kepaJa yang berfungsi melindungi kepala pemakainya apabiJa terjadi benturan. Helm dimaksud terdiri dari bagian-bagian yang meliputi; tempurung bagian luar, pelindung muka, lapisan pelindung bagian dalam, lapisan pengaman, tali pemegang, tutup dagu, pelindung mala, lubang ventilasi, lubang pendengaran.
Helm
Khusus untuk sepeda motor baik dengan maupun tanpa kereta samping harus dilengkapi dengan helm untuk Pengemudi· dan penumpangnya.
• ban cadangan
• segitiga pengaman
• helm bagi kendaraan bermotor roda empat ataulebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah.
Setiap kendaraan bermotor kecuali sepeda motor tanpa kereta samping, dalam pengoperasiannya hams dilengkapi dengan : . 11.emisi gas buang,
12.kaca depan dan samping yang aman (safety glass),
13.alat pengukur kecepatan (spedometer), 14.sabuk keselamatan dan perlengkapan serta
peralatan lain yang diperlukan.
1. sistem rem, 2. sistem kemudi, 3. posisi roda depan,
4. badan dan kcrangka kendaraan yang kokoh, 5. alat muat penumpang yang senantiasa bersih
bagi kendaraan penumpang dan alat muat barang bagi kendaraan angkutan barang yang memenuhi syarat untuk mengangkut barang,
6. klakson,
7. lampu-Iampu penerangan depan dan belakang,
8. Penghapus kaca depan bagi kendaraan roda empat,
9. kaca spion,
10. sistem roda dan ban hidup,
Kelengkapan teknis kenaraan bermotor meliputi:
Kelengkapan Tcknis
Kelengkapan administrasi kendaraan bermotor meliputi :
- surat izin mengemudi,
- surat tanda nomor kendaraan bermotor, - sural tanda coba kendaraan bermotor, - tanda nomor kendaraan bermotor dan, - tanda coba kendaraan bermotor.
- Buku uji kendaran bermotor.
Kelengkapan Administrasi
n·
alam setiap pengoperasian kendaraan bermotor di jalan harus senantiasa dijaga kelengkapan dan kelaikan kendaraan bermotor, baik berupa kendaraan angkutan umum maupun kendaraan pribadi. Kelaikan kendaraan bermotor dalam hal ini berarti siap dioperasikan di jalan raya dengan segala kelengkapannya, baik kelengkapan administrasi maupun kelengkapan secara teknis (fisik kendaraan) tanpa ada gangguan ataupun hambatan.XIV. KELENGKAPAN, PERSYARATAN TEKNIS DAN
KELAIKAN JALAN SERTA PENGUJIAN
KENDARAAN BERMOTOR
PERSYARATAN TEKNIS DA~
KELAIKAN KENJ)ARAAN BJ£RMOTOR .I
I
Kebcradaan kendaraan berrnotor di jala.n tida.k hanya dilihat sebagai suatu hasll produksi dari industrl kcndaraan bcrmotor, tetapi hcndaknya kendaraan bermotor terscbut difandang secara Jebih luas dan lebih proporsional menurut fungsi, sehingga dengan demikian kendaraan bermotor dapat diPan.dang SCbagti hasil industri.
atau sebagai benda/barang yang kondisi teknisnya harus dijaga sen ntiasa dalam keadaan laikjalan dan lain sebagainya.
. I
KELAIKAN JALAN KENDArtAAN
BERMOTOR
!
Persyaratan teknis kendaraan be~lllotor meliputi pcrsyaratan tentang susunan, perrlatan, perleng- kapan , ukuran , bentuk, karo~~ri, pemuatan, rancangan teknis kendaraan sesuai dengan peruntukannya, emisi gas huang, penggunaan, pcnggandengan dan penempelan kendaraan
bermotor.
I
Untuk mempertahankan kCbera~aan kendaraan bermotor agar senantiasa laik j~lan agar aman dan nyaman untuk dioperasikan maka setiap . kendaran bermotor yang bcroIf.rasi di jalan wajib diperiksa, yang dimaksud dengan laik jalan adalah persyaratan minlimulll kondisi suatu kendaran yang hams dipeuuhi agar agar terjaminnya keselamatan d~n mencegah terjadinya pcncemaran udara ~an kebisingan lingkungan pada waktu dioperasikan di jalan, Ada tiga hal pokok yang !mcmpengaruhi kelaikan jalan kendaraan ~rmotor, . yaitu manusia, prasarana dan. arana. Agar penggunaan kendaraan bermot r dapat dapat dipertahankan dalarn keadaan la k, maka ketiga faktor utama terscbut hams selalu : dalam keadaan laik atau handal, art nya prasarana (jalan, jembatan dan kelengkapannY8) hams lnik Iintas, sarana (kendaraan' bermotornya) hams laik jalan serta
I
manusianya (pengemudinya) harus laik operar.I
iI
i I
Ban cadangan yang dimaksudkan dalam hal ini adalah digunakan untuk mengganti ban terpasang bila sewaktu-waktu mengalami kerusakan (bocor/mcletus mendadak). Ban cadangan sekurang-kurangnya rnemiliki persyaratan bcntuk ban dengan kedalaman alur 1,00·milimeter, dengan ukuran tekanan ban sarna atau hampir sama dengan ban terpasang sebcJumnya.
Ban Cadangan
1. Berupa pelat segitiga sama sisi yang dibuat dari bahan yang tidak mudah berkarat, dengan panjang sisi sekurang-kurangnya 0,40 meter dengan tepi berwarna merah dan lebar tidak kurang dad 0,05 meier dengan bagian dalam berlubang,
2. Warna merah sebagaimana dimaksud di alas dapat memantulkan cahaya pada waktu terkena sinar lampu,
3. Pada waktu ditcmpatkan diatas permukaan jalan posisi melintang jalan dengan sudut mcruncingmcnghadap kc alas dan warna menghadap arah lalu Iintas.
Segitiga pengaman sebagaimana dimaksud dapat dipergunakan pada waktu kendaraan berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan, untuk memberi peringatan pada kendaraan yang datang dari arah depan dan atau belakang. Segitiga pengaman sebagaimana dimaksud harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Scgitiga Pengaman
bensin, minyak, sabun air, diterjen dan pembersih lainnya.
2. Bahan pelengkap helm hams tahan lapuk, tahan air dan tidak dapat terpengaruh oleh pcrubahan tempcratur.
3. Bahan-bahan yang kontak dcngan tubuh tidak bolch terbuat dari bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau penyakit pada kulit, dan tidak mengurangi kekuatan tcrhadap benturan maupun perubahan fisik sebagai akibat dari kontak langsung dengan keringat, minyak dan lemak si pemakai.
131
1. nomor uji kendaraan, 2. nama pemilik, 3. alamat pemilik, 4. merek/tipe, 5. jenis,
6. tahun pembuatan/perakitan,
Setiap kendaraan bermotor, kereta gandengan dan kereta tempelan yangtelah dinyatakan lulus uji berkala, diberikan tanda bukti Iulus uji berupa buku clantanda uji berkala yang berlaku diseluruh wiIayah Indonesia.
Buku uji berkala sebagaimana dimaksud di atas sekurang-kurangnya berisi datamengenai :
1. pegawai negri sipil dengan golongan minimum Illb.
2. mempunyai ijazah sekolah teknik tingkat menengah (STM) jurusan mesin atau pendidikan lain yang sederajat atau lebih tinggi dalam bidang kendaraan bermotor atau yang disamakan.
3. usiaminimum 21 tahun 4. sehatjasmani dan rohani 5. berkelakuan baik 6. memiliki SIM B
7. mampu melaksanakan kegiatan administrasi PKB.
8. lulus diklat·PKB atau yang disarnakan 9. disumpahsebagai penguji . Persyaratan minimum yang harus dipenuhi oleh tenaga penguji meliputi :
Setiap kendaraan bermotor jenis mobil bus, mobil barang, kendaraan khusus, kereta gandengan dan kereta tempelan serta kendaraan umum yang dioperasikan dijalan mempunyai kewajiban untuk melakukan uji berkala, yang berlaku selama kurun waktu 6 (enam) bulan.
Akantetapi khusus ketcntuan mengenai mulai berlakunya kewajiban uji berkala dan masa berlakunya uji berkala bagi kendaraan bermotor jenis sepeda motor dan mobil penumpang akan dilaksanakan secara bertahap dan diatur iebih lanjut dalam peraturan pemerintah tersendiri.
