di browser(Andi, 2014:3).

8. CSS

CSS merupakan bahasa pemrograman yang khusus menangani tampilan tiap elemen di dalam dokumen HTML. Dengan memanfaatkan CSS, struktur kode HTML kita akan terliat rapi dan terstruktur. CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, ukuran huruf warna pada teks,

(40)

warna garis tabel, warna border, ketebalan border, dan masih banyak lagi. (Andi, 2014:3).

Menurut Hidayatullah (2014:53) Jika setiap kita mengubah halaman website tersebut kita harus mengubah formatnya satu persatu, maka akan sangat repot. Namun, jika kita menggunakan CSS maka hal di atas bukan lagi sebuah masalah karena dengan CSS kita bisa menyimpan format dan menggunakannya kapan pun dan dimana pun kita inginkan. Seperti terbantunya kita dengan Formatting and Style dalam membuat dokumen office, maka style sheet juga sangat penting dalam membuat halaman HTML yang dinamis.

9. MySQL

Menurut Sulhan (2007:118) MySQL merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk membangun database yang sering digunakan di lingkungan linux. MySQL merupakan software open source yang berarti free untuk digunakan. Selain di lingkungan linux, MySQL juga tersedia di lingkungan windows.

Gambar 2.4 Tampilan MySQL Server melalui PHP MyAdmin Sumber : PhpMyAdmin, 2019

(41)

B. Penelitian Terdahulu

Tabel 2. 2 Penelitian Terdahulu

Aspek Nana Maulina (2018) Normina (2018) Noni Aulia (2019)

Judul

Sistem Informasi Akuntansi

Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai Menggunakan Visual Basic 2015 pada Aisyah Bakery and Cake Banjarmasin Sistem Informasi Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai Menggunakan Visual Basic 2015

pada Toko Buku Hamdi Banjarmasin

Sistem Informasi Akuntansi Pengelolaan Kas dan Piutang Terintegrasi Persediaan Barang dagang Metode LIFO Menggunakan PHP Pada CV SERASI Banjarmasin Tempat

Penelitian

Aisyah Bakery and Cake banjarmasin

Toko Buku Hamdi

Banjarmasin CV SERASI Banjarmasin

Permasalaha n 1.Bagaimanakah sistem informasi akuntansi penerimaan kas dari

penjualan tunai yang benar sesuai standar akuntansi pada Aisyah

Bakery And Cake Banjarmasin ? 2. Bagaimanakah sistem informasi akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 sebagai front end dan database Microsoft SQL Server 2014

sebagai back end

1. Bagaimana sistem informasi akuntansi

penerimaan kas dari penjualan

tunai pada Toko Buku Hamdi Banjarmasin? 2. Bagaimana membangun sebuah sistem informasi penerimaan kas dari penjualan tunai dengan menggunakan

Microsoft Visual Basic 2015

pada Toko Buku Hamdi

Banjarmasin?

1.Bagaimana SIA pengelolaan kas dan piutang pada CV SERASI ?

2.Bagaimana

membangun program aplikasi pengelolaan kas dan piutang pada CV SERASI yang terintegrasi dengan persediaan barang dagang ? 3.Bagaimanakah sistem informasi akuntansi pengelolaan kas dan piutang terintegrasi persediaan barang dagang menggunakan

Pemrograman PHP

sebagai front end dan

database MySql Server

(42)

pada Aisyah Bakery And Cake Banjarmasin ? CV SERASI? Tujuan Penelitian Untuk mengetahui sistem informasi akuntansi penerimaan kas dari

penjualan tunai yang benar sesuai standar akuntansi pada Aisyah

Bakery And Cake Banjarmasin. 2. Untuk

menghasilkan sistem informasi penerimaan kas dari penjualan tunai menggunakan

Microsoft Visual Basic 2015 sebagai front end dan

database SQL Server 2014 sebagai back end pada Aisyah

Bakery And Cake Banjarmasin. Untuk mengetahui bagaimana sistem informasi akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai pada Toko Buku Hamdi Banjarmasin. 2. Untuk mengetahui bagaimana membangun sebuah sistem informasi penerimaan kas dari penjualan tunai dengan menggunakan

Microsoft

Visual Basic 2015

pada Toko Buku Hamdi

Banjarmasin.

1.Untuk mengetahui bagaimana SIA pengelolaan kas dan piutang pada CV SERASI.

