• Tidak ada hasil yang ditemukan

WEEKLY REPORT 29 December 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "WEEKLY REPORT 29 December 2014"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

    

 

           

 

 

NEWS HEADLINES

JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART

Sinyal teknikal mengindikasi uptrend bagi IHSG yang tercermin dari lagging indikator masih mengkonfirmasi positif. Penguatan yang terjadi pada pekan lalu mengindikasi IHSG kembali breakout di atas MA20. Konfirmasi positif bagi IHSG juga tercermin dari leading indikator, yakni MACD dan Stochastic...

JAKARTA INDICES STATISTICS

CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Rp Bn)

IHSG 5166.983 +27.915 8,359.377 9,299.883

LQ-45 890.861 +4.459 805.442 1,945.116

MARKET REVIEW

MARKET VIEW

IHSG pada perdagangan pekan lalu bergerak mixed dengan penguatan terbatas dipengaruhi oleh libur Natal, penguatan Rupiah, dan sentimen dari pasar global. Pada pekan lalu, nilai tukar Rupiah kembali mengalami penguatan ke level sekitar Rp12.441 per US Dollar. Sementara itu, pemerintah berencana untuk menetapkan subsidi tetap BBM. Kebijakan baru tersebut diupayakan akan jadi sebelum akhir tahun. Selain itu, Presiden Jokowi menargetkan ekonomi Indonesia dapat tumbuh diatas 7% setelah tiga tahun mendatang. Pada semester pertama 2015, Jokowi akan berupaya untuk mempercepat pembangunan proyek infrastruktur seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan waduk. Jokowi mengatakan bahwa penyerapan anggaran sangat diperlukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Dari pasar global, bursa AS kembali menguat menembus rekor tertingginya didukung oleh peningkatan data ekonomi AS. GDP AS tumbuh pada laju tercepat dalam 11 tahun sebesar 5% QoQ melebihi konsensus sebesar 3,9%. Data tersebut mendukung bursa AS untuk melonjak ke level tertinggi. Di sisi lain, penjualan rumah AS di pasar sekunder turun sebesar -6,1% dari 5,25 juta unit di bulan Oktober ke 4,93 juta unit di bulan November, level terendah dalam enam bulan. Sekalipun penjualan rumah AS mengalami penurunan, sentimen dari pertumbuhan GDP AS lebih mendominasi pasar. Dari pasar regional, bursa Asia bergerak menguat seiring penguatan bursa AS. Saham Jepang memperpanjang penguatan tertinggi dalam dua minggu didukung oleh penguatan saham perusahaan energi di tengah naiknya harga minyak. Selain itu pelemahan Yen dan data GDP AS juga memberi sentimen atas menguatnya indeks Nikkei 225. Sementara itu, indeks Shanghai Composite mengalami penguatan di awal pergadangan pekan lalu didukung oleh penguatan sejumlah saham-saham unggulan

 

di tengah naiknya volume perdagangan dan volatilitas pasar. Akan tetapi, pada akhir pekan menjelang libur Natal indeks Tiongkok melemah dipengaruhi oleh spekulasi bahwa pemerintah akan mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi asset bubble. Bursa Eropa cenderung bergerak menguat mengikuti penguatan bursa global. Belanja konsumen Perancis naik sebesar 0,4% MoM di bulan November dari penurunan sebesar -0,8% di bulan Oktober. Adapun pada akhir perdagangan pekan lalu, IHSG ditutup pada level 5.166,98

Peringatan lembaga pemeringkat kredit S&P bahwa rating kredit Russia dapat dipangkas ke level spekulatif pada bulan January tahun depan, menjadi penyebab mata uang Rouble melemah. Menurut S&P penurunan fleksibilitas moneter negara Russia menyebabkan rating kredit obligasi nya berpotensi dipangkas paling cepat di pertengahan January. Padahal saat ini rating kredit Russia telah berada di level terendah dari kategori investment-grade, namun bila terkena downgrade maka status investment grade tersebut kemungkinan akan hilang. Sementara itu, Bank sentral Russia telah mengeluarkan pernyataan bahwa akan mulai memberikan pinjaman hard currencies pada berbagai perusahaan dan perbankan jika bersedia memberikan pinjaman dengan uang asing sebagai collateral agar dapat menopang nilai tukar. Penurunan mata uang Rubel ini dikhawatirkan akan menyeret mata uang negara lainnya. Potensi Dolar AS yang masih menguat terhadap mata uang lainnya, bisa kembali menjadi ancaman bagi nilai tukar rupiah. Hal ini dapat mempengaruhi bagi pergerakan indeks saham di BEI. Kendati, Gubernur BI mengatakan hingga menjelang tutup tahun, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan stabil. Dolar AS diperkirakan bergerak di kisaran Rp 12.300 - Rp 12.500. BI akan selalu berada di pasar keuangan, dan bila dibutuhkan akan melakukan intervensi dan bahkan BI akan keluarkan kebijakan prudential untuk menstabilkan nilai tukar rupaih. BI juga akan berkomunikasi dengan dengan otoritas keuangan di bidang fiskal dan moneter guna menentukan langkah bersama menghadapi tantangan 2015. Diharapkan langkah yang dilakukan BI dapat memberikan kepercayaan bagi pasar bahwa otoritas moneter akan menjaga rupiah tetap stabil. Selain itu, stabilitas dari harga minyak mentah dunia, diperkirakan dapat memberikan sentimen positif terhadap indeks dalam pekan ini. Sementara itu, Yield obligasi acuan pemerintah Jepang bertenor 10-tahun turun ke rekor terendah pada hari Kamis lalu, seiring investor beralih mencari obligasi berimbal hasil lebih tinggi. Imbal hasil Japanese Government Bond 10-tahun turun 2 basis poin menjadi 0,310%, yang terendah sepanjang sejarah. Selain itu, Inflasi Jepang melambat untuk bulan keempat di bulan November, dan produksi industri dan penjualan retail secara tak terduga turun. Indeks bursa Wall Street mempertahan pengutan hingga akhir penutupan perdagangan jelang libur Natal. Diperkirakan volume perdagangan yang rendah di pekan ini bisa membantu bursa saham AS untuk bergerak lebih tinggi..

