• Tidak ada hasil yang ditemukan

• jalan arteri padajaringan jaJan primer ada pada Menteri P.U atau dilimpahkan kepada Pemda Tk.I atau kepada Badan Usaha Milik Negara Jalan Tol

• jalan kolektor pada jaringan jalan primer ada pada Menteri P.U. atau dilimpahkan kepada pejabatlinstansi di daerah atau Pemda Tk.IatauPemda Tk.II

• jalan lokal pada jaringan jalan primer diserahkan kepada Pemda Tk.II

• jalan pada jaringan sekunder ada pada Pemda Tk.II.

Pelaksanaan pemeliharaan jalan untuk masing- masing klasifikasi jaJan adalah sebagai berikut : Wewenang pemellharaan jalan

• jalan arteri pada jaringan primer ada pada Menteri P.U. atau diserahkan kepada Badan Usaha Milik Negara Jalan Tol

• jalan kolektor pada jaringan jalan primer ada pada Menteri P.U. atau diserahkan kepada Pemda Tk.I atau Pemda Tk.1I

• jalan lokal pada jaringan jalan primer diserahkan kepada Pemda Tk.II

• jalan pada jaringan jalan sekunder ada pada Pemda Tk.II

• jalan khusus ada pada pejabatlinstansi di pusatldacrah atau badan hukum atau perorangan yang bersangkutan.

Wewenang perencanaan teknis dan pem- bangunan jalan untuk masing-masing klasifikasi jalan adalah sebagai berikut :

wewenang perencanaan tcknis

jaringanjalan primer ada pada Menteri P.U.

jaringan jalan sekunder ada pada Pemerintah Daerah.

144

I I

I

II

! I I I

I

I I

I I I I

, .

Pclaksanaan pemcliharaan jalan di DAMAJA tidak boleh mcnimbulkan gangguan terhadap kelancaran, keamanan dan ketertiban [alan pelaksanaan pemcliharaan jalan di DAMIJA yang terletak di luar DAMAJA tetap hams dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu peranan DAMAJA.

Pemeliharaan jalan meliputi : perawatan, rehabilitasi, penun-jang dan peningkatan jalan yang dilaksanakan menurut rencana teknik pe- meliharaan jalan yang sekurang-kurangnya terdiri dari gambar rencana serta syarat- syarat dan spesifikasi pekerjaan.

Pemellharaan jalan

rencana teknik jalan dari jaringan sekunder di wilayah DKI Jakarta ditetapkan oleh Gubernur DKI Jakarta atau pejabat yang ditunjuk olehnya.

• DAMAJA

• DAMIJA

• DAWASJA

• dimensijalan

• beban rencana, volume lalu lintas dan kapasitas

• persyaratan geometrik jalan

• konstruksi jalan

• kclestarian lingkungan

merupakan suatu kumpulan dokumen teknik yang memberikan gambaran produk yang ingin diwujudkan terdiri dari gambar tcknik, syarat- syarat dan spesifikasi pekerjaan rencana teknlk [alan, sekurang-kurangnya hams memenuhi

ketentuan teknik, mengenai Rcncana tcknlk jalan

program perwujudan jaringan skunder disusun dengan mempcrhatikan REPELlTA, peraturan perundang-undangan yang bcrlaku dan pedoman yang ditctapkan olch

Mcnteri

Pekerjaan Umum.

evaluasi dana dan kegiatan pelaksanaan tahunan

- Idem untuk kelas I - Idem untuk kelas II - Idem untuk kelas

m

- Standar sedang 2 lajur antar distrik -Idem untukkelasill . - Standar rendah, I lajur,akses

kepemilikan tanah di sisi Jalan - Standar tertinggi4lajur

antarIdalam kota - Idem untuk kelas I

- Standar tertinggi,2lajur antar Idalam kotaIdistrik

Catatan: TAK = Tidak Ada Keterangan (Sumber:Oil. Binkot,1990) Lokal

Kolektor Arteri Sekunder

Tipe II

Kolektor

>10.000 I 60

<10.000 II 50-60

>20.000 I 60

>20.000 II 50'-60

> 6.000 I 50 -60

< 8.000 ill 30 -40

>500 ill 30-40

<500 IV 20_30

T.A.K. I 60

Kolektor Arteri Primer

Arteri T.A.K. II 60-80

T.A.K. I 80 - 100 - Standar tertinggi

antar wilayahlkota

FUNOSI·

Arteri Primer

60 - 80 II

T.A.K.

..'.t''..s.I··n~~II:".·m·.:>)"'I"J'" 1),.'''':,.,.:...,...,....:...•...:...:.~.••.·;l.Dl'U'UK.••...E•...".•

..,.PAS .

.:t:.·•.•.

:ts ..•.•. •·. ,.· ... • • ..·• ...•... ·· ... ·,·.·.,

::,0.:

:.:

:.:}:V:)liliViifui'·:(

:~9~R4t&~t\

;c-;

...

-;

,

;;.•...••

i::: ·.:::~~V~r:.}·::· ..

)/••:::::;:;••;.••.'.... . -c:, :-r;:

- Standar tertinggiantar wilayah atau dalam metropolitan - Idem untuk kelas II ..FlINGSI

Tabel 15.2:Klasiftkasi Fungsional

Dan

Kelas Teknis Jalan Kota

Tipei

CATATAN:

AP =Arteri Primer

KP 1=Kolektor Primer yang menghubungkan Ibu Kola Propinsi

KP 2

=

Kolektor Primer yang menghubungkan Ibu Kola Propinsi ke - Kola KabupatenIKotaadya.

KP 3=Kolektor Primer yang rnengbubungkan Kota KabupatenIKota -madya, AS

=

Arteri Sekunder

KS

=

Kolektor Sekunder LS

=

LokaLSekunder LP =Lokal Primer

Tabel J5.1 :

Fungsi Dan Peranan Jalan Yang Dikaitkan Dengan Penanggung Jawab Pembinaan

Dan

Pendanaan

" !

: I

: I'

I

J

. I'

. Ii

I'!.

, I:

I.

1

i

I i

[

I

I

!

ii

i[

!I

I

I

I

I •

Tata guna lahan hams I direncanakan sedemikian dengan sasaran agar perjalananI

minimal dan aksesibilitas terhadap ang-

kutan umum maksimal. .

Kawasan pernukiman hamd dipisah dad kawasan industri ataupun kawasan nlaga

utama.

~I

Aktivitas yang membangkit an peIjatanan dalam jumlah cukup besIr hams di- tempalka~ dekat ?engan jal~1l yang sesuai untuk ttu, ruisalnya sekolahI yang membangkitkan banyakpelja~nan dari dan ke sekolah yang muridnya berjalan kaki atau naik sepeda harus dite patkan pada [alan yang scsuai.untuk mena~npung pejalan

kaki dan pescpcda, ~

Industri ringan atau kawasan layanan dapat ditempatkan dekat deng n kawasan

pemukiman

asal saja

akSf.s

kcndaraan mcnuju daerah tersebut tidak molalui kawasan pemukiman terscbllt~

I I I

'\

,\

146

r.

• Mengembangkan dan menerapkan rencana zoning untuk mcmisahkan penggunaan lahan yang bertcntangan dan mengendalikan lalu lintas yang dibang- kitkan,

• Peraturan perencanaaan yang kuat untuk mempengaruhi lokasi pembangunan ka- wasan bam dan pcngendalian akscs serta parkirnya,

Prinsip yang dikembangkan dalam perencanaan tata guna lahan yang hams diikuti adalah : Tata guna lahan berubah secara terus menerus.:

oleh karena itu perlu dikendalikan secara ketal agar dapat diikuti dcngan percncanaan lalu lintasnya. Untuk itu perlu diadakan penge- lompokkan jenis pengguraan lahan yang sama dalam satu kawasau yang sama /zone yang sama,

Pola lalu lintas sangat dipengaruhi olch lokasi kegiatan antara pemukiman dengan tempat ker]a, tempat belanja, tempat sekolah, tempat rekreasi ataupun tempat-tempat kegiatan lainnya, juga dipengaruh] otch besarnya po- pulasi yang tinggal dikawasan tersebut serta keberadaan angkutan.: .

TATA GUNA LAHAN DAN

PENGELOMPOKAN DAERAH/ZONING

• Akses langsung kejalan hams dibatasipada jalan-jalan utama yang baru, hanya dapat

diijinkan bila mcmang akses tersebut tidak bisa dihindari

• Akses jalan kolektor masuk kejalan arteri arus dibatasi dan lebih diarahkan pada

, simpang tiga. .

• Akses tidak diperkcnankan pada daerah yang rawan terhadap kecelakaan sepcrti lokasi yang jarak pandangnya terganggu atau diperslmpangan.

• Sedapat mungkin jalan hams berpotongan pada jalan dari kelas yang sama saja, atau ..

hanya sekelas lebih tinggi atau Icbih rendah saja.

Pengendallan Akses

Salah satu unsur yang pcnting dalam jaringan jalan adalah upaya untuk mengendalikan akses, yaitu dengan :

F22 KAWASAN