NEWS HEADLINES
JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART
Perspektif teknikal mengkonfirmasikan IHSG dalam trend pelemahan, seperti tercermin dari beberapa indikator yang mensinyalkan negative bagi pergerakan indeks tersebut. Indikator Stocahastic mengkonfirmasikan IHSG dalam pola downtrend, demikian halnya dengan MACD mengkonfirmasikan indeks dalam trend melemah.
JAKARTA INDICES STATISTICS
CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Rp Bn)
IHSG 5132.563 +-68.816 5254 6983.523
LQ-45 870.523 +-13.887 1281 4901.782
MARKET REVIEW
MARKET VIEW
Selama sepekan lalu, bursa Indonesia bergerak variatif dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri serta global. Dari domestik, Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi September berada pada kisaran 0,3%-0,4%. Adapun salah satu pemicu inflasi pada bulan September adalah kenaikan tarif dasar listrik di awal bulan ini. Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) merevisi outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,3% dari 5,7% di tahun ini. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2015 juga direvisi turun menjadi 5,8% dari prediksi 5,8% pada bulan April lalu. Adapun hal ini disebabkan oleh kondisi moneter yang lebih ketat serta pelarangan ekspor bijih mineral mentah yang menyebabkan penurunan ekspor. ADB menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2% pada semester I 2014, paling lambat sejak 2009, terjadi setelah BI menaikkan suku bunga tahun lalu untuk membatasi permintaan dalam negeri, serta mengendalikan inflasi dan defisit transaksi berjalan. Namun demikian, infrastruktur dinilai dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang jika subsidi bahan bakar minyak (BBM) dikurangi. Dari AS, survei awal Markit Economics menunjukkan indeks manufakfur AS mencapai level tertinggi lebih dari empat tahun terakhir pada level 57,9 di September. Selain itu, data penjualan rumah baru di AS bulan Agustus menunjukkan kenaikan pada level tertinggi selama enam tahun terakhir, yang mengindikasikan pemulihan di pasar perumahan. Penjualan rumah baru AS tercatat tumbuh 18% menjadi 504.000, tertinggi sejak Mei 2008, dari bulan sebelumnya 427.000 serta melebihi estimasi yang memprediksi meningkat menjadi 435.000. Dari regional, indeks awal manufaktur China di September 2014 melebihi perkiraan ketika ekspor mendukung perekonomian ekonomi pada saat harga properti turun. Indeks Purchasing Managers yang dirilis HSBC Holdings Pld dan Markit Economics berada di 50,5, melebih estimasi pada level 50, serta melebihi posisi di Agustus pada level 50,2. Dari Eropa, PMI yang meliputi industri manufaktur dan jasa area euro turun ke level 52,3 di September dari 52,5 di Agustus. Adapun pada akhir perdagangan kemarin IHSG ditutup di level 5.132,56 dipengaruhi oleh Pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang menyatakan kepala daerah kembali dipilih oleh DPRD.
Indeks saham Indonesia pada pekan ini diperkirakan masih dalam bayang tekanan, meski relatif mulai terbatas. Beberapa alasan yang menjadi kendala bagi pergerakan IHSG di pekan ini. Potensi dolar AS yang diperkirakan masih mengungguli mata uang mayor lainnya. Apresiasi atas dolar AS ini, ditunjang oleh kuatnya data makro ekonomi dan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga AS. Data positif AS tersebut semakin mendukung ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed yang akan terlaksana lebih cepat dari perkiraan. Departemen Perdagangan AS pada hari Jumat menaikkan estimasi gross domestic product untuk menunjukkan perekonomian berekspansi dengan laju tahunan sebesar 4.6%. Pemulihan ekonomi AS nampak lebih dapat bertahan lama setelah tingkat pertumbuhan anjlok di kuartal pertama akibat cuaca dingin. Sejauh ini, data ekonomi seperti sektor manufaktur, perdagangan, dan perumahan menunjukkan momentum berlanjut hingga ke kuartal ketiga. Selain itu, sejumlah data yang rilis dari AS dalam pekan ini akan memberikan kotribusi pengaruhnya bagi pergerakan indeks bursa domestik tersebut, yakni data Personal Income yang diperkirakan naik serta data Pending Home Sales yang diperkirakan turun. Sisi lain dari global, pernyataan dari Draghi yang meminta ketegasan bank-bank dalam komitmennya untuk turut membantu mendorong inflasi Zona Euro. Presiden ECB tersebut menyatakan kembali komitmennya untuk menjalankan kebijakan moneter yang akomodatif guna mendukung kenaikan inflasi di zoan Eropa. Selain itu, pasar juga terus menyikapi outlook pertumbuhan Jerman yang tengah menjadi perhatian karena terus menunjukkan angka-angka yang kurang memuaskan. Data kepercayaan konsumen Jerman tercatat di angka 8.3 pada bulan ini, turun dari 8.6 pada bulan Agustus. Semantara itu, dari kawasan Asia berkenaan dengan laju inflasi di Jepang hanya naik 3,1% pada bulan Agustus yang disebabkan rendahnya permintaan global akan energi, berdampak pada lemahnya harga bensin di Jepang. Selain itu, konsumsi negara ini masih belum bergairah pasca kenaikan pajak penjualan pada bulan April. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyuarakan kekhawatirannya akan nilai Yen yang semakin terpuruk dan pengaruhnya terhadap perekonomian. Sentimen dari dalam negeri tentang pilkada dilakukan melalui DPR-D akan berkurang tekanannya di pekan ini, Diperkirakan IHSG akan bergerak mixed dalam pekan ini dengan potensi masih rawan melemah.
