• Tidak ada hasil yang ditemukan

26c.KecelakaanIanI'Dgerakan membelok,yaitu

3. POLRI;

h. Dines LLAJ Tk. I & Tk. II;

c. Kanwil Dephub;

d. Dinas PUlKanwil Pu;

e. Rumah Sakit.

Dalam hal pengumpuJan Pangkalan Data

Kecelakaan Lalu Lintas, Instansi yang terkait adalah:

Ii

•.'(

.:11

_.

11

I

It

n

u ."

it, .,1

II

;1

, I: n

Ii "

!I

I)

:\\

J!

\' :,\l

,I

"

"

Ii

it

;

1\

.

.,1

.

Ii II ]

,

Ii

·11

! ·:1

].i

n.

!I

l .J\

,; "11

I. "

Ii

I''(

Ii

II .

f

I! «,

Iii 1\

r

J, \!.

I' 'II I

I'I;. II

I

I,· .11

Ii

: l!!I

,I "·Ii

Ii

ii ,.

"

II [

II " ,

\.. ;1 I.

j: 'II

,I'. ·'1

:1\

Ii

:J! :

"i\11

u l

II .n '.

II ·'1

I

"

.h

Ii

ii

"

Ii

!i

Ii

Ii

n.1 1

,

Ii :\i

I

, : I

:1 iI i

I:

:J[

i :li

i

ii

r: :

i I: ]1

I~ ;1

" "ll

ii

I!

'\1

i' I, .

Ii j!\1

ii

!I

"

ii

r

Ii

)i

II

..

I! "

1\ III,

I!, I!

Ii .

" ·0

It ·'1

ii

II

i I,

J! 'II

Ii

.11

I'·

"

,

it

·11Ii

I; I',I

i'i II11

,

II

·11

i1\ '\\

,

ii,

·11

!, l' 11.

II

Ii

!

II

'I,I

i

Ii

"

II

I',Ii IiIi

"

I:

Ii

11'I ,\

L li

L

ii

r

p

Ii

il

"

II :li

:1 ·l1

i\'

:i!

~n Ii,

.~I

.

; I! ii!,

\I "

34

• melelakkan ramhu-rambu peringatan untuk mcmbcritahukan bahwa lalu· Iinlas dalam·

kcadaan darurai.

• mcngumj)ulknn saksi-saksi mala· scheluffi mereka mcninggnlkan lcn!pat l<ejadian.dan meminla mereka IIntuk nCl\\tIIggu hingga·

wawancara dapatdilakukan. , dipakai serta mode, tampilan d~ta yang dihasilkan.

Untuk mcncapai haltersebut m;akaperlu dilaknkan pelatihan (work shop) terhadJP perangkat kcras danperangkat lunak yangdipa

(i.

Implcmentasl

I

UjiCoba Penanggnlangan KasulKecelakaan Sebelumdiadakan uji cobapen~nganan kccelakaan terscbut tentunya hams disepakati atau ditunjuk terlebih dahulu sesuatu lel~lbaga pcmerintah maupun 110n pcmcrintah yang bcrtugas mcng-

koordinir tcrhadap uji coba tdrsebut bertauggung

jawab terhadap kelallgsunga1n pendataan ke- celakaan dimasa-masa yang akt datang.

Tahapan-tahapan kegiatan dalnm melakukan uji coba tersebut dilakukan menurut urutan prloritas,

yailu: •

i·· .

• menjamin orang yangtcrlu~1a s,;dah diurus .•

• menjamin kcselamatan jal n dan. mengkoor- dinasikan pembukaan kem ali arus lalu lintas, tetapi tidak memindallkan kcndaraan- kendaraan yang tcrlibat [dalam kccclakaan sampai petugas pcnyelidik kecelakaan mempunyai kcsempatan untukmencapal lokasi dan membuat evaluasi pendrhllluan.

• membuat pcrincian kecela~aan tersebut; dari pengamalan dan waw~ncara. (terutama terhadap pcngamat yang

11dak

terlibat dalam kecelakaan tersebut).. . . .

• fficngcva!uasi

dan

mcminta bantuan yang periu dari amblllans, pClnadam \kCbakaran, t{antm penyidik kcmaliall, dan ull[ukpengaturan lalu

lintas.

t. . ·

• mcmberi pertoiongan pe1ama bagi yang tcrluka

Dalam kaitannya dcngall keseragaman dalam proses transfer data, diperlukan cara pelaksanaan (manual) terhadap jCllis pcrangkal Illnak yang • Pada tahap analisis data, dimana sl'll\gat menentukan olch tillgkat kcpentingan masillg- masing inslansi, mungkin dapat digunakan sebagai • jenis pcrangkat (unak, salah satu contoh adalah :

Microcomputer Accident Am:lisys Package

(MAAP) yang dikcmbangkan oleh TRRL lnggris.

Dalam pcrangkat lunak jni mcncakup invcsligasi kecelakaan dan evaluasi terhadap upaya yang tdull dilakukan dalatn pcnanggulangan kecelakaan.

Kebutuhan terhadap perangkat keras dan perangkat lunak adalah mutlak dalam infort;l\\si keeelakaan.

Hal ini pcnting dalall1 mcndukung proses transfcr data antar instansi tcrkait. Faktor yang paling penting dalam pemakaian perangkat lunak tcrscbut adalah kcseragaman dan tingkat compatibilitas·

perangkat lunak yang dipakai. Salah saltl contoh perangkat lunak yang dipakai dan cukup memadai dalam memasukan (inputing) data kecelakaan yang antara Jainadalah bcmpa spreadsheet, databasedan

lain-lain. .