2.Untuk mengetahui bagaimana membangun aplikasi pengelolaan kas dan piutang terintegrasi persediaan barang dagang pada CV SERASI. 3.Untuk mengetahui bagaimana sistem informasi akuntansi pengelolaan kas terintegrasi persediaan barang dagang menggunakan Pemrograman PHP

sebagai front end dan

database MySql Server

sebagai back end pada

CV SERASI Banjarmasin ? Metode Penelitian Pengamatan langsung, serta melakukan wawancara dan dokumentasi, kemudian mendesain sistem informasi akuntansi penerimaan Pengamatan langsung, serta melakukan wawancara dan dokumentasi, kemudian mendesain sistem informasi akuntansi Pengamatan langsung, serta melakukan wawancara dan dokumentasi, kemudian mendesain sistem informasi akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai dan kredit.

(43)

kas dari penjualan tunai.

penerimaan kas dari penjualan tunai.

Hasil Penelitian

Sistem Informasi Akuntansi

Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai Menggunakan Visual Basic 2015 pada Aisyah Bakery and Cake Banjarmasin Sistem Informasi Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai Menggunakan Visual Basic 2015

pada Toko Buku Hamdi Banjarmasin

Sistem Informasi Akuntansi Pengelolaan Kas dan Piutang Terintegrasi Persediaan Barang dagang Metode LIFO Menggunakan PHP Pada CV SERASI Banjarmasin

Persamaan dan perbedaan penelitian dari hasil penelitian terdahulu ada beberapa poin.

Persamaan tugas akhir dari Nana Maulina A03150093 dan Normina A03150099 dengan penelitian yang penulis lakukan yaitu, memiliki pembahasan yang hampir sama yakni mengenai kas, dan menggunakan objek penelitian pada perusahaan dagangan.

Perbedaan tugas akhir dari Nana Maulina A03150093 dan Normina A03150099 dengan penelitian yang penulis lakukan antara lain, pemilihan bahasa pemrograman yang dipakai dimana Nana Mauliana dan Normina memakai bahas pemrograman yang sama yaitu Visual Basic 2015 sednagkan untuk pengembangan kali ini, penulis menggunakan bahasa pemrograman PHP yang lebih fleksibel dan berbasis WEB, selain itu dalam penelitian ini penulis mengembangkan pembahasan dengan penambahan penerimaan kas dari penjualan kredit, dan pengelolaan piutang, dan juga terintegrasi dengan program persediaan barang dagangan metode LIFO.

Dengan demikian dapat disimpulkan, hasil penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis memiliki pengembangan dan perbedaan yang cukup signifikan

(44)

28

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian yang dilakukan penulis adalah penelitian studi kasus. Jenis penelitian studi kasus merupakan penelitian yang rinci mengenai suatu objek tertentu selama kurun waktu tertentu dengan cukup mendalam dan menyeluruh termasuk lingkungan dan kondisi masa lalunya (Umar, 2007:23). Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah studi kasus, karena penelitian ini menangani permasalahan sistem informasi akuntansi kas dan piutang yang ada pada CV SERASI dan menghasilkan rancang bangun sistem informasi akuntansi menggunakan Bahasa Pemrograman PHP.

B. Variabel Penelitian

Agar lebih memperjelas suatu penelitian dan tidak terjadi kesalahan dalam mengartikan suatu istilah pokok, maka diperlukan adanya definisi operasional variabel. Adapun definisi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pengelolaan Kas

Prosedur sistem informasi akuntansi pengelolaan kas pada CV SERASI terdiri dari transaksi pengelolaan kas dan piutang dari penjualan tunai dan kredit serta pengeluaran kas dari pembelian barang dagang dan pembayaran lainnya, sistem kas masuk dan keluar dilakukan oleh bagian kasir dan pemilik.

Fungsi -fungsi terkait dalam sistem informasi akuntansi pengelolaan kas dan piutang dari penjualan tunai maupun kredit, dilaksanakan oleh fungsi kasir dan pimpinan. Sistem informasi akuntansi pengelolaan kas dan piutang dari penjualan tunai yang terjadi pada CV SERASI dimulai dari pembeli datang langsung ke Toko dan langsung menemui pegawai yang berjaga untuk melakukan pembelian dengan cara memilih langsung

(45)

Setelah menentukan barang yang akan dibeli, barang diserahkan ke bagian kasir untuk melakukan proses pembayaran. Bagian kasir akan menerima uang pembayaran dari pembeli nota dibuat hanya jika pembeli meminta untuk membuat nota, dan dalam pembuatan nota bisanya nota penjualan dibuat 2 rangkap dan menyerahkan rangkap pertama kepada pembeli, kemudian nota penjualan rangkap kedua disimpan oleh kasir. Sedangkan untuk penjualan secara kredit biasanya pelanggan langsung menemui atau menghubungi pemilik untuk meminta persetujuan kredit, dan dalam pembuatan nota masih menggunakan nota yang sama dengan nota penjualan tunai. Untuk pengelolaan kas dan piutang dari penjualan tunai dan kredit yang dijalankan masih bersifat manual.