WEEKLY REPORT
29 September 2014
•SUGItingkatkan kapasitas produksi menjadi 750 Bopd •BRAU sepakati renegosiasi amandemen kontrak •Rugi bersih BORN 1Q14 mencapai US$85,28 juta •BNBR akan melakukan ekspansi sebesar Rp34 triliun •TLKM akuisisi Contact Centres Australia
•TLKM garap 3 proyek infrastruktur telekomunikasi global •BTEL siap tukar saham USD 266 juta
•Peringkat obligasi ISAT naik
•Tender menara EXCL diperkirakan selesai akhir 2014 •SUPR dapat fasilitas pinjaman dari anak perusahaan
•SMRA siapkan Rp300 miliar guna menambah cadangan lahan •SMRA prediksi recurring income meningkat menjadi 27%-28% •CTRA optimis raih target marketing sales
•INPP setor modal kepada cucu usaha
•GDST tandatangani Purchase Order Suvervisory Fee •KRAS lakukan efisiensi
•Anak usaha INTA dapat fasilitas kredit senilai Rp100 miliar •GIAA jalin kerjasama dengan sejumlah instansi di NTT •BMRI optimistis KPR tumbuh 10%
•BNLI jaga cash management tumbuh 21% •BBCA akan fokus ekspansi ke Indonesia Timur
•MNCN bagikan sisa dividen 2013 sebesar Rp35 per saham •DSSA perkuat bisnis multimedia
29 September 2014
29 September 2014
Sugih Energy (SUGI)berhasil meningkatkan kapasitas produksi secara keseluruhan menjadi 750 Bopd (Barrels Oil Per Day). Peningkatan itu dilakukan melalui anak usaha peseroan Petroselat Ltd yang merupakan operator dari Blok Selat Panjang. Perseroan juga mencatatkan tambahan pengeboran sumur lagi, secara berturut-turut, pada Sumur Pengembangan BA-8 dan BA-9 di Lapangan Bakau.
Berau Coal (BRAU) telah menyepakati renegosiasi melalui nota kesepahaman amandemen kontrak. Kesepakatan yang tercapai antara lain terkait penciutan luas wilayah pertambangan sebesar 10.391ha menjadi 108.009ha. Berau memiliki konsesi seluas 118.400 hektar dengan tiga lokasi tambang di kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yaitu Lati, Binungan, dan Sambrata.
Rugi bersih Borneo Lumbung Energi & Metal (BRON) kian dalam. Pada triwulan I/2014, rugi bersih perseroan mencapai US$85,28 juta, meningkat 501,41% dari rugi bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$14,18 juta. Selaras dengan rugi bersih, penjualan bersih pada tiga bulan pertama tahun ini turun sebesar 72,61% menjadi US$37,96 dari triwulan I/2013 sebesar US$138,6 juta. Seluruh penjualan bersih berasal dari penjualan batu bara ekspor kepada Noble.
Bakrie & Brothers (BNBR) berencana akan melakukan ekspansi sebesar Rp34 triliun dengan menggarap sejumlah proyek strategis di bidang manufaktur, infrastruktur dan energi. Rencananya BNBR akan menaikan kapasitas produksi PT Bakrie Building dan PT Bakrie Autoparts hingga 2-3x lipat. Selain itu BNBR juga akan membangun pelabuhan kecil di Cilegon guna mendukung kegiatan operasional PT Bakrie Metal Industries. Selanjutnya BNBR akan membangun PLTU Tanjung Jati Cirebon berkapasitas 2x660 MW dengan menggandeng 2 mitra strategis dari Eropa dan Asia. Dikatakan pula bahwa BNBR juga akan menggarap tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 25km.Untuk tahun 2014 ini BNBR menargetkan pendapatan mencapai Rp3 triliun sementara bilamana ekspansi di bidang manufaktur terealisasi maka pendapatan BNBR diproyeksikan dapat menyentuh Rp11 triliun.
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) melalui anak usahanya, Telekomunikasi Indonesia International Australia Pty Ltd, mengakuisisi 75% saham Contact Centres Australia Pty Ltd (CCA), perusahaan business process outsourcing (BPO) di Sydney, Australia. Nilai akuisisi sebesar AUD 11 juta atau sekitar Rp 115 miliar.
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) melalui anak usahanya, Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), juga akan mengeluarkan dana sebesar USD 400 juta untuk menggarap 3 proyek infrastruktur telekomunikasi global. Dana tersebut setara 40% dari total investasi yang mencapai USD 1 miliar. Tiga proyek infrastruktur jaringan telekomunikasi global tersebut adalah sistem kabel laut luar negeri dengan jalur South East Asia-Middle East-Western Europe 5, sistem kabel laut jalur South East Asia-United States dan jaringan Indonesia Global Gateway.
Bakrie Telecom (BTEL) siap menukar saham perseroan dengan utang wesel senior senilai USD 266 juta. Nilai share swap tersebut sekitar 70% dari total utang wesel yang mencapai USD 380 juta. Proses restrukturisasi tersebut segera masuk perjanjian final. Pemegang wesel memiliki pilihan untuk menukar CEBs (secured conditionally exchangeable bonds) menjadi saham BTEL dengan harga diskon. Harga tukar pada periode tahun pertama setelah tanggal efektif sebesar 20%, tahun kedua diskon 10% dan tahun ketiga 5%. Bila BTEL merealisasikan konsolidasi dengan salah satu operator telekomunikasi, 100% CEBs akan ditukar dengan saham sesuai ketentuan. Sisa utang sebesar 30% dari outstanding akan ditukar dengan secured guaranteed notes yang jatuh tempo 5 tahun sejak tanggal efektif dengan bunga sebesar 1% per tahun. Selanjutnya 3% per tahun dalam bentuk utang atau ekuitas yang akan ditambah dan dibayar selama 6 tahun setelah tanggal efektif.