Kebutuhan Piranti KCI'asdan Piranti Lunak

• POLRI dalam analisis data kecelakaan mungkin lebih ditekankan dalam idcntifikasi terhadap pelaku kecelakaan,

• Departemen PU, akan lebih memfokuskan terhadap penyebab kecelakaan dari segi teknik geomctri jalan (geometric road design), semeruara ,

• Dircktorat Jendea'at Perhubungan Darat, scbagai instansi pembina teknis di bidang

LLAJ akan lcbih menitik bcratkan tcrhadap

analisis kinerja transportasi yang antara lain ditunjukkan oleh tinggi rendahnya tingkat

kecelakaan lalu Iintas (accident rate), dari segi

kelaikan kendaraan, faktor-faktor penyebab kecclakaan ditinjau secara keseluruhan dan hal-hal lainyang tcrkait langsung di bidang ke. lalu lintasan dan angkutan jalan sccaraUIHUIl1, Pemberkasan data merupakan prosedur pem- berkasan data dari formulir, media komputcr dan dimasukan Pangkalan Data. Pcmberkasan data dilakukan oleh Hap unit pelaksana aiau instansi yang berkaitan dcngan masalah kecelakaan latu

lintas. Dalam pemberkasan data,disamping proses pcnyimpanan (storing) data juga dilakuakan analisis datilsesuai dcngan kepentingan dan tujuan instansi yang bersangkutan. Sebagaicontoh :

• jumlah kecelakaan

• lokasi

• tingkat kecelakaan dibandingkan dengan kepadatan penduduk, pemilikan kendaraan, penggunaan kendaraan (kilometer kendaraan).

• kelaziman ciri-ciri desain.

• keparahan luka-Juka.

• tipe kendaraan yang terlibat.

• karakteristik pemakai jalan, umur,

Untuk analisis statistik yang paling praktis dan cepat adalah analisis numerik sederhana yang memperlihatkan hal-hal seperti:

Analisis statistik dibagi dalam analisis makro dan mikro, dimana analisis makro menginden- tifikasikan karakteristik yang sangat umum seperti kecelakaan yang paling buruk. Sedangkan analisis mikro mengindentifikasikan secara khusus seperti sebab-sebab pokok, yang kemudian memberikan pedoman tindakan perbaikan yang sesuai.

Resiko antara, yaitu sejumlah kecelakaan yang tidak saling berhubungan pada lokasi yang serupa, tetapi terlalu sedikit untuk mengidentifikasikan tempat-tempat dengan resiko tinggi tersendiri atau sebab-sebabnya yangumum.

Black spot yang mempunyai resiko tinggi, sering dihubungkan dengan geometrik jalan seperti persimpangan, lengkungan tajam atau gradien.

Metoda statistik meliputi pengumpulan dan analisis sejumlah besar data historis standar.

Lokasi, karakteristik kendaraan, dan karakteristik pemakai jalan dikaji untuk faktor-faktor dan kecendrungan umum. Lolasi yang berbahaya dapat diidentifikasikan dan juga dapat dikelompokkan menurut frekwensi dan parahnya kecelakaan, seperti:

1). Metoda Statistik

Dari hasil uji coba tersebut kemudian dilakukan analisis sehingga data yang diperoleh dapat

• dipergunakan sesuai dengan keutuhannya. Terdapat dua pendekatan pada analisis kecelakaan yaitu dengan menggunakan metoda statistik dan metoda klinis.

kepada orang lain mengenai daerah kecelakaan tersebut.

Foto juga mcmbantu untuk mengingatkan dikemudian hari, apabila kejadian tersebut telah dilupakan dan juga membantu memberitahukan Hal yang juga penting adalah pengambilan foto dari daerah kecelakaan, dimana foto dapat mencatat informasi 'yang tidak mungkin dimasukkan dalam formulir laporan kecelakaan, mungkin karena kepentingannya belum dapat diketahui pada saat ini.

Diagram tabrakan memperlihatkan posisi akhir dari kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan dan juga Jintasan pergerakannya sebelum kecelakaan

tersebut terjadi.

Data yang dikumpulkan harus dieatat pada formulir laporan . kecelakaan yang telah distandarisasikan.

Diagram tabrakan adalah yang paling penting, dimana gambar dapat memperlihatkan suatu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

arus lalu Iintas, misalnya hujan yang bcsar akan menyebabkan kendaraan-kendaraan berjalan Jebih lambat.

penampilan kendaraan misalnya angin kencang yang dapat membuat kendaraan terbaik.

prasarana, misalnya pengaruh hujan tcrhadap prasarana.

• penarnpilan orang, misalnya kemampuan pandangan

Data yang dikumpulkan hendaknya mengikut- sertakan orang-orang yang terlibat dalam kecelakaan, keadaan kendaraan, kondisi dari prasarana, dan arus lalu lintas. Selain itu data lingkungan juga penting untuk diikut setakan tetapi sejauh mana bagaimana Iingkungan tersebut berpengaruh seperti :

• penyusunan laporan.

• mencatat keterangan dari saksi mata dan para pengemudi.

• membersihkan dan mencuci pecahan-pecahan dan membuka jalan kembali.

mengumpulkan bukti-bukti.

Ii it ,

, Ii II

:Ii !,

Ii

II

Ii

-r-

i:

I

I

u il

Ii

Ii

It !I

r:I;

I!

Ii

·nHII

;

Ii

li'I

I: II

,

Ii :11

I:

II,

Ii

,'I-11I!

u 'I

~

~t:

., Ii

Ii

11

I,

11 II ji

!:

Ii

I'i!

I:

;i

1 il ..,

II

p

l

;jjr: jl

H ;il •

I: 'II

r

I

11

:I!

ij

'.

'ij

.\.

,Ii 11

I:

.,'! ~

if

ll

: ji

I; j!

n ,!

