palam Undang'Undang Dasar 19945, pasal 33 ayat (3): bumi dan
air
serta kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.Dari
kata-kataitu
tersirat bahwa Pemerintah mempunyai wewenang untuk mengatur pengelolaan dan pemanfaatannya. Bumi dalam halini
adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan sumber- daya mineral. Dalam Be-ngertian umum yang dimaksudkan sebagai sumberdaya rnineral adalah bahan galian.Secara singkat pengertian bahan galian adalah bahan yang dijumpai didalam bai,k berupa unsur kimia, mineral,
bijih
ataupunsegala macam batuan. Didalam pengertian
ini
termasuk bahan galian yang berbentuk padat (rnisalnya emas, perak, batu gamping, lempungdll),
berbentuk cair (misalnya minyakbumi dan yodium dll), maupun yang berbentuk gas (misalnya gas alam).Sebenarnya
untuk
memperoleh bahan-bahan tersebut tidak semuanya harus dengan caradigali
tetapi dapat pula dengan cara disemprot dengan air, disedot dengan pipa ataupun dipompa. Dari kenyataan tersebutlalu
diusulkan dan saat sekarang telah diterima oleh masyarakat bidang ilmu yang bersangkutan, bahan galian disebutpula
sebagai bahan tambang. Dengan mempertimbangkan Undang- Undang Pertambangan No.37 Tahun 1960,juga
didalam Undang- Undang Pokok PertambanganNo.ll Tahun
1967 pasal3
padapenggolongan bahan galian, maka sampai saat
ini
disebut dengan nama bahan galian.251
1.
PENGGOLONGAN BAHANGALIAN
Didalam Undang-Undang Pertambangan
no. 37
Tahun 1960 dan Undang-UndangFokokPenambangan no. t1 Tahun 1957 pasal3, bahan galian di Indonesia dibagi menjadi 3 golongan sebagai berikut:.
Bahan galian golongan A (bahan galian strategis) adalah bahan galian yang mempupyai peranan penting untuk kelangsungan kehidupan negara, misalnya; minyak bumi, gas alam, batubara, timah putih, besi, nikel dll, Bahan galian ini sepenuhnya dikuasai oleh negara.o
Bahan galian golonganB
(bahan galian vital) adalah bahan galian yang mempunyai peranan penting untuk kelangsungan kegiatan perekonomian negar-a dan dikuasai oleh negara dengan menyertakan rakyat, misalnya emas, perak" intan, timah hitam, belera4g_, air raksadll.
Bahan galianini
dapat diusahakan oleh Badan UsahaMilik
Negara ataupun bersarna-gama dengan, rakyat.
.
Bagan galian golon&ne
(tidak teqrna_suk strategis dan trdak vitaty adalah bahan galian yang dapat diusahakan oleh rakyat ataupunbadan
usahamilik rakyat,
rnisalnya batugarnping, narmer, batusabak, pasir dll.Di
dalam perkembangannya penguasaan dan pengelolaan telah banyak dikeluarkan aturan-aturan yang pada prinsipnya memberi keluasan usaha masyarakat. Disampingitu
apabila dicermati lebihlanjut
penggolongan bahan galian seperti yang tersebut didalam Undang'Undang didasarkan atas;.
Memiliki peranan yang tinggi dalam pertahanan, pembangunan dan perekonomian negara.o
Memiliki peranan penting bagi hajat hidup orang banyako
Banyak tidaknya bahan galian tersebut didapatkan..
Teknik pengolahan bahan galian tersebute
Penggunaan bahan galian tersebut dalam industri.252
2.
USAHA PERTAMBANGAN BAHANGALIAN
Dimaksudkan dengan Usaha Pertambangan adalah semua usaha yang dilakukan oleh seseorang atau badan hukum/badan usaha untuk mengambil bahan galian dengan tujuan untuk dimanfaatkan lebih lanjut bagi kepentingan manusia. Usaha pertambangan bahan galian yang dimaksud dalam Undang-Undang meliputi kegiatan:
.
Penyelidikan Umumo
Eksplorasi.
