l:
"
i
r
:\, :1
1\ IIt
I' IiII I'
I'
1\
t,
I'
" ,.
I' 'Ilr
!:
'iIii" t
~" "
u Ii
!,:-!I~ !I r
i! j;
r
uI:Lilj
11I
., j:
,.
'il r-i:
'II
~,liI· il
I
ii
I- !In '~.:~
i 'I
I.,
~
I' 01
ii' 'il'I
I,
i!i
, :."
I,
I
I'
1ii:
r
rII
, ~~r: "I
f
r 'il
I! ~.
I,
1\
f
j!
0'I~
!:
'I ..j !I
I'·
IIil
~~.;~II
·:1
!
'. 11
Ii
n
i
'I\, 1\ ~~
u i,
\' 'I
II
I:
\:
II!1!I
il
ilII ,
I
'11IIIi jl
I.
'1\1i: !!]!
I" iI
i' il
i'
Iiil Ii
"
-
"
ii .
I;
IIIIJ
II
I"
II
I'I" .,
I'.
il
~Ii :i,
I~ :1
t: .il
r
il
!~i: ,IH
I: !I
,
I:
il1\!IIi il
i
!.Ii',
ii
FUNGSI UTAMA MARKA
\
1. Marka mcmbujur garis ufuh , gads putus- putus dan gal'isganda
l .. . .
Marka membujur garls u'u~ berfungsi sebagai larangan bagi kendaraan yang' melintasi gads tcrsebut, disamping itujuga ~nluk menandakan tepijalur lalu lintas dan un~uk pengaturan lalu lintas dalam keadaan darurat atau sementara waktu dapat digunakan alat remisah lajur yang
berfungsi scbagimarka.
I , .
Marka mcmbujur gllris PU~US-l)UtU8berfungsi mcngarahkan la1u lintas <fatl memperingatkan pengendara akan ada marka!mcmbujur berupa garis utuh di dcpan serta seb~gai pembatasjaluJ'
pada dua arah.
I .
Marka mcmbujlu' garis gan~a tcrdiri.dari ulull dan putus-putus maka fung~inya adalah lalu lintas yang berada pada sisi: garis PU\us-putus dapat mclintasi garis gandal tersebut dan lalli' lintas yang berada pada sisi $aris uluh dil~rang·
tnclintasi garis ganda tersebut.
Ukuran marka jalan untuk
L
garis .melintang, membujur .dan serong dengan Illenggunakan garis utuh, put~IS-PUlUSmau~un gandlserta lambang dan marka lainnya dapat digunakan tandard yang telah ditetapkan sesuai dengan K putuasan Menteri Perhubungan KM 60 tahun 1 93 tentang Marka Jalan,UKURAN MARKA JALAN
pada permukaan jalan terse lit di .alas dapat digantikan dengan paku jatan; atau kerucut lalu
lintas,
!..
Marka-marka ini hams diglln?kan bersama-sama dengan rambu jalan-jalan (bukan salah satu saja);
kadang-kadang marka ini dapat terlihat apabila rambu-rambujalan terhalang, d~nsebaliknya rambu jalan kadang-kadang dapat terlihat apabila marka tidak dapat terlihat. Masalahi yang utama pada marka jalan adalah bahwa rna ka tersebut mudah hilang dengan cepat.
Marka jalan di atas pcrmukaan perkerasan jalan terntama marka garis mempunyai pesan pcrin\ah,.
peringatan, maupull larangan. Marka garis-garis Marka jalan adalah suatu tanda yang berada dipermukaan jalan atau di alas pcrmllkaan jalan yang berfungsi IIntuk mcngarahkan arns lalu HUlas dan membatasi daerah kepentingan lalu Iinlns, nlarka ini terdiri dari :
• marka garis mcmbujllr
• marka garis melintang
• marka garis serong
• marka lambang
• marka.lainnya
109
4. Marka lambang.
Marka lambang berupa panah, segitiga atau tulisan digunakan untuk mengulangi rnaksud dari rambu-rambu lalu lintas atau untuk memberi tahu pemakai jaJan yang tidak dinyatakan dengan rambu lalu lintas. Marka lambang seperti dinyatakan di atas digunakan khusus untuk menyatakan tempat pemherhentian mobil bus, untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, disampaing itu pula menyatakan pernisah aros
Gombar 11.7 : Contoh marka serong -i> ARAH lAlU llmAS
• JARAJ(9ATAS CHEVRON
on ---.:7
~'.
a.Ii
r--,0.10
3. Marka serong
Marka serong herupa garis utuh dilarang dilintasi kendaraan dan untuk menyatakan pemheritahuan awal atau akhir pemisah jalari, pengarah lalu lintas dan pulau lalu lintas, sedang marka serong yang dibatasi dengan rangka garis utuh digunakan untuk menyatakan daerah yang tidak boleh dimasuki kendaraan dim sebagai pemheritahuan awal sudah mendekati pulau lalu lintas. Tetapi marka serong yang dibatasi dengan garis putus-putus digunakan untuk menyatakan kendaraan tidak boleh memasuki daerah tersebut sampai mendapat kepastian selamat ..
Gombar 11.6:Contoh Marko melintang
Marka melintang berupa garis utuh menyatakan batas berhenti kendaraan yang diwajibkan oleh alat pemberi isyarat lalu lintas atau rambu larangan .
Marka melintang berupa garis ganda putus- putus menyatakan batas henti kendaraan sewaktu mendahului kendaraan lain yang diwajibkan oleh rambu larangan dan apabila tidak dilengkapi dengan rambu larangan maka hams didahului dengan marka lambang berupa segitiga yang salah satu alasnya sejajar dengan marka melintang tersebut.
2. Marka melintang garis utuh dan garis ganda putus-putus
Gombar 1I.5 :Contoh morka membujur
JALUR LALU LINTAS r~IO.16 .
rsrs
I a.oo
Ii.OO
.~
II
II'il' il
il'
:j
: I, II
-, Ii,.
II·II; !i II
.Jj
il
'il
jlII
]1 iii :1
II
11.'II !I,
jI -
l!- ,ll II
11!I 11·
il
IIJj :1Ii dimana dapat tcrlihat pada mr1am hari, dan juga
berlawanan (kontras) denganl warna permukaan . aspal yang hitarn, Bahan-bahan pcmantul cahaya juga dapat digunakan, biasanya ~erwarna mcrah atau . putih. Marka dan paku jalanl secara khusus juga harus dapat bertahan lama, memantul, dan tidak
licin, .
I ..
Material-material marka jalan yrng utama adalah : I. cat: banyak digunakan untuk marka-marka
memanjang pada daerah !yang lalu lintasnya tidak padat Manik-rnanik Ikaea blasanya dapat ditambahkan gu. na membctikan kctahanan dan
pemantulannya.
I .
2. material termoplastik (cai[an panas, tuangan atau semprotan plastik yanF dibuat dari damar termoplastik dengan campuran plastik, pewarna dan agregat) : t.erutama di&u.nakan pada lokasi- lokasi yang tingkat penggunaannya tinggi seperti misalnya pada persirppangan.
3. materiallembaran: pita yang memiliki perekat dan material lembaran (~hcct) telah dikem- bangkan, dimana khususnya berguna untuk situasi-situai yang sifatnya sementara,
4. material konstruksi perk~rasan yang mem- punyai beragam warna seperti misalnya blok beton (stone block/corn lilock), atau pclapis
warna
permukaanjalanI .
. I
FASILITAS PENDUKUNG MrRKA JALAN 1. Paku' [alan (ro.ad studs)
I
dapat dari logam,plastik atau kerarnik, Pa~u jalan terutama digunakan sebagai tanda paris tcngah jalan, chevron, karena dapat menggangu kestabilan
I .
pengendara sepeda motor jika dipasang pada lokasi-Iokasi yang lain makal paku jalan ini tidak boleh rnenonjol 15 milimetlr diatas permukaan jalan apabila diJengkapi dengan reflektor
maksimal tinggginya adalah 40 milimcter diatas permukaan jalan, alat pemantul (reflektor) agar dapat tcrlihat pada rnalam 1jari. Paku [alan ini biasanya digunakau pada mqrka garis membnjur sebagai batas pemisah lajur ataupun sebagai batas kiri dan kanan badan jJ'lan.
