• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS ABELI KOTA KENDARI - Repository Poltekkes Kendari

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS ABELI KOTA KENDARI - Repository Poltekkes Kendari"

Copied!
120
0
0

Teks penuh

(1)

83 A. Gambaran Lokasi

1. Letak Geografis

Puskesms Abeli merupakan salah satu Puskesmas Perawatan dari 15 Puskesmas yang berada di Kota Kendari terletak di Kelurahan Abeli Kecamatan Abeli. Luas wilayah UPTD Puskesmas Abeli ± 21.64 Km2, sebagian wilayah Kerja UPTD Puskesmas Abeli dikelilingi oleh laut. Jarak dari ibu kota Provinsi (Kantor Walikota) ± 12 Km yang mempunyai batas-batas sebagai berikut:

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Teluk Abeli

b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Moramo c. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Konda

d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Matabubu Kecamatan Abeli

Secara administratif, UPTD Puskesmas Abeli diresmikan pada tahun 2004, dengan status puskesmas Rawat Inap, selanjutnya pada tahun 2010 dilakukan rehab ringan kemudian tahun 2016 dilakukan pengembangan ruangan, dalam rangka menambah fasilitas

(2)

pelayanan kesehatan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat Kecamatan Abeli dan sekitarnya.

2. Visi dan Misi UPTD Puskesmas Abeli a. Visi UPTD Puskesmas Abeli

Puskesmas dengan Pelayanan Bermutu dan Mandiri menuju masyarakat di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Abeli

b. Misi UPTD Puskesmas Abeli

1) Mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, professional, merata dan terjangkau pada masyarakat secara efisien dan efektif

2) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal

3) Mendorong kemandirian masyarakat untuk berperilaku sehat dan hidup di lingkungan yang sehat dalam upaya kesehatan secara komprehensif

4) Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, sarana dan prasarana dalam pelayanan kesehatan

1. Jenis Pelayanan UPTD Puskesmas Abeli a. Pemeriksan Umum

b. Kesehatan Gigi dan Mulut c. KIA dan IVA

d. Kesehatan Tradisional

e. Penyuluhan dan Gizi Konseling

(3)

f. Promosi Kesehatan g. Kesehatan Lingkungan h. P2 dan Imunisasi

i. Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam j. Perawatan

k. Persalinan (Poned)

B. Asuhan Kebidanan Kehamilan

1. Kunjungan Antenatal Care (ANC) I

Tanggal pengkajian : 16 Februari 2023, Pukul 10.00 WITA Nama pengkaji : Putri Jelita

Langkah I. Identifikasi Data Dasar a. Identitas Isteri / Suami

Nama : Ny. S / Tn. A

Umur : 35 tahun / 36 tahun Suku : Muna / Muna Agama : Islam / Islam Pendidikan : SMA / SD Pekerjaan : IRT / Buruh Alamat : Kelurahan Tobimeita Lama menikah : 10 tahun

(4)

b. Data Biologis

1) Alasan kunjungan : Ibu ingin memeriksakan kehamilannya 2) Keluhan utama : Ibu mengatakan sering buang air kecil c. Riwayat Obstetrik

1) Riwayat kehamilan sekarang

a) Ibu mengatakan kehamilan sekarang adalah kehamilan ke tiga

b) Ibu mengatakan HPHT nya tanggal 03 Juni 2022

c) Ibu mengatakan pergerakan janinnya mulai dirasakan pada umur kehamilan 20 minggu sampai sekarang dan paling sering pada perut sebelah kiri

d) Ibu mengatakan tidak pernah merasakan nyeri perut hebat sampai sekarang dan tidak ada perdarahan pervaginam e) Ibu mengatakan mengonsumsi obat-obatan yang diberikan

oleh bidan yaitu tablet tambah darah (Fe), kalsium, dan vitamin B complex

f) Ibu mengatakan sudah mendapatkan suntikan imunisasi TT lengkap

g) Ibu mengatakan berat badannya sebelum hamil 43 kg 2) Riwayat Menstruasi

a) Menarche : 14 tahun

b) Siklus : 28 hari

(5)

c) Lamanya : 5 hari

d) Banyaknya : 2-3 kali ganti pembalut / hari e) Keluhan : Tidak ada

3) Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang Lalu

Tabel 6. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang Lalu

Ha mil ke-

Tahu n

UK Jenis Partu

s

Penolo ng

Pe nyu

lit

Bayi Nif

as JK BB PB AS

I Pe nyu

lit 1. 2013 40

mgg

Norm al

Bidan - P 2.9 00

48 + -

2. 2018 40 mgg

Norm al

Bidan - P 300 49 + -

3. 2023 36 mgg

Kehamilan Sekarang

4) Riwayat Ginekologi

a) Infertilitas : Tidak ada b) Tumor : Tidak ada c) Penyakit : Tidak ada d) Operasi : Tidak ada 5) Riwayat KB

a) Kontrasepsi yang lalu : spiral b) Keluhan : tidak ada c) Lamanya pemakaian : 3 tahun

d) Alasan berhenti : Ingin menambah anak

(6)

6) Riwayat Penyakit yang Lalu dan Sekarang

Ibu mengatakan tidak ada riwayat penyakit degeneratif (keturunan) seperti hipertensi, jantung, diabetes melitus, dan tidak ada penyakit menular yang diderita seperti Tuberkulosis (TBC), Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), dan hepatitis

7) Riwayat Kesehatan Keluarga

Ibu mengatakan tidak ada riwayat penyakit keturunan seperti hipertensi, jantung, diabetes mellitus (DM), dan tidak ada penyakit menular seperti tuberculosis (TBC), hepatitis, HIV/AIDS

8) Pola Nutrisi a) Kebiasaan

(1) Frekuensi makan : 3 x sehari

(2) Jenis makanan : Nasi, ikan, sayur, telur (3) Pantangan makanan : Tidak ada

(4) Frekuensi minum : 6 gelas sehari (5) Masalah : Tidak ada b) Selama hamil

Tidak ada perubahan pada pola makan selama hamil 9) Pola eliminasi

a) Kebiasaan BAK

(1) Frekuensi : 4-5 kali sehari

(7)

(2) Warna : Kekuningan jernih (3) Bau : Khas amoniak (4) Masalah : Tidak ada b) Kebiasaan BAB

(1) Frekuensi : 1 kali sehari (2) Konsistensi : Lunak

(3) Warna : Kuning kecoklatan (4) Masalah : Tidak ada

c) Selama hamil

Ibu mengatakan frekuensi BAK bertambah saat hamil yaitu 6-8 x/sehari

10) Pola Personal Hygiene a) Kebiasaan

(1) Mandi 2x sehari menggunakan sabun mandi

(2) Keramas 3x dalam seminggu menggunakan sampo (3) Sikat gigi 3x sehari menggunakan pasta gigi

(4) Pakaian ibu diganti setiap kali basah, kotor dan setelah mandi

b) Selama hamil

Tidak ada perubahan pada pola personal hygiene ibu 11) Pola istirahat

a) Kebiasaan

(8)

(1) Malam : ± 8 jam (pukul 20.00- 05.00 WITA) (2) Siang : ± 2 jam (pukul 14.30- 15.30 WITA) (3) Masalah : Tidak ada

b) Selama hamil

Ibu mengatakan tidak ada perubahan pada pola istirahat atau tidur selama hamil

d. Pengetahuan Ibu

1) Ibu belum mengetahui kebutuhan nutrisi saat hamil 2) Ibu mengetahui cara menjaga kebersihan diri 3) Ibu belum mengetahui tanda-bahaya kehamilan 4) Ibu belum mengetahui cara perawatan payudara e. Data Sosial

1) Suami pertama 2) Istri pertama

3) Lama menikah 10 tahun

4) Ibu mengatakan senang dengan kehamilannya 5) Suami senang kehamilan ibu

6) Keluarga senang dengan kehamilan ibu 7) Respon lingkungan dan tetangga sangat baik f. Pemeriksaan Fisik

1) Pemeriksaan umum

a) Keadaan umum : Baik

(9)

b) Kesadaran : Composmentis c) Berat badan : 47 kg

d) Tinggi badan : 158 cm

e) LILA : 23 cm

f) Pemeriksaan tanda-tanda vital

(1) Tekanan Darah : 110/70 mmHg (2) Nadi : 80 x/menit (3) Suhu : 36,6oC (4) Pernapasan : 20 x/menit 1) Pemeriksaan khusus

a) Kepala dan rambut

Rambut tampak lurus, panjang, hitam,tidak rontok, tidak ada ketombe dan tidak ada benjola

b) Wajah

Ekspresi wajah tampak tenang, tampak cloasma gravidarum dan tidak ada oedema pada wajah

c) Mata

Simetris kiri dan kanan, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterus, dan penglihatan baik

(10)

d) Hidung

Lubang hidung simetris kiri dan kanan, tidak ada polip, tidak ada epitaksis, dan tidak ada pengeluaran secret dan tidak ada nyeri tekan

e) Mulut dan gigi

Bibir tampak lembab, tidak ada sariawan,tidak ada gigi tanggal, tidak ada caries

f) Telinga

Simetris kiri dan kanan, daun telinga terbentuk sempurna,tidak ada pengeluaran sekret, dan pendengaran baik

g) Leher

Tidak ada pelebaran vena jugularis tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan kelenjar limfe

h) Payudara

Simetris kiri dan kanan, puting susu menonjol, tampak hiperpigmentasi pada areola mamae, tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan, dan ada pengeluaran colostrum

i) Abdomen

Pembesaran perut sesuai umur kehamilan, tampak linea nigra, tidak ada bekas luka operasi, dan tidak ada nyeri tekan

(1) TFU : 28 cm (2) LP : 87 cm

(11)

(3) TBJ : 2.436 gr (4) Tonus otot : Tidak tegang (5) Leopold :

(a) Leopold I

Tiga jari di atas pusat, pada fundus teraba kurang bulat, tidak melenting yaitu bokong.

(b) Leopold II

Sebelah kanan perut ibu teraba datar, keras panjang seperti papan yaitu punggung kanan (pu-ka) dan sebelah kiri perut ibu teraba bagian-bagian kecil janin (ekstrimitas)

(c) Leopold III

Pada bagian terendah janin teraba keras, bulat, dan melenting yaitu kepala, kepala masih dapat digoyangkan

(d) Leopold IV

Bagian terendah janin belum masuk PAP (konvergen).

(6) Auskultasi: DJJ (+), terdengar jelas, kuat, dan teratur dengan frekuensi 140x/ menit di kuadran kanan bawah perut ibu

(12)

j) Eksremitas

Tangan dan kaki simetris kiri dan kanan, kuku kaki dan kuku tangan berwarna merah muda, tidak ada oedema, refleks patella: (+)/(+)

g. Data Penunjang

1) Pemeriksaan darah

a) Hemoglobin : 11,8 gr%

b) HIV/AIDS : Non reaktif c) Hepatitis B : Non reaktif Langkah II. Interpretasi Data

G3P2A0 , umur Kehamilan 36 minggu 6 hari, janin tunggal, janin hidup, Kehamilan intrauterin, punggung kanan, presentase kepala, kepala belum masuk PAP, keadaan ibu baik, keadaan janin baik, dengan kekurangan energi kronis (KEK), dan masalah sering buang air kecil (BAK)

a. G3P2A0 Data Dasar DS:

Ibu mengatakan ini adalah kehamilan yang ke tiga kali dan tidak pernah Keguguran

DO:

1) Tampak linea nigra

(13)

2) Tampak cloasma gravidarum 3) Tonus otot tidak tegang Analisis dan Interpretasi:

1) Linea nigra merupakan perubahan warna pada garis yang memanjang dari symphisis pubis sampai dengan fundus. Garis ini awalnya dikenal dengan sebutan linea alba sebelum terjadi hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi pada kehamilan distimulasi oleh hormon melanotropin yang meningkat selama hamil (Zakiyah, Palifiana, Arthyka and Ratnaningsih, 2019).

2) Cloasma gravidarum atau mask pregnancy yaitu timbulnya bercak- bercak kehitaman pada wajah yang muncul saat kehamilan yang yang disebabkan oleh deposisi melanin pada makrofag epidermal atau dermal yang biasa terjadi pada leher, tenggorokan, wajah sekitar mata, atas dada, lengan dan tangan (Wahyuni, Dwi, 2018).

3) Pada pemeriksaan fisik tonus otot perut tidak tegang, hal ini disebabkan karena bagian rahim antara serviks dan korpus isthimus atau segmen bawah rahim pernah mengalami peregangan sebelumnya (Fairus, 2019).

4) Istilah G (gravida) yang berarti kehamilan, P (paritas) yang berarti jumlah kelahiran anak yang hidup, dan A (abortus) adalah jumlah pengeluaran hasil konsepsi atau janin sebelum memiliki

(14)

kemampuan bertahan hidup di luar rahim. Yang berarti ibu adalah P3A0 (Anwar et al., 2022).

b. Umur Kehamilan 36 Minggu 6 Hari Data Dasar

DS:

Ibu mengatakan HPHT nya tanggal 03 Juni 2022 DO:

1) Tanggal kunjungan 16 Februari 2023 2) Tafsiran persalinan 10 Maret 2023

Perhitungan :

HPHT : 03 Juni 2022 = 3 minggu 6 hari Juli 2022 = 4 minggu 3 hari Agustus 2022 = 4 minggu 3 hari September 2022 = 4 minggu 2 hari Oktober 2022 = 4 minggu 3 hari November 2022 = 4 minggu 2 hari Desember 2022 = 4 minggu 3 hari Januari 2023 = 4 minggu 3 hari TK :16 Februari 2023 = 2 minggu 2 hari = 33 minggu + 27 hari

= 33 minggu + 3 minggu 6 hari = 36 minggu 6 hari

(15)

Analisis dan Interpretasi:

Berdasarkan rumus neagle, dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT) sampai dengan hari pemeriksaan, kemudian dijumlah dan dijadikan dalam hitungan minggu. Maka masa gestasi atau umur kehamilan Ibu adalah 36 Minggu 6 hari (Simanualang E, 2017)

c. Janin Tunggal Data dasar DS:

Ibu mengatakan pergerakan janin dirasakan pada daerah sebelah kiri perut ibu sejak usia kehamilan 20 minggu sampai sekarang

DO:

Palpasi

1) Leopold I : Pada fundus teraba bokong

2) Leopold II : Pada bagian sisi kanan perut ibu teraba punggung kanan (puka), sisi kiri perut ibu teraba ekstrimitas

3) Leopold III : Presentasi kepala

Auskultasi : DJJ (+) frekuensi 140x/menit dan hanya terdengar pada kuadran kanan perut ibu

Analisis dan Interprestasi:

1) Apabila pada palpasi abdomen hanya teraba 3 bagian besar janin (bokong, punggung dan kepala) mengidentifikasikan bahwa janin tunggal (Simanualang E, 2017).

(16)

2) Pemeriksaan DJJ terdengar jelas dengan frekuensi 140 x/ menit pada satu tempat menunjukkan janin tunggal (Prawirohardjo and Winkjosastro, 2020)

d. Janin Hidup Data Dasar DS:

Ibu mengatakan janinnya mulai dirasakan sejak umur kehamilan 20 minggu sampai sekarang.

DO:

Auskultasi DJJ (+) 140 x/menit, irama teratur dan hanya terdengar pada kuadran kanan bawah perut ibu

Analisis dan Interprestasi:

Adanya gerakan janin yang dirasakan dan DJJ terdengar jelas dan kuat dengan frekuensi dalam batas normal, hal ini menandakan bahwa janin hidup (Prawirohardjo and Winkjosastro, 2020).

e. Kehamilan Intrauterine Data Dasar

DS:

Tidak ada perdarahan pervaginam dan tidak ada nyeri tekan pada perut.

DO:

1) Pembesaran perut sesuai dengan umur kehamilan

(17)

2) Pada saat palpasi tidak ada nyeri tekan Analisis dan Interprestasi:

Tidak adanya nyeri tekan dan pembesaran perut sesuai dengan umur kehamilan merupakan indikator bahwa janin berada di dalam kavum uteri, sedangkan kehamilan ektopik ataupun rupture luka dapat ditandai dengan adanya nyeri tekan khususnya perut bagian bawah (Prawirohardjo and Winkjosastro, 2020)

f. Punggung kanan Data Dasar

DS:

Ibu mengatakan pergerakan janinnya dirasakan pada daerah abdomen sebelah kiri

DO:

Leopold II : Pada bagian kanan perut ibu teraba datar, panjang, keras, seperti papan yaitu punggung, dan pada bagian kiri perut ibu teraba bagian-bagian kecil dari janin (kaki dan tangan).

Analisis dan Interprestasi:

Pada pemeriksaan Leopold II bertujuan untuk mengetahui bagian yang terdapat pada sisi kiri dan sisi kanan perut ibu. Apabila teraba datar, panjang, keras, seperti papan yaitu punggung, dan apabila teraba bagian-bagian kecil janin yaitu kaki dan tangan (Simanualang E,

(18)

2017). Letak punggung biasanya kebalikan dengan posisi yang sering dirasakan gerakan janin

g. Presentasi Kepala Data Dasar

DS: - DO:

1) Leopold I: Pada fundus teraba bokong

2) Leopold III: Teraba keras, bundar dan melenting yaitu kepala Analisis dan Interprestasi:

Terabanya lunak, bundar dan tidak melenting yaitu bokong pada fundus saat Leopold I dan apabila teraba keras, bundar dan melenting yaitu kepala disegmen bawah rahim pada Leopold III menjadi indikator diagnosis bahwa presentase kepala (Simanualang E, 2017).

h. Kepala belum masuk PAP Data Dasar

DS: - DO:

1) Leopold III: Kepala masih dapat digoyangkan

2) Leopold IV: Teraba bagian terendah belum masuk PAP (konvergen) Analisis dan Interprestasi:

1) Apabila pada pemeriksaan leopold III bagian terendah janin masih dapat digoyangkan berarti belum masuk PAP (Anwar et al., 2022)

(19)

2) Pada pemeriksaan leopold IV untuk menentukan apakah kepala sudah masuk PAP atau belum, pada pemeriksaan leopold IV jari- jari tangan tidak bertemu menandakan bagian terendah janin sudah masuk PAP. Sedangkan, jika jari-jari tangan masih bertemu menandakan bagian terendah janin belum masuk PAP (Simanualang E, 2017).

i. Keadaan Umum Ibu Baik Data Dasar

DS :

Ibu mengatakan keadaannya baik DO :

a) Kesadaran composmentis, dan tidak ada kelainan pada pemeriksaan fisik

b) TTV dalam batas normal

1) Tekanan Darah : 110/70 mmHg 2) Nadi : 80 x/ menit

3) Suhu : 36,6°C

4) Pernapasan : 20 x/ menit Analisis dan Interprestasi:

Keadaan umum ibu baik dan tanda-tanda vital dalam batas normal merupakan indikator bahwa keadaan ibu baik (Prawirohardjo and Winkjosastro, 2020).