Pefindo menaikkan peringkat obligasi dan sukuk Indosat (ISAT). Peringkat obligasi V tahun 2007 seri B, obligasi VI tahun 2008 seri B, obligasi VII tahun 2009 seri B dan obligasi VIII tahun 2012 dinaikkan menjadi AAA dari AA+. Pefindo juga menaikkan peringkat terhadap sukuk ijarah IV tahun 2009 seri B dan sukuk ijarah V tahun 2012 menjadi AAA dari AA+. Kenaikan peringkat mencerminkan penilaian Pefindo atas posisi ISAT dalam Grup Ooredoo menadi anak perusahaan inti dan anak perusahaan strategis.
Setelah mengumumkan rencana penjualan menara telekomunikasinya melalui mekanisme tender terbuka, XL Axiata (EXCL) kabarnya telah mendapat penawaran serius dari beberapa pemain menara. Tender pelepasan sebagian menara milik EXCL dikabarkan segera selesai menjelang penutupan tahun 2014.
Solusi Tunas Pratama (SUPR) telah menandatangani amandemen perjanjian fasilitas pinjaman dengan anak perusahaan perseroan yaitu PT BIT Teknologi Nusantara. Melalui amandemen, plafon pinjaman diubah dari maksimal Rp500 miliar menjadi hingga Rp1,5 triliun. Pinjaman yang diberikan perseroan itu akan digunakan untuk pengembangan kegiatan usaha. Adapun BIT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan, pengelolaan dan penyewaan infrastruktur telekomunikasi serat optik dimana 99,95% saham BIT dimiliki oleh SUPR.
Summarecon Agung (SMRA) menyiapkan dana sebesar Rp200 miliar hingga Rp300 miliar di akhir tahun ini guna menambah cadangan lahan. Perseroan berniat memperbesar portofolio lahan di wilayah Bandung, Serpong, Bekasi dan luar pulau Jawa. Rencana ini merupakan bagian dari ekspansi perseroan untuk mengembangkan proyek properti di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Jogja dan Solo. Adapun pengembangan usaha di luar wilayah Jabodetabek merupakan salah satu strategi perseroan untuk melakukan diversifikasi lokasi proyek. Ekspansi lahan strategis akan mendukung perseroan dalam merealisasikan rencana tersebut. Sementara itu, sumber dana tersebut akan berasal dari penerbitan obligasi berkelanjutan I Summarecon Agung Tahap II tahun 2014 dengan jumlah pokok senilai Rp800 miliar, juga Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Summarecon Agung II tahun 2014 dengan sisa imbalan pokok sebesar Rp300 miliar.
Summarecon Agung (SMRA) memprediksi porsi pendapatan berkelanjutan (recurring income) akan meningkat menjadi 27% hingga 28% dalam tiga tahun mendatang. Dalam kurun waktu tersebut, perseroan berencana mengoperasikan sebanyak 2 hotel baru secara penuh. Adapun properti mal masih memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan berulang perseroan.
Meskipun perolehan pendapatan prapenjualan atau marketing sales Ciputra Development (CTRA) masih terbilang minim, perseroan optimis target tahun ini bisa tercapai. Hal itu akan dicapai dengan kinerja maksimal pada kuartal terakhir tahun ini. Hingga Agustus 2014, perolehan marketing sales perseroan mencapai Rp4,85 triliun atau hanya 48,74% dari target tahun ini sebesar Rp9,95 triliun. Namun, sejauh ini perseroan masih belum berencana merevisi target marketing sales tersebut. Perseroan memperkirakan pada September 2014 prapenjualan dapat mencapai Rp1,25 triliun. Perseroan memperkirakan dapat mencapai prappenjualan Rp1,25 triliun setiap bulan sehingga dengan sisa 4 bulan dapat mencapai sisa target Rp5 triliun. Guna mencapai target tersebut, pada kuartal terakhir tahun ini, perseroan akan meluncurkan sejumlah proyek baru seperti proyek di Kemayoran, Serang, Malang, dan Pontianak.
Indonesian Paradise Property (INPP) melalui anak usaha, PT Karsa Citra Unggul (KCU) membayarkan uang muka setoran modal kepada cucu usaha, PT Praba Kumala Sajati (PKS) sebesar Rp6 miliar. Setoran modal awal yang telah dilakukan pada 24 September 2014 akan digunakan untuk membiayai kegiatan operasional PKS yang sedang menggarap proyek pembangunan Park Mall Waterpark di Bali. Proyek pembangunan ini direncanakan akan selesai pada awal kuartal
29 September 2014
29 September 2014 pertama tahun 2015.
Gunawan Dianjaya Steel (GDST) telah menandatangani Purchase Order Suvervisory Fee For Investigation 250 T/H Finance dengan pihak ketiga yang bukan afiliasi yaituKrosaki Harma Corp. Furnace Division Tokyo. Obyek transaksi adalah Supervisory Fee for Investigation 250 Ton/Hours Furnace Include Round Trip Ticket dengan nilai transaksi mencapai USD12.000 dan ¥230.340. Adapun transaksi ini berkaitan dengan penambahan 1 line mesin produksi berkapasitas 1 juta ton steel plat per tahun.
Efisiensi yang dilakukan oleh Krakatau Steel (KRAS) karena tren pelemahan baja dunia dapat berakibat pada pengurangan volume pekerjaan di beberapa bidang yang selama ini dilakukan oleh vendor. Salah satu langkah yang dilakukan untuk efisiensi adalah dengan melakukan perubahan pola operasi pada area iron & steel making. Anak usaha Intraco Penta (INTA) yang bergerak dalam pembiayaan, yakni PT Intan Baruprana Finance (IBF) mendapat pinjaman atau fasilitas kredit dari Bank Mestika Dharma (BBMD) senilai Rp100 miliar. Perjanjian pinjaman tersebut telah ditandatangani oleh IBF dan BBMD pada tanggal 24 September 2014.
Garuda Indonesia (GIAA) menjalin kerja sama dengan sejumlah instansi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk memanfaatkan layanan penerbangan maskapai Garuda. Kerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang dilakukan melalui MoU yang telah ditandatangani pada tanggal 8 September 2014 dan berlaku efektif 1 Oktober 2014. Keuntungan yang diperoleh dari kerja sama ini adalah, pihak yang menggunakan jasa penerbangan mendapat pelayanan khusus, tambahan bagasi 10 kg, dan dalam situasi mendesak mendapat prioritas untuk seat cadangan.
Bank Mandiri (BMRI) optimistis kredit pemilikan rumah (KPR) perseroan pada 2015 akan tumbuh sekitar 10%. Hingga semester I-2014, pertumbuhan KPR perseroan hanya mencapai 1,5% YoY. Untuk meningkatkan kinerja KPR, BMRI akan menambah kerja sama dengan 2.100 developer hingga akhir tahun ini. Perseroan berupaya untuk tumbuh lagi dengan cara mulai menambah kerja sama dengan pengembang-pengembang kelas bawah. Pasalnya, untuk kerja sama dengan pengembang untuk tipe 70 ke bawah, rasio nilai kredit yang diberikan bank terhadap nilai agunan berupa properti masih diizinkan di atas 70%.
Bank Permata (BNLI) berupaya untuk menjaga dan meningkatkan pertumbuhan bisnis cash management yang tiap tahun tumbuh sekitar 18-21%. Di sisi volume transaksi, bisnis tersebut tumbuh 25-30% per tahun dan dari sisi customer tumbuh sekitar 8-11% per tahun.
Bank Central Asia (BBCA) akan fokus ekspansi ke Indonesia Timur karena dinilai memiliki potensi yang cukup besar. Dalam pengembangan bisnisnya, BBCA tidak lagi fokus ke kota-kota besar di Indonesia, tapi saat ini memilih wilayah timur seperti di Manado dan beberapa daerah di Kalimantan dan sekitarnya. Perseroan menilai nasabah Manado sangat menjanjikan serta perekonomian di Sulut yang terus meningkat, bahkan diatas angka rata-rata nasional. Adapun perseroan saat ini sudah memiliki delapan kantor cabang di Manado dan Kotamobagu dan satu kantor utama.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berharap pemerintah menetapkan kebijakan dividend payout ratio yang lebih kondusif tahun ini agar lebih leluasa memupuk permodalan. Apalagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah gencar mengawasai konglomerasi industri keuangan salah satunya dari sisi kecukupan permodalan.
Media Nusantara Citra (MNCN)siap membagikan sisa dividen sebesar Rp35 per saham. Dana tersebut berasal dari tahun buku 2013. Untuk cum dan ex dividen di pasar reguler atau negosiasi yakni pada 14 dan 15 Oktober 2014 dan di pasar tunai pada 17 dan 20 Oktober 2014
dengan DPS hingga 17 Oktober. Adapun Perseroan telah merencanakan untuk membagikan total dividen tahun buku 2013 sebesar Rp60 per saham. Hal ini mengacu pada persetujuan RUPS pada April 2014.Sedangkan dividen sebesar Rp25 per saham sudah dibagikan sebagai dividen interim pada 16 Januari 2014.
Anak usaha Tempo Inti Media (TMPO) membentuk tujuh perusahaan baru, yakni TV Tempo Bandung, TV Tempo Yogyakarta, TV Tempo Surabaya, TV Tempo Balikpapan, TV Tempo Batam, Temprint Graha Delapan, dan Matair Rumah Kreatif. Pendirian perusahaan itu dilakukan pada 25 September 2014. Pembentukan tujuh perusahaan tersebut belum berdampak terhadap operasional dan keuangan perseroan sebab masih dalam proses perizinan.
Dian Swastatika Sentosa (DSSA) bersama anak usahanya, DSSA Mas Sejahtera, baru saja membentuk sub holding, Innovate Mas Utama yang akan mengerjakan bisnis multimedia. Nantinya, anak usaha DSSA, Mora Quatro Multimedia (MQM) yang bergerak di bisni internet dan jasa televisi berlangganan, akan masuk ke Innovate Mas Utama. Per Juni 2014, DSSA memiliki 85,438% saham dalam MQM. DSSA baru menyetor modal sebesar Rp1 miliar ke Innovate dan akan menambah modal lagi setelah MQM dimasukkan ke Innovate. Modal dasar Innovate saat ini senilai Rp4 miliar sedangkan modal ditempatkan dan disetor Rp1 miliar. Melalui pembentukan sub holding bisnis multimedia, DSSA berencana meningkatkan kontribusi bisnis multimedia ke total pendapatan usaha perseroan. Pendapatan dari bisnis multimedia akan menjadi recurring income bagi DSSA selain dari bisnis pembangkit listrik.
Zebra Nusantara (ZBRA) berencana mengonversi utang senilai Rp 30 miliar kepada Infiniti Wahana menjadi saham perseroan. Konversi utang akan dilakukan dengan mekanisme penambahan modal tanpa HMETD. RUPSLB akan diselenggarakan pada 30 September 2014. Perseroan akan mengkonversi utang senilai Rp 30 miliar dengan 200 juta unit saham baru dengan harga transaksi per unit saham sebesar Rp 150. Konversi utang dilakukan untuk memperbaiki struktur permodalan dengan meningkatkan ekuitas yang akan meningkatkan solvabilitas perusahaan.
