ITAN DENGAN ENDAPAN RESIDU DAN ENDAPAN LtrTAKAN
I. LBMPUNG
4. KAOLIN
r84
rium. Mungkin intan kelas 6 atau 7 dapat diuji dengan menggunakan peralatan sederhana misalnya mikroskop
birokuler. Di
samping klasifikasi tersebut di atas, ada pula klasifikasi berdasarkan kejernihan yang digabungkan dengan warna serta dinyatakan dengan huruf dan angka seperti Tabel l4 berikut.Tabel.l4. Warna dan kejernihan intan.
AA A AB
= putih biru
= putih kebiru-biruan
- putih
= putih keperak-perakan
-
perak bunga tanjung bagian atas= perak bunga tanjung kabur
= bunga tanjung muda
= bunga tanjung
bersih jernih
sangat sedikit sekali mengan- dung pengotoran
sangat sedikit mengandung pe- ngotoran
sedikit pengotoran sedikit pengotoran 2
sedikit pengotoran 3 berbi ntik-bintik sangat berbintik-bintik BC
C D E F
3
3 4 5 6 7
Apabila dalam suatu sertifikat yang menyertai sebuah permata menyebutkan:
AB
I -2:
berarti intan yang bersangkutan putih jernih dan jernihF-6 :
berarti intan yang bersangkutan berwarna bunga tanjung dan berbintik-bintikAA3 :
berarti intan tersebut berwarna putih biru dan sangat sedikit mengandung pengotoran.Walaupun intan merupak;rn benda terkeras yang tidak mungkin tergores oleh benda-benda lain, namun memerlukan perawatan pula.
Pemakaian yang terus menerlls menyebabkan intan akan kehilangan gemerlapannya. Hal
ini
disebabkan oleh kotoran yang melekat pada permukaan fasit dan menghalangi sinar yang menembus, dibiaskan serta dipantulkan.Dalam hal ini perawatan dilakukan dengan mencuci dan mem- bersihkan. Alat-alat yang diperlukan antara lain:
.
sikat halus (misal sikat bulu mata)o
larutan yang terdiri dari 20 ons natrium bicarbonat (NaHCOj),I
ons185
kaporit (CaOClz), 1 ons garam dapur (NaCl) dan 16 ons air.
Yang sangat perlu diperhatikan ialah jangan sekali-sekali mele- paskan intan dari ikatannya, karena dapat menyebabkan intan tersebut menjadi cacat. Apabila hal ini harus dikerjakan, serahkan kepada ahli permata. Apabila saat
ini
intan banyak dipakai sebagai perhiasan untuk keindahan dan status sosial, pada jaman dahulu intan dianggap barang bertuah.186
lebur 1850o C, plastis, daya hantar panas dan listrik yang rendah, PH bervariasi.
Kaolin
yangdiambil dari
Pangkal Pinang, Bangka (2 tempat yaitu di Batu Belubang danAir
Mesu menunjukan kandungan SiO2-
64,28-52,347a, Al2O3=
24,00-31,80Vo, Fe2O1=
1,35-1,707o, Tio2-
0,003-0,002va.Tempat Diketemukan
Daerah Istimewa Aceh: Kab. Aceh Tenggara, daerah Blangkejeren (kaolin berwama putih, plastis, mengandung pasir kuarsa dan pirit);
Kab. Aceh Barat daerah Krueng, Seunagan (terdapat dalam Formasi
Tutut yang
berumurKwarter, warna putih
abu-abu, plastis mengandung pasir kuarsadan
sisipantipis lignit); Kab.
Aceh Tenggara, Kec. Kuta Panjang Kp.Akul
(telah digunakan sebagaibahan keramik, analisa
X-RD
adalah kaolin, kuarsadan
mika, terdapat dalam Formasi Rampong yang berumur Oligosen Atas - Miosen Bawah).Sumatera Utara: Kab. Tapanuli lJtara, daerah Perbukitan dan Rawa
Aek Rao didataran Sarulla (merupakan hasil proses hidrothermal, berasosiasi dengan batuan andesit).
Sumatera Selatan: daerah G. Muda, Belinyu, P. Bangka (berasal dari granit lapuk berumur Trias, merupakan kaolin letakan/aluvial, dapat dipergunakan untuk bahan baku industri keramik halus, industri cat dan kertas); daerah Muntok, Jebus Sungai Liat, P. Bangka (sifat seperli kaolin G. Muda, Belinyu); daerah Merawang, P. Bangka (sifat seperti kaolin G. Muda, Belinyu); daerah
Air
Seru, Pangkal Pinang, P. Bangka (berasal granit lapuk berumur Trias, kemudian diendapkan sebagai kaolin letakan disekitar pantai/aliran sungai, dapat diper- gunakan sebagai bahan industri keramik halus, keramik kasar setelah mengalami proses pencucian); daerah Cerucuk, P. Belitung (berasal dari batuan granit berumur Trias yang mengalami pecampuran secaraintensif (endapan kaolin residu, dapat dipergunakan sebagai bahan industri keramik haius, keramik kasar); daerah Pangkalan Baru, P.
Belitung (seperti kaolin Carucuk) daerah Pangkalalang, Tanjung- pandan P. Belitung (pemanfaatan seperti kaolin Carucuk, merupakan
187
endapan aluvial); daerah
Aer
Rajah,P.
Belitung (seperti kaolin daerah Pangkalalang); Kab. Lahat, daerah Tanjungsari (terdapat dalam batuan sedimen Neogen, dapat dipergunakan untuk industri keramik, kandungan FeO=
0,407o); daerah Aer Saga, P' Belitung (endapan kaolin residu, mengandung kuarsa dapat dipergunakanuntuk industri keramik halus,
cat,
kertas dan kosmetik); Kab' Belitung Kec. Tanjung pandang, desa Badau (endapan residual, kandungan SiO2=
66,10.85,86Vq Al2Or = 7,99'22,77a, K2O = 0,10-2,9OVo, Na2O
=
0,001-0,317o, MgO=
0,01-0,19Vo, CaO=
0,011-O,63Vo, TiO2 = 0,094-0,59Va, Cr2Or = 0,002-60 ppm, hilang prjar =
O,O94Vo, brightness
=
65,7-887o, hasilX-RD =
kuarsa, halosit,ortoklas, baik untuk
filler
pada industri kertas, cat, kosmetik, zat pembawa dan keramik halus); Kab. Belitung, daerahAir
Seru Kec.Tanjung Pandan (merupakan endapan residu, banyak mengandung kuarsa, dapat dipergunakan untuk industri keramik berat, keramik halus, keftas, cat dan kosmetik); daerah Bintahan, Rantau (berasal dari batuan beku asam, sebagai bahan bata tahan api, kandungan SiO2
= 56,6-86,56Va), AlzOt + TiOz
=
15,43-39,547o,FezOt = 0,24-4,83Vo, CaO = 0,01-0,65Vo, MgO = 0,02-2,O47o, PzOs-
0,02-0,03Vo, SO:-
0,23-0,947o, KzO + Na2O = 0,35'2,25Va).
Kalimantan:
Kab.
Banjar, daerahLiang
Anggang (merupakan endapan aluvial, analisa X-RD; kuarsa, holoysit-kaolinit,mika); Kab.Martapura daerah Utamik (hasil pelapukan tufa asam dan batuan beku, hasil X-RD: disordered kaolin, kuarsa, lempung)
Jawa: Banjarnegara, Wonogiri, desa Jetak Kec. Semin, Gunung Kidul, Trenggalek.
Bali: Kab. Tabanan, Kec. Baturiti, desa Bangli (merupakan pela- pukan tufa batuapung, wama putih abu-abu).
Nusa Tenggara Barat: Kab. Lombok Timur, Kec. Kmak, desa Batu nampar (pelapukan andesit, komposisi SiO2
-
51,347o, Al2O3 = 28,767o, Fe2O3=
1,037a, CaO=
1,20Vo, MgO-
0,92Vo, Na2O = 0,897o,K2O = l,60Vo,TiO2-
0,84Vo, H2O = 4,20Vo); Kab. Bima Kec' Sape, desa Sari (pelapukan andesit, dapat digunakan unhrk bahan baku keramik kasar. analisa kimia; SiOz-
57,61Vo, Al2Oj = 24,87Vo,il
188
Fe2Or = 2,8lVc, CaO = 1,20Vc, MgO = 0,40Va, Na2O = 0,68Vo" K2O = 0,167c,
TiOr -
0,577o); Kab. Lombok Tengah, Kec. Pujur, desaLentak (pelapukan batuan gunung
api,
wamaputih
abu-abu, bercampur pirit).o
Sulawesi Tengah: Palawa Kab. Donggala (pelapukanruf
kaca, berumur Kwarter).o
Maluku: Ngai Modomera, Tabobo, Halmahera Tengah.Teknik Penambangan
Penambangan kaolin dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu:
o
Tambang terbuka (open pit)o
Tambang semprot (hydraulicking)o
Tambang dalam (underground mining).Dua cara yang pertama lebih banyak diterapkan dibanding cara
yang
ketiga. Pada tambang terbuka, pengupasan tanah penutup dilakukan dengan alat sederhana atau dengan alat mekanis (bulldoser, scrapperdll).
Endapan kaolinnya dapat digali dengan menggunakan excavator antaralain:
backhoe ataupun shovel, kemudian dimuat kedalam truck dan diangkut kepabrik pengolahan. Pada cara tambang semprot setelah pengupasan tanah penutuplalu
disemprot dengan menggunakan pompaair
beftekanantinggi. Hasil
penyemprotan berbentuk lumpuryaitu
campurankaolin
denganair.
Kemudian lumpur tersebut dipompakan ketempat pengolahan dengan pipa-pipa.Pengolahan dan Pemanfaatan
Pada dasarnya pengolahan kaolin ditujukan untuk membuang mineraukontaminan seperti pasir kuarsa, oksida besi, oksicla titaniurn, mika
dll.
Selainitu
bertujuan untuk mendapatkan bLrtir-butir- halus, tingkat keputihan/kecerahan tinggi, kadar air tertentu, pH tertentu dan sifat-sifat lainnya. Pada dasarnya proses pengolahan yang dilakukan sangat tergantung pada jumlah jenis mineral pengotor dan spesifikasi penggunaan. Proses pengolahan dapat dilakukan sebagai berikut (Gambar II
dan Gambar l2).189
Iil
ri
ii
Tangki pengurnpul --->
I
Pcnyaringanl---- I-
|pr* kr**_l
--'-- It _-...-
t
II
Penserinonnl
-___l-
+
I
Kaolinmurni
Ii
Il-=.rc.r,,fi]
-_-T---
+ Tepung kaolin Talang dengan sekat(sluice box)
Tangki pengendapan (setting tank)
(Jambar I l, Bagan alir prcscs pengolaan kaolin secara umum.
190
Kaolin dari tambang
Drum pencuci (washing drunt)
Pengayak Eetar (vibrating screen)
Penyaring tekan (filter press)
Pengeringan I (rotary/belt dryer)
Penepungan Qtul ve rize r)
@
---T-_
@
-_T_ t-ltb--_-l -l--
F..r*-r;l -__l_
I
ruotin ,n,rt uut un p.ngirGt-rl-'lPengeringan ll Qtressure hot air)
Kaolin untuk bahan palapis (coating)
Gambar 12. Bagan alir pengolahan kaolin untuk pengisi
l9l
Kaolin sebagai bahan baku industri mempunyai kegunaan yang bervariasi:
r
Industri keftasKaolin digunakan sebagai bahan pengisi (filler material) dan sebagar bahan pelapis (coating nruterial)
Industri keramik dan porselin
Kaolin
digunakan sebagai bahanbody
melalui proses biscuit, maupun untuk bahan glasirlndustri karet
Kaolin digunakan sebagai bahan wlkanisir dalam industri karet Bahan tahan api
Kaolin sebagai bahan utama pembuatan bata tahan api Bagian dari industri cat, kaolin digunakan
o
Sebagai bahan extender produksi cato
Sebagai bahan substitusi yang mewamai cato
Untuk membuat cat berwarna cemerlang Dalam industri plastik, kaolin digunakan untuko
Membuat permukaan plastik menjadi ratao
Membuat plastik resisten terhadap serangan zat-zatLjmia Barang-barang industri lain yang memerlukan kaolin antara lain:o
Tinta putiho
Lemperekato
Insektisida/obat pembunuh seranggao
Rooting gramaleso
Obat-obatano
Semenr
Pupukr
Bahan pemutih.
Kosmetika (alat atau obat kecantikan)o
Pasta gigio
TekstilTiap penggunaan kaolin memerlukan spesifikasi yang tersendiri misal:
.
Sebagaiy'//er (pengisi) persyaratan antara lain:192
.
derajat keputihan (brightness): 79-83,5Vo.
sisa lolos saringan.PH .
kandungan air:0,3-0,5Vo : 4,5-J,0 :maksimum l7o
: < 2 mikron:71-80Vo
> 3 mikron: 3-87o : Jlat shape Sebagai pelapis persyaratannya antara lain: