Latar belakang utama pcrumusan Jaringan lintas adalah pendekatan ckonomis disamping pendekatan sosial budaya dat\ pendekatan keperintisan. Dalam pendekatan
I
ekonomis ini demand yang kecil dilayani dengan jalan kelas yang rendah dan demand yang Ibcsaf dengan jalan kclas yang tinggi.I
Pendekatan lain yang digunakan untuk melengkapi pcndckatan ekonomts adalah pendekatan tingkat keterhu?u~gan dan
aksesibilitas,
I
Atas dasar pendekatan ekonomis
bari
perk;raanarus barang dalam perumusan jrtringan lintas, maka jaringan dapat dikelornpokkan alas:
a. Jaringan Iintas peti kemas
I .
b. Jaringan lintas untuk mobil barangberat c. Jaringan lintas untuk mobilbtng «dang
I
iI
I
i i158
Pusat peJayanan angkutan barang akan menjadi pusat pembangkit lalu Iintas, Jenis dan besaran pusat pclayanan angkutan barang akan mempengaruhi jenis moda angkutan barang yang digunakan. Bcrkaitan deugan klasifikai jalan maka moda yang diizinkan mclalui jalan
tersebut sesuai dcngan kelas jalannya, Lokasl Pusat Pelayanan Angkutan Barang a. Pelayanan pemindahan barang langsung
dari satu kendaraan kc kendaraan lain.
b. Pelayanan pemindahan barang dan pelayanan pergudangan dengan pembong- karan barang langsung ke gudang, kemudian dari gudang masuk kembali ke kcndaraan barang lainnya.
c. Pelayan pcmindahan barang, pergudangan dan konsolidasi pelayanan dengan barang dari bcrbagai asal pengiriman digudangkan lebih dahulu untuk kemudian diatur ke dalam pengemasan yang sesuai dengan ukuran dan kapasitas kcndaraan.
Pcrpindahan barang antara kcndaraan yang satu dengan kendaraan lainnya dapat dilakukan dengan cara :
Dalam pusat pelayanan kegiatan angkutan dapat juga dilcngkapi dengan fasilitas penunjang
lainnya sepcrti : akomodasi untuk istirahat pcngemudi, bcngkel, SPBU (pompa bahan bakar).
• Kegiatan parkir kendaraan barang
• pemindahan barang antar kendaraan barang,
• pergudangan,
• konsolidasi pengiriman barang,
• penjualan barang (groslr)
• pengcpakan barang
• pcngolahan barang
Pusat kegiatan angkutan barang bervariasi dari petayanan tunggal sampai pelayanan majemuk, dari ukuran kecit sampai ukuran besar. Bentuk pelayanan yang ada dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Pusat Pelayan Angkutan Barang Fungsi Dan Peranan Slmpul
Untuk merumuskan jaringan tersebut jaringan dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas yang mengarahkan pemakai jalan serta diterbitkan buku jalan yang akan menjadi pegangan pengcmudi.
d. Jaringan lintas untuk mobil barang ringan,
:{ iI
1--
.! -
·I- i
1 -
I
'i'
I _
I
! J
I
1
I I
! I i , iI
: ! , i - I
· i - , i
· I I
·1'
"1
I.
Ii:
ii'
J
·1
I
·1 .1
..
1I 1 :
• I·,-
:j
~ i I .1 '
I·
, I I
l
I I· I
· i'
l
I
·~.
i
l
I I I- I
l
I-I:
I
!
