Unsur I Unsur I Kisaran 7o berat
10. ANDESIT DAN BASALT
Merupakan jenis batuan beku luar, merupakan hasil pembekuan magma yang bersifat intermedier sampai basa dipermukaan bumi.
Jenis batuan ini bertekstur porfiritik afanitik, komposisi mineral utama jenis plagioklas, mineral mefik adalah piroksen dan amfibol sedang
mineral tambahan adalah apatit dan zirkon. Jenis batuan
ini
berwarna gelap umumnya abu-abu sampai hitam, tahan terhadap air hujan, berat jenis 2,3-2,7, kuat tekan 600-2400 kglcm2. Dijumpai sebagai retas,sill, lakolit, aliran permukaan atau sebagai fragmen dan lahar gunung api ataupun fragmen breksi
Tempat Diketemukan
Terdapat disepanjang
jalur
gunung api baik yang masih aktifataupun yang sudah mati. Penyebaran terdapat di:
a a a
136
Daerah Istimewa Aceh: Daerah Rikit Gaib, Kab. Aceh Tenggara;
Krueng Raya Kab. Aceh Besar; Pantai Calang, Kab. Aceh Barat;
Lhokruet, Kab. Aceh Selatan;Pantai Lamno, Kab. Aceh Barat.
Sumatera Utara: Daerah Aik Puli, Kab. Tapanuli Utara.
Sumatera Barat: Kota Baru dan S. Sirah Paninan Kab. Pesisir Selatan.
Jambi: S. Tutung Kec. Air Hangat Kab. Kerinci; Pulau Pandah Kec.
Danau Kerinci; Rantau Keloyang Kab. Muarabungo;
Maliki
danBaru Kab. Sarko; P. Sangkar Kab. Kerinci; Bukit Baru, Kec. Pelepat, Kab. Bungalebo Tebo.
Bengkulu: G. Kandis dan G. Beringin Kab. Bengkulu Utara.
Lampung: Langkapura, Tanjungkarang; Kedatuan Bandar Lampung;
G. Merbabu; G. Lubukitik; G. Batuserampuk.
Jawa Barat: Ujung berung, Kab. Bandung; Lagadar Kab. Bandung;
G.
Bojong,Cililin
Kab. Bandung;G.
Koromong Kab. Bandung;Jelekong Kab. Bandung; Kebon Tunggul Kab. Bandung; Selakaso Kab. Bandung; Kec. Pacet, Kab. Bandung; Majalaya Kab. Bandung;
Cicalengka Kab. Bandung; G. Sagu Kab. Bandung; Karangtanjung, Kab.Bandung;
G.
Karang,Kab.
Bandung;G. Cengkik
Kab' Karawang; G. Cipaga Kab. Karawang; Rajamandala, Kab. Bandung:G. Sindanglengis, Kec. Plered, Kab. Purwakarta; Ciarok Kab. Garut;
G.
Sugih, Anyer Kab. Serang;G.
Gede; Parung panjang Bogor;Ciomas, Parung panjang, Kab. Bogor.
Jawa Tengah: Selogiri Bendokerep Kab. Wonogiri; G. Mergi Kab.
Semarang; Beringin, Suruh Kab. Salatiga; Kandangan, Bawean, Slawi Kec. Balapulang Kab. Tegal; Kec. Belik Kab. Pemalang.
Daerah Istimewa Yogyakarta: G. Merapi; G. Gajah; G.
Ijo,
Kulon Progo.Jawa Timur: G. Gajah Mungkur Kab. Pasuruan; Ketapang-Lawang
Kab.
Malang, PrigenKab.
Pasuruan; Lumang, Kab. Pasuruan;Polaman Lawang Kab. Malang; Gamang, Gading, Paiton, Bogo, Kab. Probolinggo; Pasir putih Besuki Kab. Panarukan; G. Kapuran;
Sumbersuko Padaan; G. Pandan Saradan Kab. Madiun; Pacet Wetan, Kambengan, Barakan, Pelak, Ngemplak, Kesiman, Tengah Wiyu, Slawe,.Briti, dan Padi Kab. Mojokerto; Bantal, Belik, Sumberejo dan
131
Sukorame Kab. Mojokerto.
