Yang termasuk dalam kelompok ini adalah kalsit, marmer, batu sabak, kuarsit, grafit, jade, mika dan wolastonit.
1. KALSIT
Pada Bab
IV
nomor 3, diatas dibahas kalsit dengan penekanan mineral kalsit dengan komposisi CaCOr murni dan belum terpengaruh oleh metamorfose. Kalsit yang akan dibahas adalah kumpulan mineral kalsit (batu kalsit) yang telah terpengaruh oleh proses metamorfose kontak tetapi tekstur aslinya masih tampak (disebut sebagai tekstur palimses sehingga disebut sebagaikalsit
meta sedimen. Tekstur palimses yang tampak memperlihatkan seperti kumpulan butir gula batu sehingga sering disebut sugary limestone. Pada umumnya sugary limestone terbentuk oleh mineral kalsit murni, hampir tidak pernah ada kontaminan yang berarti sehingga warna putih bersih.Tempat Diketemukan
Kalsit jenis
ini
yang diusulkan dinamakan kalsit meta dikete- mukan didaerah dimana terdapat marmer.xl
220
Teknik Penambangan
Teknik penambangan kalsit meta dapat dilakukan seperti teknik penambangan batu gamping.
Pengolahan dan Pemanfaatan
Kalsit meta komposisi kimianya tidak berbeda dengan kom- posisi mineral kalsit yaitu CaCOj. Dengan demikian pengolahan dan pemanfaatan kalsit meta sama dengan pengolahan dan pemanfaatan kalsit.
2.
MARMERDalam geologi marmer adalah
jenis
batuan metamorf yang berasal dari batu gamping yang terkena proses metamorfose kontak maupun metamorfose regional.Di
masyarakat/pengusaha bahan bangunan/istilah dagang (yang sebenarnya pendapatini
tidak benar) marmer adalah mengkilap, batuannya dapat berupa batu gamping, granit, basalt marmer dan jenis lainnya. Uraian telttang marmer yang sebenarnya dapat dilihat pada Bab IV nomor 4, tentang marmer.3.
BATU SABAK (SLATE)Batu sabak (= batu tulis), penamaan didasarkan pada salah satu
kegunaanya, yaitu dapat dipergunakan untuk menulis. Batu sabak merupakan batuan malihan yang berasal
dari
lernpung atau serpih yang mengalami metamorfose regional ataupun metamorfbse kontak tingkat rendah-
medium yang dicirikan oleh facies hornfels-
sub-facies hornblende hornfel. Ciri utama dari batu sabak bidang belahnya (cleava ge) paralel tekstur lepidoblastik - granoblastik, kadang-kadang poikiloblastik, struktur sekistos, dengan mineral utama mika (terma- suk muskovit, biotiti), cordierit, andalusit, warna mengarah kewarna
221
gelap, mengkilat. Jenis batuan
ini
akan mengalami rekristalisasi pada suhu 500 oCnta,
pada tekanan+ 2,5
kilobar.Dari
hasil analisa mineralogi teliti batu sabak di Indonesia tersusun oleh mineral kuarsa (307o),illite(27%a), serisit (107o), kalsit (107c), plagioklas (6clo), klorit (57o)dolomit
(4o/a),grafit
(2,57a),dan rutil
(0,5olo). Kandungan mineral tersebut sangat ditentukan oleh batuan asal. dan kandungan mineral tersebut mempengaruhi warna batu sabak, misal warna abu- abu sampai hitam karena grafit. merah dan violet karena hematit, warna hijau karena klorit atau oksida besi.Tempat Diketemukan
r
Daerah Istimewa Aceh: Daerah Goh. Kedongdong, Goh. Tebara.Tanah Reubuh,
Bukit
Lampulo,Kr.
Bidien.Kr.
Jarnbuaye, Kp.Laudo (warna abu-abu gelap).
o
Sumatera Barat: Siguntur Mudo. Kab. Pesisir Selatan. Simkam. Kab.Solok
dan
PantiKab.
Pasaman (wama abu-abu gelap): DesaTanjungbalit, Kec. Lernbah Gurnanli. Kab. Solok (warna abu-abu pernah dimantaatkan untuk batu tulis).
Teknik Penambangan
Pada dasarnya batu sabak dimanfaatkan dalam bentuk yang tipis. Oleh sebab
itu
sistem penambangan dilakukan dengan dibuat dalanr bentuk balok. Apabila hal ini sudah didapar kernudian digergaji sesuai dengan ukuran yang diinginkan demikian pula tingkat keha- lusan permukaan.Pengolahan dan Pemanfaatan
Balok batu sabak sesuai clengan keperluan digerga.ji dan diben- tuk. Batu sabak yang sudah diolah dinrantaatakan untuk atap runtah.
batu tenrpel dinclirrg, batu tulis (pada rnasa lanrpau), sedang pecahan- nya dapat digerurs menjadi tcplutg sebagai bahan pengisi atau pcngem- bang dalarn indrrslri cal.
I
222
4.
KUARSITKomposisi utama adalah
mineral
kuarsayang
mengalami metamorfose regional. Batuanini
akan mengalami kristalisasi pada temperatur minimum800' C
atau pada tekanan 5,5 kilobar. Kuarsit terbentukdari
batuan sedimen yang banyak mengandung mineral kuarsa yaitu jenis arkose atau graywacke, orthoquarzite, jasper, flint, batuan silika lainnya. Kuarsa yang ada dapat pula merupakan hasil rombakan batuan beku asam antara lain aplit dan pegmatit. Kuarsit yang murni berwarna putih, tekstur granoblastik, mosaik kadang- kadang sakaroidal, strukturmasii foliasi
atau sekistose tergantung banyaknya mineral pipih. Kehadiran mineral lain sebagai kontaminan menyebabkan perubahan warna misalnya adanya mineral biotit, grafit atau magnetik mengakibatkan warna gelap. Sifa-sifat fisik dari kuarsit tidak jauh berbeda dengan kuarsa.Tempat Diketemukan
Daerah Istimewa
Aceh:
Daerah Seukulan, Kutapanjang, Aceh Tenggara (wama putih, terdapat pada Formasi Batuan Gunung apiAkul,
komposisi: SiOz=
90Va, Al2O3=
3,99Vo, Fe2O3=
0,4l%o);Danau Laut Tawar, Takengoq Aceh Tenggara.
Sumatera Utara: Daerah Dolok Sialang, Kab. Tapanuli Utara (warna abu-abu, masif, berbutir halus).
Riau: Kec. Kampar
Kiri,
Kab. Kampar (warna putih abu-abu muda, komposisi: kuarsa=
90Vo, Serisit=
5Vo,bijih =
lVo); Logas Kec.MuaraLembu.
Jambi: Lubuk Gedang, Muara Hemat, Kab. Kerinci (warna bening, kecoklatah, coklat tua, bila lapuk berwarna putih sedikit hitam).
Maluku: Daerah W. Limolo, pantai selatan pulau Taliabu dan (kadar SiO2
-
98-997o, malihan dari batupasir);W. Lan. pulau Sulabesi.Jawa Tengah: Daerah Bayat, Klatan (warna kuning dalam bentuk fragmen pelapukan batuan genis).
223
Teknik Penambangan
Kuarsit walaupun keras, tetapi hasil penambangan tidak disya- ratkan mempunyai bentuk dan ukuran yang teratur.
oleh
karenanya kuarsit dapat ditambang dengan peralatan sederhana secara tambang terbuka.Pengolahan dan Pemanfaatan
Pengolahan kuarsit sangat ditentukan oleh rencana pemanfa- atannya. Dalam keadaan belum diolah kuarsit dirnanfaatkan sebagai agregat bahan bangunan. sesudah diolah dengan persyaratan tertentu kuarsit dapat dimanfaatkan seperti mineral kuarsa antara lain untuk pembuatan bata refraktori, bahan abrasif, industri gelas, keramik, agregat lantai dan dinding.
5.
GRAFITGrafit merupakan native elements dengan komposisi
C
(car-bon). Sistem kristal dari grafit adalah hexagonal, merupakan massa berfoliasi atau lembaran-lembaran tipis yang terlepas, struktur opaque pada umumnya berwarna hitam. Grafit merupakan dimorphisme dari intan, tetapi mempunyai tingkat kekerasan rendah (1-2), berat jenis 2,23, belahan baik/jelas apabila diraba terasa berminyak. Grafit tidak terbakar dan
tidak
mudahlarut
dalamair. Grafit
terbentuk pada metamorfose tingkat tinggi dari batuan yang mengandung zat organik, dapat terjadi pula karena proses magmatisme antara lain pada pegmatitdan juga
terdapat pada hidroterrnalvein. Grafit
sangat umum didapatkan dalamgranit,
sekis, genis,mika
sekis ataupun batu gamping kristalin.Tempat Diketemukan
o
Sumatera: Muara Saiti, Pangkalan dan Tanjung balit, Kab. Lima puluh Kota (merupakan sisipan pada batuan sekis); Ombilin daerahr
LL+'t1A
danau Singkarakr Siberlabu. Payakumhuh.
Teknik Penambangan
Grafit
didapatkan merupakan asosiasi dengan batuan lain.Apabila
tersingkap dipermukaanteknik
penambangan dilakukan dengan sistem tambang terbuka. Dalam beberapa hal pekerjaan pem- bongkaran batuanyang
mengandunggrafit
cukup memberatkan, sehinggapilihan
penambangan dengan membuat sumuran diikuti dengan gophering tidak dapat dihindarkan. Pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan peralatan sederhana.Pengolahan dan Pemanfaatan
Grafit dari hasil penambangan, masih tercampur dengan kotor- anlbatuan yang
lain,
untukitu
dilakukan dengan sortasi. Sesudahtahap pekerjaan
ini
selesai dilaksanakan,grafit
tersebut digiling (crushing) dibentuk menjadi serbuk, kemudian dipisahkan dari kotorannya dengan cara floatasi. Tahap selanjutnya grafit dibentuk sesuai dengan keperluan.Grafit
dapat dimanfaatkan antara lain sebagai bahan pensil, bahan cat, bahan imbuhan pada dapur pemanas,ketel uap, permukaan tuangan sebagai bahan tahan api, campuran metalurgi dan alat penghantar listrik.
6. MIKA
Mika
merupakan nama sekumpulan mineral yang terdiri dari muskovit (K-mika = Kalz (AISI:)Oro(OH): = hydrous potasium alumi- nium silicate), muskovit (var. tuchsite=
K(Al,Cr)z(AlSir)O10(OH)2 = hydrous potasium aluminium silicate), phlogopite(Mg-mika)
= K(Mg,Fe)3 AlSir)roro(F,OH)2= hydrous potasium
aluminium silicate), biotite (Mg-Fe-mika)=
K(Mg,Fe)r(Al,Fe)SirO16 (OH,F)2 =hydrous potasip,. aluminiurn silicate, Lepidolite (Li-mika)
=K(Li,Al)3 (Si,Al)4Or0(F,OH),
-
hydrous potasium lithium alumunium225
silicate.
Muscovit pada umumnya memberi kenampakan pipih (tabular), berfoliasi, seperti
sisik
merupakan masa yang berlapis-lapis tipis.Warna putih keperakan, putih atau kuning, kadang-kadang warnanya coklat akibat kontaminasi hematit atau
rutil.
Sifatfisik
berlapis tipis, kekerasan 2-2,25, beratjenis
2,76-2,88, fleksible dan elastis, tidak larut dalam asam, tetapi sulit terbakar. Muscovit merupakan mineral yang sangat umum pada batuan beku dalam yang kaya akan silika dan aluminium (misalnya pegmatitdan granit),
batuan metamorfbse tingkat rendah-menengah-tinggi (misalnya green schist dan amphi- bolite facies), kadang dijumpai pada batupasir ataupun batuan yang mengalami diagenesa antara lain pada batupasir atau napal.Muscovit (var. fuchsite), memperlihatkan kenampakan sangat
tipis,
seperti bersisik, warna cerah hingga hijau, kekerasan 2-2,25, berat jenis 2,88, mudah terbakar dan mudah larut dalarn larutan asam.Mineral ini
terdapat pada batuan metamorfose tingkat menengah antaralain
sekis, berasosiasi denganbiotit, dijumpai pula
pada marmer yang berasal dari dolomit atau calcshist.Phlogopite, merupakan benrukan
pipih
pernah didapatkan berdiameter2 m,
warna coklat muda atau kuning, kadang-kadang menunjukanfoliasi, lunak yang tingkat
kekerasan2,5-3,
ringan dengan berat jenis 2,86, belahan jelas, fleksrble, elastis, lembaran yang transparan memantulkan/menimbulkan warna./kilat seperti mutiara, sulit terbakar, larut dalarn asam sultat (sedang muskovit tidak larut).Jenis mineral ini dijumpai pada batuan
r.netarnorfbse tingkat menengah-tinggi yang kaya nragnesium (antara lain dolonrit. peridotit yang mengalarni alterasi dan batuan serpentinit. Ju-ea didapatkun padabatu:rn kinrberlite, batu garnping yxng terkenil kontak metarrrortbs, dun padtr hlrtrurrr pegrltrtit.
Biotite, warna hitarn, coklat atau
hijlu
tLla, umullnya meru- prakan lernbaran-lernbaran agregat, Iunak dengan tingkat kekerasan 2.-5-3 cukup be'rat dengan berat.ienis 2,8-3.2. belahan jelas tetapi kecil- kecil, fleksible. e'lastis. transl)aran. agaksulit
terbakar. larut dalarn asam sullht setelah dipanaskan. Mineral ini san-qat umum pada batuan bekr.r (rnisalny'a peernatit. glarrir). batuan sedirnen ataupun pada batuan226 metamorf.
Lepidolite, bentuk pipih-pipih kecil, warna oranye, kekerasan 2,5-4, relatif ringan dengan berat jenis 2,8-2,9, belahan jelas, fleksible, elastis, mudah terbakar, tidak larut dalam asam. Jenis mineral ini didapatkan pada pegrnatit, pada rekahan
di
greisen(=
batuan beku yang mengalami alterasi oleh cairan yang mengandung gas) beraso- siasi dengan spodumene, ambiligonite dan furmalin.Tempat Diketemukan
Periksa Bab VI. Pembahasan tentang mika no. 5.
Teknik Penambangan
Periksa Bab VI. Pembahasan tentang mika no. 5.
Pengolahan dan Pemanfaatan
Periksa Bab VI. Pembahasan tentang mika no. 5.
7.
WOLASTONITWolastonit dengan mmus kimia CaSiO: (apabila murni mempu- nyai komposisi CaO
=
48,3Vo dan SiO2=
51,'7Va, mempunyai bentukkristal triklin, jarang berbentuk pipih, pada umumnya berserat, seperti jarum atau merupakan masa yang mempunyai pola radier, warna abu- abu ataupun tidak berwarna, tingkat kekerasan 4,5-5, berat jenis 2,8- 3,09, belahan jelas yang memberikan warna mutiara, seperti sutera dalam bentuk serat, larut dalam asam kuat, mudah terbakar. Jenis mineral ini terdapat pada batu gamping yang mengalami metamorfose kontak ataupun yang mengenai batuan napal. Disamping itu dijumpai pula pada batuan tersebut yang terkena metamorfose regional dengan tekanan rendah.
227
Tempat Diketemukan
Belum banyak tempat yang telah diketahui keberadaan wola- stonit. Tempat tersebut antara lain:
o
Sumatera Barat: DaerahAir
Abu, Kab. Solok (terdapat pada batu gamping yang bermetamorfose kontak).Teknik Penambangan
Hasil penambangan wolastonit tidak menginginkan bentuk dan ukuran yang teratur. Oleh sebab
itu
teknik penambangan dilakukan dengan peralatan sederhana dengan cara penambangan terbuka.Pengolahan dan Pemanfaatan
Hasil akhir dari pengolahan wolastonit adalah dalam bentuk serbuk. Oleh karenanya wolastonit yang diperoleh