• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

23

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Pada penelitian ini, tempat dan estimasi waktu penelitian dijelaskan sebagai berikut.

1. Tempat penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di TKIP Ummahat Simo, Boyolali tahun ajaran 2015/2016. Alasan pemilihan tempat penelitian ini karena hasil observasi berupa adanya anak yang belum menunjukkan perilaku empati, sehingga memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat penelitian. Kemudian adanya keterbukaan dari pihak sekolah dalam memberikan informasi yang membantu pelaksanaan penelitian, serta tempat penelitian yang dimaksud belum pernah digunakan sebagai subjek penelitian serupa sehingga memungkinkan terhindar dari adanya penelitian ulang.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan, yaitu dari awal bulan Januari hingga bulan Juni 2016. Proses penelitian dimulai dari pengajuan judul hingga sidang skripsi dan revisi akhir. Rincian lengkap terdapat pada dalam lampiran 1, halaman 49.

B. Desain Penelitian

Penggunaan desain penelitian dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut.

1. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen yang bertujuan mengetahui pengaruh social stories terhadap perilaku empati anak usia 5-6 tahun. Desain penelitian ini menggunakan kelompok kontrol, tetapi tidak

(2)

berfungsi sepenuhnya mengontrol variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen (Sugiyono, 2012).

2. Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian nonequivalent control group design. Rancangan ini menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang keduanya diberikan pretest dan posttest dengan perlakuan hanya pada kelompok eksperimen (Sugiyono, 2012). Kemudian untuk melihat adanya perbedaan perilaku empati, digunakan uji-t. Rancangan penelitian secara praktis terdapat pada gambar 2.

Gambar 2. Rancangan Penelitian

3. Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel bebas yaitu social stories dan variabel terikat yaitu perilaku empati anak usia 5-6 tahun. Berikut penjelasan masing-masing variabel dalam penelitian ini.

a. Variabel Bebas

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah social stories. Sebagai salah satu bentuk bercerita, social stories ditulis sebagai usaha untuk memunculkan perilaku empati yang anak butuhkan untuk berkembang dan mencapai tingkatan perkembangannya. Social stories diaplikasikan kepada anak menggunakan langkah persiapan, tindakan, pengulangan dan recall.

1) Persiapan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan empat social stories yang dibuat dengan mengadopsi cerita dalam The New Sampel

Kelompok

Eksperimen Pretest

Perlakuan

social stories Posttest Kelompok Kontrol Pretest Tanpa perlakuan social stories Posttest

(3)

Social Story Book Illustrated Edition oleh Gray (2000) dan My Social Stories Book oleh Gray & White (2002) dengan rincian dua social stories digunakan pada tindakan awal dan pengulangan, serta dua yang lain digunakan untuk tahap pemanggilan kembali (recall). Selain itu, social stories yang dibuat juga disesuaikan dengan aspek empati dan indikator perilaku yang ingin dimunculkan. Social stories yang akan digunakan pada penelitian ini dapat dilihat pada lampiran 2, halaman 50.

2) Tindakan

Pada kelompok eksperimen diberikan social stories dengan durasi 10 menit tiap pelaksanaan. Pelaksanaan dilakukan sebanyak dua kali, dengan rentang waktu eksperimen dua Minggu. Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai pemberi perlakuan pada kelompok eksperimen. Perlakuan diberikan pada kelompok eksperimen pada kegiatan awal. Selanjutnya, prosedur pelaksanaan treatment dapat dilihat pada lampiran 3, halaman 61.

3) Pengulangan

Proses mengingat jauh lebih baik jika dua peristiwa terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan (Schunk, 2012). Oleh karenanya pengulangan dilakukan setelah perlakuan pertama dan kedua dengan jarak pemberian berdekatan, yaitu satu hari. Artinya, jika hari ini anak diberikan perlakuan, maka hari selanjutnya anak diberikan pengulangan dengan cerita yang sama, lebih singkat, atau lebih berkembang. Estimasi durasi pengulangan sama dengan perlakuan awal yakni 10 menit.

4) Recall

Recall sebagai pengembalian ingatan dengan isyarat minimum sehingga seseorang dapat mengingat kembali

(4)

pengalaman atau informasi yang dipelajari sebelumnya, pada penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali. Setiap akhir proses diberikan recall dengan social stories yang berbeda unsur dengan yang digunakan untuk perlakuan awal dan pengulangan, tetapi dengan tema yang sama. Hal ini dimaksudkan untuk memanggil kembali ingatan mengenai informasi yang telah diberikan sebelumnya.

