Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
P U T U S A N Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Bengkulu yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :
1. Nama lengkap : Terdakwa;
2. Tempat lahir : Bengkulu;
3. Umur / Tanggal lahir : 25 tahun / 8 Juni 1998;
4. Jenis kelamin : Laki-laki;
5. Kebangsaan : Indonesia;
6. Tempat tinggal : Kota Bengkulu Propinsi Bengkulu;
7. Agama : Islam;
8. Pekerjaan : Buruh harian lepas;
Terdakwa Terdakwa ditahan dalam tahanan penyidik oleh:
1. Penyidik sejak tanggal 13 Januari 2024 sampai dengan tanggal 1 Februari 2024;
2. Penyidik Perpanjangan Oleh Penuntut Umum sejak tanggal 2 Februari 2024 sampai dengan tanggal 12 Maret 2024;
Terdakwa Terdakwa ditahan dalam tahanan rutan oleh :
3. Penuntut Umum sejak tanggal 6 Maret 2024 sampai dengan tanggal 25 Maret 2024;
4. Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 19 Maret 2024 sampai dengan tanggal 17 April 2024;
5. Hakim Pengadilan Negeri Perpanjangan Oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 18 April 2024 sampai dengan tanggal 16 Juni 2024;
Menimbang, bahwa terdakwa Terdakwa didampingi oleh PANCA DARMAWAN, SH, MH., PUSPA ERWAN, SH., HAFITHERULLAH, SH., ENDAH RAHAYUNINGSIH, SH., TRI GILANG PUTRA LIMARTHA, SH., dan ADE PUTRA BAYU, SH., Advokat dan Konsultan Hukum pada Lembaga Bantua Hukum Bhakti Alumni Unib yang beralamat di Jalan Sungai Khayan Nomor 70 RT. 15 RW. 03 Kelurahan Tanah Patah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu Propinsi Bengkulu, berdasarkan Surat Kuasa tertanggal 15 Maret 2024 yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bengkulu Klas 1A dibawah Nomor : 140/SK/III/2024/ PN.Bgl tanggal 21 Maret 2024;
Halaman 1 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Pengadilan Negeri tersebut;
Setelah membaca:
- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Bengkulu Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl tanggal 19 Maret 2024 tentang penunjukan Majelis Hakim;
- Penetapan Majelis Hakim Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl tanggal 19 Maret 2024 tentang penetapan hari sidang;
- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;
Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi, Ahli dan Terdakwa serta memperhatikan bukti surat dan barang bukti yang diajukan di persidangan;
Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:
1. Menyatakan Terdakwa Terdakwa terbukti bersalah secara sah dan menyakinkan melakukan Tindak pidana “menyerang kehormatan Susila”
dan “Pencurian dengan pemberatan” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 289 KUHP dan Pasal 363 Ayat (1) ke 5 KUHP, sebagaimana dalam Dakwaan Komulatif Kesatu Primair dan Kedua;
2. Menjatuhkan pidana penjara kepada Terdakwa Terdakwa selama 3 (Tiga) Tahun dan 6 (enam) Bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah terdakwa tetap ditahan;
3. Menyatakan barang bukti berupa :
- 1 (Satu) buah Batu giling berbentuk bulat warna hitam ; - 1 (Satu) Lembar celana Panjang warna hitam;
- 1 (Satu) Pasang Sepatu AP boot tinggi warna hijau;
Dirampas untuk dimusnahkan
4. Menetapkan terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000,- (Lima ribu rupiah).
Setelah mendengar pembelaan Terdakwa melalui Penasihat Hukum Terdakwa yang pada pokoknya sebagai berikut :
Memohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia untuk menjatuhkan putusan yang lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum dengan pertimbangan sebagai berikut : Terdakwa berlaku sopan selama dalam persidangan, terdakwa tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan meminta maaf atas kegugupan dalam menjawab di persidangan, terdakwa belum pernah di hukum, terdakwa sangat menyesali perbuatannya, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga yang harus menafkahi seorang isteri
Halaman 2 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
yang sedang hamil dan juga beberapa anak yang masih usia balita. Atau jikalau Majelis Hakim Yang Mulia berpendapat lain kami mohon putusan yang seadil- adilnya dan seringan-ringannya bagi terdakwa.
Setelah mendengar tanggapan Penuntut Umum terhadap pembelaan Terdakwa yang pada pokoknya tetap pada tuntutan;
Setelah mendengar Tanggapan Terdakwa terhadap tanggapan Penuntut Umum yang pada pokoknya tetap pada pembelaan (pledoi);
Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut :
Kesatu Primair
Bahwa Terdakwa Terdakwa pada hari Sabtu tanggal 03 Juni 2023 sekira pukul 15.00 WIB atau setidak - tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Juni 2023 atau setidak-tidaknya pada tahun 2023 bertempat di Jalan Adam Malik Kel. Pagar Dewa Kec. Selebar Kota Bengkulu atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Bengkulu, dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, Perbuatan mana Terdakwa lakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
Bermula pada saat Terdakwa sedang mengumpulkan barang barang bekas. Kemudian Terdakwa melintas di samping rumah tinggal Saksi Saksi Korbantersebut. Lalu Terdakwa melihat dari jendela samping Rumah Tinggal Saksi Saksi Korbantersebut terdapat sebuah Handphone yang berada diatas kasur kamar Saksi Saksi Korban. Kemudian timbul keinginan Terdakwa untuk mengambil Handphone tersebut. Kemudian Terdakwa menaruh karung barang bekas yang Terdakwa kumpulkan tersebut di halaman luar, selanjutnya masuk kedalam kamar Saksi Saksi Korbanmelalui Jendela Samping rumah. Lalu Terdakwa memanjat dan memasuki kamar rumah Saksi Saksi Korbantersebut melalui jendela tersebut. Setiba didalam kamar, Terdakwa mengecek keadaan rumah tinggal tersebut. Lalu Terdakwa mendengar ada bunyi air dibelakang dekat kamar mandi dan Terdakwa pergi kesana. Setiba didepan kamar mandi, Terdakwa mengintip dari pintu kamar mandi ada Saksi Saksi Korbanyang sedang mandi. Lalu Terdakwa sedikit mendorong pintu tersebut dan Saksi Saksi Korbantersebut menyadari keberadaan Terdakwa. Kemudian Saksi Saksi Korbantersebut menahan pintu kamar mandi dari dalam sambil berteriak minta tolong dan Terdakwa mendorong pintu tersebut. Akhirnya pintu tersebut berhasil
Halaman 3 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
dibuka lalu Terdakwa menarik tangan Saksi Saksi Korbankeluar dari kamar mandi menuju dapur yang saat itu hanya menggunakan handuk sebagai penutup badan. Lalu Saksi Saksi Korbanbertanya kepada Terdakwa "KAU SIAPO?" Terdakwa jawab "DAK PERLU KAU TAHU" Saksi Saksi Korbanmenjawab lagi "DARI MANO KAU MASUK?" Terdakwa jawab" DARI JENDELA". Lalu Terdakwa sudah terangsang melihat Saksi Saksi Korbanhanya menggunakan handuk, kemudian Terdakwa berkata kepada Saksi Saksi Korban"CEPEKLAH MAIN (BERHUBUNGAN), KELAK AKU BAKAL TANGGUNG JAWAB" akan tetapi Saksi Saksi Korbantidak menjawab dan berteriak minta tolong. Setelah itu Terdakwa membuka celana training yang Terdakwa gunakan lalu Terdakwa mendorong badan Saksi Saksi Korbandan mencekik lehernya sehingga Saksi Saksi Korbanterjatuh dilantai. Lalu Terdakwa mengancam Saksi Saksi Korbandengan berkata "DIAMLAH KALAU KAU TERIAK AKU BUNUH KAU". Setelah itu Terdakwa mencium Saksi Saksi Korbanyang dalam posisi terlentang akibat terjatuh. Saat mencium pipi Saksi Saksi Korban, Saksi Saksi Korbanmenarik rambut Terdakwa yang panjang dan mengenai kening Saksi Saksi Korban. Lalu Saksi Saksi Korbanmegambil batu giling yang terletak dibawah akan tetapi batu tersebut berhasil direbut Terdakwa dan Terdakwa buang batu tersebut kemudian Saksi Saksi Korbanmasih memberontak minta tolong dan Terdakwa mengancam Saksi Saksi Korbandengan berkata - "KALAU KAU MASIH TERIAK AKU BUNUH KAU".