Kalimantan Selatan: Jimban, Tambang, Ulang, Pleihan Kab. Tanah Laut, Ujung Batu, P. Laut Kab. Kotabaru.
Nusa Tenggara Timur: Lekebai, Kec. Paga Kab. Sikka; Ae Baru dan Kelisamba, Kab Flores.
Sulawesi Utara: Lilang Kab. Minahasa; Noongan dan Mokupa.
Sulawesi Selatan:
Bilibili
Kec. Botonompo Kab. Gowa, Lena Kec.Parangloe.
Maluku: G. Mede, Kab. Halmahera Utara; Takome, Tugato, Ternate;
Bobo, Dukiri; Sandora;Tidore, Kab. Maluku Tengah; Babang dan G.
Sayoding, P. Bacaan; Pantai Itawlaka, P. Saparua,
Hitu
Barat, p.Ambon;G. Lana, Lei Timur.
o
Irian Jaya: Rumba, Bukit, Cendrawasih Kab. Sorong.Teknik Penambangan
Batuan andesit dan basalt merupakan batuan yang cukup keras
dan
masif. Apabila penambangan dilakukanoleh
rakyat, karena keterbatasan modal dilakukan dengan peralatan sederhana dengan produksi yang sangat terbatas. Apabila diinginkan produksi bongkah yang cukup banyak dalam waktu yang relatif singkat, penambangan dengan dilakukan sistem peledakan,diawali
dengan pembuatan lubang tembak sangat dianjurkan. walaupun demikian persyaratan keamanan harus tetap diperhatikan. Penggunaan backhoe, showel, buldoser atau scraper pada pelaksanaan penambangan dianjurkan sedang pengangkutan bongkah dari tempat penambangan ke ternpat pengumpulan dipergunakan dengan truck ungkit. Apabila dikehendaki bentuk dan ukuran tertentu, penambangan awal yang menghasilkarr bentukan balok dapat dilakukan.Pengolahan dan Pemanfaatan
Bentuk bongkah dengan ukuran yang masih dapat diangkat oleh manusia, andesit
dan
basalt dimanfaatkanuntuk
fondasi rumah.Apabila akan dibentuk menjadi batu candi (benrukan empat persegi
a a
o a
Il
138
panjangikubus dengan ukuran tertentu) atau dibentuk menjadi batu tempel dengan ukuran tertentu, penggergajian sistem basah pada balok hasil penambangan dapat dilakukan. Andesit dan basalt apabila di- manfaatkan sebagai batu tempel/hiasan pada tembok luar/pengganti tegel, dan ditempatkan
di
luar (yang tidak terlindung dari hujan dan panas matahari) tidak ada masalah karena kedua jenis batuan tersebut cukup resisten.Bentukan balok andesit dan basalt apabila telah disentuh oleh seniman patung dengan rekayasa
seni
dapat dlbentuk menjadi patung/relief yang tentu saja akan meningkatkan nilaijual'Untuk
keperluanlainnya,
bongkahhasil
peledakan yang ukurannya belum sesuai dengan ukuran konsumen dapat dipecah lagi dengan palu atau alat mekanis (breakerlcrusher) untuk disesuaikarl ukurannya. Batu yang sudah sesuai ukurannya dimuat dengan alatmleat (wheel loader) dan diangkut dengan truck ungkit ke konsumen.
Secara umum, kegiatan peremukan terdiri dari 3 kegiatan utama yaitu peremukan, pengayakan
dan
pengangkutan.Bagan alir
prosesperemukan seperti berikut (Gambar 8)'
Hasil dari pengolahan
ini
berupa batu pecah yang terdiri dari berbagai ukuran, misal -<l0
mru,>
10-
S 20 trtrtt' > 20- !
30 mtrt,> 30
-
S 50 mm dan sebagainya'Sebagian besar batu pecah tersebut dipergunakan untuk pemba- ngunan rumah (concrete beton) ataupun untuk alas jalan.