Pelaksanaan recall, dilakukan oleh peneliti dengan estimasi durasi waktu yang sama dengan durasi perlakuan dan pengulangan, yaitu 10 menit. Sebelum dilakukan recall, terlebih dulu anak diberikan jeda selama satu hari untuk mengendapkan informasi yang idap sebelumnya. Artinya, jika hari ini anak diberikan pengulangan, maka esok hari anak diberikan jeda selama satu hari, dan lusa baru diberikan recall. Social stories dalam penelitian ini digunakan dalam rangkaian kegiatan pembelajaran sehari-hari. Rencana Kegiatan Harian (RKH) dan skenario pembelajaran selama treatment dilakukan dapat dilihat pada lampiran 4, halaman 70.

b. Variabel Terikat

Sebagai variabel terikat dalam penelitian ini adalah perilaku empati anak usia 5-6 tahun. Perilaku empati yang dimaksud merupakan bentuk aktualisasi dari berbagai aspek empati yang terdapat dalam afektif anak usia 5-6 tahun. Beberapa aspek yang diidentifikasikan di antaranya responsive joy, empathic concern, dan responsive distress (Williams, Berard, & Barchard, 2005). Pengukuran perilaku empati anak mengacu pada tiga aspek tersebut, yang dirincikan dalam indikator penilaian.

Berdasarkan uraian ketiga aspek empati yaitu responsive joy, empathic concern, dan responsive distress menurut Williams, dkk (2005) diidentifikasi beberapa indikator perilaku yang sesuai dengan penjelasan aspek untuk menganalisis kondisi perilaku empati anak usia 5-6 tahun yang disajikan dalam tabel 3.

(5)

Tabel 3. Perilaku Empati Anak Usia 5-6 Tahun Definisi

Operasional

Aspek Indikator Perilaku Jumlah

Butir Empati adalah kemampuan seseorang merasakan yang dirasakan orang lain pada situasi tertentu dan memberikan respons atas situasi yang terjadi. Responsive joy

1. Bermain bersama dengan gembira.

2. Mau memuji orang lain. 3. Mengekspresikan perasaan senang (bahagia). 3 Empathic concern 1. Berkomunikasi dengan teman ketika mengalami musibah (sakit, sedih, dan lain lain).

2. Mendoakan orang lain yang terkena musibah/sakit. 3. Mengekspresikan perasaan sedih. 3 Responsive distress 1. Meminjamkan miliknya kepada orang lain.

2. Berbagi miliknya dengan orang lain.

3. Mengajak teman lain bermain bersama.

4. Bekerja sama menyelesaikan tugas.

4

Diadaptasi dari Williams, Berard & Barchard (2005). C. Populasi dan Sampel

Pada penelitian ini populasi dan sampel yang digunakan diuraikan sebagai berikut.

1. Populasi Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah anak kelas B di TKIP Ummahat Simo, Boyolali tahun ajaran 2015/2016.

2. Sampel Penelitian

Sampel penelitian diambil dari populasi yang telah ditentukan sebelumnya. Sampel dalam penelitian ini adalah anak kelompok B2 sejumlah atas 26 anak yang digunakan sebagai kelompok eksperimen. Selain itu, digunakan pula 26 anak kelas B1 sebagai kelompok kontrol.

(6)

D. Teknik Pengambilan Sampel

Sampel penelitian diambil dari populasi yang telah ditentukan sebelumnya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, yaitu pengambilan sampel yang menempatkan semua anggota populasi sebagai sampel (Sugiyono, 2012). Teknik pengambilan sampel ini dipilih karena jumlah populasi yang relatif sedikit.

E. Teknik Pengumpulan Data

1. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara, yaitu:

a. Observasi Berbasis Perilaku

Pengumpulan data dengan observasi berbasis perilaku digunakan untuk mendapatkan informasi faktual tentang tingkah laku atau perilaku sebagai hasil belajar anak. Chatterji (2003) menyatakan ciri utama pengumpulan data ini yaitu 1) bersifat live atau on the spot atau saat perilaku berlangsung; 2) anak diberikan kebebasan penuh untuk menjawab atau merespons sesuatu; dan 3) mengandalkan pengamatan dengan adanya pembatasan waktu (timed).

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi perilaku anak dengan menggunakan ketiga asas pengumpulan yang telah disebutkan, di antaranya bersifat live, membebaskan anak untuk merespons sesuatu, dan memberikan durasi tertentu dalam jangka pengamatannya yaitu sejak kegiatan awal hingga kegiatan akhir pembelajaran. Pada observasi berbasis perilaku ini, digunakan catatan observasi anak secara singkat untuk memberikan informasi tambahan mengenai perilaku empati selama penelitian dilakukan.

b. Dokumentasi

Beberapa dokumentasi yang akan digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah foto atau rekaman video aktivitas anak.

