PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Apa perbedaan penerapan strategi pemasaran dalam meningkatkan jumlah pelanggan (Studi Kasus di Lina Hotel Senggigi dan Mascot Hotel Senggigi). Apa kendala strategi pemasaran dalam meningkatkan jumlah pelanggan (Studi Kasus Lina Hotel Senggigi dengan Mascot Hotel Senggigi).
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Data tersebut yaitu jawaban member atau pegawai kantor Lina Hotel dan Mascot Hotel mengenai strategi pemasaran untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Studi banding Analisis strategi pemasaran dalam meningkatkan jumlah pelanggan di Hotel Lina dan Hotel Mascot. Berdasarkan rumusan masalah dan temuan data terkait studi banding strategi pemasaran dalam upaya meningkatkan jumlah pelanggan pada Lina Hotel dan Mascot Hotel Senggigi.
Terdapat perbedaan harga yang signifikan yang ditawarkan oleh Lina Hotel dan Hotel Mascot terhadap peningkatan jumlah pelanggan, mulai dari harga kamar hingga makanan dan minuman. Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan beberapa karyawan Hotel Lina dan Hotel Mascot, diperoleh hasil bahwa strategi pemasaran yang diterapkan berimplikasi pada peningkatan jumlah pelanggan. Dengan strategi pemasaran yang efektif diterapkan oleh Lina Hotel dan Hotel Mascot ternyata mampu menarik pelanggan.
Hal ini menjadi pertanda baik atas strategi pemasaran yang dilakukan Lina Hotel dan Mascot Hotel untuk menarik minat masyarakat dan wisatawan. Analisis kendala yang dihadapi Lina Hotel dan Mascot Hotel dalam upaya meningkatkan jumlah pelanggan untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Kendala yang dihadapi Lina Hotel dan Mascot Hotel dalam upaya meningkatkan jumlah pelanggan tidak sama, namun ada juga beberapa kendala yang sama.
Ruang Lingkup dan Seting Penelitian
Telaah Pustaka
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh kualitas pelayanan dengan prinsip syariah (secara simultan) terhadap minat konsumen. Selanjutnya perbedaan penelitian sebelumnya dan sekarang yaitu mengukur pengaruh kualitas pelayanan dan penerapan prinsip syariah terhadap minat konsumen, sedangkan penelitian ini mengenai strategi pemasaran pariwisata untuk meningkatkan jumlah konsumen.
Kerangka Teori
- Devinisi Strategi Pemasaran
- Pengertian Strategi Pemasaran
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, dibeli, digunakan atau dikonsumsi untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan. Artinya barang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan manusia, bukan untuk memproduksi barang mewah secara berlebihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan manusia.
Metodologi Penelitian
- Metode Penelitian
- Pendekatan atau Jenis Penelitian
- Tehnik Pengumpulan Data
- Jenis dan Sumber Data
- Analisis Data
Dengan demikian, dalam menyajikan pembahasan data dari temuan hasil tesis ini, penulis menjelaskan secara deskriptif, yaitu menguraikan dengan kata-kata semua data yang diperoleh tentang strategi pemasaran dalam upaya meningkatkan jumlah pelanggan. Data kualitatif adalah data yang menyoroti proses dan makna yang dipelajari secara ketat dan tidak diukur secara kuantitatif, total intensitas atau frekuensi. Data sekunder adalah data yang diperoleh pihak lain, tidak diperoleh secara langsung dari objek penelitian, peneliti diperoleh dari buku, majalah, diktat, yang berkaitan dengan penelitian.
Analisis data adalah proses meneliti dan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, mengorganisasikan data ke dalam kategori-kategori, mendeskripsikannya dalam satuan-satuan, mensintesiskannya, merangkumnya menjadi pola-pola, memilih mana yang penting, mempelajari dan menarik kesimpulan agar mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data induktif yaitu pengolahan data dimulai dari. Tringulasi adalah pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan sesuatu selain data itu untuk keperluan pengecekan atau pembandingan data.
Artinya data yang diperoleh peneliti kembali dicek keabsahan datanya dengan menanyakan tidak hanya satu pihak tetapi juga beberapa pihak lain yang ada di Lina Hotel dan Mascot Hotel, kemudian jika jawaban dari pihak yang berbeda sama, maka data tersebut baru dapat dikatakan valid.