Pengujian berkala sebagaimana dimaksud diatas dilaksanakan oleh tenaga penguji yang memiliki klasifikasi teknis tertentu, yang dikelompokkan berdasarkan tingkat keahlian, wewenang dan tanggungjawab secaraberjenjang.
Uji Berkala
Setiap kendaraan bermotor, kereta ganderigan, kereta tempelan dan kendaraan khusus, sebelum diselujui untuk diimport atau diproduksi dan atau dirakit secara massal, wajib dilakukan uji tipe, yang dapat berupa uji landasan kendaraan bermotor maupun kendaraan bermotor dalam keadaan lengkap dan ditandai dengan pemberian sertifikatlsurat tanda lulus uji tipe.
Kendaraan bermotor yang hanya dibuat atau dirakit dan atau diimport dalam jumlah sebanyak-banyaknya 10 (sepuluh) unit untuk setiap tipe,dibebaskan dari kewajiban uji tipe.
Uji Tipe
Dalam pelaksanaannya pengujian kendaraan bermotor terdiri dari dua jenis yaitu uji tipe dan
atau
uji berkala dan pelaksanaannya merupakan tanggungjawab Pemerintah. Pengujian sebagaimana dimaksud di atas harus dilakukan oleh tenaga tenaga penguji yang memiliki kualifikasi teknis yang diperoleh setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan penguji kcndaraan bermotor yang ditandai dengan pemberian sertifikat dan tandakualifikasi teknis oleh Menteri yang senantiasa dikenakan tanda kualifikasi teknis tersebut saat menjalankan tugas pengujian dan berlaku untuk seluruh Indonesia.~ memberikan jaminan keselamatan secara teknis terhadap penggunaan kendaraan bermotor di jalan.
• melestarikan Iingkungan dari kemungkinan pencemaran yang di akibatkan oleh penggunaan kendaraan berrnotor di jalan.
• memberikan pelayanan umum kepada masyarakat.
Pengujian kendaraan bermotor adalah
serangkaian kegiatan menguji atau memeriksa bagian-bagian kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. Pengujian kendaraan bermotor dilaksanakan dalam rangka :
PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR
I 5. bangunan gedung administrasi
I
6. pagar
7. fasilitas penunjang untnk umUi 8. fasilitas Iistrik
9. lampu penerangan 10.pompa dan mcnara air
I ..
Sedangkan untuk tempat pelaksanaan UJI
berkala yang bersifat tidak itctap hanya diperbolehkan apabila di dalam ~uatu Daerah TingkatIItertentu ternyata :
I .
• jumlah kendaraan wajib uji tclalif sedikit dibandingkan dcngan luas daerah yang
harus dilayani.
I
• kondisi gcografi yang tidak memungkinkan kendaraan dari tcmpaHcmbat tertentu mencapai lokasi tcmpat pelj&ksanaan uji berkala.
Pembangunan fasilitas dan peralat n uji berkala kendaraan bermotor menjadi tanggung jawab . pemerintah yang dilakasanakan Qleh Direktur Jcnderal atau pcjabat .yang ditunj6k dan tidak menu.tup kemungkina.n apabila
I.
Pemerintah . Daerah Tingkat I mempunyai kemampuan untuk mernbangunnya asalkan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan olehKM
71 tahun 1993 tentang Pengujian Bcrkal~ Kendaraan bermotor dan dibawah koordin~si DirekturI . Jenderal Perhubungan Darat. Pembangunan dilakukan secara bertahap pada dfcrah tingkatII yang didasarkan pada skala prioritas yang dikaitkan dengan kondisi daerah tillgkat II yang bersangkutan, Penctapan ska~a prioritas pcmbangunan terscbut dcnlan mem- pertimbangkan :
1. jumlah kendaraan wajib uji
pada
dacrah tingkat II yang bersangkutan,I .
2. luas wilayah tingkat II yang dil~yani
3. kondisi geografi
I
4. tersediany.a tanah yang dileta~k.an sebagai lokasi . tempat pelaksanaan
I
uji berkalakendaraan bermotor oleh Gu~rnur Kepala daerah Tingkat I yang
bersallfutall sesuai
dengan kebutuhan . .