Setelah itu Terdakwa mendengar ada suara orang diluar Rumah Tinggal Saksi Saksi Korbantersbut. Mendengar hal tersebut Terdakwa langsung berdiri dan berlari menuju jendela yang berada dikamar Saksi Saksi Korbantersebut.
Berdasarkan Visum Et Repertum Nomor : VER/224/VI/2023/Rumkit Tanggal 03 Juni 2023 atas nama Saksi Korban, Lahir tanggal 06 November 2004, Jenis Kelamin perempuan yang dibuat dan ditandatangani Oleh dr.
Novtiara Dwita Putri, dokter pemeriksa pada Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu, Hasil Pemeriksaan atas tubuh korban tersebut diatas didapat temuan – temuan sebagai berikut :
Hasil Pemeriksaan :
Dari pemeriksaan atas tubuh korban tersebut di atas didapatkan temuan- temuan sebagai :
Temuan Dari Pemeriksaan Tubuh Bagian Luar Permukaan Kulit Tubuh
Kepala :
Halaman 4 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
1) Daerah berambut : Terdapat sebuah luka memar pada kepala bagian kiri. Bentuk tidak teratur. Ukuran panjang dua sentimeter, lebar dua koma lima sentimeter.
Batas tidak tegas, warna kemerahan, pada perabaan lebih menonjol dari jaringan kulit sekitar;
2) Wajah : Terdapat tiga buah luka memar pada wajah.
Bentuk tidak teratur, batas tidak tegas, warna kemerahan. Luka memar pertama pada dahi ukuran panjang satu sentimeter, lebar satu sentimeter. Luka memar kedua pada pipi kanan ukuran panjang satu sentimeter, lebar satu sentimeter. Luka memar ketiga pada pipi kiri ukuran panjang dua sentimeter, lebar dua koma lima sentimeter;
Leher : Terdapat sebuah luka memar pada leher bagian kanan. Bentuk tidak teratur. Ukuran panjang satu sentimeter, lebar nol koma tiga sentimeter. Batas tidak tegas, warna kemerahan.
Anggota Gerak : Anggota gerak bawah :
a) Kanan : Terdapat sebuah luka lecet pada lutut kaki kanan.
Bentuk tidak teratur. Ukuran panjang dua sentimeter, lebar satu koma delapan sentimeter.
Batas tidak tegas, tepi tidak rata, warna kemerahan;
b) Kiri : tidak ada kelainan;
KESIMPULAN :
Dari Pemeriksaan didapatkan tanda – tanda kekerasan tumpul berupa luka memar pada kepala, wajah dan leher. Luka lecet pada lutut kaki kanan.
Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 289 KUHP;
Subsidiar
Bahwa Terdakwa Terdakwa pada hari Sabtu tanggal 03 Juni 2023 sekira pukul 15.00 WIB atau setidak - tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Juni 2023 atau setidak-tidaknya pada tahun 2023 bertempat di Jalan Adam Malik Kel. Pagar Dewa Kec. Selebar Kota Bengkulu atau setidak-tidaknya pada suatu
Halaman 5 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Bengkulu, dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang Wanita bersetubuh dengan dia diluar perkawinan, Jika niat untuk itu telah ternyata dari adanya permulaan pelaksanaan, dan tidak selesainya pelaksanaan itu, bukan semata – mata disebabkan karena kehendaknya sendiri, Perbuatan mana Terdakwa lakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
Bermula pada saat Terdakwa sedang mengumpulkan barang barang bekas. Kemudian Terdakwa melintas di samping rumah tinggal Saksi Saksi Korbantersebut. Lalu Terdakwa melihat dari jendela samping Rumah Tinggal Saksi Saksi Korbantersebut terdapat sebuah Handphone yang berada diatas kasur kamar Saksi Saksi Korban. Kemudian timbul keinginan Terdakwa untuk mengambil Handphone tersebut. Kemudian Terdakwa menaruh karung barang bekas yang Terdakwa kumpulkan tersebut di halaman luar lalu masuk kedalam kamar Saksi Saksi Korbanmelalui Jendela Samping rumah dikarenakan jendela tersebut tidak dikunci hanya diganjal dengan kayu. Lalu Terdakwa sedikit memanjat dan memasuki kamar rumah Saksi Saksi Korbantersebut melalui jendela tersebut. Setiba didalam kamar, Terdakwa mengecek keadaan rumah tinggal tersebut. Lalu Terdakwa mendengar ada bunyi air dibelakang dekat kamar mandi dan Terdakwa pergi kesana. Setiba didepan kamar mandi, Terdakwa mengintip dari pintu kamar mandi ada Saksi Saksi Korbanyang sedang mandi. Lalu Terdakwa sedikit mendorong pintu tersebut dan Saksi Saksi Korbantersebut menyadari keberadaan Terdakwa. Kemudian Saksi Saksi Korbantersebut menahan pintu kamar mandi dari dalam sambil berteriak minta tolong dan Terdakwa mendorong pintu tersebut. Akhirnya pintu tersebut berhasil dibuka lalu Terdakwa menarik tangan Saksi Saksi Korbankeluar dari kamar mandi menuju dapur yang saat itu hanya menggunakan handuk sebagai penutup badan. Lalu Saksi Saksi Korbanbertanya kepada Terdakwa "KAU SIAPO?" Terdakwa jawab "DAK PERLU KAU TAHU" Saksi Saksi Korbanmenjawab lagi "DARI MANO KAU MASUK?" Terdakwa jawab" DARI JENDELA". Lalu Terdakwa sudah terangsang melihat Saksi Saksi Korbanhanya menggunakan handuk, kemudian Terdakwa berkata kepada Saksi Saksi Korban"CEPEKLAH MAIN (BERHUBUNGAN), KELAK AKU BAKAL TANGGUNG JAWAB" akan tetapi Saksi Saksi Korbantidak menjawab dan berteriak minta tolong. Setelah itu Terdakwa membuka celana training yang Terdakwa gunakan lalu Terdakwa mendorong badan Saksi Saksi Korbandan mencekik lehernya sehingga Saksi Saksi Korbanterjatuh dilantai. Lalu Terdakwa mengancam Saksi Saksi Korbandengan berkata "DIAMLAH KALAU KAU
Halaman 6 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
TERIAK AKU BUNUH KAU". Setelah itu Terdakwa mencium Saksi Saksi Korbanyang dalam posisi terlentang akibat terjatuh. Saat mencium pipi Saksi Saksi Korban, Saksi Saksi Korbanmenarik rambut Terdakwa yang panjang dan mengenai kening Saksi Saksi Korban. Lalu Saksi Saksi Korbanmegambil batu giling yang terletak dibawah akan tetapi batu tersebut berhasil Terdakwa rebut dan Terdakwa buang batu tersebut kemudian Saksi Saksi Korbanmasih memberontak minta tolong dan Terdakwa mengancam Saksi Saksi Korbandengan berkata - "KALAU KAU MASIH TERIAK AKU BUNUH KAU".
