Performa 2022 2022 Performance
Laporan Manajemen Management Report
Profil Perusahaan Company Profile
Laporan Keuangan Financial Statements Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Social and Environmental Responsibility Analisis dan Pembahasan Manajemen Analysis and Management Discussion
Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance
KOMITMEN DAN PRINSIP DASAR
Penerapan GCG dapat didorong dari dua sisi, yaitu etika dan peraturan. Dorongan dari etika (ethical driven) datang dari kesadaran individu-individu pelaku bisnis untuk menjalankan praktik bisnis yang mengutamakan kelangsungan hidup Perusahaan, kepentingan stakeholders, dan menghindari cara- cara menciptakan keuntungan sesaat. Di sisi lain, dorongan dari peraturan (regulatory driven) “memaksa” Perusahaan untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Seiring dengan berkembangnya lingkungan bisnis pada dunia usaha, prinsip-prinsip penerapan GCG telah mengalami perkembangan, dengan mencakup sistem pengawasan dan pengendalian yang mendukung etika kerja dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, mendukung integritas dalam pelaporan keuangan, pengelolaan risiko yang layak, serta hubungan pemangku kepentingan dan Perum Perumnas yang berlandaskan etika.
Komitmen Penerapan GCG
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perusahaan berkomitmen secara penuh untuk menerapkan prinsip-prinsip GCG sebagai landasan dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Di samping itu, sebagai BUMN yang menjadi agen pembangunan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, Perumnas terus melakukan penyempurnaan sistem tata kelola Perusahaan untuk mencapai tingkatan yang lebih tinggi dalam hal kinerja dan kemampuan berorganisasi serta dalam rangka memastikan pemenuhan aspirasi dari seluruh pemangku kepentingan.
Perumnas terus mengimplementasikan prinsip-prinsip GCG yang dilakukan melalui proses internal yang melibatkan seluruh tingkatan dan jejaring organisasi terutama bagi pengurus (Dewan Pengawas dan Direksi) yang mempunyai peranan sangat penting dalam pelaksanaan tata kelola di lingkungan Perumnas.
Dalam menerapkan prinsip-prinsip GCG di lingkup Perusahaan, Perumnas berpedoman pada berbagai ketentuan dan persyaratan terkait pelaksanaan GCG, yang mana diwujudkan dalam:
1. Fokus pada Rencana strategis jangka panjang perusahaan dan Kepatutan kegiatan usaha;
2. Terbuka dan adil terhadap pemangku kepentingan Penerapan fungsi kepatuhan, auditor internal dan auditor eksternal;
3. Sistem pengambilan keputusan yang efektif;
4. Tanggung jawab terhadap isu-isu sosial, lingkungan dan pembangunan;
5. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite-komite dan satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian internal;
6. Penerapan manajemen risiko, termasuk sistem pengendalian internal;
7. Transparansi kondisi keuangan dan non-keuangan Perusahaan.
GCG implementation can be encouraged from two perspectives:
ethics and regulations. The encouragement of ethics (ethical driven) stems from individual business actors’ awareness of the importance of implementing business practices that prioritize the Company’s survival, the interests of stakeholders, and avoid ways to generate temporary profits. On the other hand, the push from regulations (regulatory driven), “forces” the Company to comply with the applicable laws and regulations.
Along with the development of the business environment in the business world, the principles of GCG implementation have developed, by including a supervisory and control system that supports work ethics and responsible decision making, integrity in financial reporting, proper risk management, stakeholder relations, and Perum Perumnas based on ethics.
Commitment to GCG Implementation
As a State-Owned Enterprise (SOE), the Company is committed to advancing GCG principles as a foundation for generating additional benefits for its customers, whether in the short term or the long term. In addition, as a State-Owned Enterprise that serves as a development agent for Indonesia’s economy, Perumnas continues to improve its corporate governance system in order to achieve higher levels of performance and organizational capacity, as well as to ensure the aspirations of all stakeholders.
Perumnas continues to implement the principles of GCG which are conducted through internal processes that involve all levels and organizational networks, especially for the management (Supervisory Board and Board of Directors) who have a very important role in implementing governance within Perumnas.
