BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Distrik Kaimana
4.1.10 Prasarana
No. Kampung/ Kelurahan Jenis Permukaan Jalan Darat Terluas
Dapat Dilalui Kendaraan Bermotor Roda 4 atau Lebih
16. Sara Diperkeras Sepanjang tahun kecuali saat tertentu
17. Werua Diperkeras Sepanjang tahun kecuali saat tertentu
18. Jarati Diperkeras Sepanjang tahun kecuali saat tertentu
19. Oray Tanah Tidak dapat dilalui sepanjang waktu
Sumber: BPS Kabupaten Kaimana, 2022
Berdasarkan data di atas, sistem jaringan jalan di Distrik Kaimana belum merata.
Keadaan permukaan pada jalan terluas yang tersedia menggunakan aspal hanya terdapat pada 6 kelurahan. Untuk jalan dengan jenis permukaan jalan darat diperkeras terdapat pada 8 kelurahan. 1 kelurahan dengan jenis permukaan jalan darat tanah, dan sisanya sebanyak 5 kelurahan yang tidak memiliki jalan darat.
4.1.10.2 Jaringan Air Bersih
Jaringan air bersih merupakan salah satu aspek yang penting, karena sangat mempengaruhi kelangsungan hidup masyarakat. Air bersih di Distrik Kaimana ditunjang oleh beberapa fasilitas seperti PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), sumur bor/pompa, sumur, mata air, sungai/danau/kolam/waduk/situ/embung/bendungan, dan air hujan. Pada Distrik Kaimana banyak ditemukan ledeng dengan meteran PAM/PDAM yang merupakan air yang diproduksi melalui penjernihan dan penyehatan sebelum dialirkan kepada konsumen melalui suatu instalasi berupa saluran air. Sumber air ini diusahakan oleh Perusahaan Air Minum (PAM), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), atau Badan Pengelola Air Minum (BPAM), baik dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Selain ditunjang oleh PDAM, beberapa warga juga menggunakan fasilitas berupa sumur bor/pompa untuk supply air bersih. Sumur bor atau pompa yang dimaksud adalah air tanah yang cara pengambilannya dengan pompa tangan, pompa listrik, atau kincir angin, termasuk sumur artesis (sumur pantek). Pada tahun 2019, sebagian besar keluarga pada Distrik Kaimana menggunakan mata air dan sumur sebagi sumber air minum. Pada tahun 2020, mata air menjadi sumber air minum terbesar di Distrik Kaimana. Sedangkan pada tahun 2021, mata air kembali menjadi sumber air minum sebagian besar desa/kelurahan di Distrik Kaimana.
Tabel 4. 15 Banyaknya Kampung Menurut Sumber Air Minum
Sumber Air Minum 2019 2020 2021
Air Kemasan Bermerek - - -
Air Isi Ulang 1 2 3
Sumber Air Minum 2019 2020 2021
Leding dengan Meteran 1 1 1
Leding Tanpa Meteran - 2 2
Sumur Bor/Pompa - - -
Sumur 6 5 4
Mata Air 6 6 6
Sungai/Danau/Kolam/Waduk/Situ/Embung/Bendungan 3 1 -
Air Hujan 2 2 3
Lainnya - - -
Sumber: BPS Kabupaten Kaimana, 2022
4.1.10.3 Jaringan Drainase
Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12 Tahun 2014 tentang Drainase Perkotaan, jaringan drainase merupakan saluran air di permukaan atau di bawah tanah, baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia, yang berfungsi mengalirkan kelebihan air dari suatu kawasan ke badan air penerima. Dalam bidang tata ruang, drainase dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1) Jaringan drainase primer
Jaringan drainase primer adalah drainase yang berfungsi untuk menampung dan mengalirkan air lebih dari saluran drainase sekunder dan menyalurkan ke badan air penerima.
2) Jaringan drainase sekunder
Jaringan drainase sekunder adalah drainase yang digunakan untuk menampung air dari saluran drainase tersier dan membuang air tersebut ke jaringan drainase primer.
3) Jaringan drainase tersier
Jaringan drainase tersier adalah drainase yang berfungsi menerima air dari saluran penangkap dan menyalurkannya ke jaringan drainase sekunder.
Tabel 4. 16 Pembuatan, Perawatan, atau Normalisasi Jaringan Drainase
No. Kampung/Kelurahan Pembuat, Perawatan, atau Normalisasi: Sungai, Kanal, Tanggul, Parit, Drainase, Waduk, Pantai, dll
1. Lumira Tidak ada
2. Saria Tidak ada
3. Lobo Tidak ada
4. Namatota Ada
5. Mai-mai Tidak ada
6. Foroma Jaya Tidak ada
No. Kampung/Kelurahan Pembuat, Perawatan, atau Normalisasi: Sungai, Kanal, Tanggul, Parit, Drainase, Waduk, Pantai, dll
7. Murano Ada
8. Sisir Ada
9. Marsi Ada
10. Kaimana Kota Ada
11. Krooy Ada
12. Trikora Tidak ada
13. Coa Ada
14. Tanggaromi Ada
15. Kamaka Tidak ada
16. Sara Tidak ada
17. Werua Tidak ada
18. Jarati Tidak ada
19. Oray Tidak ada
Sumber: BPS Kabupaten Kaimana, 2022
4.1.10.4 Persampahan
Sampah merupakan bahan yang tidak memiliki nilai dan tidak berharga (tidak memiliki nilai ekonomi). Sampah sangat merugikan lingkungan sekitar dan menganggu kenyamanan.
Pengelolaan sampah yang direncanakan dengan metode yang tepat akan mencegah adanya dampak buruk terhadap kondisi lingkungan, salah satunya dengan mengatur sistem persampahan.
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, bahwa dalam pengelolaan sampah, sistem pengelolaannya dengan kegiatan sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah.
Menurut sistem pengelolaan persampahan pada RTRW Kabupaten Kaimana, yaitu berupa Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Tanggaromi di Distrik Kaimana dengan menggunakan metode sanitary landfill. Kenudian, untuk sistem pengelolaan limbah terdiri atas:
a. sistem pengelolaan limbah rumah tangga terdiri atas:
1. sistem individual, yaitu sistem pengelolaan limbah yang dihasilkan dari setiap kegiatan dan harus disediakan oleh setiap pemilik bangunan; dan
2. sistem komunal, yaitu sistem pengelolaan limbah yang dikelola secara bersama dalam suatu komunitas tertentu; dan
3. pembangunan bangunan pengolah sampah 3R (reuse, reduce, recycle) untuk mengurangi masukan sampah ke TPA;
b. sistem pengelolaan limbah industri yaitu berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Distrik Kaimana.
4.1.10.5 Listrik
Listrik merupakan kabutuhan yang sangat berguna bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Jaringan listrik adalah komponen utama yang digunakan sebagai sumber energi bagi masyarakat. Beberapa jenis jaringan listrik diantaranya yaitu SUTR, SUTM, SUTT, dan SUTET. Keluarga pengguna listrik terbagi menjadi 2 yaitu; Keluarga pengguna listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah keluarga pengguna/ pelanggan listrik yang disalurkan oleh PLN, dengan atau tanpa meteran resmi dari PLN dan Keluarga pengguna listrik non-PLN adalah keluarga pengguna/pelanggan listrik selain PLN, misalnya diesel/ generator, listrik diusahakan oleh pemerintah daerah, swasta, atau listrik swadaya masyarakat.
Total pengguna listrik di Distrik Kaimana sebanyak 98,29 persen. Sebanyak 91,58 persen diantaranya merupakan pengguna listrik PLN dan sisanya menggunakan listrik Non PLN. Pengguna listrik PLN didominasi oleh Kelurahan Kaimana Kota (49,05 persen) dan Krooy (32,94 persen). Keluarga yang bukan pengguna listik di Distrik Kaimana ada 1,71 persen. Keluarga yang bukan merupakan pengguna listrik paling banyak ada di Desa Namatota, diikuti oleh Jarati dan Sara.
Tabel 4. 17 Banyak Keluarga Menurut Kampung dan Jenis Penggunaan Listrik
No. Kampung/Kelurahan
Pengguna Listrik Bukan
Pengguna Listrik
PLN Non PLN Jumlah
1. Lumira - 63 63 -
2. Saria - 37 37 -
3. Lobo 200 - 200 9
4. Namatota - 41 41 87
5. Mai-mai - 106 106 -
6. Foroma Jaya 12 64 76 -
7. Murano - 88 88 -
8. Sisir - 81 81 -
9. Marsi 122 - 122 7
10. Kaimana Kota 4761 - 4761 -
11. Krooy 3197 - 3197 -
12. Trikora 944 - 944 -
No. Kampung/Kelurahan
Pengguna Listrik Bukan
Pengguna Listrik
PLN Non PLN Jumlah
13. Coa 386 - 386 -
14. Tanggaromi 84 - 84 7
15. Kamaka - 65 65 -
16. Sara - 23 23 33
17. Werua - 67 67 -
18. Jarati - 10 10 38
19. Oray - 67 67 -
Distrik Kaimana 9706 712 10418 181
Sumber: BPS Kabupaten Kaimana, 2022
4.1.10.6 Telekomunikasi
Telekomunikasi adalah bidang yang mencakup transmisi, penerimaan, dan pengolahan informasi dalam bentuk suara, data, atau sinyal melalui jaringan komunikasi. Istilah ini mengacu pada segala jenis komunikasi yang melibatkan penggunaan peralatan elektronik atau teknologi komunikasi untuk mentransfer informasi antara pengirim dan penerima, baik secara lokal maupun jarak jauh.
Telekomunikasi meliputi berbagai teknologi dan layanan, seperti telepon, radio, televisi, internet, jaringan komputer, dan telekomunikasi seluler. Teknologi telekomunikasi mencakup penggunaan perangkat keras seperti telepon, komputer, pemancar, penerima, dan infrastruktur jaringan seperti kabel, satelit, dan antena. Layanan telekomunikasi mencakup panggilan suara, pesan teks, video, transfer data, akses internet, penyiaran siaran, dan banyak lagi.
Tabel 4. 18 Jumlah Menara Telepon seluler dan Operator Layanan Komunikasi No. Kampung/ Kelurahan Jumlah Menara
Telepon seluler
Jumlah Operator Layanan Komunikasi Telepon Seluler
1. Lumira - -
2. Saria - -
3. Lobo - 1
4. Namatota - 1
5. Mai-mai - 1
6. Foroma Jaya - -
7. Murano - -
8. Sisir - -
9. Marsi - -
No. Kampung/ Kelurahan Jumlah Menara Telepon seluler
Jumlah Operator Layanan Komunikasi Telepon Seluler
10. Kaimana Kota 1 1
11. Krooy 1 1
12. Trikora 3 1
13. Coa 1 1
14. Tanggaromi - 1
15. Kamaka 1 1
16. Sara - -
17. Werua - -
18. Jarati - -
19. Oray - -
Distrik Kaimana 7 9
Sumber: BPS Kabupaten Kaimana, 2022
4.2 Gambaran Umum Wilayah Perencanaan Kaimana