Setelah itu Terdakwa mendengar ada suara orang diluar Rumah Tinggal Saksi Saksi Korbantersbut. Mendengar hal tersebut Terdakwa langsung berdiri dan berlari menuju jendela yang berada dikamar Saksi Saksi Korbantersebut.
Berdasarkan Visum Et Repertum Nomor : VER/224/VI/2023/Rumkit Tanggal 03 Juni 2023 atas nama Saksi Korban, Lahir tanggal 06 November 2004, Jenis Kelamin perempuan yang dibuat dan ditandatangani Oleh dr.
Novtiara Dwita Putri, dokter pemeriksa pada Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu, Hasil Pemeriksaan atas tubuh korban tersebut diatas didapat temuan – temuan sebagai berikut :
Hasil Pemeriksaan :
Dari pemeriksaan atas tubuh korban tersebut di atas didapatkan temuan- temuan sebagai :
Temuan Dari Pemeriksaan Tubuh Bagian Luar Permukaan Kulit Tubuh
Kepala :
1) Daerah berambut : Terdapat sebuah luka memar pada kepala bagian kiri. Bentuk tidak teratur. Ukuran panjang dua sentimeter, lebar dua koma lima sentimeter.
Batas tidak tegas, warna kemerahan, pada perabaan lebih menonjol dari jaringan kulit sekitar;
2) Wajah : Terdapat tiga buah luka memar pada wajah.
Bentuk tidak teratur, batas tidak tegas, warna kemerahan. Luka memar pertama pada dahi ukuran panjang satu sentimeter, lebar satu sentimeter. Luka memar kedua pada pipi kanan ukuran panjang satu sentimeter, lebar satu sentimeter. Luka memar ketiga pada pipi kiri ukuran panjang dua sentimeter, lebar dua koma lima sentimeter;
Halaman 7 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Leher : Terdapat sebuah luka memar pada leher bagian kanan. Bentuk tidak teratur. Ukuran panjang satu sentimeter, lebar nol koma tiga sentimeter. Batas tidak tegas, warna kemerahan.
Anggota Gerak : Anggota gerak bawah :
a) Kanan : Terdapat sebuah luka lecet pada lutut kaki kanan.
Bentuk tidak teratur. Ukuran panjang dua sentimeter, lebar satu koma delapan sentimeter.
Batas tidak tegas, tepi tidak rata, warna kemerahan;
b) Kiri : tidak ada kelainan;
KESIMPULAN :
Dari Pemeriksaan didapatkan tanda – tanda kekerasan tumpul berupa luka memar pada kepala, wajah dan leher. Luka lecet pada lutut kaki kanan.
Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 285 KUHP Jo. Pasal 53 Ayat (1) KUHP;
Dan Kedua
Bahwa Terdakwa Terdakwa pada hari Sabtu tanggal 03 Juni 2023 sekira pukul 15.30 WIB atau setidak - tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Juni 2023 atau setidak-tidaknya pada tahun 2023 bertempat di Jalan Adam Malik Kel. Pagar Dewa Kec. Selebar Kota Bengkulu atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Bengkulu, mengambil sesuatu barang yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, yang untuk masuk ketempat melakukan kejahatan, atau untuk sampai pada barang yang diambil, dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu, Perbuatan mana Terdakwa lakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
Bermula pada saat Terdakwa berada di samping rumah tinggal Saksi Saksi Korbantersebut, Terdakwa melihat dari jendela samping Rumah Tinggal Saksi Saksi Korbantersebut terdapat 1 (Satu) Unit handphone Realme C11 warna Abu Baja dengan IMEI 869012054699314 milik saksi Saksi Korbanyang berada diatas kasur didalam kamar pada rumah Saksi Saksi Korban. Kemudian timbul keinginan Terdakwa untuk mengambil 1 (Satu) Unit handphone Realme C11 warna Abu Baja dengan IMEI 869012054699314 milik Saksi Saksi
Halaman 8 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Korbantersebut. Kemudian Terdakwa menaruh karung barang bekas yang Terdakwa kumpulkan tersebut di halaman luar, selanjutnya Terdakwa masuk kedalam kamar dalam rumah Saksi Saksi Korbandengan cara Terdakwa memanjat jendela samping rumah Saksi Saksi Korbantersebut, Setiba dikamar dalam rumah Saksi Saksi Korban, selanjutnya Terdakwa mengecek keadaan rumah tinggal tersebut. Lalu Terdakwa mendengar ada bunyi air dibelakang dekat kamar mandi dan Terdakwa pergi kesana. Setiba didepan kamar mandi, Terdakwa melihat Saksi Saksi Korbanyang sedang mandi melalui celah pintu kamar mandi yang sedikit terbuka, lalu Terdakwa sedikit mendorong pintu kamar mandi tersebut dan Saksi Saksi Korbantersebut menyadari keberadaan Terdakwa. Kemudian Saksi Saksi Korbantersebut menahan pintu kamar mandi dari dalam sambil berteriak minta tolong dan Terdakwa mendorong pintu tersebut. Akhirnya pintu tersebut berhasil dibuka lalu Terdakwa menarik tangan Saksi Saksi Korbankeluar dari kamar mandi menuju dapur yang saat itu hanya menggunakan handuk sebagai penutup badan. Setelah itu Terdakwa mendengar ada suara orang diluar Rumah Tinggal Saksi Saksi Korbantersebut.