Setelah dilakukan pengnjian da kendaraan tersebut dinyatakan tidak lulus1 uji, maka petugas penguji wajib memberita~ukan secara tertulis mengcnai perbaikan-perbaikan yang
I I
1. bangunan load kerja PKB
2. bangunan gcdung untuk generator set, kompresor dan gudang
3. [alan keluar masuk 4. Iapangan parkir
fasiJitas yang harus disediakan pada pengujian kendaraan bermotor dengan lokasi tetap terdiri dari
1. terletak pada dacrah yang mudah dijangkau oieh pemilik kendaraan . 2. sesuai dengan rcncana umum tata ruang
daerah
3. luas areal yang tcrscdia sesuai dcngan kebutuhan
4. tidak mengganggu kelcstarian lingkungan Lokasi tempat pelaksanaan uji berkala dapat merupakan lokasi yang bersifat tetap ataupun tidak tetap, untuk lokasi tetap harus memenuhi persyaratan scbagai berikut :
Lokasl
,
Pclaksanaan Uji herkalaPelaksanaan uji berkala kcndaraan bermotor dimaksudkan untuk memberikan jaminan keselamatan secara teknis terhadap penggunaan . kcndaraan bermotor di jalan dengan melestarikan Iingkungan dari kemungkinan penccmaran yang diakibatkan oleh penggunaan . kendaraan bermotor dan mcmberikan pelayanan umum kepada masyarakat,
7. isi silinder,
8. daya motor penggerak,
9. nomor rangka landasan kendaraan bermotor,.
to.
nomor motor penggerak/mesin, 11.berat kosong kendaraan,12.jumlah berat yang diperbolehkan/jumlah berat kombinasi yang diperboJehkan untuk mobil barang dan mobil bus;
13.jumlah berat yang diijinkan dan atau jumlah berat kombinasi yang diijinkan untuk mobil barangdan mobil bus,
14.konfigurasi sumbu roda, 15.ukuran ban teringan,
16.kelas jalan terendah yangboleh dilalui, 17.daya angkut,
18. masa bcrlakunya,
19.bahan bakar yang digunakan, 20. kode wiJayah pengujian .:
133
a. melakukan pemeriksaan atas kebenaran keterangan berkenaan dengan pemenuhan persyaratan teknis dan laikjatan.
Selain penyidik Polri, Penyidik. Pegawai Nengeri Sipil (PPNS) dilingkungan Departemen yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya meliputi pembinaan dibidang lalu lintas dan angkutan jalan, diberi wewenang khusus sebagai penyidik yaitu :
a. kendaraan bermotor diduga berasal dari hasil tindak pidana atau digunakan untuk melaksanakan tindak pidana.
b. pelanggaran lalu lintas tersebut mengakibatkan meninggalnya orang.
c. pengemudi tidak dapat menunjukkan buku lulus uji.
d. pengemudi tidak dapat menunjukkan STNK.
e. pengemudi tidak dapat menunjukkan SIM.
Dalam hal pemeriksaan dan penyidikan pelanggaran di bidang LLAJ, tidak disertai dengan penyitaan kendaraan bermotor atau surat tanda nomor kendaraan bermotor kecuali : PEMERIKSAAN KENDARAAN
BERMOTOR DI JALAN
Kepala Kantor Wilayah Departemen Perhubungan melakukan kegiatan pengawasan teknis terhadap pelaksanaan uji berkala kendaraan bermotor pada daerah propinsi yang bersangkutan dilakukan berdasarkan pedoman teknis berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat.
Kegiatan pengawasan teknis yang dimaksud meliputi mengawasi, mengarahkan dan mengambil tindakan korektif terhadap pelaksanaan uji berkala kendaraan bermotor pada daerah propinsi yang bersangkutan.
7. menerbitkan dan mencabut tanda kualifikasi teknis tenaga penguji seluruh Indonesia.
8. menyelenggarakan kursus .pengujian kendaraan bermotor.
9. menyelenggarakan ujian kualifikasi tenaga penguji
10.menetapkan jumlah dan persyaratan teknis fasilitas dan peralatan pengujian kendaran bermotor.
I. menetapkan kcbijaksanaan pelaksanaan 2. menetapkan persyaratan teknis pelaksanaan 3. memberikan pctunjuk dan bimbingan 4. mengawasi, mengarahkan dan mengambil
tindakan .koreksi terhadap pelaksanaan uji berkala kendaraan bermotor .
