Informasi Dokumen
- Sekolah: Universitas
- Mata Pelajaran: Pemasaran
- Topik: Analisis Dan Usulan Strategi Pemasaran (Studi Kasus Di Tempat Pijat Refleksi Karasia)
- Tipe: tesis
- Tahun: 2015
- Kota: Bandung
Ringkasan Dokumen
I. Latar Belakang
Pijat Refleksi Karasia, yang berlokasi di BTC, telah beroperasi sejak tahun 2003 dan memiliki target pelayanan 500 jam per bulan. Namun, antara tahun 2013 hingga 2015, terjadi penurunan signifikan dalam jumlah jam pelayanan, dengan rata-rata jam pelayanan menurun dari 414,6 jam menjadi 368,9 jam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab penurunan tersebut dan memberikan usulan strategi pemasaran yang dapat membantu meningkatkan jumlah jam pelayanan, dengan menggunakan konsep bauran pemasaran (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence).
II. Identifikasi Masalah
Berdasarkan wawancara dan observasi, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan penurunan jumlah jam pelayanan di Pijat Refleksi Karasia. Pertama, promosi yang tidak efektif mengakibatkan kurangnya pengetahuan calon konsumen tentang keberadaan Karasia. Kedua, kurangnya pemahaman tentang faktor-faktor penting yang dicari konsumen dalam memilih tempat pijat. Ketiga, tidak diterapkannya strategi segmentasi, targeting, dan positioning yang tepat. Keempat, Karasia belum mampu bersaing dengan kompetitor utama seperti Kakiku. Identifikasi masalah ini menjadi dasar untuk merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif.
III. Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian ini melibatkan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner. Kuesioner dirancang untuk menggali informasi tentang preferensi dan kebutuhan konsumen, serta untuk menganalisis kinerja Karasia dibandingkan dengan pesaing. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih responden yang pernah menggunakan jasa pijat di Karasia dan Kakiku. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan metode Importance Performance Analysis (IPA), Correspondence Analysis, dan Uji Hipotesis untuk mengidentifikasi atribut-atribut yang perlu diperbaiki.
IV. Hasil dan Analisis
Hasil dari kuesioner menunjukkan adanya 40 atribut penting yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih tempat pijat. Melalui analisis IPA, ditemukan bahwa beberapa atribut berada dalam kategori low priority, underact, overact, dan maintenance. Hasil ini memberikan wawasan tentang area yang perlu ditingkatkan oleh Pijat Refleksi Karasia untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan daya saing. Selain itu, analisis Correspondence memberikan gambaran tentang posisi Karasia dibandingkan dengan Kakiku, mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing tempat.
V. Usulan Strategi Pemasaran
Berdasarkan hasil analisis, beberapa usulan strategi pemasaran untuk Pijat Refleksi Karasia meliputi: menyediakan loker dengan sistem penguncian khusus, mengadakan potongan harga pada jam tertentu untuk member, mendesain ulang tampilan luar agar lebih menarik, serta menyediakan fasilitas dan pelayanan tambahan seperti kotak penilaian pelanggan dan souvenir. Implementasi strategi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan jumlah jam pelayanan.
VI. Kesimpulan dan Saran
Penelitian ini menunjukkan bahwa Pijat Refleksi Karasia perlu melakukan perbaikan dalam berbagai aspek bauran pemasaran untuk meningkatkan daya saingnya. Dengan menerapkan strategi yang tepat, Karasia dapat menarik lebih banyak pelanggan dan mencapai target jam pelayanan yang diinginkan. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah untuk terus memantau perubahan pasar dan melakukan penyesuaian strategi secara berkala.