• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

; Pada bulan Agustus 2011 terjadi inflasi sebesar 0,93 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,54. Dari 66 kota IHK, pada bulan ini seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 3,05 persen dengan IHK 140,49 dan terendah terjadi di Denpasar 0,02 persen dengan IHK 129,38.

; Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan 1,07 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,46 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,33 persen; kelompok sandang 3,07 persen; kelompok kesehatan 0,26 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 2,14 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,80 persen.

; Laju inflasi tahun kalender (Januari–Agustus) 2011 sebesar 2,69 persen dan laju inflasi year on year

(Agustus 2011 terhadap Agustus 2010) sebesar 4,79 persen.

; Komponen inti pada bulan Agustus 2011 mengalami inflasi sebesar 1,09 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Agustus) 2011 sebesar 3,45 persen dan laju inflasi komponen inti

year on year (Agustus 2011 terhadap Agustus 2010) sebesar 5,15 persen.

No. 55/09/Th. XIV, 5 September 2011

 

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

AGUSTUS 2011 INFLASI 0,93 PERSEN

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Agustus 2011 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 66 kota pada bulan Agustus 2011 terjadi inflasi 0,93 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 127,35 pada bulan Juli 2011 menjadi 128,54 pada bulan Agustus 2011. Laju inflasi tahun kalender (Januari– Agustus) 2011 sebesar 2,69 persen dan laju inflasi year on year (Agustus 2011 terhadap Agustus 2010) sebesar 4,79 persen.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan 1,07 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,46 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,33 persen; kelompok sandang 3,07 persen; kelompok kesehatan 0,26 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 2,14

(2)

kontrak rumah, semen, upah tukang bukan mandor, bahan bakar rumahtangga, celana panjang jeans, uang sekolah taman kanak-kanak, akademi/perguruan tinggi, dan tarif kereta api. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, tomat sayur, tomat buah, dan cabai rawit.

Kelompok komoditi pada bulan Agustus 2011 seluruhnya memberikan sumbangan/andil inflasi, yaitu: kelompok bahan makanan 0,24 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,09 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,08 persen; kelompok sandang 0,22 persen; kelompok kesehatan 0,01 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,16 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,13 persen.

Tabel 1

Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Agustus 2011, Tahun Kalender 2011 dan Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Agustus 2010 IHK Desember 2010 IHK

 

Agustus 2011 Inflasi Bulan Agustus 2011 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2011 2) Inflasi Tahun ke Tahun 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m (Headline) 122,67 125,17 128,54 0,93 2,69 4,79 1. Bahan Makanan 141,83 147,39 150,11 1,07 1,85 5,84

2. Makanan Jadi, minuman, Rokok, dan Tembakau 130,19 132,59 136,60 0,46 3,02 4,92 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan bakar 118,51 119,79 122,76 0,33 2,48 3,59

4. Sandang 120,87 126,76 134,66 3,07 6,23 11,41

5. Kesehatan 115,04 115,86 119,81 0,26 3,41 4,15

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah raga 116,86 117,86 122,77 2,14 4,17 5,06 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 105,84 106,10 108,10 0,80 1,89 2,14

1)

Persentase perubahan IHK bulan Agustus 2011 terhadap IHK bulan sebelumnya.

2)

Persentase perubahan IHK bulan Agustus 2011 terhadap IHK bulan Desember 2010

3)

Persentase perubahan IHK bulan Agustus 2011 terhadap IHK bulan Agustus 2010

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Nasional (2007=100) Agustus 2011 (persen)

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi

(%)

(1) (2)

U M U M 0,93

1.     Bahan Makanan 0,24

2.     Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,09 3.     Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,08

4.     Sandang 0,22

5.     Kesehatan 0,01

6.     Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,16

(3)

Gambar 1

Perkembangan IHK 66 Kota (2007=100), Agustus 2010–Agustus 2011 100,00 105,00 110,00 115,00 120,00 125,00 130,00 135,00 140,00 145,00 150,00 155,00 160,00

Ags-10 Sep-10 Okt-10 Nov-10 Des-10 Jan-11 Feb-11 Mrt-11 Apr-11 Mei-11 Jun-11 Jul-11 Ags-11

IH

K

Umum Bahan Makanan Makanan Jadi Perumahan

Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor

 

Gambar 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Nasional (2007=100) Agustus 2011 0,00 0,05 0,10 0,15 0,20 0,25 0,30 0,35 0,40 0,45 0,50 0,55 0,60 0,65 0,70 0,75 0,80 0,85 0,90 0,95 1,00 A n d il ( % )

Umum 1. Bhn.makanan 2. Makanan jadi 3. Perumahan

4. Sandang 5. Kesehatan 6. Pendidikan 7. Transpor

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Agustus 2011 mengalami inflasi 1,07 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 148,52 pada Juli 2011 menjadi 150,11 pada Agustus 2011.

Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, 9 diantaranya mengalami inflasi sedangkan 2 subkelompok mengalami deflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah subkelompok sayur-sayuran 3,73 persen dan terendah subkelompok ikan diawetkan 0,60 persen. Sedangkan subkelompok bumbu-bumbuan dan subkelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya pada bulan ini mengalami deflasi masing-masing sebesar 8,29 persen dan 0,49 persen.

Kelompok ini pada Agustus 2011 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,24 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: ikan segar 0,10 persen; beras 0,09 persen; cabai merah 0,04 persen; daging sapi 0,03 persen; daging ayam ras dan kacang panjang masing-masing 0,02 persen; ayam hidup, bayam, buncis, kangkung, kentang, ketimun, wortel, jagung manis, pepaya, pisang, dan kelapa masing-masing 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain: bawang merah 0,11 persen; bawang putih 0,07 persen; telur ayam ras, dan tomat sayur masing 0,02 persen, serta tomat buah dan cabai rawit masing-masing 0,01 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Kelompok ini pada Agustus 2011 mengalami inflasi 0,46 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 135,98 pada Juli 2011 menjadi 136,60 pada Agustus 2011.

Subkelompok-subkelompok yang mengalami inflasi pada bulan Agustus 2011 yaitu: subkelompok makanan jadi 0,36 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,62 persen dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,61 persen.

Kelompok ini pada Agustus 2011 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,09 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi, yaitu: rokok kretek filter 0,02 persen; nasi dengan lauk, gula pasir, dan rokok kretek masing-masing 0,01 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada Agustus 2011 mengalami inflasi sebesar 0,33 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 122,36 pada bulan Juli 2011 menjadi 122,76 pada Agustus 2011.

Subkelompok yang ada pada kelompok ini pada bulan Agustus 2011 seluruhnya mengalami inflasi, yaitu: subkelompok biaya tempat tinggal 0,38 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air 0,25 persen; subkelompok perlengkapan rumahtangga 0,52 persen dan subkelompok penyelenggaraan rumah tangga 0,23 persen.

Pada Agustus 2011 kelompok pengeluaran ini secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,08 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah tarif sewa rumah 0,02 persen; tarif kontrak rumah, semen, upah tukang bukan mandor, dan bahan bakar rumah tangga masing-masing 0,01 persen.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Agustus 2011 mengalami inflasi 3,07 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 130,65 pada Juli 2011 menjadi 134,66 pada Agustus 2011.

(5)

Subkelompok yang mengalami inflasi pada bulan Agustus 2011, yaitu: subkelompok sandang laki-laki 1,01 persen; subkelompok sandang wanita 0,55 persen; subkelompok sandang anak-anak 0,87 persen, dan subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya 7,06 persen.

Secara keseluruhan kelompok sandang pada bulan Agustus 2011 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,22 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah emas perhiasan 0,19 persen dan sandang laki-laki 0,01 persen.

5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada Agustus 2011 mengalami inflasi 0,26 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 119,50 pada bulan Juli 2011 menjadi 119,81 pada Agustus 2011.

Pada bulan Agustus 2011 seluruh subkelompok dalam kelompok ini mengalami inflasi, yaitu: subkelompok jasa kesehatan 0,32 persen; subkelompok obat-obatan 0,07 persen; subkelompok jasa perawatan jasmani 0,34 persen, dan subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika 0,33 persen.

Kelompok ini pada Agustus 2011 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi 0,01 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada Agustus 2011 mengalami inflasi 2,14 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 120,20 pada Juli 2011 menjadi 122,77 pada Agustus 2011.

Subkelompok-subkelompok yang mengalami inflasi pada bulan Agustus 2011, yaitu: subkelompok pendidikan 4,06 persen; subkelompok kursus-kursus/pelatihan 0,95 persen; subkelompok perlengkapan/ peralatan pendidikan 0,16 persen; subkelompok rekreasi 0,19 persen, dan subkelompok olahraga 0,08 persen.

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Agustus 2011 memberikan sumbangan inflasi terhadap inflasi nasional sebesar 0,16 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah uang sekolah SLTA 0,06 persen; uang sekolah SD dan uang sekolah SLTP masing-masing 0,03 persen dan uang sekolah Taman Kanak-Kanak serta uang kuliah akademi/perguruan tinggi masing-masing 0,01 persen.

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Agustus 2011 mengalami inflasi 0,80 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 107,24 pada Juli 2011 menjadi 108,10 pada Agustus 2011.

Subkelompok yang mengalami inflasi, yaitu: subkelompok transpor 1,23 persen; sub kelompok sarana dan penunjang transpor 0,11 persen. Sedangkan subkelompok komunikasi dan pengiriman mengalami deflasi 0,08 persen. Sementara itu subkelompok jasa keuangan pada bulan ini relatif stabil.

