• Tidak ada hasil yang ditemukan

I

hams dipertimbangkan a~ar penggunaan kendaraan urnumkhususnya angkutan barang dapat diselenggarakan seeara cepat aman dan .

murah, i

PENENTUAN LOKASI TERMIrAL

Penentua.n lokasi terminal barang Idilakukan dengan . mempertimbangkan rencana umum slmpul jaringan transportasl jalan yang merupakan bagian dari : jaringan transportasijalan, Lokasiidan letak terminal . angkutan barang dltentukan Idengan memper-

timbangkan :

!

Re . ..

t

I .. I

. ncana umum janngan ransportasi ja an, Jaringan lintas dan kelaSjalan'l . Rencana umum tata ruang, '

• Analisis dampak lalu lintas, I

• Kepadatan lalu lintas tidak jlelebihi kapasitas . jalan,

• Keterpaduan moda transpo tasi, baik intra maupunantar moda, ~

Analisis mcngenai dampak lin kungan,

Luas terminal barang minimal 3 Ha untuk pulau Jawa dan 2Ha untuk pulau laiTya.

I

KRITERIA PERENCANAAN TtRMINAL 1. Sirkulasi Lalu-lintas 'II

• Jalan masuk dan kcluar kendaraan hams lancar, dan dapat bergerak dengan mudah,

. I

Barang dapat dengan mud,h diturunkan dan . dinaikkan kc alas ker.daraan dengan peralatan yang memadai,

• Kendaraan di dalam tern inal hams dapat bergerak tanpa halangan

yarg

tidak perlu. . Sistim sirkulasi kendaraan ~arang di dalam·

terminal ditentukan berdasarkan :

• Arah perjalanan, ~ .

• Frekwensi kcndaraan,

• ~aktu yang d.iperlukan u tuk me-nurunkan dan atau rnanaikkan barangl . . Sistim sirkulasi ioi hams! ditata dengan rnernisahkan barang sesuai jeoifnya.

2. Pem~ngutan retribusi termipal hams tidak menimbulkan kemacetan atau menghalangi . sirkulasi Ialu lintas.

l

. 3. Saat menurunkan atau n enaikan barang

dan parkir kendaraan bar411g hams tidak menggangu kelancaran sir~ulasi kendaraan barang itu sendiri dengan flcngesampingkan kearnanandan kerusakan barang.

I .

Aksessibilitas, adalah tingkat pencapaiau kemudahan yang dapat dinyatakan dengan jarak, waktu atau biaya angkutan.

• Struktur Wilayah, dimaksudkan untuk meneapai eflsiensi maupun cfektifitas pelayanan terminal terhadap elemen-elemen perkotaan ,yang mernpunyai fungsi pelayanan primer dan skunder.

• Lalu-lintas, terminal merupakan pembangkit lalu lintas, oleh karena itu penentuan lokasi terminal harus tidak lebih menimbulkan dampak lalu lintas tetapi [ustru hams dapat mengurangi dampak lalu lintas,

• Biaya, pcnentuan lokasi terminal perlu mcmperhatikan biaya yang dikeluarkan oleh pcmakai jasa, oleh sebab itu faktor biaya ini

FAKTOR-FAKTOR VANG MEMPENGARUHI

LOKASI TERMINAL

• Terminal hams dapat menjamin kelancaran arus angkutan baik barang maupun kendaraan. .

• Terminal hendaknya sesuai dengan Reneana Umum Tata Ruang,

• Lokasi terminal hendaknya dapat menjamln penggunaan dan operasi kegiatan terminal yang.

efisien dan efektif

• Lokasi terminal hendaknya tidak mengakibatkan gangguan pada kelancaran arus kcndaraan lain:

dan kcamanan lalu lintas kota serta lingkungan hidup sekitarnya,

Pertimbangan :

KRITERIA PEMBANGUNAN TERMINAL

BARANG

85

Penyelenggaraan terminal angkutan barang meliputi kegiatan pengelolaan, pemeliharaan, dan penertiban terminal. Kewenangan pengelolaan terminal berada pada Pernerintah Daerah Tingkat 11 dengan Dinas PENYELENGGARAAN TERMINAL

• Daerah Pengawasan terminal, adalah daerah diluar daerah lingkungan kerja terminal yang diawasi oleh petugas terminal untuk menjarnin kelancaran aruslalu lintas di sekitarterminal.

• Daerah Iingkungan kerja terminal, merupakan daerah yang diperuntukan untuk fasilitas utama dan fasilitas penunjang terminal.

