• Tidak ada hasil yang ditemukan

MINGGU 10 DIFERENSIAL SEDERHANA 1

cahyadi amin

Academic year: 2023

Membagikan "MINGGU 10 DIFERENSIAL SEDERHANA 1"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

TOPIK 10

DIFERENSIAL SEDERNAHA

Nur Aida Arifah Tara, M.Si., Ph.D

(2)

Sub Topik

Pengertian Diferensial

Pengertian dan penerapan diferensial dalam permintaan

Pengertian dan penerapan diferensial dalam penawaran

Pengertian dan penerapan diferensial dalam Biaya Marjinal

Pengertian dan penerapan diferensial dalam Biaya Marjinal

Pengertian dan penerapan diferensial dalam Penerimaan Marjinal

Pengertian dan penerapan diferensial dalam Utilitas Marjinal

Pengertian dan penerapan diferensial dalam Analisis Keuntungan Maksimum

Hubungan Biaya Marjinal dengan Biaya Rata-Rata

(3)

Kuosien Diferensi dan Derivatif

• Diferensial

membahas tentang tingkat perubahan suatu fungsi sehubungan dengan perubahan kecil dalam variabel bebas fungsi yang bersangkutan.

• Persamaan Diferensial

jika y = f(x), maka tingkat perubahan rata-rata variabel terikat y terhadap variabel bebas x (∆ Y/ ∆X )

• Derivatif:

hasil yang diperoleh dari proses diferensiasi

(4)

Kaidah – kaidah diferensiasi

• Diferensiasi konstanta

jika y = k, dimana k adalah konstanta, maka dy/dx =0 contoh: y = 5 , dy/dx = nxn-1 = 1.51-1 = 0

• Diferensiasi fungsi pangkat

• Diferensiasi fungsi pangkat

jika y = xn , dimana n adalah konstanta, maka dy/dx = nxn-1

contoh : y = x3 , dy/dx = 3.x3-1 = 3x2

• Diferensiasi perkalian konstanta dengan fungsi

jika y = kv, dimana v= h(x) maka dy/dx = k (dv/dx) contoh : y =5x3 , dy/dx = 3.5x3-1 = 15x2

(5)

Derivatif dari Derivatif

• Setiap fungsi bisa diturunkan lebih dari 1 kali (tergantung derajatnya).

• Turunan pertama (turunan dari fungsi awal),

turunan kedua (turunan dari fungsi pertama), dst.

turunan kedua (turunan dari fungsi pertama), dst.

• Contoh :

y = f(x) = x

3

– 4x

2

+ 5x – 7 y’ = dy/dx = 3x

2

– 8x + 5 y” = d

2

y/dx

2

= 6x – 8

y”’ = d

3

y /dx

3

= 6

y

iv

= d

4

y /dx

4

= 0

(6)

Latihan :

Tentukan d

2

y/dx

2

untuk:

a. y = 2x

3

– 4x

2

+ 7x – 5 b. y = 9 – 3x

-1

+ 6x

-2

c. y = (x

2

– 4 )(2x – 6 )

c. y = (x

2

– 4 )(2x – 6 )

d. y = (3x

2

– x)(2 + x

-1

)

(7)

Latihan :

Tentukan d

2

y/dx

2

untuk:

a. y = 2x

3

– 4x

2

+ 7x – 5 b. y = 9 – 3x

-1

+ 6x

-2

y’ = 3x

-2

- 12x

-3

y’’= -6x

-3

+ 36x

-4

y’’= -6x

-3

+ 36x

-4

c. y = (x

2

– 4 )(2x – 6 ) y = 2x³-6x²-8x+24 y‘ =6x²-12x-8

y"=12x-12

d. y = (3x

2

– x)(2 + x

-1

)

(8)

Hubungan Antara Fungsi dan Derivatifnya

• Dengan mengetahui hub. antara fungsi dan derivatifnya

 besarnya turunan pertama dan turunan kedua

akan bisa dikenali bentuk gambar dari fungsi tersebut

• Kita akan mengetahui  kurva menaik atau menurun, titik ekstrim dan juga titik belok

(9)

Contoh:

Perhatikan fungsi kubik dan turunannya berikut :

• y = 1/3x3 – 3x2 + 8x – 3 ………. fungsi kubik

• y’ = x2 – 6x + 8 ……… fungsi kuadratik

• y’ = x2 – 6x + 8 ……… fungsi kuadratik

• y” = 2x – 6 ……….. fungsi linear

• Perhatikan pengurangan derajat fungsi pada masing- masing turunannya

(10)

Fungsi Menaik dan Fungsi Menurun

• Derivatif pertama dari sebuah fungsi non-linear

• Derivatif pertama dari sebuah fungsi non-linear dapat digunakan untuk menentukan apakah

kurva dari fungsi yang bersangkutan menaik

atau menurun pada kedudukan tertentu.

