• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAITAN DENGAN BATUAN SEDIMEI{

B. SUBKELOMPOK B

4. Zeolit

Tnolit merupakan senyawa alumino silikat hidrat terhidrasi dari logam alkali dan alkali tanah (terutama Ca dan Na), dengan rumus umur Lm

Alx

Sig O2nH2O (L = logam). Sifat umum dari zeolit adalah merupakan kristal yang agak lunak, berat

jenis

2-2,4, warna putih coklat atau kebiru-biruan. Kristalnya berwujud dalam struktur tiga dimensi

yang tak

terbatas

dan

mempunyai rongga-rongga yang berhubungan dengan yang

lain

membentuk saluran kesegala arah dengan ukuran saluran tergantung dari garis tengah logam alkali atau alkali tanah yang terdapat pada strukturnya. Dialam saluran tersebut akan terisi oleh

air

yang disebut sebagai

air

kristal.

Air

kristal ini mudah dilepas dengan melakukan pemanasan, mudah melakukan pertukaran ion-ion dari logam alkali atau alkali tanah dengan ion-ion elemen lain. Cara dan lingkungan terbentuknya zeolit sangat berva- riasi. William (1992) didalam bukunya Natural Zeolities, zeolit dike- lompokkan menjadi 3 yaitu:

c

T,eolit yang terbentuk pada temperatur yang tinggi, dimana pada

84

masing-masing temperatur tertentu akan terbentuk

jenis

zeolit tertentu pula. Yang termasuk dalam group

ini

adalah akibat dari proses magmatik

primer,

proses metamorfose

kontak,

proses

metamorfose hidrothermal, proses penurunan dan pengangkatan lingkungan pembentukannya dengan disertai metamorfose regional.

o

Tnolit yang berbentuk didekat permukaan lingkungan sedimentasinya dengan perubahan proses

kimia

merupakan faktor utama. Yang termasuk group

ini

adalah sebagai akibat pengaruh pergerakan air tanah, pelapukan ataupun karena

sifat alkalin

pada saline lake deposits.

o

Z,eolit yang terbentuk pada suhu rendah pada lingkungan pengen- dapan laut

o Tnolit

yang terbentuk sebagai akibat

dari

terbentuknya craters dilingkungan dasar

laut yang

menghasilkan

fast

hidrothermal zeolitization dari gelas vulkanik.

Proses-proses tersebut di atas akan berakibat bervariasinya luas penyebaran zeolit yang terbentuk disamping bervariasinya ion-ion elemen alkali dan alkali tanah yang diikat dan mengakibatkan terben- tuknya spesies zeolit. Oleh Breck (vide Riyanto,

l99l)

dilaporkan telah ditemukan puluhan spesies zeolit, tetapi

dari

sekian banyak, hanya 9 jenis yang sering terdapat dalam mineral seperti tersebut pada tabel di bawah ini.

85

Pembentukan zeolit secara alamiah sangat menarik sehingga memunculkan pemikiran tentang pembuatan

zeolit

dengan proses yang sama. Pada kenyataannya sedimentasi zeolit berlangsung secara berkesinambungan terutama yang terbentuk pada dasar lautan. Dari penelitian oceanografi diketahui bahwa zeolit spesies phillipsit meru- pakan mineral yang paling banyak didapatkan dialam.

Perihal zeolit buatan, peneliti mencoba meniru proses hidrother- mal pada mineral zeolit yang terjadi dialam. T.eolit buatan direkayasa dari gel alumino silikat jenis gel tersebut dibuat dari larutan-rarutan natrium aluminat, natrium silikat dan natrium hidroksida.

Struktur gel terbentuk karena polimerisasi anion-anion aluminat dan silikat. Kelihatannya komposisi dan struktur gel hidrat

ini

diten

tukan oleh

ukuran

dan struktur dari hasil

proses polimerisasi.

Perbedaan dan komposisi

kimia

dan distribusi berat morekul dari larutan silikat asal akan menyebabkan perbedaan struktur zeorit yang terjadi. Selama kristalisasi

gel ion

natrium, senyawa aluminat dan silikat mengalami penyusunan ulang sehingga terjadi struktur kristal.

Sampai saat

ini

kurang lebih 30 macam zeolit telah berhasil dibuat dalam keadaan murni, dengan mengubah variabel seperti temperatur kristalisasi dan komposisi awal

dari

gel.

Gel

yang bersifat seperri

zeolit

dapat diperoleh

pula

apabila

abu

tangkai

padi

..merang,'

direndam dalam air.

Tempat Diketemukan

Mempertimbangkan kegunaan

zeolit

yang cukup bervariasi, pencarian endapan zeolit terus dilaksanakan. Tempat-tempat yang sudah diketahui keberadaannya antara lain:

o

Jawa Barat: Desa Naggung, Bogor; Bayah

Kab.

Lebak (elah diusahakan oleh PT. Prodmin dan PT. Bamas); Geger Bitung Kab.

Sukabumi (elah diusahakan oleh PT. Windu Rejo, pT. Mineral Aleh Indo dan PT. Gram); Limusnunggal Kab. Sukabumi; Cisaru, Cisolok

Kab.

Sukabumi; Cikembar

Kab.

Sukabumi;

Cikalong

Kab.

Tasikmalaya; Leuwidamar Kab. Lebak; Cikidang Kab. Sukabumi

o

Jawa Tengah: Wadaslintang Kab. Wonosobo

I

I I

I

I

Tabel 6. Spesies Zeolityang umum didapatkan dalam batuan

Zeolit Tahun penemuan Komposisi Unit Sel Kiabasit

Analsim Leumontit Phillipsit Heulandit Mordenit Klinoptilotit Erionit Ferrierit

772 784 801 824 785 864 890 890 .918

Ca2[(AlO2)a (SiOr3] 18 H2O Na 16 [(AlO2)16 (SiO2)32] l6 H2O Ca+ (Aln Si23 O72) 24 H2O (K,Na)r9 [(Al02)rg (SiO2)22] H2O Caa Al3 Si16 O48 l6 H2O Na6 [(AlO2)3 (SiOr4o] 24H2O Na6 [(,4102)6 (Sio2)jo] 24 H2O

(Ca Mg K2 Na)a.5 [(AlOz)e (SiO2)27] 27 H2O (K,Na)2 (Ca Mg)z [(A16 Si$ Or2)] l8 H2O

il

86 87

Daerah Istimewa Yogyakarta: Nanggulan, Kab. Kulon Progo

Jawa Timur: Slahung, Ngendut Kab. Ponorogo; Sekitar Kalitengah Kab. Blitar; Sekitar Tambarejo Kec. Sumbermanjing Kab. Malang;

G. Cagak Ketro, Wonosidi Kab. Pacitan

Nusa Tenggara Timur; Kec. Nangapada, Kab. Ende.

Teknik Penambangan

Kebanyakan zeolit yang mempunyai

nilai

ekonomi, terletak didekat permukaan. Oleh karenanya, penambangan dilakukan dengan

sistem

kuari baik

dengan mempergunakan

alat

mekanik, semi mekanik ataupun peralatan sederhana.

P e ngolahan dan P emanfaatan

Pengolahan

zeolit

sangat tergantung

dari tujuan

pemanfa- atannya.Pengolahan

zeolit

bertujuan

untuk

meningkatkan nilai tambah. Pada prinsipnya pengolahan dilakukan dengan 2 tahap yaitu tahap preparasi dan tahap aktipasi.

o

Tahap preparasi:

Dengan mempertimbang zeolit mempunyai tingkat kekerasan yang rendah maka preparasi dengan menggunakan mesin

giling

(mill) yang mampu memproduksi sampai ukuran lebih kecil dari 100 mesh

dan

mengkombinasi-kan dengan

sistem siklun untuk

dapat

mengelompokan hasilnya menjadi fraksi-fraksi. Umpan untuk mesin

giling ini

dapat berupa

hasil

pemecahan secara manual yang berukuran

3

cm ataupun dapat dilakukan dengan mesin pemecah.

Ketidak

mampuan

siklun dalam

memisahkan menjadi fraksi, menyebabkan masih diperlukan proses pengayakan. Apabila tahap ini sudah selesai untuk keperluan khusus masih memerlukan pengolahan aktipasi.

r

Proses aktipasi

Proses

ini

dilakukan dengan pemanasan dan atau dengan pereaksi zat ymtg dipergunakan sebagai pereaksi adalah NaOH dan HzSO+.

a a

ukuran 3 cm

alias atas

aliran bawah

Pengolahan air Pengolahan

Pembuangan

I

i

I

rl

I

I

,l

il il

It Umpan Zeolit (minimal 307o klinoptiolit

atau6OVo zeolitberukuran 15 cm

Mesin pemecah batu/dengan Palu

aliran bawah

Fraksi-fraksi ukuran zeolit

Pereaksi kimia NaOH dan H2SOa

perikanan

Gambar 4. Bagan alir pengolahan mineral zeolit

7

88

Bagan alir pengolahan mineral zeolit secara skematis ditunjukkan Gambar 4.

Pemanfaatan zeolit cukup bervariasi : Bahan bangunan fisik

T.eolit yang dibentuk sebagai blok/balok dengan ukuran tertentu (tanpa diawali dengan pengolahan lanjut) dapat dipergunakan'sebagai dinding rumah. Pekerjaan tambahan dalam bentuk pemolesan akan memperjelas struktur dan tekstur sedimen sehingga lebih menarik.

Berhubung zeolit mempunyai tingkat kekerasan rendah, maka mudah lapuk dan mudah tererosi oleh air hujan. Oleh karenanya pemakaian zeolit sebagai dinding rumah harus dihindarkan langsung dari sinar mataharilair hujan. Untuk bangunan

air

penggunaan zeolit tidak disarankan, disamping bersifat porous

juga

tidak tahan terhadap arus/aliran air.

Bidang pertanian

Pemanfaatan tepung zeolit (sebelum aktipasi) dari jenis klinoptilolit pada tanah pertanian dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Hal ini sebagai akibat kemampuan zeolit terhadap kapasitas penyimpan (adsorpsi) dan penyimpanan (retensi) ammonium dan kalium. Dengan adanya penambahan zeolit pada tanah maka proses

nitrifikasi dapat lebih ditingkatkan. Percobaan pemberian zeolit dan kapur serta dengan pemupukan N,P dan

K

telah dicoba pada tanah podsolik merah kuning. Hasilnya dapat meningkatkan hasil tanaman kedelai dan iagung.

Pemberian kapur dan zeolit berpengaruh nyata terhadap sifat kimia tanah seperti peningkatan kalsium (Ca), kalium

(K)

pH tanah dan penurunan alumunium

(Al),

sehingga berpengaruh nyata terhadap peningkatan

hasil

tanaman kedelai

dan jagung, tetapi

tidak berpengaruh nyata pada kapasitas tukar kation (KTK), nitrogen dan fosfor yang tersedia. Terjadi interaksi yang nyata antara pemberian kapur dan zeolit terhadap berat biji kedelai dan jagung.

Sebagai pegangan pemberian kombinasi kapur

dan

zeolit K2'ZA (artinya

2

ton kalsit

+ 6 ton

zeolit) per hektar memberikan hasil tertinggi yaitu i.450 ton

biji

kering kedelai per hektar dibanding tanpa perlakuan K0Z0 yaitu 0,256 ton per hektar. Pemberian 2 ton

89

kapur per hektar memberikan hasil 2,33

ton biji

jagung kering dibanding tanpa perlakuan yaitu 0,95 ton. Pemberian zeolit 6 ton per hektar tanpa kapur menghasilkan 2,30 ton brji jagung. Pengaruh residu, sisa pemberian kalsit dan zeolit ke dalam tanah masih tampak pada periode tanam ketiga bahkan periode selanjutnya.

Bidang perikanan

Zeolit

dalam bentuk serbuk (sebelurn aktipasi) dipnkai sebagai penyerap/pengontrol amonium yang biasa dikeluarkan oleh ikan atau

akibat pembusukan sisa makanan. Apabila hal

ini

tidak dikontrol jurnlah amonium yang terkumpul akan meracuni

ikan

tersebut.

Dengan penambahan zeolit, pada luasan ruang yang sama jumlah ikan yang dapat dipelihara dapat lebih banyak.

Bidang peternakan

Di

bidang peternakan, zeolit dimanfaatkan sebagai bahan penambah makanan temak seperti unggas, babi, domba, sapi dan binatang pemamah biak lainnya. Tnolit akan menambah cepat pertumbuhan

dan

menambah berat badan ternak yang bersangkutan. Sebuah

penelitian menunjukan penambahan

57o klinoptilolit

terhadap makanan babi menambah berat antara 25

-

29Vo dibanding dengan makanan normal.

Bidang lingkungan

Dalam bidang lingkungan zeolit dapat dimanfaatkan untuk:

.

sebagai bahan penghilang bau

.

sebagai penangkap ion Ca*2 (dalam air)

o

sebagai penyerap gas N2, 02 dan CO2

setelah melalui pengaktipan pemanasan dapat dimanfaatkan untuk pengolahan limbah radioaktif 1Sr8s;, dipergunakan sebagai bahan penukar untuk menangkap/mengisolasi Iogam besi dan mangaan yang terdapat dalam

air,

karena keberadaan logam besi dan mangaan dalam air sangat merugikan penggunaannya baik untuk keperluan rumah tangga/industri.

sesudah diaktipasi dengan NaOH zeolit dapat dimanfaatkan untuk menyerap logam berat seperti Pb,Cu dan Mn, juga dapat untuk menyerap NH4, NOl dan COD, dengan demikian cukup bagus

90

untuk pengolahan air buangan. Jika diaktipkan dengan NaOH dan HzSO+ dapat dipergunakan untuk pengolahan

air

sungai guna mendapatkan air bersih.

o

Bidang industri

o

Sebelum diaktipasi dengan NaOH atau HzSO+, zeolit dapat dipergunakan

untuk

bahan penjernih minyak kelapa sawit.

Penambahan belat 3Eo (berat/volume) menunjukkan kejernihan dengan transmitan sebesar 5IVo sedangkarbon aktip787o

o

Znolit (sebelum aktipasi dengan NaOFI/H2SOa) dapat dipakai menyerap zat warna yang terdapat dalam minyak hati ikan hiu.

Hasil yang diperoleh menunjukkan, peningkatan nilai transmitan untuk minyak adalah sebesar 2lVo dan kandungan vitamin A pada minyak tersebut menurun sebsar 9,7 7o

o

Ze,olit (sebelum diaktipasi) dapat dipergunakan sebagai bahan pengisi dan memberi sifat yang lebih baik dari pada dengan memakai lempung atau kaolin

o

Tnolit dapat dipergunakan untuk memperoleh normal parafin dari berbagai timbunan umpan hidrokarbon, juga metan dari gas hasil perusahaan bahan organik seperti sampah dan tinja

o

Penyerapan dan pemisahan air, karbon dioksida dan belerang dari gas alam, penyerapan nitrogen dari udara dalam produksi gas oksigen dan pengerirtgan gas freon

o

Masih dalam penelitian lanjut, pengembangan penelitian energi matahari, penggunaan panel-panel

zeolit juga

memberikan prospek yang

baik

terutama yang mempunyai panas serapan rendah seperti mordenit.

Dalap perdagangan zeolit diproduksi dalam 2 jenis yaitu dalam bentuk tepung yang berukuran 50-70 mesh dan 150 mesh, serta bentuk fragmen dengan ukuran butir L,2,3,4, dan 5 mm. Kedua jenis tersebut telah dikemas dengan ukuran 1,2y2,5,10 dan 15 kg.

Adapun

komposisi setiap

kilogram zeolit

adalah sebagai berikut:

o SiO =

694,80 gram

o Al2O3 =

126,70 gram

o

Fe2O3

=

20,00 gram

o CaO =

16,50 gram

. MgO =

3,30 gram

o Na2O =

11,40 gram

o K2O =

28,40 gram

o TIOZ =

2,40 gram

o P2O5 =

0,10 gram

5.

Diatomea

Disebut pula sebagai tanah diatomea (diatomeus earth) atau kloseguhr. Diatomea sebenarnya adalah sejenis ganggang, bersifat plankton, dimana jaringan batangnya terdiri dari SiOz. Koloni diato- mea akan berkembang

baik

apabila ditempat

itu

terdapat batuan piroklasik/yang cukup banyak mengandung SiOz. Diatomea mem- punyai berat jenis rendah (+ 0,45) oleh sebab itu agar diatomea yang mati dapat membentuk endapan maka pengaruh arus air harus kecil.

Sifat diatomea yang lain adalah berat jenis rendah (0,45), daya serap

air

25-45Vo, warna putih-coklat tergantung kontaminasinya, kemampuan daya hantar listrik atau panas rendah, dilapangan membe- rikan kenampakan seperti lembaran tipis dan mudah dipisahkan.

Tempat Diketemukan

o

Sumatera Utara:

P.

Samosir, Tapanuli (dengan kandungan SiO2:

84,0-92,57o, Al2O3: 5,7-t3,8%o, CaO: 0,2-0,6Vo; KzO: 0,7-l,2Vo;

Na2O: 0,4-0,8Vo: HzO:

I,|Vo;

FezO3: I,03Vo); Balige, Siborong- borong

o

Jawa Barat: Cicurug, Bogor; Darma, Kuningan (dengan kandungan SilOZ: 45,70-85,23%o, AlzO:: 34,20-4,86Vo, Fe2O3: 6,?-0-L,4?o, TiO:

1,20-0,21Vo, P2O5: 0,07'0,0LVo, HzO: 12,t8-4,86Vo, bahan organik:

6,67-11,30Vo); Cianjur Selatan; Cineam, Tasikmalaya; Nanggung, Bogor; Kec. Pagelaran, Cianjur.

o

Jawa Tengah: Mendawa,

Kec.

Bumiayu; Brebes; Desa Pingit, 9t

I

92

Temanggung; Sangiran, Solo; Sumberlawang, Solo; Wadaslintang, Wonosobo; Wonosegoro, Boyolali.

.

Daerah Istimewa Yogyakarta: Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta (dalam bentuk

tuf

kaca yang dapat sebagai pengganti diatomea

den gan komposisi SiO z: 5 5,20Vo; NazO : 1,7 37o ; AlzO: : 1 6,80Vo ; KzO :

l,ljVo ; Fe2O3 : 3,307o ; CaO : 4,5 5Vo; H2O: 5,27 7a ; MgO : l,38%o).

.

Jawa Timur: Kabuh, Jombang (dengan komposisi: SiOz: 35,0-52,07o;

AlzO::

11,0-19,07o; Fe2Or: 4,0-6,OTa); Karangasem, Kriyan, Mojokerto

Teknik Penambangan

Diatomea merupakan bahan galian yang lunak. pada umumnya didapatkan dekat permukaan. OIeh karenanya sistem penambangan dilaksanakan dengan sistem kuari, mempergunakan peralatan seder- hana.

P e n g o lahan dan P e manfaatan

Diatomea yang diperoleh dari penambangan dilakukan sortasi khususnya dipisahkan dari batuan yang lain dan dari bahan organik.

Sesudahnya lalu digiling dan dihisap untuk mendapatkan ukuran butir yang halus atau diayak dengan ukuran yang dikehendaki. Sesudah

pengolahan dilakukan,

baru dapat

dimanfaatkan sesuai dengan kepentingannya antara lain:

o

Bahan bangunan

Diatomea dicampur dengan bahan perekat, kemudian dicetak tekan dapat dimanfaatkan sebagai bata ringan ataupun wallboard. Bata cetak tekan dengan diberi pori-pori dapat dimanfaatkan sebagai dinding peredam.

r

Bahan isolator/peredam panas

Karena sifatnya yang ringan, tidak terbakar, maka diatomea dengan bahan perekat tertentu dapat dicetak sesuai dengan bentuk dan

ukuran. Salah satu penggunaannya untuk isolator pipa gas/cairan

93

yang rnenghasilkan panas.

Bahan penyannglfiher

Adanya SiO2 yang

tak larut

dalam

air

atau minyak, diatomea dimanfaatkan sebagai penyaring airlminyak kelapa.

Bahan pemutih

Dicampur dengan bahan perekat, diatomea dimanfaatkan sebagai bahan pemutih pada industri keftas, cat tembok ataupun plamerlfiller.

Bahan keramik

Diatomea sebagai salah satu sumber silika sebagai pencampur bahan keramik disamping

itu

dimanfaatkan

juga

sebagai isolator pada industri elektronik, katal isator dalam laboratorium kimia.

Bahan penggosok logam

Kandungan

SiOz yang tinggi,

menyebabkan diatomea dapat dipergunakan sebagai bahan penggosok logarn.

6.

Yodium

Yodium (iod.ine) merupakan unsur halogen yang terberat dan aktip didapatkan pada tumbuhan laut dan mata airlsumber air garam (brine). Yodium sebagai bahan galian berasosiasi dengan cekungan minyak bumi dan gas bumi ataupun ada pada mata air garam. Yodium terdapat bersama dengan bromium. Secara garis besar terjadinya yodium diawali sewaktu bitumenal batuan berubah menjadi minyak bumi, maka larutan yodium dan bromium kedalam air yang menyertai minyak.

Tempat Diketemukan

o

Sumatera:

A.

Conong, Langsa Aceh; Kesambah, Rejang; Gemura, Ngabang;

r

Jawa Barat: Tegalwaru, Karawang

(per

1000 gram

air 71

mgr);

Ciraos. Karawang, Cibarusa Bekasi (3,4 mgr); Pondok Gedeh, Bogor (17,0 mgr); Palimanan, Cirebon (31,0 mgr);

o

Jawa Tengah: Penasinan, Pemalang (13,0 mgr); Sogonerto, Weleri

I

o a

94

Kendal; Selokaton, Kendal (57,0 mgr); Gebangan, Selokaton, Kendal (68,0 mgr);

Jawa Tengah: Kroya, Banyumas (23,0 mgr); Bledug, Purwodadi;

Jawa

Timur:

Desa

Citro,

Lamongan (33,0

mgr);

Karanganyar, Sidoarjo (117,0 mgr); Pulungan Sidoarjo (131,0 mgr);

Bulu

G.

Kendeng (140,0 mgr); Kedung

Wat, G.

Kendeng (147,0 mgr);

Genukwatu

G.

Kendeng (103,0 mgr); Minid, Tuban; Watudakon, Mojokerta (112,0 - 182,0 mgr).

Di

Jawa Timur ada

3

antiklin yang potensial mengandung garam beryodium yaitu antiklin utara melalui Lidah-Guyangan-Kedung- waru;

antiklin

tengah yang melalui Watudakon-Sekalputih dan antiklin selatan. Mata

air

Puion yang

juga

mengandung yodium diduga berhubungan dengan keadaan tersebut.

o

Kalimantan Barat: Sepauk, Sintang (74,0 mgr)

Teknik Penambangan

Yodium yang mempunyai

nilai

ekonomis diperoleh dengan pengeboran. Yodium saat

ini

hanya diusahakan oleh pabrik yodium dan eter PT. Kimia Farma Watudakon, Mojokerto yang merupakan kelanjutan

dari

usaha sejak

jaman

Belanda.

Hasil

pemboran di Watudakon yang dilaksanakan oleh

PT. Kimia

Farma tahun 1989 mendapatkan yodium 120 mgll.

Pe ngolahan dan P emanfaatan.

o

Bidang industri kimia

Sebagai bahan obat-obatan: emulsi fotografi, film, kertas dan sebagai reagen

o

Bidang industri pangan

Untuk yodisasi garam dapur sebagai pencegah penyakit gondok Pemisahan yodium

dari air

didasarkan atas perbedaan berat jenis atau perbedaan suhu penguapan.

95

7.

Mangan

Mangan

di

Indonesia ditemukan pertama kali pada tahun 1854 didaerah Karangnunggal, Tasikmalaya, Jawa Barat, tetapi pengusa- haannya baru dimulai menjelang akhir abad yang

lalu.

Meskipun tempat penemuan pertama

di

Karangnunggal tetapi endapan yang diusahakan terlebih dahulu adalah yang terdapat

di

Kliripan, Kulon Progo, Yogyakarta.

Endapan

bijih

mangan dapat terbentuk dengan berbagai cara yaitu karena proses hidrothermal yang dijumpai dalam bentuk vein, metamorfik, sedimenter ataupun residu. Endapan mangan sedimenter merupakan endapan bijih Mn yang banyak dijumpai dan mempunyai nilai eltonomis. "Manganese oolites" dan "manganese shales" terben- tuk

di

lingkungan laut. Pirolusit yang merupakan salah satu anggota kelompok senyawa Mn, dapat pula terbentuk karena proses pelapukan

bijih

sejenis yang kemudian membentuk endapan residu. Dikenal 4 jenis mineral bijih yang mengandung Mn yaitu:

r

Pirolusit: BMnO2, massa kristalin kompak, keras (nilai kekerasan 5- 6), berwama abu-abu kehitaman. Dibawah mikroskop bijih pirolusit mudah dibedakan dengan mineral mangan lainnya, dan wamanya yang putih kekuningan, cemerlang, pemadaman lurus, belahan sejajar dengan bidang

kistal

dan anisotropi yang kuat. Selain sebagai

kumpulan kristal yang relatif kasar, pirolusit juga terdapat sebagai kristal berbentuk jarum yang halus.

o

Hollandite(Ramsdellit)

Rumus kimianya Ba2 (MnO2)s = BazMnsOr6 berkilap logam (brilliant mettalic), terdapat bersama-sama dengan pirolusit dalam massa

kristalin berbutir kasar. Di bawah mikroskop bijih kedua jenis logam tersebut menunjukkan warna yang sama yaitu putih kekuningan, perbedaannya

pirolusit lebih

cemerlang dibanding hollandite.

Disamping itu hollandite relatif lebih lunak dibanding pirolusit.

o

Kriptomelan

Rumus kimia &MnaOr6

=

K2 (MnO)s.

Di

bawah mikroskop bijih mineral

ini

terdapat dalam bermacam-macam bentuk antara lain sebagai urat-urat kecil atau massa berserabut, kristal seperti jarum

96

berwarna abu-abu kebiruan

atau

lapisan

koloidal

konsentris berselang-seling dengan lapisan yang berbeda warna, struktur bunga es dan massa berbentuk.

o

Psilomelan

Rumus kimia (Ba HzO)z Mn5O1s. Merupakan massa masif keras berwarna hitam. Dibawah mikroskop bijih psilomelan sulit dibedakan

dari

kriptomelan.

Baik

bentuk maupun warnanya hampir sama.

Sedikit perbedaan ialah sifat anisotropi dimana psilomelan lebih lemah dibanding kriptomelan.

Mangan di Jawa umumnya terdapat sebagai kantong dan lensa

dalam

batu

gamping yang terletak didalam atau

di

atas batuan

volkanik

seperti

tufa, breksi. Bijih

mangan didapatkan sebagai

pirolusit,

psilomelan

dan wad

(massa

seperti tanah).

Karena kenampakan atau bentuknya didaerah penambangan

Mn di

Kliripan orang mempunyai istilah setempat yaitu "meling" untuk pirolusit yang tercampur kalsit menunjukan permukaan yang mengkilat dan "paku"

yang menunjukan seperti serat, secara mineralogi umumnya pirolusit tetapi dapat pula psilomelan. Mineral ikutan yang sering ditemukan adalah barit. Pada saat ini Mangan yang ditambang terbatas pada bijih berkadar MnOz diatas 757o. Asosiasi pirolusit adalah psilomelan, kadang-kadang rhodonit dan rodhokhrosit.

Tempat Diketemuknn

e

Aceh: Karang Igeuh (indikasi berupa rodhonit, proses hidrothermal).

Lhok

Kruet, Calang

Aceh

Barat (kontak metasomatik berupa pirolusit berasosiasi dengan bijih besi); Kapi, tenggara Blankejeran (psilomelan didaerah patahan/hidrothermal).

o

Sumatera Utara: Pantai timur (kadar Mn3O4 = 7,9Va dalam bog iron, berupa konversi dari besi rawa dengan kadar Mn3O4 = 13,5-20,lVo);

23 k{n sebelah timur laut Natal (berupa bongkah oksida mangan berukuran sampai

50

cm, tampak berlapis dan terbentuk karena replagement batuan chert radiolaria);

o

Sumatera Barat: Mangani (proses hidrothermal dalam urat breksi

a a

91

berasosiasi dengan Au dan Ag terdapat sebagai rhodokhrosit); t-Ilis Ayer (proses hidrothermal berupa urat kecil Polianite daiam batuan diabas); S. Lumut, Singingi Riau (proses hidrothermal,

bijih

Mn berupa sedimen dalam breksi); Belang Beo (proses hidrothermal ditemukan Mangan Oksida sebagai bongkah.

Sumatera Selatan: S. Saelan, P. Bangka (kadar MnO2 :21,5oh).

Bengkulu: Gebang

Ilir,

Tambang Sawah (kadar MnO2

=

44,050 ),

proses hidrothermal, berasosiasi dengan Au, mineral berupa rhodonit, rhodokhrosit, psilomelan, pirolusit, bustanit dan inesit).

Lampung: G. Pesawaran'Ratai (G. Waja Kedondong, G. Kasih); G.

Waja kadar = 60"/o, Kedondong Mn:2-7oh, G. Kasih Mn (a5-50%).

Jawa Barat: Cikotok Kab. Pandeglang (MnO

:

9-32%), berasosiasi dengan

Au

terdapat sebagai rhodonit, rhodokhrosit dan spartait);

Cibadong Kab. Sukabumi (kadar MnOz

:

32-60% terdapat dalam tufa dan breksi): daerah Karangnunggal Kab. Tasikmalaya (kadar MnO2

:

45-90o/o, terdapat sekitar 13 lokasi mineralisasi); Cigembor Salopa Kab. Tasikmalaya (kadar

Mn

54,680/o; MnO2

:

83,34 terdapat berupa bongkah-bongkah limonit mengandung Mn); Cikatomas Kab.

Tasikmalaya (kadar

Mn :

50-52,43o

, MnO :

66-910A, Mangan berupa bongkah-bongkah terdapat pirolusit).

Jawa Tengah: Karangbolong, Kab. Banyumas (kadar MnOz

:

60%,

terdapat sebagai pirolusit dan psilomelan berupa gumpalan oolitik dalam batu gamping); Ngargoretno, Salaman, Kab. Magelang (kadar MnOz

:

80oh, sebagai

pirolusit

berbentuk lensa); Bapangsari, Purworej o Kab. Purworej o, Cengkerep Semanggung, Purworej o.

Daerah Istimewa Yogyakarla: Kliripan dan Samigaluh Kab. Kulon Progo (Kliripan kadar

Mn :

25Yo; Samigaluh

MnO2:

57,75o/o

terdapat dalam bentuk pirolusit dan psilomelan); daerah Gedacl,

Batuwamo, Eromoko Kab. Wonogiri (Gedad, kadar

Mn :

58,5yo,

MnO2

:

92,10o/o, Baturetno kadar MnO2

:

82,74o/o, kadar Mn total

52,28o/o, Eromoko kadar MnO

-

78,31o/o, kadar

Mn

total 49,48oh

terdapat sebagai lensa diantara batu gamping dan Farmasi Andesit Tua); daerah G.

Kidul

(kadar MnO2

:

27,19o/o, kadar

Mn

total

:

23,5oA, terdapat di Kepuh, Ngepek, Ngejring,

Ngagli(

Kutuan dan