Daerah Kewenangan / pengelolaan terminal terdiri dari :

DAERAH KEWENANGAN IPENGELOLAAN TERMINAL

Penentuan

lokasi dan letak terminal Angkutan Barang dilaksanakan oleh :

Gubernur Kepala Daerah TingkatIsetelah mendapat persetujuan Direktur Jenderal,

PENENTUAN LOKASI PEMBANGUNAN TERMINAL

• Terminal Utama : 6.900 - 12.000 ton/hari

• Terminal Cabang 4.250 - 6.900ton/hart

• Terminal Ranting: 830 - 4.250ton/han Terminal kendaraan barang berdasarkan tingkat pelayanan yang, dinyatakan dengan

jumlah

arus minimum kendaraan dan tonase per satu satuan waktu mempunyaiciri-cirisebagai berikut :

ATERNATIF STANDARD TERMINAL

Kantin dan kios,

Musholla

Ruang pengobatan

Ruang informasi

Taman

II TelponUmum

• Fasilitas Parkir Kendaraan,

• Kamar kecil/toilet,

Fasilitas penunjang berfungsi sebagi fasilitas pelengkap dalam pengoperasian terminal, antara lain berupa:

2. Fasilitas Pcnunjang

1. Bangunan kantor terminal,

2. Tempat bongkar dan atau muat barang, 3. Tempat penampungan barang,

4. Tempat istirahat awak kendaraan, 5. Tempat parkir kendaraan,

6. Rambu-rambu dan papan informasi,

7. Fasilitas / peralatan bongkar dan atau muat barang.

Fasilitas utama adalah fasilitas yang mutlak dimiliki dalam terminal barang yaitu :

1. Fasilitas Utama,

FASILITAS DALAM TERMINAL BARANG 7. Sistim parkir kendaraan di dalam terminal harus

ditata sedemikian rupa sehingga terdapat rasa aman, mudah dicapai.lancar dan tertib.

Luas pelataran terminal tersebut diatas ditentukan berdasarkan kebutuhan pada jam puncak berdasarkan :

• Frekwensi keluar masuk kendaraan

• Kecepatan waktu bongkar muat barang

• Banyaknya jurusan yang perlu di tampung dalam sistim jalur.

4. Luas Bangunan, ditentukan menurut kebutuhan pada jam puncak berdasarkan kegiatan sirkulasi

barang

5. Tata ruang dalam dan luar bangunan terminal harus memberikan kesan yang nyaman dan aman.

6. Pelataran terminal terdiri dari :

• Pelataran jalur tiba dan berangkat

• Pelataran persiapan berangkat

• Pelataran docking.

• Pelataran bongkar muat barang

• Pelataran parkir kendaraan

• pelataran bengkel sementara

II II> ! 11·II; .,

ii !I:

.1 .

III II

II

I!

Ji

Ii

1i

.il

II

-

'IIII'

j!

IiII

!I il

I

il

1iii il

II

!I

ij

I

'iiii

I: IIj!

II II

ji I' I'

II

Ii

1!I:

i

j.

!I

, ji

li

.~

:

Ii

11I'

I' II

p

II i: I:

'"

I' Ii

il

I! II

I' IIII

.

,[

i I II

I'

.

II ;-;

'I

:l:1'

·,i JIII

;1:II

I:

.ilII,

, :1

I Ii

i

II

II :1

11

I!

. Ii ;1

·11ii

il ']1.1,

'II

I

"I II

II

!I

"

'I

II

ji

:1!II

ilii

III! :

.ni'

II

II:

!I : I':1

'I

II II A

i,

il

1. penertiban penggunaan fa ilitas penunjang sesuai peruntukannya,

2. penertiban terminal dari ga gguan .pedagang asongan, pengemis, calo dan I in-lain,

3. penertiban terminal dari gangguan keamanan.

!

Pelaksanaan penertiban di termina angkutan barang, meliputi :

PENERTIBAN TERMINAL

I

. I

I. pemantauan dan' pendataan lkendaraan barang yang keluar Imasuk terminal.] . '.

2. pemantauan jenis , jumlah Idan' berat barang

yang diangkut,

I

3. pemeriksaan kendaraan yang' secara jelas tidak memenuhi kelaikan jalan, 1 .

4, pemeriksaan batas kapasit~s muatan yang

diijinkan,

I .'

.5.

pencatatan dan pelaporan

pelanggaran

yang

tcrjadi,

I'

6. pemeriksaan kewajiban pengusaha angkutan sesuai dengan peraturan periUndang~undangan

yang berlaku,.

I'

7, pemantauan pemanfaatan terrrinal serta fasllitas penunjang sesuai dengan peruntukannya,

PEMELIHARAAN TERM INA

_I

Terminal barang harus senanlia,lipellhara sebaik- baiknya untuk menjamin agar te~inal tetap berslh,

teratur,

tertib, rapih

serta

berfurgsi

sebagaimana

meslinya. Pemeliharaan terminal ~eliputi :

1. menjaga kebersihan bangunan beserta per-

baikannya,.

I

2. menjaga kebersihan pelata~n terminal, pe- rawatan tanda-tanda dan per erasan pelataran, 3. merawat saluran-saluran airy~ng ada,

4. merawat instalas.i listrik r.n lam.pu-Iampu

penerangan,. '.

5. menjaga dan merawat alatko unikasi,

6. menyediakan dan, merawat sistem- hydrant atau . alat pemadam kcbakaran lainnya yang siap

pakai.

I

Untuk keperluan pemeliharaar terminal se- bagaimana dimaksud di atas, hams dialokaslkan anggaran pemeliharaan terminal. I

Kcgiatan pengawasan pengoperasian terminal pcnumpang melipnti :

Pengawasan Pengoperaslan Terminal

Pcngoperasian fasilitas/pcralatan bongkar dan atau muat barang sebagaimana dijelaskan dalam poin 4 diatas dapat dilaksanakan oleh badan hukum Indonesia.

I. pengaturan tempat tunggu dan

arus

angkutan barang di dalam terminal,

2. pengaturan kedatangan dan pem-berangkatan kendaraan menurut jadual yang telah ditetapkan,

3. pemungutan jasa pelayanan terminal barang, 4. pengoperasian fasilitas Iperalatan bongkar dan

atau muat barang,

5. pcngaturan arus lalu lintas di daerah pengawasan terminal.

Kegiatan pelaksauaan pcngoperasian terminal angkutan barang meliputi :

Pelaksanaan Pengeperaslan Terminal 1. penataan pelataran terminal,

2. penataan fasilitaspenumpukanbarang, 3. penataan fasilitas bongkar dan muat barang, 4. penataan fasilitas penunjang terminal,

5. penataan

arus

lalu lintas di daerah

pe-ngawasan

terminal,

6. pcnyajian jadual dan lintas angkutan barang, peti kemas, bahan berbahaya dan alat berat, 7. pcngaturanjadual petugasdi terminal, 8. evaluasi sistem pengopcrasian terminal.

Kegiatan perencanaan terminal meliputi : Percncanaan

Pengelolaan terminal penumpang yang

hams

dilakukan adalah meliputi kegiatan pe-rencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pengopcrasian terminal.

PENGELOLAAN TERMINAL

LLAJ scbagai penyelenggaranya, sedang Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sebagai pembinanya.

87

Tabel 10.1"Jarak tempat henti berdasarkan kegiatan

Sumber : HllsilAnalisis ( 1993 )

Jenis .:Iarak

Zona Kegiacan Lokasi Tempat Hent; Tempat Henti yang utama ( m ) 1 .:Iasasangat padat : CBD • Kota Dengan 200 - 300·

pasar. percokoan lindungan

2 Campuran padat : Kota Dengan 300 - 400

perkantoran. seko1ah lindung8n

jasa

3 Perumahan 90100gan Kota Tanpa 300 - 400

atas 1indungan

4 Campuran padat : Pinggiran Dengan 300 500

perumahan. sekolah. Lt.ndunqan

jasa

5 ICampuran jarang : .Pinggiran Tanpa 500 1000

!perumahan. 1adang. lindungan

sawah. tanah k060n9

Berdasarkan faktor-faktor diatas, jarak tempat henti dapat diatur penempatannya sebagai berikut :

dimana:

D max

=

Jarak berjalan kaki maksimum (meter)

Kepadatan rute angkutan umum =kmrute/kmz area.

S=2D

max=-

Ill}

Berdasarkan kepentingan pemakai jasa dengan memperhatikan jarak maksimum orang berjaJan kaki :

dimana :

V max = Kecepatan jalam maksimum (meter/detik)

s =

1/2 Vmax2 (1/a

+

lib )

Berdasarkan kepentingan pengusaha dengan

mengacu

pada performansi kendaraan

serta

kepentingan pemakai jasa dengan mengacu pada kenyamanan :

n =

JumJah Pnp di tempat henti yg naik angkutan umum

x =

waktu untuk

naik

kendaraan per penumpang (detik)

A =a+b/a.b

a

=

Perlambatan (meter/detik) b

=

Percepatan (meter/detik)

S== jarak tempat henti

V= running speed (meter/detik) dimana :

S ==V (nx

+

A V )

Berdasarkan kepentingan pengusaha dengan mengacu pada akupansi kendaraan dengan

rumus:

Perhitungan tempat henti dihitung berdasarkan beberapafaktor yaitu :

Jarak tempat henti yang di rekomendasikan berdasarkan jarak berjalan penumpang, dimana

untuk daerah CBD antara 200 - 400 meter, daerah pinggiran antara 300 - 500 meter.Selain ditentukan oleh jarak berjalan tersebut juga ditentukan oleh kapasitas tempat hemi dan jumlah permintaan yang dipengaruhi oleh tata guna lahan dan tingkat kepadatannya.