Perusahaan bahan bangunan, PT Impack Pratama Industri, berencana melepas saham ke publik melalui penawaran umum saham perdana (IPO) sekitar 20-30% dari modal dasar dan disetor perusahaan. Impack Pratama sudah melakukan mini expose terkait rencana IPO. Perusahaan juga berencana menggunakan buku laporan keuangan akhir Juni 2014, dan diperkirakan tahun ini akan mencatatkan sahamnya di bursa. PT Ciptadana Securities ditunjuk sebagai penjamin emisi (underwriter). Melalui IPO, Impack Pratama mengincar dana sebesar Rp600 miliar, yang sebagian dari dana hasil IPO rencananya akan dialokasikan untuk ekspansi bisnis perseroan.
29 September 2014
COMMODITIES
DUAL LISTING
Description Price (USD) Change Description Price (USD) Price (IDR) Change (IDR)
Crude Oil (US$)/Barrel 92,93 -0,61 TLKM (US) 48 14.473 -21
Natural Gas (US$)/mmBtu 4,03 0,00 ANTM (GR) 0,06 947 -153
Gold (US$)/Ounce 1216,98 -1,40
Nickel (US$)/MT 16980,00 -345,00
Tin (US$)/MT 20525,00 -225,00
Coal (NEWC) (US$)/MT* 65,30 --
Coal (RB) (US$)/MT* 68,02 --
CPO (ROTH) (US$)/MT 767,50 -2,50
CPO (MYR)/MT 3185,00 1041,50
Rubber (MYR/Kg) 591,50 -1,50
Pulp (BHKP) (US$)/per ton 724,27 -0,84
*weekly
GLOBAL INDICES VALUATION
Change PER (X) PBV (X) Country Indices Price
%Day %YTD 2014E 2015F 2014E 2015F
Market Cap (USD Bn)
USA DOW JONES INDUS. 17113,15 0,99 3,24 15,13 14,00 2,84 2,63 4.941,2
USA NASDAQ COMPOSITE 4512,19 1,02 8,04 22,01 18,20 3,44 3,12 7.143,9
ENGLAND FTSE 100 INDEX 6649,39 0,15 -1,48 13,83 12,78 1,81 1,72 1.431,3
CHINA SHANGHAI SE A SH 2457,74 0,11 10,98 9,10 8,05 1,25 1,11 2.835,8
CHINA SHENZHEN SE A SH 1371,08 0,27 24,21 23,12 18,31 2,69 2,38 1.793,2
HONG KONG HANG SENG INDEX 23678,41 -0,38 1,60 10,87 10,00 1,31 1,21 1.868,8 INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 5132,56 -1,32 20,08 16,61 14,10 2,91 2,56 398,2
JAPAN NIKKEI 225 16229,86 -0,88 -0,38 18,10 16,15 1,57 1,47 2.804,2
MALAYSIA KLCI 1840,50 -0,14 -1,42 16,77 15,30 2,12 1,99 319,8
SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 3292,21 0,04 3,94 14,54 13,38 1,33 1,26 423,9
FOREIGN EXCHANGE
FOREIGN EXCHANGE
Description Rate (IDR) Change Description Rate (USD) Change
USD/IDR 12.048,00 65,00 1000 IDR/ USD 0,08 -0,0005
EUR/IDR 15.272,89 -87,72 EUR / USD 1,27 -0,0007
JPY/IDR 110,17 -0,36 JPY / USD 0,01 0,0000
SGD/IDR 9.444,15 -38,37 SGD / USD 0,78 -0,0007
AUD/IDR 10.526,34 -52,98 AUD / USD 0,87 -0,0028
GBP/IDR 19.570,17 -100,79 GBP / USD 1,62 -0,0007
CNY/IDR 1.966,46 0,00 CNY / USD 0,16 0,0003
MYR/IDR 3.684,40 2,14 MYR / USD 0,31 -0,0009
KRW/IDR 11,48 -0,05 100 KRW / USD 0,10 -0,0004
CENTRAL BANK RATE
INTERBANK LENDING RATE
Description Country Rate (%) Description Country Rate (%)
FED Rate (%) US 0.25 JIBOR (IDR) Indonesia 7.25
BI Rate (%) Indonesia 7.50 LIBOR (GBP) England 0.51
ECB Rate (%) Euro 0.05 SIBOR (USD) Singapore 0.17
BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.15
BOE Rate (%) England 0.50 Z TIBOR (YEN) Japan 0.15
29 September 2014
INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS
SBI
Description Aug'14 Jul'14 Description Rate (%)
Inflation YTD % 3.42 2.94 SBI (9M) 6,9726
Inflation YOY % 3.99 4.53 SBIS (9M) 6,9726
Inflation MOM % 0.47 0.93
Foreign Reserve (US$) 111.22 110.54
GDP (IDR Tn) 2,480,807.00 2,480,807.00
BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR
Date Agenda Expectation
29 Sep US Personal Income Naik menjadi 0.3% dari 0.2%
29 Sep US Personal Spending Naik menjadi 0.4% dari -0.1%
29 Sep US PCE Deflator MoM Turun menjadi -0.1% dari 0.1%
29 Sep US PCE Deflator YoY Turun menjadi 1.4% dari 1.6%
29 Sep US Pending Home Sales MoM Turun menjadi -0.2% dari 3.3%
29 Sep US Pending Home Sales YoY --
30 Sep US Consumer Confidence Index Tetap 92.4
01 Oct Indonesia CPI YoY Naik menjadi 4.50% dari 3.99%
01 Oct Indonesia CPI MoM Turun menjadi 0.30% dari 0.47%
01 Oct Indonesia Trade Balance Surplus naik menjadi $392 juta dari $124juta
Ket: (*) US Time (^) Tentative
LEADING MOVERS
LAGGING MOVERS
Stock Price Change (%) Index pt Stock Price Change (%) Index pt
UNVR IJ 31800 1.60 4.11 BMRI IJ 10050 -4.51 -11.81 BMTR IJ 2025 4.92 1.44 BBRI IJ 10350 -3.94 -11.17 SCMA IJ 3895 2.23 1.34 ASII IJ 7000 -2.44 -7.63 EXCL IJ 6400 1.99 1.15 BBNI IJ 5500 -4.76 -5.47 ICBP IJ 11300 1.35 0.94 SMGR IJ 15125 -5.17 -5.27 GGRM IJ 56950 0.71 0.83 ADRO IJ 1195 -6.27 -2.76 MYOR IJ 30500 1.67 0.48 INTP IJ 22175 -2.95 -2.68 MSKY IJ 1600 21.67 0.43 UNTR IJ 20150 -2.54 -2.11 BDMN IJ 3940 0.90 0.36 BBCA IJ 12800 -0.58 -1.97 JKON IJ 660 3.13 0.35 ITMG IJ 25150 -5.63 -1.83
