• Tidak ada hasil yang ditemukan

Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS ASESMEN

PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR PKN DITINJAU

DARI KECENDERUNGAN BERNALAR PADA SISWA

KELAS IV SD NEGERI 2 UBUNG KECAMATAN

DENPASAR UTARA

Ni Kd Tessa Setia Rakayani

1

, I.G.A. Agung Sri Asri

2

, I Md Suara

3

123

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FIP

Universitas Pendidikan Ganesha

Singaraja, Indonesia

E-mail : [email protected]

1

[email protected]

2

[email protected]

3

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind mapping dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio tanpa mind mapping pada siswa kelas IV tema cita-citaku di SD Negeri 2 Ubung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain Prates-Pascates Kelompok Statis (The Static Group Pretest-Postest Design). Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV SD Negeri 2 Ubung yang berjumlah 86 orang. Sampel diambil dengan teknik sampel jenuh. Data hasil belajar PKn siswa diperoleh dengan menggunakan teknik tes bentuk tes uraian kemudian dianalisis dengan statistik uji-t.

Rata-rata hasil belajar PKn siswa kelas IV yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind mapping lebih tinggi dari kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio tanpa mind mapping (84,72 > 76,08). Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind mapping dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio tanpa mind mapping (thitung = 6,4 > ttabel 2,00). Maka, dapat disimpulkan bahwa

pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio ditinjau dari kecenderungan bernalar berpengaruh terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Negeri 2 Ubung Kecamatan Denpasar Utara tahun pelajaran 2014/2015.

Kata kunci : Pendekatan saintifik, asesmen portofolio, hasil belajar, mind mapping Abstract

The aim of this study is to find out significant differences of PKn (Civic Education) learning outcomes between a student group that taught through scientific approach based on portfolio assessment with mind mapping and a student group that taught through scientific approach based on portfolio assessment without mind mapping towards students in grade IV with my dreams theme at SD Negeri 2 Ubung Academic Year 2014/2015. This study is an experimental study using a Static Group Pretest-Postest Design. Subjects of this study were all students in grade IV at SD Negeri 2 Ubung with a total of 86 students. The sample was taken by using saturated sample technique. The data of this study were collected by using a testing technique in the form of descriptive test and then it was analyzed by using t-test.

The average of PKn learning outcomes of students in grade VI that taught through scientific approach based on portfolio assessment with mind mapping is higher than the student group that taught through scientific approach based on portfolio assessment

(2)

without mind mapping (84,72 > 76,08). Result of this study showed that there was a significant difference of PKn learning outcomes between those groups (thitung = 6,4 > ttabel 2,00). Thus, it could be drawn a conclusion that scientific approach based on portfolio assessment reviewed from a reasoned propensity, effected on PKn learning outcomes of students in grade IV at SD Negeri 2 Ubung Academic Year 2014/2015. Keywords : scientific approach, portofolio assessment, learning outcomes, mind mapping

LATAR BELAKANG

Pendidikan merupakan unsur terpenting untuk kemajuan dan keberhasilan pengembangan manusia Indonesia seutuhnya. Dengan pendidikan, akan tercipta sumber daya manusia yang berkualitas dan merupakan faktor terpenting dalam keberhasilan pembangunan bangsa. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi-potensi peserta didik, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Melalui pendidikan, seseorang diharapkan mampu membangun sikap, tingkah laku, pengetahuan, keterampilan yang berguna bagi kelangsungan dan kemajuan diri dalam masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, pengelolaan pendidikan hendaknya berorientasi untuk mendukung pembangunan di masa mendatang guna menciptakan perubahan yang lebih baik lagi.

Salah satu perubahan dalam dunia pendidikan adalah perubahan kurikulum. Kurikulum merupakan salah satu alat yang penting bagi keberhasilan peningkatan mutu pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat, maka suatu sasaran dan tujuan pendidikan akan sulit dicapai. Maka dari itu, perubahan kurikulum merupakan hal mendasar untuk menjawab tantangan masa depan sesuai dengan perkembangan masyarakat. Di Indonesia, sudah beberapa kali mengalami perubahan dan perbaikan kurikulum. Mulai dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang disempurnakan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) hingga kurikulum 2013.