WEEKLY REPORT

29 December 2014

•PTBA selesaikan akuisisi dua perusahaan

•PTBA anggarkan capex 2015 Rp4,5-Rp5 triliun

•BRMS selesaikan konsultasi publik tambang emas

•BRMS siapkan capex tahun depan US$350 juta

•UNTR akan rampungkan akuisisi ACST pada 1Q15

•WIKA akan garap proyek penyediaan air minum di Jabar dan Jatim

•TBIG dan SUPR akan mendapat saham BTEL

•SSIA akan bangun 40 hotel setara bintang tiga

•BEST akan terbitkan obligasi Sin$135 juta

•BEST siapkan capex 2015 US$14 juta

•DILD targetkan pertumbuhan kinerja 2015 sebesar 5%-10%

•LCGP telah membeli saham PT Senopati Aryani Prima

•SIPD akan lakukan rights issue di Rp520/saham

•ABBA targetkan pertumbuhan kontribusi divisi digital

•RANC dirikan anak usaha baru

•BMRI akan tambah kepemilikan In Helath menjadi 80% dari 60%

•BMRI targetkan kredit mikro tahun 2014 sebesar Rp 37 miliar

•BBRI berencana terbitkan obligasi valas

•ISAT terapkan tariff roaming baru

•BIRD siapkan capex Rp2,7 triliun

•TAXI anggarkan capex Rp250 miliar

•TAXI prediksi pendapatan 2015 tumbuh 10%-20%

•GIAA berikan pinjaman pada Citilink

(2)

     

           

 

 

29 December 2014

29 December 2014

Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) akan menyelesaikan akuisisi dua perusahaan pada awal 2015. Perseroan akan mengambilalih perusahaan jasa pertambangan nasional. Perseroan juga membeli saham Ignite Energy Resources, perusahaan teknologi berbasis di Australia. Saat ini perseroan sedang memproses penyelesaian perjanjian investasi terkait pengambilalihan 95% saham perusahaan jasa pertambangan. Aksi korporasi yang dilakukan oleh anak usaha perseroan ini, yaitu PT Bukit Multi Investama, ditargetkan selesai pada Januari 2015. Adapun untuk akuisisi Ignite Resources, awalnya ditargetkan selesai pada akhir 2014, namun menjadi mundur tahun depan. PTBA mengincar 30% saham Ignite Resources. Ignite Resources mampu mengubah batubara menjadi minyak dan bahan injeksi proses pembuatan baja (continues process improvement/CPI). Perseroan berencana membeli teknologi tersebut untuk memperkuat ketahanan energi.

Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) menganggarkan belanja modal (capex) untuk tahun depan sekitar Rp4,5-Rp5 triliun. Capex tersebut meningkat 127% dibandingkan anggaran tahun ini sebesar Rp2,2 triliun. Untuk pemenuhan sebagian proyek, perseroan kemungkinan akan mencari pinjaman bank. Sebagian besar capex dialokasikan untuk program eletrifikasi peralatan guna efisiensi optimasi operasional. Perseroan fokus mengembangkan peralatan tambang dan tenaga listrik. Perseroan tengah mengincar proyek pembangkit listrik di Lampung berkapasitas 1.200 MW. Selain itu, perseroan juga terus mendorong penyelesaian pembangunan sejumlah pembangkit listrik. Perseroan segera membentuk perusahaan patungan untuk mengarap PLTU bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

Bumi Resources Minerals (BRMS), melalui PT Gorontalo Minerals, anak usaha perseroan yang bergerak di bidang pertambangan emas dan tembaga, telah menyelesaikan konsultasi publik untuk proyek pertambangan di Sungai Mak, Gorontalo. Konsultasi publik yang dilaksanakan pada 20 Desember 2014 tersebut merupakan bagian dari proses analisis dampak lingkungan hidup (Amdal) terhadap rencana proyek tambang di Sungai Mak seluas 28.710 ha. Gorontalo Minerals merupakan pemegang kontrak kerja pertambangan seluas 36.070 ha di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Sumberdaya mineral Cu-Au dari prospek Sungai Mai dan Cabang Kiri tercatat sebesar 292 juta ton bijih. Sumberdaya ini diestimasi memiliki kadar rata-rata 0,5% Cu dan 0,47g/tAu, berdasarkan JORC pada Agustus 2012. Sementara itu, anak usaha BRMS lainnya, yaitu PT Citra Palu Minerals, juga sedang menyelesaikan studi kelayakan untuk proyek pertambangan di Poboya, Palu. Studi kelayakan tersebut akan diserahkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada semester I-2015. Citra Palu merupakan pemegang kontrak karya pertambangan emas seluas 138.889 ha di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Potensi sumber daya di tambang tersebut sebanyak 0,7 juta ons.

Bumi Resources Minerals (BRMS) menyiapkan belanja modal (capex) sebesar US$350 juta pada tahun depan. Dana capex tersebut akan digunakan untuk membiayai eksplorasi Dairi Prima Mineral, Citra Palu Minerals, dan Gorontalo Minerals. Perseroan mengalokasikan US$300 juta untuk eksplorasi Dairi Prima, sementara sisanya US$50 juta akan digunakan untuk Citra Palu dan Gorontalo Minerals. Perseroan menargetkan mampu memproduksi satu juta bijih seng dan timah hitam di tambang Dairi Prima tahun depan.