· I'
I I
i:
! 4,
, Ii, I
,
. I.,I
: I
,
,
I-
i I:
I I
[
TERMINAL I
srxsrun
BUSI
Simpul-simpul yang tcrdapat
I
mda rute-rute bis terdiri dari pemberhcntian his (haltc/sheltcr), di mana Iokasinya akau sangat ditc itukan oleh daerah- daerah jangkauan orang bcijala 1kaki, dan stasiun bis dimana simpul-sirnpul untuk sejumlah rutc yang berbeda terlctak pad.a sail! titik jyang sama. .suatu jaringan transportasi bis yang b nk di suatu daerah pcrkotaan mcrupakan jaringan dimana pcnyebaran dad simpul-simpulnya adalahl sedcmikian rupa schingga seluruh bagian-bagian dacrah kota berada dalam jangkauan jarak bCljalalllkaki 1111111k menuju kc suatu simpul bis. Bcrtentangan dcngan yang disebut di atas, adalah kCny~tann bahwa .suatu tingkat pelayanan yang tinggi. (baik) mungkiu tidaklah ckonomis (tidak lllCrllgUntungkan) jika dipandaug dari sudut pengusr ha bis (operator), karena tidak semua rule his allan mcmb.angkltkan tingkat pcrmintaan yang cukup tinggi . agar layak sccara ekonomis. apabila ingkat pemilikan kendaraannya tinggi, biasanya Imcmilild .fasilitas pelayanan bis yang kurang baikDi pusat-pusat kola dimana sangat
I
sulit tcmpat parkir kendaraan dan kcpadatanl tata guna lahannya saugat tinggi, dcngan scndirinya jumlah pcmberhentian bisnya juea bl~nynk,. scdcmikian banyaknya sehingga jangkauan ~al'flk berjalan kakiyang memadai tidak lagi mcnjadi suatu faktor untuk menentukan pcnempatannya (Io~asillya)., Melaiukan pemberhentian-pcmberhcntian bfs ccndcrung untuk dltempatkan di dckat tala ~una lahan yang membangldtkan alau . mcnarik scjumlah besar pCljalanan, sepcrti rilisalnya di dCkat stasiun bawah tanah, setasiun kcrcta api, pusa~-Pllsat pcrbcla1~aan utama dan pusat-pll~l pcrkantorr'
TF.MPAT PERGANTIAN M1J~TI MOnA
Seperli dikctahui bahwa stbsiun kcrcta api mcntpakan pcmbangkit pc~jal:anan yang cukup bcrarli unluk angkutnn bis. Alas;:ltlilya adalah karcna kercta alli merupalmn sarana tang paling efisicn untuk mengangkul para pcmunpanB ulang alik dcngan volume yang besar antaf'a dacrah pinggiran kola dimnna orang-orang banyalc bcrtelilpal tinggal dengan pusat-pllsat kota dilllana orang-orang tersebut bekcl:ja. Pergcraknlll~ya dilalmlmn di
I
II
I i I
I
160 GambaI'15.J4. Daerah tal1gkapanpe/ayaiwn angkutan
Will/III.
Pcncmpatan tempat pcrhcntian angkutan
umum
dipcngamhi olch konsentrasi penumpang, jarak bctjalan yang wajar bagi pejalan kaki, jarak antara tempat perhentian berkisar antara 400 sampai 600 meter dipusat kola dan anta 1000 sampai 1500meter didaerah pinggiran kota dengan demikian mcmbentuk kawasan yang terlayanl dcngan angkutan umum seperti yang
tcrlihat dalam gambar berikut ini :
"'.
,
l ,-./~./f":./"'" -/~/1,~~
fff/ / -.j., ! '. j.
~\.-4':./>:rIj' ';1\1 f~' -
v:
\Wf1:(-,~ 'L
h ~ ~'")} ~,.C5~~~-' -. ",\%>~~)"~~~?~
.'
'~'
-, \~(~ ':,~ i ",~. ~"\
_~/~~2J
~~(I\~"~ 'd~~l\
,(.'-,t~.~\_{
I ,._J~\\ ~.~.,
....~~,
',W'r~((/':"-·----~.
1~l-'
1
f./il '__ . Zl._. ~ '. __ ' . '_'-, l
,~~...., . /~,.
,
I IAreBV.lII._,llilajlllfli .-.-~.-o",:o /_/~-vJ~. '
... -"','..:1 '-
r.!
~~A'Uy.!lngtit.Jalt,(1iI5Vani _~ ~f.llm ../-~ "'L,..,J
Tempat perhentlan
TRANSFER PENUMPANG
Scmua perjalanan melibatkan asal dan tnjuan, dan banyak pcrjalanan melibatkan pergantian dad satu moda kc moda yang lainnya; ini dikcnal sebagai berganti moda (intcrrnodal transfer). Untuk pengelolaan armada transportasi, titik-titik asal dan tujuan dari perjalanan scring terjadi di terminal.
Titik asal, titik tujuan dan terminal dikenal sebagai simpul-simpul (nodes) transportasi. Jalur-jalur komunikasi hams sclalu dapat menghubungkan simpul-simpul transportasi yang berupa titik asal, titik tujuan, pergantian antar moda, simpul pcrgantian satu jenis moda dan simpul- simpul pcrsinggahan. Oleh karena itu suatu jaringan transportasi tcrdiri dari jalur-jalur komunikasi dan simpul-simpul transportasi, pcmbahasan yang diklakukan mengenai simpul-simpul dan konsep dari suatu daerah tangkapan (catchment area) atau daerah pcndukung sekitarnya (hinterland).