Kurikulum 2013 yang lebih menitik beratkan pada kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan secara terpadu. Komponen yang mengalami perubahan dalam kurikulum 2013 adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL), standar isi, standar proses, dan standar

penilaian. Proses pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) dan menuntut siswa aktif dalam pembelajaran. Dalam hal ini, guru dituntut sangat signifikan dalam mensukseskan penerapan kurikulum 2013 tersebut. Hal ini disebabkan karena guru sebagai ujung tombak dalam pelaksana kurikulum. Guru dituntut untuk lebih kreatif dalam mengemas pembelajaran sehingga mampu mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam diri peserta didik.

Pembelajaran dalam kurikulum 2013 mengamanatkan pendekatan saintifik atau ilmiah. Hal ini sesuai dengan Lampiran I Permendikbud No.65 Tahun 2013 (2013:3) tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengisyaratkan tentang perlunya proses pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah pendekatan saintifik atau ilmiah. Daryanto (2014:51) menyatakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka dalam pendekatan saintifik siswa diarahkan untuk mencari dan menggali informasi sebanyak-banyaknya melalui berbagai sumber agar siswa terbiasa untuk berpikir kritis. Dalam pendekatan saintifik siswa mendapat 5 pengalaman belajar yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi/menalar, dan mengkomunikasikan. Khusus untuk tingkat

(3)

Sekolah Dasar (SD), pendekatan tematik integratif yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenal dan memahami berbagai muatan materi pelajaran yang diintegrasikan ke dalam suatu tema dengan beberapa sub tema. Setiap sub tema terdiri dari beberapa pembelajaran. Dapat dikatakan siswa tidak lagi belajar dengan mata pelajaran seperti kurikulum KTSP yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, PKn, IPA, dan IPS. Pemisahan antar mata pelajaran sudah tidak tampak lagi, tetapi dalam suatu tema terdapat muatan muatan materi pelajaran. Namun, meskipun sudah diintegrasikan dalam suatu tema, masih ada beberapa siswa terkadang belum memahami salah satu muatan materi pelajaran tersebut, yaitu PKn (Pendidikan Kewarganegaraan).

PKn merupakan salah satu muatan materi pelajaran dalam kurikulum 2013 yang diterapkan di Sekolah Dasar. Menurut BSNP (2006:82), “PKn merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.” Berkenaan dengan hal tersebut, mata pelajaran PKn sangatlah penting untuk diajarkan sejak dini kepada siswa sekolah dasar agar mereka dapat berperilaku demokratis secara benar dan terarah, membentuk manusia Indonesia seutuhnya dalam pembentukan karakter bangsa.

Dalam kenyataannya, mata pelajaran PKn masih kurang diminati oleh siswa karena PKn merupakan mata pelajaran yang sering disebut sebagai mata pelajaran hafalan. Hal inilah yang menyebabkan siswa merasa bosan dan cenderung malas menghafal. Apalagi dalam penyampaian pelajaran, guru kurang inovatif dalam mengembangkan dan mengkreasikan pembelajaran. Guru cenderung menggunakan metode ceramah dan menugaskan siswa membaca sendiri buku pelajaran lalu menghafal yang mengakibatkan siswa menganggap PKn itu semakin rumit untuk dipelajari. Apabila ini terus berlanjut, maka tentunya akan berdampak pada hasil belajar siswa yang

menurun dan prestasi belajar yang diraih siswa kurang memuaskan. Menurut Kunandar (2013:62) “hasil belajar adalah kompetensi atau kemampuan tertentu baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik yang dicapai atau dikuasai peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.” Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini dibatasi hanya pada aspek kognitif saja. Namun, dalam pelaksanaan pembelajaran mengukur aspek kognitif, afektif, psikomotor. Untuk mencapai hasil belajar yang optimal, tentunya guru harus mampu mengemas pembelajaran yang menarik minat siswa.

