PENDAHULUAN
Permasalahan
- Identifikasi Masalah
- Pembatasan Masalah
- Perumusan Masalah
Agar penulisan skripsi ini lebih terarah dan tidak membahasnya terlalu luas, maka penulis membatasi penelitian ini pada tokoh yang berperan dalam pengkajian dan pengembangan ilmu dhabti, yaitu Muhammad Sâlim Muhaisin dan sebuah karya. yaitu kitab Irsyadu et-thâlibîn ilâ Dhabthi al-Kitâbi al-Mubîn. Bagaimana konsep ilmu dhabth Muhammad Sâlim Muhaisin dalam kitab Irsyâdu at-thâlibîn ilâ Dhabthi al-Kitâbi al-Mubin.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Tinjauan Pustaka
Diakritik Mushaf Al-Qur'an (Kajian Perbandingan Mushaf Al-Qur'an Standard Indonesia dan Mushaf Maghribi Perspektif Ilmu Dhabth)". 12Annisa Salsabil, "Dhabth Mushaf Al-Qur'An Riwayat Qalun (Kajian Perbandingan Mushaf Madinah dan Mushaf Tunisia)", Tesis.
Kerangka Teori
Pendekatan ini tidak sebatas bercerita tentang apa yang terjadi pada tokoh kemarin. Dengan kata lain, pendekatan ini lebih menitikberatkan pada hari-hari tertentu yang mempunyai nilai sejarah bagi tokoh tersebut selama karirnya atau selama hidupnya.
Metodologi Penelitian
Buku pendukung dan buku yang membahas tentang ilmu dhabth, jurnal dan kajian sebelumnya yang membahas tentang tema ilmu dhabth dan biografi lengkap Muhammad Sâlim Muhaisîn. Dalam penelitian ini, penulis mengumpulkan dan menganalisis data yang berkaitan dengan Muhammad Salim Muhaisin dan ilmu dhabth.
Teknik dan Sistematika Penulisan
Bab III membahas tentang biografi singkat dan sejarah intelektual Muhammad Sâlim Muhaisin, guru dan karya-karyanya, mazhab fiqh dan mazhabnya, pandangan ulama tentang Muhammad Sâlim Muhaisin, serta profil karya monumentalnya di bidang ilmu pengetahuan. dari dhabth yaitu kitab Irsyâdu at -Thâlibîn ilâ Dhabthi al-Kitâbi al-Mubîn yang didalamnya profil singkat kitab ini memuat identifikasi fisiologis dan juga identifikasi isi kitab ini, tak lupa penulis juga sertakan foto buku, seperti sampul buku, informasi penerbit, dan konten daftar. Bab IV akan menjelaskan tentang inventarisasi pemikiran Muhammad Sâlim Muhaisin tentang dhabth, pembahasan ini akan berisi penjelasan pemikirannya dan juga akan menjelaskan evaluasi kritis dan sintesis analisis pemikiran Muhammad Sâlim Muhaisin tentang dhabth, pembahasan ini akan berisi tentang peran dan kontribusi Muhammad Sâlim Muhaisin dalam pengembangan ilmu dhabth.
TEORI STUDI TOKOH DAN SEJARAH DHABTH AL-
Pengertian dan Urgensi Studi Tokoh
Kedua, di kalangan umat beragama ada anggapan bahwa rencana besar Tuhan mengendalikan perkembangan sejarah. Hal inilah yang menyebabkan banyak sekali kajian-kajian yang dilakukan oleh para ulama mengenai tokoh-tokoh utama sepanjang sejarah.23 Dengan demikian, urgensi dan pentingnya kajian karakter pada masa ini dapat dilihat dari tiga arah.
Tujuan dan Kegunaan Penelitian Studi Tokoh
39 Abu Abdit Tawwab Abdul Majid Rayyasy, Adawât al-Dhabt Al-Qur'an wa Madlûlâtuhâ, trans. 42Ahmad Fathoni, “Petunjuk Praktis Metode Tahsin Tartil Al-Qur'an Maisura”, (Jakarta: Yayasan Workshop Metode Maisura dan Pondok Pesantren Takhassus IIQ Jakarta, 2019), edisi xi, h. Syekh 'Azab berperan besar dalam terbentuknya Muhammad Sâlim Muhaisin sebagai ulama Al-Qur'an.
Syaikh Muhammad as-Sayyid 'Azab di bawah asuhannya Muhammad Salim Muhaisin menghafal al-Quran dengan riwayat Hafsh daripada Imam 'Âshim. Syaikh 'Âmir as-Sayyid 'Utsmân, beliau membacakan untuk Muhammad Sâlim Muhaisîn dua khatam al-Quran. Syaikh Ahmad Abu Zît Hâr, darinya Muhammad Sâlim Muhaisîn mempelajari ilmu rasm dan dhabth Al-Qur'an.
Setelah menyebutkan satu per satu tulisan Muhammad Sâlim Muhaisin yang sangat banyak dan mencakup berbagai bidang keilmuan Al-Qur'an. Kitab ini ditulis oleh Muhammad Sâlim Muhaisin, seorang ulama kontemporer terkenal Al-Qur'an. Abdit, Abu Tawwab Abdul Majid Rayyasy, Adawât al-Dhabt Al-Qur'an wa Madlûlâtuhâ, trans.
Model Penelitian Tokoh (dalam Teori dan Aplikasi)", dalam Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Hadits, 2 Juli 2014.
Indikator dan Langkah-langkah Metodologi Studi Tokoh
Metode Studi Tokoh
Pada tahap awal penulisan, Alquran belum memiliki tanda baca seperti baris atas, bawah, bahkan titik. Pendapat kedua mengatakan bahwa dhabthi diperbolehkan untuk mencegah kesalahan dalam membaca Al-Qur'an. Al-Qaulu as-Sadîdu fî ad-Dafâ'i' an Kirâ'ati Al-Qur'an al-Majjid 59.
Sehingga memudahkan para ulama Al-Qur'an yang berasal dari 'ajam' untuk mempelajari ilmu dhabth. Selain itu, beliau juga banyak membuat karya bertulis lain dalam ilmu-ilmu al-Quran yang lain. 85 Di tengah-tengah masyarakat, turut serta menghidupkan khazanah keilmuan al-Quran, dalam hal ini ialah ilmu dhabth.
Pedoman Praktek Tahsin Tartil Al-Qur'an Metode Maisura, Tangsel: Yayasan Workshop Metode Maisura, 2017.
Sejarah Dhabth Al-Qur’an
- Sejarah Perkembangan Dhabth Al-Qur’an
- Perbedaan Ulama Tentang Hukum Pelaksanaan Ilmu Dhabth
- Karya-Karya Ulama yang Berkaitan dengan Ilmu Dhabth
- Ruang Lingkup Ilmu Dhabth
PROFIL MUHAMMAD SÂLIM MUHAISIN DAN KITAB
Biografi dan Perjalanan Intelektual
Selepas itu Muhammad Salim Muhaisin memasuki ma'had qira'at al-Azhar, Kaherah pada tahun 1945 Masihi. Beliau mempelajari bahasa Arab, ilmu Syariah, qira'at 'asyrah as-sughrâ dan qira'at 'asyrah al-kubrâ ulama al-Azhar. Beliau mempelajari qira'at 'asyrah al-sughra dengan bantuan kitab as-Syâthibiyyah dan at-Taisîr oleh Abû 'Amr ad-Dânî dan kitab ad-Durrah oleh Ibn al-Jazarî.
Sedangkan ia mempelajari qira'at 'asyrah al-Kubra dengan bantuan kitab an-Nasyr fî Qirâ'ati al-'Asyr yang juga merupakan karya Ibnu al-Jazarî.68 Ia belajar dan mempelajari ilmu qira'at dari Syaikh 'Âmir as-Sayyid 'Utsmân selama tujuh tahun terhitung tahun 1946M sampai dengan tahun 1953M. Melihat kehebatan yang dimiliki Muhammad Salim Muhaisin, Syekh 'Âmir memberikan sanad qira'at khusus kepada muridnya dan memperbolehkannya untuk mengajarkan dan mengembangkan ilmu tersebut. Beliau diangkat menjadi guru pada jurusan qira'at al-Azhar as-Syarîf untuk mengajar qira'at dan 'ulumul Qur'an.
Ia kemudian ditugaskan untuk mengajar di sebuah institut keagamaan di Adamani, Sudan, dari tahun 1954 hingga 1956. Setelah itu, pada tahun 1973 hingga 1976, ia ditugaskan mengajar di Fakultas Seni Universitas Khartoum.
Guru-guru
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan profil kitab Irsyâdu et-Thâlibîn ilâ Dhabthi al-Kitâb al-Mubîn karya Muhammad Sâlim Muhaisin. Dari beberapa contoh tabel di atas terlihat bahwa Sâlim Muhaisin dalam Irsyâdu at-Thâlibîn memuat tanda dhammah yang dirintis. Dari contoh tabel di atas terlihat bahwa Sâlim Muhaisin dalam Irsyâdu at-Thâlibîn memuat tanda tanwîn kasrah yang diletakkan di bawah huruf yang dikembangkan oleh Khalîl Ibn Aẖmad al-Faraidi.
Dari beberapa contoh pada tabel di atas, diketahui bahwa Salim Muhaisin dalam Irsyâdu at-Thâlibîn mengandung tanda dhammah tanwîn yang. Berdasarkan contoh pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa Sâlim Muhaisin dalam Irsyâdu at-Thâlibîn memuat gagasan sebagian ahli Masyâriqah yang berpendapat bahwa alif washal ditandai dengan kepala huruf had. Berdasarkan contoh pada tabel di atas, terlihat bahwa Sâlim Muhaisin berpendapat dalam Irsyâdu at-Thâlibîn bahwa tanda bulat atau mustadir geser ditempatkan di atas huruf ziyâdah.
Setelah penulis membaca, menerjemahkan dan mengkaji pemikiran Muhammad Sâlim Muhaisin tentang dhabti dalam kitab Irsyâdu at-Thâlibîn. Dengan demikian, teori dhabthi Muhammad Sâlim Muhaisin dalam kitab Irsyâdu at-Thâlibîn ilâ Dhabthi al-Kitâb al-Mubin sama dengan teori para ahli dhabthi sebelumnya. Farâhidi, Sibawaih juga mengutarakan pendapat serupa.110 Dalam buku Irsyâdu et-Thâlibîn ilâ Dhabthi al-Kitâb al-Mubin, hanya saja dalam kaitannya dengan pembahasan ini Muhammad Sâlim Muhaisin mengutip pendapat Sibawaih.
Meskipun teorisi Muhammed Sâlim Muhaysin'i Irsyadu at-Thâlibîn'den Dhabthi al-Kitâb al-Mubin sama'ya kadar sbelumnya'yı alma teorisiyle birlikte ele alıyor.
Karya-karya
Madzhab Fikih dan Madzhab Akidah
Pandangan Para Ulama Terhadap Muhammad Salim Muhaisin
Profil Kitab Irsyâdu at-Thâlibîn ilâ Dhabthi al-Kitâbi al-Mubîn
Berdasarkan beberapa contoh pada tabel di atas, terlihat bahwa Sâlim Muhaisin dalam Irsyâdu at-Thalibin memuat tanda tanwîn tatâbu' dan huruf setelahnya diberi tanda tasydid yang menandakan bahwa tanwîn tersebut dibaca idghâm kamil dengan huruf setelahnya. dia. . Pada tabel di atas terlihat bahwa Sâlim Muhaisin dalam Irsyadu et-Thâlibîn mengandung tanda tanwîn tatâbu' dan huruf setelahnya tidak diberi tanda tasydîd yang menandakan tanwîn dibaca idghâm nâqish. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa pada contoh pertama sampai ketiga Sâlim Muhaisin dalam Irsyadu at-Thâlibîn memuat tanda tanwin yang masing-masing diprakarsai oleh Abu Dâud Sulaimân Ibnu Najhah.
Dari contoh tabel di atas terlihat bahwa Sâlim Muhaisin dalam Irsyâdu at-Thâlibîn memuat tanda sukûn berbentuk setengah lingkaran yang diambil dari kepala kha' dan berasal dari kata فيفﺧ. Berdasarkan contoh tabel di atas, terlihat bahwa Sâlim Muhaisin mengemukakan dalam Irsyâdu at-Thâlibîn bahwa bacaan izhâr, baik terdiri dari dua kata maupun satu kata, diberi tanda sûkun di atas huruf tersebut. Berdasarkan contoh yang penulis uraikan pada tabel di atas, terlihat bahwa Sâlim Muhaisin dalam Irsyâdu at-Thâlibîn berpendapat bahwa bacaan madmunfashil mendapat tanda baca yang berasal dari kata دم yang.
Mirip dengan mad munfashil, terlihat dari contoh tabel di atas bahwa Sâlim Muhaisin dalam Irsyâdu at-Thâlibîn berpendapat bahwa tanda baca mad muttashil juga berasal dari kata دم. Terlihat dari tabel di atas bahwa Sâlim Muhaisin dalam Irsyâdu at-Thâlibîn menyatakan bahwa tanda baca mad pada umumnya mirip dengan mad munfashil dan mad mutthasil. Berdasarkan contoh tabel di atas, terlihat bahwa Sâlim Muhaisin dalam Irsyâdu at-Thâlibîn memuat gagasan Abû ‘Amr ad-Dânî yang menganjurkan penempatan tanda-tanda yang menyatakan ikhlas, isymam dan imâlah.
Berdasarkan contoh pada tabel di atas, terlihat bahwa Sâlim Muhaisin berpendapat dalam Irsyâdu at-Thâlibîn bahwa huruf yang rasmnya dihilangkan pada kata tersebut adalah huruf illat dan nûn.
INVENTARISASI, EVALUASI KRITIS DAN SINTESIS
PENUTUP
Saran
Kecuali penulis bagi para penghafal dan hakim Al-Qur'an, ilmu dhabth merupakan ilmu yang sangat penting untuk dipelajari. Tanda Baca Pada Al-Qur'an (Studi Banding Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia dan Mushaf Madinah), Skripsi, Jakarta: IIQ Jakarta, 2016. Diaktitika Mushaf Al-Qur'an (Studi Banding Al-Qur'an Naskah Standar Indonesia dan Mushaf Magribi Perspektif Ilmu Dhabth), Skripsi, Jakarta:IIQ Jakarta, 2020.
Dhabth Mushaf Al-Qur'An Riwayat Qalun (Comparative Study of Medinan Mushaf and Tunisian Mushaf), thesis, Jakarta:IIQ Jakarta, 2020. Comparison of Indonesian Standard Dhabth Mushaf and Mushaf Al-Quddus Bi Al-Rasm Al-'Utsmânî (Study of Mushaf Perspectif Ilmu Dhabth), tesis, Jakarta: IIQ Jakarta, 2020.