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Agustus 2011 memberikan sumbangan inflasi 0,13 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah tarif angkutan udara 0,08 persen; tarif angkutan antar kota 0,03 persen, dan tarif kereta api 0,01 persen.

(6)

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi tahun kalender (Januari–Agustus) 2011 sebesar 2,69 persen dan dan laju inflasi year on year (Agustus 2011 terhadap Agustus 2010) sebesar 4,79 persen. Sedangkan laju inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2009 dan 2010 masing-masing 1,22 persen dan 4,82 persen. Sedangkan laju inflasi year on year untuk Agustus 2009 terhadap Agustus 2008 dan Agustus 2010 terhadap Agustus 2009 masing-masing sebesar 2,75 persen dan 6,44 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Year on Year,

Tahun 2009–2011

Inflasi 2009 2010 2011

(1) (2) (3) (4)

1. Agustus 0,56 0,76 0,93

2. (Januari-Agustus) tahun kalender 1,22 4,82 2,69

3. Agustus terhadap Agustus (year on year) (tahun n) (tahun n-1)

2,75 6,44 4,79

Gambar 3

Perbandingan Inflasi Tahun Kalender (Januari–Agustus) 2009–2011 Jan–Ags Jan–Jul Jan–Jun Jan–Mei Jan–Apr Jan–Mrt Jan–Feb Jan -0,10 0,20 0,50 0,80 1,10 1,40 1,70 2,00 2,30 2,60 2,90 3,20 3,50 3,80 4,10 4,40 4,70 5,00 Inflasi (%) 2009 2010 2011

 

(7)

Gambar 4

Perbandingan Inflasi Year On Year, 2009–2011

Ags–Ags Jul–Jul Jun–Jun Mei–Mei Apr–Apr Mrt–Mrt Feb–Feb Jan–Jan 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00 10,00 Inf lasi (%) 2009 thd 2008 2010 thd 2009 2011 thd 2010

(8)

PERBANDINGAN ANTARKOTA

 

Pada bulan Agustus 2011 terjadi inflasi sebesar 0,93 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,54. Dari 66 kota IHK, seluruh kota pada bulan ini mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 3,05 persen dengan IHK 140,49 dan terendah terjadi di Denpasar 0,02 persen dengan IHK 129,38.

Perbandingan Antarkota di Pulau Sumatera

Pada bulan Agustus 2011 dari kota-kota IHK di wilayah pulau Sumatera yang berjumlah 16 kota seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 3,05 persen dengan IHK 140,49 dan terendah terjadi di Batam 0,53 persen dengan IHK 123,75 (lihat Tabel 4).

Tabel 4

Perbandingan Indeks dan Inflasi Agustus 2011 Kota-kota di Pulau Sumatera dengan Nasional

(2007=100) K O T A Agustus 2011 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. Banda Aceh 126,95 1,89 2. Lhokseumawe 131,63 1,88 3. Sibolga 133,50 0,79 4. Pematang Siantar 130,34 0,68 5. Medan 128,92 1,19 6. Padang Sidempuan 128,73 1,12 7. Padang 130,85 1,13 8. Pekanbaru 126,91 0,96 9. Dumai 131,49 0,83 10. Jambi 131,20 1,02 11. Palembang 128,04 0,69 12. Bengkulu 134,97 1,69 13. Bandar Lampung 139,32 0,71 14. Pangkal Pinang 140,49 3,05 15. Batam 123,75 0,53 16. Tanjung Pinang 128,69 1,46 NASIONAL 128,54 0,93

(9)

Perbandingan Antarkota di Pulau Jawa

Pada bulan Agustus 2011 seluruh kota IHK di wilayah pulau Jawa yang berjumlah 23 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tangerang 1,24 persen dengan IHK 129,49 dan terendah terjadi di Tasikmalaya 0,16 persen dengan IHK 129,36 (lihat Tabel 5).

Tabel 5

Perbandingan Indeks dan Inflasi Agustus 2011 Kota-kota di Pulau Jawa dengan Nasional

(2007=100) K O T A Agustus 2011 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. Jakarta 126,75 1,15 2. Bogor 128,91 0,21 3. Sukabumi 128,01 0,90 4. Bandung 122,01 0,38 5. Cirebon 132,21 1,05 6. Bekasi 125,96 0,49 7. Depok 127,15 0,80 8. Tasikmalaya 129,36 0,16 9. Purwokerto 126,60 0,45 10. Surakarta 119,33 0,64 11. Semarang 126,55 0,57 12. Tegal 129,40 0,56 13. Yogyakarta 128,76 0,63 14. Jember 128,12 0,69 15. Sumenep 125,07 0,99 16. Kediri 126,66 0,73 17. Malang 128,17 0,94 18. Probolinggo 131,98 0,73 19. Madiun 131,84 0,90 20. Surabaya 127,53 1,08 21. Serang 131,93 0,69 22. Tangerang 129,49 1,24 23. Cilegon 127,12 0,60 NASIONAL 128,54 0,93

(10)

Perbandingan Antarkota di Luar Pulau Jawa dan Sumatera

Pada bulan Agustus 2011 seluruh kota IHK di wilayah luar pulau Jawa dan Sumatera yang berjumlah 27 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari 2,99 persen dengan IHK 138,97 dan inflasi terendah terjadi di Denpasar 0,02 persen dengan IHK 129,38 (lihat Tabel 6).

