• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagan 2. Alur Penelitian Tindakan Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi melalui Pendekatan Kontekstual Komponen Pemodelan

A. Temuan Penelitian

3. Hasil Angket

5. Penguasaan kelas

6. Penggunaan komponen pemodelan

7. Suara

8. Pengelolaan kegiatan diskusi

9. Bimbingan kepada kelompok

10. Pemberian pertanyaan atau kuis

11. Kemampuan melakukan evaluasi

12. Memberikan penghargaan individu dan kelompok 13. Menentukan nilai individu dan kelompok 14. Menyimpulkan materi pembelajaran

15. Menutup pembelajaran

Keterangan:

SB : Sangat Baik B : Baik C : Cukup K : Kurang

Berdasarkan tabel 16 tersebut, terlihat bahwa pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga siklus I kegiatan peneliti semuanya terlaksana. Semua kegiatan dapat dilaksanakan guru dengan baik, mulai dari kegiatan awal hingga kegiatan akhir dan tidak satupun kegiatan peneliti yang tidak terlaksana saat melaksanakan penelitian.

Hal ini disebabkan karena peneliti telah mempersiapkan semuanya dengan baik dan terarah.

Hasil dari tabulasi angket respons siswa terhadap pembelajaran pada siklus I dicantumkan pada lampiran 16. Adapun aspek dalam angket ini terdiri atas tiga, yaitu tindakan yang mendukung di luar PBM, tindakan yang mendukung selama PBM, dan kesan siswa terhadap penerapan pendekatan kontekstual komponen pemodelan dalam menulis karangan deskripsi. Hasil respons siswa terhadap keterampilan menulis karangan deskripsi melalui pendekatan kontekstual komponen pemodelan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 17. Rekapitulasi Hasil Angket pada Siklus I Berdasarkan Pernyataan yang Diberikan

No. Aspek Pernyataan Alternatif Jawaban

SS S TS STS

1. Tindakan yang mendukung di luar PBM

Dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan saya selalu membaca bahan ajar sebelum pembelajaran berlangsung

21 siswa (63,6%)

11 siswa (33,3%)

1 siswa (3,1%)

-

2. Dengan pendekatan

kontekstual komponen pemodelan saya selalu untuk tidak terlambat datang

22 siswa (66,7%)

10 siswa (30,3%)

1 siswa (3,1%)

-

3. Dengan pendekatan

kontekstual komponen pemodelan saya selalu mengerjakan PR di rumah

15 siswa (45,4%)

17 siswa (51,5%)

1 siswa (3,1%)

-

4. Tindakan yang mendukung selama PBM

Pendekatan kontekstual komponen pemodelan yang digunakan oleh guru dalam

pembelajaran dapat memotivasi saya dalam menulis karangan deskripsi

26 siswa (78,8%)

7 siswa (21,2%)

- -

5. Selama proses 15 siswa 28 siswa - -

pembelajaran dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan, saya berusaha

menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru

(45,4%) (54,5%)

6. Selama proses

pembelajaran dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan, saya selalu

memperhatikan pendapat teman

10 siswa (30,3%)

16 siswa (48,5%)

6 siswa (18,2%)

1 siswa (3,1%)

7. Latihan yang diberikan guru dapat

memantapkan pemahaman saya tentang menulis karangan deskripsi

25 siswa (75,7%)

8 siswa (24,2%)

- -

8. Kesan Dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan, saya lebih mudah memahami materi tentang deskripsi

24 siswa (72,7%)

9 siswa (27,3%)

- -

9. Dengan pendekatan

kontekstual komponen pemodelan pelajaran bahasa Indonesia lebih mudah

10 siswa (30,3%)

18 siswa (54,5%)

5 siswa (15,1%)

-

10. Dengan pendekatan

kontekstual komponen pemodelan, saya lebih serius dalam belajar

19 siswa (57,6%)

11 siswa (33,3%)

3 siswa (9,1%)

-

Berdasarkan tabel 17, dapat dilihat jumlah siswa yang memilih SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), dan STS (Sangat Tidak Setuju) pada setiap pernyataan yang terdapat pada angket tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut ini dideskripsikan hasil angket untuk siklus I sesuai pada tabel yang telah disajikan.

Pertama, pada aspek tindakan yang mendukung di luar PBM terdapat 21 orang siswa (63,6%) berada pada kualifikasi cukup yang menyatakan sangat setuju bahwa dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan saya selalu membaca bahan ajar sebelum pembelajaran berlangsung, 11 orang siswa (33,3%) berada pada kualifikasi kurang sekali menyatakan setuju, 1 orang siswa (3,1%) berada pada kualifikasi buruk sekali menyatakan tidak setuju, dan 0 siswa (0%) berada pada kualifikasi buruk sekali menyatakan sangat tidak setuju.

Kedua, pada aspek tindakan yang mendukung di luar PBM terdapat 22 orang siswa (66,7%) berada pada kualifikasi lebih dari cukup menyatakan sangat setuju dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan saya selalu untuk tidak terlambat datang, 10 orang siswa (30,3%) berada pada kualifikasi kurang sekali menyatakan setuju, 1 orang siswa (3,1%) berada pada kualifikasi buruk sekali menyatakan tidak setuju, dan 0 orang siswa (0%) berada pada kualifikasi buruk sekali menyatakan sangat tidak setuju.

Ketiga, pada aspek tindakan yang mendukung di luar PBM terdapat 15 orang siswa (45,4%) berada pada kualifikasi kurang menyatakan sangat setuju dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan saya selalu mengerjakan PR di rumah, 17 orang siswa (51,5%) berada pada kualifikasi hampir cukup menyatakan setuju, 1 orang siswa (3,1%) berada pada kualifikasi buruk sekali menyatakan tidak setuju, dan 0 siswa (0%) berada pada kualifikasi buruk sekali menyatakan sangat tidak setuju.

Keempat, pada aspek tindakan yang mendukung selama PBM terdapat 26 orang siswa (78,8%) berada pada kualifikasi baik menyatakan sangat setuju pendekatan kontekstual komponen pemodelan yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran dapat memotivasi saya dalam menulis karangan deskripsi, 7 orang siswa (21,2%) berada pada kualifikasi buruk menyatakan setuju, dan 0 siswa (0%) berada pada kualifikasi buruk sekali menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.

Kelima, pada aspek tindakan yang mendukung selama PBM terdapat 15 orang siswa (45,4%) berada pada kualifikasi kurang menyatakan sangat setuju selama proses pembelajaran dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan saya berusaha menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, 28 orang siswa (54,5%) berada pada kualifikasi kurang menyatakan setuju, dan 0 siswa (0%) berada pada kualifikasi buruk sekali menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.

Keenam, pada aspek tindakan yang mendukung selama PBM terdapat 10 orang siswa (30,3%) berada pada kualifikasi kurang sekali menyatakan sangat setuju selama proses pembelajaran dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan saya selalu memperhatikan pendapat teman, 16 orang siswa (48,5%) berada pada kualifikasi hampir cukup menyatakan setuju, 6 orang siswa (18,2%) berada pada kualifikasi buruk menyatakan tidak setuju, dan 1 orang siswa (3,1%) berada pada kualifikasi buruk sekali menyatakan sangat tidak setuju.

Ketujuh, pada aspek tindakan yang mendukung selama PBM terdapat 25 orang siswa (75,7%) berada pada kualifikasi lebih dari cukup menyatakan sangat

setuju latihan yang diberikan guru dapat memantapkan pemahaman saya tentang menulis karangan deskripsi, 8 orang siswa (24,2%) berada pada kualifikasi buruk menyatakan setuju, dan 0 siswa (0%) berada pada kualifikasi buruk sekali menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.

Kedelapan, pada aspek mengenai kesan siswa terhadap penerapan pendekatan kontekstual komponen pemodelan dalam menulis karangan deskripsi terdapat 24 orang siswa (72,7%) berada pada kualifikasi lebih dari cukup menyatakan sangat setuju dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan saya lebih mudah memahami materi tentang deskripsi, 9 orang siswa (27,3%) berada pada kualifikasi kurang sekali menyatakan setuju, dan 0 siswa (0%) berada pada kualifikasi buruk sekali menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.

Kesembilan, pada aspek mengenai kesan siswa terhadap penerapan pendekatan kontekstual komponen pemodelan dalam menulis karangan deskripsi terdapat 10 orang siswa (30,3%) berada pada kualifikasi kurang sekali menyatakan sangat setuju dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan pelajaran bahasa Indonesia lebih mudah, 18 orang siswa (54,5%) berada pada kualifikasi hampir cukup menyatakan setuju, 5 orang siswa (15,1%) berada pada kualifikasi buruk sekali menyatakan tidak setuju, dan 0 siswa (0%) berada pada kualifikasi buruk sekali menyatakan sangat tidak setuju.

Kesepuluh, pada aspek mengenai kesan siswa terhadap penerapan pendekatan kontekstual komponen pemodelan dalam menulis karangan deskripsi terdapat 19

orang siswa (57,6%) berada pada kualifikasi cukup menyatakan sangat setuju dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan saya lebih serius dalam belajar, 11 orang siswa (33,3%) berada pada kualifikasi kurang sekali menyatakan setuju, 3 orang siswa (9,1%) berada pada kualifikasi buruk sekali menyatakan tidak setuju, dan 0 siswa (0%) berada pada kualifikasi buruk sekali menyatakan sangat tidak setuju.

Berdasarkan deskripsi tersebut diperoleh kesimpulan sebagai berikut.

Pertama, rata-rata nilai keterampilan menulis karangan deskripsi siswa melalui pendekatan kontekstual komponen pemodelan secara keseluruhan pada siklus I adalah 2352:33 = 71,3% berada pada kualifikasi lebih dari cukup. Kedua, rata-rata hasil observasi, yakni aktivitas siswa selama pembelajaran secara keseluruhan pada siklus I adalah 457,5:7 = 65,3% berada pada kualifikasi cukup. Ketiga, rata-rata hasil analisis angket respons siswa terhadap pembelajaran secara keseluruhan pada siklus I, yaitu: (a) siswa yang menyatakan sangat setuju adalah 566,5:10 = 56,6% berada pada kualifikasi lebih dari cukup; (b) siswa yang menyatakan setuju adalah 378,6 = 37,9%

berada pada kualifikasi kurang; (c) siswa yang menyatakan tidak setuju adalah 51,7 = 5,2% berada pada kualifikasi buruk sekali; (d) siswa yang menyatakan sangat tidak setuju adalah 3,1 = 0,31% berada pada kualifikasi buruk sekali.

Sehubungan dengan penjelasan tersebut, tindakan siklus I dinyatakan belum berhasil karena belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ≥ 75%, baik

pada tes menulis karangan deskripsi, hasil observasi maupun hasil angket, sehingga perlu dilaksanakan siklus II.