In implementing GCG principles within the scope of the Company, Perumnas is guided by various provisions and requirements related to the implementation of GCG, which are manifested in:
1. Focus on long-term strategic plan of the Company and its business feasibility;
2. Transparency and fairness to stakeholders. Implementation of compliance, internal auditor, and external auditor functions;
3. Effective decision-making system;
4. Responsibility to social, environmental, and development issues;
5. Completeness and implementation of duties of committees and work units carrying out internal control function;
6. Implementation of risk management, including internal control system;
7. Transparency of financial and non-financial condition of the Company.
Performa 2022 2022 Performance
Laporan Manajemen Management Report
Profil Perusahaan Company Profile
Laporan Keuangan Financial Statements Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Social and Environmental Responsibility Analisis dan Pembahasan Manajemen Analysis and Management Discussion
Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance
Manfaat Penerapan GCG
Bagi Perumnas, tujuan praktik GCG terbaik tidak hanya sekadar untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Negara BUMN No.
PER-01/MBU/2011 (serta perubahan pasal 12 poin 10 pada Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-09/MBU/2012) tentang Penerapan Praktik GCG pada BUMN maupun peraturan sejenis lainnya. Lebih dari itu, penerapan GCG harus dilandasi keyakinan bahwa banyak manfaat jangka panjang yang dapat dipetik Perumnas, antara lain:
1. Meningkatnya kinerja Perumnas melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik, meningkatnya efisiensi operasional, serta lebih meningkatnya pelayanan kepada pemangku kepentingan;
2. Meningkatnya corporate value melalui peningkatan kinerja keuangan dan minimalisasi risiko keputusan investasi yang mengandung benturan kepentingan;
3. Tercapainya stakeholder satisfaction akibat peningkatan corporate value dan dividen Perusahaan;
4. Mengarahkan dan mengendalikan hubungan kerja organ Perusahaan;
5. Meningkatkan pertanggungjawaban pengelolaan Perumnas kepada pemilik modal dengan tetap memperhatikan kepentingan para stakeholders;
6. Menciptakan kejelasan hubungan kerja antara Perusahaan dengan para stakeholders;
7. Mengarahkan pencapaian visi dan misi Perumnas dan meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia;
8. Mendorong dan mendukung pengembangan usaha, pengelolaan sumber daya perusahaan dan pengelolaan risiko secara lebih efektif sehingga dapat meningkatkan nilai Perusahaan.
Penerapan Prinsip Dasar GCG
Perumnas senantiasa menerapkan prinsip-prinsip dasar GCG di setiap kegiatan operasional bisnisnya secara menyeluruh hingga ke seluruh jajaran Perusahaan, yang mana ditujukan untuk mencapai visi yang telah dicanangkan sebelumnya.
Perumnas meyakini praktik terbaik GCG yang diiringi dengan integritas tinggi dalam pemenuhan prinsip kode etik serta nilai-nilai Perusahaan, dapat mendongkrak kinerja Perusahaan.
Sebagai warga korporasi, Perumnas senantiasa menerapkan prinsip-prinsip governansi korporat yang baik, yang berlandaskan pada 4 (empat) pilar governansi korporat, yaitu perilaku beretika, akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan, sebagaimana tertuang dalam Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia (PUGKI), yang terakhir dimutakhirkan pada tahun 2021. PUGKI 2021 sendiri, merupakan pengembangan dan perkembangan terkini dari nilai dasar TARIF (Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, dan Fairness) yang terakhir digunakan pada PUGKI 2019.
Benefits of GCG Implementation
For the Company, the objective of GCG best practices is not only to adhere to Regulation of the Minister of SOEs No. PER- 01/MBU/2011 (and amendment to Article 12 item 10 of the Regulation of the Minister of SOEs No. PER-09/MBU/2012) concerning the Implementation of GCG Practices in SOEs or similar regulations. Moreover, GCG implementation shall be based on the belief in long-term benefits that can be obtained by the Company, among others:
1. Improved performance of the Company through better decision-making process, improved operational efficiency, as well as improved service to stakeholders;
2. Improved corporate values through financial performance improvement and risk minimization of investment containing conflict of interests;
3. Achievement of stakeholder satisfaction due to the improved corporate values and the Company’s dividends;
4. Directing and controlling work relations between the Company’s organs;
5. Improving responsibility of the Company’s management to the capital owner with consideration of the stakeholders’
interests;
6. Establishing clarity of work relations between the Company and the stakeholders;
7. Directing the achievement of Perumnas’ vision and mission and improving professionalism of the human capital;
8. Encouraging and supporting business development, resources management of the Company, and more effective risk management in order to increase its value.