United Tractors (UNTR) menargetkan proses akuisisi saham Acset

Indonusa (ACST) akan selesai pada kuartal pertama 2015. Sebelumnya, UNTR telah menandatangani conditional sale and purchase agreement dengan PT Cross Plus Indonesia dan PT Loka Cipta Kreasi apda 18 Desember 2014. Transaksi ini melibatkan 250,5 juta lembar saham atau 50,1% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh. Saat ini, UNTR masih menunggu persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk pengalihan 200 juta lembar saham atau sekitar 40% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh. Setelahnya, akan dilakukan tender offer sebanyak 50,5 juta saham milik investor publik sehingga UNTR dapat menjadi pemegang saham mayoritas ACST.

Wijaya Karya (WIKA) akan menggarap proyek sistem penyediaan air minum di wilayah Jatiluhur Jawa Barat dan di daerah aliran Sungai (DAS) Brantas, Jawa Timur melalui konsorsium dengan PT Pelindo III dan Jasa Tirta I dengan skema. Langkah ini dilakukan guna mendapatkan tambahan pemasukan dil uar bisnis utamanya, yakni konstruksi.

Tower Bersama Infrastructure (TBIG) akan memiliki sekitar kurang dari 2% saham Bakrie Telecom (BTEL) akibat penundaan kewajiban pembayaran utang BTEL yang senilai Rp130 miliar. Sementara kreditur lainnya yang akan menerima pembayaran utang berupa saham BTEL yaitu Solusi Tunas Pratama (SUPR) dan PT Protelindo anak usaha dari Sarana Menara Nusantara (TOWR). Surya Semesta Internusa (SSIA) berencana membangun sebanyak 40 hotel setara bintang tiga. Ekspansi itu akan dilakukan hingga lima tahun mendatang. Hal tersebut merupakan revisi dari rencana sebelumnya yang berupa pembangunan hotel bujet. Sementara itu, perseroan memundurkan waktu penandatanganan perjanjian pinjaman sebesar US$100 juta menjadi tahun depan dari sebelumnya pada semester II tahun ini. Sesuai rencana, utang tersebut terdiri atas pinjaman berdenominasi rupiah sebesar 70% dan sisanya sebesar 30% berdenominasi dolar AS. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membangun menara perkantoran yang ditargetkan selesai pada akhir 2017. Kompleks perkantoran tersebut nantinya tidak akan dijual, namun disewakan. Total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan office tower tersebut senilai US$150 juta dimana 70% dari pinjaman dan 30% dari kas internal. Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) akan menerbitkan obligasi sebesar Sin$135 juta atau sekitar Rp1,2 triliun. Perseroan akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk ekspansi usaha. Obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura dan perseroan telah menunjuk Citigroup Global Markets Singapore Pte Ltd dan UBS AG cabang Singapura sebagai joint lead managers dan bookrunners.

Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) akan fokus dalam pembagunan tahap I kawasan factory building dan logistik. Belanja modal (capex) yang disiapkan tahun depan sebesar US$14 juta. Adapun total investasi proyek tersebut mencapai US$27 juta. BEST telah membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan perusahaan asal Jepang, Daiwa House Industry Co Ltd. Perusahaan itu bernana PT Daiwa Manunggal Logistik Properti.

Intiland Development (DILD) menargetkan pertumbuhan kinerja 2015 hanya sebesar 5%-10% seiring tekanan rupiah dan kondisi ekonomi Indonesia yang belum membaik. Untuk tahun ini industri properti masih tekena imbas kebijakan loan to value (LTV) serta tantangan imabas kenaikan BBM dan perlemahan nilai tukar rupiah. Untuk tahun 2015 perseroan akan meluncurkan beberapa

(3)

     

           

 

 

29 December 2014

29 December 2014

proyek baru yaitu beberapa cluster baru di Serenia Hills, 2 menara apartemen di 1Park Avenue dan South Quarter tahap II. Perseroan juga akan menggarap proyek reklamasi dan pengembagan Pantai Mutiara Jakarta Utara.

Eureka Prima Jakarta (LCGP) telah membeli 6375 saham PT Senopati Aryani Prima senilai Rp1.8 miliar dari PT Gagas Mitra Persada pada 23 Desember 2014 lalu.PT Senopati Aryani Prima merupakan pemilik dari Senopati Penthouse Apartemen, dikatakan bahwa akuisisi tersebut akan mendukung pertumbuhan anorganik LCGP.

Bank Mandiri (BMRI) akan memperbesar porsi saham pada perusahaan asuransi kesehatan, In Health, menjadi 80% dengan mengambil 20% dari NPJS Kesehatan. Saat ini Bank Mandiri telah menguasai 60% saham In Health.

Bank Mandiri (BMRI) berencana menjadikan bisnis mikro sebagai fondasi bisnis tahun 2015. Perseroan pun memperkirakan target penerimaan dari bisnis mikro hingga Rp 8 triliun. BMRI menargetkan kredit mikro hingga akhir tahun 2014 sebesar Rp 37 miliar. Posisi akhir kuartal III 2014 baru mencapai Rp2 1 triliun dengan tingkat rasio kredit macet masih di atas 3%. Pada tahun 2015 BMRI diharapkan dapat menyalurkan kredit mikro sebesar Rp 40 triliun, perseroan telah mencanangkan kredit mikro sebagai pilar pertumbuhan bank mandiri ke depan.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berencana menerbitkan obligasi berdenominasi Dollar AS di tahun 2015 untuk menjaga likuiditas. Penerbitan global bond ini didasari oleh kebutuhan perusahaan untuk melunasi utang jatuh tempo pada tahun depan sebesar Rp2 triliun. Selain instrumen ini, BBRI juga merencanakan penerbitan obligasi berdenominasi Rupiah dan surat utang jangka menengah (MTN) serta sertifikat deposito untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya.