" ,Ii

I:

.).

" :1\

ji

, Ii

"

'!I

"

"

Ii Ii Ii

Ii u

r,

Ii

I,

11

~" "

Ii !i

" u

Ii 'I

II

, I: ,I,

I:

u

j ·iI·!I

Ii 'il

i' "

,I: :·ll

" u

I:I' ',I

j I: il

I: :1

I: ji

I' il

I', 11

I' ,:

I! H

ii 'if

;j]"

.'

I: "i!1\"\1

;

Ii

:l!II

,J!

Ii

Ii

Ii .

,I:

Ii

,

"

,/I

;1

I'· 'd ,

I!

,i

'I

n

. 'j!

"

Ii

'I'!If

Ii 11

..

Ii

ii

"

i'

Ii

I' , Ii

I Ii

n j ·11

"

'il

" 1

,I'

Ii

i 'n"

, I'

,

Ii

,!i

,

Ii

,

'n

,ir

" ,j;

h

,H

;:,

n

,

Ii

,II

, ill

I ,!)

I

Juga terdapat kemungkinan untuk mcnctapkan tindakan tcrhadap p.elanggarau

I

ndang-undang lalu lintas sepcrti kecepatan yan? mclampui batas, ntcngemudi secara berbahaya d~nsebagainya. ,

• titik kemungkinan rscpsi, dimana pengemudi pertama kali merasakan adanya bahaya dari suatu kecelaka n. .

• titik perscpsi sebcnarnya, dimaua pengemudi mcrasakan bahaya yang sc narnya. .

• committed point, yaitu titik tidak .dapat

dihindari. .

I I:

Pcrsepsi pcngcmudi dan sias~t pcngemudi dapat diduga dcngan mcngh\lbun~kan posisi 'sctiap k~~d~r?an dan orang .d~ng~n yang. lain ser~a em-em prasarana sepern tJku~gan, tanjakan, gans pandang dan alat-alat pcngaturllalu lintas. .

. I·

Rekonstruksi hams diusahakan, dengan menem- patkan rnendckati kejadian yang sebenarnya, yaitu :

36

Mcrckonstruksi kccelakaan dimulai dcngal\

formulir Japoran kecclakaan dan kritcria saksi mala, serta jenis dala. Data yang dipcrolch akan menghasilkan pengclahllon tcnlang gerakan kcndaraan sewaklu kccelakaan, schingga diagram waktu/mang dan kecepatanl pcrcepatan dapat diperkirakan.

Metoda ini meliputi penyelidikan suatu kccclakaan terscndiri guna mcncnrukan bagaimaua dan mengapa terjadinya dan mcngambil kcsimpulan- kesimpulan mengenai kecclakaan yang serupa dapat dihindari. Metoda yang sangat scderhana dengan peninjauan ditempat untuk menghasilkan data pengarnatan yang sedcrhana dan pertimbangau secara profesional. Metoda yang Icbill rumit menyangkut rekonstruksi kecelakaan didasarkan pada laporan-laporan dari instansi penyidik dan

saksi mata dan pada pcugamatan,

tindakan-tindakan dan analisis lokasi mempcrkirakan hingga kccclakaan lcrjadi.

2). Metoda KJinis

• pcrnbahan tingkat kecelakaan dan kcparahan dari tahun kctahun,

• perbcdaan tingkat kccelakaan antara lokasi-lokast yang bcrbeda.

• kcparahan kccclakaau.

• jenisjalan yangterlibat.

• jcnis kendaraan yang terhbat.

• manuvcr kendaraan yang dilakukan,

• waktu dan hari.

Hasil analisis dapat diringkas dalarn bcntuk pcta, grafik dan tabel, sedangkan analisis khusus sekurang-kurangnya harus mempcrlihatkan hal-hal sebagai berikut :

Analisis numerik scbaiknya ditunjang dcngan peninjauan lapangan, yang kemungkinan didasarkan pada laporan dan analisis kecclakaan yangsesunggguhnya.

Faktor yang paling mudah untnk menggambarkan dan mempertunjukkan adalah lokasi, dimana dapat digambarkan dipcta untuk menggambarkan black spot, lokasi yang bcresiko sedang dan faktor-faktor umum yang dibutuhkan.

o gcrakan kcndaraan yang terlibat.

• keadaan lingkungan, dsb

HIltAMAN- I

---.---~---.-- ---.---_----_.---~----.--- ---~---~~----.---

..

---

---~---.--.---.----_---

UHAIAN tiINGKA' Kt:-.lA' 'IAN

LALU-LlNTAS

_._-_._--

~!-II BAHU~~ I 1 METER 01WJ.TI<ANI 41.POSIS!IIJ\HU-I.IItAN ...1.:.TANPAIlJIHUJALAN ~ lEBIHRENOAH

ruoBADAN JlN 2. LEBIH nNGGI •. smA RA""T"'A;-_-l

4~.-TrpE--·----

T·. -'--:-IT ~ -

~_j

PERSIMPANGAN OUKNl

_J lL.

==-:: "-../

::; -111-= --IIi' j L

Dim'~~ ~,~~: ..

PENGAnmm 11.PERlmAHA.ARANGAN 5" AI AT PEN'GENDAUDAN

!A.U LlNTAS ~~ RAMBUL.lltU-lINTAS __ f'1'NGAMANPEMA1<A1JlI

.s,MIIRKAJALAN r-!-TANPAATURApN:""'__-i 4. IItATPEMBEAIISVAAA 7 LAIN-LAIN:1

25 LOKASI I. I>IOALAM I<OT... ~. DILUAA KOTA

~ lINGKUNGAAr-!.:.. PEMUKIMAN __!._ WISATA

~. P E RS ELANJAAN .I: peRT"NIAN ~_

_~ PERKANTOAAN ~:~~

_~ SEKOlAH 5. INOUSTRI

27CuACA MN- _1..:.C'E-Ii'A-H'"-lj~liiUJ:;;:-N[II~[i"'l_N-~l!.:::

KONDISI .!~BEROEBUIASAP{..!i:.PANAS

.__ U.QARA.__ ~. lill.!!_U.L______ _ .. _

2.8 KOOOISI _1.:..SIANG- TERANQ

]t..

