Embun Pagi
August 11, 2014
Mengapa Pasar Terkoreksi?
Satu minggu yang berlalu setelah libur idul fitri, pergerakan pasar cukup mengecewakan sementara harapan investor pasar akan naik dikarenakan berlangsungnya pilpres dan tahapan setelahnya dengan lancar. Sementara kami juga yakin pertumbuhan ekonomi kedepan. Namun mengapa pasar berkonsolidasi? Berikut ini adalah beberapa penjelasan dan saran kami.
Peristiwa: kondisi geopolitik kembali ke jalurnya. Investor bereaksi terhadap ketidakpastian dengan mengurangi asset beresiko termasuk saham di Indonesia.
Ini adalah fakta yang membuat panas situasi: 1) Pejabat Nato mengatakan Rusia telah mengirim 20 ribu pasukan dekat dengan perbatasan Ukraina yang menyebabkan kekuatiran Rusia akan menyerang Ukraina. 2) Obama memberikan otorisasi untuk menyerang ISIS di irak utara dengan pesawat tempurnya dan 3) ketidakstabilan di Libya dan berakhirnya gancatan senjata di Gaza.
Saran Daewoo: Hanya masalah sentiment. Kami melihat pengaruh langsung yang terbatas dan menyarankan investor untuk membeli saham yang mempunyai pertumbuhan dan fundamental baik ketika terjadi koreksi. Menurut pengamatan kami dari pergerakan lalu, resiko geopolitik hanya sedikit berpengaruh terhadap Indeks.
Peristiwa: Data ekonomi yang keluar cukup mengecewakan. Walaupun Inflasi July naik 4.5% yoy dan PMI (52.7) cukup menggembirakan namun pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua 2014 yang melambat menjadi 5.12% dan neraca perdagangan June yang deficit USD 305 juta cukup mengecewakan.
Saran Daewoo: Data yang lalu kurang relevan, lebih baik melihat data kedepan. Indikator ekonomi mengukur ekonomi disatu waktu namun kami percaya potensi kedepan lebih berguna. Melihat kembali ekonomi inodnesia yang mulai melambat pada kuartal ketiga 2013 dimana akan memberikan dasar yang baik untuk kuartal ketiga 2014, dengan persiapan pemerintahan baru, kami yakin ekonomi akan mulai berjalan dengan baik.
Taye Shim JCI trend (year-to-date)
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Market Index
Last Trade Chg (%) MoM YoY
JCI 5,053.8 -0.3 0.7 9.2
MSCI EM 1,045.5 -0.5 -0.7 10.5
HANG SENG 24,331.4 -0.2 5.0 11.8
KOSPI 2,031.1 0.5 2.1 8.0
FTSE 6,567.4 -0.5 -1.4 0.2
DJIA 16,553.9 1.1 -3.4 6.1
NASDAQ 4,370.9 0.8 -1.8 18.4
Key Rates
Last Trade Chg (bps) MoM YoY
Policy Rate 7.50 0 0 150
3yr 7.83 14 27 63
10yr 8.24 2 18 66
FX
Last Trade Chg (%) MoM YoY
USD/IDR 11,779.00 -0.1 1.5 14.4
USD/KRW 1,036.45 -0.1 1.7 -6.9
USD/JPY 102.04 -0.1 0.7 5.3
USD/CNY 6.16 0.0 -0.7 0.7
Commodities
Last Trade Chg (%) MoM YoY
WTI 97.7 0.3 -2.6 4.0
Gold 1,309.6 -0.2 -2.2 -2.2
Coal 68.1 1.6 -3.2 -11.2
Palm Oil 775.0 0.0 -7.1 4.3
Rubber 139.2 0.0 0.0 -22.1
Nickel 18,560.0 -1.8 -4.2 26.4
Copper 6,995.0 -0.1 -2.2 -3.8
Tin 22,400.0 0.0 -0.4 3.2
JCI Index VS MSCI Emerging Markets
600 800 1,000 1,200
3,000 4,000 5,000 6,000
02/13 11/13 08/14
(pt) JCI
MSCI EM
(pt)
4,000 4,200 4,400 4,600 4,800 5,000 5,200 (pt)
Local flashes
KLBF: Cetak Pendapatan Bersih Rp8,38 triliun. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada enam bulan pertama tahun ini memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp8,38 triliun, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp7,42 triliun.