5. menyelenggarakan pertemuan penguji seluruh Indonesia secara berkala sekali dalam setahun.
6. menetapkan jumlah dan kualifikasl teknis tenaga penguji
Pembinaan dan pengawasan teknis terhadap pelaksanaan uji berkala kendaraan bermotor dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat yang meliputi kegiatan sebagai berikut : Pembinaan dan Pengawasan Uji Berkala
I. peralatan pcngujian lengkap, yang dipasang dan digunakan pada lokasi tempat pengujian bersifat tetap dengan jumlah kendaraan wajib uji pada suatu Dati II sebanyak 4.000 unit atau lebih.
2. peralatan pengujian dasar, yang dipasang dan digunakan pada lokasi tempat pengujian yang bersifat tetap dengan jumlah kendaraan wajib uji pada daerah
Dati II kurang dari 4.000 unit.
3. peralatan pengujian keliling digunakan pada lokasi pada lokasi tempat pengujian yang bersifat tidak tetap pada suatu Dati II yang memenuhi ketentuan sebagaimana disebutkan dalam lokasi pelaksanaan uji berkala di alas.
Peralatan uji berkala kendaraan bermotor dapat berupa:
Peralatan Pcngujian Kendaraan Bermotor harus dilakukan, waktu dan tempat dilakukan pengujian ulang dan tidak dipungut biaya uji
lagi, Dalam hal hasil dari uji ulang tersebut tetap tidak lulus uji, maka pemilik kendaraan . tidak diberi kesempatan uji ulang kembaU dan untuk pengujian berikutnya diperlakukan sebagai pemohon baru. Apabila pemilik atau pemegang kendaraan tidak menyetujui keputusan penguji, maka dapat mengajukan permohonan keberatan secara tertulis kepada pimpinan petugas penguji yang bersangkutan.
[; .\1,
I~:
!!
u ,
it
..
;ll.1 '\\"I!
I' Iii
'1II "
I!
""
IIIi
: IIJ!}\ q
!i
:1Ii, :ji
Ii 'n:11:
I' l!
"
Ii
iil jl
i!
I'
Ii1\
" ii
II
Ii f:
,Ii
:l! r,
Ii'
I·:!\
"liI
1\' 11j:
.H f
, 1\,
II
".1. :
i: II
, I'!: ,II
l\
: r:
I,
Ii II
d i~I" iI
fr;
",\ "~
; ., II
, Ii: H
,
Ii,
'il'I ~Ii
!! i'
;i:j ';
r
,.;1
l~
, !I
, q
1;- !i , I'I' !i,
;
Ii
"11I:
, 11II
:
p
,!"n
ii'il
)"
0:
I
:
ii I!
, .I!
~\ ~II il
: ,I 11
I, ;1
II i1
.
I: III:
• .uIii
II
\I. : , n11
il
II u
r
uIi :!i
'\ ,Ii
;!
ji
:
Ii
'iij!,
:Ii
!I ~;i '\I
jI
II
,ii
r
!Iii-
I "!i
•
: II !i
,Ii: ;\
I'
II
,
t' ,
~~i
:
r I! n
'i.
,
Ii
\\,
~iI' ;1
I; ',\1!
r
°Uii Pelaksanann Pemeriksann
. Alasan dilakukan' pemcriksa~n terhadap' pelaksanaan pemeriksaan kendaraan bcrmotor di jalan adalah sebagaiberikut :~ , 'a. angka pelanggaran dan k elakaan lalu
lintas dijalan dan' angka k~ahatan .yang menyangkut kendaraan bermotor cenderung
meningkat, ,' "
.b. angka" kecelakaan lalu lintas dijalan cenderung meningkat
yang
disebabkan kondisi kendaraan yang tidfk memenuhl persyaratan teknis dan laik jtan
Ijumlah '.kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan teknisdan laik jalan cenderung men~~gkat dan tingkat. ikctidaktaatan pemilik cenderung meningkat untuk melakukan pengujian kendarh
1
an bennotor'pada waktunya. : ;
. I
,Ketentuan pcmeriksaan,
I .,
:Kctentuan-ketentuan pemerjks~an dalam, melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan adalah scbagai bcrikut : t
\
1
\ '