• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH TENDENSI SENTRAL

N/A
N/A
Jenita bate

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH TENDENSI SENTRAL"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

“Tendensi Sentral”

Dosen Pengampuh : Viany Cecilia Pah,SE.,M.Si

Disusun Oleh:

Meyrani S. Tabun (2223142716) Baiq Dwi Alda Rahmawati(2223142695)

Nasya C.J. Malelak(2223142717) Maria Yuliana Loda Dhiu(2223142713)

Sofiyani Ndilu Natar(2223142723) Christin Monica Selan(223142697)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK JURUSAN AKUNTANSI

POLITEKNIK NEGERI KUPANG

2024/2025

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan berkat-Nya sehingga penulis bisa menyelesaiakan tugas makalah ini. Tidak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut memberikan kontribusi dalam penyusunan makalah ini. Tentunya, tidak akan bisa maksimal jika tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Sebagai penyusun,penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan, baik dari penyusunan maupun tata bahasa penyampaian dalam makalah ini. Oleh karena itu, penulis dengan rendah hati menerima kritik dan saran dari pembaca agar penulis dapat memperbaiki makalah ini.

Kupang,27 September 2024

DAFTAR ISI

(3)

KATA PENGANTAR... ii

DAFTAR ISI... iii

BAB I PENDAHULUAN... 4

1.1 Latar belakang...4

1.2 Rumusan Masalah...2

1.3 Tujuan... 2

BAB II... 3

PEMBAHASAN...3

2.1 Pengertian Tendensi Sentral... 3

2.2 Pengertian Mean,Median dan Modus...3

2.3 Perhitungan dan Penerapan mean,median,modus...5

BAB III PENUTUP... 7

3.1 KESIMPULAN...7

3.2 SARAN...7

DAFTAR PUSTAKA...8

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Pada dasarnya statistika ialah sebuah konsep dalam bereksperimen, menganalisa data yang bertujuan untuk mengefisiensikan waktu, tenaga dan biaya dengan memperoleh hasil yang optimal. Berdasarkan definisinya Statistika merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data.

Sedangkan statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data.

Disadari atau tidak, statistika telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan pemerintah menggunakan statistika untuk menilai hasil pembangunan masa lalu dan juga untuk membuat rencana masa mendatang. Sebagai seorang mahasiswa sudah sewajarnya kita melakukan berbagai kegiatan dan penelitian. Tidak dipungkiri keberadaan statistik sangat penting untuk membantu mengumpulkan dan mengolah data yang didapatkan ketika melakukan penelitian. Perlu diketahui bahwa tidak semua data dapat diolah dengan cara yang sama. Ada berbagai metode dan cara pengolahan data sesuai dengan karakteristik data. Untuk itu statistik memberikan cara-cara pengumpulan, penyusunan data menjadi bentuk yang lebih mudah untuk dianalisis sehingga dapat memberikan informasi yang jelas sebagai petunjuk di dalam pengambilan keputusan dengan metode yang sesuai dengan karakteristik data yaitu dengan adanya tendensi sentral.

Tendensi sentral digunakan untuk menggambarkan suatu nilai yang mewakili nilai pusat atau nilai sentral dari suatu gugus data (himpunan pengamatan). Tendensi sentral sering sekali digunakan untuk mengetahui rata-rata data (mean), nilai yang berada ditengah data (median), nilai yang sering muncul dalam data (mode) dan masih banyak lagi yang dapat dihitung dalam tendensi sentral. Dengan tendensi sentral, analisis data dalam penelitian dapat dilakukan dengan tepat. Pemahaman dan pengetahuan mengenai tendensi sentral sangat penting sehingga pengetahuan terhadap tendensi sentral sangat penting bagi mahasiswa.

(5)

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari Tendensi Sentral ?

2. Apa pengertian dari mean,median,dan modus ?

3. Bagaimana perhitungan dan penerapan rumus dari Tendensi Sentral ?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian dari Tendensi Sentral

2. Untuk mengetahui pengertian dari mean,median dan modus

3. Untuk mengetahui bagaimana perhitungan dan penerapan rumus dalam Tendensi Sentral

(6)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Tendensi Sentral

Nilai sentral atau tendensi sentral adalah nilai dalam rangkaian data yang mewakili rangkaian data tersebut.Tendensi sentral digunakan untuk menggambarkan sifat sekumpulan data dari suatu pengamatan.