Implementation of GCG Basic Principles
Perumnas always implements the basic principles of GCG in all business operational activities as a whole, up to all levels of the Company, with the goal of achieving the previously planned vision. Perumnas believes that GCG’s best practices, when combined with high integrity in upholding the principles of the code of ethics and corporate values, can improve the company’s performance.
As a corporate citizen, Perumnas always follows good corporate governance principles, which are based on four (four) pillars of corporate governance, namely ethical behavior, accountability, transparency, and sustainability, as stated in the Indonesian General Guidelines for Corporate Governance (PUGKI), which was last updated in 2021. The 2021 PUGKI is the latest development and evolution of the basic values of TARIF (Transparency, Accountability, Responsibility, Independence and Fairness) which were last used in PUGKI 2019.
Berikut adalah 4 (empat) pilar governansi korporat yang menjadi pedoman Perumnas dalam pengelolaan Perusahaan:
Perilaku Beretika Ethical Behavior Definisi
Dalam melaksanakan kegiatannya, Korporasi senantiasa mengedepankan kejujuran, memperlakukan semua pihak dengan hormat (respect), memenuhi komitmen, membangun serta menjaga nilai-nilai moral dan kepercayaan secara konsisten. Korporasi memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan (fairness) dan dikelola secara independen sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak lain.
Penerapan di lingkup Perusahaan
Kewajaran dan kesetaraan adalah perlakuan perusahaan di dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kebijakan perusahaan.
Perusahaan menjamin bahwa setiap Pemilik Modal dan stakeholders perusahaan akan mendapatkan perlakuan yang wajar dan setara, serta dapat menggunakan hak-haknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perusahaan juga akan senantiasa berlaku jujur dan adil dalam mengambil kebijakan yang berkaitan dengan isu-isu gender, agama, suku dan politik.
Definition
In carrying out its activities, the Corporation always prioritizes honesty, respects all parties, fulfills commitments, and consistently builds and maintains moral values and beliefs. Based on the principle of fairness, the corporation pays attention to the interests of shareholders and other stakeholders and is managed independently so that each organ of the Company does not dominate the other and shall not be intervened by third parties.
Implementation within the Company
Fairness and equality are the Company’s treatment of stakeholders in fulfilling stakeholders’ rights based on agreements, prevailing laws and regulations, as well as company policies.
The Company guarantees that each Capital Owner and its stakeholders shall be treated fairly and equally, and that they will be able to exercise their rights in accordance with the prevailing laws and regulations.
In addition, the Company shall always act honestly and fairly when making policies concerning gender, religion, ethnicity, and politics.
Akuntabilitas Accountability Definisi
Korporasi dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar. Untuk itu Korporasi harus dikelola secara benar, terukur dan sesuai dengan kepentingan korporat dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan. Akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang berkelanjutan.
Penerapan di lingkup Perusahaan
Perusahaan menerapkan prinsip akuntabilitas dengan mendorong seluruh individu dan/atau seluruh organ perusahaan untuk menyadari tanggung jawab, wewenang, hak serta kewajibannya. Perusahaan juga memberikan perlindungan hak kepada pemilik modal dan memberikan tanggung jawab serta kewenangan yang kelas kepada jajaran direksi. Pelaksanaan kewajiban individu atau organ perusahaan terkait dengan pelaksanaan wewenang yang dimiliki, meliputi: (a) memberikan penjelasan atau justifikasi atas pelaksanaan wewenang atau pelaksanaan tugas;
(b) pelaporan hasil atas pelaksanaan wewenang atau tugas tersebut; (c) pertanggung jawaban atas setiap beban atau kewajiban tersebut.
Penerapan akuntabilitas kepada stakeholder perusahaan meliputi pemenuhan kewajiban kepada Pemerintah sesuai peraturan yang berlaku, menghormati budaya setempat serta menjalankan bisnis sesuai dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (GCG).
Definition
Corporations may account for their performance in a transparent and fair manner. Therefore, corporations must be managed properly, measurably and in accordance with corporate interests while taking into account the interests of shareholders and stakeholders. Accountability is a prerequisite needed to achieve sustainable performance.