Blue Bird (BIRD) menyiapkan capex sebesar Rp2,7 triliun. Perseroan dan anak-anak usahanya telah memperoleh pinjaman bank dengan jumlah fasilitas tidak melebihi Rp750 miliar. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk membiayai pembelian kendaraan baru, penambahan dan peremajaan armada taksi dan rental, serta pembelian tanah, dan pembangunan pool.

Express Transindo Utama (TAXI) menganggarkan capex senilai Rp250 miliar. Sebagian besar dana capex akan diserap untuk pembelian unit taksi reguler. Perseroan berencana menambah 500 sampai 1000 unit taksi reguler pada tahun depan. Selain dari kas internal, sumber dana capex akan berasal dari sisa obligasi yang belum lama ini diterbitkan. Dari total emisi Rp1 triliun, dana obligasi yang tersisa Rp400 miliar. Adapun alokasi capex tahun depan turun 100% dibandingkan dengan anggaran tahun ini sebesar Rp500 miliar. Hal ini dikarenakan perseroan telah agresif membeli taksi kelas premium sebanyak 300 unit pada tahun ini. Pembelian tersebut menambah jumlah taksi premium perseroan menjadi sekitar 408 unit. Ekspansi lainnya, perseroan akan mendatangkan 80 unit bus pariwisata pada kuartal I-2105. Sepanjang tahun ini perseroan telah mendatangkan sebanyak 70 bus pariwisata. Satu unit bus memerlukan anggaran sekitar Rp1 miliar. Dengan demikian, perseroan akan menyiapkan dana sekitar Rp150 miliar untuk membeli total 150 bus pariwisata.

Express Transindo Utama (TAXI) memprediksi pendapatan tahun depan dapat tumbuh sekitar 10%-20% dibandingkan tahun ini. Terkait kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi, perseroan sudah menaikkan tarif 15% pada Desember tahun ini.

Garuda Indonesia (GIAA) memberikan pinjaman kepada anak usahanya, Citilink Indonesia, sebesar USD 115,2 juta atau setara dengan Rp1,38 triliun. Pinjaman ini diberikan untuk mendukung modal kerja Citilink. Pinjaman ini terbagi dalam dua bagian yaitu dana pinjaman senilai USD20 juta dengan jangka waktu 4 tahun dan reprofiling hutang sebesar USD95,2 juta untuk jangka waktu 5 tahun. Citilink akan menggunakan pinjaman sebesar USD20 juta untuk menguasai pasar domestic dan merambah rute regional dan mengantisipasi Asean Open Sky di 2015. Di semester pertama 2015, Citilink juga akan mendatangkan 5 pesawat Airbus A320 baru.

Garuda Indonesia (GIAA) berencana untuk menerbitkan obligasi valas USD 500 juta pada Q1 2015 guna memangkas utang jatuh tempo 2015 senilai USD 350 juta serta pada 2016 yang senilai USD 135 juta. Perseroan telah menunjuk DBS Bank Singapura dan Standchart Bank sebagai penjamin pelaksana emisi.

Supra Boga Lestari (RANC) menyetor modal awal ke anak usaha barunya PT Supra Investama Mandiri Rp2.49 miliar. Anak usaha baru ini didirikan pada 22 Desember 2014 lalu dan akan mengurus operasional perusahaan kelompok usaha RANC.

Sierad Producer (SIPD) akan melakukan penawaran umum terbatas atau rights issue sebesar 2,11 miliar saham pada tahun 2015. Saham baru itu akan diterbitkan pada harga senilai Rp520 per lembar dan akan menambah modal perusahaan sebesar Rp1,09 triliun. Untuk pelaksanaan rights issue ini, perusahaan telah mendapatkan dua pembeli siaga yaitu PT Great Giant Pineeapple dan PT OCBC Sekuritas Indonesia.

Mahaka Media (ABBA) menargetkan peningkatan kontribusi dari divisi digital terhadap total pendapatan perusahaan. Pada tahun 2015, perusahaan mengestimasi kontribusi dari divisi ini akan meningkat menjadi 20% dari 10%, atau sebesar Rp360 miliar pada tahun 2014. Untuk meningkatkan kinerja divisi ini, ABBA akan menggarap proyek aplikasi untuk konten anak usahanya. Selain itu, pada September 2014 lalu, ABBA telah menjalin kerjasam dengan F.C. Internazionale untuk mengelola konten asset digital klub sepak bola tersebut. Kontribusi dari Internazionale ditargetkan mencapai 10-12% dari total pendapatan divisi igital ABBA pada 2015. Sebanya 70% dari saham Internazionale dimiliki oleh Erick Thohir, Presiden Komisari dari ABBA.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, memastikan pemerintah akan menerapkan skema subsidi dengan besaran tetap pada tahun 2015, sehingga fluktuasi harga minyak dunia tidak akan berpengaruh terhadap postur belanja subsidi BBM di APBN. Skema subsidi tetap itu akan dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 yang akan diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Januari 2015. Namun besaran subsidi tetap itu belum dapat ditentukan.

Pemerintah akan memfokuskan diri pada dua hal, yaitu pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan terkait dengan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan tahun 2015.