(20)

j. Keadaan Umum Janin Baik Data Dasar

DS:

Ibu merasakan pergerakaan janinnya bergerak sejak umur kehamilan 20 minggu sampai sekarang

DO:

DJJ (+) frekuensi 140 x/menit, irama kuat dan teratur pada kuadran kanan bawah perut ibu

Analisis dan Interprestasi:

Dengan dirasakan gerakan janin oleh ibu dan terdengarnya DJJ dalam batas normal menandakan keadaan umum janin baik (Prawirohardjo and Winkjosastro, 2020).

k. Kekurangan Energi Kronis (KEK) Data Dasar

DS:

DO:

1) LILA : 23 cm 2) Berat badan : 48 kg Analisis dan Interpretasi:

Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan kondisi yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan asupan gizi antara energi dan

(21)

protein, sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi, yang ditandai dengan LILA <23,5 cm (Kartini, 2017).

l. Masalah Sering BAK Data Dasar

DS:

Ibu mengatakan sering buang air kecil (BAK) dengan frekuensi 10x/

hari DO: -

Analisis dan Interpretasi:

Peningkatan frekuensi berkemih disebabkan oleh tekanan uterus karena turunnya bagian bawah janin sehingga kandung kemih tertekan, kapasitas kandung kemih berkurang dan mengakibatkan frekuensi berkemih meningkat (Ayue, Ira, 2019).

Langkah III. Identifikasi Diagnosis/ Masalah Potensial Potensial Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

Data Dasar DS:-

DO:

a. LILA : 23 cm b. TBJ : 2,436 gram Analisis dan Interpretasi:

(22)

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat badan saat lahir kurang dari 2.500 gram. kekurangan gizi saat hamil (KEK) dapat menjadi faktor penyebab BBLR (Yuniarti, 2019)

Langkah IV. Tindakan Segera/ Kolaborasi Tidak dilakukan kolaborasi

Langkah V. Rencana Asuhan a. Tujuan

1) Peningkatan LILA

2) Tidak terjadi tanda bahaya kehamilan 3) Keluhan BAK ibu teratasi

4) Ibu siap untuk menghadapi persalinan

5) Peningkatan pengetahuan ibu tentang health education seputar kehamilan

b. Kriteria Keberhasialan

1) Normal LILA 23,5 cm, dan saat ini LILA ibu 23 cm

2) Pada pemeriksaan fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan seperti bengkak pada wajah, tangan dan kaki, perdarahan pervagina, pandangan kabur, demam

3) Ibu dapat beradaptasi dengan keluhan sering BAK

4) Ibu siap untuk menghadapi persalinan yang terdiri dari penolong, kendaraan, surat-surat, uang, perlengkapan pakaian ibu dan bayi

(23)

5) Ibu mengerti dan mampu menjelaskan kembali anjuran yang diberikan

c. Rencana Asuhan

Tanggal 12 Februari 2023, pukul 10.20 WITA

1) Beritahu ibu hasil dari pemeriksaan yang dilakukan Rasional:

Agar ibu mengetahui hasil dari pemeriksaan yang dilakukan 2) Beritahu ibu keluhan sering BAK adalah hal yang fisiologis

Rasional:

Sering BAK disebabkan karena kandung kemih tertekan oleh janin yang mulai membesar

3) Berikan ibu Health Education

a) Berikan informasi kepada ibu tentang pemenuhan nutrisi pada masa kehamilan

Rasional:

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada ibu

b) Anjurkan pada ibu untuk mempertahankan pola personal hygiene Rasional:

Untuk mencegah masuknya mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada ibu

c) Jelaskan pada ibu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan Rasional:

(24)

Agar bila terjadi salah satu bahaya pada kehamilan ibu dapat segera melaporkan pada petugas kesehatan

d) Anjurkan pada ibu untuk melakukan perawatan payudara Rasional:

Untuk menjaga kebersihan payudara agar bayi dapat menyusu dengan baik

e) Anjurkan ibu untuk mempersiapkan kebutuhan persalinan nya Rasional:

Persiapan persalinan bertujuan untuk menyiapkan semua kebutuhan selama kehamilan maupun proses persalinan

2. Anjurkan ibu untuk mengonsumsi obat yang diberikan bidan atau dokter

Rasional:

Agar ibu mengonsumsi obat yang diberikan oleh bidan atau dokter 3. Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang pada waktu yang

telah ditetapkan Rasional:

Agar bidan dapat memantau keadaan ibu selama hamil dan mendeteksi secara dini adanya kelainan baik pada ibu maupun janinnya

4. Lakukan dokumentasi Rasional:

(25)

Sebagai bukti atas tindakan yang telah dilakukan Langkah VI. Implementasi

Tanggal 12 Februari 2023, pukul 10.20-10.35 WITA

a. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan yang dilakukan bahwa kondisinya dalam keadaan normal serta janin dalam keadaan seha namun LILA ibu dibawah batas normal yang menandakan status gizi kurang baik

b. Memberitahu ibu keluhan sering BAK adalah hal yang fisiologis

Peningkatan frekuensi berkemih disebabkan oleh tekanan uterus karena turunnya bagian bawah janin sehingga kandung kemih tertekan, kapasitas kandung kemih berkurang dan mengakibatkan frekuensi berkemih meningkat

c. Berikan ibu Health Education

1) Memberikan informasi kepada ibu tentang pemenuhan nutrisi pada masa kehamilan

a) Kalori

Jumlah kalori yang diperukan ibu hamil setiap harinya adalah 2500 kalori. Sumber makanan yang mengandung kalori seperti kacang-kacangan, kentang, telur, nasi

2) Protein

Jumlah protein yang diperlukan oleh ibu hamil adalah 85 gram per hari. Sumber protein tersebut bisa diperoleh dari

(26)

tumbuhtumbuhan (kacang-kacangan) atau hewani (ikan,ayam keju,susu, telur)

3) Kalsium

Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah 1,5 kg per hari. Sumber kalsium yang mudah diperoleh adalah susu, keju, yougurt dan kalsium karbonat

4) Zat besi

Diperlukan asupan zat besi bagi ibu hamil dengan jumlah 30 mg per hari terutama setelah trimester kedua. Zat besi dapat diperoleh dari jagung, kangkung, buah jeruk

5) Asam folat

Jumlah asam folat yang dibutuhkan ibu hamil sebesar 400 mikro gram per hari. Sumber asama folat dapat diperoleh dari telur, asparagus, brokoli

2) Menganjurkan pada ibu untuk mempertahankan pola personal hygiene

3) Menjelaskan pada ibu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan a) Perdarahan pervaginam

b) Demam tinggi

c) Bengkak pada muka atau tangan d) Nyeri abdomen yanghebat

e) Sakit kepala hebat

(27)

f) Gerakan janin berkurang atau tidak ada g) KPSW/ KPD

h) Pandangan kabur

i) Hiperemesis gravidarum j) Preeklampsia/ eklampsia

4) Anjurkan pada ibu untuk melakukan perawatan payudara a) Buka pakaian ibu

b) Letakkan handuk di atas pangkuan ibu, tutuplah payudara dengan handuk

c) Buka handuk pada daerah payudara dan taruh di pundak

d) Kompres putting susu dengan menggunakan kapas (minyak zaitun/ baby oil/ minyak kelapa) selama 3-5 menit agar epitel yang lepas tidak menumpuk lalu bersihkan kerak-kerak pada puting susu

e) Bersihkan dan tariklah puting susu keluar terutama untuk puting susu yang datar

f) Ketuk-ketuk sekeliling puting susu dengan ujung-ujung jari g) Melakukan pengurutan pada payudara

(1) Pengurutan I

1) licinkan tangan dengan baby oil

(28)

2) Lakukan pemijatan dengan teknik effleurage (1 tipe pijatan dengan penuh kelembutan pada kedua payudara 10-15 kali)

(2) Pengurutan II

Payudara kiri disanggah tangan kiri terapis, kemudian dengan sisi luar tangan kanan, lakukan tekanan (pressure) dari mulai pangkal payudara kea rah ujung payudara (arah putting susu). Intensitas kekuatan tangan pada payudara dari kekuatan yang ringan ke sedang 10-15 kali. Penekanan ini dilakikan dari seluruh sisi (atas,samping,kanan,kiri dan bawah) kemudian bergantian payudara kanan