Laba kotor tumbuh sebesar 10,8% mencapai Rp4,01 triliun dan rasio laba kotor terhadap penjualan menurun 0,9% menjadi 47,9% dari 48,8% pada semester I tahun lalu. (Bisnis Indonesia)
GIAA: Pemerintah Tolak Permintaan Tambah Modal Garuda Indonesia. Pemerintah menolak permintaan penambahan modal PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) karena tidak ada alokasi anggaran. Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi, dan Jasa Lain, Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan opsi yang diajukan oleh Garuda sulit diwujudkan pemerintah. Sebagai perusahaan publik, apabila perseroan menggelar right issue, dipastikan saham pemerintah akan terdelusi. Begitu pula dengan opsi penambahan modal lainnya yang dinilai tidak dapat dilakukan. (Bisnis Indonesia)
INTP: Indocement Baru Serap Belanja Modal Rp880 Miliar. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) sudah menyerap belanja modal (capital expenditure) sekitar Rp880 miliar sepanjang semester I/2014 dari total capex yang dianggarkan senilai Rp4 triliun-Rp5 triliun tahun ini. Direktur Keuangan INTP Tju Lie Sukanto mengatakan meski capex yang terserap selama 6 bulan terakhir ini masih minim, anak usaha Grup Salim ini optimistis capex tahun ini bisa terserap seluruhnya. Menurut Tju Lie, sebagian besar capex yang sudah terserap digunakan untuk pembangunan pabrik semen (brownfield- Plant14) di Citeureup. (Bisnis Indonesia)
AMRT: Alfamart Siapkan Rp24 Miliar Ekspansi ke Filipina. Guna memuluskan aksinya untuk ekspansi di Filipina, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) telah menyiapkan dana senilai Rp24 miliar. Dana investasi itu dinilai dapat mengcover keseluruhan proses ekspansi. Corporate Affairs Director AMRT, Solihin mengatakan dana investasi senilai Rp24 miliar tersebut berasal dari kas perseroan. Dana itu digelontorkan kepada Alfamart Ritel Asia (ARA), perusahaan patungan yang didirikan pada 2013 untuk melakukan ekspansi di luar Indonesia. (Bisnis Indonesia)
SMRA: Marketing Sales Summarecon Telah Mencapai Rp 2,7 T. Hasil pra penjualan (marketing sales) salah satu emiten properti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) selama tujuh bulan terakhir telah mencapai Rp 2,7 triliun. Nilai ini telah mencapai 60%
dari target marketing sales perseroan sebesar Rp 4,5 triliun. Pencapaian ini sedikit menurun sekitar 15,63% dibandingkan hasil marketing sales Juli 2013 lalu sebesar Rp 3,2 triliun. Johannes Mardjuki, Presiden Direktur SMRA mengakui, penurunan ini disebabkan lesunya sektor properti tahun ini, dengan kenaikan suku bunga dan pengetatan likuiditas kredit. (Kontan)
MITI: Saratoga Resmi Jadi Pengendali MITI. Aksi pencaplokan saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) oleh Grup Saratoga akhirnya terealisasi. Melalui Interra Resources Limited (IRL), Grup yang dinahkodai Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga S Uno ini mengusai lebih dari 50% saham MITI. Marcel Tjia, Exexutive Director & Chief Executive Officer Interra Resources Limited mengatakan,pada 25 Juli 2014, IRL telah melaksanakan kewajibannya sebagai pembeli siaga (standby buyer) dalam hajatan
Technical analysis
Investor sentiment
Situasi yang terjadi di kawasan Eropa Timur, dengan mengendurnya ketegangan setelah pasukan Russia ditarik mundur dari perbatasan membawa sentiment positive pada perdagangan hari ini.
Daily chart
Penurunan IHSG pada perdagangan minggu lalu juga belum mampu membuat indicator stochastic menurun atau membuat indicator MACD berada pada jalur bearish.
Tentunya hal ini adalah hal yang positive walaupun indikator PSAR sudah mengirimkan sinyal downtrend.
Pada chart 1 terlihat saat ini IHSG memang berada dalam fase sideways dimana garis hitam sebagai level penentu untuk arah selanjutnya. Selagi masih dalam garis hitam ini maka IHSG akan terus dalam trend sideways.
60 minutes chart
Akan semakin jelas jika kita melihat pada chart 2 yang merupakan data 60 menit IHSG dimana triangle yang terbentuk serta posisi IHSG saat ini yang berpeluang melakukan rebound.
Chart 1. Daily chart Chart 2. 60 minutes chart
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Recommendation Buy On Weakness
Target price 5,130
Stop-loss 5,001
Close 5.053
Indikator
Stoch UP
MACD UP
PSAR DN
Volume DN
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution
UP = Up OB = Overbought
DN = Down OS = Oversold
NM = Normal
Stocks on our focus list
PT Erajaya SwasembadaTbk (ERAA)
Penurunan saham ERAA hingga mencapai 1.025 telah membuat pattern double bottom terbentuk. Peluang rebound pada perdagangan saat ini sangat terbuka lebar.