(4)

      

 

 

 

 

 

29 December 2014

COMMODITIES

DUAL LISTING

Description Price (USD) Change Description Price (USD) Price (IDR) Change (IDR)

Crude Oil (US$)/Barrel 55.55 0.82 TLKM (US) 46 14,122 264

Natural Gas (US$)/mmBtu 3.07 0.06 ANTM (GR) 0.05 877 76

Gold (US$)/Ounce 1193.80 -2.20

Nickel (US$)/MT 15335.00 -115.00

Tin (US$)/MT 19050.00 655.00

Coal (NEWC) (US$)/MT* 62.75 0.95

Coal (RB) (US$)/MT* 66.10 -0.23

CPO (ROTH) (US$)/MT 727.50 10.00

CPO (MYR)/MT 2217.50 35.50

Rubber (MYR/Kg) 603.50 1.50

Pulp (BHKP) (US$)/per ton 742.73 0.85

*weekly

GLOBAL INDICES VALUATION

Change PER (X) PBV (X) Country Indices Price

%Day %YTD 2014E 2015F 2014E 2015F

Market Cap (USD Bn)

USA DOW JONES INDUS. 18053.71 0.13 8.91 15.95 15.40 3.03 2.84 5,075.0

USA NASDAQ COMPOSITE 4806.86 0.70 15.09 24.04 19.92 3.63 3.30 7,576.6

ENGLAND FTSE 100 INDEX 6609.93 0.18 -2.06 14.05 13.69 1.77 1.70 1,487.8

CHINA SHANGHAI SE A SH 3308.39 2.78 49.40 13.33 11.90 1.78 1.61 3,812.9

CHINA SHENZHEN SE A SH 1504.19 1.05 36.27 27.06 20.88 3.04 2.69 1,967.2

HONG KONG HANG SENG INDEX 23349.34 0.07 0.18 11.04 10.42 1.29 1.20 1,855.7

INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 5166.98 0.54 20.89 17.41 14.78 2.88 2.54 392.6

JAPAN NIKKEI 225 17912.83 0.06 9.38 19.50 17.30 1.72 1.61 2,724.9

MALAYSIA KLCI 1764.44 0.84 -5.49 16.59 15.23 2.01 1.89 288.3

SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 3353.68 0.23 5.88 14.56 13.49 1.33 1.26 414.2

FOREIGN EXCHANGE

FOREIGN EXCHANGE

Description Rate (IDR) Change Description Rate (USD) Change

USD/IDR 12,409.35 -30.65 1000 IDR/ USD 0.08 0.0002

EUR/IDR 15,117.19 -16.70 EUR / USD 1.22 -0.0001

JPY/IDR 103.06 -0.07 JPY / USD 0.01 0.0000

SGD/IDR 9,375.03 -17.02 SGD / USD 0.76 -0.0003

AUD/IDR 10,070.62 -10.68 AUD / USD 0.81 -0.0006

GBP/IDR 19,307.34 3.47 GBP / USD 1.56 0.0001

CNY/IDR 1,997.32 0.00 CNY / USD 0.16 -0.0003

MYR/IDR 3,553.65 -1.28 MYR / USD 0.29 -0.0001

KRW/IDR 11.30 0.01 100 KRW / USD 0.09 0.0001

CENTRAL BANK RATE

INTERBANK LENDING RATE

Description Country Rate (%) Description Country Rate (%)

FED Rate (%) US 0.25 JIBOR (IDR) Indonesia 6.60

BI Rate (%) Indonesia 7.75 LIBOR (GBP) England 0.50

ECB Rate (%) Euro 0.05 SIBOR (USD) Singapore 0.17

BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.13

BOE Rate (%) England 0.50 Z TIBOR (YEN) Japan 0.13

(5)

      

 

 

 

 

 

29 December 2014

INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS

SBI

Description Nov’14 Oct'14 Description Rate (%)

Inflation YTD % 5.75 4.19 SBI (9M) 6,90219

Inflation YOY % 6.23 4.83 SBIS (9M) 6,90219

Inflation MOM % 1.50 0.47

Foreign Reserve (USD) 111.97 Mn 111.97 Mn GDP (IDR Bn) 2,619,869.70 2,619,869.70

BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR

Date Agenda Expectation

29 Dec Indonesia Money Supply M1 YoY -Nov 2014 -- 29 Dec Indonesia Money Supply M2 YoY -Nov 2014 --

30 Dec US Consumer Confidence Index Naik menjadi 93.5 dari 88.7

02 Jan Indonesia CPI YoY --

02 Jan Indonesia CPI MoM --

02 Jan Indonesia Trade Balance --

02 Jan Indonesia Total Exports YoY --

02 Jan Indonesia Total Imports YoY --

Ket: (*) US Time (^) Tentative

LEADING MOVERS

LAGGING MOVERS

Stock Price Change (%) Index pt Stock Price Change (%) Index pt

EMTK IJ 7000 14.75 5.42 BBRI IJ 11600 -0.85 -2.61 BMRI IJ 10700 0.94 2.47 INCO IJ 3595 -2.18 -0.85 ASII IJ 7325 0.69 2.16 AKRA IJ 4080 -2.97 -0.52 TLKM IJ 2845 0.71 2.15 UNTR IJ 17150 -0.58 -0.40 PGAS IJ 6000 1.27 1.94 SMRA IJ 1530 -1.29 -0.31 CPIN IJ 3795 2.29 1.49 AUTO IJ 3900 -1.27 -0.26 BBNI IJ 6150 1.23 1.48 PWON IJ 525 -0.94 -0.26 BBCA IJ 13200 0.38 1.30 BRAM IJ 4000 -11.11 -0.24 SCMA IJ 3500 2.34 1.25 INDF IJ 6600 -0.38 -0.23 EXCL IJ 4690 1.96 0.82 MPPA IJ 3075 -1.28 -0.23

UPCOMING IPO'S

Company Business IPO Price (IDR)

Issued

Shares (Mn) Offering Date Listing Underwriter

PT Bank Yudha Bhakti Banking & Finance

TBA 300.00 05 Jan-07 Jan’15 13 Jan 2015 Semesta Indovest

PT Archi Indonesia Mining 1895-2445 1,600.00 TBA TBA CIMB Niaga, Danareksa,

(6)

      

 

 

 

 

 

 

29 December 2014

29 December 2014

DIVIDEND

Stock DPS (IDR) Status CUM Date EX Date Recording Payment

PGLI 2.00 Cash Dividend

 

08 Dec-14 09 Dec-14 11 Dec-14 29 Dec-14

TOTO 50.00 Cash Dividend

 