Selain mengalami perubahan pada proses pembelajaran, pendekatan saintifik juga mengalami perubahan pada penilaian. Penilaian yang dimaksud agar dapat menyentuh keseimbangan ketiga domain, yaitu kognitif (sikap), afektif (sikap), dan psikomotor (keterampilan). Hal ini dimaksudkan dalam setiap kegiatan belajar siswa, termasuk cara berpikir dan cara bertindak, selalu dilakukan penilaian. Dalam pendekatan saintifik menggunakan penilaian autentik salah satunya yaitu asesmen portofolio. Samatowa (2011:172) menyatakan bahwa, “asesmen portofolio adalah asesmen yang berupa kumpulan koleksi hasil kerja siswa yang disimpan dalam suatu file atau boks.” Kumpulan koleksi tersebut merupakan hasil penilaian yang dilakukan dalam suatu periode tertentu. Jadi, dalam asesmen portofolio tidak hanya hasil yang dinilai tetapi juga proses.

Dengan demikian, guru dapat mengetahui kemajuan belajar siswa secara berkala dengan mengumpulkan hasil pekerjaan siswa untuk dijadikan portofolio. Selain itu, perkembangan siswa secara individu yang memiliki hasil belajar yang kurang optimal akan diketahui guru yang akan dijadikan acuan dalam memberikan bimbingan kepada siswa yang kurang pintar untuk ditingkatkan pengetahuannya mengenai materi yang dibelajarkan.

Apabila pendekatan saintifik dipadukan dengan penilaian portofolio akan sangat mendukung satu sama lain karena dapat menilai ketiga domain yaitu domain kognitif, afektif, psikomotor siswa selama proses belajar. Biasanya dalam

(4)

setiap pembelajaran, guru hanya menggunakan tes untuk mencapai keberhasilan belajar siswa. Namun, dengan adanya pendekatan saintifik selain menggunakan tes akan dikombinasikan pula dengan penilaian portofolio yang dapat mengetahui kemajuan belajar siswa dalam periode waktu tertentu.

Berdasarkan hasil observasi di lapangan, KKM pada mata pelajaran PKn yaitu 70. Hal ini dibuktikan dari keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran, di mana nilai akhir siswa yang telah tuntas hanya mencapai 30% sedangkan siswa yang belum tuntas mencapai 70%. Hasil belajar ini dirasa belum optimal karena masih ada siswa yang mendapat nilai di bawah KKM. Selain itu, siswa juga masih bingung dalam memilah muatan materi pelajaran karena mereka belajar menggunakan tema, guru masih cenderung menggunakan pendekatan saintifik yang belum optimal, dan mengajarkan konsep-konsep PKn tidak menggunakan peta konsep yang dapat membantu siswa untuk memudahkan dalam menerima materi bahkan catatan siswa hanya berbentuk linier sehingga siswa tidak harus menghafal tetapi memahami apa yang diberikan.

Pembelajaran di SD N 2 Ubung memang telah menggunakan pendekatan saintifik, namun dalam pelaksanaannya belum divariasikan sebagaimana dalam penilaian yang diisyaratkan dalam kurikulum 2013, yakni penilaian autentik. Selain itu, belum dimodifikasi dengan teknik yang inovatif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Guru hanya terpaku pada pendekatan saintifik yang monoton, sehingga hasil dari kegiatan pembelajaran kurang maksimal.

Untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang optimal, akan sangat mendukung apabila siswa yang masih berada dalam tahap operasional konkret yang dipopulerkan oleh Piaget cenderung menggunakan kemampuan bernalarnya dalam setiap memecahkan permasalahan. Sehingga dapat membantu siswa terbiasa berpikir luas. Hal ini sesuai dengan 5 pengalaman belajar yang diisyaratkan dalam kurikulum 2013, salah satunya adalah menalar. Menurut Kosasih (2014:78) menyatakan bahwa bernalar yang

dimaksud adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan proses yang intensif melalui pengumpulan fakta sehingga cukup memadai untuk menjawab pertanyaan. Tahap bernalar adalah (a) membaca beragam referensi yang sekiranya dapat memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, (b) melakukan pengamatan lapangan, terutama untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan data-data faktual, (c) melakukan percobaan laboratorium untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan pembuktian ilmiah, (d) mewawancarai narasumber untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan jawaban berupa pendapat ahli.