Implementation within the Company
The Company applies the principle of accountability by encouraging all individuals and/or all of the Company’s organs to be aware of their responsibilities, authorities, rights and obligations. The Company also provides protection for the rights of capital owners as well as clear responsibilities and authorities to the Board of Directors. Implementation of obligations of individuals or the Company’s organs related to the exercise of the authorities possessed, including: (a) providing an explanation or justification for the exercise of authority or performance of duties, (b) reporting the results of the exercise of such authority or duty, and (c) accountability for any burden or obligation arising from these activities.
The implementation of accountability to company’s stakeholders includes fulfilling obligations to the Government in accordance with applicable regulations, respecting local culture and conducting business according to the principles of Good Corporate Governance (GCG).
The following are the 4 (four) pillars of corporate governance which serve as guidelines for Perumnas in managing the Company:
Performa 2022 2022 Performance
Laporan Manajemen Management Report
Profil Perusahaan Company Profile
Laporan Keuangan Financial Statements Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Social and Environmental Responsibility Analisis dan Pembahasan Manajemen Analysis and Management Discussion
Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance
Transparansi Transparency Definisi
Untuk menjaga objektivitas dalam menjalankan bisnis, korporasi menyediakan informasi yang material dan relevan dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan. Korporasi mengambil inisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal yang penting untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham, kreditur dan pemangku kepentingan lainnya.
Penerapan di lingkup Perusahaan
Perusahaan senantiasa mematuhi peraturan perundang-undangan terkait dengan prinsip transparansi bagi Badan Usaha Milik Negara, khususnya mengenai keterbukaan informasi bagi Perusahaan Umum. Perusahaan selalu melakukan pengungkapan atas transaksi-transaksi yang penting bagi perusahaan, risiko-risiko yang dihadapi, rencana atau kebijakan perusahaan (corporate action) yang akan dijalankan, dan struktur kepemilikan perusahaan serta perubahan-perubahan yang terjadi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pengungkapan informasi tersebut tidak menghilangkan komitmen perusahaan untuk menjaga kerahasiaan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip GCG. Kerahasiaan informasi tersebut menyangkut dengan perlindungan hak-hak individu dan/atau hal yang menyangkut hasil penelitian serta pengembangan berbagai informasi lainnya yang berpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan, persaingan pasar, keamanan negara, dan keamanan politik.
Perusahaan menerapkan sistem yang memungkinkan bagi Pemilik Modal atau stakeholders untuk mengakses informasi dengan kesempatan yang sama, serta mendapatkan informasi secara cukup, tepat waktu, akurat dan dapat diandalkan.
Perusahaan juga mengungkapkan berbagai informasi relevan yang dibutuhkan publik berkaitan dengan produk, jasa, dan aktivitas operasional perusahaan yang secara potensial dapat mempengaruhi perilaku pelanggan, masyarakat dan lingkungan. lnformasi tersebut dapat diakses secara memadai demi kepentingan masyarakat terkait.
Perusahaan akan memberikan penjelasan yang memadai kepada semua pihak atas kejadian atau masalah yang diakibatkan aktivitas perusahaan misalnya masalah lingkungan, kecelakaan, kekurangan produk dan jasa Perusahaan. Pengungkapan tersebut sebagai wujud komitmen
Perusahaan guna mengurangi dampak yang lebih buruk bagi para pemangku kepentingan dan lingkungan.
Definition
To maintain objectivity in business, corporations provide material and relevant information to stakeholders in a way that is easily accessible and understandable. Corporations take the initiative to disclose not only issues mandated by laws and regulations, but also issues critical to shareholder, creditor, and other stakeholders’ decision-making.
Implementation within the Company
The Company complies with the laws and regulations concerning information disclosure, which applied to State-Owned Enterprises, especially public companies. The disclosure of important transactions related to the Company, the risks faced, plans or policies (corporate actions) that will be conducted as well as the Company’s structure of ownership along with the changes occurred is carried out in accordance with the applicable regulations.
The disclosure shall not eliminate the Company’s commitment to maintain the confidentiality of information regulated by laws and regulations as well as principles of good corporate governance. The confidentiality of such information concerns the protection of individual rights, and/or matters concerning research and development results as well as various other information that will have a negative impact on the Company’s performance, market competition, state security and political security.
The Company implements a system that allows the Capital Owner to access information with equal opportunities, as well as obtain sufficient, timely, accurate and reliable information.
