Il
150
Kalimantan Selatan: Daerah
Bt.
Raya, Kec. Sungai Pinang Kab.Banjar (enis diorit
piroksendan
granodiorit, warna abu-abu kehitaman).Sulawesi Selatan:
Daerah Boloci, Kab.
Pangkep (terdapat granodiorit, granit dan trakhit); Daerah Bantimurung Kab. Maros (berupa terobosan batuan granodiorit, sebagian telah mengalami ubahan).Teknik Penambangan
Teknik penambangan granitlgranodiorit dilakukan seperti pada penambangan andesit. Mempbrtimbangan warna
dan
tekstur gra- nit/granodiorit lebih indah dibandingkan dengan andesit, penambang- an dalam bentuk balok untuk selanjutnya dipotong/digerenda dengan ukuran tertentu kemudian dipoles sangat dianjurkan.Sisa
hasilpemotongan dapat dimanfaatkan untuk pembuatan teraso.
Pengolahan dan Pemanfaatan
Lembaran granit/granodiorit yang sudah dipoles dapat diper- gunakan sebagai lantai atau ornamen dinding. Batuan
ini
apabila terkena sinar matahari dan air hujan relatif lebih resisten dibandingkan dengan marmer. Disampingitu
granit/granodiorit dimanfaatkan juga sebagai meja dan sebagainya. Sisa potongan granit/granodiorit dicetak bersama semen putih untuk membuat teraso.2.
GABRO DAN PERIDOTITGabro dan Peridotit terbentuk dari proses pembekuan magma ultrabasa, berwarna gelap bervariasi antara hijau, hitam hingga hitam legam atau kombinasi diantaranya.
Gabro
merupakan batuanintrusi
dalam,tekstur
granularhypidiomorphic, uliuran butir sedang, komposisi mineral utama adalah plagioklas jenis labradorit - anorthit> 50Vo, apatit, sulfid, titanit, rutil,
l5l
kadang-kadang dijumpai pula korundum, ampibol, garnet dan biotit.
Gabro mempunyai berat jenis 2,9-3,3 dengan kekuatan tekan antara 2.000 - 3.500 kg/cm2.
Peridotit merupakan batuan
intrusi
tekstur granular dengan xenomorphic olivin dan piroksen, kadang-kadang didapatkan kromit, struktur masif. Peridotit mempunyai beratjenis
2,9-3.00 dengan kekuatan tekan 2.000 - 3.300 kg/crn2Tempat Diketemukan
o
Maluku: Desa Fayaul, Kec. Wasile, Halmahera Tengah; Wusia, Hal- mahera Timur.o
Irian Jaya: Daerah Ijar, P. Roan, S. Sentani.o
Sulawesi Tenggara: Komplek Pulau PadamranglP. Lambusina.o Nusa
Tenggara Timur/TimorTimur:
Daerah Manufahi, Kab.Manufahi; Daerah Hilimahu, Laclo, Manatuto.
o
Kalimantan Tengah: Daerah Tengkiling sebelah barat Palangkaraya.Teknik Penambangan
Gabro dan peridotit bentuk tubuh batuan dan sifat fisiknya tidak
jauh
berbeda dengan granit dan granodiorit. Oleh sebabitu
teknik penambangan yang ditrapkan pada granit dapat pula diperlakukan pada gabro dan peridotit.Pengolahan dan Pemanfaatan
Pengolahan dan pemanfaatan gabro dan peridotit serupa dengan pengolahan dan pemanfaatan granit. Karena gabro
dan
peridotit mempunyai warna yangrelatif lebih
gelap dibandingkan dengan granit, apabila akan dipergunakan untuk lantai atau ornamen dinding, seyogyanya dipasang ditempat yang relatif terang agar menimbulkan kesan estetika tinggi.3. ALKALIFELDSPAR
Mineral ini
terbentukdari
proses kristalisasipada
fase pembekuan magma yang bersifat asam dengan kadar SiOz tinggi unsur alkalinya (K dan Na) sehingga merupakan mineral utama pembentuk batuan dengan komposisikimia K
Al2SiO8- Na Alz
SiO3 yang berwarna terang dengan kekerasan 6. Dijumpainya mineral jenis ini berkaitan erat dengan daerah pembentukan granit pegmatit. Umumnya mineralini
didapatkan dalam bentuk urat/vein atau tersebar sebagai komponen utama dalam tubuh batuan granit pegmatit.Tempat Diketemukan
Periksa pembahasan Feldspar.
Teknik Penambangan
Periksa pembahasan Feldspar.
Pengolahan dan Pemanfaatan Periksa pembahasan Feldspar.
4.