JARAK TEMPAT BENTI Tingkat pemakaian

• .Ketersediaan lahan Kondisilingkungan

Penentuan yang digunakan untuk menentukan jenis tempat henti yang akan digunakan,

berdasarkan kriteria :

Tempat henti tanpaperlindungan ( bus stop) Tempat henti dengan Lindungan (Shelter)

Jenis tempathenti dapatdibagi menjadi 2 jenis : JENIS TEMPAT HENTI

.Tempat henri diperlukan keberadaanya disepanjang rute angkutan umumagar gangguan terhadap lalu lintas dapat di- minimalkan, oleh sebab itu tempat pem- berhentian angkutan umum hams diatur penempatannya sesuai dengan kebutuhan.

x. TEMPAT HENTI (SHELTER)

'1:1

:\

II

:iji

,11:1I

\1

Ii '

I!

·11

II'

'jj :.1.

·iIq

Ii

Ii

'.1\

il

"

.1,

;Ii

11 ii

Ii

.J!

11li

'n~1

:I!il

Ii

jj 11

ii

il

l\

!I

"

~I

"l l

'11,i )1

·11 :11

Ii

,jl ~

II '

~!i "

;\1'il _.

)'

)1

II

'I

\ ....

11

II11

Iiu

!i II

'il11;! ,

1!

II · ..

11

i! ~

q in

Ii

'j

Gambar J0,2: Pel~takan

tellrpat.

hent. (II

perslIJlpangan elnpat

I .

nearside seperti ditunju

kkan

,dalam bar:

FOI'Iidl

.,

t '.

~.,"'

Immn

rof\:~·n~.n

+-)50"'-1- p'Y'

._.

== 3

"<'1.

liP'1.11. ~ ""NIf f1

~.:$-,

7 n-:--

r- )10",-+

r

f'o....\~\CiTfI:ll'lqdn ,.... -

~..t\.,.,b" .

}lo4' .

!

I

FOftide

..

Angkutan umum kota hams elalui tempat- tempat yang telah ditetapkan u tuk menaikkan dan menurunkan penumpang, maka tempat henti hams disediakan di ~panjang rute angkutan kota agar perplndahan penumpang

lebih mudah,.'

I. ,

Berkaitan dengan haltersebut

dil

atas,peletakan

tempat hcnti dipertcmuan jalan (pcrsimpangan) menganut sistern campuran yait~ antarafarside

dan

gam

I

Tempat henti terletak pada tiotoar dengan . ukuran sesuai dcngan kebutuhan.· . Tempat henti diletakkan

I

dimuka pusat

kegiatan yang banyak membangkitkan pernakai angkutan umum.

I •

Tempat henti terletak di tempat terbuka dan

tidak tersembunyi.

! .

Jar~~ maksimal tempat he~titerhad,ap·

fasilitas penyeberangan peJal n kaki adalah 50 meter, .

• Agar tidak mengganggu elancaran arus lalu Iintas, apabila kecep tan perjalanan cukup tinggi maka sebaikny disediakan bus lay by.

• Jarak minimal tempat hentij dad pertemuan jelan adalah.50 meter atau !Itergantungdarl

panjang antnan. ..

• Jarak minimal tempat h~nti dari suatu gedung yang membUlUhkrn ketenangan adalah 100meter.

Sesuai Peraturan Pemeriutah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan,Pasal 8 menyeb itkan :

Berdasarkan hal tcrsebut di alas berikut 1m

disampaikan pedoman praktis penentuan lokasi tempat henti :

• Terletak pada jalur pejaJan kaki (footway)

• Dekat dengan pnsat kegiatan yang mem- bangkitkan pemakai angkutan umum,

• aman terhadap gangguan kriminal, sehingga tempat hentl harus tidak tersembunyi.

Aman terhadap kecelakaan lalu lintas, sehingga harus ada pengatur pergerakan kendaraan, pemakai ternpat henti dan pejalan kaki,

• Tidak menggangu kelancaran arus lalu lintas, baik afllS lalu lintas di ruas jalan maupun di pertemuan jalan.

Persyaratan penentuan lokasi tempat henti secara umum adalah sebagai berikut : KRITERJA PENENTUAN LOKASI TEMPAT DENTI

Pembuatan bus lay by ini diperlukan hanya pada tempat-ternpat yang sangat sibuk (headway

<

1,5 menit ).

dimana :

N== JumJah bis yang berhenti dalam waktu yang sama (Perlunya single, double atau triple bus layby)

P == Jumlah penumpang maksimal (orang/jam).

S == kapasitas angkutan umum (orang/kendaraau)

b == Boarding time (detik)

x > Prosen P pada tcmpat henti tersibuk C == Clearance lime (detik)

S 3600

N == M_MM.P__" X b"S+CM _

[

Tempat henti angkutan umum juga dilengkapi dcngan bus Jay by yang borguna untuk menaikkan dan menurunkan penumpang serta menghindari terjadinya ganguan terhadap lalu lintas lain pada saat bus berhenti. Pendekatan yang digunakan untuk menentukan bus lay by ini adalah sebagai berikut :

PENENTUAN BUS LAY BY TEMPAT HENTI

89

Fasilitas tempat henti atas dasar anal isis dan pengolahan data yang telah dilakukan serta asumsi yang aman, tiap halte sebaiknya memiliki ukuran standard berikut :

• Tempat menunggu penumpang yang tidak mengganggu peja1an kaki dan aman dati lalu lintas.

• Tempat berteduh yang berupa lindungan buatan atau alam.

• Tempat henti kendaraan beserta rambu lebih aman dan melancarkan 1alu lintas dapat menggunakan bus layby.

• Infonnasi tentang jadwal dan rute angkutan umum.

• Fasilitas penyeberangan bagi peialan kaki, yang diletakkan sedemikian rupa sehingga pejalan kaki tidak tertutup oleh kendaraan yang lewat dan dapat menyeberang dengan aman.

o Pagar pengaman agar pejalan kaki tidak menyeberang di sembarangtempat.

Fasilitas tempat henti terutama diperlukan untuk menjamin pergerakan angkutan umum dan penumpang dapat langsung dengan aman, efisien dan efektif. Fasilitas yang utarna pada setiap tempat hentiadalah :

KRITERIA FASILITAS TEMPAT BENTI Perbedaan masing-masing ke1ompok diatas ditunjukkan dalamcontoh gambar 10.5.

• Tempat henti yang tidak terpadu dengan trotoar dan tidak dilengkapi dengan lindungan tetapidilengkapi dengan lay by.

• Tempat henti yang tidak terpadu dengan trotoar dan dilengkapi dengan lindungan dan tidak diJengkapi bus lay by serta mempunyai tlngkat pemakaian tinggi.

• Tempat henti yang tidak terpadu dengan trotoar dan tidak dilengkapi dengan bus lay by, mempunyai tingkat pemakaian rendah tetapi tidak dilengkapi dengan lindungan.

• Tempat henti pada lebar jalan yang terbatas ( < 5,75 m ), akan tetapi mempunyai tingkat permintaan tinggi maka perlu lindungan.

Tempat henti pada lahan terbatas, bus lay by tidak memungkinkan untuk dibuat maka hanya disediakan bus stop dan rambu larangan menyalip.

• Tempat henti yang terpadu dengan fasilitas pejalan kaki, dilengkapi dengan lindungan dan bus lay by.

• Tempat henti yang terpadu dengan fasilitas pejalan kaki, tidak dilengkapi dengan lindungan ( hanya bus stop) dan dilengkapi dengan bus lay by.

• Tempat henti yang sarna dengan poin pertama tetapi tidak dilengkapi dengan bus by.

• Tempat henti yang sarnadengan poin dua, tetapi tidak dilengkapi dengan bus layby.

• Tempat henti yang tidak terpadu dengan trotoar dan dilengkapi dengan lindungan dan bus lay by.

Berdasarkan berbagai kondisi tersebut di atas makatempat henti dapat dikelompokan kedalam 10kelompok yaitu :

• Ketersediaan lahan untuk membuat bus lay by.

• Ada tidaknya trotoar,

• Tingkat permintaan penumpang yang menentukan perlu atau tidaknya lindungan.

• Tingkat pelayanan jalan (kecepatan perjalanan)

• Lebar jalan mencukupiltidak.

Melihat berbagai kondisi yang ada diJapangan seperti :

Peletakon tempat henti dt persimpangan liga

Gambar 10.3

."

;}u

!(!I Ii

;\i

j! •

I

I I

!

"ii

.i[ii

i!

'!j

liI!

I' i!

I

I

I I

ii

1\

( R. ~erak l

:~

!_I

'i!

ii Ii i!

·n Gombar 10.4:Kapasitas lindungan

30 30 .

-I+-H Standard ukuran lindungan ditunjukkan dalam gambar berikut :

ruang gerak penumpang ditcmpat henti 90 x 60em2,

• jarak bebas antara penumpang dalam kota 30 em, jarak bebas antara penumpang antar kola

60

em,

ukuran tempat henti kendaraan, panjang 12

mlebar2,5 m. '

91

IrOloar\

I

penyeberangan pejalan kaki.

r

..---- ___ ".:r-~~~~__.~~_=___~~~

. &I ~

:::?:?""~~_ ____"""...-;7--____- -

_1. 10_ u- _. 20Il0l 20.

-...:;:::.

._____

..._...

- - - _

...

n -- .. !".•~ -

_...

- -

-"';'"'

- --

....,1 r T,: I,....

Gamba,. 10.5a :Standard Tempat Hend Kelompok 2, Tunggal,

----

,1,· ..!.'.~

r"iP!Ot:""'U~ 111m

~ i ~ •..___

s i

z

~----.--~~~-~~~--.-~

10_ 1'· ". 10_

It- ~t'" :2"" 12· g

~~--i'~-:~

;;;;;

____ :,- I,· ...---

...

~

Gambar JO.5h :Standard TempatHent; Kelompok 2, Berseberangan

J .I L=--

lto::~h.

- II.-s.1t--==_

,

10_ .., U'" 10_

..

GambaI' 10.5e : Standard Tempat Henti Kelompok 2, Sesudah Jalan Akses

____._... __ czlIZ=z:::u::rDrJII::

...

DIJ::tJ11.Jl1llTJO1llD.T1llC. r§..'!".a?~.I:'=-"'=:r.cr""llT£"== :::;

a~ I'~-

1!3 I

)1,

I

i,..,

II.

..

,

Gambol' 10.5d :Standard TempatHend Kelompok 3, Tunggal

I

I

i'~

81

I.. ~h

_____==~mmc=m=m~cm~~~~ ~tDOIlIla01trc:ar=:z;-=.;:::ar.:=nZl_ - ---.--

,. ~a "

Bt I ,

I ,)1.

,ot

-

GambaI'

to.s«

: Standard Tempat Hentl Kelompok 3, Berseberangan

J~r_, 11)1' I

~ .hfEl

I IS. "~I. I

Gambol' 10.5/ :Standard TempatH~nti Kelompok 3, Sesudah Jolon Akses

'I

t

I-

I

I-

I

-r--

!

,

-

I

Ir

!

I !

Gambar 10.5/ : Standard Tempat Hentl Kelompok 5,\I<ses

Sesudah Jalan Akses

Gombar lO.5j :Standard Tempat Hentl Kelompok 5,Tunggal Gombar 10.5; :Standard Tempat /limti Kelompok 4,

Sesudah Jalan Akses

Gombar IO.5h :StflIIdard Tempat Hentl Kelompok 4, Berseberangan

Gambar 10.5g :8tm,dard Tempat Hentl Kelompok 4, Tllllgga/

$.ooooo--lh

. .

----~="==:nz..o;Z'7ZZ'l'ZP?'?2'a;;ruadv....y4: CCf?Z?;'" W ?7'C.za:~

!t 1'. ---1u _J .

iF

t"_t :>.. 'l· 14·

----=~..L22Z?7~W~?.2:Z2ZZ..i!~.../_J::20 --I

1)" \1.. 1~..

_l~= \

~r< .-'

Ga:a:'10,5k "Wanda,d

Tempat He",1 Kelompok 5,

:nmeb"a"f'.·

-~-~B~I

:1. 11" ~ ..

93

Gombar iO.5r : Standard Tempat HentrKelon;pok 7, Sesudah Jolon Akses .

.. ~---~---

Gombar 10.5q tStandard Tem;;~t Henti Kelompok.7, Berseberangtm Gombar 10.5p :Standard Tempat Henti Kelompok 7.Tunggal

. ,"..... n·/z,arm'

Gambar 10.50 rStandard Tempat Henti Kelompok

6,

Sesudab Jo/an Akses .

J

Gambar 10.5n :Stantlard Tempat Henti Kelompok 6, Berseberangan Gambar }0.5m : Standard Temp~ Henti Kelompok 6,Tunggal

Gamhal' 10.5." :St(m<iartiTempat HentlKelompok 9, Sesudul. Ju/cm Aks s

J l l ".

I

I'~·

- - - ---~-- ~_~~__I

_l:~~~ .

G(lIIthar 10.511':Standard Tempat Hentl Kelompok 9, Berseberangan

I ,OOD

1

,1,~I.ar

_.

'I'·

frA_J

L_

I

13"

Gambar 10.5v iStandard TempatHentl Kelompok 9,Tlmggal

e,

~~ I 015_ J

Gambar 10.5u :Slam/urtl Tempat Hentl Kelompok 81Sesudah JII/an Akses

I

__ Jt-',.. $1)::.

GambaI' 10.5t :Standard Tempo! Hentl Kelompok 81Berseberangan

lC4_,\

I I

95

Standard Tempat Hentl Kelompok 10; .Sesudah Jalan.Akses Gambar 10.5aa

" Fi ptrktll un

J

. 100.

Gambar 10.5: : Standard Tempat Henti Kelompok 10; Berseberangan 1"'0.,

,

I,pi xrkorllilll ,T".p., f>On1oMtor>gonjPili'"

, I

/ /

t= 10. )lion.

/ / I

)a,n'';'

I

-J-,"u ,.rk.... I.Pfi~1II

'.h... I"..

<lit

GambaI' 10.5y : Standard Tempat Hen~i Kelompok 10, Tunggal

.v.

tNllOO'/

hpo perh, ... n

\

!IS

\

. !

