• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fasilitas Produksi

Dalam dokumen PELAJARI TENTANG KRAKATAU STEEL (Halaman 178-182)

VIII. Kegiatan dan Prospek Usaha Perseroan

13. Fasilitas Produksi

Fasilitas produksi Perseroan berlokasi di Cliegon, Banten, 94 km sebelah barat Jakarta. Di lokasi tersebut sebagian besar fasilitas produksi Perseroan berdiri. Peta dibawah menunjukkan lokasi fasilitas produksi Perseroan di Cilegon, Banten.

Perseroan adalah produsen baja terkemuka di Asia Tenggara yang didiukung oleh fasilitas produksi hulu dan hilir yang terintegrasi. Tabel dibawah ini menunjukan fasilitas produksi Perseroan, produk yang dihasilkan dan kapasitas produksi per 30 Juni 2010:

Fasilitas Pabrik Produk 30 Juni 2010

Kapasitas Produksi (metrik ton/tahun)

Direct Reduction Plant Besi spons 1.500.000

Steel Slab Plant Slab baja 1.800.000

Steel Billet Plant Billet baja 650.000

Pabrik baja lembaran canai panas HRC 2.000.000(1)

Pabrik baja lembaran canai dingin CRC 850.000

Pabrik kawat baja WR (kawat baja) 450.000

Pabrik baja tulangan baja tulangan 150.000

Pabrik baja profil baja profil 150.000

Pabrik pipa baja Pipa Spiral dan ERW 120.000

Catatan:

(1) HRC yang diproduksi Perseroan pada fasilitas pabrik baja lembaran canai panas digunakan sebagai bahan input produksi CRC dan pipa baja.

Volume produksi aktual untuk masing-masing fasilitas produksi Perseroan dipengaruhi oleh berbagai faktor, dimana faktor terpenting adalah ketersediaan bahan baku, sumberdaya energi dan listrik dan permintaan produk-produk Perseroan. Produksi aktual Perseroan akam berdampak secara langsung terhadap tingkat pemenuhan kapasitas fasilitas produksi perseroan. Kegiatan usaha Perseroan sangat bergantung pada ketersediaan berbagai jenis bahan baku, seperti bijih besi impor. Selain itu, Perseroan juga sangat bergantung pada PT Pertamina dan PT PGN untuk pasokan energi gas alam serta PT PLN untuk penyedia listrik. Sebelumnya, PT Pertamina, PT PGN dan PT PLN belum dapat memenuhi permintaan gas alam dan listrik untuk kegiatan produksi Perseroan. Selain itu, jumlah gas alam dan listrik yang saat ini disuplai oleh PT Pertamina, PT PGN dan PT PLN cenderung mengalami penurunan sejak tahun 2008 hingga 2009. Pada tahun 2008, PT Pertamina menyuplai 592,1 juta meter kubik gas alam, sedangkan pada tahun 2009 pasokan gas alam yang disuplai menurun menjadi 443,7 juta meter kubik. PT PGN menyuplai 130,8 juta meter kubik gas alam pada tahun 2008, sedangkan pada tahun 2009 menyuplai 173,9 juta meter kubik.

Untuk pasokan listrik, PT PLN menyuplai 1.011,4 juta kWh pada tahun 2008, sedangkan pada tahun 2009 listrik menurun menjadi 995,1 juta kWh. Untuk kedepannya, jika bahan baku, sumber gas alam dan listrik yang tersedia tidak dapat memenuhi jumlah yang cukup, atau jumlahnya semakin menurun, maka volume produksi Perseroan akan menurun dan Perseroan tidak dapat memaksimalkan kapasitas produksi yang dimiliki sehingga dapat berdampak negatif bagi kegiatan usaha Perseroan.