Eksploitasi Pengolahan dan Pemumiano
Pengangkutano
PenjualanDi
dalam Undang-Undang pokok pertambangan usaha_usaha tersebut dirumuskan sebagai berikut:a)
Usaha Pertambangan Penyelidikan umum ialah penyelidikan geologi ataupun geofisika secara umum, baik didaratan, perairan ataupun dari udara dengan maksud untuk membuat peta geologi umum dalam usaha untuk menetapkan tanda-tanda adanya bahan galian.b)
usaha Pertambangan Eksplorasi ialah segala usaha penyelidikan geologi pertambangan untuk menetapkan lebih teliti/lebih saksama adanya, sifat dan letak bahan galian.c)
Usaha Pertambangan Eksploitasi ialah usaha pertambangan dengan maksud untuk menghasilkan bahan galian dan memanfaatkannya.d)
Usaha Pertambangan Pengolahan dan pemurnian ialah pengerjaanuntuk
mempertinggimutu
bahan galian serta untuk memanfa_atakannya dan memperoleh uns;ur-unsur yang terdapat dalam bahan galian tersebut.
e)
Usaha Pertambangan Pengangkutan ialah segala usaha pemindahan bahan galian dari daerah eksplorasi, eksploitasi atau dari tempat pengolahan/pemumian ketempat lai n.fl
Usaha Pertambangan Penjualan ialah segala usaha penjualan dari hasil pengolahan ataupun pemurnian bahan galian.253
3.
PENGUSAHA PERTAMBANGAN BAHANGALIAN
Yang dapat menjadi pengusaha pertambangan
di
Indonesiadibagi menjadi beberapa golongan. Penggolongan
ini
bertitik tolak dari kedudukan masing-masing bahan galian yang bersangkutan di dalam Undang-Undang. Untuk bahan galian golonganA
hanya dapat diusahakan oleh Badan UsahaMilik
Negara, bahan galian golongan B dapat diusahakan oleh badan UsahaMilik
Negara ataupun bekerja sama dengan swasta, sedang bahan galian golonganC
dapat diu- sahakan oleh Badan Usaha Swasta ataupun rakyat. Khususdi
Indo- nesia untuk bahan galian golonganC
dapat dilakukan oleh perse- orangan/pengusahayang tunduk pada hukum yang berlaku
di Indonesia. Untuk jenis bahan galian ini didalam Undang-Undang yang berlakudi
Indonesia pengusahaannyatelah
dilimpahkan kepada Pemerintah Daerah Tingkat I. Untuk itu maka ditiap Daerah Tingkat I (Propinsi) telah dibentuk Dinas Pertambangan.Di
dalam Undang- Undang ataupun Peraturan yang diterbitkanoleh
instansi terkait disebutkan bahwa apabila pengusahanya adalah perseorangan, maka harus warga negara Indonesiadan
bertempat tinggaldi
wilayah Indonesia. Rakyat setempat, anggota suatu masyarakat hukum adattertentu
diperkenankan melakukan penambanganbahan
galian golongan manapunjuga,
tetapi dilaksanakan secara kecil-kecilan dalam usahauntuk
memenuhi kehidupannya, dilakukan dengan peralatan sederhana dan dikategorikan sebagai Pertambangan Rakyat.4.
KUASA PERTAMBANGANKuasa Pertambangan disingkat dengan K.P., adalah
ijin
untuk melakukan kegiatan penambangan, dengan demikianK.P.,
adalahdasar untuk melaksanakan Usaha Pertambangan.
Dengan memiliki K.P., maka seseorang ataupun suatu badan hukum boleh melaksanakan Usaha Pertambangan (meliputi penye- lidikan umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan ataupun penjualan).
Kuasa
Pertambangan hanya254
memberikan kuasa untuk melaksanakan Usaha Pertambangan, tidak memberikan hak pemilikan pertambangan kepada sipemegang Kuasa Pertambangan. Berbeda dengan konsesi yang dapat memberikan hak
terlalu kuat dan luas
serta langsunghak
pemilikan atas hasil pertambangan yang bersangkutan.5.
BENTUK KUASA PERTAMBANGANBentuk Kuasa Pertambangan (KP) ada 4 macam yaitu:
o
Surat Keputusan Penugasan Pertambangano
Surat Keputusan Ijin Pertambangan Rakyato
Surat Keputusan Pemberian Kuasa Pertambangano
Surat Ijin Pertambangan Daerah.Keterangan
rinci
tentang hal tersebutdi
atas adalah sebagai berikut:Surat Keputusan Penugasan Pertambangan. Ini adalah bentuk Kuasa Pertambangan yang dikeluarkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi kepada instansi pemerintah sendiri misalnya kepada BATAN, Direktorat Geologi/Puslitbang Geologi.