Siswa yang menggunakan daya nalarnya untuk berpikir tidak hanya mengandalkan pemahaman seadanya, namun selalu berusaha untuk memperoleh sesuatu yang baru dalam setiap pembelajaran. Untuk mengetahui kecenderungan bernalar pada siswa, diperlukan teknik mengajar guru yang inovatif yakni melalui mind mapping. Dengan mind mapping, pembelajaran akan lebih menarik karena siswa akan memperoleh informasi dan menuangkan apa yang telah diperolehnya dalam sebuah gambar, warna, dan simbol agar dapat mengembangkan seluruh potensi dan gagasan yang ada dalam pikirannya sehingga mampu meningkatkan daya ingat siswa. Dengan menyisipkan mind mapping dalam pembelajaran PKn tentunya akan mempengaruhi hasil belajar siswa terutama hasil belajar PKn.

Mencermati permasalahan dan realitas belajar yang telah diuraikan tersebut, maka dilakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pendekatan Saintifik Berbasis Asesmen Portofolio Terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Ditinjau dari Kecenderungan Bernalar (dengan Mind

Mapping, tanpa Mind Mapping) pada Tema

Cita-citaku Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Ubung, Kecamatan Denpasar Utara Tahun Pelajaran 2014/2015” .

Berdasarkan pemamparan di atas, adapaun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui

(5)

pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind mapping dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio tanpa mind mapping pada siswa kelas IV tema cita-citaku di SD Negeri 2 Ubung, Kecamatan Denpasar Utara tahun pelajaran 2014/2015.

METODE

Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen karena bertujuan untuk memanipulasi variabel bebas yang mempengaruhi variabel terikat. Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SD negeri 2 Ubung, pada rentang waktu semester II (genap) tahun pelajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas IV SD Negeri 2 Ubung Kecamatan Denpasar Utara yang berjumlah 86 orang (44 orang laki-laki dan 42 orang perempuan) terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas IVA dan IVB dengan tingkat kemampuan yang setara sesuai dengan informasi dari kepala sekolah dan tidak ada kelas unggulan.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampel jenuh. Teknik ini dipilih karena seluruh populasi dalam penelitian ini dijadikan sampel. Untuk menentukan sampel pasangan kelas terlebih dahulu pasangan kelas harus setara. Uji kesetaraan sampel dilakukan melalui teknik matching. Teknik matching dilakukan dengan menjodohkan nilai pre-test siswa kelas IVA dan kelas IVB. Dalam menentukan kelompok mind mapping dan kelompok tanpa mind mapping, dilakukan dengan merandom kedua kelas yang ada. Siswa kelas IVA sebagai kelompok yang diberikan perlakuan dengan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio tanpa mind mapping dan siswa kelas IVB yang diberikan perlakuan dengan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind mapping Kelas yang dirandom merupakan kelas dalam jenjang yang sama. Kelas-kelas tersebut adalah kelas IV dari SD Negeri 2 Ubung.

Rancangan eksperimen yang digunakan adalah Prates-Pascates Kelompok Statis (The Static Group

Pretest-Postest Design). Menurut Dantes (2012:166) variabel dapat diartikan sebagai suatu totalitas gejala atau objek pengamatan yang akan diteliti. Dalam penelitian ini melibatkan variabel bebas dan variabel terikat yang dijelaskan sebagai berikut. Menurut Sanjaya (2013:95) variabel bebas (independent variable) atau variabel

X adalah kondisi atau karakteristik yang dimanipulasikan oleh peneliti dalam rangka untuk menerangkan hubungannya dengan fenomena yang diobservasi. Variabel terikat adalah variabel terikat atau variabel tergantung (dependent variable) adalah variabel yang berubah karena pengaruh variabel bebas (Winarsunu, 2009:4). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio ditinjau dari kecenderungan bernalar. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar PKn.

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Tes adalah alat yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa sehingga menghasilkan suatu nilai tingkah laku dan prestasi belajar sesuai dengan aturan yang ditentukan. Tes yang digunakan dalam penelitia ini adalah tes subjektif dalam bentuk tes uraian (essay

test).