Tabel di bawah ini menyajikan tingkat penggunaan kapasitas produksi pada beberapa fasilitas produksi Perseroan untuk periode-periode sebagai berikut:

Pabrik Untuk tahun yang berakhir pada Untuk periode enam bulan

tanggal 31 Desember yang berakhir pada tanggal 30 Juni

2005 2006 2007 2008 2009 2009 2010

Tingkat Penggunaan Kapasitas Produksi (%)(1)

Direct Reduction Plant 84,5 79,9 88,1 80,3 74,6 61,5 91,6

Steel Slab plant 70,4 70,2 74,5 71,1 52,3 38,3 68,7

Steel Billet 57,0 32,0 59,4 54,3 43,0 43,2 49,4

Pabrik baja lembaran canai panas 68,6 81,7 86,6 79,8 80,1 67,7 97,1

Pabrik baja lembaran canai dingin 60,3 65,0 72,2 61,3 56,0 45,0 60,5

Pabrik kawat baja 66,0 41,0 75,8 57,0 55,9 61,4 62,0

Pabrik baja tulangan 44,9 27,4 58,1 47,6 31,0 48,0 27,8

Pabrik baja profil 85,0 42,9 69,2 63,0 52,9 19,6 29,8

Pabrik pipa baja 36,0 49,1 16,9 38,2 42,6 25,8 25,0

Catatan:

(1) Tingkat pemenuhan kapasitas (capacity utilization rate) dihitung dengan membagi output aktual dari setiap fasilitas produksi pada periode waktu yang relevan dengan kapasitas produksi (production capacity) dari fasilitas produksi tersebut.

Fasilitas Pembuatan Besi – Pabrik Besi Spons (Direct Reduction Plant)

Fasilitas produksi pembuatan besi Perseroan terdiri dari fasilitas reduksi langsung berbasis gas (gas-based direct reduction plant) di Cilegon. Fasilitas tersebut menggunakan bahan baku pelet bijih besi yang dicampur dengan gas alam untuk memproduksi spons besi. Fasilitas tersebut menggunakan teknologi Mexican Hyl. Per 30 Juni 2010, Perseroan memiliki 2 (dua) unit, terdiri atas unit Hyl I dan unit Hyl III. Unit HyL I digunakan untuk tujuan cadangan operasi (stand by) dimana dioperasikan pada saat unit HyL III berhenti atau overhoul.

Unit Hyl I menggunakan 4 modul, dimana masing-masing modul memiliki 4 reaktor dengan kapasitas produksi 500.000 metrik ton spons besi per tahun. 2 dari 4 modul unit HyL I telah dilakukan demolisi di tahun 2007 dikeranakan faktor keamanan peralatan dimana sudah terjadi banyak korosi, ketersediaan gas alam dan ketersediaan suku cadang. Unit Hyl III beroperasi menggunakan 2 (dua) reaktor yang berproses secara terus menerus dengan kapasitas produksi 1.500.000 ton spons besi per tahun.

Perseroan merencanakan untuk meningkatkan kapasitas produksi unit HyL III menjadi 1.740.000 metrik ton setelah selesainya program revitalisasi pabrik besi spons Perseroan pada tahun 2012. Selain meningkatkan kapasitas pabrik besi spons, Perseroan juga berharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi gas alam. Dengan kapasitas produksi 1.500.000 metrik ton per tahun, pabrik besi spons Perseroan menghasilkan 1.119.336 metrik ton besi pada periode hingga 31 Desember 2009. Pada periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2009, hasil produksi besi spons Perseroan mencapai 64,0%

Pembuatan Baja – Pabrik Slab Baja

Fasilitas produksi slab baja (slab steel plant atau SSP) Perseroan terdiri dari dua fasilitas: (i) SSP I, yang menggunakan teknologi Maschinenfabrik Augsburg Nurnberg Gute Hoffnunghshütte (“MAN GHH”) dari Jerman dengan kapasitas produksi sebesar 1,000,000 metrik ton per tahun dan (ii) SSP II yang menggunakan teknologi Voest Alpine dari Austria dengan kapasitas produksi sebesar 800,000 metrik ton per tahun.

SSP I terdiri atas peralatan 4 (empat) dapur busur listrik (EAF), 2 (dua) ladle furnace dan 2 (dua) CCM, sedangkan SSP 2 terdiri atas peralatan 2 (dua) dapur busur listrik (EAF), 1 (satu) ladle furnace,1 (satu) RH degasser dan 1 (satu) CCM.

Perseroan merencanakan untuk meningkatkan kapasitas produksi SSP menjadi 2.470.000 metrik ton per tahun pada tahun 2014, sejalan dengan program revitalisasi di kedua pabrik. Sebanyak 3 (tiga) buah dapur busur listrik SSP I diganti dengan dapur busur listrik berteknologi baru dilengkapi dengan oxyfuel carbon wall injector, pemasangan oxyfuelcarbon wall injector di dapur busur listrik SSP II dan modernisasi CCM di SSP I dan SSP II. Kapasitas produksi saat ini sebesar 1.800.000 metrik ton per tahun. Pada periode sampai dengan 31 Desember 2009 diproduksi slab baja sebesar 941.540 metrik ton. Pada periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2009, hasil produksi besi slab Perseroan mencapai 79,9%.

Pembuatan Baja - Pabrik Billet Baja

Fasilitas pabrik billet baja Perseroan menggunakan teknologi MAN GHH dari Jerman yang dilengkapi dengan 4 (empat) dapur busur listrik (EAF), 1 (satu) ladle furnace, 2 (dua) CCM dengan masing-masing memiliki 4 (empat) strand dan dilengkapi dengan ladle turret. Kapasitas produksi pabrik billet baja sebesar 650.000 metrik ton per tahun dan pada periode sampai dengan 31 Desember 2010 menghasilkan produk billet baja sebesar 279.377 metrik ton. Pada periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2009, hasil produksi billet baja Perseroan mencapai 82,4%.

Pabrik Baja Lembaran Canai Panas - Rolling Mill-Hot Strip Mill

Pabrik baja lembaran canai panas Perseroan beroperasi sejak tahun 1983, menggunakan teknologi Schloemann-Siemag Aktiengesellschaft (sekarang SMS Siemag) dari Jerman dengan kapsitas awal 1.000.000 metrik ton per tahun. Antara tahun 1993 sampai dengan 2004, dilakukan moderinsasi dengan menaikkan kapasitas produksi menjadi 2.000.000 metrik ton per tahun dengan menambah peralatan 1 (satu) reheating furnace, 1 (satu) finishing mill stand, 1 (satu) down coiler, 1 (satu) sizing press, dan memperbesar kapasitas motor di roughing mill. Di tahun 2005, dipasang shifting device di finishing mill dan modernisasi fasilitas water descaler. Dengan kapasitas produksi sebesar 2.000.000 metrik ton, baja lembaran canai panas yang dihasilkan pada periode sampai dengan 31 Desember 2009 adalah sebesar 1.602.295 metrik ton. Pada periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2009, hasil produksi baja lembaran canai panas Perseroan mencapai 96,6%.

Perseroan merencanakan untuk meningkatkan kapasitas produksi pabrik baja lembaran canai panas menjadi 2.400.000 metrik ton per tahun di tahun 2011 melalui modernisasi reheating furnace, mengganti peralatan listrik dan system otomasi yang sudah usang, modernisasi finishing mill, pemasangan laminar cooling automation dan microstructure monitoring system, dan peningkatan kemampuan roll shop. Selain meningkatkan kapasitas produksi, revitalisasi pabrik baja lembaran canai panas juga meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan kelebaran dari produk yang dibuat dimana dapat memasuki pasar baru yang sebelumnya tidak dapat disuplai.

Pabrik Baja Lembaran Canai Dingin - Cold Rolling Mill

Fasilitas pabrik baja lembaran canai panas Perseroan menggunakan teknologi CLECIM dari Prancis yang terdiri dari beberapa unit produksi yang berbeda, termasuk 1 (satu) unit continuous pickling line (CPL), 1 (satu) unit continuoes tandem cold mill (CTCM), 2 (dua) unit electrolytic cleaning line (ECL), 1 (satu) unit continuous annealing line (CAL), 31 (tiga puluh satu) unit batch annealing furnace (BAF), 1(satu) unit temper pass mill (TPM), 1 (satu) unit preparation line (PRP), 1 (satu) unit recoiling (REC), dan 1(satu) unit shearing line (SHR). Dengan kapasitas produksi 850.000 metrik ton per tahun, pabrik baja lembaran canai dingin memproduksi sebesar 475.990 metrik ton produk CRC pada periode sampai dengan 31 Desember 2009. Pada periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2009, hasil produksi baja lembaran canai dingin Perseroan mencapai 91,6%.

Pabrik Batang kawat baja – Wire Rod Mill

Pabrik batang kawat baja Perseroan beroperasi mulai tahun 1979 dengan menggunakan teknologi dari Schloemann-Siemag dengan kapasitas produksi sebesar 200.000 metrik ton per tahun. Pabrik ini dilakukan moderinsasi dari tahun 1991 sampai dengan 1999 untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 450.000 metrik ton per tahun melalui penambahan penguatan motor pada no-twist block finishing mill, pemasangan peralatan C-hook dan automatic compactor, penggantian reheating furnace, dan pemasangan jalur kedua (second strand). Dengan kapasitas produksi sebesar 450.000 metrik ton per tahun, pabrik batang kawat baja memproduksi 251.479 metrik ton batang kawat baja pada periode sampai dengan 31 Desember 2009. Pada periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2009, hasil produksi kawat baja Perseroan mencapai 96,6%.

Pabrik Baja tulangan – Bar Mill

Pabrik baja tulangan beroperasi mulai tahun 1979. Sejak tanggal 24 Juli 1992, pabrik ini dipisahkan dari Perseroaan dan dibentuk menjadi anak perusahaan PT Krakatau Wajatama, termasuk didalamnya pabrik baja profil dan pabrik kawat baja. Pabrik kawat baja sat ini tidak dioperasikan karena usia pabrik dan biaya produksi yang tinggi.

Kapasitas produksi pabrik baja tulangan sebesar 150.000 metrik ton dengan spesifikasi produk baja karbon sedang berbentuk polos dan ulir. Peralatan dalam pabrik baja tulangan teridiri atas 1 (satu) reheating furnace, 1 (satu) roughing mill, 1 (satu) intermediate mill, 1 (satu) finishing mill, 1 (satu) cooling bed, dan 1 (satu) cold shears. Pada priode sampai dengan 31 Desember 2009 pabrik baja tulangan memproduksi sebesar 79.307 metrik ton. Pada periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2009, hasil produksi baja tulangan Perseroan mencapai 96,6%.

Pabrik Baja profil – Section Mill

Pabrik baja profil beroperasi mulai tahun 1979. Pabrik ini merupakan pabrik yang dipindahkan menjadi salah satu unit produksi di PT Krakatau Wajatama. Kapasitas produksi pabrik baja profil sebesar 150.000 metrik ton per tahun, yang terdiri atas peralatan 1 (satu) reheating furnace, 1 (satu) roughing mill, 1 (satu) two-high universal finishing mill, 1 (satu) cooling bed, 1 (satu) roll straightener. Pada periode sampai dengan 31 Desember 2009, pabrik baja profil memproduksi 46.551 metrik ton. Pada periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2009, hasil produksi baja profil Perseroan mencapai 93,4%.

Pabrik Pipa Baja- Pipe Mill

Fasilitas produksi pipa baja Perseroan dioperasikan oleh KHIP yang didirikan pada 15 Mei 1972 dan memulai kegiatan operasional komersial pada Januari 1973. KHIP memproduksi pipa baja berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan beragam industri seperti industri migas dan konstruksi. KHIP memproduksi pipa baja dengan las berbentuk spiral untuk memenuhi beragam spesifikasi industri. Fasilitas produksi pipa baja KHIP memiliki kapasitas produksi sebesar 120.000 ton per tahun. Pada periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2009, hasil produksi pipa baja Perseroan mencapai 92,0%.

Fasilitas pabrik pipa baja dilengkapi dengan 2 (dua) fasilitas produksi pipa baja. Fasilitas tersebut memproduksi 2 macam pipa baja. Fasilitas pertama dilengkapi dengan 4 (empat) mesin pipa spiral yang menghasilkan pipa baja dengan las berbentuk spiral berkualitas tinggi. Pipa baja tersebut dibuat menggunakan teknologi busur las spiral. Fasilitas kedua dilengkapi dengan 1 (satu) unit mesin pipa ERW berkecepatan tinggi yang memproduksi pipa dengan las longitudinal dengan menggunakan teknologi ERW. Pipa yang dihasilkan dengan penggunaan teknologi tersebut memiliki diameter luar 4-12 inci.

Dalam dokumen PELAJARI TENTANG KRAKATAU STEEL (Halaman 178-182)