(11)

Fungsi Tanda

Apabila turunan pertama f’(x) = 0, berarti y = f(x) berada di titik ekstrim

Untuk menentukan apakah titik ekstrim tersebut merupakan titik

Untuk menentukan apakah titik ekstrim tersebut merupakan titik maksimum ataukah minimum, maka perlu dilakukan uji tanda terhadap f’(a) = 0

Jika f’(x) > 0 untuk x < a dan f’(x) < 0 untuk x > a, maka titik ekstrimnya adalah titik maksimum.

Jika f’(x) < 0 untuk x < a dan f’(x) > 0 untuk x > a, maka titik ekstrimnya adalah titik minimum.

(12)

Contoh:

Tentukan apakah y = f(x) = y = 1/3x3 – 4x2 + 12x – 5

Merupakan fungsi menaik ataukah fungsi menurun pada x = 5 dan x=7. Selidiki pula untuk x = 6.

f’(x) = x2 – 8x + 12 f’(x) = x – 8x + 12

f’x(5) = 52 – 8(5) + 12 = -13 < 0, berarti y = f(x) menurun pada x=5

f’x(7) = 72 – 8(7) + 12 = 5 > 0, berarti y = f(x) menaik pada x=7

f’x(6) = 62 – 8(6) + 12 = 0 , berarti y = f(x) berada di titik ekstrim pada x = 6; karena f’(x) < 0 untuk x < 6 dan f’(x) > 0 untuk x > 6, titik ekstrim pada x = 6 adalah titik minimum.

(13)

Titik Ekstrim Fungsi Parabolik

Turunan pertama dari fungsi parabolik y = f(x) berguna untuk menentukan letak titik ekstrimnya.

Sedangkan turunan kedua berguna untuk mengetahui jenis titik ekstrim yang bersangkutan.

Perhatikan fungsi parabolik berikut dan turunan-turunannya, serta hubungan secara grafik.

grafik.

y = f(x) = x2 - 8x + 12 ……….fungsi parabolik y’ = f’(x) = dy/dx = 2x – 8 …..……fungsi linear y” = f ”(x) = d2y/dx2 = 2 …….…….konstanta

Parabola y = f(x) = x2 - 8x + 12 , mencapai titik ekstrim –dalam hal ini titik minimum yaitu (4, -4)

y’ = 0, nilai variabel bebas x = 4. x = 4 dimasukkan ke dalam persamaan Parabola didapat nilai y = -4

(14)

Ringkasan

• Parabola y = f(x) mencapai titik ekstrim pada y’ = 0

• Jika y” < 0 : bentuk parabolanya terbuka kebawah, titik ekstrimnya adalah titik maksimum

ekstrimnya adalah titik maksimum

• Jika y” > 0 : bentuk parabolanya terbuka ke atas, titik ekstrimnya adalah titik minimum

(15)

Titik Ekstrim & Titik Belok Fungsi Kubik

• Titik maksimum atau minimum fungsi kubik, serta titik beloknya dapat dicari melalui turunan pertama dan kedua dari fungsi tersebut.

Perhatikan fungsi kubik dan turunannya berikut :

• y = 1/3x

3

– 3x

2

+ 8x – 3 ………….fungsi kubik

• y’ = x

2

– 6x + 8 ………fungsi kuadratik

• y” = 2x – 6 ………..fungsi linear

(16)

Jika y’ = 0 x2 – 6x + 8 = 0

(x – 2)(x – 4) = 0 x1 = 2, x2 = 4

Untuk x1 = 2 dimasukkan pada persamaan kubik maka y = 3.67 (2, 3.67) titik ekstrim maksimum

Untuk x1 = 2 apabila dimasukkan dalam turunan ke dua, maka y” = -2 < 0 (turunan kedua negatif)

maka y” = -2 < 0 (turunan kedua negatif)