Mendengar hal tersebut Terdakwa langsung berdiri dan berlari menuju jendela yang berada dikamar Saksi Saksi Korbantersebut. Sebelum keluar melalui jendela kamar Saksi Saksi Korban, Terdakwa mengambil 1 (Satu) Unit handphone Realme C11 warna Abu Baja dengan IMEI 869012054699314 milik saksi Saksi Korbanyang berada diatas kasur kamar didalam rumah tinggal saksi Saksi Korbantersebut tanpa seijin dan sepengetahuan saksi Saksi Korbanselaku pemiliknya. Setelah itu Terdakwa pergi keluar rumah saksi Saksi Korbandengan cara memanjat keluar dari jendela kamar rumah tinggal Saksi Saksi Korbantersebut. Kemudian Terdakwa lari melewati siring besar dibelakang Rumah Tinggal Saksi Saksi Korbantersebut;
Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP.
Menimbang, bahwa terhadap surat dakwaan Penuntut Umum tersebut, Terdakwa dan Penasihat Hukum tidak mengajukan keberatan (eksepsi);
1. Saksi Korban, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa terdakwa telah melakukan mengambil handphone yang disertai pencabulan terhadap saksi terjadi pada hari Sabtu tanggal 03 Juni 2023 sekira pukul 15.30 WIB di kosan Jalan Adam Malik 7 RT. 03
Halaman 9 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
RW. 01 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu Propinsi Bengkulu;
- Bahwa saksi tidak mengenal dengan terdakwa;
- Bahwa kondisi kosan berupa rumah bedeng saat kejadian tersebut sedang dalam keadaan sepi;
- Bahwa terdakwa masuk ke kosan saksi dengan cara memanjat melalui jendela rumah kontrakan saksi yang sedang terbuka dan tidak menggunakan terali besi;
- Bahwa pada Sabtu tanggal 03 Juni 2023 sekira pukul 15.30 WIB di kosan Saksi di Jalan Adam Malik 7 RT. 03 RW. 01 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu Propinsi Bengkulu, berawal saat Saksi sendirian di dalam kosan yang berupa rumah bedeng dan kondisi pada saat itu sedang sepi, lalu Saksi masuk ke kamar mandi dengan tujuan ingin mandi dan sudah dalam keadaan tidak berbusana (telanjang);
- Bahwa kemudian tiba-tiba ada Terdakwa mencoba mendorong pintu kamar mandi selanjutnya saksi memakai handuk kembali, pada saat terdakwa mendorong pintu kamar;
- Bahwa Saksi tahan pintu menggunakan kedua tangan Saksi, namun Terdakwa dorong kembali karena tenaga Terdakwa lebih besar dari pada Saksi akhirnya pintu kamar mandi berhasil terbuka dan Saksi sempat terdorong kebelakang, kemudian Terdakwa langsung manarik kedua tangan Saksi keluar dari kamar mandi dan menuju dapur, saat sampai di dapur Saksi bertanya kepada Terdakwa dengan mengatakan
“kau siapo?”, dan dijawab terdakwa “dak perlu kau tau”, kemudian saksi bertanya lagi “kau orang mano?” selanjutnya terdakwa menjawab “aku orang selatan, cepeklah” aku tanggung jawab”;
- Bahwa Terdakwa melepaskan celana panjangnya berwarna hitam, dan memakai celana pendek kemudian mendorong badan serta mencekik leher Saksi menggunakan kedua tangan Terdakwa hingga Saksi terjatuh terlentang dilantai;
- Bahwa oleh karena ketakutan Saksi berteriak dengan kencang
"tolong" sambil menangis lalu Terdakwa yang masih berdiri membungkuk dan mencekik leher Saksi sambil mengancam dengan berkata "kalo kau teriak kau, aku bunuh" mendengar perkataan Terdakwa Saksi memohon untuk tidak dibunuh, Lalu Terdakwa mencekik kembali leher Saksi sambil mencium kedua pipi Saksi;
Halaman 10 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Bahwa kemudian Terdakwa mengambil batu ulekan yang terletak di bawah rak piring dan berniat memukulkan batu tersebut ke kepala Saksi, belum sempat Terdakwa memukulkan batu tersebut kearah kepala Saksi ada suara ibu pemilik kosan mengetok pintu sambil memanggil nama Saksi "Sin Sin";
- Bahwa oleh karena mendengar ada orang mengetok pintu kosan, Terdakwa panik dan langsung kabur lewat jendela samping sambil mengambil Handphone Realme C11 warna Abu Baja milik Saksi, yang sedang Saksi charge didalam kamar, kemudian Saksi langsung berdiri dan membuka pintu kosan lalu memeluk ibu pemilik kosan dengan kondisi belum menggunakan busana dan badan sudah gemetar sambil menangis kencang;
- Bahwa setelah tenang Saksi menceritakan semua kajadian yang Saksi alami kepada ibu pemilik kosan yaitu Saksi LINDA;
- Bahwa saksi mengetahui 1 (satu) unit Handphone Realme C11 warna Abu Baja milik saksi tersebut telah terdakwa ambil pada saat saksi masuk kedalam rumah dan masuk ke kamar untuk memakai baju dan mengecek Handphone saksi yang sedang di Cas tidak ada lagi;
- Bahwa merk Handphone Saksi tersebut yaitu Realme C11 warna Abu Baja dengan IMEI 869012054699314;
- Bahwa terdakwa mengambil 1 (satu) unit Handphone Realme C11 arna Abu Baja milik saksi tanpa seijin saksi selaku pemiliknya;
- Bahwa akibat kejadian tersebut Saksi merasa trauma dan Saksi mendapatkan luka memar di bagian kepala sebelah kiri, jidat, leher, muka, luka lecet dibagian lutut sebelah kanan.
- Bahwa 1 (Satu) Lembar celana Panjang warna hitam adalah milik terdakwa yang tertinggal di rumah saksi;
- Bahwa kerugian yang Saksi alami adalah kurang lebih sebesar Rp1.300.000,00 (satu juta tiga ratus ribu rupiah).