Sedangkan fungsi – fungsi terkait dalam sistem informasi akuntansi pengeluaran kas dari pembelian tunai maupun kredit, juga dilaksanakan oleh fungsi kasir dan pimpinan. Sistem informasi akuntansi pengeluaran kas dari pembelian tunai yang terjadi pada CV SERASI dimulai dengan pemesanan barang oleh CV SERASI kepada pemasok, lalu pimpinan akan mengirimkan sejumlah uang sesuai dengan pemesanan barang atau pimpinan akan memberikan instruksi kepada bagian kasir untuk melakukan pembayaran sesuai pemesanan barang, dan selanjutnya pemasok akan mengirimkan barang setelah pembayaran telah dikonfirmasi. Sistem informasi akuntansi pengeluaran kas dari pembelian kredit yang terjadi pada CV SERASI dimulai dengan pemesanan barang secara kredit kepada pemasok, lalu pimpinan atau bagian kasir akan mengirimkan sejumlah uang muka yang sesuai yang telah disetujui kepada pemasok, dan pemasok akan mengirimkan barang pesanan setelah pembayaran uang muka dikonfirmasi, uang pembelian kredit akan dibayarkan secara bertahap oleh CV SERASI sesuai batas waktu yang telah disepakati dengan pemasok.

(46)

Prosedur sistem informasi akuntansi pengelolaan piutang pada CV SERASI terjadi dari transaksi transaksi penjualan kredit dan pengelolaan piutang terdiri dari pencatatan piutang, pencatatan penerimaan pembayaran dari piutang, pencatatan umur piutang dan potongan pembelian terhadap piutang.

Fungsi–fungsi terkait dalam sistem informasi akuntansi pengelolaan piutang pada CV SERASI adalah fungsi kasir dan pimpinan. Sistem informasi akuntansi pengelolaan piutang pada CV SERASI dimulai saat pelanggan mengajukan pembelian kredit kepada pimpinan dengan cara menemui atau menghubungi pemilik untuk meminta persetujuan kredit, dan dilakukan pembayaran uang muka serta pembuatan nota penjualan 2 rangkap, dimana rangkap pertama diserahkan kepada pelanggan dan rangkap kedua disimpam oleh bagian kasir sebagai bukti telah terjadi penjualan secara kredit. Setelah menerima uang muka dan membuat nota, sekanjutnya bagian kasir akan membuat catatan piutang dan menuliskan tanggal seharusnya piutang diterima, saat terjadi penerimaan piutang, maka bagian kasir akan mencatat pelunasan dan melaporkan kepada pimpinan. Untuk pengelolaan piutang yang dilakukan pada CV SERASI sendiri masih bersifat manual.

3. Sistem Informasi Akuntansi Pengelolaan Kas dan Piutang

Sistem informasi akuntansi pengelolaan kas dan piutang merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan transaksi penjualan dan pembelian secara tunai dan kredit.

Bagian kasir akan menginputkan data penjualan barang yang dilaksanakan secara tunai taupun kredit kedalam program aplikasi pengelolaan kas dan piutang hingga terjadi pembayaran atau bukti transaksi dan menghasilkan print out berupa nota penjualan yang diserahkan kepada pelanggan beserta barang yang dibeli ataupun bagian kasir menginputkan data pengeluaran kas atas pembelian barang dagang

(47)

dan menyimpan data transaksi sebagai bukti terjadinya pengeluran kas. Sedangkan untuk pengelolaan piutang bagian kasir akan menginputkan data penjualan kredit kedalam program aplikasi dan menghasilkan print out berupa nota faktur penjualan yang diserahkan kepada pelanggan, lalu data yang telak diinputkan dikelola sehingga mampu memberikan informasi mengenai piutang. Berdasarkan nota penjualan dan data transaksi tersebut dapat dihasilkan laporan penjualan dan pembelian yang berisi informasi yang lengkap sesuai yang diinginkan sebagai hasil olahan program aplikasi pengelolaan kas dan piutang.