Untuk x2 = 4 dimasukkan pada persamaan kubik

maka y = 2.33 (4, 2.33) titik ekstrim minimum

Untuk x2 = 4 apabila dimasukkan dalam turunan ke dua, maka y” = 2 > 0 (turunan kedua positif)

Jika y” = 0 2x – 6 = 0 x = 3 nilai x = 3 dimasukkan dalam persamaan kubik didapatkan nilai y = 3 titik belok (3,3)

(17)

Penerapan Ekonomi

• Elastisitas Permintaan dan Penawaran

• Biaya Marjinal

• Penerimaan Marjinal

• Penerimaan Marjinal

• Utilitas Marjinal

• Analisis Keuntungan Maksimum

• Hubungan Biaya Marjinal dengan Biaya Rata-

Rata

(18)

Biaya Marjinal

• Biaya tambahan yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit tambahan produk.

• Fungsi biaya Marjinal merupakan derivatif pertama dari fungsi biaya total (TC atau C)  secara

dari fungsi biaya total (TC atau C)  secara matematis.

• Jika fungsi biaya total dinyatakan dengan C = f(Q) dimana C adalah biaya total dan Q melambangkan jumlah produk, maka biaya marjinalnya:

MC = C’ = dC/dQ

(19)

Kasus

Biaya total : C = f(Q) = Q3 – 3Q2 + 4Q + 4

Biaya Marjinal : MC = C’ = dC/dQ = 3Q2 – 6Q + 4

Biaya Marjinal

C = f(Q) = Q3 – 3Q2 + 4Q + 4 MC = C’ = dC/dQ = 3Q2 – 6Q + 4 (MC)’ = C’’ = 6Q – 6

MC minimum jika (MC)’= 0

(MC)’ = 0  6Q – 6 = 0  Q = 1 Pada Q = 1  MC = 3(1)2 – 6(1) + 4 = 1

C = 13 – 3(1)2 + 4(1) + 4 = 6

(20)

Latihan

Biaya total yang dikeluarkan oleh sebuah pabrik ditunjukkan oleh persamaan C = Q3 – 90Q2 + 250Q + 56.500.

1. Pada tingkat produksi berapa unit biaya marjinalnya minimum?

minimum?

2. Berapa besarnya biaya marjinal tersebut?

3. Berapa pula besarnya biaya total pada tingkat produksi tersebut?

MC = C’ = dC/dQ

MC minimum jika (MC)’= 0

(21)

Jawaban

C = Q3 – 90Q2 + 250Q + 56.500

MC = C’ = dC/dQ = 3Q2 – 180Q + 250

1. MC minimum jika (MC)’= 0  MC’ = 6Q – 180 0 = 6Q – 180 0 = 6Q – 180 Q = 30

Jadi biaya marjinal minimum ketika tingkat produksinya adalah 30 unit

2. MC = 3Q2 – 180Q + 250  MC = -2.450

Jadi biaya marjinalnya adalah Rp. -2.450 , 00 3. C = Q3 – 90Q2 + 250Q + 56.500  C = 10.000

Jadi biaya total produksinya Rp. 10.000, 00

(22)

Penerimaan Marjinal

Penerimaan Total (Total Revenue atau Revenue)

R = P.Q

MR = R’ = dR/dQ

Jika fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukkan oleh

Jika fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukkan oleh P=16-2Q

R = P. Q = f (Q) = 16Q – 2Q2

Penerimaan Marjinal MR = R’ = 16 – 4Q

R maksimum bila MR = 0  MR = 0; Q = 4 maka P = 16 – 2(4) = 8

Rmaksimum = 16 (4) – 2(4)2 = 32

(23)

Utilitas Marjinal

• Utilitas Marjinal adalah utilitas tambahan yang diperoleh konsumen berkenaan satu unit tambahan barang yang dikonsumsinya.