Untuk batu pecah kebanyakan dipergunakan spesifikasi ukuran
butir
sebagai berikut: untuk batu pecah berdasarkan ukuran yang dihasilkan terdiri dario
abu dengan ukuran < 10 mm.
split dengan ukuran (1x
1 cm,I xZ
cm,2x3
cm,3 x 5 cm)o
screening {engan ukuran 2x
l0 cmAbu
yang dihasilkan tidak tercampur bahan organik. Seperti halnya pasir andesit/pasir basalt yang bersih (tidak tercampur bahan organik)baik
digunakan untuk bahan adukan beton. Ukuran split umumnya digunakan untuk campuran beton dan aspal. Sedang ukuranyang lebih besar digunakan sebagai pelapis jalan dan pondasi. Gambar 8. Bagan alir proses pengoiahan bongkah andesit/basalt menjadi ukuran sesuai dengan keperluan.
139
Ban berjalan
Pengayakan (pengayak getar)
Tempat penimbunan (stock pile) - lolos saringan (2,5 inci) - tak lolos saringan (2,5 - 4 inci)
Pengumpan peremukan kedua (1 -2inci)
Lolos saringan 314 inci
Split (peremuk "Barmac")
Pengayakan
- lolos saringan (- 3/8 inci) - tak lolos saringan (ll2inci)
I
IT.
PASIR GUNUNG APIPasir gunung api merupakan bahan lepas berukuran pasir yang dihasilkan pada saat gunung api meletus. Komposisi mineralogi pasir gunung api tidak jauh berbeda dengan komposisi batuar/magma asal' Pada saat gunung api meletus material yang dilontarkan ukurannya sangat bervariasi mulai dari bongkah sampai pasir. Pada umumnya suatu letusan yang mendadak sangat
kuat
akan membentuk suatu kaldera yang sangat luas, misalnyaG.
Bromodi
Jawa Timur, G.Galunggung di Jawa Barat, G. Agung di Bali. Dengan demikian pasir yang dimuntahkan mempunyai penyebaran yang sangat luas. Apabila letusannya tidak kuat sehingga tidak rnampu menghamburkan material yang terbawa dari dalam perut bumi, maka pembentukan kepundan akan terjadi dan penumpukan pasir akan terjadi disekitar kepundan.
Pasir tersebut bersifat relatif masih lepas, dan pada saat turun hujan di puncak, tumpuk4n pasir akan longsor dan bersama dengan air hujan nkan mengalir melalui sungai yang berhulu disekitar puncak gunung api.
Aliran ini
mempunyai kekentalan yang cukuptinggi
sehingga mampu "mengapungkan" dan menghanyutkan benda/material yangdilalui oleh air
sungai bahkan mampu meluap sampai dilembah sungai. Aliran demikian dikenal sebagai aliran lahar dingin, seperti yangterjadi di G.
Merapi, Jawa Tengah padatahun
1995 dan sesudahnya. Untuk rnenghindarkan kerusakan lebih lanjut dibagianhilir
sungai akibat luapan"banjir pasir"
maka dibuat checkdam.Chekdam
ini
dibangun secara berturutan, sehingga pada satu sungai sangat dimungkinkan dibangun beberapabtah
chekdarz. Sebagai contoh untuk mengendalikan sungai Boyong yang berhuludi
lereng puncak G. Merapi, Jawa Tengah yang mengalir melalui daerah antara Turgo dan Kaliurang, kearah selatan (Daerah Istimewa Yogyakarta) paling sedikit telah dibangun 5 buah chekdam dengan nama BOD 1 - BOD 5. Fungsi lain dari bangunan ini:o
menghambat dan menampung aliran pasiro
menyediakan tempat sedimentasi pasir sehingga erosi vertikal tebing sungai dapat dicegah,. pendalaman sungai dapat dihindarkan.
mencegah terjadinya banjir lahar dingin141
o
menyediakan tempat meresapnya air sungai/air hujan, sehingga ikut berperan dalam melakukan konservasi air tanah.Berkaitan dengan kualitas pasir gunung, sangat ditentukan oleh pola aliran dan pengangkutan sedimen. Tempat-tempat dimana terjadi turbulensi, pencucian pasir akan terjadi, sehingga ditempat tersebut kualitas pasir dianggap baik. Demikian juga ukuran butir pasir, sangat ditentukan oleh kecepatan aliran. Walaupun demikian sesuai dengan konsep transportasi sedimen makin jauh dari sumber sedimen ukuran butir makin halus/seragam.
