• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul Menyampaikan Pendapat (2)

akmal huda

Academic year: 2023

Membagikan "Modul Menyampaikan Pendapat (2)"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA BAHASA INDONESIA KELAS IV SEKOLAH DASAR INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun : …

Instansi : -

Tahun Penyusunan : Tahun 2023 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Fase / Kelas : B / 4

Bab II : Di Bawah Atap

Fokus Pelajaran : Menyampaikan Pendapat Hari / Tanggal : …

Alokasi Waktu : 1 x 70 menit B. KOMPETENSI AWAL

 Peserta didik dapat memahami isi teks yang dibacakan;

 Peserta didik dapat mengenali dan menggunakan awalan ‘me-’ sesuai kaidah bahasa Indonesia;

 Peserta didik dapat menyampaikan pendapat dengan kalimat yang jelas; dan

 Peserta didik dapat mencari informasi dan mempresentasikannya.

C. PROFIL PELAJAR PANCASILA

 Mandiri.

 Bernalar kritis.

D. SARANA DAN PRASARANA

 Buku Siswa: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021, Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar, SD Kelas IV, Penulis: Eva Y. Nukman, Cicilia Erni Setyowati

 Lcd dan proyektor.

 Media video animasi pembelajaran (tema video menyampaikan pendapat).

E. TARGET PESERTA DIDIK

 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.

 Peserta didik dengan kesulitan belajar: seperti peserta didik yang memiliki satu gaya pembelajaran, kurang percaya diri, dan sebagainya.

Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin

F. JUMLAH PESERTA DIDIK

-

G. MODEL PEMBELAJARAN

Model pembelajaran tatap muka dengan penerapan Problem Based Learning H. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Siswa mampu menyampaikan pendapat secara lisan secara tertulis dan struktur berdasarkan argumen yang relevan, serta menghormati pendapat orang lain

(2)

I. Alur Tujuan Pembelajaran

Sumber: Understanding by Design (Grant Wiggins dan Jay McTighe)

KOMPONEN INTI

A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

 Melalui kegiatan berdiskusi kelompok, peserta didik dapat mengemukakan pendapat dengan jelas, dengan suara dan intonasi yang baik.

B. PENENTUAN BUKTI KINERJA

 Penilaian Individu melalui lembar Observasi keaktifan siswa pada penilaian formatif

 Penilaian Kelompok Melalui LKPD C. PEMAHAMAN BERMAKNA

 Meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menyampaikan pendapat dengan kalimat yang jelas

D. PERSIAPAN DAN PERENCANAAN BELAJAR

 Guru mempersiapkan peralatan belajar seperti infokus, mempersiapkan tempat duduk siswa, menyeting kelas sesuai dengan rencana yang di inginkan.

 Memilih materi pembelajaran yang sesuai CP dan TP

 Memilih kegiatan pembelajaran dan model pembelajaran ( PBL)

 Pembelajaran ini diawali dengan mengajak peserta didik untuk menceritakan suatu keadaan yang mengharuskan peserta didik untuk berpendapat.

 Guru bisa bertanya terkait dengan pendapat peserta didik tentang kebersihan kelas dihari ini.

 Guru bisa memotivasi peserta didik untuk bisa menyampaikan pendapat dengan kalimat yang jelas.

E. PERTANYAAN PEMANTIK

 Pernahkah kamu meminta pendapat dari orang lain baik itu dari orang tua, guru, atau teman sebaya?

 Bagaimana cara kamu untuk meminta sebuah pendapat?

 Jika kamu berpendapat, kata apa yang sering kamu gunakan?

F. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan

1.

Guru memberi salam, menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan peserta didik dll), serta menyemangati peserta didik dengan yel-yel, tepukan, atau kebiasaan lain yang menjadi ciri khas/kebiasaan/kesepakatan kelas.

2.

Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang apa yang akan dilakukan selama proses

Penentuan Bukt Kinerja

Perencanaan Pembelajaran

Pertanyaan Pemantk Mengidentfikasi Tujuan

Pembelajaran

Refleksi dan Pengulangan

Pemantauan dan Penilaian

Pelaksanaan T.P 1

(3)

pembelajaran dan apa tujuan dari kegiatan pembelajaran.