Tendensi Sentral ( ukuran kecenderungan memusat ) merupakan salah satu bentuk analisis statistik deskriptif. Dengan tendensi sentral dapat diketahui skor atau nilai mana yang menjadi pusat distribusi dan di sekitar skor mana, skor-skor lain terletak atau tersebar. Syarat – syaratnya adalah sebagai berikut :

1. Harus dapat mewakili rangkaian data

2. Perhitungannya harus didasarkan pada seluruh data 3. Perhitungannya harus objektif

4. Perhitungannya harus mudah

5. Dalam suatu rangkaian hanya ada satu nilai sentral 2.2 Pengertian Mean,Median dan Modus

1. Mean ( rata-rata )

Arti dari mean tidak lain adalah “angka rata-rata”. Dari segi aritmetik Mean adalah “ Jumlah nilai-nilai dibagi dengan jumlah individu”. Istilah mean saja merupakan metode yang paling banyak digunakan untuk menggambarkan ukuran tendensi sentral. Mean adalah nilai rata- rata pada suatu kelompok data yang diperoleh dari penjumlahan keseluruhan data opada suatu kelompok dibagi dengan banyaknya data ( Afriza Umami,Konsep dasar biostatik 2021)

Dalam perhitungan ukuran-ukuran statistik akan digunakan simbol-simbol. Nilai-nilai data kuantitatif akan dinyatakan dengan x1, x2, …, xn, apabila dalam kumpulan data itu terdapat n buah nilai. Simbol n juga digunakan untuk menyatakan ukuran sampel, yakni banyaknya objek atau data yang diteliti dalam sampel. Rata-rata untuk data kuantitatif yang terdapat dalam sebuah sampel dihitung dengan membagi jumlah nilai data oleh banyaknya data.

Penggunaan data tidak dikelompokkan maupun data yang dikelompokkan umumnya berkaitan dengan jumlah data yang digunakan Jika jumlah data yang digunakan relatif sedikit rata- rata data yang tidak dikelompokkan menjadi pilihan untuk digunakan.Sebaliknya, jika jumlah data yang digunakan relatif banyak maka penggunaan data kelompok banyak dipilih.

Kelebihan dari mean :

 Nilai rata-rata punya sifat objektif

 Nilai rata-rata mudah dimengerti dan mudah dihitung

 Perhitungan rata-rata didasarkan pada data keseluruhan sehingga nilai rata-rata dapat mewakili suatu rangkaian data

(7)

Kekuarangan dari mean :

 Nilai rata-rata mudah dipengaruhi oleh nilai ekstrim baik kecil maupun besar

 Pada nilai yang condong,nilai rata-rata kurang mewakili

Mean ( rata-rata ) dikelompokkan menjadi 2 yaitu mean data tunggal dan mean data kelompok.

 Mean data tunggal, yaitu nilai rata-rata dari sekumpulan data tunggal yang terdiri dari dua atau lebih nilai.

 Mean data kelompok,yaitu rata-rata dari suatu data yang disajikan dalam bentuk kelompok atau interval.

2. Median ( nilai tengah )

Median adalah nilai tengah dari suatu kumpulan data yang telah diurutkan.Jika data berjumlah ganjil, median adalah nilai yang berada tepat ditengah sedangkan data berjumlah genap,median dihitung dengan mengambil rata-rata dari 2 nilai tengah.

Median (nilai tengah) dikelompokkan menjadi 2 yaitu median data tunggal dan median data kelompok.

 Median data tunggal yaitu membagi data menjadi dua bagian yang sama besar,dimana separuh data terletak di bawah median dan separuh lainnya diatas median.

 Median data kelompok yaitu nilai tengah dari data yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi atau kelompok.

Kelebihan dari median :

 Cocok untuk data heterogen

 Mudah dipahami

 Kestabilan dalam data kecil Kekurangan dari median :

 Perhitungan median relatif lebih rumit jika dibandingkan dengan mean

 Median tidak memperhitungkan setiap nilai hasil pengamatan seperti mean 3. Modus ( nilai yang sering muncul )

Modus adalah nilai yang paling banyak terjadi atau sifat/keadaan yang frekuensinya terbesar (Nata wirawan,Statistika ekonomi dan bisnis,2016).Modus adalah nilai yang paling sering muncul dalam suatu kumpulan data,dimana nilai mungkin muncul lebih sering daripada yang lain. Modus juga merupakan nilai mayoritas atau nilai dengan frekuensi paling tinggi.

Ukuran pemusatan modus terbagi menjadi 2 yaitu modus data tunggal dan modus data kelompok.

(8)

Kelebihan dari modus:

 Mudah dipahami dan dihitung

 Tahan terhadap nilai ekstrim

 Dapat digunakan untuk data kategorikal Kekurangan dari modus :

 Tidak selalu memberikan gambaran yang jelas tentang data,terutama jika tidak ada nilai yang jelas mendominasi

 Modus biasa tidak ada (dalam kasus semua nilai muncul dengan frekuensi yang sama)

2.3 Perhitungan dan Penerapan mean,median,modus 1. Mean

Perhitungan mean dalam statistik adalah perhitungan nilai rata-rata dari suatu kumpulan data. Mean dapat dihitung dengan cara menjumlahkan semua nilai data dalam kumpulan data, kemudian membaginya dengan jumlah data yang ada.

2. Median

Perhitungan median dalam statistik dilakukan dengan cara mengurutkan data dari yang terkecil hingga yang terbesar, lalu menentukan nilai tengahnya. Median

(9)

merupakan nilai pusat suatu data yang bisa menjadi alat ukur numerik untuk menemukan nilai pusat data tersebut.

