Minister of National Development Planning/ Head of National Development Planning Agency
UPDATE PEREKONOMIAN
NASIONAL DAN GLOBAL
Solo,
27 September 2016
Deputi Bidang Ekonomi
Kementerian Perencanaan Pembangunan
Nasional/BAPPENAS
Perkembangan Ekonomi:
4.9 6.4 5.6 -3.5 -5.1 5.0 6.7 5.1 -2.7 -3.0 Private Consumption NPISH Consumption GFCF Export Import Q1 Q2
Perbaikan ekonomi di tengah tantangan internal dan eksternal ...
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (persen)
Pertumbuhan ekonomi menunjukkan tanda-tanda penguatan…
Jokowi was elected as President in October
Pertumbuhan Ekonomi sisi pengeluaran (%, y-o-y)
Q2 ekonomi tumbuh melampaui perkiraan, disokong oleh pengeluaran rumah tangga dan pemerintah serta investasi yang semakin solid ... Source: BPS 5.14 4.96 4.97 5.04 4.73 4.66 4.74 5.04 4.9 5.2 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 2014 2015 2016
Didukung oleh penyerapan anggaran yang semakin berkualitas dan lebih cepat dari
tahun sebelumnya ...
Belanja Pegawai (Rp Trillion)
Belanja Modal (Rp Trillion)
Belanja Bahan (Rp Trillion)
Belanja Sosial (Rp Trillion)
Sektor ekonomi yang mendorong pertumbuhan: Jasa keuangan dan asuransi,
industri pengolahan, serta informasi dan komunikasi …
|Pertanian
• Pergeseran musim tanam akibat la nina.
|Pertambangan
• Masih terkontraksi akibat harga batu bara yang rendah.
|Industri pengolahan
• Didukung oleh pembangunan dan telah beroperasinya kilang minyak serta permintaan yang cukup kuat saat puasa dan menjelang idul fitri
|Listrik dan gas
• Beberapa pembangkit listrik telah siap beroperasi dalam mendukung program 35.000 GW
|Perdagangan dan ritel
• Meningkatnya suplai domestik
• Meningkatnya permintaan yang dipacu oleh konsumsi selama puasa dan menjelang Idul fitri
|Informasi dan komunikasi
• Layanan data meningkat dipicu oleh akses data di bulan puasa dan menjalang idul fitri
|Jasa keuangan dan Auransi
• Meningkatnya penerimaan bank akibat rendahnya suku bunga
|Konstruksi
• Percepatan pembangunan proyek-proyek infratruktur pemerintah dan membaiknya iklim investasi
konstruksi
Source: BPS
Q2 Q1 Q2
Pertanian 6.9 1.8 3.2
Pertambangan dan Penggalian -5.2 -1.3 -0.7
Industri Pengolahan 4.1 4.6 4.7
Listrik dan Gas 0.8 7.5 6.2
Konstruksi 5.4 7.9 6.2
Perdagangan besar dan ritel 1.7 4.0 4.1
Informasi dan komunikasi 9.7 8.3 8.5
Jasa keuangan dan asuransi 2.6 9.3 13.5
2016 Lapangan Usaha 2015
Hampir seluruh wilayah tumbuh kecuali maluku dan Papua …
4.5% (4.2%) 5.7% (5.3%) 1.1% (1.1%) 8.5% (7.5%) 7.4% (7.1%) -1,6% (1.2%)Kalimantan
Sulawesi
Maluku and Papua
Sumatra
Jawa
Bali and Nusa Tenggara
Q2(Q1) Note:
Outlook Ekonomi tahun 2016 & 2017:
Optimis namun tetap waspada
Perkembangan dan Tantangan
dari Perekonomian Dunia
Risiko dan tantangan eksternal yang perlu dicermati …
Risiko
Ekonomi
Eksternal
Kenaikan Fed Fund Rate (FFR) China hard-landing Geopolitics dan Terorisme Harga Komoditas yang rendah Ketidakpastian setelah Brexit Pelonggaran Kebijakan Moneter dan quantitative easing di Jepang dan Eurozone
IMF dan World Bank terus mengkoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dengan tren menurun …
Pertumbuhan Ekonomi Global 2016-2017 (Persen)
Source: Global Economic Prospec (World Bank) , World Economic Outlook (IMF)
16-Apr 16-Jul 16-Apr 16-Jul 16-Jan 16-Jun 16-Jan 16-Jun
World 3.2 3.1 3.5 3.4 2.9 2.4 3.1 2.8 US 2.4 2.2 2.5 2.5 2.1 1.9 2.4 2.2 Europe 1.5 1.6 1.6 1.4 1.7 1.6 1.7 1.6 China 6.5 6.6 6.2 6.2 6.7 6.7 6.5 6.5 India 7.5 7.4 7.5 7.4 7.8 7.6 7.9 7.7 2016 2016 2017 GEP WB 2017 WEO IMF
2.6 1.5 2.3 2.3 2.1 2.1 2.4 2.4 2.5 2.4 2.1 1.9 0.1 1.2 2.2 2.1 2.2 2.2 2015 2016 2017 2018 2019 2020
Economic Growth (OE) Economic Growth (IMF) Inflation
The Fed diperkirakan akan melanjutkan kebijakan moneter ketatnya ...
Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi US (Persen) Fed Fund Rate dan tingkat pengangguran (Persen)
Seiring dengan upaya The Fed untuk mencapai target tingkat inflasi dan tingkat pengangguran, Fed Fund Rate diperkirakan akan meningkat 4.2 4.4 4.6 4.8 5.0 5.2 5.4 0.0 0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 3.0 2015 2016 2017 2018 2019 2020
Fed Fund Rate Unemployment Rate - RHS
Forecast
0.0 2.0 4.0 6.0 8.0 10.0 12.0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Oxford Economics IMF
Moderasi gradual pada pertumbuhan ekonomi China dapat meningkatkan risiko
pertumbuhan global …
Pertumbuhan Ekonomi China (Persen) Ekspor-Impor China (Persen, YoY)
Forecast -30.0 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Export Import
Moderasi pada pertumbuhan ekonomi China akan diikuti dengan perlambatan pertumbuhan ekspor dan impor global…
Forecast
Kebijakan moneter longgar dan quantitative easing di Eropa dan Jepang dapat
memicu ketidakpastian di dalam ekonomi global …
0.6 0.1 0.4 0.8 0.7
-0.2
1.6 1.6 1.5 1.5 1.5 1.6
2015 2016 2017 2018 2019 2020
Japan Eurozone
Pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa dan Jepang (Persen) Suku bunga Eropa dan Jepang (Persen)
Forecast
-0.1
0.0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
2015
2016
2017
2018
2019
2020
Japan
Eurozone
ForecastNegara berkembang mengalami tren yang bervariasi …
-3.9 -3.3 0.1 1.8 2.8 3.6 -3.7 -1.0 1.5 1.5 1.6 1.5 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Brazil RussiaPertumbuhan ekonomi Brazil dan Russia (Persen) pertumbuhan di negara-negara ASEAN (Persen)
Variasi tren pertumbuhan di negara-negara ASEAN… Brazil dan Russia diperkirakan akan pulih dari resesi di tahun
2017… 0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0 7.0 8.0 2015 2016 2017 2018 2019 2020
Malaysia Phillipines Singapore Thailand Vietnam
Forecast Forecast
Perkembangan dan Tantangan
dari Perekonomian Domestik
Pemotongan anggaran akan berdampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi tahun
2016 …
APBN-P Per Juli 2016 % APBN-P
Pendapatan Negara dan Hibah 1786.2 759.1 42.5
I. Penerimaan Domestik 1784.3 758.0 42.5
1. Penerimaan Perpajakan 1539.2 607.9 39.5
2. PNBP 245.1 150.1 61.2
II. Grants 1.9 0.6 31.6
Belanja Negara 2082.9 1006.9 48.3
1. Belanja Pemerintah Pusat 1306.7 561.6 43.0
2. Transfer ke daearah dan Dana Desa 776.3 445.3 57.4
Surplus/Defisit Anggaran -296.7 -247.8 83.5
Items 2016
• Proyeksi shortfall penerimaan pajak diperkirakan lebih dari Rp200 T
• Untuk menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen PDB, belanja pemerintah baik pemerintah pusat, transfer ke daerah dan dana desa dipotong sebesar Rp137.6 T (>1.0 persen PDB).
• Pemotongan belanja akan difokuskan pada perbaikan efisiensi dan realokasi pada belanja yang lebih produktif. Pemerintah Indonesia tetap memprioritaskan belanja infrastruktur dan belanja untuk mengatasi ketimpangan pendapatan, kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.
50 100 150 200 250 300
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
2012 2013 2014 2015 2016
Trillion Rupiah
Dana Pemda yang tersimpan di bank APBN (Rp Trillion)
• Hingga juni 2016, dana pemda yang tersimpan dan belum digunakan di bank mencapai Rp218 T
• Percepatan dana yang mengendap tersebut dapat
mengurangi dampak negatif dari pemotongan anggaran pada pertumbuhan ekonomi di semester 2 tahun 2016.
Pembelajaran dari kenaikan FFR di tahun 2015…
0 20 40 60 80 100 120 140 -15 -10 -5 0 5 10 15 20 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 2011 2012 2013 2014 2015 2016 Billion USD Billion USDCurrent Account Capital & Financial Account Overall Balance Reverse Asset (RHS)
3000 3500 4000 4500 5000 5500 6000 10000 10500 11000 11500 12000 12500 13000 13500 14000 14500 15000 1/1/2014 2/1/2014 3/1/2014 4/1/2014 5/1/2014 6/1/2014 7/1/2014 8/1/2014 9/1/2014 10/1/2014 11/1/2014 12/1/2014 1/1/2015 2/1/2015 3/1/2015 4/1/2015 5/1/2015 6/1/2015 7/1/2015 8/1/2015 9/1/2015 10/1/2015 11/1/2015 12/1/2015 1/1/2016 2/1/2016 3/1/2016 4/1/2016 5/1/2016 6/1/2016 7/1/2016 8/1/2016 9/1/2016
USD/IDR JCI Index (RHS)
FFR increased 0.25 Fed rate uncertainty period After Fed rate hike
Neraca pembayaran Indonesia (NPI) Rupiah dan IHSG
• Ketidakpastian sebelum kenaikan the Fed memicu terjadinya capital outflow (NPI negatif, Rupiah terdepresiasi dan penurunan harga saham)
• Setelah the FED menaikkan FFR, modal kembali ke Indonesia (NPI positif, rupiah terapresiasi dan naiknya harga saham)
Aktivitas swasta yang masih melambat …
0 9 18 27 36 45 2011 2012 2013 2014 2015 2016Konsumsi Modal Kerja Investasi
1.80 2.00 2.20 2.40 2.60 2.80 3.00 3.20 Jan Feb Ma r Ap r Me i Ju n Jul Agu st Se p Ok t N o p De s Jan Feb Ma r Ap r Me i Ju n Jul Agu st Se p Ok t N o p De s Jan Feb Ma r Ap r Me i 2014 2015 2016
Pertumbuhan Kredit Domestik (Persen) Non Performing Loan (Persen)
Pertumbuhan kredit domestik tumbuh kurang dari 9 persen,
menunjukkan tanda-tanda melemahnya aktivitas di sektor swasta ...
Non-performing loan (NPL) terus meningkat …
Terjaganya inflasi yang stabil dan sesuai dengan target …
2.79 -0.02 -0.6 -0.4 -0.2 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 -4 -2 0 2 4 6 8 Jan -15 Fe b -15 M ar-15 Ap r-15 M ay -15 Ju n -1 5 Ju l-15 Au g-15 Se p -15 Oc t-1 5 N o v-1 5 D ec -15 Jan -16 Fe b -16 M ar-16 Ap r-16 M ay -16 Ju n -1 6 Ju l-16 Au g-16 YoY MtM (RHS) 3.32 5.28 -0.91 -2 0 2 4 6 8 10 12 14 16 Jan -15 Fe b -15 M ar-15 Ap r-15 M ay -15 Ju n -1 5 Ju l-15 Au g-15 Se p -15 Oc t-1 5 N o v-1 5 D ec -15 Jan -16 Fe b -16 M ar-16 Ap r-16 M ay -16 Ju n -1 6 Ju l-16 Au g-16Inti Volatile Food Adm. Prices
Tingkat inflasi (Persen) Tingkat Inflasi berdasarkan komponennya (Persen)
Kondisi makroekonomi eksternal yang stabil…
-15 -10 -5 0 5 10 15 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 2011 2012 2013 2014 2015 2016 Billion USDGoods Services Primary Income Secondary Income Current Account
Defisit Neraca Transaksi Berjalan Cadangan Devisa Nilai Tukar (Rp/USD)
3 6 9 12 15 20 40 60 80 100 120 140 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 2012 2013 2014 2015 2016 Percent Billion USD
FX Reserve Billion USD
Month of Import & Debt Services (RHS) Percent Per Agt 2016: USD 113.5 miliar, setara 8.3 bulan impor dan pembayaran utang LN pemerintah
Defisit neraca transaksi berjalan yang
semakin mengecil … Peningkatan cadangan devisa …. Pergerakan nilai tukar yang relatif stabil …
13347
13180
13640
13047
13098
Kebijakan moneter yang lebih akomodatif
Tingkat Suku Bunga BI (Percent)
Sejalan dengan stabilitas makroekonomi yang lebih stabil, BI menurunkanBI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) sebesar 25 bps dari 5,25% menjadi 5,00%, dengan suku bunga Deposit
Facility turun sebesar 25 bps menjadi 4,25% dan Lending Facility turun sebesar 25 bps menjadi 5,75%
Dampak pada Pertumbuhan Ekonomi
100 100 100 100 100 101 101 101 101 101 101 2015 2016 2017 1 4a 4b 4d 5a 4a = increased in FDI
4b = increased in government investment 4d = Central Bank cut its policy rate 5a = Lower world oil price
Kajian Bappenas (2016) menunjukkan bahwa kebijakan pelonggaran moneter akan membantu pertumbuhan ekonomi secara signifikan ...