SIMPUL TRANSPORTASI
Pengembangan suatu daerah pinggir kota untuk kawasan pemukiman oleh karena itu harus dirancang untuk bertumpu pada sistem angkutan massal. Karena bila angkutan umum massal dimattfaatkan untuk pengemhangan daerah pemukiman barn maka dapat diharapkan masyarakat yang tinggal elidaerah tersebut Pada saat ini pengembangan pembangunan kawasan pemukiman yang dilakukan di pinggir kota bertumpu pada jaringan jalan raya yang ada. Semakin luas pembangunan kawasan pemukiman pada suatukoridor inaka semakin padat arus lalu lintas yang menggunakan koridor jalan raya tersebut, karena umumnya masyarakat yang bersangkutan berupaya unmk menyediakan angkutan sendiri ataupun menggunakan angkutan nmumyang melayani daerah tersebut, hal ini mengakibatkan semakin sulit bagi peulang alik untuk pergi danpulang daritempat kerja. Keadaan ini akan semakin .parah tanpa pengembangan suatu sistem angkutan massal, karena kemacetan Ialu lintas kan
semakin~. .
c.. Rancang bangun sistem transportasl dari rumah ke tempat kerja
Gambar 15.15. Pengembangan sentra-sentra kegiatan di sekitar koridor ongkutan massal
.. :;Other Ter"ln ..1SlOlLlvll.
@ :\,t Gr.d. t.r •• "nJ
o ;
1.y Tc-r.lnel·bennanfaat bagi penumpang angkutanumum yang akan belbelanja maupun bagi pemilik toko. Oleh karena itu pengembangan terminal merupakan upaya maksirnal dalamefisiensi penggunaan laban.
Pada kedua UjWlg terminal dikembangkan terminal terpadu, dimana berbagai moda angkutan diintcgrasikan terutama dipusat kota, oleh karena itu kegiatan perpindahan penumpang akan menjadi sangat sibuk pada tempat tcrsebut, oleh karena akan menjadi sangat sesuai untuk dikembangkan mcnjadi daerah kegiatan komersil dan niaga. Daerah ini sangat b. Pengembangan terminal terpadu pada ujung
korldor utama
Pengembangan lahan disekitar koridor studi dapat dipusatkan ke inti daerah yang potensial untuk dikembangkan sebagai terminal angkutan. Oleh karena itu konsentrasi investasi dapat dilakukan pada inti daerah yang dikembangkan itu. Dengan demikian maka pusat-pusat pengcmbangan akan tersebar disekitar koridor utama seperti terlihat dalam gambar 15.15.
dimana satu diantara setiap 3 ataa 4 terminal dikembangkan menjadi terminal kunci, diterminal ini dilakukan integrasi angkutan pengumpan bis,
Secara wnum simpul jaringan transportasi yang utama dapat dikembangkan mcnjadi inti pengembangan daerah regional, dalam hal ini sctiap titik perpotongan rute angkutan dengan koridor angkutan utamanya menjadi pusat pengembangan yang penting.
a. Hlrarki Pengembangan terminal
Pengcmbangan lahan secara intensip di kedua sisi koridor utama dikembangkan atas dasar konsep pengembangan berikut :
Perlu dieatat bahwa tempat pergantian antar moda melayani berbagai moda-moda potensial yang berbeda dan mengkombinasikan moda-moda tersebut guna menghasilkan suatu jaringan yang efisiensinya lebih tinggi dibandingkan dengan apa yang bisa dicapai jika hanya dengan kereta api saja atau hanya dengan angkutan bis saja.
sepat\iang jalur-jalur koridor transportasi dengan hubungan bis yang baik (dan kemungkinan juga dengan kendaraan-kendaraan pribadi) ke daerah- daerah pcndukung setasiun-setasiun kereta api yang berlokasi pada jalur tersebut. Oleh karena itu setasiun- setasiun kereta api kemudian menjadi tempat perpindahan multi moda (multi modal interchanges).
:[
. I' I'I·
i : i -
: I!
, I:
: II··
: i.
: I i:
.
,.
, ji.