Sistematika Pembahasan
Lina Hotel dalam menetapkan strategi pemasaran dengan melihat potensi pasar yang besar pada lokasi tersebut. Lina Hotel dalam menetapkan strategi pemasaran dengan melihat potensi wisatawan yang banyak terdapat di tempat tersebut. Lina Hotel mengalami peningkatan jumlah pelanggan yang sangat signifikan, hal ini juga berkat kerja keras yang dilakukan oleh tim marketing sendiri.
Upaya pihak hotel untuk membantu meningkatkan jumlah pelanggan di Lina Hotel dan Mascot Hotel yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menerapkan strategi pemasaran. Hal ini terlihat dari hasil jumlah pelanggan Lina Hotel dari Agustus 2019 hingga Oktober 2019 yang lebih banyak dari Mascot Hotel. Lina Hotel menggunakan lima cara dalam usahanya untuk meningkatkan jumlah pelanggan, yaitu yang pertama adalah dengan melakukan sales call.
Sehingga Lina Hotel dan Mascot Hotel mengalami peningkatan jumlah pelanggan yang sangat signifikan dan itu pun berkat kerja keras yang dilakukan oleh manajemen masing-masing hotel itu sendiri.
PAPARAN DAN TEMUAN
Sejarah Berdirinya Lina Hotel dan Mascot Hotel
Lina Hotel Senggigi didirikan pada tahun 1989 di tepi pantai di Senggigi, di Jalan Raya Senggigi KM. Dengan modal pribadi Rp 10.000.000, Ibu Arie Widya Ningsih membangun Lina Hotel Senggigi yang dilengkapi dengan 1 restoran dengan konsep klasik di tengah hotel, kolam renang berukuran 10m x 5m dan terdiri dari 12 kamar dengan 3 tipe kamar yaitu 4 kamar street view, 6 kamar garden view dan 2 kamar beach view. Hotel Lina memiliki 15 karyawan, termasuk 3 pembantu rumah tangga, 2 pelayan, 2 satpam, 1 manajer, 1 akuntan, 3 juru masak, 1 manajer umum, dan 2 staf pemasaran.
Hotel Lina merupakan hotel kelas Melati, hotel ini sangat diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, karena letaknya yang strategis di depan pantai dan berada di pusat kota Senggigi yang dipenuhi oleh wisatawan dari berbagai mancanegara. Kisah berdirinya Mascot Hotel dimulai pada tahun 1986, Mascot Hotel Senggigi merupakan hotel pertama dan terbesar yang berdiri di kawasan Pantai Senggigi yang dibangun oleh Bapak. 4 kamar dengan 3 tipe kamar yaitu 4 kamar luxury, 10 kamar superior dan 10 kamar standar.
Mascot Hotel memiliki 17 karyawan, terdiri dari 6 housekeeper, 3 pramusaji, 2 satpam, 2 kasir, 3 juru masak dan 1 supir.
Tujuan Berdirinya Lina Hotel dan Mascot Hotel
Visi Misi Lina Hotel dan Mascot Hotel
Menjadikan Mascot Hotel sebagai hotel yang menjamin kepuasan pelanggan dan mampu meraih keuntungan yang maksimal.
Bagan Organisasi Lina Hotel dan Mascot Hotel
Di dalam perusahaan terdapat pembagian masing-masing karyawan agar dapat bekerja secara efisien dan baik sesuai dengan keahliannya.
Strategi Pemasaran Lina Hotel dan Mascot Hotel
- Strategi Pemasaran Lina Hotel …………………..……………… . …… 3 9
- Strategi Pemasaran Mascot Hotel …………… ... ………………… . ……. 4 4
Hal pertama yang dilakukan Lina Hotel dengan strategi pemasarannya adalah menentukan segmentasi pasar, menentukan tujuan pasar, dan menentukan posisi pasar. Hal pertama yang dilakukan Lina Hotel dengan strategi pemasarannya adalah menentukan segmentasi pasar, menentukan tujuan pemasaran, dan menentukan posisi pasar. Dari harga kamar, makanan dan minuman yang berbeda terlihat bahwa produk Lina Hotel dapat diakses oleh semua kalangan, hal ini merupakan strategi perusahaan untuk meningkatkan jumlah pelanggan.