A1.AMADA PENEIlANGAN PENEIlANGAI'<...!:.SIANO- GElAP 5. MI\lMI -AOA/MAlI JIIlAH 3. SUBUH/ SENJA e. MALAM- GELA!'

21' BATAS .i.

40 'f'~C70 l2J-;,oo-~--- ._

KECEPATAN ..!:.. IS0 ~'. a 0 43.

l--@.!fJM>9_ 2,_ ~ II. 1_~.O .

:w pov.AltUS ...1:..LIltU-LINTAS SATU AMH lANTM ..!:.. LIltU-LINTAS OUA ARAH

3. KED U ANY A (01PERSIMPANClAN) DATA LINGKUNGAN

1_ DIBAOANJ.lltAN II. TABRAI<BERGANOA 4. TABIW<BENDATETAP ~ lAli'!.~,!:!'N: ,--~

'- L..._ _Q!LUAnBAOAN_J:.;_.IIt.::::._:#4_:__--L.. _

---,J

JJlU.N ...!!:._ BEA PAS IR

li.!..I.ABAAK I.NlI

IJTJLU-

!<A ~__=rTJL-Y.:...:A,,-_____ 4. BE RLU M PUA

~~.!'P~ ~_r-!.:..~AK ADA ~E~2IAN .~2._AOAMEDIAN 39. BAHU JALAN r-!.:..TANPA BAHU JlN 4. A U fA PUT

I~ ASPAL. 5. TROTOAR

~ TANAH .

:Ia.KUALIfAS PEA- MUKMH ~JAL.AN 37. KF.Af)AAN

PEnM\Jl(MN

1...1:..BAlKIHIltUS

l.~ BERlUBANG

l'-r-' ..1:. KERING

2. Oil S AH

!:.tuRUS NJIlKITURUN .__ l1JRUN

, . ...,_~1_3"'._+TI-'-"-'KU"'N::.:GAN=-'-"-OA'-'-T:.:.A:;;n:...-+-"'5.LAlN_-LAIN __

35. KOOSlllUKSlI'ER -1-1.:.. ASPAL _:!;_JIltAN[)IPERKERAS I-._::U::.U,:;.KMH=:-..-J._,~=::..._+-=-~'_l.~B:..:E"-T:-O~."N:..___ ._ ~ ~_ tc..;AI;.;.;N;___-l

1-_:I,_ KERITING

.s.

BERGElO_~

5. tlERMlNYAK

± ~:~

'~~~LEH

3-4. AUNEMEN JAL/IN 1,lURUS OATAR 4. nKUNGm NAIl<I OI\T" JALAN

3t:'LEuIU1~---'-=-~rT~-;~lE_F!_(OIBU\.AT~

sz. PENYEI.4I'fTAN c-!:- TID A K ~, JEMBT.2ARAtt

___j~ 2. JEMBATANIAllAH 4. lAlN - lAlN

33. l'eKEAJAAHJAl.AN r. T10 AK A 0 A 2. A 0 A 22.PEFlKlflMN .i,KECEPATAN TINGGi- .~:. 'ToK'PATUH;PErUGAS

PENYEOAD ,~DAHUl..UI TDK.AMAN ~~. nON< JAGA JARAK Kf'CEtAI<MN 2,_ 110AKBERI PRlORITAS 11. TERLAlULAMBAT

~ KVAANG ANTlSIPASI ,gTEKNIS I<ENOAFIAi'N

r!:- KUAANGKONSEmAASI ...H, PHISIKJAlAN

..!!: lANGC'.ARTRAFFICLIGHT~ ALAMIlING~U~~

I""!'_ GAR- MMaU/MARKA ~ .~N-Lt!!d

r- -;~8~·rl1~O~AK~=B~eR~I~T~A~N~0~A___,·-·I---~

23.TIP E r..!.:. TABFW< ORANG t-~ TABIIAK OPN-OPN I(ECE~ ~ TABIlAK HEWAN ..!!:.TABRAI<OPN - BtKO

3. TABIlAKBENDATETA!' 7.TABRAI<OPN - SAMP

-.---.---.---.-.----.~---~

OMOM INFORMASI

[it.KELAS !<E<!E1.AtW.N

I

U

I

0

I

R

I

f(

I

t 2. JIA..!<END.lERLIOAT I 1

'3. All. !<END.RUSAl< 1

,

14.I<ERU!!~ UA~J-'-"-'-

Rp. 1 X 1.000

OIAMA LAPORAN

---.-~

II.TANGlGAL 1. BUKANHARIRAYA

7. BULAN 2. TAHUNBAIIV

8. TAHUN

II. HARI 4. IDUI. Flml

to. JAIA IT] S.HAIIINATAl.

11.HAR' RAYA

.-.----~--.-~

JUl.IlAH I<OROAN N£N1NGGAi. ll.O<A

PENGoEUVDI 15.1 1 18.1 1

PENVLCPAHQ 17·1 1 18.1 1

PEJALANKAKI Ie.,

,

20J 1

2.POLOA

KEPOUSIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LAPORAN I(ECELAKAAN LALU .- LlNTAS

t. PIIOPIH81

,- I I

38.