96

!

Lindungan Jenis 1, Tampak Sampit g

POT. X~)(

150 90 30

.:...:;_:;--,...---...-

Lindu:an Jenis I, Tal::_~ .

C :J I

t

2~ !

. I

I

fibre Gloss

I

ALUMINIUM ..

. -

60

I ...---

FIBRE

G t,ASS I'(LAN

. :--

I I

C

i I .

-

L _

.$4. j"_' 120

r

-(

K

II II II I I I II I

97

Lindungan Jcnis 2, Tampak Depan dan Tampak Samping

240

o

30 190 240

190 190

J 1

3

fIBRE

GLASS·

IKlAN

ALUMUNIUM

50

r v

30

orn .

I

Lindungan Jenis 2. Tampak Belakang

I I

I I I I

Lindungan Jenis 2. 'Iampak Atas I~·~--~·f ~Ij--~--~'I

120 570 120

30

K

I

K

I

I r

r --- - - -- --- ---- --1

I

I

I I I I

I

I

I

!] .

~!:

j\ ';

:1

i

I

F

n

\I

'Ii·JI

tf

I

lt i

I

I

!I

r

. L,

Samping

30

Lindunga» Jenis 3, Tampnk Depan «Jan Tam

[

190 190 190

_-joo,---H ..---'---.-~-.~\,---~--

.===========1 __ ,

ALUMINIUM

, Lindungan Jenis 3, Tampak Belak

\',

Mo

' •• Lindungan Icnis 3, Tarnpak Alas

_________ 5~I.~O · .__r

I

120 120

_I

K

I

K

I

r -- - --..-- - - -.-- -- -- --- - - _.- - ~-

I I I

I

I I I I I I I

I I

L..

113

'1

99

100

! !

! .

!. t!

I I, I

I I

!.

103

Perawatan: rambu-rambu harus bersih, terpasang dengan baik, dan kebebasan pandangannya dapat dijaga (syarat 2, 3 & 5). Rambu- rambu dan lampu elektris hams dipasang secara tepat dan secara rutin dirawat.

Lokasi : alat-alat tersebut harus terletak di dalam kerueut sudut penglihatan dari pemakai jalan, dan ditempatkan sedernikian rupa agar para pengemudi mempunyai waktu yang cukup untuk memberikan reak:si terhadap pesan-pesan tersebut (syarat 2&6).

Faktor- faktor yang

utama

adalah : arah muka, tinggi, kebebasan samping peringatan pendahuluan.

Keseragaman penggunaannya : para pemakai jalan mendasarkan reaksinya terhadap rambu atas pengalaman sebelumnya terhadap rambu

tersebut.

Rambu-rambu yang standard hams digunakan, dernikian pula untuk situasi-situasi la1u lintas yang sarna harus diberikan rambu-rambu yang sarna pula setiap saat, sehingga para pemakai jalan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan pada saat mereka melihat rambu lalu lintas dan bereaksi dengan cepat berdasarkan pengalaman sebelumnya terhadap rambu-rambu tersebut (syarat no. 4 & 6).

Rambu hanya digunakan apabila benar-benar diperIukan saja; rambu-rambu yang tidak diperIukan (dipasang tidak pada tempatnya) akan mengakibatkan para pengemudi kehilangan perhatiannya atau kepercayaannya terhadap pentingnya pesan yang disampaikan oleh rambu tersebut (syarat 1 & 5). Rambu-rambu yang tidak dibutuhkan lagi hams dihapuskan.

Yang dimaksud dari keseragaman adalah :

1. bentuk, misalnya segiempat (pemberi-tahuan), segiempat pada sumbu diagonal (peringatan), bulat (wajib), segi delapan (stop).

2. warna, yang biasa digunakan adalah merah, hitam, putih, biru dan kuning.

3. dimensi (ukuran-ukuran),

4. pesan yang disampaikan, baik melalui penulisan kata-kata maupun dengan simbol (lambang).

5. jenis huruf.

6. rnetode penerangan dan pemantulannya.

7. lokasi (lihat di atas) 8. tiang dan pemas~ngannya.

Untuk menjamin keefektifannya , maka ada 4 pertimbangan yang harus dilakukan :

Disain : termasuk ukuran, bentuk, warna, 'dan kemudahan mcmbaca rambu tersebut, ditambah penerangan dan pemantulannya (syarat- syarat 3'&4 diatas).

Jika para pengemudi tidak dapat melihat informasi yang diberikan, atau tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap sarana yang diberikan, maka alat tersebut tidaklah efektif. Agar supaya alat tersebut .menjadi efektif, maka alat-alat pengendaJi lalu lintas tersebut harus :

l. Memenuhi suatu kebutuhan tertentu.

2, Dapat terlihat denganjelas.