Source: Bloomberg, BI Source: Bappenas 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jan-10 Ap r-10 Ju l-10 O ct -10 Jan-11 Ap r-11 Ju l-11 O ct -11 Jan-12 Ap r-12 Ju l-12 O ct -12 Jan-13 Ap r-13 Ju l-13 O ct -13 Jan-14 Ap r-14 Ju l-14 O ct -14 Jan-15 Ap r-15 Ju l-15 O ct -15 Jan-16 Ap r-16 Ju l-16
60.5 73.8 86.8 91.7 95 32.7 99.6 155.8 201.1 199.1 236 180.3 91.2 83.6 110.7 172.3 214.4 85.1 0% 20% 40% 60% 80% 100% 2011 2012 2013 2014 2015 Sem I 2016
Primer Sekunder Tersier 82.1 92.2 174.3 96.1 99.4 195.5 386.4 42.5 42.9 85.4 50.4 52.2 102.6 208.4
Q1-2015 Q2-2015 Jan-Jun 2015 Q1-2016 Q2-2016 Jan-Jun 2016 Target 2016 FDI DDI
PMA dan PMDN meningkat dan lebih terdiversifikasi
PMA dan PMDN berdasarkan sektor (Rp Triliun)
Realisasi investasi bergerak dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier…
Realisasi Investasi (Rp Triliun)
95 100 105 110 115 120 125 95 97 99 101 103 105 107 109 111 113 115 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 2014 2015 2016
Consumer Tendency Index Business Tendency Indeks
Peningkatan indeks kepercayaan konsumen dan bisnis …
Indeks Tendensi Konsumen dan Bisnis Indeks kepercayaan Konsumen
Reformasi Pemerintah yang sedang berlangsung …
“Rebalancing the Economy”
Mempromosikan investasi sebagai kunci pertumbuhan
Perbaikan kualitas belanja pemerintah
Perpindahan dari ekonomi berbasis komoditas ke ekonomi berbasis manufaktur
Fokus kembali pada pembangunan nasional dari jawa sentris ke Indonesia sentris
↑ produktivitas ↑ daya saing ↑ kesra
Tujuan
Lingkungan yang mendukung:
• Stabilitas: ekonomi, sosial, dan stabilitas politik • kepastian
• Reformasi birokrasi
Pndekatan pembangunan:
Kebijakan pemerintah dalam mendukung pertumbuhan …
KEBIJAKAN FISKAL
• Menjaga daya beli
• 13 paket kebijakan ekonomi
• Prioritas sektor investasi
KEBIJAKAN REFORMASI
STRUKTURAL
(SEKTOR RIIL)
• Manajemen inflasi
• Kebijakan moneter yang pruden untuk mendukung stabilitas dan pertumbuhan • Kebijakan makropridensial yang akomodatif
• Manajemen nilain tukar yang baik untuk mengurangi volatilitas
KEBIJAKAN MONETER
(Bank Indonesia)
• Sumber penerimaan yang berkesinambungan
• Perluasan coverage pajak
• Belanja yang lebih produktif • Skema subsidi yang lebih baik • Mendayagunakan Pemda
Realokasi anggaran ke belanja yang lebih produktif tetap dilakukan …
266.9 310.8 345.3 375.5 408.5 424.8 114.2 145.5 155.9 177.9 290.3 313.5 41 46.6 52.7 67.5 77.4 106.1 2011 2012 2013 2014 2015 2016 255.6 306.5 310 350.3 137.8 121 2011 2012 2013 2014 2015 2016 PENDIDIKAN 3,99%
(APBN 2016 vs APBNP 2015) INFRASTRUKTUR 7,99%
(APBN 2016 vs APBNP 2015) KESEHATAN 37,08%
(APBN 2016 vs APBNP 2015) SUBSIDI ENERGI 12,19%
(APBN 2016 vs APBNP 2015)13 Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah…
Paket Kebijakan Ekonomi I: 9 Sep 2015
Mendorong daya saing industri nasional (melalui deregulasi, debirokratisasi, serta penegakan hukum dan kepastian usaha) Mempercepat proyek strategis nasional
(menghilangkan berbagai hambatan, sumbatan dalam pelaksanaan dan penyelesaian proyek strategis nasional) Meningkatkan investasi di sektor properti
Paket Kebijakan Ekonomi II: 29 Sep 2015
Layanan investasi 3 Jam
Percepatan waktu pengurusan Tax Allowance dan Tax Holiday
Penghapusan PPN untuk alat transportasi Insentif fasilitas di kawasan pusat logistik
berikat
Insentif pengurangan pajak bunga deposito
Perampingan izin sektor kehutanan
Paket Kebijakan Ekonomi III: 7 Oct 2015
Penurunan harga BBM dan Listrik Penyederhanaan perijinan lahan untuk
aktifitas investasi
Perluasan penerima KUR
Paket Kebijakan Ekonomi IV: 15 Oct 2015
Kebijakan pengupahan yang adil, sederhana dan terproyeksi
Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang lebih murah dan luas
Paket Kebijakan Ekonomi V: 23 Oct 2015
Revaluasi Aset
Menghilangkan pajak berganda Dana Investasi Real Estate (DIRE), properti, dan infrastruktur
Deregulasi di bidang perbankan syariah
Paket Kebijakan Ekonomi VI: 5 Nov 2015
Menggerakkan perekonomian di wilayah pinggiran dengan pengembangan
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Penyediaan air untuk masyarakat secara berkelanjutan dan berkeadilan
Simplifikasi perizinan di Badan
Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)
Paket Kebijakan Ekonomi VII: 4 Dec 2015
Insentif pajak untuk industri padat karya Kemudahan bagi industri dengan jumlah
karyawan yang besar
Percepatan penerbitan sertifikat tanah
Paket Kebijakan Ekonomi VIII: 21 Dec 2015
“one map policy” atau satu peta pada tingkat nasional dengan skala 1:50.000 Membangun ketahanan energi (melalui
pembangunan kilang minyak)
Kebijakan insentif sektor penerbangan
Paket Kebijakan Ekonomi IX: 5 Nov 2015
Percepatan pembangunan infrastruktur tenaga listrik
Stabilisasi pasokan dan harga daging sapi Peningkatan sektor logistik desa-Kota
Paket Kebijakan Ekonomi X: 11 Feb 2016
Meningkatkan investasi Melindungi UMKMK
Paket Kebijakan Ekonomi XI: 29 Mar 2016
Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE)
Fasilitas Pajak Penghasilan dan Bea Perolehan atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk DIRE
Sektor Logistik (percepatan arus barang di pelabuhan)
Pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan
Paket Kebijakan Ekonomi XII: 28 April 2016
Upaya-upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan peringkat kemudahan berusaha Indonesia (antara lain melalui penyederhanaan prosedur, pemangkasan waktu dan biaya, serta penerbitan
peraturan baru)
Paket Kebijakan Ekonomi XIII: 25 Aug 2016
Rumah murah untuk rumah tangga berpendapatan rendah.
Tax amnesty untuk mendukung pertumbuhan ekonomi …
Percepatan pertumbuhan ekonomi melalui repatriasi aset dari berbagai transmisi
Sebagai berikut:
Perluasan basis pajak
Terpercaya, terintegrasi, dan komprehensif
Peningkatan pengumpulan pajak yang berkelanjutan baik jangka pendek/panjang
Rp
Rp Rp
Better Tax Collection based on
Jangka pendek:
pengumpulan dari dana tebusan
Mendukung pertumbuhan
Menciptakan suku bunga rendah
Peningkatan likuiditas domestik
Perbaikan stabilitas rupiah
Sumber: Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia