• Tidak ada hasil yang ditemukan

ITAN DENGAN ENDAPAN RESIDU DAN ENDAPAN LtrTAKAN

I. LBMPUNG

3. INTAN

178

Tabel 12. Spesifikasi pasir kuarsa untuk pengecoran

Analisis Spesifikasi

Komposisi kimia si02 Na2O + K2O Fe203

Distribusi ukuran butir Kasar (-30 + 70 mesh) Sedang (70 mesh) Halus (-70 + 200 mesh) Bentuk butiran

90Vo (nin)

2Vo (maks) 1,57o (maks)

35Vo 3jVo 35Vo

sub-angular

180

ini

mempunyai

ciri

bahwa mineral

olivin

yang berasosiasi telah mengalami

proses

serpentinisasi.

Intan yang

diketemukan di Kalimantan dan berukuran paling besar adalah intan Trisakti dengan 166,72 karat diketemukan

di

Kab. Cempaka tahun 1965. Intan ini digosok

di

Amsterdam. Menyusul penemuan intan Galuh Cempaka berukuran 29,75 karat pada tanggal

l8

Agustus 1969. Pada tahun itu juga ditemukan intan Galuh Bulan berukuran 27,5 karat, sedang pada

27 November 1967 ditemukan intan Galuh Badu berukuran 26,50 karat

di

Kec. Bati-Bati, Kab. Tanah Laut dan pada tahun 1987 akhir ditemukan

lagi intan

dengan

berat 50 karat

berwarna kuning.

Walaupun penelitian tentang intan tidak pernah berhenti, tetapi orang

tidak

pernah menemukan batuan

asal intan.

Meskipun semula Koolhoven, 1936 menduga asalnya dari Breksi Pemali, tetapi hingga saat

ini

pendapat

itu

belum dapat diyakini oleh semua orang. Intan ternyata tidak hanya ditemukan dalam endapan Pleistosen (dahulu disebut Diluvium), tetapi juga dalam lapisan berumur Eosen bahkan dalam Formasi Manunggul

yang

berumur

Kapur Atas.

Dengan demikian jelas intan setidaknya berumur Pra-Manunggul. Hingga kini intan

digali dari

endapan sungai yang berumur Pleistosen hingga sekarang yang terd.iri dari ukuran kerakal sampai lanau.

Tempat Diketemukan

Intan

yang diketemukan

di

Indonesia

baik untuk

permata.

Tempat penemuan antara lein di daerah:

o

Riau: S. Siabu, Kamper, Bangkinang (berupa indikasi pada endapan aluvial).

o

Kalimantan Barat: Muara Mengkiang (sebagai rombakan pada endapan aluvial); Ngabang (sebagai rombakan pada endapan aluvial).

o

Kalimantan Tengah: Kampung Sungi Gula, Kec. Permata Intan

Barito

Utara (merupakan endapan

intan

letakan pada aluvial);

Purukcau, Murungraya; Sei Pinang (semuanya merupakan endapan intan letakan pada aluvial); Pujon, cabang S. Bohot (berupa indikasi pada komplek batuan ultrabasa yang dikelilingi oleh batupasir dan serpih yang mengandung batu bara.

l8l

o

Kalimantan Selatan:

Kab.

Martapura, Simpang Empat (antara kampung Mataram dan Sungkai, pinggir

Jl.

Raya Banjarmasin - Kandangan (terdapat dalam endapan

kerikil

pada daerah dataran banjir, telah diusahakan oleh masyarakat.

o

Kalimantan Timur: Sekatak bunyi (berupa indikasi pada endapan

aluvial), Kab. Kutai, Kec. Longiran, S. Babi; Kab. Kutai sekitar Kp.

Tiongohan cabang sungai sebelah kanan.

Teknik Penambangan

Intan dicari dengan cara membuat galian lubang didalam tanah

yang mungkin mengandung intan.

Ada

dua macam lubang yaitu lubang surut dan lubang dalam. Lubang surut kedalamannya antara satu sampai satu setengah meter sedang lubang dalam dapat mencapai sepuluh meter atau

lebih. Untuk

menghancurkan tanahnya pada mulanya hanya digali dengan tenaga manusia, tetapi saat sekarang sudah ada yang mempergunakan pompa semprot seperti dilakukan didaerah penambangan rakyat didaerah Sungai Gula, Kec. Permata Intan. Pemisahan tanah dengan intan dilakukan dengan dulang

( -

lingganan) yang terbuat dari kayu. Tempat mendulang batu dan tanah dinamakan pendulangan. Pendulangan yang ada disekitar Martapura

ialah di

Cempaka, Banyu Ireng,

Ampar Tikar,

Pendarapan dan Banjarbaru. Disekitar proyek

Riam

Kanan terdapat pendulangan Mandikapau, Awang Bangkal, Tiwingan, Rantau Bu-iur dan Rantau Alayung. Dimasa mendatang dimungkinkan melakukan penambangan intan dengan cara mekanik sedang pekerjaan mendulang memerlukan pengalaman bertahun-tahun.

Pengolahan dan Pemanfaatan

Intan diasah dengan bentuk asahan fasit, misal berlian, markis, pendelop dan briolet.

Di

antara bentuk tersebur bentuk fasit berlian yang paling umlrm, sehingga intan yang demikian disebut pula dengan nama berlian. Sering terjadi pedagang intan berlian membuat istilah intan dan berlian. Menurut mereka yang disebut intan adalah yang

182

tidak

gemerlapan atau nampak suram, walaupun kedua permata tersebut sama-sama diasah dalam bentuk asahan

fasit.

Pendapat

tersebut sebetulnya

tidak

benar. Bentuk asahan berlian bermacam- macam antara lain berlian Swiss (sederhana), berlian gunting, berlian raja (standar), berlian mawar, berlian magna, berlian bintang bersinar.

Intan yang berukuran

kecil

biasanya diasah dengan bentuk asahan

berlian sederhana yang hanya mempunyai fasit meja, fasit mahkota dan fasit paviliun. Intan berukuran besar diasah dengan bentuk asahan

berlian standar atau berlian lain yang mempunyai fasit meja, bintang, mahkota, sabuk atas, sabuk bawah,

paviliun dan kulet.

Dalam mengasah intan dengan bentuk asahan fasit, pengaturan sudut fasit sangat penting. Hal yang sama juga dengan sudut antara mahkota dan

paviliun merupakan kunci gemerlapannya bagi intan yang bersang- kutan. Perbandingan panjang, lebar dan tinggijuga merupakan faktor yang harus diperhatikan. Apabila salah satu dari tiga faktor tersebut dilupakan, maka

intan

tersebut kurang gemerlapan. Lebih-lebih apabila ketiga faktor tersebut dilupakan, maka sebuah berlian akan nampak suram seperti sebuah potongan/pecahan gelas.

Terdapat dua jenis intan yang ada dialam yaitu intan bening yang disebut intan mulia atau intan permata dan intan hitam yang disebut

intan industri. Intan industri

dipergunakan sebagai alat pemotong, dan pemoles misalnya sebagai mata gergaji, mata pahat bor, pemotong kaca, dan bubuk penggosok, pengasah dan pemoles.

Jenis intan ini banyak dihasilkan oleh negara di Amerika Latin misal;

Brasil, Boliva, Argentina, Uruguay dan negara

Afrika

Selatan dan

Afrika Barat. Ada pula yang disebut intan Matara, yang sebenarnya mineral zirkon yang berwarna bening es, atau dengan kata lain intan imitasi. Walaupun sangat jarang, intan bening yang berwarna sering pula didapatkan misalnya berwarna kekuningan, kebiruan, kehijauan, kemerahan dan kadang dijumpai dalam keadaan warna tua. Karena intan yang berwarna menjadi sangat indah, tetapi jarang sehingga harga menjadi mahal.

Ini

dilakukan dalam reaktor atom dengan jalan neutronisasi atau penembakan dengan partikel atau elemen yang mem- punyai atom_berukuran sama. Misal warna hijau dengan menggunakan partikel radroaktif dari ikatan radium. Warna yang telah dihasilkan ini

183

dapat diubah menjadi kuning atau coklat dengan pemanasan yang diatur.

Intan termasuk batu permata yang jarang dan sukar didapat, sehingga dibuat sintetis dan imitasinya.

Di

antara intan-intan dan imitasinya yang terkenal dan banyak beredar di toko permata adalah:

o

fabulit (strontium fifanat), titanium (rutil)

r

linobat (litium niobat), nilam putih, spinel putih, sirkon

o

sirkonia (sirkon kubus), diamonair

o

YAG (yttrium alumunium garnet)

o

YIG (yttrium ion gamet), GGG (godolinium gallium garne0

.

djevalit (sirkonia Amerika Serikat)

r

paionit (sirkonia Rusia).

Untuk membedakan intan

asli

dan palsu perlu pengalaman.

Harga atau nilai sebuah intan ditentukan 4 faktor utama (biasa disebut 4 C yaitu berut(carat); warna (colour); kejernihan/kebersihan (clarity) dan bentuk asahan (cut).Intan dengan berat 0.5-2.0 karat sangat ideal karena mudah dijual, dipakai tidak terlalu mencolok. Intan berwarna meskipun dari warna buatan tetap lebih berharga dan lebih mahal dari pada intan yang bening. Kejernihan sebuah intan diartikan bahwa intan tersebut tidak mengandung atau mempunyai cacat termasuk pengotoran seperti gelembung atau mineral lain. Berdasarkan derajat kejernihan

ini,

intan dibagi menjadi beberapa kelas sebagai berikut (Tabel l3).

Pengotoran atau cacat yang dimaksudkan

di

atas hanya dapat dilihat oleh ahli permata/intan khususnya menggunakan alat laborato- Tabel 13. Derajat kejernihan intan.

Simbol Kelas Keterangan

IF VVS

VS SI PI P2 P3

1

2 3

4

5 6 7

mutu tinggi, tak ada cacatlpengotoran sedikit sekali mengandung cacatlpengotoran sedikit mengandung cacatlpengotoran pengotoran/cacat sekali

pengotoran/cacat nyata pengotoran/cacat besar

mutu rendah, pcngotoran/cacat besar sekali

r84

rium. Mungkin intan kelas 6 atau 7 dapat diuji dengan menggunakan peralatan sederhana misalnya mikroskop

birokuler. Di

samping klasifikasi tersebut di atas, ada pula klasifikasi berdasarkan kejernihan yang digabungkan dengan warna serta dinyatakan dengan huruf dan angka seperti Tabel l4 berikut.

Tabel.l4. Warna dan kejernihan intan.

AA A AB

= putih biru

= putih kebiru-biruan

- putih

= putih keperak-perakan

-

perak bunga tanjung bagian atas

= perak bunga tanjung kabur

= bunga tanjung muda

= bunga tanjung

bersih jernih

sangat sedikit sekali mengan- dung pengotoran

sangat sedikit mengandung pe- ngotoran

sedikit pengotoran sedikit pengotoran 2

sedikit pengotoran 3 berbi ntik-bintik sangat berbintik-bintik BC

C D E F

3

3 4 5 6 7

Apabila dalam suatu sertifikat yang menyertai sebuah permata menyebutkan:

AB

I -2

:

berarti intan yang bersangkutan putih jernih dan jernih

F-6 :

berarti intan yang bersangkutan berwarna bunga tanjung dan berbintik-bintik

AA3 :

berarti intan tersebut berwarna putih biru dan sangat sedikit mengandung pengotoran.

Walaupun intan merupak;rn benda terkeras yang tidak mungkin tergores oleh benda-benda lain, namun memerlukan perawatan pula.

Pemakaian yang terus menerlls menyebabkan intan akan kehilangan gemerlapannya. Hal

ini

disebabkan oleh kotoran yang melekat pada permukaan fasit dan menghalangi sinar yang menembus, dibiaskan serta dipantulkan.

Dalam hal ini perawatan dilakukan dengan mencuci dan mem- bersihkan. Alat-alat yang diperlukan antara lain:

.

sikat halus (misal sikat bulu mata)

o

larutan yang terdiri dari 20 ons natrium bicarbonat (NaHCOj),

I

ons

185

kaporit (CaOClz), 1 ons garam dapur (NaCl) dan 16 ons air.

Yang sangat perlu diperhatikan ialah jangan sekali-sekali mele- paskan intan dari ikatannya, karena dapat menyebabkan intan tersebut menjadi cacat. Apabila hal ini harus dikerjakan, serahkan kepada ahli permata. Apabila saat

ini

intan banyak dipakai sebagai perhiasan untuk keindahan dan status sosial, pada jaman dahulu intan dianggap barang bertuah.