(3) Pengurutan III

Payudara kiri masih tetap di sanggah tangan kiri terapis, kemudian tangan kanan terapis menggenggam, dengan menggunakan ujung-ujung jari lakukan tekanan dari mulai pangkal payudara kea rah ujung payudara (arah putting susu). Penekanan ini daari seluruh sisi kemudian bergantian payudara kanan

(4) Pengurutan IV

Apabila putting datar dapat dilakukan penarikan puting secara lembut kearah luar, kemudian menyiram payudara

(29)

dengan air hangat bergantian dengan air dingin sebanyak 5 kali kemudian keringkan dengan handuk dan kenakan BH 5) Menganjurkan ibu untuk mempersiapkan kebutuhan persalinan nya

Menyiapkan surat-surat, kendaraan, uang, persiapan ibu (pakaian dalam, sarung, baju, pampers/pembalut), persiapan bayi (pakaian bayi, sarung/ handuk, topi bayi, sarung tangan dan kaki bayi, perlengkapan mandi bayi)

d. Menganjurkan pada ibu untuk mengonsumsi obat yang diberikan oleh bidan atau dokter

1) Tablet tambah darah (Fe) 100 mg 2) Calcium lactate 1000 mg

3) Vitamin B complex 1,4 mg

e. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang pada tanggal 23 Februari 2023

f. Melakukan dokumentasi Langkah VII. Evaluasi

Tanggal 16 Februari 2023, pukul 10.20-10.35 WITA

a. Ibu mengetahui pemeriksaan yang dilakukan yaitu keadaan ibu dan janinnya baik

b. Ibu tidak khawatir lagi dengan keluhan sering BAK

c. Ibu mengerti dan mampu menjelaskan kembali health education yang diberikan yaitu:

(30)

a. Ibu mampu menjelaskan tentang apa saja nutrisi yang diperlukan selama hamil dan bersedia untuk mengatur pola nutrisinya dengan makan makanan yang bergizi seimbang

b. Ibu bersedia untuk mempertahankan pola personal hygiene nya c. Ibu mengerti dan mampu menjelaskan kembali tentang tanda bahaya

kehamilan dan segera ke fasilitas kesehatan jika ditemukan salah satu tanda bahaya tersebut

d. Ibu bersedia melakukan perawatan payudara

e. Ibu mulai mempersiapkan kebutuhan persalinannya

d. Ibu bersedia untuk mengonsumsi obat yang telah diberikan oleh bidan atau dokter

e. Ibu siap untuk melakukan kunjungan ulang berikutnya f. Telah dilakukan pendokumentasian

2. Kunjungan Antenatal Care (ANC) II

Tanggal pengkajian : 28 Februari 2023, Pukul 10.00 WITA Nama pengkajI : Putri Jelita

Subjective (S)

a. Ibu mengatakan datang untuk memeriksakan kehamilannya

b. Ibu mengatakan pergerakan janinnya masih aktif bergerak dengan frekuensi 2x/ jam

(31)

c. Ibu mengatakan pergerakan janinnya dirasakan pada daerah sebelah kiri perut ibu

d. Ibu mengatakan rutin mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh bidan

Objective (O)

a. Pemeriksaan fisik umum

1) Keadaan umum ibu : Baik

2) Kesadaran : Composmentis 3) Berat badan : 48 kg

4) LILA : 23 cm

5) TP : 10 Maret 2023

6) UK : 38 minggu 4 hari

7) Tanda-tanda vital

1) Tekanan Darah : 110/80 mmHg

2) Nadi : 85x/m menit

3) Suhu : 36,8°C

4) Pernapasan : 20x/m b. Pemeriksaan fisik khusus

1) Kepala dan rambut

Rambut tampak lurus, panjang, hitam, tidak rontok, tidak ada ketombe, dan tidak ada benjolan

(32)

2) Wajah

Ekspresi wajah tampak tenang, tampak cloasma gravidarum, dan idak ada oedema pada wajah

3) Mata

Simetris kiri dan kanan, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterus, dan penglihatan baik

4) Hidung

Lubang hidung simetris kiri dan kanan, tidak ada polip, tidak ada epitaksis, dan tidak ada pengeluaran sekret

Tidak ada nyeri tekan 5) Mulut dan gigi

Bibir tampak lembab, tidak ada sariawan, tidak ada gigi tanggal, tidak ada caries

6) Telinga

Simetris kiri dan kanan, daun telinga terbentuk sempurna,tidak ada pengeluaran sekret, dan pendengaran baik

7) Leher

Tidak ada pelebaran vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar limfe

8) Payudara

Simetris kiri dan kanan, putting susu menonjol, tampak hiperpigmentasi pada areola mamae

(33)

Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan, dan ada pengeluaran kolostrum

9) Abdomen

Pembesaran perut sesuai umur kehamilan, tampak linea nigra, dan tidak ada bekas luka operasi

a) TFU : 28 cm b) LP : 87 cm c) TBJ : 2.325 gr d) Tonus otot : Tidak tegang e) Leopold

1) Leopold I

Tiga jari di atas pusat, pada fundus teraba kurang bulat, tidak melenting yaitu bokong

2) Leopold II

Sebelah kanan perut ibu teraba datar, keras panjang seperti papan yaitu punggung kanan (pu-ka), pada sebelah kiri perut ibu teraba bagian kecil janin (ekstrimitas)

3) Leopold III

Pada bagian terendah janin teraba keras, bulat, dan melenting yaitu kepala

(34)

4) Leopold IV

Bagian terendah janin belum masuk PAP (konvergen)

f) Auskultasi: DJJ (+), terdengar jelas, kuat, dan teratur dengan frekuensi 146 x/menit di kuadran kanan bawah perut ibu

10) Eksremitas

Kaki dan tangan simetris kiri dan kanan, kuku kaki dan kuku tangan berwarna merah muda, tidak ada oedema, refleks patella: (+)

Assesment (A)

G3P2A0 , umur Kehamilan 38 minggu 4 hari, janin tunggal, janin hidup, kehamilan intra uterin, punggung kanan, presentase kepala, kepala belum masuk PAP, keadaan ibu baik, keadaan janin baik, dengan kekurangan energi kronis (KEK)

Plan (P)

Tanggal 28 Februari 2023, pukul 10.20 WITA a. Beritahu ibu hasil pemeriksaan yang dilakukan b. Berikan ibu Health Education

1) Anjurkan ibu untuk mempertahankan pola personal hygiene nya 2) Anjurkan ibu untuk melakukan olahraga ringan dengan jalan pagi

setiap pagi

(35)

3) Berikan informasi kepada ibu tentang pemenuhan nutrisi pada masa kehamilan

c. Anjurkan ibu tetap mengonsumsi tablet Fe, kalsium, dan vitamin B complex

d. Beritahu ibu tentang tanda-tanda persalinan e. Pastikan persiapan persalinan ibu

f. Lakukan kunjungan ulang satu minggu kedepan

g. Lakukan pendokumentasian hasil asuhan kebidananan pada ibu Implementasi

Tanggal 28 Februari 2023, pukul 10.20-10.30 WITA

a. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan yang dilakukan bahwa kondisinya dalam keadaan normal serta janin dalam kondisi sehat b. Memberikan ibu Health Education

1) Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan diri

2) Menganjurkan ibu untuk melakukan olahraga ringan dengan jalan pagi setiap pagi

3) Memberikan informasi kepada ibu tentang pemenuhan nutrisi pada masa kehamilan yaitu:

a) Kalori

Jumlah kalori yang diperukan ibu hamil setiap harinya adalah 2500 kalori.

Sumber makanan yang mengandung kalori seperti kacang-kacangan, kentang, telur, nasi

(36)

b) Protein

Jumlah protein yang diperlukan oleh ibu hamil adalah 85 gram per hari.

Sumber protein tersebut bisa diperoleh dari tumbuhtumbuhan (kacang- kacangan) atau hewani (ikan,ayam keju,susu, telur)

c) Kalsium

Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah 1,5 kg per hari. Sumber kalsium yang mudah diperoleh adalah susu, keju, yougurt dan kalsium karbonat d) Zat besi

Diperlukan asupan zat besi bagi ibu hamil dengan jumlah 30 mg per hari terutama setelah trimester kedua. Zat besi dapat diperoleh dari jagung, kangkung, buah jeruk

e) Asam folat

Jumlah asam folat yang dibutuhkan ibu hamil sebesar 400 mikro gram per hari. Sumber asama folat dapat diperoleh dari telur, asparagus, brokoli

c. Menganjurkan ibu tetap mengonsumsi tablet Fe, kalsium, dan vitamin B complex

d. Memberitahu ibu tentang tanda-tanda persalinan

Timbulnya his persalinan yang sifatnya nyeri melingkar dari punggung memancar ke perut bagian depan, teratur, makin lama makin pendek intervalnya dan makin kuat intensitasnya serta terdapat pengeluaran lendir bercampur darah dari jalan lahir Ibu

(37)

mengerti dengan penjelasan dan segera ke fasilitas kesehatan apabila mengalami tanda tersebut

e. Memastikan persiapan persalinan nya seperti rencana tempat persalinan, persiapan kendaraan, dana, pakaian bayi dan lain-lain f. Melakukan kunjungan ulang pada tanggal 7 Maret 2023

g. Melakukan pendokumentasian hasil asuhan kebidananan pada ibu

Evaluasi

Tanggal 28 Februari 2023, pukul 10.20-10.30 WITA

a. Ibu mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan yaitu keadaan ibu dan janinnya baik

b. Ibu mengerti dan mampu menjelaskan kembali health education yang diberikan yaitu:

1) Ibu bersedia untuk mempertahankan pola personal hygienenya 2) Ibu bersedia untuk melakukan olahraga ringan dengan jalan pagi 3) Ibu mampu menjelaskan tentang apa saja nutrisi yang diperlukan

selama hamil dan bersedia untuk mengatur pola nutrisinya dengan memakan makanan yang bergizi seimbang

c. Ibu bersedia untuk mengonsumsi obat yang telah diberikan oleh bidan atau dokter

d. Ibu mengerti dengan penjelasan bidan tentang tanda-tanda persalinan dan segera ke fasilitas kesehatan apabila mengalami tanda tersebut

(38)

e. Ibu mengerti dan mulai menyiapkan persiapan persalinan nya f. Ibu siap untuk melakukan kunjungan ulang berikutnya

g. Telah dilakukan pendokumentasian

A. Asuhan Kebidanan Persalinan 1. Kala I

Tanggal pengkajian : 02 April 2023, pukul 19.10 WITA Nama pengkaji : Putri Jelita

Langkah I. Identifikasi Data Dasar a. Data Biologis

1) Keluhan Utama

Ibu mengatakan nyeri perut tembus belakang disertai pengeluaran lender bercampur darah

2) Riwayat Keluhan Utama

a) Mulai timbulnya :Sejak tanggal 01-04-2023, 05.00 pukul WITA

b) Sifat keluhan : Hilang timbul c) Lokasi keluhan : Pinggang

d) Faktor pencetus karena adanya his (kontraksi)

e) Usaha klien mengatasi keluhan adalah dengan mengelus dan memijat daerah pinggang

(39)

3) Riwayat Obstetri

a) Kehamilan sekarang (1) G3P2A0

(2) HPHT tanggal 03 Juni 2022

(3) Pergerakan janin mulai dirasakan sejak umur kehamilan 20 minggu sampai sekarang pada kuadran kiri bawah perut ibu

(4) Ibu tidak perhah mengalami nyeri perut yang hebat (5) Ibu tidak pernah mengalami perdarahan yang hebat 4) Riwayat Pemenuhan Kebutuhan Dasar

a) Pola nutrisi

Nafsu makan ibu menjadi berkurang karena sakit yang dirasakan

b) Kebutuhan personal hygiene

Ibu tidak dapat membersihkan dirinya dengan baik karena terdapat pengeluaran lender bercampur darah dari jalan lahir c) Pola istirahat/ tidur

Istirahat ibu terganggu karena sakit yang dirasakan 5) Pemeriksaan Fisik

a) Pemeriksaan fisik umum (1) Keadaan umum : Baik

(2) Kesadaran : Composmentis

(40)

(3) Tanda-tanda vital

(a) Tekanan Darah : 120/70 mmHg (b) Nadi : 80x/ menit (c) Suhu : 36,8°C (d) Pernapasan : 20x/ menit b) Pemeriksaan fisik khusus.

(1) Wajah

Ekspresi wajah tampak tenang, tampak cloasma gravidarum, tidak ada oedema pada wajah

(2) Mata

Simetris kiri dan kanan, konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterus, dan penglihatan baik

(3) Payudara

Simetris kiri dan kanan, putting susu menonjol, tampak hiperpigmentasi pada areola mamae, tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan, dan ada pengeluaran colostrum (4) Abdomen

Tampak linea nigra, dan tidak ada bekas luka operasi

(a) TFU : 29 cm

(b) LP : 87 cm

(c) TBJ : (29-11) x 155 = 2.790 gr (d) Tonus otot : Tidak tegang

(41)

(e) Tidak ada nyeri tekan (f) Leopold I

Pertengahan antara pusat dan procesus xipodeus, pada fundus teraba kurang bulat, tidak melenting yaitu bokong

(g) Leopold II

Sebelah kanan perut ibu teraba datar, keras panjang seperti papan yaitu punggung kanan (pu-ka), pada sisi kiri perut ibu teraba ekstrimitas

(h) Leopold III

Pada bagian terendah janin teraba keras, bulat, dan melenting yaitu kepala (presentasi kepala)

(i) Leopold IV

Bagian terendah janin sudah masuk PAP (divergen) 2/5

(j) Auskultasi: DJJ (+), terdengar jelas, kuat, dan teratur dengan frekuensi 146 x/menit di kuadran kanan bawah perut ibu

(k) Kontraksi: 45' 45' 45' 47' (5) Genetalia luar

(a) Varices : Tidak ada

(42)

(b) Oedema : Tidak ada (c) Massa/ kista : Tidak ada

(d) Pengeluaran pervaginam :Lendirbercampur darah c) Pemeriksaan Dalam

Pukul 19.10 WITA untuk mengetahui kemajuan persalinan (1) Dinding vagina : Elastis

(2) Portio : Tipis (3) Pembukaan : 5 cm (4) Ketuban : ( + ) (5) Presentasi : Kepala

(6) Posisi UUK : UUK kanan depan (7) Penurunan kepala : Hodge III

(8) Moulase : Tidak ada (9) Kesan panggul : Normal

(10) Pelepasan : Lendir bercampur darah

11) Anus

Tidak ada hemoroid 12) Ekstremitas

Simetris kanan dan kiri, kuku berwarna merah muda, dan tidak ada varises, dan tidak ada oedema

(43)

Langkah II. Interpretasi Data

G3P2A0 umur kehamilan 43 minggu 2 hari, intrauterine, janin tunggal, janin hidup, punggung kanan, presentase kepala, kepala sudah masuk PAP, keadaan ibu dan janin baik, dengan inpartu kala 1 fase aktif, dengan masalah nyeri perut tembus belakang disertai pengeluaran lender bercampur darah

a. G3P2A0 Data Dasar DS:

Ibu mengatakan ini kehamilan yang ke tiga dan tidak pernah keguguran

DO:

1) Tampak linea nigra

2) Tampak cloasma gravidarum 3) Tonus otot tidak tegang Analisis dan Interpretasi:

1) Linea nigra merupakan perubahan warna pada garis yang memanjang dari symphisis pubis sampai dengan fundus. Garis ini awalnya dikenal dengan sebutan linea alba sebelum terjadi hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi pada kehamilan distimulasi oleh hormon melanotropin yang meningkat selama hamil (Zakiyah, Palifiana, Arthyka and Ratnaningsih, 2019)

(44)

2) Cloasma gravidarum atau mask pregnancy yaitu timbulnya bercak-bercak kehitaman pada wajah yang muncul saat kehamilan yang yang disebabkan oleh deposisi melanin pada makrofag epidermal atau dermal yang biasa terjadi pada leher, tenggorokan, wajah sekitar mata, atas dada, lengan dan tangan (Wahyuni, Dwi, 2018).

3) Pada pemeriksaan fisik tonus otot perut tidak tegang, hal ini disebabkan karena bagian rahim antara serviks dan korpus isthimus atau segmen bawah rahim pernah mengalami peregangan sebelumnya (Fairus, 2019).

4) Istilah G (gravida) yang berarti kehamilan, P (paritas) yang berarti jumlah kelahiran anak yang hidup, dan A (abortus) adalah jumlah pengeluaran hasil konsepsi atau janin sebelum memiliki kemampuan bertahan hidup di luar rahim. Yang berarti ibu adalah P3A0 (Anwar et al., 2022).

b. Umur Kehamilan 43 Minggu 2 Hari Data Dasar

DS:

Ibu mengatakan HPHT nya tanggal 03 Juni 2022 DO:

Tanggal kunjungan 02 April 2023 Perhitungan:

(45)

HPHT 03 Juni 2022 =3 minggu 6 hari Juli 2022 = 4 minggu 3 hari Agustus 2022 = 4 minggu 3 hari September 2022 = 4 minggu 2 hari Oktober 2022 = 4 minggu 3 hari November 2022 = 4 minggu 2 hari Desember 2022 = 4 minggu 3 hari Januari 2023 = 4 minggu 3 hari Februari 2023 = 4 minggu 0 hari Maret 2023 = 4 minggu 3 hari TK 02 April 2023 = 2 hari = 39 minggu + 27 hari

= 39 minggu + 4 minggu 2 hari

= 43 minggu 2 hari Analisis dan Interpretasi:

Dari HPHT tanggal 03-06-2023 sampai tanggal pengkajian 02-04- 2023 maka masa gestasi atau umur kehamilan ibu adalah 43 minggu 2 hari (Simanualang E, 2017).

c. Kehamilan Intrauterine Data Dasar

DS:

1) Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut selama kehamilan

(46)

2) Ibu mengatakan tidak pernah mengalami perdarahan

DO :

1) Tidak ada nyeri tekan saat palpasi abdomen 2) Pembesaran perut sesuai umur kehamilan

Analisis dan Interpretasi:

Kehamilan intrauterine sejak hamil muda dapat dipastikan, yaitu perkembangan rahim sesuai umur kehamilan, janin teraba intrauterine, tidak pernah merasa nyeri hebat pada saat palpasi, tidak ada nyeri tekan (Prawirohardjo and Winkjosastro, 2020).

d. Janin Tunggal Data dasar DS:

Ibu mengatakan pergerakan janin dirasakan pada daerah sebelah kiri perut ibu sejak usia kehamilan 20 minggu sampai sekarang DO:

Palpasi

1) Leopold I : Pada fundus teraba bokong

2) Leopold II : Pada bagian sisi kanan perut ibu teraba punggung kanan (puka), sisi kiri perut ibu teraba ekstrimitas 3) Leopold III : Presentasi kepala

(47)

4) Auskultasi :DJJ (+) frekuensi 140x/ menit dan hanya terdengar pada kuadran kanan perut ibu

Analisis dan Interprestasi:

1) Apabila pada palpasi abdomen hanya teraba 3 bagian besar janin (bokong, punggung dan kepala) mengidentifikasikan bahwa janin tunggal (Simanualang E, 2017).