2. Delineator .
Dibuat dari bahan p'astilf atau fiber glas, digunakan sebagai tanda Tambatas tepi jalan biasanya berbentuk lempcn
I
an tiang-tiang dan Semua marka dan tanda-tanda jalan harusmcnggunakan warna yang memantul .. Putih dan kuning merupakan warua yang- umum digunakan, MATERIAL DAN WARNA MARKA
Gambar11. 9 Contoh Marka lainnya 5. Marka Lainnya
Marka lainnya diantaranya adalah marka untuk penyeberangan pejalan kaki yang dinyatakan dengan zebra cross yaitu marka berupa garis- garis utuh yang mcmbujur tersusun melintang jalur lalu lin las dan marka berupa dun garis utuh melintang jalur lain lintas sedang untuk menyatakan tempat pcnyeberangan sepeda dipergunakan dua garis putus-putus berbcntuk bujur sangkar atau bclah ketupat dan paku jalan yang memantulkan cahaya dapat disebut dengan marka lainnya,
~~~~===::===J-t0.30
ContohI;wrkalambang
2.60
1r--=2.oo=-__ r- ~8~.OOL___ _+~·
&.00
lalu lintas sebcluru mendekati persimpangan yang tanda lambangnya berbcntukpanah.
111
Marka jalan yang bersifat pengaruran lalu lintas yang bersifat perintah dan alan larangan sebagai basil dari manajemen lalu lintas ditetapkan dengan :
1. Keputusan Direktur Jenderal atau pejabat yang ditunjuk untuk pengaturan lain lintas pada jalan nasional dan jalan tol kecuali jalan nasional yang terletak di ibu kota Kabupaten Daerah Tingkat II dan Kotarnadya Daerah Tingkat II, serta diumumkan dalam berita negara
2. Peraturan Daerah Tingkat I, untuk pengaturan pactajalan propinsi, kecuali jalan propinsi yang berada dalam ibu kota Kabupaten Daerah Tingkal II dan jalan propinsi yang berada dalam Kotamadya Daerah Tingkat II serta diumumkan dalam berita daerah.
3. Peraturan Daerah Tingkat II untuk pengaturan lalu lintas pada jalan kabupaten atau kotamadya, jalan nasional dan jalan propinsi , serta di-
umumkan daiam berita daerah.
KEKUATANHUKUM MARKAJALAN
2, Pcmerintah Daerah Tingkat I untuk jalan propinsi kecuali jalan propinsi yang berada dalam ibu kota Kabupaten Daerah Tingkat II atau jalan propmsi yang berada dalam Kotamadya Daerah Tingkat II.
3. Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II untuk jalan kabupaten, jalan propinsi yang berada dalam ibu kota kabupaten daerah tingkat II dengan persetujuan Gubernur kepala daerah tingkat Idan jalan nasional yang berada dalam ibn kota kabupaten daerah tingkat II dengan persetujuan Direktur Jenderal.
4. Pemerintah Daerah Tingkat IIKotamadya untuk jalan Kotamadya, jalan propinsi yang berada dalam Kotamadya Daerah Tingkat II dengan persetujuan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I dan jalan nasional yang berada dalam Kotamadya Daerah Tingkat II dengan persetujuan Direktur Jenderal.
5. Penyelenggara jalan tol dapat melakukan perencanaan, pengadaan, pemasangan dan pemeliharaan marka jalan di jalan tol setelah mendengar pendapat Direktur Jenderal,
6. Instansi, badan usaha atau warga negara indonesia dapat melakukan pengadaan, pernasangan dan pcmeliharaan marka jalan dcngan memenuhi standar teknis dan mendapat persetujuan sesuai dengan poin 1sid 5.
Prcncanaan ,pengadaan .pemasangan dan pemeli- haraan marka jalan dilakukan oJeh :
1. Dircktur lenderal atau pejabat yang ditunjuk untuk jalan nasional dan jalan tot kecualai jalan nasional yang bcrada dalam ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II. atau yang berada dalam Kotamadya Daerah Tingkat II.
PENYELENGGARA MARKA DAN TANDA JALAN
penempatannya
Delineator dan Gambar 11,
J
1 "ContohGambar 11,10: Contoh paku jalan dan penempatannya
mempergunakan cat berwarna merah atau putih
yang memantulkan cahaya saar terkena cahaya larnpu kendaraan di malam hari.
a
Traffic conesMerupakan alat pengendali lalu lintas yang bersifat sementara yang berbentuk kerucut
berwarna merah dan dilengkapi dengan alat pemantul cahaya (reflcktor),
I
1I
I I
II I
i~~
'I
;1
;i:1
I
I
I
i
I I
IDirektur Jcndcral Perhubungan Darat mclaksanakan pcmbinaan dan pcngawasan teknis alas penyeleng- garaan marka jalan yang meliputi :
I. pcnctuan pcrsyaratan teknis marka jalan
2. pcnentuan petunjuk teknis yang mencakup penctapan pcdoman, prosedur dan tatacara pcnyclanggaraan marka jalan
3. pcmberian bimbingan teknis dalam rangka peningkatan kemampuan dan keterampilan teknis para pcnyclcnggara marka jalan.
4. pemantauau dan penilaian alas pcnyclenggaraan markajalan
5. pcmberian saran tcknis dalam penyelenggaraan marka jalan,
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN TEKNIS 4. Marka yang bcrsifat perintah atau larangan
mempunyai kekuatan hukum setelah 30 hari scjak tanggal pcmasangan dan diumumkan kcpada pcmakai [alan oleh instansi yang berwenang menyelenggarakan marka jalan melalui media massa cetak atau media massa elcktronik atau media lain yang dikcluarkan pemerintah.
113
1. pada daerah dimana kapasitas laiu lintas diperlukan, dimana lebar jalan secara keseluruhan dibutuhkan untuk mengalirkan lalu lintas.
2. pada daerah dimana akses jalan masuk ke laban sekitamya diperlukan.
3. didalam daerah persimpangan dengan jarak minimum absolut to meter. Jarak-jarak ini dikombinasikan dengan pertimbangan terhadap keselamatan (jarak pandangan), pembatasan kapasitas {pengurangan lebar jalan), dan lintasan membelok dari kendaraan-kendaraan yang besar 4. pa~ jalan yang sempit yang lebarnya kurang dari6 meter, dan mengijinkan parkir hanya pada
1 sisi jalan saja untuk jalan-jalan dengan Iebar 6-9 meter.
S. dalam jarak 6 meter dari suatu penyeberangan pejalan kaki.
6. padajembatan danterowongan,
7. dalam jarak S meter dari sumber air (hydrant) pemadam kebakaran.
8. selanjutnya 'parkir ganda' atau parkir di alas trotoar tidak diperbolehkan.
Parkir di jalan tidak diijinkan ; Larangan Parkir
• kondisi jalan dan lingkungan
• kondisi lalu lintas
• aspek keselamatan, ketertiban
rum
kelancaran lalulintas.Penggunaan badan jalan untuk fasilitas parkir kendaraan sebagaimana dimaksud di atas, hanya dapat dilakukan pada jalan "kolektor" atau "Iokal"
dengan memperhatikan :
penggunaan kendaraan pribadi, kendaraan barang ataupun angkutan umum, dan dibatasi hanya untuk katagori, tersebut saja (misalnya ruang bongkar-muat barang tidak boleh digunakan oleh kendaraan pribadi).
Bila permintaan parkir melampaui penawaran akan dapat mcnimbulkan gangguan terhadap kelancaran lalu lintas. Dalam hal yang demikian diperlukan
suatu-
s.istim pengendalian dan penindakan, agar pernakaian ruang yang tersedia dapat dilakukan secara bersama-sarna, dialokasikan baik untuk Lajur disisi batu tepi jalan pada jalan setain digunakan untuk: arus lalu lintas; akses; juga parkir.Menggunakan sisi jalan sebagai ruang parkir adalah murah, akan tetapi masalah-masalah keselamatan akan selalu timbul ; kendaraan-kendaraan yang diparkir disisi jalan merupakan salah satu faktor utam~ dari. SO% kecelakaan yang terjadi ditengah ruas jalan didaerah perkotaan, hal ini terutama dise- babkan karena berkurangnya kebebasan pandangan, kendaraan berhenti dan atau keluar dari tempat parkir di depan kendaraan-kendaraan yang lewat secara mendadak.
D1SAIN PARKIR DIPINGGIR JALAN
•
• •
•
• •
•
Gedung perkantoran, Pusat perdagangan Pusat Pemerintahan
Pusat perdagangan eceran ataupasarswatayan Tempat rekreasi
Hotel dan tempat penginapan Rumahsakit
Sekolah atau Universitas Bioskop atau tempat pertunjukan
Tempat pertandingan olah raga dan lain-lain
• •
Jenis-jenis kebutuhan ruang parkir antara lain untuk keperluan:
JENIS KEBUTUHAN RUANG PARKIR
T2""
ebutuhan tempat parkir untuk kendaraan baik.&kendaraan pribadi, angkutan penumpang umu~, sepeda motor maupun truk adalah sangat penttng, Kebutuhan tersebut sangat berbeda dan bervariasi tergantung dari bentuk dan karakteristik masing-masing kendaraan dengan disain dan lokasi parkir.
XII. FASILITAS PARKIR KENDARAAN
Ii
Ii·'njl
U: ,.
ii
'jI.j! .
iiIi
u :
!i
11
II
ii'
iii:.
"
'II,'
jj :
Ii;
11:il.