09 Dec-14 10 Dec-14 12 Dec-14 30 Dec-14

AISA 8.50 Cash Dividend  24 Dec-14 29 Dec-14 02 Jan-15 14 Jan-15

ADRO $0.00094 Cash Dividend  24 Dec-14 29 Dec-14 02 Jan-15 16 Jan-15

BFIN 138.00 Cash Dividend  02 Jan-15 05 Jan-15 07 Jan-15 15 Jan-15

CORPORATE ACTIONS

Stock Action Ratio EXC. Price (IDR) CUM Date EX Date Trading Period

BSWD Rights Issue 5:1 2800.00 10-Dec-14 11-Dec-14 17 Dec – 06 Jan’15

ARTI Rights Issue 1:4 117.00 22-Dec-14 23-Dec-14 02 Jan – 09 Jan’15

SUPR Rights Issue 125:54 7000.00 29-Dec-14 30-Dec-14 07 Jan – 14 Jan’15

MAYA Rights Issue 8:1 1150.00 06-Jan-15 07-Jan-15  13 Jan – 19 Jan’15 

WOMF Rights Issue 27:20 135.00 28-Jan-15 29-Jan-15  04 Feb – 11 Feb’15 

AKKU Rights Issue 20:132 100.00 TBA TBA  TBA 

SIPD Reverse Stock 10:1 -- -- TBA TBA

LTLS Stock Split 1:2 -- -- TBA TBA

ACST Tender Offer -- TBA -- -- TBA

CPGT Tender Offer -- TBA -- -- TBA

GENERAL MEETING

Emiten AGM/EGM Date Agenda

BSWD RUPSLB 29-Dec-14

MAYA RUPSLB 29-Dec-14

GMCW RUPSLB 30-Dec-14

EXCL RUPSLB 07-Jan-15

CNKO RUPSLB 08-Jan-15

SCPI RUPSLB 14-Jan-15

BTPN RUPSLB 15-Jan-15

CMNP RUPSLB 20-Jan-15

BBNP RUPSLB 23-Jan-15

KARW RUPSLB 23-Jan-15

SMGR RUPSLB 23-Jan-15

(7)

      

 

 

 

 

 

29 December 2014

29 December 2014

WIKA

TRADING BUY

S1 3450 R1 3575 Trend Grafik Major Up Minor Up

S2 3350 R2 3700

Closing

Price 3535

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif

• Stochastics fast line & slow indikasi positif

• Candle chart indikasi sinyal positif

• RSI berada dalam area overbought

•Harga berada dalam area upper band Prediksi •Trading range Rp 3450-Rp 3575

•Entry Rp 3535, take Profit Rp 3575

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 37.95 Positif

MACD 10.07 Positif

True Strength Index (TSI) 59.27 Positif

Bollinger Band (Mid) 654 Positif

MA5 3383 Positif 2,200 2,400 2,600 2,800 3,000 3,200 3,400 3,600

Jun Jul August September October November December

WIKA Upward Sloping Channel

Bullish Breakout 3,350 3,328.75 3,257.86 3,257.86 3,235.75 3,170 2,857.82 3,383 3,448.82 3,448.82 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 WIKA - Stochastic %D(6,3,3) = 84.30, Stochastic %K = 90.22, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

84.297 80 20 84.297 90.218 90.218 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 0.0 WIKA - MACD (5,3) = -47.08, Signal() = -34.42

-47.0842 -34.4238 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 WIKA - TSI(3,5,3) = 59.27 45.118 0.00000 59.2723 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0

WIKA - William's % R(14) = -1.09, Volume() = 14,692,200.00 -1.08696

14,692,200

Created with AmiBroker - advanced charting and technical analysis software. http://www.amibroker.com

PGAS

TRADING BUY

S1 5950 R1 6050 Trend Grafik Major Up Minor Up

S2 5850 R2 6150

Closing

Price 6000

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif

• Stochastics fast line & slow indikasi positif

• Candle chart indikasi sinyal positif

• RSI berada dalam area netral

•Harga berada dalam area upper band Prediksi •Trading range Rp 5950-Rp 6150

•Entry Rp 6000, take Profit Rp 6150

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 40.95 Positif

MACD 0.98 Positif

True Strength Index (TSI) 19.71 Positif

Bollinger Band (Mid) 1203 Positif

MA5 5890 Positif 5,200 5,400 5,600 5,800 6,000 6,200

Jun Jul August September October November December

PGAS Broadening Wedge

6,000 5,936.25 5,890 5,878.13 5,800 5,511.54 5,511.54 6,000 6,000 6,050 6,144.33 6,288.95 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 PGAS - Stochastic %D(6,3,3) = 45.96, Stochastic %K = 69.44, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

45.9596 45.9596 20 69.4444 69.4444 80 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 0.0 PGAS - MACD (5,3) = -23.90, Signal() = -10.03

-23.8962 -10.0339 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 PGAS - TSI(3,5,3) = 19.71 0.0357828 0.00000 19.7139 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 PGAS - William's % R(14) = -18.18, Volume() = 9,404,600.00

-18.1818 9,404,600

(8)

      

 

 

 

 

 

29 December 2014

29 December 2014

ELSA

TRADING BUY

S1 660 R1 700 Trend Grafik Major Up Minor Up

S2 620 R2 740 Closing

Price 685

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif

• Stochastics fast line & slow indikasi positif

• Candle chart indikasi sinyal positif

• RSI mendekati area overbought

•Harga berada dalam area upper band Prediksi •Trading range Rp 660-Rp 700

•Entry Rp 685, take Profit Rp 700

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 37.95 Positif

MACD 2.73 Positif

True Strength Index (TSI) 24.96 Positif

Bollinger Band (Mid) 654 Positif

MA5 646 Positif 480.0 540.0 600.0 660.0 720.0

Jun Jul August September October November December

ELSA Broadening Wedge

654 646 636.25 595 578.636 578.636 563.271 685 685 685 700 739.667 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 ELSA - Stochastic %D(6,3,3) = 65.44, Stochastic %K = 78.70, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