BAUKSITBauksit merupakan kelornpok mineral aluminium hidroksida seperti gibsirAl2Or3HzO; boehmit-AlzOrHzO; diaspor Al20jHzO.
Mempunyai warna
putih
atap kekuningan dalarn keadaan murni, nrerah ataucoklat
apabila terkontaminasioleh besi
oksida atau bitumen. Bauksit relatif sangat lunak (kekerasanl-3),
relatif ringan dengan berat jenis 2,3-2,1; mudah patah tidak larut dalam air dan tidak terbakar. Bahan galianini
terjadi dari proses pelapukan (laterisasi) batuaninduk erat
kaitannya de ngan persebarangranit.
Boehmit didapatkan juga dalam rekaharr pacla hatuan nepelin syenit pegmatit153
sebagai hasil proses alterasi hidrothermal dari nepelin atau feldspar.
Bauksit di Indonesia terdapat di P. Bintan, P. Bangka dan Kali- mantan Barat. Jenis mineralnya adalah gibsit
-
AlzOr 3HzO, dengan kadar utama alumina, kuarsa, silika aktif, TiO: dan Fe2O.1.Bijih
bauksit laterit terjadi didaerah tropis dan subtropis serta membentuk perbukitan landai, yang memungkinkan terjadinya pela- pukan yang cukup kuat. Bauksit dapat terbentuk dari batuan yang mempunyai kadar aluminiumrelatif tinggi,
kadarFe
rendah dan sedikit kadar kuarsa (SiO2) bebas. Batuan yang memenuhi persyaratan itu antara lain nepelin syenit dan sejenisnya yang berasal dari batuan beku, batuan lempung/serpih. Batuan diatas akan mengalami proses laterisasi yaitu proses yang terjadi karena pertukaran suhu secara terus menerus sehingga batuan mangalami pelapukan. Pada musim hujan air memasuki rekahan-rekahan dan menghanyutkan unsur yang mudahlarut, sementara unsur yang sukar larut/tidak larut tertinggal dalam batuan induk. Setelah unsur-unsur yang mudah larut seperti Na dan K,
Mg
dan Ca, dihanyutkan olehair,
residu yang tertinggal (disebut laterit) menjadi kaya akan hidroksida alumina Al(OH)3 yang kemudian oleh proses dehidrasi akan mengeras rr-renjadi bauksit.Tempat Diketemukan
Di
Indonesia bauksit diketemukan di P. Bintan dan sekitarnya,P.
Bangkadan
Kalimantan Barat. Sampai saatini
penambangan bauksit di P. Bintan satu-satunya yang terdapat di Indonesia. Beberapa tempat antara lain:o
Sumatera Utara: Kota Pinang (kandungan Al2Oj = l-5,05-58,107o)..
Riau: P. Bulan, P. Bintan (kandungan SiO2-
4,97c,FezOt= lO,2o/o,TiO, =
-0,8ok, Al2O3=
51,4c/o); P. Lobang (Riau Kepulauan); P.Kijang (kandungan, SiO,
=
2,5o/c. FetOt=
2,5o/c, TiO2-
0,257o.Al20l =
61,5c/c, H:O-
337c) mempakan akhir pelapukan lateritiksetempat.
o
Kalinrantan Barat.t52
154
Teknik Penambangan
Penambangan bauksit dilakukan dengan penambangan terbuka diawali dengan land clearing. Setelah pohon dan semak dipindahkan dengan bulldozer, dengan alat yang sama diadakan pengupasan tanah penutup. Lapisan
bijih
bauksit kemudian digali dengan shovel loader yang sekaligus memuatbuih
tersebutke
dalam dump truck untuk diangkut ke instalasi pencucian.Pengolahan dan Pemanfaatan
Bijih
bauksit dari tambang dilakukan pencucian. Proses pen- cucian bijih bauksit dimaksudkan untuk menaikan kualitasnya dengan cara mencuci dan memisahkan (desliming)bijih
bauksit tersebut dari unsur lain yang tak diinginkan seperti kuarsa, lempung dan pengotor lainnya. Partikel yang halusini
dapat terbebaskan dari yang kasar antara lain dengan pancaran air (water jer) yang kemudian dibebaskan melalui penyaringan (screening). Disampingitu
sekaligus melakukan proses pemecahan (size reduction) dari butiran-butiran yang beru- kuran lebih dari 3 inch denganjaw
crusher. Untuk pengolahan lebih lanjut dilakukan dengan proses Bayer dengan prinsip kerja sebagai berikut:o
Bauksit mengandung berbagai mineral dengan kadar bervariasi, bila kandungan AlzO: dominan baru dinamakan bauksit.o
Dilakukan proses penggilingan sampai ukuran<
35 mesh(4,4n
o
mm).Proses melarutkan Al2Oj )ang terdapat pada bauksit dengan larutan soda api pada konsentrasi dan suhu tertentu dengan menggunakan uap sebagai media penghantar panas dalam tabung baja yang tahan terhadap tekanan yang ditimbulkan uap.o
Proses untuk memisahkan larutan AlzOr dari benda-benda padat yang tidak larut dan disiliccrtion product, endapan dari persenyawaan yang terbentuk antara silika reaktif dengan Na2O dan AlzOT.o
Penyaringan larutanAlzor dari
koloid-koloid dan benda padat lainnya sehingga diperoleh larutan Al2Or )ang bening.l5-5
Endapan benda padat, sebelum dikumpulkan ketempat penimbunan terlebih dahulu diusahakan mengambil larutan-larutan AIzO: dan caustic soda yang masih terdapat bersama benda padat tersebut.
Terhadap larutan AlzO-l bening dilanjutkan dengan proses presipitasi Al:Or dan dengan menambahkan seed yang terdiri dari hidrat Al2O3
yang halus, proses presipitasi dipercepat dan membangun partikel- partikel Al2Oj 1,ang lebih besar akan tetapi tidak mudah peczrh.
Endapan hidrat Al:O: yang terjadi, selanjutnya diseleksi, hidrat AlzOr yang berukuran besar diambil sebagai produksi, sedangkan hidrat Al2O3 yang masih halus dikembalikan kedalam proses presipitasi sebagai seed.
r
Hidrat Al2Oj yang berukuran besar, selanjutnya dikalsinasi (dipang- gang) sedemikian rupa untuk mengeluarkan kadar air dan molekul air yang terikat dalam partikel AlzOr.o
Alumina hasil dari kalsinasi adalah hasil akhir dari pabrik alumina, yang siap untuk dikapalkan ke pabrik peleburan untuk dileburkan menjadi logam aluminium.Adapun kegunaan dari bauksit adalah bahan utama pembuatan logam aluminium dan bahan dasar industri kimia dan refractory.
5. MIKA
Kelompok mika (muskovit, plogopit dan biotit) terbentuk pada tahap akhir dari proses pembekuan magma yang kekentalannya rendah dan bersifat asam. Kristal mika berukuran lebar dan berlapis, relatif lunak (kekerasan 2-2,5) transparan dengan warna bervariasi. Muscovit
- KAl2
(AlSi3) Or0 (OH)2 berwarna putih, kuning kadang-kadang coklat, bersifat fleksible dan elastis didapatkan pada batuan beku yang kayasilika
dan alumina (pegmatit dan granit)juga
dalam batuan metamorf tingkat rendah-menengah-tinggi antara lain greenschist dan ampibolit-facies. Plogopit-
K(Mg, Fe)3 (AlSir) Or0 (F,OH)2, trans- paran, fleksible dan elastis, berwarna coklat muda atau kekuningan terdapat pada batuan metamorf tingkat menengah - tinggi yang kayal-56
magnesiLrm (antara
lain
kristalin dolontit, peridotit yang lapuk dan serpentinit) dan pegmatit.Biotit -
K(Mg.Fe)3 (AlFe) Sir Oro (OH), F)2, berwarna hitam hingga hijau gelap. fleksible. elastis dijumpai pada batuan pegmatit, lamprophyre, kadang-kadang pada lava atau batuan metamorf.Tempat Diketemukan
Daerah Istimewa Aceh: Kec. Ampakolak
Kab.
Aceh Tenggara (didapatkan pada granit pegmatit ukuran mineral l-5 ,cm tersebar tidak merata); Kp. Alue Rambut Kec. Blang Pidie Kab. Aceh Selatan (pada batuan malihan, komposisi AlzOr=
18,677o, FezOj = 0,53Va, SiOr = J2,6c/o, K2O = 2,70o/c, Na2O = 0.65Va, CaO=
1,05, MgO = 0.457c.Sumatera Utara: Pangaribuan Kab. Tapanuli Utara; Dolok Emas, Kec. Sumbul, Kab. Dairi (sudah diusahakan)
Kalimantan Barat: G. Buduk Kab. Sanggau (terdapat muskovit dan plogopit pada granit pegrnatit dan alkali granit).
Kalimantan Tengah: S. Lenro, Barito; G. Mas. Kehayan Hulu; Kuala Kuayan; Kuala Kurun (warna putih kekuningan, abu-abu kehitaman, keras diterobos urat-urat kuarsa).
Sulawesi Tengah: Fatoba Kab. Banggai; Mamulusan Kab. Lumri;
Biromatu Tutontowi, Sibodo Kab. Donggala; P. Peling (merupakan pegmatit dalam batuan malihan).