II:I! . Ii
11:
.n .
i!
. 11.
Ii '.
;: .
11 .u;j '!!
il
\\ '
'1j! :
J'! .
"
!! ..
,..
ii,
11 ."
II II
!! . ~.
:1
, t.
t
r-\.
}f
i.
!I~
.I
Gombar 12.3 "Contohruang pa kirbersudut ·
: Ii ; iL
,l\!:
, i'
: 1~
·I'
\
\:.
•I'
·I'·
: n : I:
j
I,'
~44-1\
Gamhar12.4: Tapak ltntasan
I
kendaraan :yang !Ii
memasuki ruang
1ark.ir.: ,
j:I ..
II
.. ..l!I,I:I \.
L&LuL.l
TROTOAR f' ' ~.I ; Ii
~I!
I .
I. I:
gambol' 12.5 Tapaklintasan~endaraan yang .!:
keiuar
ruang Pdrkir : I'
Parkir perumahan :
r!
Rumah (bangunan) yang ti~ak tinggi' pada :
I.'
.daerah-daerah pinggi,ran kota se~ing memiliki, gang 'Ii·
(ialan masuk) di luar jalan,
i
nllk,," bangunan :Ii
!
Ii,
I.
~!
I'i,r
!
Rilang parklr bersudut : t1engingat kendaraan dapat langsung masuk dan keluat, maka ruang parkir jenis ini dapat lebih pendek daii pada
mango
parkir sejajar. Sudutlnasuk
ter4but menentukan dimensi-dimensi dati ruang pa~kir, termasuk Jebar dari daerah parkir, dan jalan~ yang diperlukan.Contoh-contoh ruang parklr da\ celukan diberikan dalam gambar no.12.3 dan 12. ,disamping tapak lintasan diberikan dalamgambar;00.12.5. :
I
Gombar }2.2,' Manuver kendaraan masuk dan keluar dar;dalam ruangparklr.
oCIl-...
::::::::~<.:... ."" ...
ITT t.... T .-, . ./ I
TROTOAR
Gombar12.1" Ruang Parkir Sejajar
TROTOAR
I I
T I
Ruang parklr sejajar: Lebih diinginkan jika kendaraan-kendaraan berjalan melampaui ruang parkir terscbutdan kemudian masuk mundur, Ukuran standard adaiah 6,1 x 2,3 (atau 2,4) meter.
I. kcselamatan: pada jalan-jalan yang lebarnya kurang hanya parkir sejajar ~a yang dapat digunakan, karena parkir bersudut kurang aman dari pada parkir sejajar untuk suatu daerah dengan keeepatan kendaraan yang tinggi. Parkir bersudut hanya diperbolehkan pada jalan- jalan lokalyang lebarkapasitasnya mencukupi.
2. lebar jalan
yang
tersedia : makin besar sudut masuknya, maka makin kecil luas daerah masing-rnasing ruang parkirnya, akan tetapi makin besar pula lebar jalan yang diperlukan untuk mernbuat lingkaran membelok bagi kendaraan yang memasuki ruang parkir.Suatu 'satuan ruang parkir (srp) , adalah tempat parkir untuk satu kendaraan. Pada tempat dimana parkir dikendalikan maka ruang parkir harus diberi markapada permukaanjatan.
Ruang parkir standard yang dipcrlukan oleh suatu mobildiasumsikan sebesar 4,8 x2,3 atau 2,4 meter.
Ruang tambahan adalah dipcrlukan bagi kendaraan untuk melakukan alih gerak, dimana hal ini tergantung dari sudut parkirnya; sudut parkir dipih atas dasar untuk dari pertimbangan sebagai berikut :
Ruang Ilarkir
115
Gombar 12.7: Contoh parkir sepeda
111111111111111111111
TROTOAR
Di Negara seperti Inggris dan Bropa sepeda merupakan suatu sarana perjalanan yang sangat umum digunakan bagi orang dewasa untuk pulang - pergi kerja atau pergi ketoko. ApabiJa sepeda yang diparkir memerlukan suatu sandaran, maka rodadan rangkanya hams diamankan (digembok) guna mence- gah agar tidak hilang (dicuri). Tak kalah pentingnya juga untuk melindungi sepeda terhadap cuaca tempat parkir perlu dibuatkan perlindungan dan ditata sedemikian rupa sehingga terkesan rapih danteratur.
Contoh parkir sepeda diilustrasikan dalam gambar no.12.7.
Sepeda
Gambar J2.6,' Ruang parkir sepeda motor