3. Memaksakan perhatian,

4. Menyampaikan suatu maksud yang jelas dan sederhana.

5. Perintahnya dihormati dan dipatuhi secara penuh oleh para pemakai jalan.

6. Memberikan waktu yang, cukup -untuk menanggapinyalbereaksi.

ALAT PENGENDALI LALU LINTAS YANG

EFEKTIF

JENIS INFORMASI YANG· DISAMPAIKAN KEPADA PEMAKAI JALAN

Tiga jenis inforrnasi yang digunakan y.aitJ.l :

,', ._",'.~'. • I :;'.::,! -'r_, _ .)'

.t~.-:._, _ '

1. Yang' bersifat peri

~t.ih

dan

huaJlgaq.·

yang harus dipahihi' '. _;" . . , . 2. Peringatan terhadap suatu bahaya

3. .Petunjuk, berupa arah, identifikasi tempat, fasilitas-fasilitas. . .,' "',,

S

ebagai alat untuk mengendalikan lalu lintas, khususnya untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran pada sistim jalan maka marka dan rambu lalu Iintas merupakan obyek fisik yang dapat menyampaikan informasi (perintah, peringatan, dan petunjuk) kepada pemakai jalan serta dapat mempengaruhinya penggunaan jalan.

XI. RAMBU DAN MARKA LALU LINTAS

,

\

uI'

,

ii

; , :11

II

I;

!I

li

I:Ii I!

: ii It III!

I,

:!i

I'

"

ii

i~ .11·\1i!.

n

Ii

[

p

j; \1,.

\.

I

.n

I';

'il

11 u

:I' l l

I

I.

i

r

, '1\

I'I .,

I', II

:Hj:

,',I

!I .

,ji

II

I ""

11 Oil

,.

il

,.

I ~~

:

I:

-.~\

.

il

I:

ii'I

, 1I

·11 !i

rr "

I

Ii ,I!

,

L .iI

I! ;i

\:

:11'il .1

j; !i'I

I, ii

" "

I:

,."II

!: il

,

i

'ii

,.

"

"

q

\,

I

'III

'I

Ii

;1l\

j,u

II

jl

[!

H :li

j: :I

, ij

Ii

I!

.j

r I.

I'

ii

\\

! I,

Ii Ii

!

Ii

ji .!\oil11II

r-

·n

li

I:

,Ii!

\'

,lI

!I

[I

!~ il

.1l\

Ii

I,II

i: Ii

.

,

I: i,\

1

i:

I;

II

j', .11

Ii

1Iii

II

I'

jj

I~

il

Ii .H

E !I

Ii p

\.

~i

I,

II "Ii

,

ji \I

:

I,

!I

1'1i,

II

I I:;!

I:

Ii

II .

Contoh ralllll.ula,.<illgal1

I . :

I

Gombar J}, 2 .'

2, Rambu Larangan, qigunaknn untuk menyatakan ~~bllatan yang

l

dilarang .dilakukan

oleh pemakai jalan yang ditempatkan scdekat mungkin dengan titik larangan dimulai, Rambu Iarangan dapat juga dilenglflapi dengan papan tambahan , warna dasar I rambu larangan mempunyai warn a pntih ber~uIiSkal\.hitam atau merah. Bentuk rambu larangan terdiri dari segl .delapan sarna sis!, segi liga

\58ma

sis; larangan

silang dengan ujung-ujung

I

yang mncing dan

Hngkaran,

Gombar J},} .'Con/oil 1'(111 buperingatan

••

~

..•

~ ..~

..•

. . ·1' . ..

...

I

I .

pemakai jalan dan tldak ",~uai dengan kcadaan biasa.Rambu peringatan dppat dlulangi dengan ketenuian jarak antara rambu dengan awal bagian jalan yang berbahay,a dinyatakan dengan papan tambahan. Waipa .dasar :rambu peringatan

benvarna

kuning dengan lambang atau tulisan berwarna hi'am .. Bentuk .rambu peringatan adalah bujursangkar dan empat persegi panjang,

I

J

I

I

1

1, Rambu Pcringatan, Digunakan untuk membcri peringatan kemungkinan .ada bahaya atau tempat berbahaya .bagian jalan di depannya, Rambu pcringnlan .ditempalkan sckurang·kurangnya pada 50 meter alau pada jarak tcrtentll scbelum tempat bahaya 'deugan mempcrhatikan kondisi lalll tinlas , cuaca dan keadaan jalan yang disebabkan. oleh faktor gcografis, geoilletris, pcr.nukaan jalan, dan kccepalan .rcncana jalan, rambu peringatan dapnt dilengkapi dengan papan tambahan, Jarak nntara rambll dan pennulaan bagian jalnn yang berbaluiya tcrscblll tidak dnpat diduga olch Fungsi dim Bcntuk SCI'ta Warna Rambu