LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI TUMBUHAN
Laporan ini disusun untuk memenuhi nilai praktikum Ekologi Tumbuhan Dosen Pengampu : Drs. Cecep Sudrajat ,M.Pd
Disusun oleh :
Mutiara Siti Nurfajriah 061121006
PROGRAM STUDI BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PAKUAN
2023
KOMPETISI INTRASPESIFIK DAN INTERSPESIFIK PADA TUMBUHAN
1. Tanggal : Rabu, 10 Mei 2023
2. Tujuan : Untuk mengamati pengaruh kompetisi intraspesifik dan interspesifik terhadap tertumbuhan tanaman jagung dan kedelai.
3. Landasan Teori
Kompetisi yang terjadi antara individu sejenis disebut sebagai kompetisi intraspesifik sedangkan interaksi antara individu yang tidak sejenis disebut interaksi interspesifik Kecepatan perkecambahan biji tumbuhan dan pertumbuhan anakan (seedling) merupakan suatu faktor yang menentukan kemampuan spesies tumbuhan tertentu untuk menghadapi dan menanggulangi persaingan yang terjadi. Apabila suatu tanaman berkecambah terlebih dahulu di banding suatu tanaman yang lain maka tanaman yang tumbuh lebih dahulu dapat menyebar lebih luas sehingga mampu memperoleh cahaya matahari, air, dan unsur hara tanah lebih banyak di bandingkan dengan yang lain.
4. Alat dan Bahan Alat :
Polybag
Sekop
Penggaris
Alat tulis Bahan :
Tanah gembur
Biji jagung
Biji kacang hijau
Air 5. Metode
Tahap persiapan
Ditentukan lokasi untuk tempat pengambilan tanah. Tanah yang diambil di masukan ke dalam polybag kurang lebih tiga perempat dan isi polybag. Kemudian setiap polybag
diberi tanda. Polybag yang telah diisi tanah di diletakan di lobi dekat jendela yang kemudian dilakukan pengukuran faktor fisik diantaranya pH tanah, suhu tanah, kelembaban udara, intensitas cahaya, temperatur udara dan kelembaban tanah. Sebelum biji-biji yang telah disiapkan ditanam sebaiknya dilakukan pemilihan terlebih dahulu.
Dipilih biji yang paling bagus dan baik untuk di tanam.
Tahap Penanaman
Biji-biji yang sudah dipilih dengan baik kemudian ditanam di dalam polybag yang telah disiapkan. Pola penanaman disesuaikan dengan yang ditentukan di dalam modul praktikum. Setiap polybag yang telah ditanami biji ditandai dengan menggunakan kertas label.
Pada polybag 1 ditanami satu biji jagung/kacang hijau
Pada polybag 2 ditanami 2 biji jagung kacang hijau
Pada polybag 3 ditanami 4 biji jagung kacang hijau
Pada polybag 4 ditanami 8 biji jagung kacang hijau
Pada polybag 5 ditanam 1 biji jagung dan 1 biji kacang hijau
Pada polybag 6 ditanami 2 biji jagung dan 2 biji kacang hijau
Pada polybag 7 ditanam 4 biji jagung dan 4 biji kacang hijau
Jarak masing-masing biji diatur sedemikian rupa sehingga tidak terlalu berdekatan.
Semua tanaman disiram setiap hari sebanyak 30ml.
Tahap Pengamatan
Pengamatan dilakukan dengan mengukur pertumbuhan tanaman secara berkala. Data yang didapat dicatat dan disusun berdasarkan hari atau tanggal pengamatannya hingga waktu panen tiba yaitu setelah sekitar satu bulan.