UPCOMING IPO'S
Company Business IPO Price (IDR)
Issued
Shares (Mn) Offering Date Listing Underwriter
PT Karisma Aksara Mediatama
Books Store
Trade & Service 175-240 535.82 30 Sep-03 Oct’14 08 Oct 2014
BCA Sekuritas Maybank Kim Eng
29 September 2014
29 September 2014
DIVIDEND
Stock DPS (IDR) Status CUM Date EX Date Recording Payment
CASS 20.89 Cash Dividend
26 Sep-14 29 Sep-14 01 Oct-14 08 Oct-14
CSAP 5.00 Cash Dividend
01 Oct-14 02 Oct-14 06 Oct-14 16 Oct-14
INAI 8.00 Cash Dividend 02 Oct-14 03 Oct-14 07 Oct-14 21 Oct-14
BMAS 4.077 Cash Dividend 02 Oct-14 03 Oct-14 07 Oct-14 21 Oct-14
ALMI 20.00 Cash Dividend 02 Oct-14 03 Oct-14 07 Oct-14 21 Oct-14
AALI 244.00 Cash Dividend
09 Oct-14 10 Oct-14 14 Oct-14 28 Oct-14
UNTR 195.00 Cash Dividend
09 Oct-14 10 Oct-14 14 Oct-14 28 Oct-14
ASGR 25.00 Cash Dividend 09 Oct-14 10 Oct-14 14 Oct-14 28 Oct-14
AUTO 24.00 Cash Dividend 09 Oct-14 10 Oct-14 14 Oct-14 28 Oct-14
ASII 64.00 Cash Dividend 14 Oct-14 15 Oct-14 17 Oct-14 31 Oct-14
CORPORATE ACTIONS
Stock Action Ratio EXC. Price (IDR) CUM Date EX Date Trading Period
BEKS Rights Issue 1000:186 100.00 02-Oct-14 03-Oct-14 09 Oct – 20 Oct’14
AKKU Rights Issue 20:132 100.00 17-Oct-14 20-Oct-14 24 Oct – 30 Oct’14
BWPT Rights Issue 1:6 390-411 17-Nov-14 18-Nov-14 24 Nov – 28 Nov’14
MLBI Stock Split 1:100 -- -- TBA TBA
GENERAL MEETING
Emiten AGM/EGM Date Agenda
FISH RUPSLB 29-Sep-14
BMTR RUPSLB 30-Sep-14
MNCN RUPSLB 30-Sep-14
ZBRA RUPST/LB 30-Sep-14
SMCB RUPSLB 01-Oct-14
SDMU RUPSLB 01-Oct-14
GWSA RUPSLB 03-Oct-14
LINK RUPSLB 08-Oct-14
KLBV RUPSLB 08-Oct-14
CNKO RUPSLB 08-Oct-14
AKKU RUPSLB 10-Oct-14
BRNA RUPSLB 10-Oct-14
PKPK RUPSLB 15-Oct-14
SDPC RUPSLB 21-Oct-14
AMRT RUPSLB 22-Oct-14
DART RUPSLB 22-Oct-14
TRUB RUPST/LB 24-Oct-14
BJTM RUPSLB 27-Oct-14
29 September 2014
29 September 2014
INDF
TRADING BUY
S1 6850 R1 7000 Trend Grafik Major Down Minor Down
S2 6750 R2 7100
Closing
Price 6950
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi posittif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada di area oversold
•Harga berada dalam area upper band Prediksi •Trading range Rp6850-Rp7100
•Entry Rp6950, take Profit Rp7100
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 73.26 Positif
MACD -11.4 Positif
True Strength Index (TSI) -31.1 Positif
Bollinger Band (Mid) 7021 Negatif
MA5 7015 Negatif 6,600 6,800 7,000 7,200 7,400 7,600
April May Jun Jul August September
NICK MA Swing System - INDF - Daily - 26/09/2014 - Op-6875 Hi-6950 Lo-6825 Cl-6950 Vol= 10,025,500.000
7,000 6,970.63 6,950 6,950 6,950 6,911.39 6,850 7,015 7,021.25 7,043.75 7,100 7,125 7,131.11 10,025,500 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0
INDF - Stochastic %D(5,3,3) = 33.52, Stochastic %K = 27.22, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
27.2222 27.2222 20 33.5185 33.5185 80 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 0.0
INDF - MACD (6,9) = -11.38, Signal() = -5.19
-11.3819 -5.19267 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 INDF - TSI(3,5,3) = -31.08 -16.6833 -31.0817 0.00000
Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com
UNVR
TRADING BUY
S1 31300 R1 32050 Trend Grafik Major Up Minor Down
S2 30500 R2 32850
Closing
Price 31800
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi posittif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area oversold •Harga berada dalam area upper band Prediksi •Trading range Rp31700-Rp32050
•Entry Rp31800, take Profit Rp32050
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 56.36 Positif
MACD -5.0 Positif
True Strength Index (TSI) -8.8 Positif
Bollinger Band (Mid) 31636 Positif
MA5 31580 Positif 27,000 28,000 29,000 30,000 31,000 32,000
April May Jun Jul August September
NICK MA Swing Sys tem - UNVR - Daily- 26/09/2014 - Op-31125 Hi-31800 Lo-31025 Cl-31800 Vol= 818,500.000
GO LONG / Reverse Signal at 31800
31,636.3 31,580 31,562.5 31,300 31,100 31,032.8 29,363.4 31,690.6 31,800 31,800 31,800 31,975 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0
UNVR - Stochastic %D(5,3,3) = 20.18, Stochastic %K = 27.19, Overbought Level = 80.00, Overs old Level = 20.00
20.1754 20.1754 20 27.193 27.193 80 -200 -100 0 100 200 300 0
UNVR - MACD (6,9) = -5.01, Signal() = -9.83
-9.82888 -5.01138 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 UNVR - TSI(3,5,3) = -8.82 -8.74671 -8.81763 0.00000
29 September 2014
29 September 2014
BSDE
BUY ON WEAKNESS
S1 1570 R1 1620 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 1530 R2 1660
Closing
Price 1600
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi posittif • Stochastics fast line & slow indikasi posittif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral •Harga berada dalam area upper band Prediksi •Trading range Rp1590-Rp1660
•Entry Rp1600, take Profit Rp1660
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 54.50 Positif
MACD 4.2 Positif
True Strength Index (TSI) 17.5 Positif
Bollinger Band (Mid) 1589 Positif
MA5 1592 Positif 1,440.0 1,500.0 1,560.0 1,620.0 1,680.0 1,740.0
April May Jun Jul August September
NICK MA Swing System - BSDE - Daily - 26/09/2014 - Op-1600 Hi-1600 Lo-1555 Cl-1600 Vol= 45,123,100.000
1,595 1,593.75 1,592 1,588.75 1,539.5 1,510 1,509.26 1,600 1,600 1,600 1,620 1,640 1,668.24 45,123,100 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0
BSDE - Stochastic %D(5,3,3) = 49.75, Stochastic %K = 56.71, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
49.7534 49.7534 20 56.7119 56.7119 80 -18.0 -12.0 -6.0 0.0 6.0 12.0 18.0 0.0
BSDE - MACD (6,9) = 4.16, Signal() = 2.89
2.89215 4.15714 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 BSDE - TSI(3,5,3) = 17.53 14.8241 0.00000 17.5333
Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com
PGAS
TRADING BUY
S1 5950 R1 6050 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 5850 R2 6150
Closing
Price 6000
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral •Harga berada dalam area upper band
Prediksi •Trading range Rp5950-Rp6150 •Entry Rp6000, take Profit Rp6150
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 65.65 Positif
MACD 7.6 Positif
True Strength Index (TSI) 9.1 Positif
Bollinger Band (Mid) 5961 Positif
MA5 6025 Negatif 4,800 5,000 5,200 5,400 5,600 5,800 6,000 6,200
April May Jun Jul August September
NICK MA Swing System - PGAS - Daily - 26/09/2014 - Op-5925 Hi-6025 Lo-5925 Cl-6000 Vol= 15,426,300.000
6,000 6,000 5,961.25 5,937.5 5,925 5,847.81 5,281.48 6,000 6,000 6,003.13 6,025 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0
PGAS - Stochastic %D(5,3,3) = 59.52, Stochastic %K = 47.62, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
47.619 47.619 20 59.5238 59.5238 80 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 0.0
PGAS - MACD (6,9) = 7.64, Signal() = 9.21
7.6411 9.21203 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 PGAS - TSI(3,5,3) = 9.10 9.09731 0.00000 12.6004
29 September 2014
29 September 2014
TLKM
TRADING BUY
S1 2850 R1 2900 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 2775 R2 2975
Closing
Price 2880
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area upper band
Prediksi •Trading range Rp2860-Rp2970 •Entry Rp2880, take Profit Rp2970
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 58.01 Positif
MACD 10.4 Positif
True Strength Index (TSI) 13.6 Positif
Bollinger Band (Mid) 2814 Positif
MA5 2879 Positif 2,200 2,300 2,400 2,500 2,600 2,700 2,800 2,900 3,000
April May Jun Jul August September
NICK MA Swing System - TLKM - Daily - 26/09/2014 - Op-2865 Hi-2890 Lo-2825 Cl-2880 Vol= 71,164,496.000
2,880 2,879 2,814 2,757.5 2,730 2,677.78 2,407.35 2,880 2,880 2,883.13 2,895 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0
TLKM - Stochastic %D(5,3,3) = 32.26, Stochastic %K = 32.16, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
32.1569 32.1569 20 32.258 32.258 80 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 0.0 TLKM - MACD (6,9) = 10.39, Signal() = 12.24 10.387 12.2445 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 TLKM - TSI(3,5,3) = 13.62 13.6193 0.00000 19.1179
Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com
BBTN
TRADING BUY
S1 1130 R1 1140 Trend Grafik Major Down Minor Up
S2 1110 R2 1160
Closing
Price 1135
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area upper band Prediksi •Trading range Rp1130-Rp1160
•Entry Rp1135, take Profit Rp1160
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 63.73 Positif
MACD 5.5 Positif
True Strength Index (TSI) 31.1 Positif
Bollinger Band (Mid) 1116 Positif
MA5 1133 Positif 1,000 1,100 1,200 1,300 1,400 1,500
April May Jun Jul August September
NICK MA Swing Sys tem - BBTN - Daily - 26/09/2014 - Op-1145 Hi-1145 Lo-1130 Cl-1135 Vol= 67,129,104.000
1,135 1,133 1,125 1,116 1,110 1,085.32 1,062 1,135 1,135 1,145 1,145 1,170 1,180 67,129,104 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0
BBTN - Stochastic %D(5,3,3) = 65.93, Stochastic %K = 61.90, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
61.9048 61.9048 20 65.9259 65.9259 80 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 0.0 BBTN - MACD (6,9) = 5.52, Signal() = 4.73 4.73429 5.51767 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 BBTN - TSI(3,5,3) = 31.07 31.0726 0.00000 32.0347
29 September 2014
29 September 2014
THESE RECOMMENDATIONS ARE BASED ON TECHNICAL AND ONLY INTENDED FOR ONE DAY TRADING
Price Support Resistance Indicators 1 Month Ticker Rec
26/09/14 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc* MA5* High Low Agriculture
AALI Trading Sell 23200 23200 23000 22600 23000 23400 23800 Negatif Negatif Negatif 26575 22900 LSIP Trading Sell 1870 1870 1855 1825 1855 1885 1915 Negatif Negatif Negatif 2065 1715 SGRO Trading Sell 2040 2040 2020 1960 2020 2080 2140 Negatif Negatif Negatif 2220 2060
Mining
BUMI Trading Sell 190 190 185 183 188 193 198 Negatif Negatif Negatif 204 176
PTBA Trading Buy 13100 13100 12775 12200 12775 13350 13925 Positif Positif Negatif 14150 12600 ADRO Trading Sell 1195 1195 1110 1110 1175 1240 1305 Negatif Negatif Negatif 1390 1225 MEDC Trading Buy 3475 3475 3505 3415 3460 3505 3550 Positif Positif Positif 3710 3390 INCO Trading Sell 3865 3865 3835 3775 3835 3895 3955 Negatif Negatif Negatif 4575 3830 ANTM Trading Sell 1100 1100 1085 1050 1085 1120 1155 Positif Negatif Negatif 1255 1085 TINS Trading Sell 1245 1245 1230 1195 1230 1265 1300 Positif Negatif Negatif 1465 1245
Basic Industry and Chemicals
SMGR Trading Sell 15125 15125 14525 14525 14975 15425 15875 Negatif Negatif Negatif 16900 15500 INTP Trading Sell 22175 22175 21825 21825 22050 22275 22500 Negatif Negatif Negatif 25500 22650 SMCB Trading Sell 2630 2630 2540 2540 2605 2670 2735 Negatif Negatif Negatif 3025 2660
Miscellaneous Industry
ASII Trading Buy 7000 7000 6950 6850 6950 7050 7150 Positif Positif Negatif 7775 7125 GJTL Trading Sell 1555 1555 1540 1500 1540 1580 1620 Negatif Negatif Negatif 1845 1585
Consumer Goods Industry
INDF Trading Buy 6950 6950 6875 6750 6875 7000 7125 Positif Positif Negatif 7150 6850 GGRM Trading Buy 56950 56950 57425 54525 55975 57425 58875 Positif Positif Positif 57050 53700 UNVR Trading Buy 31800 31800 32050 30500 31275 32050 32825 Positif Positif Positif 32100 31025 KLBF Trading Buy 1695 1695 1710 1640 1675 1710 1745 Positif Positif Positif 1710 1610
Property, Real Estate and Building Construction
BSDE Trading Buy 1600 1600 1660 1525 1570 1615 1660 Positif Positif Positif 1660 1510 PTPP Trading Sell 2185 2185 2070 2070 2155 2240 2325 Negatif Negatif Negatif 2535 2300 WIKA Trading Sell 2665 2665 2450 2450 2605 2760 2915 Negatif Negatif Negatif 2990 2755 ADHI Trading Sell 2805 2805 2695 2695 2775 2855 2935 Negatif Negatif Negatif 3200 2890
Infrastructure, Utilities and Transportation
PGAS Trading Buy 6000 6000 6150 5850 5950 6050 6150 Positif Positif Negatif 6100 5800 JSMR Trading Buy 6400 6400 6225 6225 6325 6425 6525 Positif Positif Negatif 6475 6150 ISAT Trading Sell 3850 3850 3765 3765 3825 3885 3945 Negatif Negatif Negatif 4150 3780 TLKM Trading Buy 2880 2880 2970 2775 2840 2905 2970 Positif Positif Positif 3010 2660 CMNP Trading Buy 3135 3135 3270 2985 3080 3175 3270 Positif Positif Positif 4500 2960
Finance
BMRI Trading Sell 10050 10050 9800 9800 9975 10150 10325 Negatif Negatif Negatif 10700 10050 BBRI Trading Sell 10350 10350 10075 10075 10275 10475 10675 Negatif Negatif Negatif 11325 10300 BBNI Trading Sell 5500 5500 5375 5375 5475 5575 5675 Negatif Negatif Negatif 5975 5125 BBCA Trading Buy 12800 12800 12900 12450 12675 12900 13125 Positif Positif Positif 12925 11200 BBTN Trading Buy 1135 1135 1160 1115 1130 1145 1160 Positif Positif Positif 1215 1070
Trade, Services and Investment
UNTR Trading Sell 20150 20150 19975 19550 19975 20400 20825 Negatif Negatif Negatif 24400 20100 MPPA Trading Buy 3330 3330 3375 3185 3280 3375 3470 Positif Positif Positif 3500 2950