Terhadap keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak benar dan keberatan pada pokoknya terdakwa tidak melihat saksi Saksi Korbantelanjang, apalagi terdakwa telah melakukan pencabulan terhadap saksi Saksi Korban;
2. Saksi 2, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
Halaman 11 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Bahwa saksi NESIN DESPITA SARI yang mengontrak dirumah kontrakan saksi selama kurang lebih 1(satu) bulan;
- Bahwa jarak rumah Saksi dengan rumah kontrakan Saksi yang ditempati oleh saksi Nesin Despita sari kira-kira 12 (dua belas) meter;
- Bahwa Saksi mengetahui kejadian yang dialami oleh saksi NESIN DESPITA SARI;
- Bahwa Saksi mendengar teriakan suara perempuan berteriak tetapi hanya samar-samar, kemudian Saksi datangi rumah kotrakan yang ditempati saksi NESIN DESPITA SARI;
- Bahwa Saksi menggedor dan memanggil saksi NESIN DESPITA SARI dan pada saat itu saksi Nesin Despita sari keluar sambil nangis dengan posisi tidak berbusana (telanjang) dan memeluk Saksi;
- Bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu tanggal 3 Juni 2023 sekira pukul 15.30 Wib di rumah kontrakan yang Saksi miliki di Jalan Adam Malik VII RT. 3 RW. 1 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu Propinsi Bengkulu yang ditempati oleh saksi NESIN DESPITA SARI, yangmana Saksi mendengar suara teriakan yang sama-samar. Kemudian Saksi yang sedang menonton TV, Saksi mengecilkan volume TV Saksi untuk mendengar suara teriakan tersebut, lalu hilang kemudian timbul lagi suara teriakan tersebut, yangmana Saksi merasa khawatir;
- Bahwa Saksi mendekati jendela arah rumah kontrakan Saksi, memang benar suara teriakan tersebut berasal dari rumah kontrakan Saksi yang ditempati oleh saksi NESIN DESPITA SARI;
- Bahwa kemudian Saksi menuju kerumah kontrakan Saksi tersebut sambil menggedor pintu rumah kontrakan saksi NESIN DESPITA SARI;
- Bahwa kemudian Saksi teriak dari luar sin ngapo kau sin?;
- Bahwa saksi NESIN DESPITA SARI berkata "buk tolong" lalu Saksi menjawab "bukak pintunyo ado apo. didalam", selanjutnya terdengar kunci pintu yang dibukak dari dalam, lalu Saksi tendang pintu tersebut dan keluarlah saksi NESIN DESPITA SARI dari dalam kontrakan dengan posisi tidak berbusana (telanjang) sambil menangis dan Saksi lihat muka saksi NESIN DESPITA SARI merah seperti luka;
- Bahwa kemudian Saksi peluk saksi NESIN DESPITA SARI sambil menanyakan apa yang terjadi lalu saksi NESIN DESPITA SARI
Halaman 12 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
mengatakan bahwa pada saat didalam rumah ada terdakwa didalam dan memeluk serta mencium saksi NESIN DESPITA SARI;
- Bahwa Saksi menanyakan keberadaan orang tersebut, selanjutnya saksi NESIN DESPITA SARI menjawab bahwa terdakwa sudah keluar lewat jendela kamar sambil mengambil 1 (satu) unit Handphone Realme C11 warna abu baja milik saksi NESIN DESPITA SARI;
- Bahwa setelah itu Saksi mengecek kesebelah kiri kontrakan tidak ada orang, lalu Saksi mengecek ke sebelah kanan kontrakan dan Saksi melihat ada karung plastik ukuran besar berisi barang bekas yang biasa digunakan untuk pemulung;
- Bahwa kemudian Saksi memanggil tetangga dan menanyakan apakah ada orang keluar dari kontrakan dan berlari mengarah ke semak- semak dan dijawab oleh tetangga Saksi tersebut memang ada seorang laki-laki yang berlari kearah belakang rumah kontrakan dan laki-laki tersebut memakai motor yang mana motor tersebut diparkirkan di samping gang kontrakan;
- Bahwa saksi 1 (Satu) Lembar celana Panjang warna hitam adalah milik terdakwa yang tertinggal di rumah saksi NESIN DESPITA SARI;
- Bahwa keadaan disekitar kontrakan pada saat kejadian memang sepi karena posisi rumah kontrakan tersebut gang buntu dan banyak tanah kosong dan semak- semak.
Terhadap keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak benar dan keberatan pada pokoknya terdakwa tidak melihat saksi Saksi Korbantelanjang, apalagi terdakwa telah melakukan pencabulan terhadap saksi Saksi Korban;
3. Saksi 3 dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
- Bahwa jarak rumah Saksi dengan rumah kontrakan yang ditempati oleh NESIN DESPITA SARI kira-kira 4 (empat) meter dengan posisi rumah kontrakan Saksi NESIN DESPITA SARI tersebut berada di belakang rumah Saksi;
- Bahwa Saksi mengetahui orang yang masuk kedalam rumah Saksi Saksi Korbanadalah Terdakwa;
Halaman 13 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Bahwa Saksi mengetahui jenis kendaraan motor yang digunakan oleh Terdakwa adalah motor jenis Honda suprafit warna merah.
- Bahwa pada hari Sabtu tanggal 03 Juni 2023 sekira pukul 15.30 Wib, Saksi sedang tidur di rumah kemudian Saksi JASMIN menggedor pintu rumah dan memanggil Saksi, kemudian Saksi terbangun dan keluar rumah, saksi Jasmin bertanya kepada saksi mengapa berteriak, kemudian Saksi menjawab tidak ada yang berteriak, kemudian saksi jasmin mengatakan bahwa suara teriakan tersebut berasal dari rumah saksi;
- Bahwa kemudian tetangga yang lain juga datang menghampiri Saksi dan bertanya juga tentang suara teriakan tersebut, selanjutnya duduk di siring dekat rumah Saksi bersama tetangga yang lain;
- Bahwa ketika sedang duduk tersebut Saksi melihat Terdakwa yang berlari kearah jalan;
- Bahwa Saksi bertanya kepada Terdakwa tersebut kenapa berlari, selanjutnya dijawab oleh Terdakwa tersebut bahwa ada orang gila yang mengejarnya;
- Bahwa Saksi berkata kepada tetangga yang lain agar terdakwa ditahan dulu pada saat berlari tadi, namun saksi JASMIN mengatakan kepada saksi untuk apa ditahan, nanti ada maslah menahan orang;
- Bahwa Saksi melihat terdakwa pergi memakai motor yang diparkirkan dijalan dekat rumah Saksi;
- Bahwa kemudian tidak lama dari lama itu pemilik kontrakan yang bernama Saksi LINDA yang di tempati oleh Saksi NESIN DESPITA SARI, dan bertanya kepada saksi dan saksi JASMIN apakah ada orang yang lewat berlari;
- Bahwa Saksi JASMIN menjawab ada yang lewat, lalu Saksi LINDA mengatakan orang tersebut yang masuk kerumah Saksi Saksi Korban, yangmana telah melakukan mencium dan memeluk Saksi Saksi Korbandan dari perkataan saksi LINDA barulah saksi mengetahui terdakwa melakukan pencabulan terhadap saksi NESIN DESPITA SARI;
- Bahwa saksi melihat terdakwa adalah orang yang Saksi temui pada tanggal 03 Juni 2023 pukul 15.30 Wib di Jalan Adam Malik VII RT. 03 RW. 01 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, yangmana pada saat itu terdakwa tersebut lari tergesa-gesa kemudian menaiki kendaraan sepeda motor jenis Suprafit warna merah tersebut;
Halaman 14 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Bahwa kemudian Saksi menuju ke rumah kontrakan yang ditempati Saksi NESIN DESPITA SARI dan mengajak Saksi NESIN DESPITA SARI untuk melapor ke Polsek Selebar, yangmana dari Polsek Selebar menyuruh untuk melapor ke Polresta Bengkulu.
- Bahwa saksi jelaskan, orang yang berlari melewati saksi dan saksi JASMIN adalah benar terdakwa;
- Bahwa saksi mengetahui pakaian yang Terdakwa kenakan adalah memakai baju celana kaos lengan pendek warna putih lusuh, celana pendek, memakai tas selempang warna hitam, menggunakan motor jenis Honda Supra Fit warna merah.
Terhadap keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak benar dan keberatan pada pokoknya terdakwa tidak melihat saksi Saksi Korbantelanjang, apalagi terdakwa telah melakukan pencabulan terhadap saksi Saksi Korban;
4. Saksi 4 dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
- Bahwa jarak rumah Saksi dengan rumah kontrakan yang ditempati oleh Saksi NESIN DEPITA SARI kira-kira 10 (sepuluh) meter dengan posisi rumah kontrakan tersebut berada di belakang rumah samping tetangga Saksi;
- Bahwa benar Saksi jelaskan, Saksi mengetahui kejadian pencabulan yang dialami oleh Saksi NESIN DEPITA SARI dari pemilik kontrakan yang bernama Saksi Linda yang di tempati oleh Saksi NESIN DEPITA SARI, yang saat kejadian itu Saksi Linda keluar dari kontrakan dan bertanya kepada Saksi apakah ada orang yang lewat;
- Bahwa Saksi menjawab ada yang lewat barusan, lalu LINDA menerangkan orang tersebut yang masuk ke rumah Saksi NESIN DEPITA SARI, yangmana terdakwa yang barusan Saksi lihat melakukan pencabulan terhadap Saksi NESIN DEPITA SARI;
- Bahwa berawal pada hari Sabtu tanggal 03 Juni 2023 sekira pukul 15.30 wib Saksi sedang duduk di dalam rumah, lalu mendengar suara tangisan dari rumah tetangga sebelah Saksi lalu Saksi bergegas mendatangi rumah samping tetangga Saksi yang bernama Saksi CHERI YANTI alias ERI, sesampai di sana Saksi langsung mengedor gedor rumah tetangga Saksi tersebut lalu keluar Saksi CHERI YANTI alias ERI;
Halaman 15 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Bahwa Saksi langsung bertanya kepada Saksi CHERI YANTI alias ERI mengapa menangis, di jawab oleh Saksi CHERI YANTI alias ERI yang menerangkan dirinya tidak menangis;
- Bahwa Saksi menanyakan ada dimana bapak Bela yaitu suaminya SAKSI CHERI YANTI ALS ERI, lalu Saksi CHERI YANTI alias ERI menjawab lagi keluar;
- Bahwa Saksi, Saksi Cheri Yanti Alias Eri dan beberapa warga lainnya duduk berkumpul di depan rumah Saksi CHERI YANTI alias ERI, karena masih mencari cari sumber suara tangisan yang didengar tersebut;
- Bahwa saksi dan Saksi CHERI YANTI alias ERI melihat terdakwa berlari di siring samping rumah Saksi, lalu Saksi bertanya kepada Terdakwa tersebut mengapa berlari, di jawab Terdakwa tersebut bahwa dirinya dikejar oleh orang gila;
- Bahwa Saksi CHERI YANTI alias ERI mengatakan kepada Saksi agar menahan lari terdakwa, lalu Saksi jawab nanti salah klo nahan orang, sambil Terdakwa naik ke atas jalan menghidupkan motor nya dan kabur;
- Bahwa Saksi pun menyisiri sebelah rumah Saksi untuk mengintip kontrakan belakang dan ada Saksi LINDA yang langsung bertanya kepada Saksi apakah orang yang lewat, Saksi jawab ada, Saksi LINDA orang tersebut yang masuk ke rumah Saksi NESIN DEPITA SARI dan memeluk serta mencium Saksi NESIN DEPITA SARI, lalu Saksi pun langsung melewati siring untuk menuju ke kontrakan;
- Bahwa Saksi melihat kondisi korban yang saat itu Saksi melihat di leher dan di dada korban sudah ada kemerahan;
- Bahwa saksi melihat terdakwa adalah orang yang Saksi temui pada tanggal 03 Juni 2023 pukul 15.30 Wib di Jalan Adam Malik VII RT. 03 RW. 01 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, yangmana pada saat itu terdakwa tersebut lari tergesa-gesa kemudian menaiki kendaraan sepeda motor jenis Suprafit warna merah tersebut;
- Bahwa beberapa warga mulai berdatangan, Saksi pun memanggil Ketua RT dan pak RT sedang tidak ada di rumah, lalu Saksi memanggil Wakil Ketua RT untuk menuju ke kontrakan;
- Bahwa saat Saksi dan Wakil Ketua RT sampai di kontrakan kembali, korban sudah di bawa Saksi CHERI YANTI alias ERI ke Polsek Selebar.
Halaman 16 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Terhadap keterangan saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak benar dan keberatan pada pokoknya terdakwa tidak melihat saksi Saksi Korbantelanjang, apalagi terdakwa telah melakukan pencabulan terhadap saksi Saksi Korban;
Menimbang. Bahwa dipersidangan Penuntut Umum mengajukan bukti surat sebagaimana yang terlampir dalam berkas perkara yaitu :
Visum Et Repertum Nomor : VER/224/VI/2023/Rumkit Tanggal 03 Juni 2023 atas nama Saksi Korban, Lahir tanggal 06 November 2004, Jenis Kelamin perempuan yang dibuat dan ditandatangani Oleh dr. Novtiara Dwita Putri, dokter pemeriksa pada Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu, Hasil Pemeriksaan atas tubuh korban tersebut diatas didapat temuan – temuan sebagai berikut :
Hasil Pemeriksaan :
Dari pemeriksaan atas tubuh korban tersebut di atas didapatkan temuan- temuan sebagai :
Temuan Dari Pemeriksaan Tubuh Bagian Luar Permukaan Kulit Tubuh
Kepala :
1) Daerah berambut : Terdapat sebuah luka memar pada kepala bagian kiri. Bentuk tidak teratur. Ukuran panjang dua sentimeter, lebar dua koma lima sentimeter.