·

SlliNDE nICC ~LPi_DEn ICC

·

NOMOR STNK _·_NOIAOR~~ TNK ---'

·

NO. "ANGKA f-- ~ •...!lANGKA

·

NO. M ESI N f--- NO. ME SIN

~=."-'.'

-_._-_-- .

I .

T}...I ... HI~"r._~nI ••IE~I"{I~

I

HALAMAN - 2

I<ETEllANGAN: ., DIISI nGA IIUflUF AWN.DMllAmK I(EUlmAAN.

NOIAOIl : 53 BID 55 _ KDNO!SlI<EOOmAANSEbauuKEC~[AI(AA}l

I I I I I I - I I I I I I

40. TANOA NOMOR KfNDAAAAN : 4D. TANDA NOMOA KENDAAAAN:

SO.WARNA ~:WASTA. (llITAM) I~ TANOACOBAKENO. SO.WAR N" ~:WASTA (HITAM) ~ TANDAC9BAKEND.

PlAT-NOMORKENDAAAAN 2.3. 0UMUMI N A S(KUN(NG)~L.!!:.ACC-CDIlNTBINAnONAlBR I PlAT-NOMORKENDARM.N 2_3. 0UMUMI N A S(KUNING).!!:...~ ACC-CDIlB R I

r

NAnONAl

BERMOTOR BEIIMOWR

51.I<ERlISAKAN L!.,_ITIOAK RUSAl< 51.I<ERUSAKAN L!JnDN< RUSAK

~

KENOAllMN KENDAAAAN

0 0 w

C!:+~ . I

~~GJ. [~EaJ5JBw [~ c. . . lei

GJ

[5J 1]QLw

-cb

r7.101 IlEBEMPA TEMPAT I8.lnOAK DAI'AT DIRlNCI L..__

l7.

01 BEBEIlAPA TEMPAT _ri]noN< OAPAT DlfliNel

52.STU K ~ ADAISAIl WnDAK AOA 52.STU K .._!-. ADAISAH L:dnoAK II A

!OUKU UJII 2. ADAITlDAKSAH ~l!~~L 2. ADAITIDAl< SAil

53•. KONOlSI BAN ~ BAlK ~ TERLEPAS 53. KONDISI I1AN0,[lAIK 4. TERlEPAS

KENDAJIMN ~ (JUNOUL ~ PATAH AS KENDARMN I_g,_GUNDUL ~ PATAH

l

3. PECAH II. LAIN -LAIN ----~ I_!'_ ~E C A_H____ ~ ~c ~,N----

64.KEFlUSAKAN f-hnON< ADA II. LAMPUBELOK/SEIN 54.f(EnUSAKAN I_!'_ nON< ADA

.s,

lAMPU B~LOK/SEIN

LAMPU ~ LAMPUBESAn/OPN~ BE B E A APA LAMPU ~3;.LAMPUDESAR/OPN~ DEBF-RrPA

KENDAIlMN ~ LAMPUBELAK»JQ KENDAIlMN 3. LAMPUBELAKNJG

4. LAMPVA EM 4. LAMPUAEM

tfjSUSPENSI

- ~A~- EESusPE~sr

55.KEAUSAKAN

u,

nOM( ADA 55.Kr,nl.lSAKAN ~_!,_

lAINNVA ~ A E M II. LAIN - LAIN LAINNV" ~ REM 5. LA!N - Lr N

3. KEMUDI /snn 3.KEMUDI / STIA

·

PANJANGBEKAS REIA 1 I IMETER

.

PANJNlCl DEKAS flnl _I I, I METEA

SIl.MUATAtl u,KOSONCl ~ ORAND 511.M U ATA N ~ KOSONG ~. onAN9 .

2. BARAN G 4. BAl\ANGDAN OI1ANG 2. IIA RAN 0 --I..!-. ~!ANG OAN OFlANQ

57.r0SIS I

u.

LEG A L 4. tANGGAA KEAMANAN 61.PO SIS I ~ lIi Cl A L I..!-. LANGGA! KEAMANAN I.4UATAN

u

MELElJlllI MUATAN ~ lANGGAIl lAINNYA I.4UATAN ~ MREBUII MUAT/IN ~ lANGGAI LAINNYA .

3.lANClGAR PEMUATAN 3. LANOGAR PEMUATAN

KENDAR"AN KE - "." ~!-I__ ~_I

,__!,_Mill.PENUMPANG ~ SEPEDAMOTOR 44.JENI S ~ Mill. PENUMPANCl

ri'

SEPEDA ~TOR

f-& MIll.BVS ~ RANsve KmDARAAN ~ Mill. BUS I~ RANSUp

~c--:-.,--::- __ +3"-'fM~Ill""-,,.IIARAN==!:!G_~~II''-l~BU~KAN=!...!flAN=!.'!M~O~R!___-lI---l-~. MOL.BAMNG II. !!y_I5AN I\A.NMon

oIS.TIPE ~9EOAN ~mUKBEMT 4S.TlPE ~SEDAN Ill'T11UKB~reT

KmOARAAN ~ STASIONWAGON

f1!-

TRUK MnKULASI KmDARAAN ~ STASION WAGON c!_1. mUK M KLlASI

,_!,_ J E EO P IE GAtJDENGAN ~ J E E P l!GANOE ClAN

I~ MINI B US ~ BAJAJ/HELlCN< f~ M I HI B US ~ IlAJAJ/HnllC.oK

~ B E M 0 ~~EPeDAMOTOIVSKurEn ~ B E M 0 H. EPIOOAMbTORlSKlIfEll

~MIKnO BUS l~SEPEOA ~MIKRO BUS' ~SEPp.bA

fL.II U S J!.B E C AI< 7. IJ U 5 I~ Il E C A

f

~ PIC K - UP JLKERElA HEWAN ,_!,_PIC K - UP ~ KEIIETA HEWAN

O.mUK RlNGAN la.lAIN - LAIN 1--. O. TRUK RINGAN lB.I.Al",N"'___-_:::t..L,::.N::....___ --4 48. GEIIA K AN.._!-. BELaK KANAN ._!~:MAJU MENOAOAK -«1_ G E IIA K A N f__!'_ IlElOK KANAN 'iQ:MAJU ME~IOADAK