Dalam penelitian ini, data yang diperoleh dideskripsikan dengan menghitung mean, menghitung varians, modus, dan median. Data yang disajikan dalam bentuk grafik histogram. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data guna menguji hipotesis penelitian adalah uji-t atau polled varians. Sebelum melakukan uji hipotesis, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dan perlu dibuktikan. Persyaratan yang dimaksud yaitu: (1) data yang dianalisis harus berdistribusi normal, (2) mengetahui data yang dianalisis bersifat homogen atau tidak. Kedua prasyarat tersebut harus dibuktikan terlebih dahulu, maka untuk memenuhi hal tersebut dilakukanlah uji prasyarat analisis dengan melakukan uji normalitas dan uji homogenitas.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Data dalam penelitian ini adalah skor hasl belajar PKn siswa sebagai akibat penerapan pedekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind

mapping pada kelas IVB dan penerapan

pedekatan saintifik berbasis asesmen portofolio tanpa mind mapping pada kelas IVA.

Sebelum melakukan uji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis terhadap data-data hasil penelitian.

(6)

Pengujian prasyarat analisis dilakukan untuk mengetahui data hasil belajar PKn memenuhi prasyarat normalitas sebaran data dan homegenitas varians, prasyarat yang harus dipenuhi adalah sebaran data berdiatribusi normal dan varians antar kelompok homogen.

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus chi-kuadrat, diperoleh hasil post-test kelompok mind

mapping adalah 7,39 dan tabel dengan

taraf signifikansi 5% dan dk = 5 adalah 11,07. Hal ini berarti, X2hitung hasil post-test

kelompok mind mapping lebih kecil dari tabel (X2hitung < X2tabel ) sehingga data hasil

pos-test kelompok mind mapping

berdistribusi normal. Sedangkan X2hitung

hasil post-test kelompok tanpa mind

mapping adalah 3,99 dan X2tabel dengan

taraf signifikansi 5% dan dk = 5 adalah 11,07. Hal ini berarti, X2hitung hasil post-test

kelompok tanpa mind mapping lebih kecil dari tabel (X2hitung < X2tabel ) sehingga data

hasil post-test kelompok tanpa mind

mapping berdistribusi normal.

Berdasarkan hasil uji homogenitas, diketahui Fhitung kelompok mind mapping

dan kelompok tanpa mind mapping adalah 1,11. Sedangkan Ftabel dengan db pembilang = 35, db penyebut = 35, dan taraf signifikansi 5% adalah 1,78. Hal ini berarti, varians data hasil belajar PKn

kelompok mind mapping dan kelompok tanpa mnd mapping adalah homogen.

Berdasarkan uji prasyarat analisis data, diperoleh bahwa data hasil post-test kelompok mind mapping dan kelompok tanpa mind mapping adalah normal dan homogen. Setelah diperoleh hasil dari uji prasyarat analisis data, dilanjutkan dengan pegujian hipotesis penelitian (Ha) dan hipotesis nol (Ho). Pengujian hipotesis tersebut dilakukan dnegan menggunakan uji-t sampel tidak berkorelasi dengan rumus

polled varians dengan kriteria pengujian, Ho

diterima jika thitung < ttabel, Ho ditolak jika thitung

> ttabel. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t

diperoleh thitung sebesar 6,4. Sedangkan

ttabel dengan dk = 70 dan taraf signifikansi 5% adalah 2,00. Hal ini berarti, thitung lebih

besar dari ttabel (thitung > ttabel) sehingga Ho

ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran melalui pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind

mapping dengan siswa yang mengikuti

pembelajaran pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio tanpa mind mapping pada siswa kelas IV di SD Negeri 2 Ubung. Adapun hasil analisis untuk uji-t dapat disajikan pada tabel 1.

Tabel 1 Tabel Hasil Analisi Uji-t Data Post-test

No Sampel N Dk S2 thitung ttabel

1 Kelompok yang menerapkan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind mapping 36 70 84,70 33,18 6,4 2,00 2 Kelompok yang menerapkan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio 36 76,08 27,11

(7)

Seluruh siswa kelas IVB SD Negeri 2 Ubung merupakan kelas yang ditetapkan sebagai kelompok yang menerapkan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind mapping. Siswa kelas IV di kelompok yang menerapkan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind

mapping berjumlah 43 siswa. Di akhir

penelitian, seluruh siswa diberikan post-test (tes akhir) untuk memperoleh data hasil belajar PKn. Dari hasil post-test diperoleh nilai rata-rata sebesar 84,72 dengan perolehan nilai minimum sebesar 78 dan nilai maksimum sebesar 100. Berdasarkan hasil analisis bahwa terdapat 36 siswa atau 100% siswa memperoleh hasil belajar dalam kategori sangat baik, dan tidak ada siswa yang berada dalam kategori baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Hal ini menunjukkan bahwa kecenderungan siswa memperoleh hasil belajar dengan kategori sangat baik.