Batas tidak tegas, warna kemerahan, pada perabaan lebih menonjol dari jaringan kulit sekitar;
2) Wajah : Terdapat tiga buah luka memar pada wajah.
Bentuk tidak teratur, batas tidak tegas, warna kemerahan. Luka memar pertama pada dahi ukuran panjang satu sentimeter, lebar satu sentimeter. Luka memar kedua pada pipi kanan ukuran panjang satu sentimeter, lebar satu sentimeter. Luka memar ketiga pada pipi kiri ukuran panjang dua sentimeter, lebar dua koma lima sentimeter;
Leher : Terdapat sebuah luka memar pada leher bagian kanan. Bentuk tidak teratur. Ukuran panjang satu sentimeter, lebar nol koma tiga sentimeter. Batas tidak tegas, warna kemerahan.
Anggota Gerak : Anggota gerak bawah :
Halaman 17 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
a) Kanan : Terdapat sebuah luka lecet pada lutut kaki kanan.
Bentuk tidak teratur. Ukuran panjang dua sentimeter, lebar satu koma delapan sentimeter.
Batas tidak tegas, tepi tidak rata, warna kemerahan;
b) Kiri : tidak ada kelainan;
KESIMPULAN :
Dari Pemeriksaan didapatkan tanda – tanda kekerasan tumpul berupa luka memar pada kepala, wajah dan leher. Luka lecet pada lutut kaki kanan.
Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:
- Bahwa Terdakwa bertemu dengan saksi Saksi Korbandi Kontrakan Bedengan saksi Saksi Korbantersebut pada hari Sabtu tanggal 03 Juni 2023 sekira Pukul 14.30 WIB yang terletak di Jalan Adam Malik VII Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu Propinsi Bengkulu;
- Bahwa Terdakwa bisa bertemu dengan saksi Saksi Korbandikontrakannya karena Terdakwa diam-diam masuk kedalam kontrakan saksi Saksi Korbandengan cara memanjat jendela kamar saksi Saksi Korban, lalu Terdakwa mendengar ada suara air di arah kamar mandi dan Terdakwa pergi kekamar mandi dan Terdakwa mengintip dan membuka pintu tersebut dan bertemu dengan saksi Saksi Korban;
- Bahwa kondisi saksi Saksi Korbansaat bertemu dengan Terdakwa yaitu hanya menggunakan handuk dan tidak mengenakan busana;
- Bahwa pada saat Terdakwa berada di dalam rumah saksi Saksi Korban, saksi Saksi Korbantidak ada di kamarnya dan sedang berada didalam kamar mandi;
- Bahwa posisi kamar mandi saksi Saksi Korbanberada di belakang dekat dapur di rumah saksi Saksi Korban
- Bahwa pada Hari Sabtu tanggal 03 Juni 2023 sekira Pukul 14.30 WIB, saat itu Terdakwa sedang bekerja mengumpulkan barang barang bekas;
- Bahwa Terdakwa melintas di samping kontrakan saksi Saksi Korbantersebut, yangmana Terdakwa melihat dari jendela samping kontrakan saksi Saksi Korbantersebut terdapat sebuah Handphone yang berada diatas kasur kamar kontrakan saksi Saksi Korban;
Halaman 18 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Bahwa Terdakwa timbul niat untuk mengambil Handphone tersebut, yangmana Terdakwa menaruh karung barang bekas yang Terdakwa kumpulkan tersebut di halaman luar lalu masuk kedalam kamar kontrakan saksi Saksi Korbanmelalui Jendela Samping dikarenakan jendela tersebut tidak dikunci hanya diganjal dengan kayu;
- Bahwa Terdakwa memanjat dan memasuki kamar bedengan saksi Saksi Korbantersebut melalui jendela tersebut, selanjutnya setiba didalam kamar, Terdakwa mengecek keadaan kontrakan tersebut. Lalu Terdakwa mendengar ada bunyi air dibelakang dekat kamar mandi dan Terdakwa pergi kesana;
- Bahwa Terdakwa mengambil 1 (Satu) Unit handphone Realme C11 warna Abu Baja dengan IMEI 869012054699314 milik saksi Saksi Korbanyang sedang dicas diatas Kasur pada saat terdakwa berada dirumah dalam kamar saksi Nesin dan akan keluar melalui jendela kamar;
- Bahwa sekira 20 (dua puluh) meter Terdakwa berjalan didalam siring besar, Terdakwa keluar di gang sebelah rumah saksi Saksi Korbantersebut;
- Bahwa pada saat Terdakwa keluar dari dalam siring, Terdakwa bertemu dengan warga sekitar yang sedang berkumpul. Lalu seorang ibu dari warga sekitar bertanya kepada Terdakwa dari mano kau?, Terdakwa jawab "aku tadi dikejar orang gilo tadi", lalu Terdakwa menuju ke motor Terdakwa yang terparkir dekat warga sekitar yang sedang berkumpul tersebut dan menghidupkannya kemudian pergi;
- Bahwa kondisi Terdakwa saat keluar kabur dari dalam kontrakan saksi Saksi Korbandan melewati air siring dibelakang rumah saksi Saksi Korbandan bertemu dengan warga sekitar yaitu hanya menggunakan kaos kaki putih tanpa menggunakan alas sepatu;
- Bahwa terdakwa keluar dari rumah kontrakan saksi Saksi Korbanmelalui jendela tempat terdakwa masuk dengan cara memanjat ke dalam rumah kontrakan saksi Saksi Korban.
- Bahwa terdakwa menjual 1 (Satu) Unit handphone Realme C11 warna Abu Baja dengan IMEI 869012054699314 milik saksi Saksi Korbandengan harga Rp450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah) kepada seseorang melalui facebook;
Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti sebagai berikut :
Halaman 19 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- 1 (Satu) buah Batu giling berbentuk bulat warna hitam ; - 1 (Satu) Lembar celana Panjang warna hitam;
- 1 (Satu) Pasang Sepatu AP boot tinggi warna hijau.