6. Hasil Pengamatan Tabel Pengamatan :
Hari ke 3
Perlakuan Kacang Hijau Daun Jagung Daun
polybag 1 1 jagung 4 2
polybag 2 2 jagung 5 4
ploybag 3 4 jagung 5 ; 4 ; 3 2 ; 3 ; 2
polybag 4 8 jagung 5 ; 3 ; 5 ; 1 ; 2 2 ; 1 ; 1 ; 1 ; 2
polybag 5 1 KH 1 J 3 1 3 2
polybag 6 2 KH 2 J 4 1 2 1
polybag 7 4 KH 4 J . 3 ; 3 ; 2 ; 1 1 ; 1; 1 ; 1 2 ; 2 1 ; 1
Hari ke 6
Perlakuan
Kacang
Hijau Daun Jagung Daun
polybag 1 1 jagung 5 2
polybag 2 2 jagung 6 4
ploybag 3 4 jagung 5 ; 5 ; 3 3; 3 ; 2
polybag 4 8 jagung 9 ; 3 ; 9 ; 4 ; 3 3 ; 1 ; 1 ; 1 ; 2
polybag 5 1 KH 1 J 5 1 4 2
polybag 6 2 KH 2 J 5 1 5 1
polybag 7 4 KH 4 J 5 ; 6 ; 3 ; 2 1 ; 3 ; 2 ; 2 3 ; 2 1 ; 1
Hari ke 9
Perlakuan Kacang Hijau Daun Jagung Daun
polybag 1 1 jagung 5,5 2
polybag 2 2 jagung 6,3 4
ploybag 3 4 jagung 5 ; 4 ; 3 2 ; 3 ; 2
polybag 4 8 jagung 9,5 ; 4 ; 9 ; 4 ; 4 3 ; 2 ; 1 ; 4 ; 2
polybag 5 1 KH 1 J 6 1 4,3 2
polybag 6 2 KH 2 J 5,5 1 5,4 1
polybag 7 4 KH 4 J 5,3 ; 6,8 ; 4 ; 1 ; 3 ; 3,8 ; 3 1 ; 1
2,8 2 ; 2
Hari ke 12
Perlakuan KH Daun J Daun
polybag 1 1 jagung 12 2
polybag 2 2 jagung 8 4
ploybag 3 4 jagung 5 ; 4 ; 3 2 ; 3 ; 2
polybag 4 8 jagung 9 ; 3 ; 9 ; 4 ; 3 3 ; 2 ; 1 ; 4 ; 2
polybag 5 1 KH 1 J 8 5 5 2
polybag 6 2 KH 2 J 14 1 7 1
polybag 7 4 KH 4 J 6 ; 8 ; 6 ; 5 1 ; 3 ; 2 ; 2 5 ; 4 1 ; 1
Hari ke 15
Perlakuan KH Daun J Daun
polybag 1 1 jagung 14 2
polybag 2 2 jagung 10 4
ploybag 3 4 jagung 8 ; 10 ; 7 3 ; 3 ; 2
polybag 4 8 jagung 13 ; 13 ; 15; 11 ; 16 3 ; 2 ; 2 ; 5 ; 3
polybag 5 1 KH 1 J 10 5 8 2
polybag 6 2 KH 2 J 16 2 9 2
polybag 7 4 KH 4 J 11 ; 12 ; 12 ; 12 2 ; 3 ; 2 ; 2 5 1
Hari ke 18
Perlakuan KH Daun J Daun
polybag 1 1 jagung 15 3
polybag 2 2 jagung 12 4
ploybag 3 4 jagung 8 ; 4 2 ; 3
polybag 4 8 jagung 19 ; 20 ; 18 ; 13 3 ; 3 ; 4 ; 4
polybag 5 1 KH 1 J 15 5 11 3
polybag 6 2 KH 2 J 19 3 12 2
polybag 7 4 KH 4 J 25 ; 23 ; 2 ; 3 ; 2 ; 3 7 1
20 ; 22
Hari ke 21
Perlakuan KH Daun J Daun
polybag 1 1 jagung 20 3
polybag 2 2 jagung 25 4
ploybag 3 4 jagung 15 ; 13 3 ; 3
polybag 4 8 jagung 25 ; 23 ; 24 ; 26 3 ; 4 ; 4 ; 4
polybag 5 1 KH 1 J 19 5
polybag 6 2 KH 2 J 23 4 9 2
polybag 7 4 KH 4 J 28 ; 26 ; 21 ; 23 2 ; 3 ; 3 ; 3 8,9 2
7. Pembahasan
Setelah dilakukan pengamatan pertumbuhan tanaman jagung dan kacang hijau selama 18 hari dihasilkan data tersebut terlihat dari pertumbuhan kacang hijau yang lebih dominan pada kompetensi ini. Factor factor yang mempengaruhi pemutusan dormansi adalah biji itu sendiri dan lingkungannya termasuk kadar air, kelembaban tanah, suhu tanah, intensitas cahaya dan faktor fisik lainnya.
8. Kesimpulan
Dilihat dari tabel yang dihasilkan kesimpulannya bahwa kacang hijau lebih cepat laju pertumbuhannya daripada jagung, maka kacang hijau adalah pemenang kompetensi intraspesifik dan interspesifik pada praktikum kali ini
PENGARUH ALLELOPATI BEBERAPA JENIS TANAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN
1. Tanggal : Rabu, 31 Mei 2023
2. Tujuan : Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh allelopati dari beberapa jenis tanaman terhadap perkecambahan pertumbuhan tanaman.
3. Landasan teori
Dalam persaingan antara individu-individu dari jenis yang sama atau jenis yang berbed untuk memperebutkan kebutuhan kebutuhan yang sama terhadap faktor faktor pertumbuhan, kadang-kadang suatu jenis tumbuhan mengeluarkan senyawa kima yang dapat mempengaruhi petumbuhan jenis-jenis pohon lain dan juga kemungkinan dapat mempengaruhi penumbuhan dari anakannya sendiri. Peristiwa semacam ini disebut dengan allelopat.