65.4394 65.4394 20 78.7037 78.7037 80 -12.0 -6.0 0.0 6.0 12.0 0.0 ELSA - MACD (5,3) = -9.10, Signal() = -4.43

-9.09631 -4.42688 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 ELSA - TSI(3,5,3) = 24.96 5.63731 0.00000 24.9612 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0

ELSA - William's % R(14) = -10.00, Volume() = 94,774,800.00 -1094,774,800

Created with AmiBroker - advanced charting and technical analysis software. http://www.amibroker.com

TSPC

TRADING BUY

S1 2725 R1 2850 Trend Grafik Major Down Minor Up

S2 2625 R2 2950

Closing

Price 2795

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif

• Stochastics fast line & slow indikasi positif

• Candle chart indikasi sinyal positif

• RSI berada dalam area oversold

•Harga berada dalam area lower band Prediksi •Trading range Rp 2725-Rp 2850

•Entry Rp 2795, take Profit Rp 2850

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 8.92 Positif

MACD -23.26 Positif

True Strength Index (TSI) -19.02 Positif

Bollinger Band (Mid) 2896 Negatif

MA5 2705 Positif 2,400 2,500 2,600 2,700 2,800 2,900 3,000 3,100 3,200 3,300

Jun Jul August September October November December

TSPC Wedge 2,896 2,795 2,795 2,795 2,720 2,705 2,645 2,954.13 2,954.13 3,194.78 3,231.11 3,231.11 3,250 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 TSPC - Stochastic %D(6,3,3) = 25.50, Stochastic %K = 43.59, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

25.4983 25.4983 20 43.5878 43.5878 80 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 0.0 TSPC - MACD (5,3) = -6.63, Signal() = 8.66 -6.62837 8.6615 -80.0 -40.0 0.0 40.0 80.0 TSPC - TSI(3,5,3) = -19.02 -19.0154 -39.4104 0.00000 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 TSPC - William's % R(14) = -62.96, Volume() = 615,700.00 -62.963 615,700

(9)

      

 

 

 

 

 

29 December 2014

29 December 2014

MPMX

TRADING BUY

S1 820 R1 870 Trend Grafik Major Down Minor Down

S2 770 R2 920 Closing

Price 845

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif

• Stochastics fast line & slow indikasi positif

• Candle chart indikasi sinyal positif

• RSI mendekati area overbought

• Harga berada dalam area netral

Prediksi •Trading range Rp 820-Rp 870

•Entry Rp 845, take Profit Rp 870

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 35.31 Positif

MACD -3.46 Positif

True Strength Index (TSI) 11.65 Positif

Bollinger Band (Mid) 847 Negatif

MA5 799 Positif 700 800 900 1,000 1,100 1,200 1,300

Jun Jul August September October November December

MPMX Downward Sloping Channel

845 845 801.25 799 765 670 670 845 847.25 908.75 908.75 1,008.88 1,040 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 MPMX - Stochastic %D(6,3,3) = 59.05, Stochastic %K = 76.71, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

59.0526 59.0526 20 76.7128 76.7128 80 -18.0 -12.0 -6.0 0.0 6.0 12.0 0.0 MPMX - MACD (5,3) = -8.21, Signal() = -1.74 -8.20943 -1.73912 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 MPMX - TSI(3,5,3) = 11.65 0.00000 -28.8259 11.6492 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 MPMX - William's % R(14) = -24.24, Volume() = 1,110,000.00 -24.2424 1,110,000

Created with AmiBroker - advanced charting and technical analysis software. http://www.amibroker.com

KREN

TRADING BUY

S1 465 R1 475 Trend Grafik Major Up Minor Up

S2 450 R2 490 Closing

Price 469

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif

• Stochastics fast line & slow indikasi positif

• Candle chart indikasi sinyal positif

• RSI berada dalam area netral

• Harga berada dalam area upper band

Prediksi •Trading range Rp 465-Rp 475

•Entry Rp 465, take Profit Rp 475

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 67.62 Positif

MACD 0.73 Positif

True Strength Index (TSI) 54.84 Positif

Bollinger Band (Mid) 462 Positif

MA5 464.2 Positif 400.0 410.0 420.0 430.0 440.0 450.0 460.0 470.0

Jul August September October November December

KREN - Daily 24-Dec-14 Open 463, Hi 470, Lo 463, Close 469 (1.3%) Auto Trading System(0.019,0.019) = 437.23, Fractal Up = 466.00, Fractal Down = 462.00, MA(Close

463.875 462.2 462 437.229 464.2 466 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 KREN - Stochastic %D(6,3,3) = 41.67, Stochastic %K = 54.17, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

41.6667 41.6667 20 54.1667 54.1667 80 -2.40 -1.80 -1.20 -0.60 0.00 0.60 0.00 KREN - MACD (5,3) = -1.02, Signal() = -0.54

-1.01515 -0.54114 -80.0 -40.0 0.0 40.0 80.0 KREN - TSI(3,5,3) = 54.84 33.6517 0.00000 54.8423 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0

KREN - William's % R(14) = -7.69, Volume() = 5,842,100.00 -7.69231 5,842,100

(10)

      

 

 

 

 

 

 

29 December 2014

29 December 2014

THESE RECOMMENDATIONS ARE BASED ON TECHNICAL AND ONLY INTENDED FOR ONE DAY TRADING

Price Support Resistance Indicators 1 Month Ticker Rec

24-12-14 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc* MA5* High Low Agriculture

AALI Trading Buy 23300 23300 23475 22925 23200 23475 23750 Positif Positif Positif 25450 22350 LSIP Trading Sell 1875 1875 1820 1820 1860 1900 1940 Negatif Negatif Negatif 2060 1845 SGRO Trading Sell 2005 2005 1990 1990 2000 2010 2020 Negatif Negatif Negatif 2340 2000

Mining

BUMI Trading Buy 71 71 74 64 69 74 79 Positif Negatif Positif 120 52

PTBA Trading Buy 12625 12625 12850 12400 12550 12700 12850 Positif Positif Negatif 13650 11875 ADRO Trading Buy 1060 1060 1075 1045 1055 1065 1075 Positif Positif Negatif 1145 980 MEDC Trading Sell 3450 3450 3405 3405 3435 3465 3495 Negatif Negatif Negatif 3830 3350 INCO Trading Sell 3595 3595 3560 3455 3560 3665 3770 Negatif Negatif Negatif 4175 3650 ANTM Trading Buy 1085 1085 1200 960 1040 1120 1200 Positif Negatif Positif 1035 920 TINS Trading Buy 1220 1220 1240 1130 1185 1240 1295 Positif Positif Positif 1295 1095

Basic Industry and Chemicals

SMGR Trading Buy 16100 16100 16550 15575 15900 16225 16550 Positif Positif Positif 16800 15300 INTP Trading Sell 24800 24800 24425 24425 24675 24925 25175 Negatif Negatif Positif 25725 22900 SMCB Trading Sell 2180 2180 2120 2120 2160 2200 2240 Negatif Negatif Negatif 2370 2155

Miscellaneous Industry

ASII Trading Buy 7325 7325 7500 7125 7250 7375 7500 Positif Positif Positif 7375 6825 GJTL Trading Sell 1420 1420 1375 1375 1410 1445 1480 Negatif Negatif Negatif 1490 1245

Consumer Goods Industry

INDF Trading Buy 6600 6600 6500 6500 6575 6650 6725 Positif Positif Positif 6825 6325 GGRM Trading Sell 59600 59600 58900 58900 59375 59850 60325 Negatif Negatif Negatif 64250 57100 UNVR Trading Sell 31525 31525 30950 30950 31375 31800 32225 Negatif Negatif Negatif 32100 30300 KLBF Trading Buy 1830 1830 1855 1795 1815 1835 1855 Positif Positif Positif 1835 1670

Property, Real Estate and Building Construction

BSDE Trading Sell 1790 1790 1770 1770 1785 1800 1815 Negatif Negatif Negatif 1895 1510 PTPP Trading Buy 3505 3505 3600 3405 3470 3535 3600 Positif Positif Positif 3540 2720 WIKA Trading Buy 3535 3535 3575 3345 3460 3575 3690 Positif Positif Positif 3450 2840 ADHI Trading Buy 3245 3245 3290 3020 3155 3290 3425 Positif Positif Positif 3125 2505

Infrastructure, Utilities and Transportation

PGAS Trading Buy 6000 6000 6150 5825 5925 6025 6150 Positif Positif Positif 6225 5775 JSMR Trading Buy 6950 6950 7075 6850 6925 7000 7075 Positif Positif Negatif 7075 6325 ISAT Trading Sell 4030 4030 3990 3990 4020 4050 4080 Negatif Negatif Negatif 4350 3050 TLKM Trading Buy 2845 2845 2885 2795 2825 2855 2885 Positif Positif Positif 2890 2700 CMNP Trading Buy 2995 2995 3050 2870 2960 3050 3140 Positif Positif Negatif 3205 2980

Finance

BMRI Trading Buy 10700 10700 10800 10575 10650 10725 10800 Positif Positif Positif 10875 10125 BBRI Trading Sell 11600 11600 11475 11475 11575 11675 11775 Negatif Negatif Negatif 11725 10850 BBNI Trading Buy 6150 6150 6225 6075 6125 6175 6225 Positif Positif Positif 6300 5700 BBCA Trading Buy 13200 13200 13350 13050 13150 13250 13350 Positif Positif Positif 13525 12675 BBTN Trading Sell 1200 1200 1180 1180 1195 1210 1225 Negatif Negatif Negatif 1240 1095

Trade, Services and Investment

UNTR Trading Buy 17150 17150 17675 16700 17025 17350 17675 Positif Positif Negatif 19350 16425 MPPA Trading Sell 3075 3075 3035 2920 3035 3150 3265 Negatif Negatif Negatif 3665 3000

(11)

 

 

Referensi

Dokumen terkait

RUPS Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) menyetuju untuk membagikan dividen sebesar Rp 46 per saham atau senilai total Rp 754,31 miliar setara dengan 29,8% dari laba bersih

Pada tahun 2014 perseroan membukukan laba bersih Rp 1,4 triliun yang didukung pendapatan usaha di luar konstruksi sebesar Rp 7,23 triliun atau meningkat 14,6% dibanding 2013..

Timah (TINS) memprediksi laba bersih perseroan tahun 2015 bisa mencapai Rp 1 triliun atau meningkat dibandingkan dari laba tahun 2014 yang sebesar Rp 637,70 miliar.. Untuk

Pendapatan Intiland Development (DILD) selama enam bulan pertama 2015 meningkat 16% menjadi Rp993 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp854,77

Penjualan Semen Indonesia (SMGR) pada semester I 2016 meningkat hingga mencapai 12.184 juta ton dibanding periode sama tahun 2015 yang sebesar 11.989 juta ton.. Peningkatan

Namun dengan turunnya harga jual rata-rata 2015 sebesar 27% dibandingkan 2014 karena harga nikel yang lebih rendah, maka pendapatan tahun 2015 juga turun 24% YoY.. Volume

Dengan demikian, performa perseroan hingga akhir tahun diperkirakan dapat mencapai Rp450 miliar, meningkat 22,28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar

Untuk mendukung kinerja pendapatan tersebut, WSKT mengincar kontrak baru sebesar Rp18,7 triliun pada tahun ini atau naik 16,8% dari target kontrak sesuai RKAP 2013 senilai