4. Membangun Sistem Informasi Akuntansi Pengelolaan Kas dan Piutang

Aplikasi sistem informasi akuntansi pengelolaan kas dan piutang adalah sebuah sistem aplikasi komputer yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam mengelola kas dan piutang yang terjadi pada CV SERASI, dimana transaksi yang diinputkan kedalam aplikasi akan tersimpan sebagai arsip yang telah terkomputerisasi untuk memudahkan bagian bagian yang terlibat pada pengelolaan kas dan piutang di CV SERASI dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dalam pembuatan laporan dan bukti transaksi pengelolaan kas dan piutang.

C. Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data yang dikumpulkan oleh penulis adalah sebagai berikut:

1. Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Data Kuantitatif

“Data kuantitatif adalah data penelitian berupa angka-angka

dan analisis menggunakan statistik.” Sugiono (2013:7). Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah jumlah yang tercantum pada nota penjualan

(48)

barang dagang, bukti transfer, nota pembelian, daftar harga barang dan jenis barang pada CV SERASI.

b. Data Kualitatif

Data kualitatif adalah data yang berupa pendapat atau judgement sehingga tidak berupa angka tapi berupa kata atau kalimat.” Siswanto (2012:57). Data kualitatif dalam penelitian ini adalah sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi perusahaan, tugas dan tanggung jawab masing-masing fungsi. Surat Izin penusahaan dan sistem yang diterapkan terhadap pengelolaan kas dan piutang pada CV SERASI.

2. Sumber Data yang digunakan pada penelitian ini adalah: a. Data primer

Menurut Sugiyono (2011:156) “Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data." Data primer dalam penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara langsung kepada pimpinan dan karyawan CV SERASI mengenai sejarah berdirinya perusahaan, struktur organisasi perusahaan, tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian dalam struktur organisasi, fungsi-fungsi yang terkait, prosedur pengelolaan kas dan piutang dari transaksi pembelian dan penjualan tunai secara tunai dan kredit.

b. Data Sekunder

Sugiyono (2011:156) menjelaskan bahwa "Data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen”. Data sekunder dalam penelitian ini adalah berupa catatan pendukung mengenai transaksi penjualan dan pembelian baik secara tunai maupun kredit yang diperoleh dari CV SERASI yaitu Nota penjualan barang, bukti transfer dan bukti nota pembelian serta Surat Izin Tempat Usaha (SITU).

D. Teknik Pengumpulan Data

(49)

1. Wawancara

Menurut Sugiyono (2012:411) wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Esterberg dalam Sugiyono (2012:317) melakukan wawancara langsung terhadap pemilik perusahaan maupun karyawan mengenai sejarah berdirinya perusahaan, kegiatan operasi perusahaan transaksi-transaksi yang ada perusahaan serta informasi tentang perusahaan dalam menjalani usahanya sehari-hari di CV SERASI Banjarmasin.

2. Dokumentasi

Teknik dokumentasi menurut Sugiyono merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, dan karya-karya monumental dari seseorang atau dokumen dari seseorang yang berupa bukti transaksi penjualan. Sugiyono (2010:422). Teknik dokumentasi yang digunakan penulis adalah dengan mengumpulkan data pada peristiwa yang sudah lalu, yang berkaitan dengan permasalahan yang diangkat pada CV SERASI, menyalin dan mengolah data yang dikumpulkan berhubungan dengan masalah dalam penelitian, baik data yang diperoleh dari CV SERASI maupun data atau teori yang ada dalam literatur pendukung yang telah dikumpulkan.

E. Teknik Analisis Data

Tahap analisis data merupakan kesuluruhan tahap pengembangan sistem informasi akuntansi pengelolaan kas dan piutang. Semua data yang diperoleh dari perusahaan baik data kuantitatif maupun kualitatif selanjutnya diolah menjadi laporan-laporan untuk perusahaan dengan tahapan-tahapan yang sesuai dengan literatur pendukung. Tahap ini diharapkan dapat memberikan deskripsi yang sistematis, faktual dan akurat untuk menyelesaikan masalah dalam penelitian. Kemudian hasilnya digunakan untuk mengemukakan kesimpulan dan saran yang nantinya akan menjadi bahan masukan bagi pihak CV SERASI agar dapat menerapkan dalam kegiatan usahanya sehari-hari. Tahapan -tahapan dalam menganalisis data

(50)

yang dilakukan oleh penulis dalam rancang bangun sistem informasi akuntansi pengelolaan kas dan piutang menggunakan Pemrograman PHP pada CV SERASI Banjarmasin.

1. Analisis Sistem yang Berjalan

Penulis Menganalisis kebutuhan terhadap permasalahan yang diangkat dan kebutuhan perusahaan mengenai program aplikasi pengelolaan kas dan piutang. Penulis mengumpulkan data-data yang akan menjadi bahan acuan dalam pembuatan sistem informasi akuntansi pengelolaan kas dan piutang berbasis komputer pada CV SERASI.

2. Desain yang Disarankan

Penulis melakukan rancangan atau mendesain program pengelolaan kas dan piutang dari penjualan dan pembelian secara tunai maupun kredit sesuai kebutuhan perusahaan dengan pertimbangan dari data yang dikumpulkan, penelitian terdahulu serta literatur yang mendukung, baik desain masukan maupun desain keluaran data perusahaan dengan melihat proses dan alur data yang ada. Berdasarkan pada tahap analisis sistem yang ada, sistem informasi akuntansi pengelolaan kas dan piutang yang disarankan yaitu sebagai berikut: a) Transaksi pengelolaan kas dan piutang

Sistem informasi akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai dan kredit, setiap pelanggan yang ingin membeli barang dimulai dengan melakukan proses mengorder barang yang akan dilayani oleh bagian penjualan dan karyawan. Setelah bagian penjualan menunjukkan barang yang diinginkan pelanggan selanjutnya pelanggan akan diarahkan ke bagian kasir untuk melakukan pembayaran, namun bagi pelanggan yang ingin mengajukan pembelian kredit maka harus menghubungi pimpinan terlebih dahulu untuk meminta persetujuan kredit, dan proses selanjutnya adalah sama dengan proses penjualan tunai. Bagian kasir akan ditunjuk untuk mengendalikan sistem akuntansi penerimaan kas.

(51)

Sistem informasi akuntansi pengeluaran kas dari pembelian tunai dan kredit, yang dilakukan CV SERASI dengan pemasok dimulai dengan pimpinan CV SERASI yang menghubungi pemasok via telepon untuk pemesanan sejumlah barang, dan selanjutnya melakukan transfer uang kepada supplier, dimana barang akan dikirimkan oleh pemasok apabila pembayaran telah dikonfirmasi oleh pemasok, dan CV SERASI hanya akan menunggu barang sampai dan melakukan pencatatan penerimaan barang sesuai dengan perhitungan fisik, pembelian secara kredit dan tunai memiliki tahap transaksi yangkurang lebih sama, perbedaan hanya pada saat transfer uang dan konfirmasi pembayaran.

Sistem informasi akuntansi pengelolaan piutang dimulai saat pelanggan mengajukan piutang dan disetujui oleh pemilik, maka selanjutnya fungsi kasir akan mencatatkan jumlah piutang dan tanggal transaksi, lalu memberikan tanggal jatuh tempo kepada pelanggan, penagihan akan dilakukan oleh karyawan atau pimpinan langsung, dan saat penerimaan pelunasan fungsi kasir akan kembali mencatatkan jumlah pelunasan piutang dan tanggal pelunasan.

b) Informasi yang diperlukan manajemen perusahaan

Desain sistem yang dibuat oleh penulis akan menghasilkan beberapa informasi keuangan yang informasinya didapat dari CV SERASI, informasi ini digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan kegiatan CV SERASI diwaktu yang akan datang. Informasi yang didapat yaitu laporan penjualan tunai harian keseluruhan dan bulanan.

c) Fungsi yang terkait

Penulis merancang sistem berdasarkan fungsi-fungsi terkait pada perusahaan untuk menggunakan aplikasi pengelolaan kas dan piutang.

(52)

Sistem yang akan dirancang oleh penulis akan membentuk suatu jaringan prosedur baru tanpa mengubah fungsi dan tanggung jawab bagian-bagian yang berperan dalam sistem pengelolaan kas dan piutang melalui prosedur yang sudah ada.

e) Dokumen dan catatan yang digunakan

Sistem yang dirancang oleh penulis akan mencetak nota bagi pelanggan untuk menampilkan dokumen dan catatan yang diarsip secara komputerisasi agar memudahkan pencarian dan pembuatan laporan-laporan yang berhubungan dengan transaksi pengelolaan kas dan piutang yang diperlukan oleh CV SERASI.

f) Sistem pengendalian intem

Rancangan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan unsur sistem pengendalian intern yaitu praktik yang sehat dan dapat mencapai tujuan dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap bagian dalam organisasi perusahaan CV SERASI.

g) Bagan alir sistem

Sistem berdasarkan bagan alir dokumen yang dibuat oleh penulis yaitu dengan adanya pembuatan flowchart pengelolaan kas dan piutang dari penjualan dan pembelian secara tunai dan kredit. Berdasarkan sistem informasi akuntansi yang telah disarankan, maka penulis juga merancang program aplikasi yang sesuai dengan sistem informasi akuntansi kas dan piutang yang telah dirancang dan diteliti sebelumnya dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Mendesain Data flow Diagram b. Mendesain relasi antar tabel c. Mendesain interface

d. Membuat desain keluaran

3. Desain Program Aplikasi a. Desain Database

(53)

Mendesain tabel-tabel yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan, meliputi tabel barang, tabel jenis barang, tabel pelanggan, tabel penerimaan kas, tabel pengeluaran kas, tabel piutang, dan tabel transaksi lainnya berhubungan dengan pengelolaan kas dan piutang di CV SERASI.

2) Relasi antar tabel Membuat relasi antar tabel yang sudah dibuat sesuai bentuk normal ketiga (3NF) agar tidak terjadi perulangan dalam sistem tersebut.

3) Desain Masukan Membuat desain masukan Membuat desain masukan seperti desain barang, desain jenis barang, desain kategori, desain pelanggan, desain penjualan, dan desain transaksi. 4) Desain Keluaran Hasil (Output) yang dirancang oleh penulis akan

penampilkan dokumen dan catatan yang diarsip secara terkomputerisasi untuk memudahkan pencarian dan pembuatan laporan-laporan transaksi pengelolaan kas dan piutang yang diperlukan oleh CV SERASI.

4. Implementasi yang Disarankan

“Implementasi adalah pendidikan dan pelatihan pemakaian informasi, pelatihan dan koordinasi teknisi yang akan menjalankan sistem, pengujian sistem yang baru, pengubahan yang dilakukan untuk membuat sistem informasi yang telah dirancang agar dapat dilaksanakan secara operasional”. Mulyadi (2016:53). Implementasi merupakan tahap pengembangan yang meliputi proses pembuatan program, pengujian dan pengopersian, Implementasi pada penelitian ini yaitu dengan mengumpulkan data serta mencatat transaksi pengelolaan kas dan piutang dari penjualan tunai sehingga penulis dapat membuat program aplikasi pengelolaan kas dan piutang dari penjualan tunai menggunakan

Pemrograman PHP yang kemudian melakukan pengujian dan

pengoperasian program tersebut berdasarkan desain yang dibuat, serta mengisi data pengelolaan kas dan piutang dari penjualan dan pembelian

(54)

Gambar

Gambar 2.1. Siklus Penerimaan Kas
Gambar 2.2. ERP untuk mendukung Siklus Pengeluaran
Tabel 2.1 Simbol Bagan Alir  1
Gambar 2. 3 Tampilan Info PHP  Sumber : PHP Website, 2019
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal terdapat perbedaan data antara Petikan DIPA dengan database RKA-K/L-DIPA Kementerian Keuangan maka yang berlaku adalah data yang terdapat di dalam database

Berdasarkan identifikasi masalah diatas agar peniliti mencapai sasaran, maka penelliti mem batasi masalah yang diteliti difokuskan pada “Pengaruh Media Video Iklan Layanan

ii) Calculation of the minimum intensity of the DPC facilitated the extraction of important information to assist with the determination of the change of the surface

sosial terlibat dalam pembangunan nasional yang memfokus kepada pembangunan diri insan tersebut...  Perlaksanaan kerja sosial berlandaskan nilai, prinsip. dan etika yang

Tujuan : Mengetahui berbagai informasi yang terdapat pada peta geologi, peta topografi, dan peta satuan lahan Kabupaten Bogor dengan skala tertentu.. 1.1.7 Pengenalan Peta Tanah,

The conclusion of this study is the relationship between the availability of facilities with the performance of Proram Control Officers Tuberculosis, but there is no

Melalui hasil wawancara diatas, kesimpulan dari proses kegiatan pembelajaran dalam pelaksanaan program pendidikan inklusi di SMP Negeri 7 Salatiga yaitu pada saat

Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami dari kegiatan mengmati dan membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan dengan materi Persamaan frekuensi