Alelopati berasal dari kata allefoon (saling) dan pathos (menderita) Allelopat adalah satu peristiwa dimana suatu individo tambahan menghasilkan zat kimia yang dapat mempengaruhi pertumbuhan individu lain
Pada prinsipnya allelopati adalah :
1. Pengarah yang bersifat merusak menghantu, merugikan dan dalam kondisi tertentu kemungkinan menguntungkan
2. Pengaruh terjadi pada perkecambahan pertumbuhan maupun metabolism 3. Pengaruh ini disebabkan karena adanya amyawa kimia yang dilepaskan oleh
suatu tanaman ketanaman lainnya:
Menurut Soerianegara dan Indrawan (1984), allelopati dapat berupa :
a. Keluamya zat dari akar untuk menghambat pertumbuhan dan tanaman sejenis atau tanaman lain
b. Tanaman mengeluarkan zat pada daun yang kemudian tercuci air hujan, zat ini dapat menghambat pertumbuhan dari tanaman lain.
c. Tanaman mengandung suatu zat yang pada waktu hidup tidak bereaksi apa-apa tetapi bila tanaman mati, zat tersebut akan lepas, tmurai di dalam tanah secara
kimiawa dengan mikroorganisme. Zat yang lepas ini dapat mempengaruhi kehidupan tanaman sejenis dan tanaman lainnya
4. Alat dan bahan
Bahan dan alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
1. Daun lamtoro ( Leucaena leucocephala ), akasia, bawang putih ( Allium sativum ) 2. Biji tanaman yang cepat berkecambah, misalnya biji kacang hijau
3. Blender atau mangkok penggerus, cawan petri, kertas saring dan kertas merang, gelas ukur, corong penyaring, pipet, dan pisau/gunting
5. Metode
1. Buatlah ekstrak akasia bawang putih alang-alang dengan cara berikut
a. Hancurkan dan haluskan bagian tumbuhan yang dipilih tersebut dengan mangkok
b. penggerus atau blender
c. Buatlah ekstrak bagian tumbuhan tersebut dengan air, dengan perbandingan bagian
d. tumbuhan air adalah I 7,1 14, dan 1:21.
e. Dibiarkan selama 24 jam, lalu saring dengan menggunakan alat penyaring Ini adalah faritan ekstrak yang akan digunakan sebagai perlukan
2. Letakkan 10 biji kacang hijau pada cawan pen, sebanyak 9 petri
3. Siram sebanyak 5 ml ekstrak ke dalam cawan petri yang telah berisi biji kacang hijau 4. 4 Terdapat 3 (tiga) perlakukan dengan masing-masing perlakukan 3 (tiga) ulangan.
5. Amati perkecambahan biji-biji tersebut selama 1 minggu, tentukan persen kecambahnya
6. dan ukur panjang kecambahnya.
6. Hail Pengamatan
perlakuan ulangan Cm Rata-rata
1 2 3 4 5 6 7
kontrol 1 : 7 - 2 2,2 2,3 2,4 3,1 3,4 2,2
1 : 14 - 1,2 1,3 1,6 2,3 2,5 3 1,7
1 : 21 - 1 1,1 1,3 1,4 1,7 2,4 1,2 akasia 1 : 7 - 0,5 0,9 1,4 2,7 3,4 4,1 1,8 1 : 14 - 0,6 0,8 1,6 2 2,7 3,1 1,5 1 : 21 - 0,4 0,6 1,3 1,9 2,6 3,2 1,4 Bawang putih 1 : 7 - 0,1 0,1 0,7 1 2 2,1 0,8
1 : 14 - 0,1 0,2 0,7 1 1,8 2 0,8
1 : 21 - 0,2 0,2 0,7 1 1,9 2,1 0,9
lamtoro 1 : 7 - 0,5 0,6 0,9 0,9 1 1,2 0,6
1 : 14 - 0,8 0,8 0,9 1 1,3 1,7 0,9 1 : 21 - - 0,1 0,3 0,5 0,7 0,9 0,3
7. Pembahasan
Berdasarkan hasil yang didapat padatabel diketahui bahwa tanaman kontrol dengan rata-rata pertumbuhan tertinggi dengan tinggi sebesar (1:7 1:14 1:21 ) (2,2 ; 1,7 ; 1,2) sedangkan rata-rata pertumbuhan terendah dengan rata-rata (1:7 1:14 1:21 ) (0,6 ; 0,9;
0,3) ini arinya lamtoro mengandung senyawa allelopati tertinggi disbanding dengan bawang putih dan akasia, dengan pemberian alleopati praktikum ini sangat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangantanaman. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau menjadi terhambat. Dapat diketahui bahwa proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman terhambat bukan karena adanya kompetisi perebutan unsur hara baik sesama tanaman ataupun dengan gulma, tetapi karena pemberian ekstrak alelopati dari kelima jenistanaman tadi dengan berbagai konsentrasi yang berbeda.
8. Kesimpulan
Berdasarkan data yang didapatkan kacang hijau yang disiram menggunakan air lamtoro mengandung senyawa allelopati paling tinggi dilihat dari pertumbuhannya sangat berbeda jauh dengan kacang hijau yang disiram dengan air control, sedangkan kacang hijau dengan senyawa allelopati kedua dan ketiga ialah bawang putih dan akasia.