2) Pemeriksaan DJJ terdengar jelas dengan frekuensi 146 x/menit pada satu tempat menunjukkan janin tunggal (Prawirohardjo and Winkjosastro, 2020).

e. Janin Hidup Data Dasar DS:

Ibu mengatakan janinnya mulai dirasakan sejak umur kehamilan 20 minggu sampai sekarang

DO:

Auskultasi DJJ (+) 146 x/menit, irama teratur dan hanya terdengar pada kuadran kanan bawah perut ibu

Analisis dan Interprestasi:

Adanya gerakan janin yang dirasakan dan DJJ terdengar jelas dan kuat dengan frekuensi dalam batas normal, hal ini menandakan bahwa janin hidup (Prawirohardjo and Winkjosastro, 2020).

(48)

f. Punggung Kanan Data Dasar

DS:

Ibu mengatakan pergerakan janinnya dirasakan pada daerah abdomen sebelah kiri

DO:

Leopold II : Pada bagian kanan perut ibu teraba datar, panjang, keras, seperti papan yaitu punggung, dan pada bagian kiri perut ibu teraba bagian-bagian kecil dari janin (kaki dan tangan).

Analisis dan Interprestasi:

Pada pemeriksaan Leopold II bertujuan untuk mengetahui bagian yang terdapat pada sisi kiri dan sisi kanan perut ibu. Apabila teraba datar, panjang, keras, seperti papan yaitu punggung, dan apabila teraba bagian-bagian kecil janin yaitu kaki dan tangan (Simanualang E, 2017). Letak punggung biasanya kebalikan dengan posisi yang sering dirasakan gerakan janin.

g. Presentasi Kepala Data Dasar

DS: -

1) Leopold I: Pada fundus teraba bokong

2) Leopold III: Teraba keras, bundar dan melenting yaitu kepala

(49)

Analisis dan Interprestasi:

Terabanya lunak, bundar dan tidak melenting yaitu bokong pada fundus saat Leopold I dan apabila teraba keras, bundar dan melenting yaitu kepala disegmen bawah rahim pada Leopold III menjadi indikator diagnosis bahwa presentase kepala (Simanualang E, 2017).

h. Kepala Sudah Masuk PAP, Hodge III (2/5) Data Dasr

DS: - DO:

1) Leopold III: Kepala tidak dapat digoyangkan

2) Leopold IV: Teraba bagian terendah belum masuk PAP (konvergen)

Analisis dan Interprestasi:

Apabila pada pemeriksaan leopold III bagian terendah janin dapat digoyangkan berarti sudah masuk PAP (Anwar et al., 2022)

Pada pemeriksaan leopold IV untuk menentukan apakah kepala sudah masuk PAP atau belum, pada pemeriksaan leopold IV jari- jari tangan tidak bertemu menandakan bagian terendah janin sudah masuk PAP. Sedangkan, jika jari-jari tangan masih bertemu menandakan bagian terendah janin belum masuk PAP (Simanualang E, 2017).

(50)

i. Keadaan Ibu Baik Data Dasar

DS:

1) Ibu tidak pernah menderita penyakit menular seperti TBC, Hepatitis, HIV/AIDS

2) Ibu tidak pernah menderita penyakit keturunan seperti hipertensi, asma, dan lain-lain

DO:

1) Keadaan umum ibu : Baik

2) Kesadaran : Composmentis 3) Tanda-tanda vital

a) Tekanan Darah : 120/70 mmHg

b) Nadi : 80x/ menit

c) Suhu : 36,8º C

d) Pernapasan : 20×/ menit

4) Wajah tidak pucat, tidak ada oedema pada wajah 5) Konjungtiva tidak anemis dan sklera tidak icterus Analisis dan Interpretasi:

Ibu dapat berkomunikasi dengan baik,tanda-tanda vital normal, wajah ibu tidak enemis,tidak pucat,tidak ada oedema dan pemeriksaan fisik tidak ada kelainan menandakan keadaan umum ibu baik (Mulani, 2020).

(51)

j. Keadaan Janin Baik Data Dasar

DS:

Ibu mengatakan gerakan janin aktif dirasakan sejak usia kehamilan 20 minggu sampai sekarang

DO:

DJJ (+) terdengar jelas, kuat, dan teratur dengan frekuensi 146x/

menit

Analisis dan Interpretasi:

Gerakan janin kuat dan DJJ yang jelas, kuat dan teratur dengan frekuensi normal yaitu antara 120-160x/ menit merupakan indikator bahwa janin dalam keadaan baik (Simanualang E, 2017).

k. Inpartu Kala I Fase Aktif Data Dasar

DS:

Ibu mengatakan merasakan nyeri perut tembus belakang sejak tanggal 01 April 2023, pukul 05.00 WITA

DO:

1) Tampak pelepasan lendir dan darah

2) Kontraksi uterus dalam 10 menit, frekuensi 4x, durasi 45‘45‘45‘47‘

3) Pemeriksaan dalam tanggal 02 April 2023 pukul 19.10 WITA

(52)

Analisis dan Interpretasi:

1) Dengan pendataran dan pembukaan, lendir dari canalis cervicalis keluar disertai dengan sedikit darah. Perdarahan yang sedikit ini disebabkan karena lepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen bawah rahim hingga beberapa capillair darah terputus (Sulikah et al., 2019).

2) Dengan adanya his persalinan, terjadi perubahan pada serviks yang menimbulkan pendataran dan pembukaan, pembukaan menyebabkan selaput lendir yang terdapat pada canalis cervikalis terlepas dan terjadi perdarahan karena kapiler pembuluh darah pecah (Sulikah et al., 2019).

l. Masalah Nyeri Perut Tembus Belakang Data Dasar

DS:

Ibu mengeluh nyeri perut tembus belakang sejak tanggal 01 April 2023, pukul 05.00 WITA

DO:

1) Ekspresi Ibu tampak meringis kesakitan 2) Kontraksi uterus 45' 45' 45' 47'

Analisis dan Interpretasi:

1) Rasa nyeri pada persalinan adalah menifestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim. Kontraksi inilah yang

(53)

menumbulkan rasa sakit pada pinggangng, daerah perut dan menjalar kearah paha. Kontraksi ini menyebabkan adanya pembukaan mulut rahim (serviks) (Rejeki, 2018).

2) Terapi murottal Al-Quran dapat meningkatkan kadar β-Endorphin dan menurunkan intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I. Terapi murottal mengaktifkan sel-sel tubuh dengan mengubah getaran suara menjadi gelombang yang ditangkap oleh tubuh, menurunkan stimuli reseptor nyeri dan otak terangsang mengeluarkan analgesik opioid natural endogen yaitu β- Endorphin (Anwar et al., 2019).

m. Pengeluaran Lendir Bercampur Darah Data Dasar

DS:

Ibu nyeri perut tembus belakang disertai pengeluaran lendir bercampur darah

DO:

Terdapat pengeluaran lendir bercampur darah Analisis dan interpretasi:

Dengan pendataran dan pembukaan, lendir dari canalis cervicalis keluar disertai dengan sedikit darah. Perdarahan yang sedikit ini disebabkan karena lepasnya selaput janin pada bagian bawah

(54)

segmen bawah Rahim hingga beberapa capillair darah terputus (Sulikah et al., 2019).

Langkah III. Identifikasi Diagnosis/ Masalah Potensial Potensial Terjadinya Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir Data Dasar

DS:

Ibu mengatakan HPHT nya tanggal 03 Juni 2022 DO:

Umur kehamilan 43 minggu 2 hari Analisis dan Interpretasi:

Serotinus dimaksudkan usia kehamilan telah lebih dari 42 minggu atau lebih sejak hari pertama menstruasi terakhir. Resiko kehamilan lewat waktu antara lain adalah gangguan pertumbuhan janin, gawat janin sampai kematian janin dalam rahim. Permasalahan kehamilan lewat waktu adalah plasenta tidak sanggup memberikan nutrisi dan pertukuran CO2 dan O2 sehingga mempunyai resiko asfiksia sampai kematian dalam Rahim (Ratnawati and Yusnawati, 2016).