Jika kita melihat chart 3 jelas bahwa arah panah biru berpeluang terjadi dengan target awal pada level 1.190.
Indikator stochastic telah keluar dari area overbought, sedangkan indicator MACD masih berada pada area bullish, sehingga hal ini ikut mendukung peluang rebound pada perdagangan hari ini.
Recommendation Trading Buy
Target price 1,190
Stop-loss 1,020
Entry price Open Market Price
Close 1,105
Indikator
Stoch NM
MACD UP
PSAR DN
Volume NM
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution
UP = Up OB = Overbought
DN = Down OS = Oversold
NM = Normal
Chart 3. ERAA
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
PT Global Mediacom Tbk (BMTR)
Penurunan saham BMTR telah mencapai titik support, hal ini dapat terlihat pada chart 4. Paling tidak peluang rebound dapat dimanfaat kan pada perdagangan hari ini.
Walaupun secara garis besar trend saham BMTR masih dalam fase bearish, dimana channel yang terbentuk adalah channel downtrend.
Dengan telah memasuki area overbought indicator stochastic membuat kenaikan akibat rebound yang bisa terjadi kami lihat hanya sebatas hingga level 1.800 saja. Level ini bisa dijadikan target jual dan disiplin level stoploss pada 1.740.
Recommendation Trading Buy
Target price 1,800
Stop-loss 1,740
Entry price Open Market Price
Close 1,755
Indikator
Stoch OB
MACD UP
PSAR DN
Volume NM
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution
UP = Up OB = Overbought
DN = Down OS = Oversold
NM = Normal
Chart 4. BMTR
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID)
Penurunan saham DOID pada perdagangan akhir minggu lalu adalah penurunan yang sangat wajar mengingat trend bearish yang telihat pada chart 5 yaitu garis hitam telah berhasil dipatahkan.
Trend bullish telah mulai mendominasi dengan posisi indicator stochastic yang telah mengalami goldencross. Indikator PSAR ikut mendukung sentiment positive ini dengan mengirimkan sinyal uptrend. Walaupun indicator MACD masih berada pada bearish area.
Target price pada 189 dapat dijadikan level resistance sementara sambil melihat kekuatan trend saham DOID dari sisi indicator MACD nantinya.
Recommendation Trading Buy
Target price 189
Stop-loss 179
Entry price Open market price
Close 182
Indikator
Stoch GC
MACD DN
PSAR UP
Volume NM
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution
UP = Up OB = Overbought
DN = Down OS = Oversold
NM = Normal
Chart 5. DOID
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 6. JCI Vs. IDR/USD Chart 7. JCI performance (absolute vs. relative)
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Note: Relative to MSCI EM Index
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 8. Foreigner’s net purchase (EM) Chart 9. Oil price
Note: The latest figure for India is August 7th
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 10. Non-ferrous metal price Chart 11. Precious metal price
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research 11,000
11,250 11,500 11,750 12,000 12,250
4,500 4,750 5,000 5,250
5/14 6/14 7/14 8/14
(IDR)
(pt) JCI Composite Index (L)
USD/IDR (R)
-0.3
-0.7
3.0
8.1
0.3 0.7
4.4
-2.4 -4
-2 0 2 4 6 8 10
1D 1W 1M 1Y
Absolute Relative (%, %p)
-225