(7)

Dokumentasi digunakan untuk memberikan informasi tambahan mengenai perilaku empati anak selama penelitian dilakukan.

2. Alat Pengukuran Data (Instrumen Penilaian)

Alat pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar cek atau checklist. Chatterji (2003) menuliskan bahwa penilaian hasil belajar dapat dilakukan dengan mode of responses atau cara memberikan respons yang salah satunya adalah penilaian berbasis perilaku atau proses. Penilaian berbasis perilaku dalam penelitian ini adalah pengamatan dengan ditetapkannya pembatasan durasi waktu (timed) menggunakan alat ukur checklist.

Pada penyusunan checklist, instrumen penilaian dibuat oleh peneliti dengan mengacu pada komponen penilaian perilaku empati anak usia 5-6 tahun yang dikonsultasikan pada ahli di bidangnya (professional judgment). Pengisian chekclist ini dilakukan tim peneliti yang terdiri dari peneliti dan guru kelas tiap kelompok.

Prosedur atau langkah-langkah pembuatan instrumen ini dilakukan lewat beberapa hal, di antaranya:

a. Menentukan dan menuliskan berbagai aspek-aspek perilaku empati anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menetapkan aspek-aspek perilaku empati sesuai pendapat Williams, Berard & Barchard (2005) yaitu responsive joy, empathic concern, dan responsive distress.

b. Mengidentifikasi indikator yang sesuai dengan aspek-aspek yang telah dituliskan. Instrumen penilaian perilaku empati terdiri dari tiga aspek yang dalam penelitian ini dijabarkan dalam 10 indikator.

c. Indikator ini dirinci dalam indikator perilaku yang sesuai dan dapat diamati guru dan peneliti dalam rangka pengukuran perilaku empati anak usia 5-6 tahun. Instrumen terlebih dahulu dibuat dalam bentuk blue print yang memuat indikator kinerja pengukuran perilaku empati anak berdasarkan aspek empati.

(8)

d. Indikator perilaku dituliskan dalam format checklist yang akan digunakan sebagi instrumen penilaian. Selain itu dituliskan juga rubrik penilaian yang dapat membantu pengamat dalam memberikan tanda cek pada instrumen.

e. Mengonsultasikan dengan profesional di bidangnya.

f. Revisi atau perbaikan instrumen sesuai dengan hasil konsultasi. g. Mengajukan validasi instrumen kepada profesional di bidangnya.

Checklist ini digunakan untuk mengetahui kemampuan awal lewat pretest dan kemampuan akhir lewat posttest perilaku empati anak usia 5-6 tahun. Perbandingan data hasil pretest dan posttest digunakan untuk menjawab pengaruh perlakuan terhadap perilaku empati anak. Lembar instrumen penilaian dapat dilihat pada lampiran 5, halaman 150. Sedangkan rubrik instrumen penilaian dapat dilihat pada lampiran 6, halaman 151.

F. Teknik Uji Validitas

Instrumen atau alat ukur data yang digunakan dalam penelitian ini berupa checklist untuk memperoleh data tentang perilaku empati anak usia 5-6 tahun. Pada penyusunannya, peneliti merumuskan indikator instrumen mengacu pada aspek empati menurut Williams, Berard & Barchard (2005) yang kemudian dikonsultasikan pada para ahli di bidangnya (professional judgment) di antaranya Anayanti Rahmawati, S.Psi., Psi., M.A., Adriani Rahma Pudyaningtyas, S.Psi., M.A., dan Dr. Rukayah, M.Hum.

Hasil uji validitas menunjukkan bahwa indikator yang digunakan sudah sesuai untuk mengukur perilaku empati anak usia 5-6 tahun, sehingga dapat digunakan dalam penelitian. Tabel 4 menyajikan rincian hasil uji validitas yang dilakukan.

(9)

Tabel 4. Hasil Uji Validitas

Aspek Indikator Perilaku Nilai

Responsive joy 1. Bermain bersama dengan gembira. 4

2. Mau memuji orang lain. 4

3. Mengekspresikan perasaan senang (bahagia).

4

Empathic concern 4. Berkomunikasi dengan teman ketika

mengalami musibah (sakit, sedih, dan lain lain).