The Company shall also disclose various relevant information needed by the public related to its products, services, and operational activities, which may potentially affect the behavior of customers, community and the environment. Such information can be adequately accessed for the benefit of the related community.
The Company shall provide sufficient explanations to all parties for events or problems caused by its activities such as environmental problems, accidents, deficiencies of the Company’s products and services. The disclosure is a manifestation of the Company’s commitment to reduce the negative impact on stakeholders and the environment.
Keberlanjutan Sustainability Definisi
Korporasi mematuhi peraturan perundang-undangan serta berkomitmen melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan agar berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan melalui kerja sama dengan semua pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kehidupan mereka dengan cara yang selaras dengan kepentingan bisnis dan agenda pembangunan berkelanjutan.
Penerapan di lingkup Perusahaan
Perusahaan memiliki program-program yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan, antara lain kesejahteraan karyawan, kegiatan sosial dan bakti masyarakat, peningkatan standar kesehatan, pendidikan dan keselamatan di tempat kerja dan lingkungan sekitar. Pelaksanaan program berkelanjutan tersebut dilakukan dengan berkoordinasi antara sesama BUMN dan dengan Kementerian BUMN, serta melaporkan hasil kegiatannya secara berkala ke Pemilik Modal, dalam hal ini menteri Badan Usaha Milik Negara.
Pelaksanaan program kegiatan berkelanjutan itu dilakukan untuk meningkatkan citra perusahaan dan meminimalkan kerusakan lingkungan sebagai dampak kegiatan perusahaan. Selain itu, pelaksanaan kegiatan berkelanjutan juga dilakukan dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, serta sesuai dengan kemampuan perusahaan.
Definition
Corporations comply with laws and regulations and are committed to fulfilling societal and environmental responsibilities in order to contribute to sustainable development by working with all relevant stakeholders to improve their lives in a way that is aligned with business interests and the sustainable development agenda.
Implementation within the Company
The Company has programs related to corporate social responsibility, such as employee welfare, social and community service activities, and the improvement of health, education, and safety standards in the workplace and surrounding environment. These sustainable programs are carried out by coordinating among SOEs and with the Ministry of SOEs, and reporting the results of their activities to the Capital Owners, in this case the Minister of State-Owned Enterprises, on a regular basis.
The sustainable programs are implemented to improve the Company’s image and minimize environmental damage caused by the Company’s activities. Furthermore, sustainable activities are carried out in collaboration with the Central Government and Regional Governments, and in accordance with the Company’s capabilities.
Selain penerapan 4 (empat) pilar governansi korporat, Perumnas juga telah menerapkan 8 (delapan) prinsip governansi korporat yang berisi hak-hak pemegang saham, pemangku kepentingan dan pemenuhannya, aturan pokok tentang pengelolaan, dan pengawasan atas pengelolaan korporasi di Indonesia, termasuk aspek etika, manajemen risiko, dan pengungkapan. Adapun 8 (delapan) prinsip governansi korporat tersebut dibagi dalam tiga kelompok prinsip, yakni:
1. Tiga prinsip pertama adalah kelompok prinsip yang mengatur fungsi pengurusan dan pengawasan korporasi, yaitu Direksi dan Dewan Komisaris;
2. Kelompok prinsip yang mengatur proses dan keluaran yang dihasilkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris; dan 3. Kelompok prinsip yang mengatur pemilik sumber daya,
yang terutama akan menerima manfaat dari pelaksanaan governansi korporat.
Berikut adalah 8 (delapan) prinsip governansi korporat dan penerapannya di lingkup Perusahaan, sebagaimana terlampir di bawah ini.
In addition to implementing the 4 (four) pillars of corporate governance, the Company has also implemented the 8 (eight) principles of corporate governance which contain the rights of shareholders, stakeholders and its fulfillment, basic rules regarding management, and supervision of corporate management in Indonesia, including ethical, risk management, and disclosure aspects. The 8 (eight) principles of corporate governance are divided into three groups of principles, namely:
1. The first three principles are a group of principles that regulate the management and supervisory function of a corporation, namely the Board of Directors and the Board of Commissioners;
2. The group of principles governing the processes and outputs generated by the Board of Directors and Board of Commissioners; and
3. The group of principles governing the owners of resources, who will primarily benefit from the exercise of corporate governance.
The following are 8 the (eight) principles of corporate governance and its Implementation within the Company, as attached below.