162
I
I
I
r [Pengcmbangan dilakukan di sekitar koridor utatll.3, dimana penduduk mempunyai akses langsnng mcnuju koridor,untuk ituPCflu disediakan ·tc1111).;1t
perhentian (station spacing) ~ngkutan massa yang melayani koridor tersebut P<ldajarak yang relatip pendek, antara 5.00sarnpai
soo
meter, olch karena itu kegiatan pendukung tidak dapat disediakandengan baik di sini,
I .
Dari ketiga cam pengembangan
Yi
ng disebutkan di atas ruaka cam yang paling baik ~mtuk diterapkan di Indonesia adalah kombinasi dari ~etiga sistem tersebut halini terutama karena karakteli~tik masyarakat yang enggan untuk melakukan perpindahan alat angkut, enggan untuk berjalan kaki karef' cuaca yangrelatip panas serta berbagai faktor lainnyr '. .. I
I
I Pcngcmbangan mcnycbar
•
I
I
[
Hirarki Pcngcmbangan
I
. I..
hrPcngembangan dacrah denw,n earn1111sepenu lYa tergantung kepada angkutan massal. Kawasan pemukiman dihubungkan
I
dengan jaringan pengumpan ke suatu sister angkutan massal, Kawasan pemukiman . rti ini biasanya dilengkapi dengan fasilitas eperluan rnasyarakat sepertl ternpat belanja, rekr si, sekolah, kesehatan danlain scbagainya.•
Gombar15.16. Ststem pengembangon wilayah dengan mengkaitkannya dengan angkutan
UIIIUIII.
Dispersed Development
Pengcmbangan daerah disini dilakukan secara tcrisolasi, masing-masing daerah yang dikcmbangkan kemudian dihubungkan ke kota induk. Penghuni derah ini sepenuhnya tergantung kepada angkutan umum bis ataupun angkutan pribadi.
• Pengcmbangan terlsolasl
Gambar 15.16. menunjukkan beberapa earnyang dapat .dilakukan untuk mcrancang daerah pemukiman yang dipinggiran kota yang dihubungkan dengan sistem angkutan massal, yaitu :
akan lebih senang untuk menggunakan angkutan massal yang ada dari pada mcnggunakan angkutan pribadi.
3. Kelompok Diklat Ketemmpilan yang selanjutnya disebut dengan Kelompok Keterampilan
2. Kelompok Diklat Penyegaran yang selanjutnya disebut dengan Kelompok Penyegaran . 1. Kelompok Diklat Orientasi yang selanjutnya disebut.
dengan Kelompok Orientasi.
Kelompok Diklat pada dasamya dibagi atas 4 (empat) kelompok, yaitu :
DEFINISI KELOMPOK DIKLA T 1. Sistem Jaringan Transportasi Jalan.
2. Sistem Jaringan Jalan.
3. Sistem ArusIManajemen Lalu Lintas.
4. Sistem Moda Angkutan.
5. Sistem Perlengkapan Fasilitas Pendukung Jalan, 6. Sistem Parkir.
7. Sistem Terminal.
8. Sistem Dampak Lingkungan danKeselamatan.
9. Sistem Pengujian Kendaraan,
d. Menciptakan aparat yang memiliki kemampuan teknisdalam penataan Lalu Lintas Angkutan Jalan, yang meliputi :
5. Mewujudkan disiplin nasional serta pemerintahan yang bersih danberwibawa.
4. Menciptakan kebijaksanaan yang berdaya guna dan berhasil gW18.
3. Meningkatkan kualitas danproduktivitas kerja.
2. Mengembangkan kreativitas dan meningkatkan dinamika pembangunan.
1. Mengatasi masalah, harnbatan dantantangan, c. Menciptakan aparat yang tangguh, tanggap, dapat
membina dan mengembangkan diri untuk sesama aparat, serta berkemampuan :
b. Menyiapkan tenaga-tenaga ahli,terampil, cakap dan bermutu, yang berkemampuan untuk melaksanakan Lima Citra Manusia Perhubungan.
5. Berbudi pekerti yang luhur dan berkepribadian yang kuat dan berilmu pengetahuan.
4. Dapat membanggakan/menyuburkan sikap demokratis.
3. Mempunyai kesadaran kebangsaan yang tinggi.
2. Dapat memelihara hubungan yang baik antara scsama manusia dan Iingkungan.
1. Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
a. Membentuk manusia yang :
Pendidikan dan Latihan Penataran Teknis Fungsional mempunyai tujuan :
Pendidikan dan Latihan Penataran Teknis Fungsional bidang LLAJ selanjutnya disingkat Diklat Penataran Teknis Fungsional mempunyai sasaran untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli dan terampil di sub sektor Perhubungan Darat yang dapat menunjang penyediaan jasa Perhubungan Darat sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Menteri.
Tujuan Pelatihan
D
alam usaha mempersiapkan serta meningkatkan kemampuan tenaga kerja (kruyawan) di lingkungan Perhubungan Darat khUSUSny8bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan yang cakap, terampil, ahli serta dengan pola poor yang sama dalam melaksanakan tugas-mgas pokok yang lebih baik, perlu adanya pendidikan dan latihan secara terarah dan berkesinambungan dibidang lalu lintas angkutan jalan.Untuk itu Pusdildat Perhubungan Darat telah merumuskan Pola Diklat Penataran/Teknis Fungsional pada bidangLalu Lintas dan Angkutan Jalan.
XVI .. PENDIDIKAN DAN LATIHAN DIBIDANG
LALU.LINTAS ANGKUTAN JALAN
\i
Ii
: ·:1Ii t
:
I
Ii
I!
Ii
.:1'!I",!:
ji 'ilII
:
" ,I ~
Ii
:I!
ff: .. :11 '\
,,I'I::
;!I
r:I) i\ ~
!i
I'I.
I t
I,
:j1
I' ~!
I
Ii
"I'
II I
,I'
'Ii
,II1\ ";11\ :
11 I.
,
,.
11
f~
Ii
i
ll "
: iii:
j! ~!
~,
~i;:
'!\ .'
I',
'(I
.
!'" H
il ~
i
I,n ~t- ~I
Ii: 'Iiii rt-
" 'Ii I:
!
.11 f
H
r
j
II
, ~
! ~
i !
I il
I· rRI
IL :,\
"ji II ':1
Ii
i !II,: ~
jj ~
:li
I i~
\1, Ii
r
!I r
: r: 11
ii .Ii
, Ii u
,
I;
,:
."1\!\!:
'Ii
;
\1
'I
f!
ii
1!i oj]::
Ii
ii
Ii 'I
ii
·!I·H'\11i 'I
,
1'1 : il
\1, ~
.
!I,
,II: il
1I :j,
II oil >:
\i
1I .,
Ii
i
Ii
,
::1~I:,1 i !: !lII
I. .11
"I:
Ii
11i
Ii
ji '\\:;1Ii, !iI,
,'I il
I; II
, '.iII
,
ijH, :;
:~:i\
.:1
Ii
ilII
: ·d :
.. ·ji
I,
'!l
!:
,.
:ii:
:/i
I,;
·1\
I'i
.Mengingat sifat dik1at ini hanya isebagai penyegaran
dan bersifat insidentll, maka UIllukI diklat ini tidak diberijcnjang secara khusus scperti'diktat lainnya.
. 1:
I
164 I
\ .
Z. Diktat Pcnycgllran.
yang terampil dalam menangani berbagal bldang tugas
LLAJ.
I·
. Tujwumya
I· .
Lulusan Diklat keterampilan ini
=
dapat lebihterampil dalam melaksanakan tlgasnya disalab satu .kelompok bidang studi tertentu •. .'
4. Kelompek Keahllan .\ .
Kelompok Diklat Keahlian merupakan diklat-diklat puncak dari pada diklat-dlklat sebelumnya. Diktat ini merupakan bcntuk .pelatihan
':tntuk
menghasilkan Iulusan yang mampu menganalisis masalah di bidangLLAJ. \: .
T'
I
. uJllannya' :.
I .,:
Setclah selesai mengikuti pclatihan Lulusan diklat inl diharapkan akan mempunyai kemampuan anal isis di
bidang LLAJ.
I
I
JENJANGDIKLAT;
I
Penjenjangan yang dimaksudkan adalah semacam tingkatan dlklat yang terdapat :dan berlaku untuk seluruh KelompokDiklat seperti tfrscbut di atas, yang
w~ri~: .
1. DiklatOrientasl.•
i .
DiktatOrienta'; diOOW kedalam 2Jnjang, yaitu: . a. DlkJat Orientasi tingkatI.
I· . ·
I
Adalah Diktat Oricntasl yang ~iperunt\\kkan bagi Pegawai Negeri Sipil golongan
J
dan II.I .
b. Diklat Orientasi Tingkat II. ,.
Adalah Diklat Oricntasi y~ng diperuntukkan pegawai Negcri Sipil golonganIIII.