3.

Salah satu peserta didik memimpin doa sebelum memulai pelajaran serta mengondisikan agar peserta didik bisa belajar dengan semangat dengan melakukan ice breaking (pemanasan)

4.

Guru menyapa peserta didik dan mengajak mereka berbincang sebentar. Guru menanyakan

kabar siswa, apakah ada peserta didik yang datang terlambat, dan apa alasannya.

5. Guru menjelaskan bahwa peserta didik akan menyaksikan video animasi tentang menyampaikan pendapat dan membaca cerita “menyampaikan pendapat ketika bermusyawarah”.

Kegiatan Inti Orientasi Masalah

1. Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok yang beranggotakan 4-5 orang.

2. Guru mempersilahkan peserta didik untuk menyaksikan video animasi penyampaian pendapat dan membaca cerita “menyampaikan pendapat ketika bermusyawarah”.

Video Animasi

3. Peserta didik diarahkan untuk mengamati permasalah yang muncul dalam video yang ditayangkan.

4. Peserta didik bersama kelompoknya, mendiskusikan tentang hasil pengamatan serta menjawab pertanyaan yang diberikan guru, berupa:

- Menurut pendapat kalian, bagaimana sikap yang diperlihatkan Budi pada saat menyampaikan pendapatnya?

- Menurut pendapat kalian, bagaimana sikap yang dilakukan Lulu kepada Budi?

Mengorganisasikan peserta didik (Pelaksanaan Kinerja)

5. Peserta didik dibagi peran/tugas dalam kelompoknya untuk menyelesaikan permasalahan dalam LKPD. (Kolaborasi)

Membimbing penyelidikan individu dan kelompok

6. Pada tahap ini, guru membimbing peserta didik untuk mengumpulkan data tentang

“menjadi ketua kelas yang baik” dari berbagai sumber.

Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

7. Pada tahap ini, masing-masing peserta didik menyampaikan pendapat mereka berkaitan dengan LKPD tentang “calon ketua kelas dan alasan memilihnya”.

Sementara itu, peserta didik pada kelompok lain diarahkan untuk memberi masukan

dan saran.

(4)

Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

8. Guru mengarahkan dan membimbing peserta didik untuk berdiskusi dan menjawab pertanyaan yang ada di Buku Siswa.

9. Guru dan peserta didik melakukan evaluasi terkait pelaksanaan pengerjaan kelompok pada LKPD.

Kegiatan Penutup

1. Guru mengulas kembali semua kegiatan yang sudah dilakukan selama pembelajaran.

2. Guru dan peserta didik mengambil kesimpulan-kesimpulan dari apa yang sudah dipelajari pada hari ini.

G. REFLEKSI

Pada bagian ini peserta didik mengisi refleksi mandiri tentang hal-hal yang telah dipelajari.

Guru dapat menambahkan poin-poin yang dirasa perlu.

 Jika ada peserta didik yang mengisi kolom “Masih Perlu Belajar”, berikan kepadanya kegiatan perancah atau pengayaan yang menyenangkan. Jika diperlukan, komunikasikan hal tersebut dengan orang tua.

 Peserta didik juga dapat melakukan refleksi tentang kebiasaan mereka membantu pekerjaan rumah, tentang perilaku hemat listrik, dan niat mereka untuk mempertahankan, meningkatkan, serta memperbaiki perilaku yang sudah dimiliki.

REFLEKSI PEMBELAJARAN

1. Memetakan Kemampuan Awal Peserta Didik

a. Pada akhir Bab II ini, guru telah memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan masing-masing melalui asesmen formatif dalam

 Menyampaikan pendapat dengan kalimat yang jelas; dan

Informasi ini menjadi pemetaan awal untuk merumuskan strategi pembelajaran

(5)

pada bab berikutnya.

b. Isilah nilai peserta didik dari setiap kegiatan menjawab pertanyaan, berdiskusi, menulis, dan presentasi pada tabel berikut. Nilai diperoleh dari kumpulan asesmen formatif pada bab ini.

Nilai Peserta Didik untuk Bab II No

Nama Peserta

Didik

Nilai Peserta Didik

Menyampaikan Pendapat dengan Kalimat Yang Jelas 1

2 3 dst.

4: Sangat Baik 3: Baik 2: Cukup 1: Kurang

Merujuk pada tabel ini, guru merencanakan pendekatan pembelajaran pada bab berikutnya. Guru memetakan peserta didik untuk mendapatkan bimbingan secara individual atau bimbingan dalam kelompok kecil melalui kegiatan pendampingan atau perancah. Guru juga perlu merencanakan kegiatan pengayaan untuk peserta didik yang memiliki minat khusus atau kemampuan belajar di atas teman-temannya. Dengan demikian, asesmen akhir bab ini membantu guru untuk merencanakan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik.

2. Merefleksi Strategi Pembelajaran: Hal yang Sudah Baik dan Perlu Ditingkatkan Refleksi Strategi Pembelajaran Bab II

Berilah tanda centang (

) sesuai dengan kenyataan sebenarnya.

No Pendekatan/Strategi Selalu Kadang-

Kadang

Tidak Pernah 1 Saya menyiapkan media dan alat peraga sebelum

memulai pembelajaran

2 Saya melakukan kegiatan pendahuluan dan mengajak peserta didik berdiskusi, membuat prediksi terhadap tema yang akan dibahas.

3 Saya meminta peserta didik mengamati gambar sampul cerita sebelum membacakan isi cerita.

4 Saya membahas tanggapan seluruh peserta didik dalam kegiatan berdiskusi.

5 Saya memberikan alternatif kegiatan

pendampingan dan pengayaan sesuai dengan kompetensi peserta didik.

(6)

6 Saya memperhatikan reaksi peserta didik dan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan rentang perhatian dan minat peserta didik.

7 Saya memilih dan menggunakan media dan alat peraga pembelajaran yang relevan di luar yang disarankan Buku Guru.

8 Saya memanfaatkan media dalam pembelajaran.

9 Saya mengumpulkan hasil pekerjaan peserta didik sebagai asesmen formatif peserta didik.

10 Saya mengajak peserta didik melakukan refleksi pemahaman dan keterampilan mereka pada akhir pembelajaran Bab II.

Contoh Refleksi Guru di Bab II Keberhasilan yang saya rasakan dalam mengajarkan bab ini:

...

Kesulitan yang saya alami dan akan saya perbaiki untuk bab berikutnya:

...

Kegiatan yang paling disukai peserta didik:

...

Kegiatan yang paling sulit dilakukan peserta didik:

...

Buku atau sumber lain yang saya temukan untuk mengajar bab ini:

...

H. ASESMEN / PENILAIAN Asesmen Formatif

Asesmen formatif hanya dilakukan pada beberapa kegiatan. Contoh rubrik penilaian disediakan pada kegiatan tersebut. Asesmen ini merujuk kepada Alur Konten Capaian Pembelajaran yang dicantumkan pada skema pembelajaran dan uraian pembelajaran.

Kegiatan lain dilakukan sebagai latihan, tidak diujikan.

Instrumen Penilaian untuk Menyampaikan Pendapat dengan Jelas Isilah kolom dengan nama peserta didik.

Mampu Berbicara dengan Jelas dan Aktif dalam

Diskusi Nilai = 4

Mampu Berbicara dengan Jelas

Nilai = 3

Mampu Berbicara dengan Jelas Ketika Dipandu

Nilai = 2

Belum Mampu Berbicara dengan

Jelas Nilai = 1

4: Sangat Baik 3: Baik 2: Cukup 1: Kurang

I. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Peserta didik yang terlihat pasif dalam diskusi bisa diberi peluang berbicara terlebih

dulu sebelum teman-temannya. Guru bisa memberikan pertanyaan ya/tidak, misalnya:

(7)

- Apakah kamu mau jadi ketua kelompok?

- Apakah sebaiknya daftar piket dibuat berwarna merah atau kuning?

- pertanyaan lain yang membuat peserta didik berpendapat walau sekadar menjawab ya/tidak atau jawaban singkat.

LAMPIRAN

A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Nama Anggota Kelompok :

1. ………

2. ………

3. ………

4. ………

5. ………

Petunjuk pengerjaan!

1. Secara berkelompok, perhatikan ilustrasi dan penjelasan yang ada dibawah ini!

2. Tuliskan pendapat kalian dengan menggunakan kalimat yang jelas.

Gambar diatas merupakan peserta didik kelas IV yang bernama Roby dan Hani. Kedua peserta didik tersebut merupakan calon ketua kelas IV. Roby dan Hani memiliki perbedaan karakter dalam memimpin kelas. Perbedaan karakter tersebut disajikan pada kolom dibawah ini.

(8)

Dari ilustrasi diatas, siapakah yang akan kalian pilih untuk menjadi ketua kelas IV. Tuliskan pendapat kalian tentang 3 alasan untuk memilih salah satu calon ketua kelas pada kolom dibawah ini dan sampaikan didepan kelas!

NILAI Roby

- Memiliki karakter yang tegas.

- Bersikap adil dan bijaksana.

- Mampu berkomunikasi dengan baik.

- Mudah emosi.

- Memiliki kepercayaan diri yang baik.

Hani

- Memiliki karakter yang lemah lembut.

- Bersikap adil dan bijaksana.

- Mampu berkomunikasi dengan baik.

- Penyabar.

- Pemalu.

Contoh:

Roby, karena Roby dapat memimpin kelas dengan baik dan

(9)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (Gaya Belajar Auditori)

Nama Anggota Kelompok : 1. ………

2. ………

3. ………

4. ………

5. ………

Petunjuk pengerjaan!

1. Perhatikan video animasi yang ditayangkan didepan kelas.

2. Perhatikan pertanyaan dengan seksama sebelum menjawab.

PERTANYAAN.

1. Pada video animasi tersebut, tuliskanlah dialog yang merupakan kalimat mengemukakan pendapat!

2. Tuliskan pendapat kalian mengenai sikap yang diperlihatkan oleh Budi dan juga Lulu!

Jawaban:

(10)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (Gaya Belajar Kinestetik) Nama Anggota Kelompok :

1. ………

2. ………

3. ………

4. ………

5. ………

Bekerjalah dalam kelompok.

Buatlah poster daftar piket kelas kalian dalam bentuk sesuai dengan kreativitas kalian. Kemudian, pajanglah poster daftar piket tersebut di dinding kelas!

Contoh:

(11)

B. BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK Bahan Bacaan

Menyampaikan Pendapat Ketika Musyawarah

Dalam rangka menyambut hari Pendidikan Nasional yang biasa diperingati tanggal 2 Mei, SDN Sukamaju tempat Budi, Nanda, dan Reva bersekolah akan melakukan kegiatan pentas seni, seperti paduan suara, menari, dan seni drama. Tema pertunjukkan adalah guru dan masa depan pendidikan anak-anak Indonesia. Setiap kelas harus menampilkan salah satu dari tiga kreasi seni yang akan ditampilkan dalam kegiatan pentas seni. Semua peserta didik harus terlibat dalam kegitan tersebut, baik sebagai pemain maupun yang mempersiapkan peralatan. Peserta didik kelas empat harus mengikuti salah satu kreasi seni tersebut. Mereka harus memilih kreasi seni yang benar-benar mereka kuasai sehingga bisa ditampilkan secara baik dan dapat memuaskan para penonton yang melihatnya. Kemudian, mereka mengadakan musyawarah kelas untuk menentukan jenis kreasi yang akan ditampilkan. Musyawarah kelas tersebut dipimpin oleh Nanda selaku ketua kelas empat.

Semua peserta didik menyampaikan pendapatnya dalam musyawarah tersebut.

Akan tetapi mereka kesulitan untuk mencapai kesepakatan. Setiap peserta didik kelas empat ingin berpendapat, tetapi tidak mendengar pendapat orang lain. Nanda kesulitan mengambil keputusan. Semua peserta didik hanya ingin didengar tetapi tidak mau mendengar orang lain.

“Pokoknya, kita harus menampilkan seni pertunjukkan karena kreasiseni tersebut paling baik untuk ditampilkan kelas kita dibandingkan dengan kreasi seni lainya. Ingat teman-teman, penampilan kelas kita harus yang yang paling baik. Kelas kita harus bisa mengalahkan penampilan kelas-kelas lainnya. Menampilkan seni pertunjukkan adalah satu- satunya cara supaya kelas kita menjadi yang terbaik. Usul saya ini adalah yang terbaik.

(12)

Ini juga telah dibicarakan dengan kelompok saya. Tolong dengarkan, hormati dan akui pendapat saya ini. Ini demi kepentingan kelas kita,” usul salah seorang peserta didik yang bernama Rani.

“Teman-teman, dari tadi kita hanya dituntut untuk mendengarkan dan menghormati pendapat Rani. Tetapi Rani sendiri tidak mau mendengarkan pendapat yang lain. Ran, tolong jangan memaksakan pendapat pada orang lain dong,” kata Putri menyanggah pendapat Rani.

“Nanda, sebagai ketua jelas kamu harus tegas. Jangan diam saja,” kata Andi kepada Nanda dengan nada membentak.

“Baiklah, saya mau bicara. Tetapi, teman-teman tolong dengarkan saya juga.

Sebagai ketua kelas, saya juga ingin pendapat saya didengar. Saya paham, semua orang juga ingin didengar pendapatnya. Tetapi kalau semua ingin didengar dan tidak mau mendengar pendapat orang lain, kita tidak akan memperoleh suatu kesepakatan atas permasalahan yang kita hadapi. Teman-teman, yang terjadi sekarang diantara kita adalah setiap orang saling memaksakan kehendaknya dan terus saja berbicara tanpa mau mendengar orang lain. Saya tahu, semua orang ingin didengar, dihormati, dan diakui,” jelas Nanda.

Semua peserta didik diam mendengarkan penjelasan Nanda. Sebagian di antara mereka menyadari bahwa mereka telah keliru dengan saling memaksakan kehendaknya.

Akan tetapi, Rani tetapa ngotot supaya pendapatnya dijadikannya keputusan.

“Teman-teman, permasalahan kelas kita itu kecil. Semuanya bisa diselesaikan dengan jalan kalian menerima dan melaksanakan pendapat saya tadi. Saya sangat sangat yakin, dengan menanpilkan seni pertunjukkan, kelas kita akan menjadi yang terbaik dalam kegiatan pentas seni nanti. Sekali lagi saya tekankan, tolong putuskan pendapat saya ini,”

usul Rani sambil ngotot.

“Rani, mengapa kamu sangat ngotot dengan pendapatmu?” tanya Reva.

“Saya hanya ingin kelas kita menjadi yang terbaik. Ya, caranya dengan menampilkan seni pertunjukkan,” jawab Rani dengan nada tegas.

(13)

Semua peserta didik menjadi bingung, termasuk Nanda. Beruntung, wali kelas empat yaitu Ibu Ika datang dan mendengarkan apa yang terjadi dalam musyawarah peserta didik kelas empat.

“Ibu sudah mendengar dari tadi apa yang kalian musyawarahkan. Semua pendapat yang kalin kemukakan bagus-bagus. Pada intinya semuanya ingin menampilkan yang terbaik untuk kelas kita di kegiatan pentas seni nanti,” kata Bu Ika.

“Iya Bu. Kami ingin kelas kita menjadi yang terbaik. Akan tetapi, kami sulit mengambil keputusan karena semua peserta didik ingin pendapatnya di dengar dan dijadikan keputusan. Jadi, kami harus bagaimana, Bu?” tanya Nanda.

“Kalian tidak akan mendapatkan suatu kesepakatan sampai kapanpun jika kondisinya seperti ini. Ibu paham, semua orang ingin didengar, dihormati, dan diakui. Kita merasa bangga kalau pendapat kita didengar, diakui, dan dihormati orang. Tetapi, untuk memperoleh suatu keputusan bersama, kalian harus mementingkan kepentingan bersama dari kepentingan pribadi atau golongan. Selain itu, kalian juga harus menghormati dan menghargai perbedaan pendapat, menerima dengan lapang dada setiap kritik, usul dan saran dari orang lain, menahan diri untuk tidak memaksakan kehendak bila pendapatnya tidak diterima, serta menyadari bahwa keputusan yang dihasilkan adalah keputusan yang terbaik demi kepntingan bersama,” kata Bu Ika.

“Bu, kalau pendapat saya tidak didengar, tidak dihormati, dan tidak diakui berarti itu kesalahan saya. Mungkin saya sering memaksakan kehendak orang lain?” kata Rani mengakui kesalahannya.

“Nah, kamu sudah menarik kesimpulan sendiri, Rani. Itu bagus sekali. Ibu kagum atas kejujuranmu mau mengakui kesalahan,” puji Bu Ika kepada Rani. “Supaya pendapat kalian didengar, dihormati, dan dihargai orang lain maka kalian harus berbuat sama kepada orang lain. Kalian paham maksud Ibu?” tanya Bu Ika.

Semua peserta didik terdiam mendengar penjelasan Bu Ika. Pada akhirnya, mereka sadar atas kekeliruan yang mereka lakukan. Kemudian, Bu Ika mempersilakan Nanda dan teman-temanya untuk kembali melanjutkan musyawarah dan berpesan supaya keputusan

(14)

yang diambil adalah keputusan bersama dan bukan keputusan yang dipaksakan. Para peserta didik kelas empat pun melanjutkan musyawarah kelas dipimpin oleh Nanda.

“Teman-teman, kita harus segera menghasilkan keputusan bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini. Saya punya usul, bagaimana kita adakan pemungutan suara saja, supaya semua keinginan teman-teman bisa ditampung. Teman-teman tinggal memilih satu dari tiga pilihan kreasi seni untuk ditampilkan oleh kelas kita,” usul Nanda.

“Setuju,” semua peserta didik serempak menjawab.

“Baiklah kalau bagitu, sekarang teman-teman menuliskan pilihannya pada selembar kertas. Jika sudah, kumpulkan di meja saya. Nanti kita hitung bersama-sama hasilnya,”

jelas Nanda. Semua peserta didik kelas empat dengan senang hati menulis pilihan mereka dan menyerahkannya kepada Nanda.

Kemudian Nanda dengan dibantu oleh Reva, Putri, dan disaksikan oleh semua peserta didik kelas empat, menghitung hasil pemungutan suara. Hasil pemungutan suara menunjukkan dari 30 orang peserta didik kelas empat, peserta didik yang memilih paduan suara sebanyak 15 orang, 5 orang memilih seni tari dan 10 orang memilih seni pertunjukkan. Dengan demikian, peserta didik kelas empat akan menampilkan paduan suara pada kegiatan pentas seni nanti. “Teman-teman, berdasarkan hasil penghitungan suara, kelas kita akan menampilkan seni paduan suara pada kegaitan pentas seni nanti.

Saya harap semuanya dapat menerima dan melaksanakan keputusan ini. Bagaimana teman-teman, apakah kalian puas dengan keputusan ini?” tanya Rapi.

“Puas,” jawab seluruh peserta didik kelas empat serempak termasuk Rani yang tadi ngotot ingin usulnya yang dijadikan keputusan. Akhirnya peserta didik kelas empat telah mempunyai keputusan bersama. Seluruh peserta didik mematuhi dan melaksanakan hasil kepusan bersama tersebut, meskipun pendapatnya tidak dijadikan keputusan.

Nah, dari cerita di atas kita dapat mengambil pelajaran bahwa suatu keputusan bersama tidak akan tercapai jika semua orang saling memaksakan kehendaknya kepada orang lain. Keputusan bersama bukan merupakan keinginan dari satu orang atau satu golongan saja. Akan tetapi, merupakan hasil pertimbangan dari semua pandangan atau

(15)

pendapat yang dikemukakan oleh semua peserta musyawarah dengan berdasarkan kepada prinsip keadilan. Oleh karena itu, dalam mengambil suatu keputusan bersama diperlukan kebijaksanaan untuk menampung aspirasi dari para peserta musyawarah sehingga keputusan dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat dalam proses perumusan keputusan tersebut.

C. GLOSARIUM

asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan oleh guru atau peserta didik dalam proses pembelajaran

capaian pembelajaran: kemampuan pada akhir masa pembelajaran yang diperoleh melalui serangkaian proses pembelajaran

kegiatan pengayaan: kegiatan yang diberikan kepada peserta didik dengan tingkat pemahaman yang lebih cepat sehingga pengetahuan, keterampilan, dan penguasaan mereka terhadap materi lebih mendalam

kegiatan perancah: disebut juga sebagai scaffolding, memberikan dukungan belajar secara terstruktur berupa petunjuk, peringatan, dorongan, dan contoh secara bertahap sesuai kemampuan peserta didik sehingga peserta didik dapat belajar mandiri

video animasi: sebuah video yang berisikan tentang pembelajaran.

Problem Based Learning: model ini mengarahkan peserta didik dalam mendapatkan ilmu baru, menggunakan analisis dari berbagai pengetahuan serta pengalaman belajar yang dimiliki. Setelah itu menghubungkan apa yang dimiliki dengan permasalahan belajar yang diberikan para guru. Pada intinya pembelajaran berbasis masalah ini dikembangkan untuk memberi pengalaman belajar pada siswa.

D. DAFTAR PUSTAKA

Situs web:

http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/

http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/content/buku-bahan-bacaan-literasi-2019 http://literasidigital.id/koleksi-buku-literasi-digital/

http://repositori.kemdikbud.go.id/11633/1/cover-materi-pendukung-literasi-finansial-gabung.pdf http://repositori.kemdikbud.go.id/19143/1/d1a60fb465e3469d80310f2b59df254b.pdf,

http://repositori.kemdikbud.go.id/4782/1/flyer_literasi-finansial.pdf, https://acuanbahasa.kemdikbud.go.id/book/12/5cb467d936a24,

https://bobo.grid.id/read/08679494/kenapa-kita-tidak-bisa-minum-air-laut-?page=all, https://bsd.pendidikan.id/data/kpk/kpk.batik_rilo.pdf,

https://id.wikipedia.org/wiki/Kalimat#Kalimat_majemuk_setara, https://ipusnas.id/

https://kbbi.kemdikbud.go.id/

https://literacycloud.org/

https://puebi.readthedocs.io/en/latest/,

(16)

https://reader.letsreadasia.org/

https://saintif.com/gaya-bahasa/,

https://www.bi.go.id/id/edukasi/Default.aspx,

https://www.youtube.com/watch?v=q-arVNeMybo&ab_channel=RumahAnimasiBudiLuhur

Referensi

Dokumen terkait

Bahan ajar pada bagian ini terdiri dari materi prasyarat, deskripsi singkat materi, uraian materi, contoh soal, latihan soal, dan soal tes formatif serta tindak lanjut.

Peserta didik diberi tugas individu atau kelompok untuk memahami ataupun medalami materi ajar dalam satuan waktu yang telah ditentukan.  Al-Qur’an dan

Modul bahan ajar dengan desain didaktis merupakan modul berupa panduan peserta didik yang berisi informasi, materi-materi tentang Aljabar, contoh-contoh soal serta

1) Soal soal yang disajikan sudah sesuai dengan materi pembelajaran. 2) Kesesuaian soal soal dengan tujuan pembelajaran. 3) Soal membantu peserta didik dalam memahami

Dengan memahami materi ini, peserta didik dapat memahami konsep dasar pembagian dan dapat menyelesaikan soal pembagian dengan cara bersusun (porogapit) dan menyelesaikan masalah

peserta didik setuju bahwa pelatihan soal berbasis etnomatematika dapat membantu peserta didik dalam memahami materi matematika, 96% peserta didik setuju bahwa etnomatematika dapat

Bahan ajar matematika materi Fungsi Kuadrat ini disusun untuk membantu peserta didik kelas IX MTs Sirnamiskin Bandung dalam mengembangkan kemampuan memahami fungsi

Jumlah Peserta didik 9 orang peserta didik Moda dan Model Pembelajaran Pembelajaran dilakukan dengan tatap muka dengan model Discovery learning Materi Ajar dan Aktivitas Peran