-31 -15 -37 -9
319
149
-467 -72
-29 -68
261
-600 -500 -400 -300 -200 -100 0 100 200 300 400
Korea Taiwan Indonesia Thailand Philippines India
1 Day 5 Days
(USDmn)
95 100 105 110
5/14 6/14 7/14 8/14
(pt) WTI Brent Dubai
85 95 105 115
5/14 6/14 7/14 8/14
(pt) Copper Nickel Tin
90 95 100 105 110 115
5/14 6/14 7/14 8/14
(pt) Silver Gold Platinum
Table 1. Key valuation metrics
Company Name Ticker Price Market Cap Price Performance (%) P/E(X)* P/B(X)* ROE(%)*
(IDR) (IDRbn) 1D 1W 1M 1Y FY13 FY14 FY13 FY14 FY13 FY14
BANKING
Bank Central Asia Tbk PT BBCA 11,625 286,614 0.2 0.2 2.9 8.6 16.6 17.6 3.7 3.7 24.6 22.8 Bank Mandiri Persero Tbk PT BMRI 10,200 238,000 0.0 -0.5 -2.9 17.2 10.1 11.8 2.1 2.3 22.5 21.4 Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk PT BBRI 10,750 265,193 -0.5 -4.0 -6.5 31.1 8.4 11.1 2.3 2.7 29.7 27.1 Bank Negara Indonesia Persero Tbk PT BBNI 5,075 94,642 0.0 -0.5 0.5 18.0 8.1 9.6 1.5 1.7 19.9 19.2 Bank Danamon Indonesia Tbk PT BDMN 3,785 36,278 -0.4 -1.8 -12.2 -9.9 9.0 10.4 1.2 1.1 13.5 10.4 Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT BTPN 4,125 24,091 -0.1 -0.6 2.1 -7.8 11.8 11.1 2.5 2.0 24.2 19.8 PROPERTY
Surya Semesta Internusa Tbk PT SSIA 740 3,482 0.0 0.0 -11.4 -21.3 3.8 6.0 1.1 1.3 35.3 24.1 Ciputra Property Tbk PT CTRP 790 4,859 0.6 3.9 6.8 -12.2 8.8 13.6 0.9 1.0 10.8 8.7 Pakuwon Jati Tbk PT PWON 413 19,890 5.1 -0.5 2.2 7.3 11.5 13.4 3.4 3.6 33.4 31.1 Alam Sutera Realty Tbk PT ASRI 535 10,512 -0.9 1.9 7.4 -25.7 9.6 7.9 1.6 1.6 18.0 22.4 Bumi Serpong Damai PT BSDE 1,600 29,395 0.0 0.9 2.9 3.2 8.4 13.3 2.2 2.4 29.7 19.8 CONSTRUCTION
Total Bangun Persada Tbk PT TOTL 795 2,711 -1.2 -0.6 0.6 -21.3 8.8 15.8 2.3 3.3 27.5 24.7 Adhi Karya Persero Tbk PT ADHI 3,060 5,512 -0.6 -1.6 -1.9 -1.3 6.7 11.9 1.8 2.9 29.9 23.9 Wijaya Karya Persero Tbk PT WIKA 2,610 16,049 -1.5 -1.5 5.9 24.3 17.0 23.1 3.3 3.9 20.6 19.4 Pembangunan Perumahan Persero Tbk PT PTPP 2,290 11,089 0.4 1.3 10.1 54.7 13.4 20.8 2.8 4.7 23.1 23.4 Waskita Karya Persero Tbk PT WSKT 820 7,926 -0.6 1.2 6.5 1.2 10.6 18.5 1.6 2.8 16.8 16.5 RETAIL & CONSUMER
Indofood Sukses Makmur Tbk PT INDF 6,975 61,243 -0.4 -1.4 -1.8 2.6 23.2 14.7 2.5 2.3 11.2 16.2 Kalbe Farma Tbk PT KLBF 1,630 76,406 0.0 -5.8 -6.1 12.4 30.5 34.1 6.6 8.1 25.3 24.7 Mitra Adiperkasa Tbk PT MAPI 5,100 8,466 -1.9 -1.9 -3.3 -10.5 27.9 25.2 3.8 3.2 14.3 12.5 Unilever Indonesia Tbk PT UNVR 30,500 232,715 -0.9 -0.8 0.3 -3.0 37.1 40.0 46.6 48.3 130.2 127.3 Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT ICBP 10,350 60,350 -1.2 -1.0 2.7 -10.4 26.7 24.1 4.7 4.3 18.5 18.9 Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT RALS 1,040 7,380 -0.5 -3.7 -8.8 -22.4 19.3 16.4 2.3 2.2 12.5 12.9 Mayora Indah Tbk PT MYOR 30,000 26,830 0.3 0.5 1.5 10.8 22.3 31.0 6.0 5.9 30.4 19.4 Ace Hardware Indonesia Tbk PT ACES 865 14,835 -0.6 -6.5 -3.9 15.3 19.9 26.1 5.3 6.3 29.0 26.3 Gudang Garam Tbk PT GGRM 52,950 101,880 -0.7 -2.3 0.9 27.0 18.7 19.0 2.8 3.1 15.5 17.4 Nippon Indosari Corpindo Tbk PT ROTI 1,205 6,099 -2.4 -8.0 -9.4 -24.7 32.7 28.7 6.6 6.4 21.7 23.9 AUTOMOTIVE
Astra International Tbk PT ASII 7,550 305,651 -1.6 -2.3 0.0 12.7 14.2 14.6 3.3 3.2 25.0 22.8 Indomobil Sukses Internasional Tbk PT IMAS 4,280 11,835 -0.5 -5.7 -8.8 -23.6 25.4 15.0 2.3 1.9 9.6 13.9 Astra Otoparts Tbk PT AUTO 3,940 18,990 1.0 1.0 3.1 -4.5 16.4 14.0 2.0 1.8 14.6 13.9 TELECOMMUNICATION
Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk PT TLKM 2,700 272,160 0.4 1.9 4.9 13.6 14.6 17.4 3.4 3.9 25.3 23.7 XL Axiata Tbk PT EXCL 5,525 47,153 -1.3 2.3 3.3 24.2 43.0 102.6 2.9 3.1 6.7 3.5 Indosat Tbk PT ISAT 3,905 21,220 0.0 -2.6 2.9 -21.1 20.2 43.4 1.4 1.2 -16.0 2.6 INFRASTRUCTURE
Jasa Marga Persero Tbk PT JSMR 6,100 41,480 -1.6 -5.1 -3.2 4.3 24.0 25.8 3.5 4.0 14.9 15.8 Tower Bersama Infrastructure Tbk PT TBIG 8,175 39,212 0.9 -1.5 4.8 40.9 22.3 26.0 7.0 7.2 31.3 29.6 MINING
Aneka Tambang Persero Tbk PT ANTM 1,245 11,875 -1.6 -2.0 11.2 4.6 24.9 40.7 0.8 0.9 3.2 2.8 Timah Persero Tbk PT TINS 1,455 10,836 0.3 2.5 4.3 87.2 15.6 15.4 1.6 1.9 10.9 13.2 Tambang Batubara Bukit Asam Persero Tbk PTBA 12,950 29,839 0.6 11.2 20.5 29.5 12.4 15.4 3.0 3.4 23.0 22.7 CEMENT
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk PT INTP 24,200 89,086 -0.9 -3.0 -5.9 8.8 14.7 16.4 3.2 3.4 23.7 21.8 Holcim Indonesia Tbk PT SMCB 2,895 22,184 0.3 -4.5 4.3 10.3 18.3 19.1 2.0 2.3 11.1 12.6 Semen Indonesia Persero Tbk PT SMGR 16,250 96,387 -0.6 -2.0 -2.4 2.2 15.6 16.4 4.0 4.0 28.1 25.7 Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
*Note: Valuation metrics based on Bloomberg consensus estimates
Sector performance Top 10 market cap performance
Name Index Chg (%) Ticker Price Market Cap (IDRbn) Chg (%)
Agricultural 2,222.4 -1.2 TRIO IJ 1,500 7,142.3 7.5
Mining 1,315.8 -1.3 PWON IJ 413 19,889.9 5.1
Basic-Industry 542.1 -0.5 ABMM IJ 2,600 7,158.2 5.1
Miscellaneous Industry 1,315.8 -1.3 TELE IJ 845 5,392.2 4.3
Consumer Goods 2,042.0 -0.6 WINS IJ 1,335 5,372.0 3.5
Property & Construction 461.0 0.5 JRPT IJ 950 13,062.5 3.3
Infrastructure 1,133.3 0.0 MNCN IJ 2,750 38,995.9 3.2
Finance 671.7 -0.1 EPMT IJ 3,600 9,751.1 2.9
Trade 909.5 0.3 APLN IJ 348 7,134.3 2.7
Composite 5,053.8 -0.3 SCMA IJ 3,920 57,316.7 2.5
Source: Bloomberg
Top 5 leading movers Top 5 lagging movers
Name Chg (%) Close Name Chg (%) Close
SCMA IJ 2.5 3,920 ASII IJ -1.6 7,550
MNCN IJ 3.2 2,750 UNVR IJ -0.9 30,500
TLKM IJ 0.4 2,700 IIKP IJ -25.0 1,125
PWON IJ 5.1 413 BBRI IJ -0.5 10,750
BBCA IJ 0.2 11,625 LPPF IJ -2.5 14,525
Source: Bloomberg
Economic Calendar
Time Currency Detail Forecast Previous
1:00am JPY BOJ Monthly Report
1:00am JPY Consumer Confidence 42.3 41.1
2:00am JPY Prelim Machine Tool Orders y/y 34.1%
3:15am USD FOMC Member Fischer Speaks
11th-14th CNY New Loans 780B 1080B
11th-14th CNY M2 Money Supply y/y 14.5% 14.7%
7:50pm JPY PPI y/y 4.4% 4.6%
11:45pm JPY 30-y Bond Auction 1.70|3.1
Note: Time is based on Indonesian local time Source: Forex Factory
Disclaimers
This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Daewoo Securities Indonesia (DWS). It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of DWS and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of DWS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither DWS, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Daewoo Securities Indonesia 2014.