Menimbang, bahwa barang bukti tersebut telah disita secara sah dan menurut hukum dan didepan persidangan telah diperlihatkan kepada saksi-saksi maupun terdakwa, dan oleh saksi-saksi membenarkannya dan dibenarkan oleh terdakwa, sehingga barang bukti tersebut dapat dipergunakan untuk memperkuat pembuktian dalam perkara ini;
Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti dan barang bukti yang diajukan diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:
- Bahwa benar Terdakwa Terdakwa pada hari Sabtu tanggal 03 Juni 2023 sekira pukul 15.00 WIB bertempat di Jalan Adam Malik Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu Propinsi Bengkulu melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul dan mengambil 1 (Satu) Unit handphone Realme C11 warna Abu Baja dengan IMEI 869012054699314 milik saksi Saksi Korban;
- Bahwa benar Terdakwa sedang mengumpulkan barang barang bekas dan Terdakwa melintas di samping rumah tinggal Saksi Saksi Korbantersebut, yangmana Terdakwa melihat dari jendela samping Rumah Tinggal Saksi Saksi Korbantersebut terdapat sebuah Handphone yang berada diatas kasur kamar Saksi Saksi Korban;
- Bahwa benar timbul keinginan Terdakwa untuk mengambil Handphone tersebut dan Terdakwa menaruh karung barang bekas yang Terdakwa kumpulkan tersebut di halaman luar;
- Bahwa benar Terdakwa masuk kedalam kamar Saksi Saksi Korbanmelalui Jendela Samping rumah;
- Bahwa benar Terdakwa memanjat dan memasuki kamar rumah Saksi Saksi Korbantersebut melalui jendela tersebut;
- Bahwa benar Terdakwa mengecek keadaan rumah tinggal tersebut, yangmana Terdakwa mendengar ada bunyi air dibelakang dekat kamar mandi dan Terdakwa pergi kesana;
- Bahwa benar Terdakwa setiba didepan kamar mandi, selanjutnya Terdakwa mengintip dari pintu kamar mandi ada Saksi Saksi Korbanyang sedang mandi;
Halaman 20 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Bahwa benar Terdakwa sedikit mendorong pintu tersebut dan Saksi Saksi Korbantersebut menyadari keberadaan Terdakwa;
- Bahwa benar Saksi Saksi Korbantersebut menahan pintu kamar mandi dari dalam sambil berteriak minta tolong dan Terdakwa mendorong pintu tersebut dan akhirnya pintu tersebut berhasil dibuka lalu Terdakwa menarik tangan Saksi Saksi Korbankeluar dari kamar mandi menuju dapur yang saat itu hanya menggunakan handuk sebagai penutup badan;
- Bahwa benar Saksi Saksi Korbanbertanya kepada Terdakwa "kau siapo?" Terdakwa jawab "dak perlu kau tahu" Saksi Saksi Korbanmenjawab lagi "dari mano kau masuk?" Terdakwa jawab "dari jendela";
- Bahwa benar Terdakwa sudah terangsang melihat Saksi Saksi Korbanhanya menggunakan handuk, selanjutnya Terdakwa berkata kepada Saksi Saksi Korban"cepeklah main (berhubungan), kelak aku bakal tanggung jawab" akan tetapi Saksi Saksi Korbantidak menjawab dan berteriak minta tolong;
- Bahwa benar Terdakwa membuka celana training yang Terdakwa gunakan, lalu Terdakwa mendorong badan Saksi Saksi Korbandan mencekik lehernya sehingga Saksi Saksi Korbanterjatuh dilantai;
- Bahwa benar Terdakwa mengancam Saksi Saksi Korbandengan berkata "diamlah kalau kau teriak aku bunuh kau";
- Bahwa benar Terdakwa mencium Saksi Saksi Korbanyang dalam posisi terlentang akibat terjatuh, yangmana saat mencium pipi Saksi Saksi Korban, Saksi Saksi Korbanmenarik rambut Terdakwa yang panjang dan mengenai kening Saksi Saksi Korban;
- Bahwa benar Saksi Saksi Korbanmengambil batu giling yang terletak dibawah akan tetapi batu tersebut berhasil direbut Terdakwa dan Terdakwa buang batu tersebut;
- Bahwa benar Saksi Saksi Korbanmasih memberontak minta tolong dan Terdakwa mengancam Saksi Saksi Korbandengan berkata "kalau kau masih teriak aku bunuh kau";
- Bahwa benar Terdakwa mendengar ada suara orang diluar Rumah Tinggal Saksi Saksi Korbantersebut, selanjutnya Terdakwa langsung berdiri dan berlari menuju jendela yang berada dikamar Saksi Saksi Korbantersebut;
- Bahwa benar Terdakwa sebelum keluar melalui jendela kamar Saksi Saksi Korban, Terdakwa mengambil 1 (Satu) Unit handphone Realme C11
Halaman 21 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
warna Abu Baja dengan IMEI 869012054699314 milik saksi Saksi Korbanyang berada diatas kasur kamar didalam rumah tinggal saksi Saksi Korbantersebut tanpa seizin dan sepengetahuan saksi Saksi Korbanselaku pemiliknya;
- Bahwa benar Terdakwa mengambil 1 (Satu) Unit handphone Realme C11 warna Abu Baja dengan IMEI 869012054699314 milik saksi Saksi Korbanyang sedang dicas diatas Kasur pada saat terdakwa berada dirumah dalam kamar saksi NESIN DEPITA SARI dan keluar melalui jendela kamar;
- Bahwa benar terdakwa menjual 1 (Satu) Unit handphone Realme C11 warna Abu Baja dengan IMEI 869012054699314 milik saksi Saksi Korbandengan harga Rp450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah) kepada seseorang melalui facebook;
- Bahwa benar Visum Et Repertum Nomor : VER/224/VI/2023/Rumkit Tanggal 03 Juni 2023 atas nama Saksi Korban, Lahir tanggal 06 November 2004, Jenis Kelamin perempuan yang dibuat dan ditandatangani Oleh dr.
Novtiara Dwita Putri, dokter pemeriksa pada Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu, Hasil Pemeriksaan atas tubuh korban tersebut diatas didapat temuan – temuan sebagai berikut :
Hasil Pemeriksaan :
Dari pemeriksaan atas tubuh korban tersebut di atas didapatkan temuan- temuan sebagai :
Temuan Dari Pemeriksaan Tubuh Bagian Luar Permukaan Kulit Tubuh
Kepala :
1) Daerah berambut : Terdapat sebuah luka memar pada kepala bagian kiri. Bentuk tidak teratur. Ukuran panjang dua sentimeter, lebar dua koma lima sentimeter.
Batas tidak tegas, warna kemerahan, pada perabaan lebih menonjol dari jaringan kulit sekitar;
2) Wajah : Terdapat tiga buah luka memar pada wajah.
Bentuk tidak teratur, batas tidak tegas, warna kemerahan. Luka memar pertama pada dahi ukuran panjang satu sentimeter, lebar satu sentimeter. Luka memar kedua pada pipi kanan ukuran panjang satu sentimeter, lebar satu sentimeter. Luka memar ketiga pada pipi kiri
Halaman 22 dari 37 Putusan Nomor 111/Pid.B/2024/PN Bgl
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam