MA1201 MATEMATIKA 2A MA1201 MATEMATIKA 2A
Hendra Gunawan
Semester II, 2013/2014 Semester II, 2013/2014
11 April 2014
Kuliah yang Lalu Kuliah yang Lalu
12.1 Fungsi dua (atau lebih) peubah. u gs dua (atau eb ) peuba 12.2 Turunan Parsial
12.3 Limit dan Kekontinuan 12.3 Limit dan Kekontinuan
12.4 Turunan fungsi dua peubah 12.5 Turunan berarah dan gradien 12.5 Turunan berarah dan gradien 12.6 Aturan Rantai
12 7 Bidang singgung dan aproksimasi – Bag II 12.7 Bidang singgung dan aproksimasi Bag II 12.8 Maksimum dan minimum
12 9 Metode pengali Lagrange 12.9 Metode pengali Lagrange
Kuliah Hari Ini Kuliah Hari Ini
13 1 Integral Lipat Dua atas Persegi Panjang 13.1 Integral Lipat Dua atas Persegi Panjang 13.2 Integral Berulang
3 3 l i h k
13.3 Integral Lipat Dua atas Daerah Bukan Persegi Panjang
13.4 Integral Lipat Dua dalam Koordinat Polar 13.5 Penggunaan Integral Lipat Duagg g p
13.1 INTEGRAL LIPAT DUA ATAS PERSEGI
MA1201 MATEMATIKA 2A
PANJANG
Menghitung atau menaksir integral lipat dua Menghitung atau menaksir integral lipat dua atas persegi panjang dengan menggunakan definisi
definisi
Ingat: Integral Tentu untuk b h
Fungsi Satu Peubah
Jumlah Riemann untuk ff , ,
n f (ti ).ximerupakan hampiran untuk luas daerah di bawah kurva y = f(x) x є [a b] Jika
ii
f i 1
) (
di bawah kurva y = f(x), x є [a,b]. Jika
n
i
i
P f ti x
0 1
|
|lim ( ).
ada, maka f dikatakan terintegralkan pada [a,b]. Integral tentu f pada [a,b]
d d f k b
i 1
didefinisikan sebagai
b f (x)dx |limP|0
n f (ti).xi 0 1/3 ½ ¾ 7/81
a
i P| 0 1
|
Jumlah Riemann Fungsi Dua Peubah Jumlah Riemann Fungsi Dua Peubah
Misalkan S = {(x,y) : a ≤ x ≤ b, c ≤ y ≤ d} {( ,y) , y } dan f : S R kontinu (kecuali pd suatu kurva) dan terbatas. Bentuk partisi Ai, dengan panjang ∆x dan lebar ∆y dan dengan panjang ∆xi dan lebar ∆yi, dan di tiap Ai pilih titik sampel (xi,yi). Maka diperoleh jumlah Riemann
k h i l
n i
i i
i y A
x f
1
) ,
(
yg merupakan hampiran volume ruang S
di antara permukaan z = f(x,y) dan persegi panjang S.
S
p g p j g
Integral Lipat Fungsi Dua Peubah Integral Lipat Fungsi Dua Peubah
Misalkan f fungsi dua peubah yang terdefinisi Misalkan f fungsi dua peubah yang terdefinisi pada persegi panjang S. Jika
nada maka f dikatakan terintegralkan pada S
i
i i
P f xi y A
0 1
||
||lim ( , )
ada, maka f dikatakan terintegralkan pada S.
Selanjutnya,
ndi b t i t l li t d d i f d S
i
i i
P i S
A y
x f dA
y x f
0 1
||
||lim ( , )
: )
, (
disebut integral lipat dua dari f pada S.
Contoh Contoh
Diketahui persegi panjang S Diketahui persegi panjang S
= {(x,y) : 0 ≤ x ≤ 4, 0 ≤ y ≤ 8}.
T k i il i
64 8x y2 dATaksir nilai
dengan jumlah Riemann,
S
y dA 16
g j ,
dengan membagi S atas 8 persegi sama besar dan memilih titik‐titik tengah tiap persegi sebagai titik
l
sampelnya.
Jawab: Kita hitung nilai f di titik titik sampel:
Jawab: Kita hitung nilai f di titik‐titik sampel:
f(1,1) = 57/16, f(1,3) = 65/16, f(1,5) = 81/16, f(1 7) = 105/16 f(3 1) = 41/16 f(3 3) = 49/16 f(1,7) = 105/16, f(3,1) = 41/16, f(3,3) = 49/16, f(3,5) = 65/16, f(3,7) = 89/16.
L l d ∆A 4 kit l h
Lalu, dengan ∆Ai = 4, kita peroleh
) 8 (
64 2 8
x y dA f A4
) ,
16 ( 8 6
1
ii i
i S
A y
x f y dA
x
. 138 )
89 65
49 41
105 81
65 57
16 (
4
Teorema Keterintegralan Teorema Keterintegralan
Jika f kontinu (kecuali pd suatu kurva) Jika f kontinu (kecuali pd suatu kurva) dan terbatas pada persegi panjang S,
k f t i t lk d S
maka f terintegralkan pada S.
Contoh: Setiap polinom dua peubah
terintegralkan pada sembarang persegi
terintegralkan pada sembarang persegi
panjang.
Sifat‐Sifat Integral Lipat Dua Sifat Sifat Integral Lipat Dua
1. Linear: Jika k R, maka
a.
.S S
dA y
x f k
dA y
x
kf ( , ) ( , )
b.
2 Aditif: Jika S = S U S maka
S S
S
dA y
x g dA
y x f dA
y x g y
x
f ( , ) ( , )] ( , ) ( , ) [
2. Aditif: Jika S = S1 U S2, maka
( , ) ( , ) ( , )S S
S
dA y
x f dA
y x f dA
y x f
3. Monoton: Jika f(x,y) ≤ g(x,y) utk (x,y) S, maka
2
1 S
S S
) (
)
(
f (x, y)dA
g(x, y)dA.
f x y dA g x y dA13.2 INTEGRAL BERULANG
MA1201 MATEMATIKA 2A
13.2 INTEGRAL BERULANG
Menghitung integral lipat dua (pada persegi j ) b i i t l b l
panjang) sebagai integral berulang
Menghitung Integral Lipat Dua Menghitung Integral Lipat Dua
Jika ff terintegralkan pada persegi panjangg p p g p j g S =
[a,b] x [c,d], maka integral lipat dua dari f pada S dapat dihitung sebagai integral berulang:p g g g g
atau
f (x, y)dA
d b f (x, y)dxdyatau S c a
( , ) ( , ) .
b d
f x y dA f x y dydx
Catatan: Pada cara pertama, ruang diiris sejajar sumbu x terlebih dahulu
S a c
sumbu‐x terlebih dahulu.
Contoh 1 Contoh 1
Jika S = {(x,y) : 0 ≤ x ≤ 4, 0 ≤ y ≤ 8} = [0,4] x [0,8],
8
64 2
hitung sbg integral berulang dengan mengintegralkan thd x terlebih dahulu.
S
y dA x
16 8
64 2
dengan mengintegralkan thd x terlebih dahulu.
Jawab:
64 8x y2 dA
8 4 4 x y2 dxdy0 0 2 16
16 y
S
12
8 2
y d2 512
12 4
0
y dy2 . 512 138
96
Contoh 2 Contoh 2
Jika S = {(x,y) : 0 ≤ x ≤ 4, 0 ≤ y ≤ 8} = [0,4] x [0,8],
8
64 2
hitung sbg integral berulang dengan mengintegralkan thd y terlebih dahulu.
S
y dA x
16 8
64 2
dengan mengintegralkan thd y terlebih dahulu.
Jawab:
64 8x y2 dA
4 8 4 x y2 dydx0 0 2 16
16 y
S
Catatan Catatan
Pengintegralan berulang:
Terhadap y dahulu, Terhadap x dahulu,
l l h d l l h d
lalu terhadap x: lalu terhadap y:
S S
Soal Soal
Jika S = {(x,y) : 0 ≤ x ≤ 1, 0 ≤ y ≤ 1} = [0,1] x [0,1], hitung
sebagai integral berulang.S
xydA xe
13.3 INTEGRAL LIPAT DUA ATAS DAERAH
MA1201 MATEMATIKA 2A
BUKAN PERSEGI PANJANG
Menghitung integral lipat dua atas daerah Menghitung integral lipat dua atas daerah bukan persegi panjang
Bagaimana menghitung integral lipat d d h b k
pada daerah bukan persegi panjang?
S
Integral pada Daerah y‐Sederhana Integral pada Daerah y Sederhana
Himpunan S disebut y‐sederhana Himpunan S disebut y sederhana apabila S dapat dituliskan sebagai S = {(x y) : u (x) ≤ y ≤ u (x) a ≤ x ≤ b}
S = {(x,y) : u1(x) ≤ y ≤ u2(x), a ≤ x ≤ b}, dengan u1(x) dan u2(x) kontinu.
D l h l i i i l f d S d
S
Dalam hal ini, integral f pada S dapat dihitung sebagai
S
ba
x u
x u S
dydx y
x f dA
y x f
) (
) (
2
. )
, ( )
,
( a b
a u x
S 1( )
Integral pada Daerah x‐Sederhana Integral pada Daerah x Sederhana
Himpunan S disebut x‐sederhana Himpunan S disebut x sederhana apabila S dapat dituliskan sebagai
S = {(x y) : v (y) ≤ x ≤ v (y) c ≤ y ≤ d} d S = {(x,y) : v1(y) ≤ x ≤ v2(y), c ≤ y ≤ d}, dengan v1(y) dan v2(y) kontinu.
D l h l i i i l f d S
S
Dalam hal ini, integral f pada S dapat dihitung sebagai
S
2( )
( )
( , ) ( , ) .
v y d
S c v y
f x y dA f x y dxdy
c1( )
S c v y
Contoh 1 Contoh 1
Hitung
xydA apabila S adalah daerah tertutup yang dibatasi oleh y = x2 dan y = 1.J b
S
Jawab:
Contoh 2 Contoh 2
Hitung
ex2 dA apabila S adalah daerah tertutup yang dibatasi oleh garis y = 2x, garis x = 4, dansumbu x
Ssumbu‐x.
Jawab:
Soal 1 Soal 1
Tentukan volume benda pejal yang terletak di
Oktan I dan dibatasi oleh paraboloida z = x2 + y2, tabung x2 + y2 = 4, dan
bidang‐bidang koordinat.
Soal 2 Soal 2
Hitung
x2dA apabila S Hitung apabila S adalah daerah cincin yg
S
dA x
1 2
0
dibatasi oleh lingkaran x2 + y2 = 1 dan x2 + y2 = 4.