Pemasaran, disamping diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh setiap perusahaan dalam menyampaikan produk yang dihasilkannya berupa barang atau jasa kepada konsumen, juga diartikan sebagai kegiatan untuk meningkatkan kemakmur- an ekonomi seluruh masyarakat. Dari pengertian di atas, terlihat bahwa pengertian pertama bersifat mikro dan pengertian yang kedua bersifat makro. Dari pandangan makro, pemasaran dilihat sebagai proses sosial, yaitu proses yang dilakukan untuk menun- jang tercapainya pemenuhan kebutuhan masyarakat secara efektif dan efisien melalui pertukaran nilai-nilai konsumsi. Suatu masyarakat membutuhkan beberapa macam sistem pemasaran untuk mengorganisasi kegiatan-kegiatan yang menunjang usaha peningkatan taraf hidup masyarakat melalui pertukaran.
Pemasaran makro merupakan suatu proses sosial ekonomi yang berkaitan dengan mengalirnya barang dan jasa secara eko- nomis dari produsen ke konsumen, sehingga secara efektif dapat memenuhi permintaan yang heterogen dengan kemampuan penawaran atau suplai yang heterogen dan dapat memenuhi tuju-
an-tujuan masyarakat jangka pendek maupun jangka panjang.
Heterogennya kemampuan penawaran dan permintaan akan barang dan jasa adalah karena pada kenyataan tidak seluruh bagian produsen mempunyai tujuan, sumber, dan kemampuan, serta keahlian yang sama; demikian juga dengan konsumen, tidak seluruh bagian konsumen mempunyai tujuan, sumber, dan kebutuhan yang sama. Peranan sistem pemasaran makro adalah untuk dapat terpenuhinya permintaan yang heterogen dengan penawaran yang heterogen, sehingga pada waktu yang sama ter- capai tujuan masyarakat yang diharapkan. Sistem pemasaran makro tersebut di atas dapat digambarkan pada Gambar 2.1. Pe- GAMBAR2.1 Sistem Pemasaran Makro
nekanan pemasaran makro adalah usaha-usaha agar masyarakat dapat menggunakan sumber-sumber daya yang terbatas secara efektif dan bagaimana pengalokasian yang adil dan tepat dari output yang berupa barang dan jasa, baik dalam long run maupun short run. Karena tidak semua negara mempunyai tujuan yang sama, maka efisiensi dan keahlian serta ketepatan suatu sistem pemasaran makro tertentu harus dinilai dalam ukuran apa tujuan masyarakat tersebut. Berdasarkan pertimbangan ini, dapat dilihat bahwa suatu sistem perekonomian yang dijalankan sangat ter- gantung dari tujuan masyarakat atau negara tersebut, serta keadaan politik di negara itu. Seperti diketahui seluruh sistem perekonomian yang dijalankan harus dapat mengembangkan mekanisme yang menentukan apa dan berapa banyak produk yang harus dihasilkan serta didistribusikan kepada siapa saja, di mana, dan oleh siapa saja dilaksanakan.
Keputusan yang dibuat setiap negara dalam penyelenggaraan sistem perekonomian pada dasamya sama, yaitu dalam usaha menciptakan barang dan jasa dan menyediakannya sesuai dengan waktu dan daerah atau tempat yang dibutuhkan, dengan maksud untuk memelihara dan meningkatkan standar hidup masyarakat di negaranya.
Pada dasarnya ada dua macam sistem ekonomi, yaitu sistem ekonomi berencana, yang didasarkan atas pengaturan penguasa (pemerintah) dan yang lain adalah sistem ekonomi yang didasarkan atas mekanisme pasar.
Secara umum, tidak akan mungkin tercapai tujuan pada tingkat makro tanpa ada sistem pemasaran makro yang efektif.
Dalam hal ini pemasaran terjadi karena dalam masyarakat terdapat kebutuhan, sehingga terjadi proses pertukaran. Proses pertukaran terjadi dengan negosiasi yang terdapat dalam pasar.
Pasar yang dimaksudkan di sini, tidak selamanya terjadi tatap muka antara pembeli dan penjual tetapi mungkin menggunakan jaringan kerja (network) yang kompleks yang menghubungkan pembeli dan penjual. Dengan perkembangan pasar ini maka
berkembang pulalah pedagang-pedagang perantara, seperti pedagang besar, agent, dealer, komisioner, dan distributor.
Kegiatan ekonomi yang terpusat pada produksi dan konsumsi berkembang demikian pesatnya dalam industrialisasi dengan produksi secara massa. Perkembangan ini mendorong adanya urbanisasi, sehingga hal ini lebih meningkatkan lagi peranan pemasaran. Di dalam perkembangan kegiatan ekonomi seperti ini, permasalahan yang timbul adalah bagaimana usaha memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat secara memuaskan.
Pemenuhan kebutuhan yang semakin meningkat hanya mungkin dapat dilakukan dengan mengadakan produksi secara massa dan di-dukung oleh distribusi yang efektif. Pencapaian distribusi yang efektif dalam suatu ekonomi yang maju dan berkembang menjadi lebih rumit karena pada kenyataannya produsen dipisahkan dari konsumen dalam beberapa hal seperti dapat dilihat pada Gam-bar 2.2. Dari gambar tersebut terlihat bahwa pertukaran antara produsen dan konsumen umumnya ditimbulkan oleh pemisahan atau perbedaan dalam tempat, perbedaan dalam waktu, perbe- daan informasi, perbedaan dalam nilai, dan perbedaan dalam pemilikan. Pertukaran lebih lanjut diperumit dengan pembedaan dalam kuantitas dan pembedaan dalam jenis atau macam di antara produsen dan konsumen: Masing-masing produsen mengkhusus- kan dalam memproduksi dan menjual jumlah yang besar dengan jenis atau macam yang terbatas dari barang dan jasa, sedangkan konsumen membutuhkan jumlah yang sedikit dengan variasi macam atau jenis barang dan jasa yang sangat banyak.
GAMBAR 2.2. Pemasaran Memberi Kemudahan Bagi Produksi dan Konsumsi
Bab 3
Peranan Pemasaran Bagi Perusahaan
Pemasaran memainkan peranan yang penting dalam dunia usaha. Seperti telah diutarakan dalam bab sebelumnya, pemasaran berhubungan dengan kegiatan untuk memperkirakan atau mengantisipasi kebutuhan dan berkaitan dengan kegiatan mengalirnya produk berupa barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Dari uraian ini terlihat pemasaran dibatasi dari pandangan mikro, dengan menekankan sebagai serangkaian kegiatan usaha yang dijalankan oleh setiap perusahaan.
Umumnya setiap perusahaan dapat berhasil memproduksi barang atau jasanya apabila perusahaan tersebut melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen. Dalam hal ini penekanan pembahasan ada- lah pada pemasaran mikro dengan orientasi pada konsumen atau langganan dan organisasi yang memberikan pelayanan kepada mereka.