Tabel 6

Perbandingan Indeks dan Inflasi Agustus 2011

Kota-kota di Luar Pulau Jawa dan Sumatera dengan Nasional (2007=100) K O T A Agustus 2011 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. Denpasar 129,38 0,02 2. Mataram 137,55 2,66 3. Bima 136,05 0,81 4. Maumere 142,35 1,17 5. Kupang 137,50 0,33 6. Pontianak 136,41 1,78 7. Singkawang 132,96 1,50 8. Sampit 129,39 0,58 9. Palangkaraya 133,49 1,48 10. Banjarmasin 133,90 1,53 11. Balikpapan 135,86 0,26 12. Samarinda 137,79 1,38 13. Tarakan 146,40 0,45 14. Manado 125,31 0,10 15. Palu 135,33 1,91 16. Watampone 143,97 1,19 17. Makassar 129,31 0,98 18. Pare-Pare 130,52 0,83 19. Palopo 136,81 1,02 20. Kendari 138,97 2,99 21. Gorontalo 131,15 0,85 22. Mamuju 133,84 1,35 23. Ambon 133,18 0,83 24. Ternate 130,83 0,47 25. Manokwari 143,86 1,27 26. Sorong 145,49 0,08 27. Jayapura 126,73 1,14 NASIONAL 128,54 0,93

(11)

INFLASI KOMPONEN INTI AGUSTUS 2011

Komponen inti pada bulan Agustus 2011 mengalami inflasi sebesar 1,09 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 123,08 pada bulan Juli 2011 menjadi 124,42 pada bulan Agustus 2011; komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi 0,29 persen dan komponen bergejolak mengalami inflasi 1,00 persen.

Inflasi komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah, dan komponen bergejolak untuk inflasi tahun kalender (Januari–Agustus) 2011 masing-masing 3,45 persen; 1,99 persen dan 1,28 persen. Sedangkan inflasi year on year (Agustus 2011 terhadap Agustus 2010) masing-masing 5,15 persen; 2,69 persen dan 5,64 persen (lihat Tabel 7).

Tabel 7

Laju Inflasi Agustus 2011, Inflasi Tahun Kalender 2011 dan Inflasi Year on Year menurut Kelompok Komponen

Komponen IHK Agustus 2010 IHK Desember 2010 IHK Agustus 2011 Inflasi Agustus 2011 Laju Inflasi Tahun Kalender 2011 Laju Inflasi Year on Year (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 122,67 125,17 128,54 0,93 2,69 4,79 Inti 118,33 120,27 124,42 1,09 3,45 5,15

Harga Diatur Pemerintah 118,53 119,34 121,72 0,29 1,99 2,69

Bergejolak 144,47 150,69 152,62 1,00 1,28 5,64

Dari tiga kelompok komponen tersebut masing-masing memberikan sumbangan inflasi terhadap inflasi nasional, yaitu: komponen inti 0,67 persen; komponen yang harganya diatur pemerintah 0,06 persen dan komponen bergejolak 0,20 persen (lihat Tabel 8).

Tabel 8

Dekomposisi Andil Inflasi Nasional Agustus 2011 (persen)

Komponen Andil Inflasi (%)

(1) (2)

U m u m 0,93

1. Inti 0,67

2. Yang Harganya Diatur Pemerintah 0,06

Referensi

Dokumen terkait

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Agustus 2016, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,10 persen; kelompok perumahan, air,

Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Januari 2016 ada 2 (dua) kelompok komoditi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,19 persen

 Kelompok yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Agustus 2015, yaitu kelompok bahan makanan 1,87 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,10

Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada September 2016 adalah sebagai berikut: kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,14 persen;

Pada bulan Maret 2007 kelompok-kelompok komoditi memberikan andil/sumbangan inflasi adalah sebagai berikut : kelompok bahan makanan 0,05 persen; kelompok makanan jadi, minuman,

Kelompok komoditi pada bulan September 2011 yang memberikan sumbangan/andil inflasi, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,08 persen; kelompok perumahan,

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Maret 2015, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,26 persen; kelompok

Kelompok-kelompok komoditas yang pada Februari 2013 memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: kelompok bahan makanan 0,49 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan