Al-Arba'in An-Nawawiyah adalah himpunan 42 hadis yang menjelaskan masalah agama yang ditulis oleh Imam Nawawi. Dengan rumusan masalah: Bagaimana nilai-nilai pendidikan Aqidah dalam Hadits Al-Arba’in An-Nawawiyah?, Bagaimana nilai-nilai pendidikan Ibadah dalam Hadits Al-Arba’in An-Nawawiyah? Arba' dalam An-Nawawiyah. Sumber data: Hadith Al-Arba'in An-Nawawiyah, Syarah Hadith Al-Arba'in An-Nawawiyah, Al-Qur'an dan terjemahannya serta kitab-kitab ajaran Islam.
Hadis Al-Arba'in An-Nawawiyah merupakan kitab yang memuat kumpulan hadis-hadis yang sangat popular di kalangan masyarakat Islam Indonesia, bahkan di seluruh dunia Islam. Berdasarkan latar belakang tersebut, pengkaji ingin menjadikan Kitab Al-Arba'in An-Nawawiyah sebagai bahan perbincangan dalam disertasi ini dan oleh itu pengkaji ingin mengkajinya dari sudut nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalamnya. , justeru dibawa pengkaji mengangkat tema yang bertajuk “NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM HADIS AL-ARBA’IN AN-NAWAWIYAH”. Hadis Al-Arba'in An-Nawawiyah ialah himpunan 42 buah hadis yang mengandungi prinsip-prinsip ajaran Islam.15 Dan semua hadis diriwayatkan kepada Rasulullah SAW.
Data primer dalam penelitian ini adalah Hadits Al-Arba'in An-Nawawiyah, Syarah Hadits Al-Arba'in An-Nawawiyah, Al-Qur'an dan Tarjemahnya. Dengan demikian dilakukan analisis terhadap isi pesan tafsir Hadis Al-Arba'in An-Nawawiyah hadis 1, 2 dan 17 tentang nilai-nilai Pendidikan Islam.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Fokus Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Definisi Istilah
- Metode Penelitian
- Sistematika Pembahasan
Sebagai uji validitas dalam penelitian ini digunakan Triangulasi yaitu pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan waktu yang berbeda 22. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber karena didasarkan pada jenis penelitian yaitu kualitatif. Langkah yang akan dilakukan peneliti adalah membandingkan atau mencetak kembali informasi yang diperoleh dengan sumber lain.
Fungsi ini sebagai landasan teori pada bab selanjutnya untuk menganalisis data yang diperoleh dari penelitian. Bab ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran hasil penelitian berupa kesimpulan penelitian yang akan membantu dalam memberikan saran-saran yang membangun terkait penelitian.
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Sedangkan peneliti lebih fokus pada nilai-nilai pendidikan Islam dalam Hadits Al-Arba'in An-Nawawiyah. Penelitian yang dilakukan oleh Nur Rohim pada tahun 2013 dengan judul “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Hadits Al-Arba’in An-Nawawiyah”. Bedanya, penelitian sebelumnya fokus pada penerapan nilai-nilai pendidikan Islam dari Hadits Al-Arba'in An-Nawawiyah di masyarakat.
Sedangkan peneliti lebih fokus pada nilai-nilai pendidikan Islam dalam hadis Al-Arba'in An-Nawawiyah. Penelitian yang dilakukan oleh Lukman Hakim/2015 dengan judul “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Hadits Al-Arba’in Nawawiyah (Ditinjau dari Perspektif Agama dan Akhlak)”. Hasil penelitian ini dapat menjelaskan nilai-nilai pendidikan Islam dalam hadis Al-Arba'in Nawawiyah ditinjau dari agama dan akhlak.
Kajian terdahulu tertumpu kepada penerapan nilai-nilai pendidikan Islam dalam Hadis Al-Arba'in. Nilai-nilai pendidikan Islam dalam Hadis Al-Arba'in An-Nawawiyah (disemak dari segi akidah dan akhlak).
Kajian Teori
Marimba pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani, berdasarkan syariat agama Islam, menuju pembentukan kepribadian primer menurut norma Islam. Menurut Burlian Somad, pendidikan Islam adalah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk individu menjadi makhluk yang mandiri, berstandar tinggi menurut standar Allah, dan isi pendidikan merupakan perwujudan tujuan itu, yaitu ajaran Allah. Menurut Syekh Muhammad An-Naquib Al-Attas, pendidikan Islam adalah suatu upaya pendidik untuk mengenali dan mengakui tempat yang tepat dari segala sesuatu dalam tatanan penciptaan.
Menurut Musthafa Al-Ghulayani, pendidikan Islam adalah tentang menanamkan akhlak mulia dalam jiwa seorang anak hingga ia tumbuh dewasa dan menyiraminya dengan bimbingan dan nasehat agar akhlak tersebut menjadi salah satu kemampuan jiwanya. Kemudian buahnya berupa keutamaan, kebaikan dan cinta bekerja, memanfaatkan tanah air.29. Dian menyatakan bahwa “Pendidikan Islam adalah bimbingan yang diberikan kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam”. Jika disingkat dengan pendidikan Islam, maka merupakan pedoman bagi seseorang untuk menjadi muslim seutuhnya.30 Hal ini sesuai dengan landasan pendidikan Islam pada QS.Luqman ayat 13-19.
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberinya pelajaran: “Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah. Sesungguhnya menyekutukan (menyekutukan) dengan (Allah) sungguh merupakan kezaliman yang besar.” Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam adalah nilai-nilai yang mempunyai substansi yang dapat membentuk karakter manusia, baik dari segi keimanan, ilmu, akhlak. dan aspek sosial.33 Oleh karena itu dapat dipahami bahwa nilai-nilai pendidikan Islam merupakan ciri-ciri yang melekat pada apa yang terkandung dalam kaidah-kaidah dan kedudukan-kedudukan yang dianut oleh agama Islam.Menurut Muhaimin, ada tujuh nilai-nilai pendidikan Islam. yaitu: a) Nilai ibadah yaitu bagi pemangku kepentingan pendidikan Islam, pembangunan.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan alam semesta. langit dan bumi (sambil berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakannya dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka". , kerana Allah SAW telah berbuat baik kepada manusia dengan nikmat-nikmatnya yang banyak dan dilarang menimbulkan kemudaratan dalam bentuk apa pun. Artinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu tidak membahayakan (muka) bumi. Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). ; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (V.S Al-Hasyr 18)36. d) Nilai Rahmat iaitu ilmu pendidikan Islam hendaklah ditujukan kepada kesejahteraan dan keselamatan seluruh umat manusia dan alam semesta.
39 Ibid., . g) Nilai tabsyir, yaitu para pemangku pendidikan Islam senantiasa memberikan harapan baik kepada umat manusia mengenai masa depannya, termasuk menjaga keseimbangan atau melestarikan alam. 40. Dengan banyaknya nilai-nilai Islam yang terkandung dalam pendidikan Islam, maka peneliti mencoba membatasi pembahasan skripsi ini dan membatasi nilai-nilai pendidikan Islam pada nilai-nilai aqidah, nilai pendidikan agama, dan nilai pendidikan akhlak. . . Artinya: “Dan janganlah kamu merusak permukaan bumi, setelah (Allah) memperbaikinya.” (KS. Al-A'raf : 56) 55.
Maksudnya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan yang semakin lemah dan telah membuatnya layu dalam masa dua tahun[1180]. Maksudnya: "Dan Kami tidak mengutus kamu melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam." (Al-Anbiya, 21:107)71.
PEMBAHASAN
Paparan Data
- Biografi Imam Nawawi
Berkata: Tadi malam saya diperlihatkan demam dalam bentuk seorang wanita tua berkulit sangat hitam di tangan orang yang memegangnya sambil berkata, “Ini demamnya, jadi bagaimana pendapatmu?” Nabi SAW Sedangkan orang yang berhijrah dengan tujuan untuk menggapai dunia atau demi wanita yang ingin dinikahinya, maka nilai hijrahnya adalah apa yang dia niatkan.” 85. Setelah kejadian itu, orang yang berhijrah dengan tujuan menikah dengan Ummu Kais menjulukinya “Muhajir Ummu Kais”.
Orang yang mempunyai iman yang kuat dan keyakinan yang teguh seperti ini melihat kesulitan dunia apapun yang terjadi. Termasuk siap menghadapi berbagai tekanan dari orang-orang yang tidak mengakui kenabian dan kerasulan Muhammad Swt. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang dirugikan di jalan-Ku, yang berperang dan terbunuh, niscaya akan Kuhapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan niscaya akan Kumasukkan mereka ke dalam surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. , sebagai pahala dari Allah.
Namun dalam keadaan seperti ini, ada saja orang yang membohongi saudaranya yang beragama Islam dengan menunjukkan bahwa mereka berhijrah hanya kepada Allah, padahal itu bukan tujuan mereka. Mereka dicari dan sangat dihargai. Begitu mereka menemukan orang yang jujur, mereka akan selamanya berusaha menjaga orang tersebut dengan kepercayaan penuh yang diberikan kepada mereka. Artinya: “Dan orang-orang yang telah menduduki kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang-orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin).
Begitu juga dengan Rasulullah, kerana baginda tidak menyebut secara langsung orang yang dimaksudkannya sebagai "orang yang Hijrahnya bertujuan untuk mendapatkan kehidupan dunia atau untuk wanita yang ingin dinikahinya. Maksudnya: "Sesungguhnya , orang yang ingin (berita) perbuatan yang amat keji tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, akan mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Ibnu Abdisselam berkata: "Semestinya memakai pakaian yang menjadi ciri khas seorang ulama, supaya diketahui orang yang ditanya.
Karena ketika aku sedang ihram, aku sering mencaci-maki sekelompok orang yang tidak mengenalku, yang juga sedang ihram, karena kesalahan mereka dalam cara tawaf, padahal mereka. mengabaikan peringatanku. Jadi kami menarik semua orang beriman di desa itu dan tidak menemukan apa pun di sana kecuali satu keluarga Muslim. Sabda Nabi SAW : Dan kamu akan melihat orang-orang yang terbiasa bertelanjang kaki dan bertelanjang kaki, serta orang-orang miskin yang berlomba-lomba dalam pembangunan gedung, yaitu penduduk desa yang berubah menjadi desa kaya. 101.
Maksudnya: "Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya dan Rasul-Nya. Mereka berkata: "Kami melakukan tidak membezakan antara seorangpun dari rasul-rasulNya", dan mereka berkata: "Kami dengar dan kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".