KENDAAAAN ~ BELaK KIAI ~ PMKlA 01BADANJAli\N KENDAAAAN 1_;' IlElOK KIAI .!.!..PARKIII DIBAOANJAlAN 3. MEMUTAFlAlW;t ~. PAl\KlALUAnBD.JAlAN ~ MEMUTAIl ARAH ~!!:fW1KIfI lyAR BO.JAlAN

~ POTONG AnUS J-1!.STOP SEMENTARA 0-POTONG AnUS ~. STOP SE'~ENTARA .

I..!:. MASUK MUS j..!i,STOP MENDADAl< ~ MASUK MUS 1.1!.STOP MENDADAK

I~ KELUAA ARUS ,~ NAlKJ<AN MUATAN ~ KelVAn ARUS ~ NAII(KAN MUATAN

f-LMliNVALIP j1!-TURUNKANMUATAN I.L. MENVAllP 16.TUAUNKANMUATAN

~ LU R U S L.!LlAIN - LAIN ~ l U R US

l..lL

LAIN - LAlIN

O. MUNO URI--- L"II'!..J,:"M,-,UrNTo_'U'_"'R--.~ .,--,....-..---1 .,-:4:--7~ME~n~K~KEN:,,:':,:O~AIlMN==·-!--'L..I.L_I..J._I..J_1 _ ___:c~ _ _lI--lI. __ L. 47 JAEIIKKENDAFlMN·J I I I Lui-I I I

48TAHUN PEMBUATAN I -I 48 Ti\/lUN PEMflUATAN I I I

I

44.JEHIS KiONOARAAN

KEN 0A R A " N KI: - :.".

DATA KENDAFIAAN YANG TERUBAT

tAJ:7II-JU....rlil.Of1m"r.'lUC4tf1 ..

HAI..M1AN-3 KETERANGAN

..lJf'E1>Klt)1!WI: ,2jf'El<EruMN:

f2J

TE....ATll.ll<A~OO9AN

3~2

~ f'¬ NGGUNMNAlATf'ENGAMAN:

(NO.e••12.M) INO.02.73.81) lNO.87.75.831 INO.M.m

I. so 1. SWASTA ••TOA~l..,KA

((r-5 1. TANPA

2. SlP 2. PF.GAWAINEGERr

4

j

p...6 2. TIOAK PAI<AI

3. SlA 3. "II R 1 3. PAKAISA8lJ1(

4. PT 4. PElAJMI

1--....6 4. HELM _,

5. lAIN-lAIN 5. PENOEMUDI

e, lAIN- LAIN g.llJ!<AIII BEBEfW'A

7<!~

TEt.f'AT '" )<!

lIS. GERAKAN I. BERJAlAN 5.0UOUK

f>E.IAl.m KAIO

.-t

MENYEBEAANG ~ JU.PU.N01KA1<1-5

~ BERMAIN ...!..:..lAlN - LAIN '- ...L~4.c..6 ER0'RI

12. LUKAAIOBATKECEl..AKAI\NLAlU-lINTAS: 11.11B I RI 63. TEMPATlUKA ~~~T.!:I<E~TE~AAm="'m"-'iN"'0...:3'f-.,-:--,-==,.,....-::-I

&4. POS, 9' ....!.:.BAl-iU JAlAN ~ r:50m do.rlZEBflA-C

PEJALI.N KAI<I ~"- BAGAN JAlAN ~ 0I ME0IAN 3. PEN'm1EAANGAN II. lAlN-LAlN r--;.·A MA

IUMAT ...•...•... ":,,,,:-:-:';_:_:'cc' ·cc·."-'.. -'-'.....:..:_:.'.:_:'':.:.'':..:.'.;.;_.• ';':"':':;".;,;'''':'''-l

1-'7",,8,-.-=U:.;;M:.:..U=R -l~

=r2

AH,..:·"'U:.;_N:..._-,---._-:--:-__ --l

78. JENI!>__~~M!!'IN::..__f-'I'-'-.fl..AKl=~-__.,l.AI<J=--'1...:2O':'..l.-"IW:..:A.:;N:.:..:..IT!..A:.:__---i 80.PENOIOI~ IUHATI<ETEAAmANNO .,

II. PEKERJAAN I(UHAT f(ETERAt.<;ANNO~) PEJ~ KAKI KE -...

PENUMPANG KE

-

...

NAMA .... ... ... ...

f'UlJAAT .....-....-... .. ... ......

...

~g. DARI KENOARMN KE I

70.UMUR TAHUN

71. JENlS KEJ.AMIN 1. l.AI<J- lAIIJ 12.1WANITA 12.PENOIOI~ (UHATI<ETERAt.<;ANNOI) 73 PEKEIUAAN (UHATI<ETERANGAN NO21 74. LUKA AIOBATKECEl..AKAI\NLAlU-Ur-trAS: IMlalRI 75.TEMP~T LUKA I I(UHATICETERANGANNO3) 71.POSIS' MOBILPEN,...LOUDUKOtOEPAN

PEHlJI.IPANG NUMPANG 2. OUOUKOtBElAKANG SEPEDA ~ OUOUK01OEPANPENGEMlJO(

(PAOASMT MOTOR 4. OOK01 BLK PENGEMlJO(

KECEl..AKAI\N, MOBIL 5. OUOUKOt0fU.M

BUS e. BERDIRI

MOBIL 7. OUDUK 01OfU.M SARANG B. BEROIRI01BN<

V. OUOUKOIBA!(

.is~_ANG NAJI</TlJRUNKENOAAMN 11. JA1\JH OMI KENOARAAN 77. GUNAKAN PENGNAAH (lIHAT I<ETEAAmANNO.)

PENGE...uot KE- ...

NAMA ... ... ... .... ...... ...-........

.

....

f'UlJAAT : .....

.

... ,... ...

~. KEBANGSMN I. WNI 12. WNA

~. lIMUA I TAk....,

eo. JENIS KElAMIN I. lAIIJ-lAIIJ 12·IWANITA 01.PEND4DIKAN (UKAT1<El'EIWlGANNO"

~. PEKERJAAN (uw,T I<ETEfWlGANNO2 63. GOlOHGAH SIM

~ TANPASIM.s,AlJMUM ....!:. B 2 UMUM

LC

.s.

B I ..!.!!: ABRI

3. D 2~B1UMUM11.WTCR-

4. A a. B 2 NA11Ow.L

.

HaMOR $1M I I I I

M.KEABS~ SIM 1. SA H

.s.

110Al<SIIJi

85.KONOISI- BAOAN u,SEHAT ...!:.WBUK (ALKOHOL)

~:. LElAHINGANTUK ...!:.WBUK (NARKOlllQ 3. SAKIT

M. KECEVJ<AANLAlU-L1NTAS I.'" B RI K 87. lEMPAT lllKA (UHATKETEAANGWNO3) I 83.GUNAKAN PENGAMAN IUKATICETEAANGo'NNO.) I

~OUOUK

..!!:.JIJ.PU.N01 I<AKI-5 .J.,.L.AlN - I..AJN 1.BERJAlAN

~ MENYEBEAANG

~aERMAIN 4. BERo.nl 85.QEAAKAN

f>E.IAl.m KAIO

&4. POBI9, rhDAHV~ ~ <50mdo.tlZEBRA-C

PEJALAN KAI<I ~ BAGANJAlAN ~ 0' ME01AN

3. PENYEIlERANGAN B.lAlN-lAIN 12.LUKAAIOBAT KECEl..AKAI\NLAlU-UNTAS:

33. TEMPAT lUKA UHATI<ETEIlAt.<;mNO3 80. PENDlOIKAN (uHArI<ETEFIIH:;MINO') 31. PEKEIUMN I(UHIITI<ETERAI'I]ANNO2)

_l2.lwANITA I. l.AI<J-lAIIJ

78. JENIS KEl.AMIN

ITAHUN 13.'UMUR

NAMA IUMAT

PEJ~ KAIO KE- •.•.•

PENUMPANG KE - ...

NAMA :

...

... ... ...

IUMAT : ... ...._...

~. DMI KENDAAMN I<E I

10.UMUR I TAl-iUN

71. JEN'S I<El..AI.GN I. lAIIJ-lAIIJ 12.lwANITA

n.PENDlDI~ (uHArf(ETERm3m NO1) 73 PfJ<EIUAAN IIUHATI<ETEAAmANNO2) 74.lUi<AAIOBATKECEl..AKAl\N ....,LU-UNTAS: IMTlilhl 75.TEMPAT LUKA .LlUHATI<ETEAAmANNO31

ze.POS,S. MOBILPEN

u,

OUDUK 01DEPAN PENUMPANG NUMPANG 2. OUOUK 01BEl..AKANG

SEPEDA f2:..0U0Ul(01OEPANPENGEMUO' (PAOASMT MOTOR 4. OoKD.BLK PENGEMUDI KEca.AKMN) M0611. .!:.OUOUK01OAl..M1

BUS B. BEROIRI MOBil

rL

OUOUK 010fU.M BARANG ,_!:,B ERDIRI 01BN<

V. OUOUK DlBAl<

10.SEDANONAlI</TlJRUNKENOAAAAN 11.JATUH OARIKENOAAAAN 77. GUNiIKANPENGAMAN (UHATI'ETERANGMINO.)

I'£HGO(UlI ICE - •••••

NAWA : ...,

...

...

IUoMAT .,

...

51. JaAHGSAAN 1. WN' 12.lwNA

5e.UMUR I T~

eo. -'EIoIIS ~N I. \.MI -I.MI Iz.IWAtlITA

o,.~ I~T ~IW<GAH NO1)

«I. f'aQ;fI..I.V.H IUl<Af_IW<GAH NO 2 e.1. COt.OH<OAH $IM

~ T~PA SI".~ AUMUM ~ B2 UM...

~ C ~ B I

r!!:

ABRI

rl:-

4. 0A ~

..

B021UMlIM tI.NA11Ow.LIHT!R-

.

HaMOR ~M I I I I

04.~SIM 1.SAH 2. 110Al( $AH

e.s. 1<ON0!Sl - IIAOAH

r+

SEHAT ~ MABt.I<~I<OHOt.,

~ lEl..AHl NGANruK ~ MABt.I< (IWIKOlllQ 3. SAKIT

00. I<!OCEl..AKAAN LAlU-UIITAS I ... B! RI K

87.TEl(PAT LlJKA JUHAT~1ImGAH NO 3) I

N.~ PENGNAAH IU<iAT~RANGoIII NO 41

DATA PEMAKAI JALAN YANG TERLIBAT

[

T...'..nL·'r··''''' ...

I

I u

I +

40

HAlAMAN - 4

-~ KETE~~. 'SAX!iI=~~

~SAKSI-l

NMIII : NAMA :

ALAMAT: ALJoMAT;

--

I

--

I

---~---.---

I

KElEflANGAN I'ENGEMUOI 2:

I I

1 OE:TAll lANJUfiVl: I OIISIOlEI! PETUGAS OIKAiiTOril

-1

M. IWI/KOOYA/KOllP I 03. KOOnOINAT

-

X

I

87. I<lASlFIIWlI J.IU,N

~

p ~

l..r ~.

KOOI1DINAT

-

V

U. NOMOR t<00E .1.N D5. SlMf'Ul I(E - 1 eo. PATOKKlI.OMETEn (N.P,T) GG. SIMPUl. KE - 1.

NOIoIOR SEKSI nl.JA9 (I<) 117.MAll KENDAlIMN KE l- 00 ..I.l.lIAKDAIU fATO!<t<tA (x 100", I UllArBUIClJI'",U~UK)

--

I

111.NOIoIO" SERI rETA 118. DATA!<HUSUS

- 1-

DATAll!t«l1<AP 1rTlvI\ 21BEili

112. NOMOR I'ETA !MI.

."...,...,..".....-..."'~"",.-" 10 ...

E····.··· J·,,···

PUKUl :...~...-. :...~...".-.

YANG MEMBUATLAPORm PERATORKOMi"

• GJ.I.CAAKANAIVJ( lITAM.

'. GAIAlAAKAN NWI POS'SI"'WALl!. AJ(Iln KF.taJlIRMH GElIT" I<lJfUIAN va TEnuRAl

• GAU1N1KANP"TQKAN-I'MOKm (GEDUNG.lW¥lUSmII(.I'OHON.IlAWU. W.IIKA. ~LL)

I

SKETS ... TABR ...KAN

MENGETAHUI:

KA " .

KESIMPu.AN SEMENTAIIA : KETEI1ANGAN PENGEMUOll :

Ac J..IJ.AN .

Be JNAA .

o ~JAlAN .

KECAlAATAN1KOTA 1 ..

.I.l.lIAK TKP KE 1 ~... .. ..I<m .I.l.lIAK 1KP KE 2 c... ....Km

lor--

A

< ....4 ... ---- 2 LAKA 01 JAlAN D~ KOTA DI JAI.»I tLIAA - KOT... I P...TOt<-kM I NASIOfWJI>f\OP/TOt. KABUPATEN

KOTA: KAMPUNa:

I I

KOTA DATUM

[ I I I 1 1 1 IKM.

I--

I--'-

r----

~

-

~- - -

1 1 1 IKM.

Ir-,-,---,- __

::=:I

KOTA KAMPUNG

TANlJ.AJLOKASI KECB..AKAAN DENGANTA

.

-

Dalam menentukan sistim pengaturan persimpangan dapat digunakan pedoman pada garnbar berikut yang menentukan jenis pengaturan persimpangan yang harus digunakan berdasarkan volume lalu lintas pada masing-masing kaki persimpangan.

l.'jumlah arah pergerakan 2. jumlah kaki persimpangan

3. jumlah lajur dari setiap kaki persimpangan 4. pengaturan simpang

Jumlah potensial titik konflik pada persimpangan tergantung dari ;

gombar 5.1 .'Jents-jenis dasar pergerakan

WEAVING

+

CROSSING

MERGING DIVERGING

Rancangan persimpangan dilakukan untuk mengendalikan kecepatan kendaraan yang melalui persimpangan serta mengendalikan mengurangi, atau menghilangkan gerakan yang berpotongan.

l. mengurangi maupun menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh adanya titik-titik konflik.

2. menjaga agar kapasitas persimpangan opera- sinya dapat optimal sesuai dengan rencana . 3. hams memberikan petunjuk yang jeJas dan pasti

serta sederhana, dalam mengarahkan arus lalu lintas yang menggunakan persimpangan.

Sasaran yang harus dicapai pada pengendalian persimpangan antara lain adalah :

Terdapat 4 jenis dasar dari alih gerak kendaraan, yaitu : berpencar (diverging); bergabung (merging);

berpotongan (crossing); dan bersilangan (weaving), Seperti terlihat pada gambar 5.1. Alih gcrak yang berpotongan lebih berbahaya dari pada bersilangan, dan secara berurutan, lebih berbahaya dari pada alih gerak yang bergabung (merging) dan berpenear (diverging), hal ini disebabkan karena diikut serta- kannya keeepatan-kecepatan relatif'yang lebih besar.

ALIH GERAK (MANUVER) KENDARAAN

DAN KONFLlK-KONFLIK

1. volume dan kapasitas, yang sccara langsung mempengaruhi hambatan.

2. disain geometrik, dan kcbebasan pandang.

3. kecelakaan dan keselamatan jalan, kecepatan, lampu jalan.

4. parkir, akses, dan pembangunan yang sifatnya umum.

5. pejalan kaki.

6. jarak antar persimpangan.

Persimpangan mcrupakan tempat yang rawan terhadap kecelakaan karena terjadinya kanflik antara kendaraan dengan kendaraan lainnya ataupun antara kendaraan dengan pejalan kaki, oleh karena itu merupakan aspek yang penting dalam pengendalian lalu lintas. Masalah utama (yang saling kait mengkait) pada pcrsimpangan adalah :

P

ersimpangan adalah simpul pada jaringan jalan dimana jalan-jalan bertemu dan lintasan kendaraan berpotongan. Lalu lintas pada masing- masing kaki persimpangan menggunakan ruang jalan pada persimpangan secara bersama-sama dengan lalu lintas lainnya. persimpangan- persimpangan adalah merupakan faktor-faktor yang paling penting dalam menentukan kapasitas dan waktu perjalanan pada suatu jaringan jalan, khususnya di daerah-daerah perkotaan.

v. PRINSIP DASAR PENGENDALIAN PERSIMPANGAN DAN