4

5. Mendoakan orang lain yang terkena musibah/sakit.

4

6. Mengekspresikan perasaan sedih. 4

Responsive distress 7. Meminjamkan miliknya kepada orang

lain

4 8. Berbagi miliknya dengan orang lain. 4 9. Mengajak teman lain bermain bersama. 4 10. Bekerja sama menyelesaikan tugas. 4 Keterangan Nilai:

1 : Indikator tidak sesuai/mampu mendeskripsikan aspek. 2 : Indikator kurang sesuai/mampu mendeskripsikan aspek. 3 : Indikator cukup sesuai/mampu mendeskripsikan aspek. 4 : Indikator sesuai/mampu mendeskripsikan aspek.

Selanjutnya pada penyusunan social stories, peneliti mengadaptasi dari The New Social Story Book Illustrated Edition yang ditulis oleh Gray (2000) dan My Social Stories Book yang ditulis Gray & White (2002). Masing-masing social stories berjudul 1) Bermain Bersama, 2) Senangnya Bermain Bersama, 3) Membantu Orang Lain, dan 4) Aku Senang Membantu. Sebagai alat bantu dalam penelitian yang dilakukan, keempat social stories yang disusun memenuhi kriteria valid dalam hal konten, bahasa yang digunakan, dan visualisai/gambar cerita. Hal ini sesuai dengan masukan dan penilaian professional judgement.

(10)

G. Teknik Analisis Data

Uji persyaratan analisis terdiri atas uji normalitas dan uji homogenitas sampel. Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah sampel dalam penelitian ini normal dan homogen. Uji normalitas dan homogenitas sampel pada penelitian ini menggunakan model Kolmogorof Smirnov dan Levene Test for Equality of Variance dengan mengacu pada kaidah (ρ>0,05).

Selanjutnya setelah uji prasyarat terpenuhi, maka dilakukan pengujian hipotesis menggunakan statistik parametrik. Data pengukuran yang sudah terkumpul tersebut diuji dengan independent sample t-test menggunakan bantuan SPSS. 15 for windows untuk mengetahui perbandingan rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen dan kontrol dengan menggunakan taraf signifikansi 95%. Kemudian data yang terkumpul juga diuji menggunakan paired sample t-test dengan bantuan SPSS. 15 for windows untuk melihat pengaruh treatment dalam kelompok eksperimen.

H. Prosedur Penelitian

Prosedur dalam penelitian ini dapat dijabarkan dalam beberapa langkah yaitu 1) observasi pendahuluan di TKIP Ummahat Simo, Boyolali; 2) pengembangan instrumen termasuk di dalamnya ada uji validitas; 3) pengumpulan data di sekolah yang ditetapkan sebagai tempat penelitian yang di dalamnya terdapat beberapa tahap, misalnya meminta izin kepada kepala sekolah, pengambilan sampel, pelaksanaan pengumpulan data, dan pengolahan data, dan 4) penulisan laporan penelitian. Langkah-langkah ini secara sederhana dijelaskan dalam gambar 3.

Gambar 3. Prosedur Penelitian Observasi Pendahuluan Pengembangan Instrumen Pengumpulan Data Penulisan Laporan

Gambar

Gambar 2. Rancangan Penelitian
Tabel 3.  Perilaku Empati Anak Usia 5-6 Tahun  Definisi
Tabel 4. Hasil Uji Validitas
Gambar 3. Prosedur Penelitian Observasi Pendahuluan  Pengembangan Instrumen  Pengumpulan Data Penulisan Laporan

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menghitung pengaruh penambahan jerami padi dalam bentuk balok sebagai bahan pengisi batako terhadap daya serap air batako digunakan persamaan garis regresi,

Hasil pengukuran yang diperoleh merupakan nilai oksien terlarut lima hari (A2). Pengerjaan dari awal dilakukan lagi untuk penetapan kontrol standar dengan menggunakan larutan

Instrumen yang digunakan dalam penelitian aspek kognitif ini berupa tes objektif tentang materi sistem koloid yang terdiri dari 25.. butir soal dengan 5 alternatif

Angka atau nilai yang di peroleh dari hasil pengukuran dengan satuan sentimeter (cm). Kemudian untuk menghasilkan rasio panjang tungkai-tinggi badan di hitung dengan

a) Menyiapkan bahan penelitian yang akan digunakan yaitu sepeda motor Yamaha Jupiter Z tahun 2007 dalam keadaan standar. b) Menyiapkan alat ukur emisi gas buang gas

Tidak ada interaksi pengaruh antara pengunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan discovery learning menggunakan modul LCDS dengan kategori kemampuan literasi

“Observasi (Observation) atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung”..

Tahap penelitian ini penulis mengaitkan data yang sudah diperoleh kemudian dianalisis serta menghubungkan data yang satu dengan data yang lain dengan menggunakan