MU = U’ = dU/dQ

• Contoh:

• Contoh:

U = f(Q) = 90Q – 5Q 2 MU = U’ = 90 – 10Q

• U maksimum pada MU = 0

MU = 0  Q = 9 U maksimum = 90 (9) – 5 (9) 2

= 405

(24)

Analisis Keuntungan Maksimal

• R = r(Q)

• C = c(Q)

• Π = R – C = r(Q) – c(Q) = f(Q)

• Untuk mengetahui apakah Π ‘ =0 mencerminkan

• Untuk mengetahui apakah Π ‘ =0 mencerminkan keuntungan maksimum ataukah justru kerugian maksimum, perlu diuji melalui derivatif kedua dari fungsi Π

• Π = R – C = f(Q)

Π optimum apabila Π ‘ =0 atau MR = MC

Jika Π “ < 0  Π maksimum = keuntungan maksimum Jika Π “ > 0  Π minimum = kerugian maksimum

(25)

Andaikan:

R = r(Q) = -2Q2 +1000Q

C = c(Q) = Q3 – 59Q2 + 1315Q + 2000 Maka:

π = R – C = -Q3 + 57Q2– 315Q – 2000 Agar keuntungan maksimum:

π’ = 0

-3Q2 + 114Q – 315 = 0 -3Q + 114Q – 315 = 0

-Q2 + 38Q – 105 = 0  (-Q + 3)(Q – 35) = 0 Q1 =3, Q2 = 35 π” = -6Q +114

jika Q = 3, π” = -6(3) + 114 = 96 >0

jika Q = 35, π” = -6(35) + 114 = -96 <0  keuntungan maksimum

Karena π” <0 untuk Q=35, maka tingkat produksi yang menghasilkan keuntungan maksimum adalah Q = 35. Adapun besarnya keuntungan maksimum tersebut

π = -(35)3 + 57(35)2 – 315(35) – 2000 = 13.925

(26)

Hubungan Biaya Marjinal dengan Biaya Rata-Rata

Terdapat hubungan teoritis antara biaya marjinal dan biaya rata-rata, yakni bahwa pada saat biaya rata-rata mencapai nilai minimumnya maka biaya marjinal sama dengan biaya rata-rata minimum.

dengan biaya rata-rata minimum.

Andaikan biaya total dinyatakan dengan C = f(Q) maka

Biaya marjinal : MC = C’ = dC/dQ Biaya rata-rata : AC = C/Q

Pada posisi AC minimum : MC = AC , dC/dQ = C/Q = 0

(27)

Contoh:

Andaikan C = Q3 – 6Q2 + 15Q

Buktikan bahwa biaya rata-rata minimum sama dengan biaya marjinalnya

Biaya marjinal : MC = C’ = dC/dQ = 3Q2 – 12Q + 15 Biaya marjinal : MC = C’ = dC/dQ = 3Q2 – 12Q + 15 Biaya rata-rata : AC = C/Q = Q2 – 6Q + 15

(AC)’ = dAC/dQ = 2Q – 6

(AC)’ = 0  2Q – 6 = 0  Q=3 Pada Q = 3

MC = 3(3)2 – 12(3) + 15 = 6

AC = (3) 2 – 6(3) + 15 = 6  Jadi, MC = AC minimum

(28)

Link Kelas Tambahan

• Hari : Jum’at

• Jam : 09.40 -11.10 WITA

• Meeting id : 628 664 9614

• Meeting id : 628 664 9614

• Password : mie

(29)

TERIMAKASIH

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian secara garis besar adalah untuk mengetahui penerapan analisis biaya diferensial yang digunakan perusahaan dalam pengambilan keputusan menerima

Sehingga menjadi menarik untuk dikaji penu- runan model Black Scholes untuk opsi saham tipe Eropa dengan menggunakan persamaan diferensial stokastik, serta penerapan model Black

Persamaan diferensial yang unsur x dan y tidak dapat dipisah

Bentuk umum yang disebutkan di atas mengakibatkan jenis persamaan diferensial tingkat satu derajat satu terdiri atas beberapa jenis. Untuk lebih memudahkan dalam

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan biaya diferensial dalam rangka menerima atau menolak pesanan khusus pada Meubel Sabar Usaha Kabupaten Majene

Menyediakan soal dan pembahasan mengenai persamaan diferensial

● Persamaan diferensial adalah suatu bentuk persamaan yang memuat derivatif turunan satu atau lebih variabel tak bebas terhadap satu atau lebih variabel bebas suatu fungsi.. ●

Marwan dan Said, 2019.Persamaan diferensial biasa orde satu dapat diklasifikasikan dalam beberapa bentuk persamaan, yaitu persamaan linier, persamaan Bernoulli, persamaan homogen,