• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN LAMBUNG

N/A
N/A
Nuurun Fawqo Nuril M

Academic year: 2024

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN LAMBUNG"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN LAMBUNG

Kelompok: … 1. … 2. … 3. … 4. … 5. … 6. …

Waktu & Tempat Pelaksanaan: Selasa, 6 September 2022 di Kelas X KKB A I. Tujuan Praktikum

1. Mengetahui nilai CB masing-masing jenis lambung

2. Mengetahui ukuran bagian lambung yang tenggelam di dalam air II. Landasan Teori

1. CB atau coefficient block adalah …

Jenis lambung: … (tuliskan sesuai pilihan masing2 kelompok, U/V/Catamaran) Rentang nilai CB jenis lambung tersebut: …

2. Volume Displacement adalah … Rumus Volume Displacement adalah:

Keterangan:

= … L = … B = … T = … CB = …

Sedangkan Massa Displacement atau berat benaman adalah … Rumus Displacement adalah:

Keterangan:

∆ = …

L = … B = … T = … CB = …

(m

3

)

(2)

ρ = Massa jenis air (yang digunakan adalah air tawar) = … III. Alat & Bahan

1. Roti

2. Balon air 1 (sudah tersedia) 3. Balon air 2 (sudah tersedia) 4. Karton

5. Penggaris 6. Cutter/Gunting

7. Timbangan Digital (sudah tersedia) 8. Solasi

9. … (apabila ada tambahan) IV. Langkah Kerja

A. Nilai CB

i) Menyiapkan roti, cutter, penggaris, dan timbangan digital

ii) Mengukur ukuran awal roti sebelum dipotong (roti sudah berbentuk balok) dengan penggaris dan mencatat hasilnya pada laporan

iii) Menimbang roti sebelum dipotong dengan timbangan digital dan mencatat hasilnya pada laporan

iv) Memotong roti dengan cutter/gunting sesuai jenis lambung yang dipilih v) Menimbang roti yang telah dipotong dengan timbangan digital dan mencatat

hasilnya pada laporan

vi) Menuliskan hasil pengamatan pada laporan B. Ukuran Utama Lambung

i) Menyiapkan roti yang telah dipotong sesuai bentuk lambung, balon air 100 gram, balon air 200 gram, karton, penggaris, cutter/gunting, dan solasi ii) Memotong karton dengan cutter/gunting sesuai bentuk lambung yang telah

dibuat pada roti

iii) Menyempurnakan bentuk lambung dengan cutter/gunting dan solasi iv) Karton yang telah dibentuk diapungkan pada kolam air dan dibebani balon

air 1

v) Mengangkat lambung karton yang telah diapungkan, mengukur dengan penggaris; panjang, lebar, dan tinggi bagian lambung yang terkena air vi) Mencatat hasilnya pada laporan

vii) Ulangi langkah iv) hingga vi) namun bebani dengan balon air 2 viii) Menuliskan seluruh hasil pengamatan pada laporan

V. Hasil Pengamatan A. Nilai CB

(3)

- Ukuran roti sebelum dipotong:

Panjang = … Lebar = … Tinggi = … Berat = …

- Ukuran roti setelah dipotong:

Berat = …

- CB = Berat roti setelah dipotong / Berat roti sebelum dipotong = … / …

= …

B. Ukuran Utama Lambung - Balon air 100 gram

Panjang bagian lambung pada garis air (L) = … Lebar bagian lambung pada garis air (B) = … Tinggi bagian lambung hingga garis air (T) = …

CB = … (sesuai nilai CB yang didapatkan dari praktikum A) Volume displacement ( ) = … (rumus)

= … (penyelesaian) = … (jawaban) Massa displacement (∆) = … (rumus) = … (penyelesaian) = … (jawaban) - Balon air 200 gram

Panjang bagian lambung pada garis air (L) = … Lebar bagian lambung pada garis air (B) = … Tinggi bagian lambung hingga garis air (T) = …

CB = … (sesuai nilai CB yang didapatkan dari praktikum A) Volume displacement ( ) = … (rumus)

= … (penyelesaian) = … (jawaban) Massa displacement (∆) = … (rumus) = … (penyelesaian) = … (jawaban)

VI. Kesimpulan

1. Dari hasil praktikum di atas, didapatkan nilai CB jenis lambung … (tuliskan sesuai jenis lambung yang dipilih) adalah sebesar …

Sehingga …

(4)

maka praktikum ini dinyatakan … (berhasil/tidak)

2. Dari hasil praktikum di atas, didapatkan ukuran bagian lambung di bawah garis air pada percobaan dengan Balon air 1 adalah:

L = … B = … T = … = …

∆ = …

Sedangkan ukuran bagian lambung di bawah garis air pada percobaan dengan Balon air 2 adalah:

L = … B = … T = … = …

∆ = …

Sehingga …

maka praktikum ini dinyatakan … (berhasil/tidak)

Referensi

Dokumen terkait

Namun hasil gram kristal yang didapat lebih banyak oleh kelompok 4 dengan konsentrasi HNO 3  30%, hal ini dapat disebabkan karena pada saat. pemanasan, suhu yang dicapai pada

Menurut Siswoputranto (1993) Tanaman kopi Arabica membutuhkan kelembapan udara yang cukup, berkaitan dengan masalah hilangnya air pada saat proses penguapan terutama

Bakteri Acetobacter xylinum akan dapat membentuk nata jika ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan Karbon © dan Nitrogen (N), melalui proses

Simplisia yang menjadi sampel untuk penetapan kadar tanin ini adalah daun teh, yang dibuat ekstraknya terlebih dahulu dengan cara mendidihkan daun teh sebanyak 2 gram dalam air

Hal ini disebabkan karena dengan penambahan CMC 0,5% mampu mengikat air sehingga warna kuning susu jagung yang berasal dari karoten dapat lebih terlihat, sedangkan, penambahan susu

Bakteri Acetobacter xylinum akan dapat membentuk nata jika ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan Karbon © dan Nitrogen (N), melalui proses

Komposisi larutan ringer adalah: (NaCl, CaCl, KCl, K2CO3, air untuk hewan berdarah panas), (NaCl, CaCl, KCl, Na2CO3, air untuk hewan berdarah dingin). NaCl merupakan larutan

Pemerian : cairan kental; tidak berwarna hingga kuning pucat; bau lemah mirip amoniak; higroskopik Kelarutan : Mudah larut dalam air dan dalam etanol 95% P; larut dalam kloroform P