Kelompok Dlklat KetcrampiJan adalah suatu benluk petatihan yang diharapkan akan menghasilkan Iulllsan 3. Kclom).ok Kctcrnml.ilan
Tujuannya untuk menyegarkan kembali para pegawai Perhubungan Daral. mcngeruli penget.1huan transportasi darat scrta m~nyatukan PCr8CI.si dengan adanya perkembangan kebijaksanaan di lingkungan Perhubungan Daral.
TujuRnl)ya
Selain itu diklat ini juga dapat diselenggarakan pada suatu kondisi tertentu dimana terjadi suatu kebjjakan bam yang sangat mendasar.
Kelompok Diklat Pcnycgaran adalah diklat bagi pegawai-pegawai dilingkungan Perhubungan Darat yang pernah mcngikuti salah satukelompok pendidikan dan latihan lain di bidang LLAJ dalam bidang stndi .tcrtentu yang tclah dilaksanakan oleh Pusdiklat Perhubungan Darat, dengan waktu minimal 2 tahun setelah mengikuti diklat.
2. Kelompok Penyegaran.
Lulusan Diktat ini diharapkan dapat secara umum mengenal Lalu Limas dan angkutan jalan sebagai bekal melaksanakan tegas-tugas yang akandihadapi.
Tujuannya
Kelompok Diklat Orientasi adalah diklat dasar lalu lintas dan angkutan jalan yang bersifat teknis bagi pegawai/calon pegawai atau akan ditugaskan pada sub sektor Pcrhubungan Darat, Pada Diklat Ini akan diberikan pandangan mengenai pengetahuan yang sifatnya umum eli bidang LLAJ sebagai bekal dasar untuk menialankan tugas dilingkungan Pcrhubungan Daral.
Materi dikJat hanya berupa pengenalan ilmu-ilmu mengenai transportasi darat baik prasarana, sarana maupun latu lintasnya, demikian juga dengan peraturan-pcraturan dan Undang-undang mengenai LLAl
1. KelomltOk Ortentasl
4. Kelompok Diklat Keahlian yang sclanjutnya disebut dengan Kelompok Kcahlian
Dalam .
hal
seseorang ingin mengikuti pendidikan jenjang yang lebih tinggi namun jenjang diktat yang pernah diikuti terakhir sudah melebihi minimal 2 tahun, maka pegawai tersebut dapat mengikuti Diklat Penyegaran.Dari diktat orientasi tingkat I,meIanjutkan ke diktat keterampilan tingkat I bidang studi rekayasa lalu lintas, kemudian kejenjang keterampilan tingkat II untuk bidang studi yang sarna. Selanjutnya dapat mengikuti . pada jenjang yang lebih tinggi yaitu kedalam diklat keahlian tingkat I bidang studirekayasa lalu lintas, bam kemudian dapat mengikuti pendidikan puncak, diktat keah1ian tingkat II bidang studi rekayasa lalu lintas,
Sebagai contoh Pegawai yang ingin mengikuti pendidikan keterampilan tingkat IIuntuk bidang studi perencanaan angkutan, wajib mengikuti dikJat keterampilan tingkat Ipada bidang studi yang sama, yaitu bidang studi perencanaan angkutan juga.
Demikian juga misalnya seseorang yang meniti pendidikan dati keIompok diktat orientasi tingkat I ingin mengikuti pendidikan puncak, yaitu diklat keah1ian tingkat II untuk suatu bidang studi perekayasaanlrekayasa lalu lintas, makajenjang yang hamsdiikutiadalah sebagai berikut :
Dalam mengikuti jenjang pendidikan tehnis fungsional di bidang lalu lintas angkutan jalan setiap Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Perhnbungan Darat dan Dinas LLAJ, dalam mengikuti pendidikan dan latihan di Pusdiklat Perhubungan Darnt dimulai dari Diktat Orientasi Tingkat I atau Diktat Orientasi Tingkat II, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan (lihat daftar persyaratan peserta). ..
Dalam mengikuti jenjang pendidikan tehnis fungsional di bidang Ialu lintas angkutan jalan Ini, peningkatan jenjang berlaku untuk bidang studi yang sarna.
AIur Pendidikan dan Latihan TetUus Fungsional Bidang LLAJ disusun menurut pengelompokan bidang studi dan jenjang yang terbagi dalam beberapa kelas kemampuan sepertiteIahdiuraikandi atas.
ALURDIKLAT
Bidang-bidang studi tersebnt dibagi untuk' kelompok dik1at keterampilan dan keah1ian serta penyegaran.
Tidak demikian haInya dengan ..kelompok diktat orientasi,sebab pada diktat· ini justru diberikan pengetahuan lalu lintas angkutan jalan yang bersifat umum.
4. Kelompok Bidang Studi Rekayasa Kendaraan Bermotor. (Vehicle Engineering disingkat VE. ) 3. Kelompok Bidang Studi Angkutan Umum. (Public
Transport disingkat PT.)
2. Kelompok Bidang Studi Rekayasa Lalu Lintas.
(Traffic Engineering disingkat TE.)
1. Kelompok Bidang Studi Perencanaan Transportasi.
(Transport Planning disingkat TP.)
Untuk lebih menyederhanakan bidang-bidang yang akan dikaji, makapcngetahuan LaIu Lintas Angkutan Jalan yang sangat bervariasi tersebut diperinci kedalam bidang
I
kelompok studi yang lebih kecil, seperti berikut ini :KEWMPOK BIDANG STUDI
Adalah Diktat Keahlian yang diperuntukkan pegawai Negeri Sipil golongan IIIdan IV yang telah mengikuti DikJat Keahlian Tingkat I.
b Diktat Kcahlian tingkat II.
Adalah Diktat Keahlian yang diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil golongan IiIdan IV yang telah mengikuti Dik1at Keterampilan Tingkat II atau DikJat Orientasi Tingkat II.
a. Diktat Keahlian tingkat I.
Diktat Keahlian dibagi kedalam 2 jenjang,yaitu : 4 Diklat :Keahlian.
Adalah Diktat Keterampilan yang diperuntukkan bagi pegawai Negeri Sipil golongan Ill yang telah mengikuti Diklat Orientasi Tingkat II atau yang telah mengikuti Diklat Keterampilan Tingkat I.
b. Dik1at Keterampilan Tingkat II.
Adalah Diktat Keterampilan yang diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil golongan I dan II serta telah mengikuti Dik1at Orientasi Tingkat I.
a. Dik1at Keterampilan tingkat I.
Diklat Keterampilan dibagi kedalam 2jenjang, yaitu 3. Dlklat Keterampilan.
j'
; i
· iI'
· I:
· I, i,
fI·
L
166
.. .. I
:NAMAIJ~Nr$
blKLAT
1 .• ··· \ •·>:L :\:
NO KELOMPOK DIKLAT JEN" KeLOMrOK BibANGSTUDI
JANel'
',:' ...---.-...-..,....,. "',',..,..,.,. ,',:
...': •• ' :.:::... .. .• ··:· •.••• 1t.
"...
:....)/.
ORIENTASI U M U M 1. PEMBINAAN LLA~TINGKAT I
2. PEMBINAAN LLAJ TINGKATII
I .
KETERAMPILAN PERENCANAAN ANGKUTAN 3. SURVAI DAN iEHNIK OASAR
PEt-/GUMPULAN DATA PEREN- CANAAN ANGKUTAN
4. OASAR OASARI PERENCANAAN ANGKUTAN
5. ANGKUTAN PER~OTAAN
KEAHLIAN 6, TEHNIK TARIP
I
ANGKUTAN PE-NUMPANG DAN BARANG
7. PERENCANAAN IANOKUTAN LAN-
JUTAN .
8, APLII<ASI I<OMf'UTER PEREN- CANAAN ANGKUTAN
9, MANAJEMEN tNGKUTAN PE·
NUMPANG
:
10. MANAJEMEN ANt,KUTAN WISATA 11. PERENCANAAN iNGKUTAN TER-
PADU
, i
.I
12. MANAJEMEN ANGKUTAN BARANG DAN PENUMPANG
13. MANAJEMEN TEbMINAL BARANG I DAN PETI KEMASi
14. PERENCANAAN
I
JARINGANTRANSPORTASlioTA·. • I 15. PERENCANAAN J('.RINGAN JALAN 16. PERENCANAAN JARINGAN TRA·
YEK
17. PERENCANAAN JfRINGAN LlNTAS I I
L I
Tabel 16.1. Jenis Qiklat
JENIS DIKLAT
I
.
I
IJenis-jenis diklat yang adapada pola diklat teknis fungsional bidang lalu Iintas dan angkutan jalap adalah sebagaimana
tercantumpadatabel 16.1. Jenis Diklat. .
i .
. I .
I
KElERANGAN : AlCS = AREA TRAFFIC CONTROL SYSTEM ;; DAERAH PENGENDALIAN LALU LlNTAS DENGAN LAMPU PENGATUR LALU LlNTAS.
33. KEBIJAKSANAAN PENINDAKAN HUKUM KESELAMATAN JALAN 34. SISTIM INFORMASI MANAJEMEN
REKAYASA LALU LlNTAS
32. ANALISIS KECELAKAAN LALU LlNTAS
30. APLIKASI KOMPUTER REKAYASA LALU LlNTAS
31. PENGATURAN LALU LlNTAS KOTA 29. KESELAMATAN LALU LINTAS
JALAN
28. MANAJEMEN LALU LlNTAS 27. DASAR REKAYASA LALU LlNTAS 26. TEHNIK DESIGN FASILITAS PARKIR 25. TEHNIK PENANGGULANGAN
KECELAKAAN
21. OPERATOR UNIT PENIMBANGAN
22.OPERATOR TRAFFIC LIGHT 23. OPERATOR AlCS
24. TEHNIK PERAMBUAN DAN MARKA JALAN
19. SISTIM INFORMASI MANAJEMEN PERENCAAN ANGKUTAN
20. SURVAI DAN TEHNIK DASAR PENGUMPULAN DATA LALU LlNTAS ANGKUTAN JALAN
16. PERENCANAAN JARINGAN TRANS- PORTASI JALAN
REKAYASA LALU LlNTAS
KEAHLIAN KETERAMPILAN
NO . KElOMPOKDIKLA't. ...
. - jANG--
JEj\J· .•.,KEt6M~6k~iBAN.G.$toDr•• ,',-,----,-,-.-.-,-.'-,--
ISIPLIN KON-
36.PENINGKATAND'~'PLIN CAlON
PENGEMUDI I
37. SURVEY DAN ~EHNIK CASAR PENGUMPULAN D.tIATA ANGKUTAN UMUM
38.PENGAWASAN TE~MINAL 39. PENINGKATAN D~.SIPLIN
MUDI·
I
40. PENGAWAS TEKNlf LAPANGAN 41. PERAWATAN ARM1DA
: ::::A::R::::1:~ TERMINAL
UMUM I
44. MANEJEMEN DAN IpENGOPERASIAN ANGKUTAN UMUM
I
45. PERENCANAAN pAN PENGEN- CAllAN ANGKUTAN UMUM
46, APLIKASI KOMPJER ANGKUTAN
UMUM
I
47. MANEJEMEN tpENGOPERASIAN
DEPO
I
48. TINDAKAN-TINDAKAN PRIORITAS ANGKUTAN UMUM
I
49, MANAJEMEN BARANG BERBAHAYA DAN KHUSUS I
50, SISTIM INFORMAbl MANAJEMEN
ANGKUTAN UM~
I _
168
KEAHLIAN KETERAMPILAN
-, .:.:-:':.:.;.:.:.::.;:.;.:...-.'.
·.·JE;N~•.•.·:K~t;qMp:¢K:~IPJ\~9:$TI):Pi"f{NiIl,MA.tJENI.6DI
};t>.Nl:r ...'
t:.: : .:.' .. ':'::.'.ANGKUTAN UMUM
63. SISTIM INFORMASI MANAJEMEN REKAYASA KENDARAAN
62.PENEGAKAN PERATURAN BERAT DAN DIMENSI KENDARAAN BERMOTOR
60.PENINGKATAN KEMAMPUAN PE·
NGUJI KENDARAAN BERMOTOR 61.INSTRUKTUR PENGUJIAN KEN-
DARAAN BERMOTOR
59. PENYIDIKPEGAWAI NEGERI SIPIL 58.TEKNIK PENENTUAN KELAIKAN 56. PENGUJIAN KENDARAAN BER·
MOTOR
57. APLIKASI KOMPUTER REKAYASA KENDARAAN BERMOTOR
51. TEKNIK PERAWATAN KENDARA- AN
52. TEKNIK KAROSERI KENDARAAN BERMOTOR
53. PENGENALAN PERALATAN PKB 54. TEKNI K KENDARAAN BERMOTOR 55.PEMBANTU PENGUJI KENDARAAN
BERMOTOR TEHNIK KENDARAAN
BERMOTOR
KEAHLIAN KETERAMPILAN