Surat Keputusan
ljin
Pertambangan Ralqtat.Ini adalah bentuk Kuasa Pertambangan yang dikeluarkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi kepada rakyat setempat. Usaha pertambangan yang dilakukan harus bersifat sederhana, skala kecil untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dengan luas terbatas maksimum5
hektar. Oleh karena sifatnya seperti tersebut dan juga keragaman dari bahan galian yangada disuatu daerah berbeda dengan daerah
lain,
maka Menteri Pertambangan dan Energi memberikan wewenang untuk membe-rikan Surat Keputusan
Ijin
Pertambangan Rakyat kepada Guber- nur/Kepala Daerah DatiI
(Propinsi), dengan catatan memperhatikan pedoman dan petunjuk yang diberikan oleh Menteri Pertambangan dan Energi. Hal tersebut perlu diperhatikan agar tidak timbul kesalah pahaman/salah pengertian antara rakyat yang melakukan suatu Usaha Pertambangan Rakyat dengan pengusaha/perorangan yang meme- gang Kuasa Pertambangan yang dikeluarkan oleh Menteri Pertam-255 bangan dan Energi.
o
Surat Keputusan Pemberian Kuasa Pertambangan. Surat Keputusanini
diberikanoleh
Menteri Pertambangandan Energi
kepada Perusahaan Daerah, Badan Koperasi, Perusahaan Swasta ataupun Perseorangan. Surat Keputusan Pemberian Kuasa Pertambangan ini adalah yang terpenting bagi pengusaha.o
Suratljin
Pertambangan Daerah. SuratIjin
Pertambangan Daerahini adalah suatu bentuk Kuasa Pertambangan yang dikeluarkan oleh Gubernur/Kepala Dati
I
(Propinsi) kepada pengusaha/badan usaha ataupun perseorangan untuk melakukan Usaha Pertambangan bahan galian golongan C.6.
ISI KUASA PERTAMBANGANSuatu Kuasa Pertambangan
berisi
hal-hal penting sebagai berikut:Letak wilayah/daerah dimana pemegang KP akan melakukan Usaha Pertambangan disertai dengan peta dan batas-batasnya.
Luas wilayah KP:
o
KP Penyelidiknn Umum. untuk satu KP maksimum 5.000 ha, dan paling banyak 5 KP yaitu 25.000 ha.o
KP Eksplorasi; untuk satu KP maksimum 2.000 ha, dan paling banyak lima KP atau 10.000 ha.o
KP El<sploitasi; untuk satu KP maksimum 1.000 ha dan paling banyak lima KP atau 5.000 ha.Bahan galian (yang diperkirakan) akan ditambang
Dalam
hal ini
harus tercantum bahan galianapa
yang akan diambil/ditambang. Adakalanya disertakanpula
mineral/bahan ikutannya misalnya minyakbumi dengan bahan ikutannya gas alam, emas dengan bahan ikutannya perak dan tembaga.Jangka waktu berlakunya Kuasa Pertambangan:
.
KP Penyelidiknn Umum, diberikan dalam jangka waktu 1 tahun dengan kemungkinan perpanjangan 1 tahun lagi.256
KP Eksplorasi, diberikan dalam jangka waktu
3
tahun dengan kemungkinan perpanjangan2 kali
1 tahun lagi. Apabila dalamwaktu
tersebut pemegangKP
berhasil menyatakan akan melanjutkan dengan Usaha Pertambangan Eksploitasi maka dapat diberikan oleh Menteri Pertambangan dan Energi waktu selama 3tahun untuk masa pembangunan sarana dan prasarana yang diperlukan.
KP
Eksploitasi, diberikan waktu maksimum 30 tahun dengan kemungkinan perpanjangan 2 kali 1 0 tahun lagi.KP Pengolahan dan Pemurnian, maksimum diberikan selama 30 tahun dengan kemungkinan perpanjangan 2 kali 10tahun.
KP Pengangkutan dan Penjualan (yang terpisah dari KP Eks- ploitasi) diberikan selama
l0
tahun dengan kemungkinan perpan- jangan Zkali 5 tahun.7.
PERANAN GUBERNUR/KEPALADAERAH DATI
I.PRO- PINSIApabila akan diberikan suatu
KP
Eksplorasi dan atau Eks-ploitasi,
maka Gubernur/Kepala DaerahDati I selalu
dimintai pendapat oleh Menteri Pertambangan dan Energi.Kalau usaha pe(ambangan itu dianggap merugikan masyarakat (setelah berusaha diselesaikan/dievaluasi), maka Gubernur dapat menyatakan keberatannya. Kesempatan menyatakan keberatan itu terbatas dalam waktu
3
bulan. Apabila tidak menjawab menyatakan keberatannya, berarti Gubernur tidak keberatan (demi hukum). Dalamhal ini Kanwil
Dep. Pertambangan dan Energimemiliki
peranan penting dalam memberikan masukanuntuk
bahan pertimbangan Gubernur dalam mengambil keputusan tersebut, sehingga keputusan yang diambil akan lebih cepat dan tepat.257
8.
PBMINDAHAN KUASA PERTAMBANGANKuasa Pertambangan pada prinsipnya tidak boleh dipindahkan kepada pihak lain, tidak boleh diperjualbelikan. Apabila karena hal yang dianggap "wajar" ingin memindah KP tersebut maka pemegang
KP
harus mengajukan permohonandan
permasalahannya kepada Menteri Pertambangan dan Energi. Apabila pertimbangan Menteri da- pat mengeluarkan surat izin pemindahan kuasa pertambangan tersebut.9. HUBUNGAN KUASA PERTAMBANGAN DENGAN HAK
TANAH PERMUKAAN (BUMI)Pada pasal
26
dan27
Undang-Undang Pokok Pertambangan No. I I Tahun 1967 mengatur sebagai berikut:o
Apabila telah didapat izin Kuasa Pertambangan atas suatu daerahatau wilayah mereka yang berhak atas tanah diwajibkan mem- perbolehkan pekerjaan pemegang KP atas tanah yang bersanglrutan apabila kepadanya:
o
Sebelum pekerjaan dimulai diberitahukan maksud tempat bekerja serta diperlihatkan surat Kuasa Pertambangan.o
Diberi ganti kerugian atau jaminan ganti kerugianitu
terlebih dahulu..
Apabila telah ada hak atas sebidang tanah yang bersangkutan denganwilayah Kuasa Pertambangan, maka kepada yang berhak diberikan ganti
rugi
yang jumlahnya ditentukan bersama antara pemegang Kuasa Pe(ambangan dengan yang mempunyaihak
atas tanah tersebut..
Apabila telah diberikan Kuasa Pertambangan pada sebidang tanah yang diatasnya tidak terdapat hak tanah, maka atas sebidang tanah tersebut atau bagian-bagiannya tidak dapat diberi hak tanah kecuali dengan persetujuan Menteri Pertambangan.Di
sini terlihat bahwa penggalian bahan galian dapat didahu- lukan pelaksanaannya dibandingkan pengolahan tanah untuk perke- bunan dan pertanian. Bila diperlukan diberi penggantian atas tanaman258 yang tumbuh di atas tanah yang dimaksud.
10. PEMILIK
BAHANGALIAN
Pemilik bahan galian dapat dikelompokkan menjadi Z yaitu:
o
Pada saat bahan galian belum ditambang/digali. Bahan galian dalam posisi sepelti inr berdasarkan Undang-Undang Pokok pertambangan no.11 Tahun 1967, pemiliknya adalah seluruh bangsa Indonesia.o
Pada saat bahan galian telah ditambang/telahdigali
dan telah berada dipermuknan tanaUbumi. Bahan galian dilam posisi sepertiini berdasarkan Undang-Undang Pokok Peftambangan no. I
I
tahun1967, maka pemiliknya adalah orang yang menarhbang menjadi bahan galian tersebut dengan syarat:
o
Ada/memiliki Kuasa Pertambangan (yang sah)o
Telah membayar iuran pasti dan iuran produksi pertambangan.Waktu terjadinya pemilikan bahan galian diatur dengan Pera- turan Pemerintah No. 32 Tahun 1969, yang merupakah pelaksanaan Undang-Undang Pokok Pertambangan
Pemegang
KP
yang berhasil melakukan penambangan bahan galian menjadi pemilik bahan galian yang diperoleh apdbila telah memenuhi kewajiban-kewajibannya yang berhubungan dengan diper- olehnya bahan galian tersebut sewaktu diadakan eksplorasi maupun sewaktu dilakukan eksploitasi.11.
BATASAN PERTAMBANGANRAKYAT
Pada prinsipnya Pertambangan Rakyat adalah usaha pertam- bangan bahan
galian oleh rakyat
setempat, secarasendiri
atau bergotong-royong, diusahakan secara kecil-kecilan, dengan peralatan sederhana, untuk mata pencarian sendiri.259
12. MACAM
BAHAN GALIAN YANG DIUSAHAKANPertambangan Rakyat
ini
boleh mengusahakan bahan galian golongan A, B atau C.13.
KUASA (rZIN) PERTAMBANGANUntuk penertiban diperlukan juga kuasa (izin) pertambangan.
Izin Pertambangan disini nilainya sama dengan Kuasa pertambangan, hanya karena isinya lebih sederhana maka dikeluarkan dalam bentuk
lzin
Pertambangan. Pengurusannyatetap
beradadalam
tangan Pemerintah Pusat yaitu Dep. Pertambangan dan Energi, tetapi karenalebih sederhana dan untuk memudahkan pelaksanaannya maka izin Pertambangan dilimpahkan kepada Pemerintah PropinsilGubernur Kepala Daerah
Tk.I.
Propinsi sebagai pejabat yang diserahi tugas tersebut oleh Menteri Pertambangan dan Energi.14.
YANGMELAKUKAN
PENAMBANGANYang melakukan penambangan adalah rakyat setempat, yaitu yang berada didaerah penambangan tersebut. Bisa saja ada tambahan Bangsa lndonesia dari daerah lain yang kemudian pindah ke tempat tersebut. Dengan cara yang
lazim
dan diterimaoleh
masyarakat setempat.15.
BENTUK USAHAPERTAMBANGANBentuk Usaha Pertambangan Rakyat harus sederhana, dilaku- kan oleh keluarga kecil dengan peralatan sederhana.
260
16.
TUJUAN ADANYA PERTAMBANGANRAKYAT
Tujuan usaha Pertambangan Rakyat
ini
adalah sekedar rakyat dapat membiayai kehidupan sehari-hari beserta keluarganya.17. PUNGUTAN NEGARA BERKAITAN DENGAN
KUASA PERTAMBANGANPungutan Negara yang langsung berhubungan/berkaitan de- ngan:
1. Macam-macam Pungutan Negara
Pungutan negara yang berhubungan dengan Kuasa Pertambangan yaitu berupa:
o
Iuran Tetapo
Iuran Eksplorasio
luran Eksploitasi Iuran Tetapluran Tetap
ini
dikenakan kepada pemegang KP Penyelidikan Umum, Eksplorasi dan Eksploitasi. Iuran Tetap ini dipungut atas dasar perhitungan luas daerah/tanah permukaan bumi dari KP yang diperolehnya, iuranini
sering disebut dengan landrent.Besarnya Iuran Tetap per-hektarnya
untuk KP
penyelidikan Umum lebih murah dibandingkan dengan untuk KP Eksplorasi.Demikian pula untuk KP Eksplorasi lebih murah dibandingkan Iuran Tetap untuk KP Eksploitasi, perhektarnya.
Iuran Eksplorasi
Pada usaha Pertambangan Eksplorasi biasanya telah ditemukan bahan galian. apabila hasil bahan galian eksplorasi tersebut dijual oleh penemunya (misalnya untuk meringankan biaya eksplorasi) maka terhadap bahan galian hasil produksinya tersebut dikenakan Iuran Eksplorasi, tetapi kalau bahan galian yang diambil tersebut
hanya
untuk
contoh (mrsalnyauntuk
dianalisa) walaupun2.
J.
26t
jumlahnya besar (puluhan ton), tidak dikenakan Iuran Eksplorasi.
Besarnya,Iuran Eksplorasi sekitar 4Va dat', produksi/bahan galian yang diambil.
o
luran EksploitasiBesarnya
iuran ini
sekitar 4Vodari jurnlah
produksi yang diperoleh. Iuran Eksplorasi dan Iuran Eksploitasi biasanya disebut dengan royalty, atau Iuran Produksi.Pembayaran iuran
Pada dasarnya si pemegang Kuasa Pertambangan mempunyai kewa- jiban sebagai pembayar Iuran Tetap, atau Iuran Eksplorasi dan Iuran Eksploitasi.
Pembagian Hasil Pungutan Negara
Pada Peraturan Pemerintah tentang Pertambangan
No. 32
Tahun 1969, Lembaran Negara 1969 No. 60 pasal 62 menegaskan bahwa hasil Iuran Tetap, Iuran Eksplorasi dan Iuran Eksploitasi dari suatu usaha pertambangan diberikan :70Va kepada Pemerintah Daerah yang bersangkutan dan 307o kepada Pemerintah Pusat
Untuk kutdrent, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri menetapkan (1971):
507o untuk Direktorat IPEDA
507o untuk Dep. Pertambangan dan Energi.
dari bagian Departemen Pertambangan dan lagi yaitu:
307o untuk Pemerintah Pusat atas nama Dep.
l07o tntuk Pemerintah Daerah, dari bagian Pemerintah Daerah ini,
707o tntukPemda Dati I, dan 307o untuk Pemda Dati II.
Energi