Kenaikan jumlah pelanggan pada Agustus 2019 di Lina Hotel sebanyak 109 orang, sehingga pada September 2019 sebanyak 115 orang dan pada Oktober sebanyak 123 orang. Hal ini merupakan pertanda baik atas strategi pemasaran yang dilakukan oleh Lina Hotel untuk menarik minat masyarakat dan wisatawan untuk memilih hotel ini. Hal ini merupakan salah satu cara Lina Hotel dalam menentukan lokasi untuk meningkatkan jumlah pelanggan sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat.
Sebagai perbandingan, hambatan peningkatan jumlah pelanggan yang dihadapi Hotel Lina umumnya bersifat eksternal dan sederhana, dibandingkan dengan Hotel Mascot yang harus menghadapi hambatan baik internal maupun eksternal. Strategi yang dilakukan oleh Lina Hotel dan Hotel Mascot saat ini sudah baik, karena secara umum mampu menghidupkan kembali hotel-hotel lama dan bersaing dengan hotel-hotel baru yang modern dan berkualitas, namun masih belum optimal walaupun jumlah pelanggan selalu bertambah. Dengan meningkatkan kualitas, fasilitas dan pelayanan Hotel Lina dan Hotel Mascot akan meningkatkan jumlah pelanggan dan menarik perhatian masyarakat, serta membuktikan kepada masyarakat sekitar bahwa harga yang ditawarkan sangat bersahabat dan tidak akan mengecewakan dengan fasilitas dan pelayanan yang ada.
Kendala-Kendala Strategi pemasaran Lina Hotel dan Mascot Hotel
Analisis Perkembangan Jumlah Custemer pada Lina Hotel dan Mascot
Analisis Kendala yang Dihadapi oleh Lina Hotel dan Mascot Hotel dalam
Tentunya dalam upaya meningkatkan jumlah pelanggan di Lina Hotel terdapat beberapa kendala seperti persaingan pasar yang ketat diantara sekian banyak hotel yang telah berdiri, pemulihan pasca gempa Lombok 2018 yang mengakibatkan penurunan jumlah wisatawan di NTB dan menghadapi low season yang terjadi setiap tahunnya. Tidak hanya itu, kurangnya pengetahuan masyarakat umum menganggap bahwa Hotel Lina memiliki harga yang tinggi dan hanya untuk kalangan menengah ke atas, karena letak Hotel Lina tepat berada di Pusat Kota Wisata. Kendala yang dihadapi Mascot Hotels dalam upaya meningkatkan jumlah pelanggan yaitu jumlah karyawan yang sedikit membuat Mascot Hotels kesulitan memenuhi semua agenda yang telah direncanakan, hal ini dikarenakan pihak manajemen hotel tidak ingin menambah pengeluaran untuk karyawan, kemudian persaingan harga yang ketat antar hotel di bawah manajemen OYO dan recovery pasca gempa Lombok 2018 yang mengakibatkan penurunan jumlah wisatawan di NTB dan low season yang terjadi setiap tahunnya.
PENUTUP
Saran
Untuk Lina Hotels diharapkan lebih fokus pada target untuk menarik perhatian pelanggan, agar pelanggan tidak berpaling dari Lina Hotels, selanjutnya diharapkan Mascot Hotels meningkatkan tenaga penjualan restoran, seperti yang kita ketahui Mascot Hotels lebih fokus pada penjualan kamar. Namun demikian, penulis tetap berharap penelitian ini dapat menambah sumber referensi untuk penelitian selanjutnya dengan tema yang sama namun dengan fokus penelitian yang berbeda dan dapat menjadi bahan evaluasi bersama kita sebagai sivitas akademika Universitas. Jadi mari gunakan hasil penelitian sekecil apapun untuk dijadikan bahan evaluasi agar lebih baik kedepannya.
Abdul Waris, Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Penerapan Prinsip Ayaria Terhadap Minat Konsumen Hotel Graha Agung Semarang, Skripsi, UIN Maulana Malik, 2009. Dhurria Imama, Studi Banding Strategi Pemasaran Produk Busana Dengan Sistem Online dan Offline Pada Toko Clarissa Grossir Fashion Gresik, Skripsi, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2015. Fatoni Ahmad, Studi Banding Persepsi Wisatawan Terhadap Strategi Pengalaman di Hotel Bintang dan Non Bintang, Skripsi, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2017.
Prawirosentoso Suryadi, Filosofi Baru Manajemen Terpadu Abad 21, Studi Kasus dan Analisis Total Quality Management, Jakarta: PT.