Tempat Diketemukan
Pasir
gunungapi
merupakanproduk
vulkanisme, dengan demikian pasir gunung api didapatkan disekitar gunung api baik yang aktivitasnya terjadi pada jaman Tersier maupun Kuarter. Beberapa tempat yang telah diusahakan oleh masyarakat antara lain:o
Jawa Barat: S. Cikunir, G. Galunggung, Kab. Tasikmalaya, Cicurug Leles Kab. Garut; Desa Cipeundeug, Kab. Subang; Komplek Legok,Kec.
Ciawigebang,Kab.
Kuningan; Desatrbak Mekar,
Kab.Cirebon.
.
Jawa Tengah: G. Merapi; G. Muria, Kudus.o
Jawa Timur: G. Bromo.Di
sampingitu
terdapatpula
endapan pasir pantai seperti didaerah Riau.Teknik Penambangan
Teknik penambangan pasir gunung api disesuaikan dengan jenis endapan, produksi yang diinginkan dan rencana pemanfaatannya.
Oleh sebab
itu
teknik penambangan yang akan diuraikan menunjuk pada pekerjaan per kasus sebagai berikut:o
Endapan gunung api Kuarter/ResenPada jenis endapan ini, tanah penutup belum terbentuk. Endapan di dapatkan sepanjang alur sungai. Keadaan endapan yang masih lepas,
teknik penambangan permukaan dengan alat sederhana antara lain t40
r
142
dengan sekop dengan pemilihan endapan secara selektif. Hasil yang diperoleh diangkut dengan truck untuk dipasarkan. Dengan cara penambangan seperti ini junrlah produksi sangat terbatas. Apabila diinginkan produksi dalam
jurnlah
banyak, penggalian dengan showel dan backhoe dapat dilakukan. Pemilahan besar butir (untuk memisahkan ukuran pasir dan ukuran kerikil dapat dilakukan secarasemi mekanis dengan memakai saringan pasir). Hasil yang sudah dipisahkan kemudian dinaikan ke truck ungkit dengan showel, untuk selanjutnya
dikirim
ketempat penimbunandiluar alur
sungai.Ditempat
ini
truck pengangkut siap untuk mengirim ke konsumen.Cara penambangan seperti
ini
telah dilakukandi S.
Boyong G.Merapi dan S. Cikunir, G. Galunggung.
Endapan pasir gunung api yang telah membentuk Formasi
Tipe
endapan sepertiini
telah tertutup oleh tanah penutup/soil.Pekerjaan awal dilakukan dengan land clearinglpembersihan tanah penutup. Endapan pasir jenis ini pada umumnya sudah agak keras, tercampur dengan lempung. Untuk mendapatkan pasir yang bebas dengan lempung/kotoran organik sistem penambangan dengan cara
pompa
tekan/semprot tekanantinggi dan
pencucian sangat dianjurkan. Untuk menghemat penggunaan air pemakaian air dengan sistem sirkulasi dapat dilakukan. Hasilnya pasir yang bersih bebasdari lempung dan bahan organik. Model
ini
telah dilakukan pada penambangan pasir didaerah desa Lebak Mekar, Kab. Cirebon.Apabila air tidak tersedia, cara penambangan rakyat dengan peralatan sederhana dapat dilakukan. Cara
ini
telah dilakukan pada penam- bangan pasir di lereng G. Muria Kab. Kudus.Endapan Pasir Pantai
Endapan
ini
merupakan pengendapan lanjutan dari pasir yang ada disekitar muara sungai/dilepas pantai. Untuk menambang pasir yang demikian dipergunakan pompa isap berkekuatan tinggi dan hasil pemompaan langsung ditampung ditongkang dan siap diangkut dan dipasarkan. Untuk menghindarkan terjadinya longsoran bawah laut, perlu ditentukan jarak pemompaan terhadap garis pantai. Pasir yang diperoleh dengan cara ini mengandung garam NaCl dan zat organik cukup banyak, sehingga jenisini
tidak sesuai untuk dimanfaatkan143
sebagai bahan bangunan. Cara penambangan seperti
ini
telah dila- kukan didaerah pantai Riau.Pemanfaatan utama pasir gunung api untuk bahan konstruksi bangunan. Persyaratan utama apabila akan dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi, pasir tersebut harus bersih, bebas dari lempung dan zat organik yang dianggap sebagai pengotor.