Rumus menghitung median untuk data dengan jumlah ganjil: Me= (n + 1) ÷ 2.

Rumus menghitung median untuk data dengan jumlah genap: Me= [(n ÷ 2) + (n ÷ 2) + 1] ÷ 2.

Hitung Median:

* Jika jumlah data (n) ganjil, median adalah nilai yang berada di posisi (n + 1)/2 .

* Jika jumlah data (n) genap, median adalah rata-rata dari dua nilai tengah yang berada di posisi dan n/2 + 1

Contoh perhitungan median :

Misalkan kita memiliki data berikut: 3, 5, 1, 8, 7.

1. Urutkan Data: 1, 3, 5, 7, 8 2. Jumlah Data (n): 5 (ganjil)

3. Posisi Median: 5+1 2 ke-3 adalah 5) = 3 (nilai Jadi, median dari data tersebut adalah 5.

Jika kita memiliki data yang genap, misalnya: 3, 5, 1, 8.

1. Urutkan Data: 1, 3, 5, 8 2. Jumlah Data (n): 4 (genap)

3. Posisi Median: Rata-rata dari nilai ke-2 dan ke-3, yaitu 3+5 2 = 4 Jadi, median dari data ini adalah 4.

3.Modus Contoh soal

Berikut adalah data berat badan (dalam kg) siswa laki-laki kelas VIII.2 SMPN 6 Parepare:

47 57 53 50 45 48 52 49 55 57 46 57

Berapa modus dari berat badan siswa laki-laki?

Jawab: Modus dari berat badan siswa laki-laki adalah 57kg karena muncul 3 kali.

(10)

BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Tendensi sentral digunakan untuk menggambarkan suatu nilai yang mewakili nilai pusat atau nilai sentral dari suatu gugus data (himpunan pengamatan). Tendensi sentral sering sekali digunakan untuk mengetahui rata-rata data (mean), nilai yang berada ditengah data (median), nilai yang sering muncul dalam data (mode) dan masih banyak lagi yang dapat dihitung dalam tendensi sentral. Mean adalah nilai rata-rata pada suatu kelompok data yang diperoleh dari penjumlahan keseluruhan data opada suatu kelompok dibagi dengan banyaknya data ( Afriza Umami,Konsep dasar biostatik 2021). Median adalah nilai tengah dari suatu kumpulan data yang telah diurutkan.Jika data berjumlah ganjil, median adalah nilai yang berada tepat ditengah sedangkan data berjumlah genap,median dihitung dengan mengambil rata-rata dari 2 nilai tengah. Modus adalah nilai yang paling sering muncul dalam suatu kumpulan data,dimana nilai mungkin muncul lebih sering daripada yang lain. Modus juga merupakan nilai mayoritas atau nilai dengan frekuensi paling tinggi.

3.2 SARAN

Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini masih sbanyak terdapat kekurangan dari segi penulisan maupun isi. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan pembuatan makalah di masa yang akan datang. Demikianlah makalah ini penulis susun, semoga dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Afriza Umami,Konsep dasar biostatik 2021 Nata wirawan,Statistika ekonomi dan bisnis,2016

https://id.scribd.com/presentation/182606564/Kelebihan-Dan-Kelemahan-Min-Median- Dan https://www.kompas.com/skola/read/2024/04/19/170048869/mengenal-kelebihan-dan- kekurangan-median-atau-nilai-tengah

Mundir, D. H. (2012). STATISTIK PENDIDIKAN. Jember: STAIN Jember Press.

Referensi

Dokumen terkait

Rata-rata jumlah bulan basah adalah banyaknya bulan basah dari seluruh data pengamatan dibagi jumlah tahun data pengamatan, berdasarkan besarnya nilai Q selanjutnya ditentukan

TREND SETENGAH RATA-RATA  Data yang ada dibagi dua kelompok dengan jumlah.

Rata-rata hitung atau mean memiliki perhitungan dengan cara membagi jumlah nilai data dengan banyaknya data. Rata-rata hitung disebut dengan mean... a) Rumus Mean dari

Persentase rata-rata pengeluaran per kapita sebulan menurut kelompok bukan makanan diperoleh dari banyaknya rata-rata pengeluaran per kapita sebulan setiap kelompok komoditas

 Berdasarkan data hasil uji coba kelompok besar diperoleh rata-rata persentase 92,17%, sehingga dapat disimpulkan bahwa produk Electronic Book Teknik Dasar Tembakan

diperoleh dari penjumlahan nilai kuat tekan tiap kelompok benda uji dibagi 3. Dari data pada tabel 3 dapat digambarkan grafik hubungan antara penambahan abu sekam padi pada

Riduwan (2010 : 115) mengatakan bahwa Modus ialah nilai dari beberapa data yang mempunyai frekuensi tertinggi baik data tunggal maupun data yang berbentuk distribusi atau nilai

S.E Mean menggambarkan sebaran rata-rata sampel terhadap rata-rata keseluruhan kemungkinan sampel, karena data terdapat outlier maka digunakan S.E Mean karena