Irian Jaya: P. Roau disernenanjung Wan Demen dan teluk Oemork (terdapat pada batuan malihan berukuran kasar, berlembar-lembar).
Teknik Penambangan
Apabila terdapat dekat permukaan, penambangan dilakukan dengan sistem tambang terbuka dengan peralatan sederhana. Sistent penambangan dengan menrbuat sumLlran
diikuti
dengan sistem gophering dapat pula dilakukan apabila endapan cukup dalam dan tidak teratur.151
Pengolahan dan Pemanfaatan
Dengan rlernpertimbangkan
mika
rnenrpunyaiberat
jenis rendah dan bertrentuk lentbaran pernisahan terhadap mineral lain dilakukan dengan cara floatasi. Karena mika rnerupakan pengantar listrik yang lernah. rnaka nrika dimanfaatkan pada industri rnesin dan industri listrik.6.
ASBESAsbes adalah nama perdagangan
dari
ntineral tertentu yang dapat dipisahkan menjadi serabut-serabut dan tidak dapat dibakar.Mineral ini
demikian panjang dan halus sehingga dapat dipintal.Asbes
teriadi
karena proses metamorfose (proses serpentinisasr) batuan yang bersifat basa atau ultra basa. Berdasarkan komposisi dan sifatnya, asbes dibagi rneniadi 2 kelompok yuitu:r
Asbes serpentinJenis
ini
dapat dipintal, yang terr.nasuk golonganini
antara lain rnineral krisotil-
3Mg 2SiOr 2HrO; serabutnya lernas dan halus seperti sutera. wanra putih, panjang serabut antara 4-_5 inch, sangatkuat, satu ton bahan
ini
dapat dipintal sampai 10.000 meter, bila dipanaskan dapat bertahan hingga 2160'C.o
Asbes amfibolJenis
ini
sukar dipintal, yang terrnasuk golonganini
antara lain mineral antofilit - (Fe, Mg) SiOj, terdapat sebagai gumpalan serabut pendek dan gelas, panjang serabut 4-.5 inch. bila dipanaskan dapat beftahan hingga 2160' C. Antofilit selain didapat dialam, dapat pula dibuat dengan mentanaskan ntagnesium metasilikat yang jauh lebihtinggi dari
padatitik
lelehnyadan
kemudian dengan cepat didinginkan.Tempat Diketemukan
o
Jawa Tengah: Karangsarnburrg. Krrh. Kcbrrnrcrr (termasuk jenisI 1
l
li
158
antofilit dan sisanya golongan serpenttn).
Halmahera:
Di
Weda (P. Seram) termasuk jenis krisotil; Wusia, Halmahera timur (terdapat didalam masif serpentin atau peridotit yang mengikuti rekahan).Sulawesi Tenggara: Komplek P. Padamarang/P. Lambasina (terdapat dalam batuan ultrabasa peridotit dan serpentinit yang berumur Pra Tersier.
Nusa Tenggara Timur: Atapupu Kab. Belu (didapatkan pada celah di tubuh batuan ultra basa, umumnya sudah lapuk dan berserat panjang).
Irian Jaya: Sepanjang S. Sentani dekat Jayapura (merupakan urat-ural yang tak beraturan dalam batuan serpentinit).
Teknik Penambangan
Asbes digali dengan tambang terbuka mempergunakan pera- latan sederhana. Apabila didapatkan agak dalam, dilakukan dengan membuat sumuran dan diikuti dengan sistem gophering.
Pengolahan dan Pemanfaatan
Asbes dari hasil penggalian diadakan pemilahan dengan tangan.
Serabut yang disebut mutu no. 1 adalah yang panjangnya
>
314 inch, sedang yang panjangnya3lS - 314 inch disebut mutu no. 2.Bahan galian yang harus digiling, kernudian disaring berrahap dengan cara penyedotan dengan udara
dan
akhirnyadisisir
dandipintal. Di dalam pemanfaatan asbes dibagi rnenjadi 2 kelompok:
.
Yang dapat dipintalTerutama dari
jenis
krisotil, dipergunakan sebagian besar untuk lapisan padarem mobil.
Selainitu
dipergunakan untuk bahan pelindung terhadap api, listrik dan bahan kimia..
Yang sukar dipintalDimanfaatkan untuk petnbuatan panil asbes (lazirn disebut eternit).
Eternit dibuat dari semen porlland dan serabut asbes golongan no' 2.
Banyaknya asbc:' Ltntuk pettlbuatatr eternit biasanya l0-15%. Pipa
159
asbes semen dipergunakan untuk rnengalirkan berbagai macam air, larutan bahan kimia, sebagai pelindung kabel listrik, telepon dan sebagainya.
l
I
I l
ir