Dari perolehan hasil belajar pada kedua kelompok dapat diketahui bahwa kedua kelompok yang awalnya memiliki kemampuan setara setelah diberikan

treatment, perolehan hasil belajar mengalami perbedaan. Hasil belajar siswa pada kelompok yang menerapkan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind mapping lebih baik apabila dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada kelompok yang menerapkan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio. Hal ini disebabkan oleh pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind mapping dapat menarik minat siswa dan memotivasi siswa untuk belajar. Selain itu, dapat membiasakan siswa untuk memetakan materi yang dipelajari dalam pembelajaran, mengkontruksi pengetahuan dengan menuangkan perasaan, gagasan, dan pemikirannya sendiri melalui gambar dan warna. Pada saat siswa membuat peta pikiran, memungkinkan mereka mengidentifikasi dengan jelas dan kreatif, apa yang telah mereka pelajari atau apa yang tengah mereka rencanakan. Catatan

mind mapping secara langsung dapat

mengetahui gambaran keseluruhan materi serta keterkaitannya dengan mudah. Sehingga, dapat membantu siswa dalam

mengingat materi pelajaran dengan lebih baik dan jangka waktu yang relatif lebih lama. Selain itu, memudahkan siswa dalam mencari pokok ataupun poin-poin materi pelajaran yang telah dipelajari melalui pengembangan ide atau gagasan dengan membuat peta pikiran. Di samping itu, hasil

mind map siswa juga dikumpulkan untuk

mengetahui perkembangan siswa selama mengikuti pembelajaran sebagai portofolio. Sehingga, siswa mengetahui kekurangan-kekurangan selama mengikuti pembelajaran. Diterapkannya pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.

Seluruh siswa kelas IVA SD N 2 Ubung merupakan kelas yang ditetapkan sebagai kelompok yang menerapkan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio. Siswa kelas IV di kelompok yang menerapkan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio berjumlah 43 siswa. Namun, berdasarkan hasil matching untuk kesetaraan terdapat siswa yang tidak mendapatkan pasanagan sehingga harus dimortalitas, dan hanya 36 siswa yang data hasil belajarnya akan diolah. Tetapi, siswa yang dimortalitas tetap diikutkan dalam pembelajaran. Seluruh siswa diberikan

treatment berupa penerapan pendekatan

saintifik berbasis asesmen portofolio.

Di akhir penelitian, seluruh siswa pada kelompok yang menerapkan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio diberikan post-test (tes akhir) untuk memperoleh hasil belajar PKn. Dari hasil post-test diperoleh nilai rata-rata sebesar 76,08 dengan perolehan nilai minimum sebesar 65 dan nilai maksimum sebesar 87. Berdasarkan hasil analisis bahwa terdapat 18 siswa atau 50% siswa memperoleh hasil belajar dalam kategori sangat baik, 18 siswa atau 50% siswa yang berada dalam kategori baik, dan tidak ada siswa yang memperoleh hasil belajar dalam kategori cukup, kurang, dan sangat kurang. Hal ini menunjukkan bahwa kecenderungan siswa memperoleh hasil belajar dengan kategori sangat baik dan baik.

Berdasarkan hasil analisis data

post-test diperoleh rata-rata hasil belajar Pkn

pada kedua kelompok. Nilai rata-rata yang diperoleh di kelompok yang menerapkan

(8)

pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind mapping diperoleh sebesar 84,72, dan nilai rata-rata yang diperoleh di kelompok yang menerapkan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio tanpa mind mapping diperoleh sebesar 76,08. Dari hasil ini sudah bisa dilihat adanya perbedaan yang signifikan. Dalam penelitian, kedua kelompok sama-sama diberikan perlakuan. Kelompok A diberikan perlakuan dengan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind mapping. Sedangkan kelompok B diberikan perlakuan dengan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio tanpa mind

mapping.

Sebelum dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan analisis uji-t, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yang meliputi uji normalitas data dan uji homogenitas varians. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa sebaran data hasil post-test pada kedua kelompok berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen. Karena data pada kelompok mind mapping dan kelompok tanpa mind mapping telah memenuhi semua prasayarat, selanjutnya dilakukan analisis dengan menggunakan uji-t. Dari hasil analisis diperoleh thitung

sebesar 6,4. Harga tersebut kemudian dibandingkan dengan harga ttabel dengan dk = 36 + 36 – 2= 70 dan taraf signifikansi 5% sehingga diperoleh harga ttabel =2,00,

karena thitung>ttabel (6,4 > 2,00) maka Ho

ditolak atau Ha diterima. Hal ini berarti

terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan

mind maping dengan kelompok siswa yang

dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio tanpa menggunakan mind mapping.

Perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara kelompok yang menerapkan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind

mapping dan kelompok yang menerapkan

pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio tanpa mind mapping disebabkan adanya perbedaan treatment pada kedua kelompok saat pembelajaran PKn berlangsung. Kelompok mind mapping

dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind mapping memiliki nilai rata-rata post-test yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok tanpa mind mapping yang dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio tanpa mind

mapping.

Dalam pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind

mapping merupakan pendekatan yang

mengarahkan siswa mendapat lima pengalaman belajar yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi (menalar), dan mengkomunikasikan. Berkaitan dengan hal tersebut, tentunya dalam mengukur pencapaian siswa, tidak hanya dari segi pengetahuan saja melainkan dari segi sikap dan keterampilan pula. Pada saat pembelajaran berlangsung dengan menerapkan pendekatan saintifik, selain siswa mendapat lima pengalaman belajar yang telah disebutkan di atas, dipadukan pula dengan penilaian portofolio. Dalam penilaian portofolio, siswa akan diberikan suatu tugas yang berkaitan dengan topik yang dibahas sehingga melalui tugas-tugas yang diberikan siswa akan mempunyai kumpulan karya-karya yang dibuat sendiri. Kumpulan karya tersebut dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan belajar peserta didik yang nantinya akan dimasukkan dalam suatu file. Dari kumpulan karya-karya tersebut, siswa akan mengetahui kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri mereka saat mengikuti pembelajaran. Sehingga dapat diketahui proses belajar siswa.

Dalam pengumpulan tugas atau karya terbaik siswa tentunya tidak terlepas dari salah satu 5 pengalaman belajar yaitu menalar. Dalam menalar, siswa dilatih untuk memahami suatu materi pelajaran dengan menggunakan peta konsep/peta pikiran (mind mapping). Pemetaan pikiran tersebut melalui 5 pengalaman belajar (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan). Dalam membuat peta pikiran, siswa dapat menuangkan kreativitasnya melalui gambar , warna, dan simbol yang sesuai dengan keinginan siswa

(9)

yang dapat memudahkan siswa memahami materi yang telah diberikan. Dengan demikian, akan timbul rasa senang dalam diri siswa untuk belajar yang menyebabkan lebih termotivasi dan lebih tertarik dalam belajar. Dalam memetakan pikiran, secara otomatis nalar siswa akan berkembang, karena mereka mengeluarkan apa yang ada dipikirannya sehingga memudahkan siswa akan mengingat lebih lama materi yang sudah dipelajari. Semakin banyak ide yang dituangkan berarti nalar siswa semakin baik.

Sedikit berbeda dengan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio yang terjadi selama pembelajaran PKn berlangsung. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan mengacu pada lima pengalaman belajar yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Lima pengalaman belajar tersebut tidak hanya mengukur pencapaian pada aspek kognitif saja, melainkan aspek sikap, dan keterampilan pula. Pada saat pembelajaran berlangsung dengan menerapkan pendekatan saintifik, selain siswa mendapat lima pengalaman belajar yang telah disebutkan di atas, dipadukan pula dengan penilaian portofolio. Dalam penilaian portofolio, siswa akan diberikan suatu tugas yang berkaitan dengan topik yang dibahas sehingga melalui tugas-tugas yang diberikan siswa akan mempunyai kumpulan karya-karya yang dibuat sendiri. Jika pada kelompok

mind mapping, tugas yang diberikan

berkaitan dengan mind map, berbeda dengan kelompok tanpa mind mapping. Pada kelompok tanpa mind mapping, tugas yang diberikan adalah berupa LKS (Lembar Kerja Siswa) yang sudah disiapkan guru. Siswa mengerjakan LKS sesuai dengan soal-soal yang telah dibuat guru. Dengan pembelajaran seperti ini, siswa memiliki sedikit kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan bernalarnya dalam mengerjakan LKS seperti yang dilakukan di kelompok tanpa mind mapping. Hal ini disebabkan karena siswa hanya terpaku pada soal yang diberikan guru. Sehingga, siswa akan bosan dalam kegiatan pembelajaran.

Hasil penelitian ini memperkuat penelitian yang dilakukan oleh Sumayasa (2015) yang menemukan bahwa hasil belajar bahasa Indonesia siswa yang mengikuti model pembelajaran saintifik hasilnya lebih baik daripada hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VI di SD Se Gugus VI Kecamatan Abang, Karangasem. Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Negeri 2 Ubung Kecamatan Denpasar Utara Tahun Pelajaran 2014/2015.

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa hasil analisis data post-test menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar PKn siswa kelompok A lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar PKn siswa kelompok B (84,72 > 76,08). Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh thitung sebesar 6,4 dan ttabel dengan

dk = 36 + 36 – 2 = 70 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,00 karena thitung > ttabel (6,4 >

2,00), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal

ini membuktikkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind

maping dengan kelompok siswa yang

dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio tanpa menggunakan mind mapping. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio menggunakan mind mapping berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV tema cita-citaku di SD Negeri 2 Ubung, Kecamatan Denpasar Utara, tahun pelajaran 2014/2015.

Adapun saran yang dapat diajukan adalah guru dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang mengembangkan inovasi dalam merancang pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013 yang bertujuan untuk memperoleh hasil belajar yang optimal. Dengan adanya kurikulum 2013, diharapkan guru mampu menerapkan

(10)

pendekatan saintifik yang lebih optimal yang dipadukan dengan penilaian portofolio menggunakan mind mapping. Diharapkan siswa dapat mengembangkan kreativitasnya dalam mengikuti pembelajaran dan mampu membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman belajar. Bagi kepala sekolah diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru-guru dalam merancang pembelajaran yang inovatif, sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas sekolah menjadi lebih unggul dan inovatif. Dengan dilakukannya penelitian ini, diharapkan peneliti lain dapat melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pendekatan saintifik berbasis asemen portofolio menggunakan mind mapping pada tema dan muatan materi pelajaran yang lain dan dapat mengembangkan kreativitas siswa untuk memperoleh hasil yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

BSNP. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta:

BSNP.

Dantes, Nyoman. 2012. Metode Penelitian

Pendidikan.Yogyakarta: Andi Offset.

Daryanto. 2014. Pendekatan Pembelajaran

Saintfik Kurikulum 2013.Yogyakarta

: Gava Media.

Kosasih, E. 2014. Strategi Belajar dan

Pembelajaran Implementasi Kurikulum 2013. Bandung : Yrama

Widya.

Kunandar. 2013. Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013).

Jakarta: Rajawali Pers.

Permendikbud. 2013. Lampiran I Peraturan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdikbud. Samatowa, Usman. 2011. Pembelajaran IPA di

Sekolah Dasar. Jakarta : Indeks Permata Puri Media.

Sanjaya, Wina. 2013. Penelitian Pendidikan. Jakarta:Kencana.

Winarsunu, Tulus. 2009. Statistik dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan. Malang : Universitas Muhamadyah Malang.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dapat meningkatkan hasil belajar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe

Hipotesis penelitian yang diuji adalah Ha: Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui Pendekatan Pembelajaran

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside

Dengan demikian tujuan dari penelitian ini yakni (1) mengetahui perbedaan sikap sosial antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan pendekatan saintifik

Dan nilai rerata hasil belajar pengetahuan IPA pada kelompok kontrol yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik yang konvensional sebesar 70.38 dengan nilai

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Terbalik

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Conceptual