Langkah IV. Tindakan Segera

Tidak dilakukan tindakan segera/ kolaborasi Langkah V. Rencana Asuhan

a. Tujuan

(55)

1) Kala I dapat berlangsung normal 2) Keadaan ibu baik

3) Ibu mendapat dukungan psikologis dari keluarga dan petugas b. Kriteria Keberhasilan

1) Kala I berlangsung normal (kala I berlangsung selama 6-8 jam) 2) Keadaan ibu baik dan tanda-tanda vital dalam batas normal

b) Tekanan Darah : 90-135 mmHg (sistolik) 70-90 mmHg (distolik) c) Nadi : 60-100x/ menit

d) Suhu : 36,5˚C-37,5˚C

e) Pernapasan : 16-20x/ menit

3) Ibu mendapat dukungan psikologis dari keluarga dan petugas c. Rencana Asuhan

Tanggal 02 April 2023, pukul 19.15 WITA 1) Beritahu ibu hasil pemeriksaan

Rasional:

Agar ibu mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan 2) Beri informasi tentang nyeri kala I

Rasional:

Agar ibu mengerti bahwa nyeri yang dirasakan disebabkan oleh kontraksi uterus

3) Beri dukungan pada ibu

(56)

Rasional:

Agar memberikan semangat dan sikap optimis seorang ibu dalam menghadapi persalinan

4) Anjurkan ibu untuk memilih posisi yang menguntungkan bagi janin dengan tidur miring ke salah satu sisi secara bergantian Rasional:

Tidur miring ke salah satu sisi secara bergantian dapat meningkatkan oksigenasi janin karena tidur miring di salah satu sisi mencegah penekanan vena kava inferior oleh uterus yang berkontraksi

5) Observasi his, TTV, dan DJJ Rasional:

Dengan mengobservasi his, TTV ibu dan DJJ akan dapat membantu tindakan selanjutnya

6) Beri ibu makan dan minum sebagai sumber kalori Rasional:

Makan dan minum dapat mencegah dehidrasi dan kelelahan serta memberi kekuatan saat mengedan dalam proses persalinan

7) Anjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemih Rasional:

Agar kontraksi uterus tidak terganggu dengan kandung kemih yang penuh

8) Ajarkan pada ibu untuk mengedan yang baik dan benar saat ada his

(57)

Rasional:

His dan proses mengedan yang baik dan benar berguna untuk proses persalinan

9) Persiapan alat pakai Rasional:

Agar dalam melakukan suatu tindakan berjalan dengan lancar karena semua alat siap

Langkah VI. Implementasi

Tanggal 02 April 2023, pukul 19.15-20.10 WITA a. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan

Ibu dan janin dalam keadaan sehat serta sekarang pada masa persalinan dengan pembukaan 5 cm

b. Memberikan informasi tentang nyeri pada kala I

Nyeri pada kala I terutama ditimbulkan oleh stimulus yang dihantarkan melalui saraf pada leher rahim (serviks) dan rahim/uterus bagian bawah. Nyeri ini merupakan nyeri yang berasal dari kontraksi uterus dan adneksa. Intensitas nyeri berhubungan denngan kekuatan kontraksi dan tekanan yang ditimbulkan.

c. Memberikan dukungan pada ibu

1) Lingkungan, suasana yang rileks dan bernuansa rumah akan sangat membantu wanita dan pasangannya merasa nyaman 2) Pendamping persalinan

(58)

3) Mobilitas

4) Teknik relaksasi

5) Percakapan (komunikasi) 6) Dorongan semangat

d. Menganjurkan ibu untuk memilih posisi yang menguntungkan bagi janin dengan tidur miring ke salah satu sisi secara bergantian e. Mengobservasi kontraksi uterus (HIS), TTV, dan DJJ

f. Memberi ibu makan dan minum sebagai sumber kalori, ibu diberi makan dan minum guna untuk memberi tenaga pada ibu saat proses mengejan dan mencegah terjadinya dehidrasi pada ibu

g. Menganjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemih

h. Mengajarkan pada ibu untuk mengedan yang baik dan benar saat ada his yaitu dengan posisi setengah duduk saat ada his dan kedua tangan menarik paha dengan dagu dirapatkan di dada, dan ibu melihat ke perut. Hentikan mengajan saat kontraksi hilang lakukan hal yang sama saat ada kontraksi

i. Mempersiapkan alat pakai 1) Dalam bak partus

a) 2 pasang handscoone b) 2 buah klem koher

c) 1 buah setengah koher koher d) 1 buah gunting tali pusat

(59)

e) buah penjepit tali pusat f) Kasa secukupnya

g) 1 buah gunting episiotomi h) 1 buah kateter

2) Diluar bak partus a) Nierbeken b) Spoit 3 cc

c) Leannec/ doppler d) Tensimeter e) Stetoskop

f) Larutan clorin 0,5%

g) Air DTT

h) Tempat sampah basah i) Tempat sampah kering j) Betadine

k) Celemek

b) Timbangan bayi 3) Hecting set

a) 1 buah gunting b) 1 buah nalfuder c) 1 buah jarum hecting d) Benang catgut

(60)

e) 1 buah pingset f) Kapas

g) Tampon

h) Kassa secukupnya 4) Persiapan obat – obatan

a) Oxytocin 2 ampul b) Vitamin K

c) Salep mata d) Hepatitis B 5) Alat resusitasi

a) Kain/ bedong 3 buah:

A. Kain ke-1: untuk mengeringkan bayi B. Kain ke-2: untuk menyelimuti bayi C. Kain ke-3: untuk ganjal bahu bayi

b) Alat penghisap lendir de Lee atau bola karet c) Alat ventilasi : Balon dan sungkup

d) Kotak alat resusitasi e) Sarung tangan

f) Jam tangan atau pencatat waktu 6) Persiapan pakaian ibu

a) Baju

b) Duk/ softeks

(61)

c) Pakaian dalam d) Alas bokong e) Washlap 7) Pakaian bayi a) Handuk b) Sarung c) Baju bayi

d) Kaos tangan dan kaki e) Loyor

Langkah VII. Evaluasi

Tanggal 02 April 2023, pukul 19.15-20.10 WITA a) Ibu mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan b) Ibu mengerti dengan informasi tentang nyeri kala I c) Ibu menyambut dukungan dari bidan

d) Ibu memilih posisi miring ke kiri

e) Mengobservasi kontraksi uterus (HIS), TTV, dan DJJ

(62)

Tabel 7. Observasi Kontraksi Uterus, TTV, dan DJJ

Ja

m His DJJ Nadi Pernapa

san Suhu

Tekan an Darah

VT

19.

40

47'47'4 8'48'48

142x/m 85x/m 20x/m - - -

20.

10

48'48' 50'50' 50'

146x/m 80x/m 20x/m - - Dinding vagina elastis, potrio tidak teraba, pembukaan 10 cm, ketuban - presentasi kepala, posisi UUK depan, penurunan kepala hodge IV, moulase (- ), kesan panggul normal, pelepasan lendir bercampur darah dan air ketuban (indikasi ketuban pecah spontan

f) Ibu diberi makan dan minum saat tidak ada his g) Kandung kemih ibu kosong

h) Ibu mengerti dengan cara mengedan yang baik dan benar saat ada his

i) Persiapan alat telah lengkap

(63)

c) Kala II

a. Subjektive (S)

1) Ibu mempunyai keinginan untuk meneran 2) Keluar ketuban dari jalan lahir

3) Ibu mengatakan tekanan pada anus 4) Ibu mengatakan sakitnya bertambah b. Objektive (O)

1) Tanda – tanda vital :

a) Tekanan Darah : 120/70 mmHg b) Nadi : 80×/ menit c) Suhu : 36,8º c d) Pernapasan : 20×/ menit 2) Leopold IV : 0/5

3) Perineum tampak menonjol 4) Vulva dan sfingter ani membuka 5) Kontraksi uterus 48'48' 50'50' 50' detik

6) Pukul 20.10 WITA dilakukan pemeriksaan dalam a) Dinding vagina : Elastis

b) Portio : Tidak teraba

c) Pembukaan : 10 cm

d) Ketuban : ( - ) e) Presentasi : Kepala

(64)

f) Posisi UUK : Depan g) Penurunan kepala : Hodge h) Moulase : Tidak ada i) Kesan panggul : Normal

j) Pelepasan : Lendir bercampur darah dan ketuban

c. Assesment (A)

G3P2A0, Inpartu kala II, keadaan ibu baik

d. Plan (P)

Tanggal 02 Maret 2023, pukul 20.10-20.20 WITA 1) Pastikan adanya tanda dan gejala kala II

perineum menonjol, vulva dan sfingter ani membuka 2) Pastikan kelengkapan alat dan bahan serta obat-obatan 3) Pakai celemek

4) Cuci tangan sebelum menolong 5) Pakai handscoone ditangan kanan 6) Siapkan oxytocin dalam spoit

7) Gunakan sarung tangan kiri dan membersihkan vulva dan perineum dengan kapas DTT

8) Beritahu ibu pembukaan sudah lengkap

9) Ajarkan ibu untuk mengedan yang benar dengan posisi

(65)

setengah duduk saat ada his dan kedua tangan menarik paha, dagu dirapatkan ke dada, dan melihat ke perut

10) Pimpin ibu meneran jika ada his dan anjurkan ibu istirahat diantara kontraksi

11) Anjurkan ibu mengambil posisi meneran 12) Letakkan handuk di atas perut ibu 13) Pasang alas bokong

14) Buka partus set 15) Pakai sarung tangan

16) Pimpin persalinan dengan menyokong perineum dan menahan puncak kepala

17) Pastikan tidak ada lilitan tali pusat

18) Tunggu kepala melakukan putaran paksi luar

19) Lahirkan kepala dan bahu dengan kedua tangan secara biparietal

20) Mindahkan tangan kanan untuk menyangga kepala, leher, dan bahu

21) Susuri badan bayi

22) Nilai bayi yaitu: Gerak, tangis, dan warna kulit

23) Letakkan bayi diatas perut ibu, mengeringkan dengan handuk 24) Cek fundus memastikan bayi tunggal

25) Beritahu ibu akan disuntik oksitosin

(66)

26) Suntikkan oksitosin di 1/3 paha bagian luar 27) Jepit tali pusat dengan klem

28) Potong dan mengikat tali pusat

29) Letakkan bayi dengan posisi tengkurap di kedua payudara ibu ditutupi dan diberikan topi

e. Implementasi

1) Memastikan adanya tanda dan gejala kala II

2) Memastikan kelengkapan alat dan bahan serta obat-obatan 3) Memakai celemek

4) Mencuci tangan sebelum menolong 5) Memakai handson ditangan kanan 6) Menyiapkan oxitocin dalam spoit

7) Menggunakan sarung tangan kiri dan membersihkan vulva dan perineum dengan kapas DTT

8) Memberitahu ibu pembukaan sudah lengkap

9) Mengajarkan ibu untuk mengedan yang benar dengan posisi setengah duduk saat ada his dan kedua tangan menarik paha, dagu dirapatkan ke dada, dan melihat ke perut

10) Memimpin ibu meneran jika ada his dan anjurkan ibu istirahat diantara kontraksi

11) Menganjurkan ibu mengambil posisi meneran 12) Meletakkan handuk di atas perut ibu

(67)

13) Memasang alas bokong 14) Membuka partus set 15) Memakai sarung tangan

16) Memimpin persalinan dengan menyokong perineum dan menahan puncak kepala

17) Memastikan tidak ada lilitan tali pusat

18) Menunggu kepala melakukan putaran paksi luar

19) Melahirkan kepala dan bahu dengan kedua tangan secara biparietal

20) Memindahkan tangan kanan untuk menyangga kepala, leher, dan bahu

21) Menyusuri badan bayi

22) Menilai bayi yaitu: Gerak, tangis, dan warna kulit

23) Meletakkan bayi diatas perut ibu, mengeringkan dengan handuk 24) Mengecek fundus memastikan bayi tunggal

25) Memberitahu ibu akan disuntik oksitosin

26) Menyuntikkan oksitosin di 1/3 paha bagian luar 27) Menjepit tali pusat dengan klem

28) Memotong dan mengikat tali pusat

29) Meletakkan bayi dengan posisi tengkurap di kedua payudara ibu ditutupi dan diberikan topi

f. Evaluasi

(68)

1) Terdapat dorongan ingin meneran, tekanan pada anus, perineum menonjol, vulva dan sfingter ani membuka

2) Persiapan alat sudah lengkap 3) Telah memakai celemek 4) Telah mencuci tangan 5) Telah memakai handscoone 6) Oksitosin sudah disiapkan

7) Vulva dan perineum telah dibersihkan 8) Pembukaan sudah lengkap

9) Mengambil posisi setengah duduk

10) Ibu meneran saat ada his, dan istirahat diantara kontraksi 11) Ibu berjalan dan berjongkok

12) Telah diletakkan handuk diatas perut ibu 13) Telah dipasang alas bokong

14) Partus set terbuka

15) Telah memakai sarung tangan steril 16) Kepala bayi telah lahir

17) Tidak ada lilitan tali pusat

18) Kepala bayi melakukan putaran paksi luar 19) Lahir bahu depan dan belakang

20) Telah disangga kepala, leher, dan bahu

(69)

21) Badan bayi telah di susuri. Bayi lahir tanggal 02 April 2023, pukul 20.20 WITA

22) Bayi lahir bergerak aktif, menangis kuat, kulit kemerahan 23) Bayi telah dikeringkan

24) TFU setinggi pusat

25) Ibu telah mengetahui akan disuntik

26) Ibu disuntik oksitosin pada 1/3 paha bagian luar 27) Tali pusat telah dijepit

28) Tali pusat telah dipotong dan diikat

29) Bayi telah tengkurap di kedua payudara ibu, ditutupi dengan selimut dan diberi topi

3. Kala III

a. Subjektive (S)

Ibu mengeluh nyeri perut bagian bawah b. Objektive (O)

1) Kontraksi uterus baik teraba keras dan bundar 2) TFU setinggi pusat

3) Tali pusat bertambah panjang 4) Semburan darah tiba-tiba

5) Tidak ada rupture / laserasi jalan lahir c. Assesment (A)

(70)

P3A0, Kala III uri (pengeluaran plasenta), keadaan ibu baik d. Plan (P)

Tanggal 02 April 2023, pukul 20.20-20.30 WITA 1) Pindahkan klem 5 cm didepan vulva

2) Letakkan tangan kanan agar memegang tali pusat dan klem, tangan kiri diatas simphysis

3) Perhatikan tanda pelepasan plasenta 4) Keluarkan plasenta

5) Lahirkan plasenta dengan kedua tangan 6) Lakukan masase uterus

7) Periksa kelengkapan plasenta

8) Cek kemungkinan laserasi jalan lahir e. Implementasi

1) Memindahkan klem 5 cm didepan vulva

2) Meletakkan tangan kanan agar memegang tali pusat dan klem, tangan kiri diatas simphysis

3) Memerhatikan tanda pelepasan plasenta 4) Mengeluarkan plasenta

5) Melahirkan plasenta dengan kedua tangan 6) Melakukan masase uterus

7) Memeriksa kelengkapan plasenta

8) Mengecek kemungkinan laserasi jalan lahir

(71)

f. Evaluasi

a) Klem berada 5 cm didepan vulva

b) Kontraksi uterus baik, keras, dan bundar c) Pelepasan plasenta diperhatikan

d) Plasenta didepan vulva e) Plasenta telah lahir

f) Kontraksi uterus baik, keras, dan bundar g) Plasenta lengkap

h) Tidak ada laserasi jalan lahir 4. Kala IV

a. Subjektive (S )

Ibu mengeluh masih nyeri pada perut bagian bawah dan perineum b. Objektive (O)

1) Keadaan umum ibu : Baik

2) Kesadaran : Composmentis 3) Tanda – tanda vital Ibu

a) Tekanan Darah : 110/70 mmHg b) Nadi : 78×/ menit c) Suhu : 36,8º C d) Pernapasan : 20×/ menit

4) Kontraksi uterus baik teraba keras dan bundar 5) Perdarahan ± 100 cc

(72)

6) Kandung kemih kosong c. Assesment (A)

P3A0, Kala IV (Pengawasan), keadaan ibu baik d. Plan (P)

Tanggal 02 April 2023, pukul 20.30-22.30 WITA 1) Masase uterus

2) Celup kedua tangan dalam larutan clorin 0,5%, bilas dengan air DTT, keringkan dengan handuk bayi

3) Pastikan kandung kemih kosong 4) Ajarkan ibu dan keluarga cara masase

5) Evaluasi dan mengestimasi jumlah perdarahan 6) Pastikan keadaan umum ibu baik

7) Pantau kembali bayi

8) Rendam semua alat dalam larutan clorin 0,5%

9) Buang sampah pada tempatnya

10) Bersihkan ibu dengan air DTT menggunakan washlap 11) Pakaikan ibu duk, celana dalam, dan pakaian

12) Dekontaminasi tempat bersalin dengan larutan clorin 0,5% dan bilas dengan air DTT

13) Celup tangan dalam larutan klorin, buka secara terbalik 14) Cuci tangan

15) Lakukan observasi kala IV

Gambar

Tabel 6. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang  Lalu
Tabel 7. Observasi Kontraksi Uterus, TTV, dan DJJ
Tabel 8. Observasi Kala IV

Referensi

Dokumen terkait

1) Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. 2) Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan

Pergerakan yang dirasakan ibu serta DJJ terdengar jelas pada kuadran bawah dengan frekuensi 143x/i menandakan janin dalam keadaan baik. LANGKAH III : ANTISIPASI DIAGNOSA /

Tujuan Umum Peneliti mampu memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny.S usia 27 tahun G3P1011 kehamilan 34-35 minggu Janin Tunggal Hidup Intra Uteri dari masa kehamilan,

x KATA PENGANTAR puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan hidayahnya penulis bisa menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini dengan judul

Laporan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Sultra, kasus AKI di sulawesi tenggara mengalami fluktuatif, dimana pada tahun 2018, pada setiap 100.000

lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin Yulizawati dkk, 2019 Persalinan merupakan serangkaian

Triangulasi sumber, mengecek keabsahan data Ny.L dari pencatatan register yang terdapat di Poli KIA UPTD puskesmas Labibia, buku KIA Ny.L, informasi bidan yang bertugas termasuk anggota

Leny 2019 „Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil‟, Jurnal Kebidanan :Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang, 9,